Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Number of replies: 79

Video tidak dapat diupload, maka silahkan Video yang anda Buat diupload ke youtube, kemudian linknya ada kumpulkan pada forum pengumpulan tugas. Terimakasih.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Nafisa Agesti གིས-
Nama :Nafisa Agesti
NPM:2311011002

Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan religius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Sealshie Triangel Heavenly_2311011018 གིས-
Sealshie Triangel Heavenly
2311011018
Filsafat pendidikan Indonesia mendasarkan diri pada nilai-nilai Pancasila, dan dalam prosesnya, dua pandangan penting perlu dipertimbangkan dalam pembentukan dasar filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang, menurut pandangan (Jumali dkk, 2004), harus menjadi pertimbangan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang warga negara Indonesia, yaitu bahwa dalam filsafat pendidikan nasional, manusia Indonesia dilihat sebagai:

1. Individu yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan segala sifat alaminya.
2. Seorang individu yang memiliki hak dan kewajiban pribadi.
3. Seorang anggota masyarakat yang hidup dalam masyarakat yang beragam, baik dari segi budaya, lingkungan sosial, dan tantangan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berada dalam konteks masyarakat global yang selalu berkembang dengan berbagai tantangan.

Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan dilihat sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lain dalam masyarakat.

Dalam sejarah pendidikan, berbagai pandangan atau teori tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan dapat dikenali, seperti empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi.

Seorang pendidik harus memahami pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Tindakan-tindakan yang harus diambil oleh seorang pendidik dalam implementasi nilai-nilai Pancasila melibatkan:

1. Memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila tersebut.
2. Mengintegrasikan Pancasila sebagai pedoman hukum dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menunjukkan contoh yang baik dalam pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik.

Melalui penerapan ketiga langkah ini, harapannya adalah bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berbasis karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Azizah Arifiani Apriyanto 2311011042 གིས-
Nama : Azizah Arifiani Apriyanto
Npm. : 2311011042

Analisis jurnal:
Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Mutia Nur Fajar Annisa_ 2311011070 གིས-
Nama : Mutia Nur Fajar Annisa
NPM : 2311011070
Kelas : Genap

* Analisi Jurnal Pertemuan 10

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut Jumali dkk, 2004, perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai: 1) makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
2) makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
3) makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.
Dalam sejarah pendidikan, berbagai pandangan atau teori tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan dapat diidentifikasi, yaitu empirisme, nativisme, naturalisme, konvergensi.
Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Hal-hal yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
1) Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
2) Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
3) Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Melalui implementasi tiga poin yang telah disebutkan, diharapkan bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai. Dengan pemahaman bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak maju, menghambat perkembangan tersebut tidak mungkin. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menerapkan pendidikan berkarakter adalah dengan menjalankan poin-poin yang telah diuraikan di atas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

QUEEN ANGGUN MARYAM 2311011054 གིས-
Nama : Queen Anggun Maryam
NPM : 2311011054
Kelas : Manajemen Genap

ANALISIS JURNAL FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.
Dalam sejarah pendidikan, berbagai pandangan atau teori tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan dapat diidentifikasi, yaitu empirisme, nativisme, naturalisme, konvergensi.
Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Hal-hal yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Melalui implementasi tiga poin yang telah disebutkan, diharapkan bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai. Dengan pemahaman bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak maju, menghambat perkembangan tersebut tidak mungkin. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menerapkan pendidikan berkarakter adalah dengan menjalankan poin-poin yang telah diuraikan di atas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

AZIKA EDRA AVIOLETA གིས-
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

Dalam jurnal ini memaparkan tentang pentingnya falsafah Pancasila dalam pendidikan di Indonesia untuk berkembangnya individu yang berkarakter baik. Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia sudah seharusnya tercermin dalam sistem pendidikan nasional. Dalam jurnal ini juga membahas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis filsafat Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Riziq Fatur Ramadan 2351011036 གིས-
Nama: Riziq Fatur Ramadan
Npm: 2351011036

Analisis jurnal
Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya
memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya.
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Arya Ferdyfasan Cu 2311011106 གིས-
Nama : Arya Ferdyfasan Cu
NPM : 2311011106

Analisis Jurnal
Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat limadasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Desti riani 2311011122 གིས-
Nama: Desti Riani
NPM : 2311011122


Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat.
☆Jurnal ini membahas tentang;
• Hakikat filsafat pancasila
Terdapat Prinsip-Prinsip pada Filsafat Pancasila yaitu:
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan,
b. kemanusiaan,
c. kesatuan,
d. kerakyatan,
e. keadilan.

•Filsafat pancasila sebagai pendidikan di Indonesia
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri. Dalam pandangan filosofis pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat.

•Filsafat pancasila dalam membangun bangsa berkarakter
pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran.Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri yaitu integral, etis dan reigius. Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila.

KESIMPULAN :
Memang diperlukan filsafat pancasila dalam pendidikan Indonesia agar bangsa berkarakter dapat terwujud. Karena dengan itu bisa tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan semuanya telah tercangkup dalam filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Wike Handayani 2311011082 གིས-
Nama : Wike Handayani
NPM : 2311011082

Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Alvin Zatya Vraja_2311011102 གིས-
Nama : ALVIN ZATYA VRAJA
Npm : 2311011102

Pancasila adalah falsafah
yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa
Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung
dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup
secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat
pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan religius.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada
Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui
penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua
pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan
filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis
pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang
dengan segala tantangannya.

Pendidikan dipandang mempunyai peranan
yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak. Dalam sejarah
pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia
dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut.
a. Empirisme
b. Nativisme
c. Naturalisme
d. Konvergensi

Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya
pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan
melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh
pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Anggela Kurnia Ilmi 2311011048 གིས-
Nama: Anggela Kurnia Ilmi
NPM: 2311011048

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita menghubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Jika kita menghubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filosofi pendidikan, maka Pancasila adalah pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi merancang dan mewariskan sistem norma perilaku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat.
Dasar ontologis Pancasila sebagai sistem filsafat bisa diinterpretasikan bahwa adanya negara perlunya dukungan warga negara.

Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem Jurnal Filsafat Indonesia, Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu "sistem" yang tepat.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain.

Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

SAFNAH ZAQIYAH གིས-
Safnah Zaqiyah
2311011038


Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilar-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan
segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang
pluralistik, balk
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalan bahwa pendidikan
dipandang sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.
Dalam sejarah pendidikan, berbagai pandangan atau teori tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan dapat didentifikasi, yaitu empirisme, nativisme, naturalisme, konvergensi.
Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai
Pancasila. Har-hal yang harus dilakukan olen pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Melalui implementasi tiga poin yang telah disebutkan, diharapkan bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Kurnia dita indriana གིས-
Nama :kurnia dita indriana
NPM :2311011010


FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Filsafat Pancasila
Hakikat Filsafat Pancasila
Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau
phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara
epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006).
Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif
bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Menurut Abdulgani Pancasila merupakan filsafat
negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia.
Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu
“sistem” yang tepat. Sedangkan Notonagoro menyatakan bahwa Filsafat
Pancasila memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah, yaitu tentang hakikat dari Pancasila.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis
dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara
ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui
hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Notonagoro menyatakan bahwa
hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, sebab manusia merupakan subjek hukum
pokok dari Pancasila. Selanjutnya, hakikat manusia itu adalah semua kompleksitas makhluk
hidup, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Secara lebih lanjut, hal ini
bisa dijelaskan bahwa yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil
dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial adalah
manusia.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai-Nilai Pancasila
Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan merupakan hal
yang penting dalam hidupnya. Nilai dapat berada di dua kawasan: kognitif dan afektif. Nilai adalah
ide, bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Simon, 1986). Nilai merupakan hal yang
terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang
merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Langkahlangkah awal dari “nilai” adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok
human being. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman


Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada
Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui
penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua
pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan
filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis
pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang
dengan segala tantangannya.

Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu
perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya
sebagai individu dan sebagai warga masyarakat. Pendidikan dipandang mempunyai peranan
yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak. Dalam sejarah
pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia
dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut.
a. Empirisme, bahwa hasil pendidikan dan perkembangan itu bergantung pada pengalaman
yang diperoleh anak didik selama hidpnya. Pengalaman itu diperolehnya di luar dirinya
berdasarkan perangsang yang tersedia baginya, John Locke berpendapat bahwa anak yang
dilahirkan di dunia ini bagaikan kertas kosong atau sebagai meja berlapis lilin (tabula rasa)
yang belum ada tulisan diatasnya.
b. Nativisme, teori yang dianut oleh Schopenhauer yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan
pembawan baik dan pembawan yang buruk. Dalam hubungannya dengan pendidikan, ia
berpendapat bahwa hasil akhir pendidikan dan perkembangan itu ditentukan oleh
pembawaan yang sudah diperolehnya sejak lahir. Aliran ini berpendapat bahwa pendidikan
tidak dapat menghasilkan tujuan yang diharapkan berhubungan dengan perkembangan anak
didik. Dengan kata lain, aliran nativisme merupakan aliran Pesimisme dalam pendidikan,
berhasil tidaknya perkembangan anak tergantung pada tinggi rendahnya dan jenis
pembawaan yang dimilikinya.
c. Naturalisme, dipelopori oleh J.J Rousseau, ia berpendapat bahwa semua anak yang baru
lahir mempunyai pembawaan yang baik, tidak seorang anak pun lahir dengan pembawaan
buruk. Aliran ini berpendapat bahwa pendidik hanya wajib membiarkan pertumbuhan anak
didik saja dengan sendirinya, diserahkan saja selanjutnya kepada alam (negativisme).
Pendidikan tidak diperlukan, yang dilaksanakan adalah menyerahkan anak didik ke alam,
agar pembawaan yang baik tidak rusak oleh tangan manusia melalui proses pendidikan.
d. Konvergensi, dipelopori oleh William Stern, yang berpendapat bahwa anak dilahirkan dengan
pembawaan baik dan buruk. Hasil pendidikan itu bergantung dari pembawaan dan
lingkungan. Pendidikan diartikan sebagai penolong yang diberikan kepada lingkugan anak
didik untuk mengembangkan pembawaan yang baik dan mencegah berkembangnya
pembawan yang buruk. Dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peranan
yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa.
Indonesia adalah negara yang berdasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945
yang di dalamnya diatur bahwa pendidikan diusahakan dan diselenggarakan oleh pemerintah
sebagai satu sistem pengajaran nasional.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Gusti Made Arsana 2311011068 གིས-
NAMA : GUSTI MADE ARSANA
NPM : 2311011068

Analisis jurnal

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

jurnal ini membahas hubungan antara Filsafat Pancasila dan pendidikan di Indonesia. Berikut adalah analisis singkatnya:

Filsafat dan Asal Usul Kata Pancasila: Jurnal memulai dengan memberikan pengertian dari filsafat dan asal-usul kata "Pancasila". Filsafat diartikan sebagai cinta terhadap hikmat atau kebijaksanaan. Pancasila disebut sebagai filsafat negara yang menjadi acuan intelektual bangsa Indonesia.

Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis: Teks menyebutkan bahwa Filsafat Pancasila memiliki dasar ontologis (mencari hakikat dasar dari sila-sila Pancasila), epistemologis (pengetahuan tentang sistem pengetahuan Pancasila), dan aksiologis (nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila).

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila: Prinsip-prinsip ini dianalisis dalam perspektif Aristoteles, termasuk kausa materialis, formalis, efisiensi, dan finalis.

Nilai-Nilai Pancasila: Nilai-nilai ini dijelaskan sebagai ide atau konsep penting dalam hidup seseorang. Nilai-nilai ini ditanamkan pada peserta didik melalui pendidikan nasional.

Filsafat Pendidikan Indonesia: Disarankan bahwa filsafat pendidikan Indonesia bersumber dari nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Pancasila. Jurnal juga membedakan dua pandangan, yakni tentang manusia Indonesia dan tentang pendidikan nasional itu sendiri.

Pendidikan Sebagai Usaha Sadar: Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar yang terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai individu dan warga masyarakat.

Filsafat Pendidikan Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter: Jurnal menjelaskan bahwa filsafat pendidikan Pancasila memegang peran penting dalam membangun karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Pendidikan Karakter dan Pancasila: Disarankan bahwa pendidikan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter: Guru harus memahami nilai-nilai Pancasila, menjadikannya sebagai aturan hukum dalam kehidupan, dan memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai tersebut.

jurnal ini memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antara Filsafat Pancasila dan pendidikan di Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Yesi Dwi Anggraheni 2351011012 གིས-
Nama: Yesi Dwi Anggraheni
NPM: 2351011012

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.


Untuk mensinkronkan dasar filosofis-ideologi menjadi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologikal bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti, menghayati,
membudayakan dan melaksanakan Pancasila. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pandangan filosofis tentang pendidikan nasional. Dalam sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut.
a. Empirisme,
b. Nativisme,
c. Naturalisme
d. Konvergensi,

Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan
melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

NILUH AYUNING RATIH EP_2311011012 གིས-
NAMA : NILUH AYUNING RATIH
NPM : 2311011012

ANALISIS JURNAL 10

Filsafat pendidikan di Indonesia berkait erat dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam penentuan landasan filosofis pendidikan Indonesia, ada dua pandangan utama yang perlu diperhatikan. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia, yang menganggap manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan hak dan kewajiban individu, serta sebagai makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat yang pluralistik. Kedua, pendidikan dipandang sebagai elemen integral dalam struktur sosial masyarakat yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya.

Sejarah pendidikan mencerminkan beragam pandangan tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan, termasuk konsep empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi. Dalam konteks pendidikan karakter, penekanan diberikan pada penerapan nilai-nilai Pancasila. Ini melibatkan pemahaman yang baik tentang nilai-nilai Pancasila, penggunaannya sebagai dasar hukum dalam kehidupan sehari-hari, dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didik.

Diharapkan melalui implementasi nilai-nilai Pancasila dan poin-poin yang telah diuraikan, cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai. Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus bergerak maju, menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan adalah kunci untuk membentuk generasi muda yang berintegritas dan peduli terhadap sesama serta lingkungan sosialnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Rakha Luthfi Arifin 2351011004_S1 Manajemen གིས-
Nama : Rakha Luthfi Arifin
NPM :2351011004
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut Jumali dkk, 2004, perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai: 1) makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
2) makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
3) makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Filsafat pancasila dalam membangun bangsa berkarakter
pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran.Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri yaitu integral, etis dan reigius. Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
jurnal ini memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antara Filsafat Pancasila dan pendidikan di Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

kadek linda yohani 2351011002 གིས-
Nama: Kadek Linda Yohani
NPM: 2351011002

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, sedangkan pendidikan merupakan suatu cara atau mekanisme dalam menumbuhkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi merancang dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. Untuk menjamin agar pendidikan dan proses efektif, maka diperlukan landasan-landasan filosofis dan landasan ilmiah sebagai asas normatif dan pedoman pelaksanaan pelatihan.

Dalam UU No.12 Tahun 2012 Pasal 1 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari Undang-undang di atas dapat dimaknai bahwa pendidikan di Indonesia adalah sebuah proses pembelajaran yang berupaya mencapai tujuan pengembangan potensi diri dan karakter bagi peserta didik. Disini Sila-sila Pancasila mencerminkan bagaimana seharusnya pendidikan harus dihayati dan diamalkan menurut sila-sila dalam Pancasila. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
A. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
B. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat-syarat formal (kebenaran formal).
C. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
D. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuan, tujuan yang diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
B. kemanusiaan, yaitumakhluk individu danmakhluk sosial;
C. kesatuan, yaitu kesatuan yang memiliki kepribadian sendiri;
D. kerakyatan, yaitu tidak mutlak suatu negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filsafat pendidikan Indonesia tertanam pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional di semua tingkatan dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia.
•Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
B. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
C. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang terus berkembang dengan segala tantangannya.
•Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri. Dalam pandangan filosofis
pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat.

pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, agar menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya.

Ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.
A. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
B. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

INAYA MAULIDINA གིས-
NAMA : INAYA MAULIDINA
NPM : 2311011024


fungsi Pancasila berkaitan dengan sistem pendidikan sistem ditinjau dari filsafat pendidikan, Pancasila merupakan visi kehidupan berbangsa yang menjiwai kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan juga sebagai suatu lembaga yang berfungsi merancang dan mewariskan sistem norma perilaku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. kajian epistemologis filsafat Pancasila, dalam upaya mengetahui hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

MUTIA AZ ZAHRA གིས-
NAMA : MUTIA AZ ZAHRA
NPM. : 2311011034

ANALISIS JURNAL
Jurnal dengan judul "Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter"
Pada bagian pendahuluan, menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila terdiri dari lima sila yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam pendidikan.

Pada bagian pembahasan, Ia menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila bertujuan untuk:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai Pancasila
2. Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa
3. Menciptakan manusia Indonesia yang berkarakter

kemudian ia menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila dapat dilaksanakan melalui berbagai cara, yaitu:

1. Pendidikan formal
2. Pendidikan nonformal
3. Pendidikan informal

Pada bagian simpulan, ia menyimpulkan bahwa pendidikan Pancasila merupakan upaya penting untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter. Pendidikan Pancasila harus dilaksanakan secara intensif dan berkualitas agar dapat mencapai tujuannya.

Berikut adalah beberapa poin penting dari jurnal tersebut:
1. Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
2. Pendidikan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan nilai-nilai Pancasila, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, dan menciptakan manusia Indonesia yang berkarakter.
3. Pendidikan Pancasila dapat dilaksanakan melalui berbagai cara, yaitu pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal.

Berikut adalah beberapa saran untuk meningkatkan kualitas pendidikan Pancasila:

1. Meningkatkan kualitas materi dan metode pembelajaran pendidikan Pancasila.
2. Meningkatkan peran guru dalam pembelajaran pendidikan Pancasila.
3. Meningkatkan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Sultan Aznam Hossen གིས-
Nama: Sultan Aznam Hossen
NPM: 2351011026

Analisis jurnal pert-10

Hasil analisis saya, jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang mengandung lima sila yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila diusulkan oleh Bung Karno sebagai ideologi dan falsafah bangsa Indonesia pada tahun 1945. Filsafat yang dikembangkan harus didasarkan pada filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, dan pendidikan merupakan cara untuk menanamkan dan mewariskan nilai-nilai tersebut. Pendidikan, sebagai lembaga, berperan dalam menanamkan sistem norma tingkah laku yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan. Pancasila adalah dasar pelaksanaan berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam undang-undang, pendidikan diartikan sebagai usaha sadar untuk mengembangkan peserta didik dalam berbagai aspek, termasuk karakter.
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut Jumali dkk, 2004, perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
1. Makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
2. Makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
3. Makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Dalam sejarah pendidikan, berbagai pandangan atau teori tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan dapat didentifikasi, yaitu empirisme, nativisme, naturalisme, konvergensi.
Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai
Pancasila. Har-hal yang harus dilakukan olen pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila sebagai berikut:
- Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
- Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
- Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Melalui implementasi tiga poin yang telah disebutkan, diharapkan bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai.
In reply to Sultan Aznam Hossen

Re: Forum Analisis Jurnal

Rahma aliyati 2311011030 གིས-
NAMA:RAHMA ALIYATI
NPM:2311011030
dari jurnal tersebut dapat di simpulkan bahwa pancasila merupakan ideologi dan dasar pandamgan hidup rakyat indonesia yang di dalamnya memuat 5 dasar yang intinya merupakan jati diri bangsa indonesia.sil sila dalam pamcasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia di seluruh indonesia. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila:
A. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
B. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat-syarat formal (kebenaran formal).
C. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
D. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuan, tujuan yang diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
*Nilai-Nilai Pancasila
Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan merupakan hal
yang penting dalam hidupnya. Nilai dapat berada di dua kawasan: kognitif dan afektif. Nilai adalah
ide, bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Simon, 1986). Nilai merupakan hal yang
terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang
merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Langkahlangkah awal dari “nilai” adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok
human being. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman.
pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara indonesia.apanila kita hubungkan fungsi pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan ,maka pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yanng mejiwai dal am kehidupan sehari hari.Har-hal yang harus dilakukan olen pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila sebagai berikut:
- Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
- Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
- Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Melalui implementasi tiga poin yang telah disebutkan, diharapkan bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Castyllus Devandra Oktafio གིས-
Nama : Castyllus Devandra Oktafio
NPM : 2311011004

Analisis dari jurnal tersebut yaitu Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. filosofi Pancasila memiliki peran penting dalam pendidikan di Indonesia untuk membentuk karakter bangsa yang baik. Pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila penting dalam membentuk individu yang cerdas, berperilaku baik, dan memenuhi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Pendidikan karakter harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila sebagai sistem filosofis memiliki dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis. filosofi Pancasila sangat penting dalam membentuk sistem pendidikan dan karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Putri Nuraini Azzahra 2311011072 གིས-
Putri Nuraini Azzahra
2311011072

Tugas Analisis Jurnal

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup, yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan.

Metode yang digunakan untuk menyusun artikel ini adalah study kepustakaan. Study kepustakaan, yaitu menelaah sumber-sumber, baik itu buku, artikel, referensi-referensi yang berkaitan dengan filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia untuk membentuk bangsa yang berkarakter. Telaah penelitian sejenis juga dilakukan agar mendapat simpulan yang valid dan akurat.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya.

Tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai-Nilai Pancasila
Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Nilai dapat berada di dua kawasan: kognitif dan afektif. Langkah- langkah awal dari “nilai” adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Dia nyata dalam jiwa manusia.

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

FARIDAH DUHA PUTRI གིས-
Nama : Faridah Duha Putri
Npm : 2351011018

Analisis jurnal:
Jurnal tersebut membahas tentang hubungan antara filsafat ilmu dan nilai-nilai Pancasila serta bagaimana Pancasila dapat mempengaruhi pemikiran tentang filsafat ilmu. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari buku harian Anda:

Filsafat Ilmu: Filsafat ilmu adalah bidang pemikiran yang melibatkan refleksi kritis terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan landasan ilmu pengetahuan dan hubungannya dengan kehidupan manusia. Ini mencakup analisis logis, metodologi, sosiologi dan sejarah sains.
Pancasila: Pancasila adalah pandangan hidup yang menjadi dasar negara Indonesia. Di dalamnya terkandung lima nilai luhur, yakni keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, demokrasi yang berpedoman pada hikmah dalam perdebatan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Arti Penting Pancasila Menurut Filsafat Ilmu: Pancasila mempunyai nilai filosofis yang mendalam. Filsafat ilmu dapat menggunakan nilai-nilai tersebut dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pancasila dapat dianggap sebagai pandangan dunia atau falsafah yang menjadi pedoman berpikir dan berperilaku masyarakat Indonesia.
Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi: Pancasila dapat mempengaruhi ontologi (pemahaman hakikat realitas), epistemologi (teori pengetahuan) dan aksiologi (pemahaman nilai) dalam konteks filsafat ilmu.
Sains dan nilai: Teks ini menekankan bahwa sains tidak bebas dari nilai. Ilmu pengetahuan Indonesia harus berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila yang meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga merupakan pandangan dunia yang dapat mempengaruhi pemikiran ilmiah dan filsafat ilmiah Indonesia. Pancasila berperan sebagai pedoman nilai dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan sesuai karakter bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Rehan Samli Albab གིས-
Nama : Rehan Samli Albab
Npm : 2351011038
Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.
Hal-hal yang harus dilakukan dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila:
1) Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
2) Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
3) Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.

Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan reigius.Dan satu-satunya cara untuk menerapkan pendidikan berkarakter adalah dengan menjalankan poin-poin yang telah diuraikan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Sutriyah Sutriyah གིས-
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

Bab 10 : Analisis Jurnal
Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter

Filsafat Pancasila
Hakikat Filsafat Pancasila
Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu “sistem” yang tepat. hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, sebab manusia merupakan subjek hukum pokok dari Pancasila. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai-nilai Pancasila
Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan, manusia, satu rakyat dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila, bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi-Ketuhanan Yang Maha Esa, berperi-Kemanusiaan, berperi-Kebangsaan, berperi-Kerakyatan, dan berperi-Keadilan Sosial.

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia
Filsafat pendidikan Pancasila merupakan aspek rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional, tiada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan.

Filsafat Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter
Untuk mencapai hal tersebut maka seorang pendidik harus dapat :
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Muhammad Rafli Akbar གིས-
Nama:Muhammad Rafli Akbar
NPM:2311011046
Kelas: Manajemen B (genap)

Pancasila merupakan landasan dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai peranan tersendiri dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat memikirkan secara mendalam dan serius tentang pencarian kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran mendalam tentang pendidikan yang berdasarkan pada filsafat. Jika aktivitas Pancasila secara filosofis dikaitkan dengan sistem pendidikan, maka Pancasila adalah pandangan hidup yang menghidupkan kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, wajar jika sistem pendidikan nasional Indonesia dijiwai, berdasarkan, dan mencerminkan jati diri Pancasila. Pancasila merupakan falsafah yang menjadi pedoman perilaku masyarakat Indonesia yang selaras dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter harus diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, mampu hidup mandiri dan bermasyarakat, memenuhi hak dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik, serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya merupakan wujud falsafah pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri khas yaitu tidak terpisahkan, beretika, dan religius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Pinka Wianda Putri གིས-
Nama : Pinka Wianda Putri
NPM : 2311011006
Filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter
Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang didalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir secara collective ideologie ( cita-cita bersama ) dari seluruh bangsa Indonesia.
Prinsip-prinsip filsafat Pancasila
A. Kausa materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
B. Kausa formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD 45 memenuhi syarat formal ( kebenaran formal ).
C. Kausa efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
D. Kausa finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya,tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi :
1. Ketuhanan, yaitu sebagai kausa prima
2. Kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
3. Kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
4. Kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong
5. Keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, maupun hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Chalsa Dilla Anggel Restiana གིས-
Nama : Chalsa Dilla Anggel Restiana
Npm : 2361011002

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita menghubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi merancang dan mewariskan sistem norma perilaku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek bagi kehidupan bangsa Indonesia. Dasar ontologis Pancasila sebagai sistem filsafat bisa diinterpretasikan bahwa adanya negara perlunya dukungan warga negara. Studi kepustakaan, yaitu menelaah sumber-sumber, baik itu buku, artikel, referensi-referensi yang berkaitan dengan filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia untuk membentuk bangsa yang berkarakter. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem Jurnal Filsafat Indonesia. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filosofi dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Sella Marlina Anggraini གིས-
Nama : Sella Marlina Anggraini
NPM : 2311011020

Analisis jurnal : Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter

Jurnal ini menunjukkan bagaimana Pancasila ssbagai sistem filsafat dapat dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis dimana filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa.

Jurnal ini membahas tentang hakikat filsafat Pancasila, prinsip-prinsip filsafat Pancasila, dan nilai-nilai Pancasila.

Jurnal ini menekankan bahwa filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. Tiada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan.

Jurnal ini juga menjelaskan tentang filsafat Pancasila dalam membangun bangsa berkarakter, Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan religius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

AZALIA AYU RAHMAWATI གིས-
Azalia Ayu Rahmawati
2311011016

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup bagi rakyat Indonesia yang berisi lima dasar yang merupakan jati diri bangsa Indonesia.
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Menurut Jumali dkk, ada dua pertimbangan untuk menentukan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama tentang pandangan manusia Indonesia dan kedua pandangan tentang pendidikan itu sendiri. Menurut John Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional) menuju ke arah tabiat manusia, maka filsafat juga diartikan sebagai teori umum pendidikan. Agar tercipta warga nrgara Indonesia yang baik, cerdas, dan beretika maka pendidikan karakter Pancasila harus diterapkan kepada seluruh masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Sanrina Ghaisan Aulia 2311011090 གིས-

Nama : Sanrina Ghaisan Aulia

NPM : 2311011090

Hakikat Filsafat Pancasila 

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, sebab manusia merupakan subjek hukum pokok dari Pancasila. 

Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Terdapat tiga persoalan mendasar dalam epistemology, yaitu: 

(1) tentang sumber pengetahuan manusia

(2) tentang tori kebenaran pengetahuan manusia

(3) tentang watak pengetahuan manusia. 

Selanjutnya, sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologinya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.

Prinsip - Prinsip Filsafat Pancasila 

a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini,  Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.

b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentukya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).

c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.

d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:

a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;

b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;

c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;

d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan

e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Nilai - Nilai Pancasila

Secara epistemological, bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi dan kritalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang kesemuanya bergerak vertikal dan horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat.  Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan, manusia, satu rakyat dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila, bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi- Ketuhanan Yang Maha Esa, berperi-Kemanusiaan, berperi-Kebangsaan, berperi-Kerakyatan, dan berperi-Keadilan Sosial.

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia

Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:

a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;

b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;

c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri. Dalam pandangan filosofis pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat. 

Dalam sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembanhan manusia dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut.

a. Empirisme

b. Navitisme

c. Naturalisme

d. Konvergensi

Filsafst Pancasila dalam Membangun Bangsa Berkarakter

Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.

a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya. Manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Kedua hal itu sebenarnya adalah dua sisi dari satu realitas tentang manusia. Hakekat manusia yang seperti inilah yang merupakan hakekat subjek didik.

b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.

c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius. Religius menunjukan kecendrungan dasar dan potensi itu. Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna. Kebebasan agama adalah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi manusia, karena kebebasan agama itu langsung bersumber kepada martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Zahra Putri Khumairah གིས-

Nama : Zahra Putri Khumairah 

NPM : 2311011084

Analisis Jurnal 

Jurnal ini membahas tentang Filfasat pancasila dan pendidikan berkarakter. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, karena Pancasila merupakan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam berperilaku di kehidupan sehari hari. Metode penelitian yang digunakan di dalar jurnal ini adalar metode kualitatif tau studi kepustakaan.


Menurut jurnal ini salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. 

- Beberapa poin yang harus dilakukan oleh para pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila, yaitu: 

1. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.

2. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.

3. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.


Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran sedangkan filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.


- Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila

Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Kausa Materialis : sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini

Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.

2. Kausa Formalis : sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).

3. Kausa Efisiensi : Kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan

Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.

4. Kausa Finalis : Berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.


- Inti sila-sila Pancasila :

a. Ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima

b. Kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial

c. Kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri

d. Kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong

e. Keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.



In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Vani Vadilah Rihma Yanti 2311011132 གིས-
Nama : Vani Vadilah Rihma Yanti
NPM : 2311011132

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Filsafat Pancasila
Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, sebab manusia merupakan subjek hukum pokok dari Pancasila. kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Terdapat tiga persoalan mendasar dalam epistemologi, yaitu: (1) tentang sumber pengetahuan manusia; (2) tentang teori kebenaran pengetahuan manusia; dan (3) tentang watak pengetahuan manusia tentang sumber pengetahuan pancasila.

Prinsip-prinsip filsafat Pancasila
a. kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Gamaliel Felix Repi གིས-
Nama: Gamaliel Felix Repi
NPM: 2311011058

Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara, berkonsesus untuk memegang dan menganuut pancasila sebagai sumber inspirasi, nilai dan moral bangsa. konsesus bahwa pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan moral bangsa ini secara ilmiah filososfios merupakan pemufakatan yang normatif. secara epistemological, bangsa indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpencar dari asas pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi dan kristalisasi dari ssistem nilai budaya bangsa dan agama yang kesemuanya bergerak vertikal dan horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. selanjutnya, untukmensinkronkan dasra filosofis ideologi men jaddi wujud jati diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologikal bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti menghayati dan mebudidayakan dan melaksanakan pancasila. upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga, masyarakat dan sekolah.

pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari hari. karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan menvcerminkan idetitas pancasila. cita dan karsa bangsa Indonesia diusahaakn secara melembaga dalam sistem pendidikan nasioanl yang bertumpu dan menjiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan filososfii tertentu. inilah dasar dan pikiran mengapa filsafat pendidikan pancasila merupakan tuntutan nasional dan sistem filsafat pendidikan pancasila adalah subsistem dari sitem negara pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Intan Khairunisa གིས-
Nama: Intan Khairunisa
NPM: 2311011136

 Berdasarkan jurnal yang saya baca, Pancasila merupakan sebuah cara pandang hidup rakyat Indonesia yang memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa. Penggambaran tentang pedoman hidup, dibuat sebagai sebuah falfsalah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia. Dalam bidang pendidikan, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pembelajaran yang bertujuan mengembangkan potensi sehingga memiliki kekuatan baik dalam bidang keagamaan, kecerdasan maupun pengendalian diri.

Bangsa Indonesia, menjadikan pancasila sebagai sumber inspirasi serta nilai moral bangsa. Refleksi untuk menggali nilai nilai hakikat pancasila, dijadikan sebuah tolak ukur sebuah pbenyukan konsep sehingga bisa dilaksanakan dan diamalkan baik bersifat subjektif maupun objektif. Ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila yaitu 1. Memahami nilai-nilai Pancasila 2. Menjadikan pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan 3. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan Pendidikan karakter memang harus selalu digalakan, agar tercipta masyarakat batau bangsa yang cerdas dan berkelakuan baik yang mampu hidup secara individu maupun sosial.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Iren Natalia Br Sinuraya གིས-
NAMA : Iren Natalia Br Sinuraya
NPM : 2311011108


Fungsi Pancasila dalam konteks sistem pendidikan dari segi filsafat pendidikan adalah sebagai visi kehidupan berbangsa yang menginspirasi kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter seharusnya didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, sehingga menciptakan manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu maupun sosial, dan memenuhi hak serta kewajiban sebagai warga negara yang baik. Selain itu, pendidikan berperan sebagai lembaga yang merancang dan mewariskan norma perilaku berdasarkan prinsip-prinsip filsafat yang dipegang oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam masyarakat. Dalam kajian epistemologis filsafat Pancasila, tujuannya adalah untuk memahami hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Panca Hadi Prayoga གིས-
Nama : Panca Hadi Prayoga
NPM : 2311011056

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

“Pancasila adalah
suatu philosofiche grounfslag atau Weltanschauung yang diusulkan Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang kemudian merdeka.”
Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Diktat “Filsafat Pancasila”menyebutkan secara ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filsafat pendidikan itu berdiri secara
bebas dengan memperoleh keuntungan karena memiliki kaitan dengan filsafat umum, meskipun
kaitan tersebut tidak penting, yang terjadi adalah suatu keterpaduan antara pandangan filosofi
dengan filsafat pendidikan karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan secara umum
Dalam sejarah
pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu Empirisme,Nativisme,Naturalisme,Konvergensi.


Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat
lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila
merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha
keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

NUZHA TUNNIDA _2311011032 གིས-
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS JURNAL

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

PRINSIP-PRINSIP FILSAFAT PANCASILA
Pancasila ditinjau dari kausal Ariatoteles yaitu :
1. Kausa Materialis
2. Kausa Formalis
3. Kausa Efisiensi
4. Kausa Finalis
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi :
1. Ke-Tuhanan
2. Kemanusiaan
3. Kesatuan
4. Kerakyatan
5. Keadilan

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
1. Makhluk Tuhan yang Maha Esa dengan segala fitrahnya
2. Makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya
3. Makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik

FILSAFAT PANCASILA DALAM MEMBANGUN BANGSA BERKARAKTER
Pendidikan karakter merupakan suatu proses penanaman perilaku yang didasarkan pada budi pekerti yang baik sesuai dnegan kepribadian luhur bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Kualitas warga negara sangat erat berkaitan dengan pemdidikan. Hubungan ini juga menjadi timbal balik karena landasan pendidikan haruslah mengacu pada landasan negara. Esensi landasan negara harus benar-benar memperkuat landasan pendidikan untuk mencapai tujuan bersama adanya keserasian hubungan antara negara dengan warga negara.
Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut:
1. Integral Kemanusiaan, manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial.
2. Etis Pancasila, Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia
3. Religius, Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Masagus Muhammad Al Faridz Rafiq གིས-
Nama: Masagus Muhammad Al Faridz Rafiq
NPM:2311011104

Jurnal ini membahas peran filosofi Pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju negara yang memiliki karakter. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia dan memiliki fungsi dalam semua aspek kehidupan. Pendidikan berdasarkan nilai-nilai Pancasila penting dalam membentuk individu yang cerdas, berperilaku baik, dan memenuhi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Pendidikan karakter harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah sebuah filosofi yang mengarahkan perilaku masyarakat Indonesia dan harus tercermin dalam sistem pendidikan nasional. Artikel ini juga membahas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari filosofi Pancasila.

Pancasila, seperti yang dilihat dari perspektif Aristoteles, dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Penyebab material: Pancasila berasal dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia. b. Penyebab formal: Pancasila, seperti yang dinyatakan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, memenuhi persyaratan formal. c. Penyebab efisien: Kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar Indonesia yang merdeka. d. Tujuan akhir: Tujuan mengusulkan Pancasila sebagai dasar Indonesia yang merdeka.

Inti dari Pancasila meliputi kepercayaan kepada Tuhan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Nilai-nilai ini penting dalam kehidupan individu dan masyarakat.

Nilai-nilai adalah konsep atau ide penting yang dianggap signifikan oleh individu dalam kehidupan mereka. Nilai-nilai dapat bersifat kognitif atau afektif. Nilai-nilai tidak terlihat dalam dunia pengalaman tetapi hadir dalam jiwa manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Amanda Rahmawati གིས-
Nama : Amanda Rahmawati
Npm : 2311011134

Jurnal tersebut membahas peran Filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia dan bagaimana hal itu berkontribusi untuk membangun bangsa berkarakter. Dalam konteks ini, Pancasila dianggap sebagai pedoman moral dan nilai-nilai yang harus ditanamkan dalam pendidikan nasional.

Pancasila, sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia, dipandang sebagai landasan filosofis pendidikan. Ini mencakup pemahaman mengenai kemanusiaan, etika, dan nilai-nilai religius yang harus disampaikan kepada peserta didik. Filsafat pendidikan Pancasila menekankan pentingnya karakter yang baik dan tanggung jawab dalam masyarakat.

Selain itu, juga membahas bagaimana pendidikan karakter di Indonesia harus merujuk pada nilai-nilai Pancasila. Pendidik harus memahami nilai-nilai Pancasila, menjadikannya sebagai aturan dalam kehidupan, dan memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik.

Didalam jurnal tersebut menggambarkan bahwa pendidikan karakter adalah bagian penting dalam membangun manusia Indonesia yang cerdas, bertanggung jawab, dan beretika, serta yang memenuhi hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik. Semua ini dilakukan dengan mengacu pada filosofi pendidikan Pancasila yang mencakup nilai-nilai integral, etis, dan religius.

Pendekatan yang digunakan dalam jurnal ini tampaknya sederhana dan mudah dimengerti, sehingga dapat membantu orang untuk memahami pentingnya pendidikan karakter dalam konteks Pancasila di Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Ni Nyoman Oktiana Jayati གིས-
Nama : Ni Nyoman Oktiana Jayati
Npm : 2351011006


Analisi Jurnal Pertemuan 10

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut Jumali dkk, 2004, perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai: 1) makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
2) makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
3) makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.
Dalam sejarah pendidikan, berbagai pandangan atau teori tentang perkembangan manusia dan hasil pendidikan dapat diidentifikasi, yaitu empirisme, nativisme, naturalisme, konvergensi.
Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Hal-hal yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
1) Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
2) Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
3) Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Melalui implementasi tiga poin yang telah disebutkan, diharapkan bahwa cita-cita bangsa untuk mewujudkan pendidikan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat tercapai. Dengan pemahaman bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus bergerak maju, menghambat perkembangan tersebut tidak mungkin. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk menerapkan pendidikan berkarakter adalah dengan menjalankan poin-poin yang telah diuraikan di atas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Devi Julianti གིས-
Devi Julianti
2311011040
ANALISIS JURNAL PERT 10
 Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia untuk membentuk karakter bangsa yang baik. Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia dan memiliki fungsi dalam semua aspek kehidupan. Pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila penting dalam membentuk individu yang cerdas, berperilaku baik, dan memenuhi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Pendidikan karakter harus didasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
    Pancasila sebagai sistem filosofis memiliki dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Pancasila berasal dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia, memenuhi persyaratan formal, dan merupakan hasil dari aktivitas BPUPKI dan PPKI dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar Indonesia yang merdeka. Tujuan dari mengusulkan Pancasila sebagai dasar Indonesia yang merdeka adalah untuk memenuhi kebutuhan akhir.
     Essensi Pancasila mencakup keyakinan kepada Tuhan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Nilai-nilai ini penting dalam kehidupan individu dan masyarakat. Nilai-nilai adalah konsep atau ide penting yang dianggap signifikan oleh individu dalam kehidupan mereka. Nilai-nilai ini tidak terlihat dalam dunia pengalaman tetapi hadir dalam jiwa manusia.
      Indonesia telah sepakat untuk memegang dan mematuhi Pancasila sebagai sumber inspirasi, nilai, dan moral bangsa. Nilai-nilai Pancasila berakar dalam nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia dan harus ditanamkan pada siswa melalui pendidikan nasional di semua tingkatan. Pendidikan memainkan peran penting dalam perkembangan individu dan bangsa. Pendidikan ini didasarkan pada nilai-nilai budaya Pancasila dan bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan ideologi kepada generasi mendatang.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Diva Aulia Rahma_2311011120 གིས-
Nama: Diva Aulia Rahma
NPM: 2311011120

ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 10

Pancasila terdapat lima sila yang menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah
dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan:
1. Ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia.
2. Epistemologis berdasarkan pada suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya.
3. Aksiologis bedasarkan pada yang terkandung di dalamnya, hierarki dan
struktur nilai, di dalamnya konsep etika yang terkandung.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Sumber filsafat pendidikan Indonesia adalah pada nilai-nilai yang terkandung di Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus diterapkan oleh seluruh peserta didik melalui pembelajaran pendidikan nasional dari seluruh tingkatan. Pendidikan merupakan salah satu usaha secara sadar untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan anak sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat.

Pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut:
1. Empirisme
2. Nativisme
3. Naturalisme
4. Konvergensi

Filsafat Pancasila dalam membangun karakter bangsa adalah melalui pendidikan karakter yang merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai Pancasila. Filsafat pendidikan Pancasila memiliki tiga ciri yaitu integral, etis dan religius.

Dengan memenuhi tiga ciri tersebut, agar terciptanya manusia Indonesia yang cerdas, berbudi pekerti luhur, mampu hidup secara individu dan sosial, serta mampu memenuhi hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang beriman kepada Tuhan yang Maha Esa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Rista Dwi Febriana གིས-

Nama: Rista Dwi Febriana

NPM: 2311011126


Judul: FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Karya: Yoga Putra Semadi


Jika kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila adalah suatu philosofiche grounfslag atau Weltanschauung yang diusulkan Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang kemudian merdeka” Sutrisno (2006).


Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan. kualitas negara sangat bergantung pada kualitas warga negara sedangkan kualitas warga negara erat kaitannya dengan pendidikan.


Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki dasar ontologis,  dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain.


Prinsip-prinsip Pancasila:

a. Kausa materialis, Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.

b. Kausa formalis, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD 1945 m CTemenuhi syarat formal (kebenaran formal).

c. Kausa efisiensi, kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.

d. Kausa finalis, berhubungan dengan tujuan, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.


Hakikat pendidikan adalah kegiatan yang melibatkan guru, murid, kurikulum, evaluasi dan administrasi yang secara stimulan memproses peserta didik menjadi lebih berpengetahuan, menambah skill dan nilai kepribadiannya dalam suatu keteraturan kalender akademik.


Dalam pandangan filosofis, pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat. Menurut John Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik menyangkut daya pikir maupun daya perasaan, maka filsafat juga diartikan sebagai teori umum pendidikan. Pendidikan selain sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan dan sosial budaya, juga merupakan sarana untuk mewariskan ideologi bangsa kepada generasi selanjutnya.


kesimpulan dapat dimaknai bahwa pendidikan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku baik bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat. 


Pancasila merupakan sebuah filsafat, karena Pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

ANGEL LOLA AGUSTINA གིས-
Angel lola Agustina
2351011010
Analisis jurnal FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER
Pancasila adalah dasar pandangan hidup rakyat Indonesia, terdiri dari lima dasar yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. Pancasila memberikan pedoman untuk kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia seluruhnya dan sepenuhnya, karena Pancasila adalah sebuah filsafat yang merupakan referensi intelektual kognitif untuk cara berpikir negara dalam upaya Sistem filsafat yang kuat dapat digunakan untuk membangun keilmuan. Pendidikan negara akan mengikuti keyakinan negara yang dianutnya secara otomatis. Pancasila merupakan fondasi dan ideologi nasional Indonesia yang berpengaruh pada kehidupan nasional dan Indonesia. Filosofis adalah berpikir secara mendalam untuk menemukan kejujuran. Filsafat pendidikan adalah studi mendalam tentang pendidikan yang didasarkan pada filsafat. Apabila dilihat dari perspektif filsafat pendidikan, Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sistem pendidikan di Indonesia masuk akal jika Pancasila adalah falsafah yang dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitasnya adalah pedoman untuk bagaimana orang Indonesia berperilaku secara budaya Bahasa Indonesia. Memang, nilai-nilai yang terkandung seharusnya memberikan pendidikan karakter di bawah Pancasila agar orang Indonesia menjadi orang yang cerdas, berperilaku baik, dan mampu hidup. Secara pribadi dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban warga negara yang baik dan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mencakup filosofi pendidikan berdasarkan Pancasila yang memiliki ciri-ciri penting, etis, dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

rafy rafy གིས-
Nama : Rafy
NPM : 2311011074

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita menghubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Jika kita menghubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filosofi pendidikan, maka Pancasila adalah pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi merancang dan mewariskan sistem norma perilaku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat.
Dasar ontologis Pancasila sebagai sistem filsafat bisa diinterpretasikan bahwa adanya negara perlunya dukungan warga negara.

Pendidikan Karakter dan Pancasila: Disarankan bahwa pendidikan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter: Guru harus memahami nilai-nilai Pancasila, menjadikannya sebagai aturan hukum dalam kehidupan, dan memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai tersebut.

jurnal ini memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antara Filsafat Pancasila dan pendidikan di Indonesia. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia sejalan dengan nilai-nilai dan tujuan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

ARSANA INDERA WASPADA གིས-

NAMA : ARSANA INDERA WASPADA

NPM : 2311011060

KELAS : MNJ GENAP

ANALISIS JURNAL

Fungsi Pancasila berkaitan dengan sistem pendidikan sistem ditinjau dari filsafat pendidikan, Pancasila merupakan visi kehidupan berbangsa yang menjiwai kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan juga sebagai suatu lembaga yang berfungsi merancang dan mewariskan sistem norma perilaku perbuatan yang didasarkan pada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. kajian epistemologis filsafat Pancasila, dalam upaya mengetahui hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila

sebagai dasar negara Indonesia merdeka.Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Rahma Aulia Putri གིས-

Nama: Rahma Aulia Putri

NPM: 2311011080

 

Analisis Jurnal berjudul “FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA  MENUJU BANGSA BERKARAKTER” oleh Yoga Putra Semadi

 

Pancasila merupakan pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan terdapat dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut Jumali dkk, 2004, perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia.

Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:

1.  Makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
2.  Makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
3.  Makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pandangan kedua dalam filosofi pendidikan nasional adalah bahwa pendidikan dipandang sebagai bagian integral dari struktur sosial yang berinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.

Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Hal-hal yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
1) Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
2) Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
3) Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.

Hubungan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikian Indonesia dilihat dari filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pendidikan Indonesia harus dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Agar tercipta masyarakat Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, perlu pengimplementasian Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, satuan pendidikan dan pendidik harus dapat mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada seluruh rakyat Indonesia dan dalam segala aspek kehidupan.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Ummi Nur Aisyah གིས-
nama : ummi nur aisyah
npm : 23110111028

https://youtu.be/fgTUasX4s78?si=70Zxbn7S2M_LPxUw

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
MENUJU BANGSA BERKARAKTE

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau
phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara
epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006).
Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif
bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.
Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang
sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Pendidikan karakter
memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta
manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial,
memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang
mempunyai ciri yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

M Dhiyas Ramadani Dawan 2351011008 གིས-
M Dhiyas Ramadani Dawan
2351011008

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila, dan ada dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan landasan filosofis pendidikan Indonesia. Ada dua pandangan yang menurut Jumali dkk, 2004, perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia.
Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Noval Ardiansyah གིས-
Nama: Noval Ardiansyah
Npm: 2311011096

Filsafat Pancasila
Hakikat Filsafat Pancasila

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006). Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Menurut Abdulgani (dalam Ruyadi, 2003), Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu “sistem” yang tepat. Sedangkan Notonagoro (dalam Ruyadi, 2003) menyatakan bahwa Filsafat Pancasila memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah, yaitu tentang hakikat dari Pancasila.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila

Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui
penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.

Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Kinanti Trisnajati གིས-
Nama:Kinanti Trisnajati
NPM : 2311011078

Analisis Jurnal Filsafat Dalam Pendidikan Di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter

Dalam jurnal tersebut,dijelaskan Hakikat filsafat pancasila,pancasila merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yg dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yg kredibel.Terdapat juga prinsip prinsip filsafat pancasila seperti kausa materialis,formalis,efisiensi,finalis,Ke-Tuhanan,kemanusiaan,kesatuan,kerakyatan dan keadilan.
Kemudian,dalam jurnal juga dibahas tentang pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yg dianutnya.dan penidikan karakter harus diambil dari nilai-nilai pancasila agar tercipta manusia yang cerdas,dan berperilaku baik serta memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yg baik
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Alfino Sindu Prasetya Alfino གིས-
Nama : Alfino Sindu Prasetya
Npm : 2311011062

Analisis Jurnal

Filsafat dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter

Pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita menghubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
Filsafat Pendidikan berakar pada nilai-nilai pancasila , Dan terdapat Dua pandangan yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkam landasan filosofis pendidikan Indonesia . Ada Dua pandangan me urut jurnal dkk , 2004

-Pandangan Tentang manusia
- Pendidikan sebagai integral dari struktur sosial yang betinteraksi dengan lembaga-lembaga sosial lainnya dalam masyarakat.

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat
lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila
merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha
keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Firman Tri Ambudi གིས-
Firman Tri Ambudi
2311011052

"Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter"
membahas pentingnya filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia. Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila, sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia, harus diintegrasikan dalam sistem pendidikan nasional untuk menciptakan individu yang cerdas, berperilaku baik, dan memenuhi tugas mereka sebagai warga negara yang baik. Pancasila mencerminkan nilai-nilai budaya Indonesia dan harus menjadi pedoman perilaku bagi masyarakat Indonesia. Artikel ini juga menyebutkan pentingnya pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk menciptakan individu yang dapat hidup mandiri dan sosial, sambil tetap setia dan taat kepada Tuhan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Dian Dwi Anggraini 2311011130 གིས-
NAMA : DIAN DWI ANGGRAINI
NPM:2311011130

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya. Masuknya Pancasila sebagai suatu ideologi dan falsafah bangsa Indonesia tak lepas pula dari peran Bung Karno. Menurut Sutrisno (2006), “Pancasila adalah suatu philosofiche grounfslag atau Weltanschauung yang diusulkan Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang kemudian merdeka.” Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup, yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain.Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui
hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Notonagoro (dalam Ganeswara, 2007) menyatakan bahwa hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia, sebab manusia merupakan subjek hukum pokok dari Pancasila. Selanjutnya, hakikat manusia itu adalah semua kompleksitas makhluk
hidup, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Secara lebih lanjut, hal ini bisa dijelaskan bahwa yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia, yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta yang berkeadilan sosial adalah
manusia.

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada
Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua
pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan
filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ditengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang
dengan segala tantangannya.
Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri. Dalam pandangan filosofis
pendidikan nasional dipandang sebagai pranata sosial yang selalu berinteraksi dengan
kelembagaan sosial lainnya dalam masyarakat. Menurut John Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional) menuju ke arah tabiat manusia, maka filsafat juga diartikan sebagai teori umum pendidikan. Brubachen berpendapat bahwa filsafat pendidikan adalah seperti menaruh sebuah kereta di depan seekor kuda dan filsafat dipandang sebagai bunga, bukan sebagai akar tunggal pendidikan. Filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan karena memiliki kaitan dengan filsafat umum, meskipun
kaitan tersebut tidak penting, yang terjadi adalah suatu keterpaduan antara pandangan filosofi dengan filsafat pendidikan karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan secara umum (Arifin, 1993).

Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan,bahwa
Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas
Pancasila. Cita dan karsa bangsa Indonesia diusahakan secara melembaga dalam sistem pendidikan nasioanl yang bertumpu dan dijiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan
folosofi tertentu. Inilah dasar pikiran mengapa filsafat pendidikan Pancasila merupakan tuntutan nasional dan sistem filsafat pendidikan Pancasila adalah sub sistem dari sistem negara.Menurut Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama
dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik.Adapun
kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalahbpedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis,
maupun aksiologis.

Demokrasi Pancasila menegaskan pengakuan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk masyarakat, Negara, dan masyarakat bangsa (Arbi, 1998). Orientasi hidup kita adalah hidup kemanusiaan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri kemanusiaan yang
kelihatan dari Pancasila ialah integral, etis, dan religius (Poeposwardoyo, 1989). Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya. Manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga,keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Kedua hal itu sebenarnya
adalah dua sisi dari satu realitas tentang manusia. Hakekat manusia yang seperti inilah yang merupakan hakekat subjek didik.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas
manusia, ini berarti menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti
liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia,
maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius. Religius menunjukan kecendrungan dasar dan potensi itu. Pancasila mengakui Tuhan sebagai
pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna. Kebebasan agama adalah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Faris Hasyid_2311011138 གིས-
Nama : Faris Hasyid
NPM : 2311011138

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya
memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa,
sedangkan pendidikan merupakan suatu cara atau mekanisme dalam menanamkan dan
mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah
dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis
dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup
secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat
pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Salwa putri khisanah 2311011086 གིས-
Nama: Salwa putri khisanah
NPM: 2311011086
Kelas b genap

Ilmu filsafata adalah imu yang mempelajaripemikiran tentang pendidikan berdasarkan filsafat yang berkaitan juga dengan kehidupan sehari hari seperti pancasila.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila

Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya

Nilai-Nilai Pancasila

Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan merupakan hal

yang penting dalam hidupnya. Nilai dapat berada di dua kawasan: kognitif dan afektif

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia
Filosofis
pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang
dengan segala tantangannya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Syayyidah Zahra Navisyah.M གིས-
Syayyidah Zahra Navisyah. M
2311011022

Jurnal ini membahas tentang pentingnya filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia untuk menciptakan bangsa yang berkarakter. Filsafat Pancasila dianggap sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat pendidikan Pancasila merupakan aspek rohaniah atau spiritual sistem pendidikan nasional, dan tidak ada sistem pendidikan nasional tanpa filsafat pendidikan. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di Indonesia diharapkan dapat menciptakan bangsa yang memiliki kepribadian dan budi pekerti yang baik. Artikel ini juga membahas tentang ciri-ciri filsafat pendidikan Pancasila dan bagaimana implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter di Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Rahayu Agustin གིས-
Nama : Rahayu Agustin
NPM : 2311011128

Analisis Jurnal Pertemuan 10
"FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER"

Hasil Analisis saya dari jurnal tersebut adalah membahas peran Pancasila, dasar negara dan ideologi Indonesia, dalam sistem pendidikan untuk menciptakan bangsa yang berkarakter. Penulis berpendapat bahwa Pancasila adalah cara hidup yang meresap ke dalam kehidupan sehari-hari dan harus tercermin dalam sistem pendidikan. Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila dalam membentuk sistem pendidikan dan menciptakan bangsa yang berkarakter. Jurnal ini juga menyoroti perlunya pemikiran dan refleksi yang mendalam dalam pendidikan dan menyarankan bahwa nilai-nilai pancasila harus tercermin dalam sistem pendidikan agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan memperhatikan fungsi pendidikan dalam membangun potensi bangsa, khususnya dalam melestarikan kebudayaan dan kepribadian bangsa yang ada pada akhirnya menentukan eksistensi dan martabat bangsa, maka sistem pendidikan nasional dan filsafat pendidikan pancasila seyogyanya terbina secara optimal supaya terjamin tegaknya martabat dan kepribadian bangsa.
Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan religius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Aulia Syifa Putri གིས-
Nama : Aulia Syifa Putri
Npm : 2311011088

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat.

Fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari

Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.

Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Sebagai sebuah falsafah dan ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki dasar ontologis, dasar epistemologi dan dasar aksiologi tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Arta Prayoga Pangestu གིས-
Nama : Arta Prayoga Pangestu
NPM : 2311011114

Artikel ini membahas tentang pentingnya filosofi Pancasila dalam pendidikan di Indonesia untuk pengembangan individu yang berkarakter. Pancasila, sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia, harus tercermin dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Artikel ini juga membahas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari filsafat Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Alexander Michael Abraham Lumbantoruan 2311011100 གིས-
Nama : Alexander Michael Abraham Lumbantoruan
NPM : 2311011100

Filsafat Pancasila Dalam Pendidikan Menuju Bangsa Berkarakter

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa
yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia
wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah
yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa
Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung
dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup
secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat
pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan reigius.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis
dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara
ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui
hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.
Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu
perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya
sebagai individu dan sebagai warga masyarakat. Pendidikan dipandang mempunyai peranan
yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak.
Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat
lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila
merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha
keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan
secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Davin Damalis Muti 2311011124 གིས-
Nama: Davin Damalis Muti
NPM: 2311011124

Jurnal ini mengulas peran filosofi Pancasila dalam sistem pendidikan Indonesia, yang bertujuan menciptakan karakteristik negara yang kuat. Pancasila, sebagai dasar ideologi Indonesia, memiliki fungsi sentral dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk individu yang cerdas, berperilaku baik, dan memahami hak serta kewajiban mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab.

Pendidikan karakter harus merujuk pada prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila, sebuah filosofi yang memandu perilaku masyarakat Indonesia, dan harus tercermin dalam sistem pendidikan nasional. Artikel ini juga menyelidiki aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari filosofi Pancasila.

Dalam perspektif Aristoteles, Pancasila dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Penyebab material: Pancasila berakar dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Indonesia.
b. Penyebab formal: Pancasila, sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, memenuhi persyaratan formal.
c. Penyebab efisien: BPUPKI dan PPKI memainkan peran kunci dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar kemerdekaan Indonesia.
d. Tujuan akhir: Pancasila diusulkan sebagai dasar negara Indonesia yang merdeka.

Inti dari Pancasila mencakup keyakinan kepada Tuhan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Nilai-nilai ini memainkan peran penting dalam kehidupan individu dan masyarakat. Nilai-nilai adalah konsep atau ide yang dianggap signifikan oleh individu dalam kehidupan mereka, dan bisa bersifat kognitif atau afektif. Meskipun tak tampak dalam pengalaman sehari-hari, nilai-nilai ini hadir dalam jiwa manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Bunga Ayuningtias གིས-
Bunga Ayuningtias
2311011118

Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada
Pancasila. Pendidikan di Indonesia sangat berpengaruh dalam menuju bangsa yang berkarakter, karena suatu bangsa yang mempunyai karakter adalah bangsa yang mempunyai filsafat pendidikan yang baik. Dalam pendidikan harus dilandasi dengan filsafat pancasila agar masyarakat yang terdidik dapat mengimplementasikan nilai pancasila sebagaimana dengan filsafat yang telah melandasinya. Jika suatu bangsa sudah menerapkan pendidikan yang berlandaskan oada pancasila maka secara tidak langsung suatu bangsa akan menuju bangsa yang berkarakter.
Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat

lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila
merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha
keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan
secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan
ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan
negara Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Muhammad Rasendriya Bramantyo གིས-
Nama:Muhammad Rasendriya Bramantyo
Npm:2351011030

Pancasila memiliki arti yaitu falsafah yang merupakan pedoman dalam berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran.Pendidikan berkarakter seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila agar tercipta manusia yang cerdas,berperilaku yang baik,serta mampu hidup individual dan sosial.

Seorang tenaga pendidik haruslah memiliki kesadaran akan pendidikan karakter.Salah satu caranya yaitu dengan melaksanakan segala nilai2 pancasila.Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai pancasila:
Harus melaksanakan nilai2 Pancasila.
-Menjadikan pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan
-Memberikan contoh pelaksanaan niai2 pancasila tersebut kepada peserta didik dengan baik.

Filsafat Pancasila memiliki arti yaitu intelektual kognitif bagi cara berfikir bangsa,yang dalam usaha-usaha dapat terbangun dalam sistem filsafat yang kredible.Menurut Abdul Ghani Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam,yang kemudian yang kemudian di tuangkan dalam suatu 'sistem' yang tepat.Sedangkan menurut Notonagoro menyatakan bahwa filsafat Pancasila memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah,yaitu tentang hakikat dari Pancasila.

Prinsip-prinsip filsafat Pancasila.

Pancasila ditinjau dari Kausal Aristoteles dapat di jelaskan sebagai berikut:
-Kausa Materialisme,sebab yang berhubungan dengan materi/bahan,dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial yang ada di dalam bangsa Indonesia itu sendiri.
-Kausa Formalis,sebab yang berhubungan dengan bentuknya
-Kausa Efisiensi,kegiatan BPUPKI&PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
-Kausa Finalis,berhubungan dengan tujuan,tujuan di usulkan sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Mohammad rifky Anandya གིས-
Nama : Mohammad Rifky Anandya
NPM : 2311011066

Jurnal "Filsafat pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter"

Berdasarkan analisis saya :
Pancasila merupakan pandangan hidup rakyat Indonesia yang memuat lima dasar jati diri bangsa Indonesia, serta menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya.
Pancasila juga merupakan filsafat, dasar, dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia harus dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila.
Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia sehingga pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dan Pendidikan Pancasila mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan religius.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Syihab Dzaky Alif Fakhruddin Syihab གིས-
Nama : Syihab Dzaky Alif Fakhruddin
NPM : 2351011014
Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara IndonesiaPancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang memiliki peran penting dalam kehidupan bangsa dan negara. Pancasila merupakan landasan filosofis yang menjadi panduan dalam berbagai aspek kehidupan Indonesia, termasuk politik, sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikanfungsi utama Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia
Dasar Negara: Pancasila adalah dasar negara Indonesia, yang menjadi pijakan konstitusi dan sistem pemerintahan. Ini menetapkan prinsip-prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi dalam membangun negara dan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

NUZHA TUNNIDA _2311011032 གིས-
NAMA : NUZHA TUNNIDA
NPM : 2311011032
ANALISIS JURNAL

Link Video YouTube : https://youtu.be/ETpoDBTHz4s?si=v8AoDhxoxPpa8OBj

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

PRINSIP-PRINSIP FILSAFAT PANCASILA
Pancasila ditinjau dari kausal Ariatoteles yaitu :
1. Kausa Materialis
2. Kausa Formalis
3. Kausa Efisiensi
4. Kausa Finalis
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi :
1. Ke-Tuhanan
2. Kemanusiaan
3. Kesatuan
4. Kerakyatan
5. Keadilan

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
1. Makhluk Tuhan yang Maha Esa dengan segala fitrahnya
2. Makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya
3. Makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik

FILSAFAT PANCASILA DALAM MEMBANGUN BANGSA BERKARAKTER
Pendidikan karakter merupakan suatu proses penanaman perilaku yang didasarkan pada budi pekerti yang baik sesuai dnegan kepribadian luhur bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Kualitas warga negara sangat erat berkaitan dengan pemdidikan. Hubungan ini juga menjadi timbal balik karena landasan pendidikan haruslah mengacu pada landasan negara. Esensi landasan negara harus benar-benar memperkuat landasan pendidikan untuk mencapai tujuan bersama adanya keserasian hubungan antara negara dengan warga negara.
Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut:
1. Integral Kemanusiaan, manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial.
2. Etis Pancasila, Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia
3. Religius, Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Azahra Oktarizka 2311011098 གིས-
Nama : Azahra Oktarizka
NPM : 2311011098

Analisis Jurnal

Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, sedangkan pendidikan merupakan suatu cara atau mekanisme dalam menanamkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut. Dalam disimpulkan suatu negara harus mempunyai ciri khas filsafatnya dan setiap lembaga atau instansi sekolah mengajarkan ilmu filsafat dalam konteks yang sama dengan instansti atau sekolah lainnya. Dapat dianalisis juga bahwa setiap generasi penerus bangsa mengenal nilai-nilai filsafat.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Dalam hal ini kita mempelajari hakikat dasar dari sila-sila pancasila yang sudah ada dalam hal ini kita tinggal mengingat kembali atau menggali kembali hakikat dasar dari sila-sila. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Dalam hal ini kita mengetahui sumber sumber ilmu hakikat pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Muhammad Maulan Timur གིས-
Nama:Muhammad Maulan Timur
Npm:2351011032

Filsafat yang dikembangkan harus berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, sedangkan pendidikan merupakan suatu cara atau mekanisme dalam menanamkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat tersebut. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. Untuk menjamin supaya pendidikan dan prosesnya efektif, maka dibutuhkan landasan-landasan filosofis dan landasan ilmiah sebagai asas normatif dan pedoman pelaksanaan pembinaan (Noor: 1988).
Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dalam UU No.12 Tahun 2012 Pasal 1 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Dari Undang-undang di atas dapat dimaknai bahwa pendidikan di Indonesia adalah sebuah proses pembelajaran yang berupaya untuk tujuan pengembangan potensi diri dan karakter bagi peserta didik. Disini Sila-sila Pancasila mencerminkan bagaimana seharusnya pendidikan harus dihayati dan diamalkan menurut sila-sila dalam Pancasila.
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Musfiroh (2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

ELSYA GUSTI LESTARI གིས-

Nama : Elsya Gusti Lestari 
NPM : 2311011014


Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau phileinyang yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006). Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan.

 

Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai individu dan sebagai warga masyarakat. Dalam Sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu Empirisme, Nativisme, Naturalisme, Konvergensi. . Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran, filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat, apabila kita hubungkan fungsi.

 

Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Diktat “Filsafat Pancasila” (Danumihardja, 2011) menyebutkan secara ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia. Secara epistemologis berdasarkan sebagai suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya. Secara aksiologis bedasarkan pada yang terkandung di dalamnya, hirarki dan struktur nilai, di dalamnya konsep etika yang terkandung.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

Naira Nathania Maida གིས-
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan. Pancasila merupakan filsafat negara yang lahir sebagai collective ideologie (cita-cita bersama) dari seluruh bangsa Indonesia. Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang dalam, yang kemudian dituangkan dalam suatu “sistem” yang tepat. Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
In reply to Naira Nathania Maida

Re: Forum Analisis Jurnal

Muhammad Aditya Ramandha གིས-
Muhammad Aditya Ramandha
2311011026

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Di Indonesia. pendidikan ditekankan pada penguasaan landasan terbenturnva masvarakar mentonk, aninva memberikan wakiu am pelajaran yang luas dalam penguasaan mata pelajaran tertentu. Pendidikan berdasarkan terminologi merupakan terjemahan dari istilah Pedagogi. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu Paidos dan Ago. Paidos artinya budak dan Ago artinya membimbing. Pedagogi dapat diartikan sebagal budak yang mengantarkan anak majikan untuk belajar. (Jumali dkk, 2004) menjelaskan bahwa hakikat pendidikan adalah kegiatan yang melibatkan guru, murid, kurikulum, evaluasi. administrasi vang secara simultan membroses deserta didik meniadi ebin ebin bertamban bengetahuan. skI. dan nilai kepribadiannva dalam suatu keteraturan kalender akademik. Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalu penyelenggaraan pendidikan nasional dalam sema level dan jenis pendidikan. Ada due pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasar filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri.