Nama: A. Zahra Intan Sucia
NPM: 2153053020
Izin menjawab pertanyaan dari bapak...
1. Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran PKn SD yang baik?
Jawaban: Menurut saya Konsep pendidikan PKn menjadi salah satu topik yang kelak akan menjadi pionir dalam upaya penerapan perilaku karakter pada siswa SD sehingga para guru dan calon guru nantinya mampu menerapkan hal-hal dan strategi-strategi baru dalam menciptakan materi pembelajaran PKn sekolah dasar dengan baik. Saat melaksanakan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar, guru harus mengembangkan strategi atau taktik, metode dan media pendidikan yang efektif. Hal ini akan membantu para guru untuk memahami dan membantu siswa untuk menerapkan etika dan karakter nilai moral Pancasila yang dipelajari di sekolah. Metode dan media pendidikan punya peran penting dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai metode atau teknik penyampaian pembelajaran yang wajib di kuasai guru.
Sedangkan media pembelajaran dapat diartikan sebagai media interaktif yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kepada siswa dalam bentuk materi. Kedua hal ini penting dalam proses belajar mengajar yang harus diketahui oleh guru. Oleh karena itu, seorang guru yang profesional harus mampu mengembangkan dan memilih metode dan media pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), sehingga dapat mengembangkan materi pembelajaran yang baik agar siswa dapat menerapkan apa yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. Berikutnya, pada karakter materi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) mempunyai sifat yang beragam. Kedua sifat tersebut dapat diajarkan dengan cara atau metode yang sama. Dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, guru hendaknya menciptakan strategi atau taktik yang tepat, metode pengajaran yang efektif dan media yang sesuai dengan mata pelajaran dan harus sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Dengan strategi, metode, dan media sumber pembelajaran yang tepat maka proses belajar mengajar dapat berhasil. Selain itu, siswa akan dapat menerima materi pembelajaran yang diberikan dengan baik sehingga hasil belajar siswa maksimal.
Referensi
Tirtoni, F. (2018). Pengembangan Pembelajaran PKN Di Sekolah Dasar. Hal 58-78.
2. Pengembangan pembelajaran PKN SD yang bagaimana yang harus dikembangan dengan disandingkan kurikulum?
Jawaban: Menurut saya Tujuan pembelajaran yang mendalam pendidikan kewarganegaraan (PKn) dan sharing Jenjang pendidikan bervariasi mulai dari SD, SMP, dan SMA. Namun pada, tema pembelajaran mata pelajaran PKn biasanya muncul tema yang sama pada setiap jenjangnya yang berbeda. Di sinilah tujuan pembelajaran yang disebut sebagai kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berperan dalam kurikulum.
Dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PKn) yang akan dikembangkan dalam pendidikan karakter di sekolah, guru harus ada bekal dalam pengajarannya, yaitu bagian komponen pembelajaran yang sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Komponen pembelajaran tersebut meliputi silabus, rencana proses pembelajaran, bahan ajar bagi siswa, lembar kerja siswa, media, dan lembar penilaian evaluasi harus sesuai dan menggunakan kurikulum yang digunakan. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kurikulum :
1. Berpusat pada potensi, perkembangan,kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
2. Beragam dan terpadu
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
6. Belajar sepanjang hayat
Pengembangan kurikulum juga berdasarkan hasil tes, kebijakan dan tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal yang terus berubah. Perkembangan kurikulum PPKn di Indonesia semakin berkembang secara dinamis, itulah pada prinsipnya dan sesuaikan dengan kebutuhan serta visi dan misi pemerintah yang berpengaruh dalam pembentukan kebijakan kurikulum pendidikan di Indonesia.
Referensi
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.
3. Bagaimana pengembangan kurikulum merdeka dengan pengembangan pembelajaran PKn SD?
Menurut saya Pada prinsipnya, terkait dengan Kurikulum Merdeka Belajar 2020 ini, didasari oleh Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Tentang SN-Dikti. Mendikbud di Era ini (Nadiem Makariem) menjadi tokoh penggagas terkait dengan wacana merdeka belajar, utamanya di Perguruan Tinggi. Menurut Nadiem, Kemendikbud menyiapkan strategi yang tidak akan keluar dari esensi pendidikan, yakni kualitas guru. Guru tidak akan mungkin bisa digantikan teknologi.
Dikutip dari laman kemendikbud.go.id, Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan
setidaknya tiga poin utama dalam gagasan merdeka belajar, yaitu tekonologi untuk akselerasi, keberagaman sebagai esensi, dan profil pelajar Pancasila. Tentu saja,
poin pertama terkait dengan perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi. Namun ada hal yang sangat menarik yaitu di poin 2 dan 3, utamanya terkait dengan PPKn, bahwa adanya penguatan keberagaman sebagai esensi, berupa“keberagaman minat dan kemampuan yang dimiliki siswa menjadi alasan paling kuat agar pengukuran kinerja siswa tidak boleh dinilai hanya menggunakan angka-angka pencapaian akademik, tetapi juga berbagai macam aktivitas lain atau ekstrakurikuler”. Kearifan lokal juga merupakan unsur penting dalam
pembelajaran. Setiap siswa akan lebih
memahami materi bila menggunakan
konteks lokal.
Kemudian terkait dengan profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka, Tujuan adanya Profil Pelajar Pancasila, yaitu sebagai kompas bagi pendidik maupun pelajar Indonesia. Profil pelajar Pancasila ini membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter serta dapat menghadapi dunia karir dan era globalisasi yang akan datang. Kemendikbud telah menetapkan enam indikator sebagai profil pelajar Pancasila.
Adapun enam profil tersebut adalah
1. Bernalar kritis agar siswa bisa memecahkan masalah.
2. Kemandirian, yaitu siswa secara independen termotivasi meningkatkan kemampuannya, bisa mencari pengetahuan serta termotivasi.
3. Kreatif, di mana siswa bisa menciptakan hal baru, berinovasi secara mandiri, dan mempunyai rasa cinta terhadap kesenian dan budaya.
4. Gotong-royong, di mana siswa mempunyai kemampuan berkolaborasi yang merupakan softskill utama yang terpenting di masa depan agar bisa bekerja secara tim.
5. Kebinekaan global yang merupakan upaya agar siswa mencintai keberagaman budaya, agama dan ras di negaranya serta dunia, sekaligus menegaskan mereka juga warga global.
6. Berakhlak mulia. Di sinilah moralitas, spiritualitas, dan etika berada atau dibentuk.
Referensi
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.
4. Bagaimana pengembangan pembelajaran PKN SD dengan kurikulum 2013?
Jawaban: Menurut saya Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada
pemerolehan kompetensi-kompetensi
tertentu oleh peserta didik. Adapun pada kurikulum 2013 ini, Secara yuridis formal Kurikulum 2013 berpijak pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, namun dalam pelaksanaannya didasarkan pada
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Perubahan kurikulum ini juga berdampak pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di Indonesia yang dulunya istilah pendidikan kewarganegaraan atau lebih dikenal dengan sebutan PKn kembali menjadi Pendidikan.
Pancasila dan kewarganegaraan atau dikenal dengan sebutan PPKn.
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Setiawati (2016, p. 70)
bahwa Perubahan nomenklatur didasarkan pada sejumlah kontribusi tertentu untuk meningkatkan pembelajaran PKn menjadi PPKn yang muncul dalam lima tahun terakhir, antara lain:
(1) Tentu saja ada efek dari subtansi PKn
lebih banyak mengandung muatan ketatanegaraan, sehingga nilai dan kandungan moral Pancasila kurang mendapat perhatian; (2) dalam metodologi terdapat minat belajar untuk mendorong pengembangan ranah sikap (afektif), ranah pengetahuan (kognitif), sedangkan ranah keterampilan (psikomotorik) belum dikembangkan dengan baik dan menyeluruh (permanen). (Raharjo, R. 2020).
Magdalena, I., Nurchayati, A., & Anastasia, A. (2023) menjelaskan Kajian Pendidikan kewarganegara dalam kurikulum 2013 menyebutkan bahwa tugas untuk pembentukan karakter tidak hanya pada mata pelajaran Pancasila dan kewarganegaraan saja, dimana keterampilan inti yang meliputi kompetensi Sikap Spiritual, Sikap Sosial, Pengetahuan dan keterampilan menjadi tanggung jawab semua mata pelajaran. Bagian penting dari Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan kurikulum 2013 adalah pentingnya penggunaan pendekatan ilmiah (saintifik) dalam semua pembelajaran dan penilaian yang bersifat otentik.
Referensi
Magdalena, I., Nurchayati, A., & Anastasia, A. (2023). Implementasi Penilaian Keterampilan Kewarganegaraan Berdasarkan Kurikulum 2013. TSAQOFAH, 3(5), 778-793.
Raharjo, R. (2020). Analisis perkembangan kurikulum PPKn: dari Rentjana pelajaran 1947 sampai dengan merdeka belajar 2020. PKn Progresif: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Kewarganegaraan, 15(1), 63-82.