Silahkan dibaca dan dipahami dengan baik jurnal berikut. Bagi mahasiswa yang sudah membaca dan memahami jurnal silahkan berikan analisisnya di kolom komentar. Dilarang melakukan tindakan plagiatisme dalam bentuk apapun.
Forum Analis Jurnal
Nama; Dhiyaa Thifaal Tiffani
NPM; 2316031063
Kelas; Reguler A
-Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan, Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan BEGITUPUN negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara. dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia.
-Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa.
-Pernyataan yang dikeluarkan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut. Bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan.
NPM: 2316031013
Kelas: Reguler A
Jurnal tersebut membahas mengenai bagaimanakah hubungan yang terjadi antara agama dan Pancasila, serta menegaskan bahwa keduanya bukan merupakan hal yang bertentangan dan bahwasannya justru keduanya saling melengkapi.
Dalam narasi jurnal ini dibahas bahwasannya dalam perumusan dasar negara turut terlibat pula beberapa tokoh Islam yang menyumbangkan buah pikirnya . Sejatinya, agama dan negara tidak dapat dipisahkan, karena dengan adanya negara selanjutnya agama mampu berkembang dan dengan adanya agama selanjutnya negara memerlukannya agar dapat berkembang sesuai dengan etika dan moral yang termuat di dalamnya.
Sehingga dapat dipahami bahwa antara agama dan pancasila bukanlah dua hal yang saling bertentangan dan bahwasannya keduanya merupakan esensi penting dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI.
NPM : 2316031003
Reg : A
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Menurut analisa saya, jurnal ini membahas tentang hubungan sejarah dan peran agama dalam lahirnya pancasila, dan dibuktikan bahwa hubungan keduanya baik agama dan negara sama-sama berkaitan yakni, agama membutuhkan negara dalam hal merealisasikan nilai-nilai agama pada kehidupan bermasyarakat, dan untuk negara sendiri membutuhkan agama agar pada proses pelaksanaan ketatanegaraan itu bersifat bersih dan menyejahterakan rakyat. Pancasila sendiri itu tercipta berasal dari bersatunya seluruh ras, suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda yang pada konteks ini, pancasila menjadikan pedoman dalam mempersatukan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke.
Pancasila sendiri, tidak boleh lepas atau bahkan hilang dalam lubuk hati masyarakat dikarenakan sifat pancasila sendiri merupakan pedoman dan dasar yang mendasari seluruh hukum dan tata cara berperilaku yang mengedepankan norma-norma dalam pancasila dan juga pancasila adalah sebagai alternatif pemersatu bangsa.
NPM : 2316031007
Prodi : Ilmu Komunikasi
Kelas :Reguler A
RINGKASAN
Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan
Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun
Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang
Kata Kunci: agama, ideologi, Pancasila, negara Abstrak Tulisan ini membahas tentang hubungan, sejarah, dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia
Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama mempunyai peranan besar dalam lahirnya Pancasila, hati sebagian tokoh Islam dalam terbentuknya Pancasila dan terhapusnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta adalah sebuah wujud kematangan sikap dalam mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang
Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama
Pernyataan yang dikeluarkan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut
Pada tulisan ini peneliti akan mengkaji mengenai "Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dengan Negara dan Islam dan Negara" sehingga tidak ada lagi pergesekan secara subjek dan objek dalam penyelenggaraan agama dan negara
TINJAUAN PUSTAKA Pancasila Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (Sutrisno, 2016)
NPM : 2316031062
Kelas : Reguler B
ANALISIS SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA
Dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama, agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Pancasila Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia. Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable, falsifiable, refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa, dan bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan .
NPM : 2316031035
Ringkasan jurnal ini membahas tentang hubungan agama dan negara dalam konteks Indonesia, khususnya dalam rumusan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Menggali sejarah munculnya Pancasila dan perdebatan antara kelompok nasionalis dan Islam dalam menentukan dasar negara. Artikel tersebut menekankan pentingnya hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan antara agama dan negara, serta menentang anggapan bahwa agama adalah musuh Pancasila.
Jurnal tersebut membantah anggapan bahwa agama adalah musuh Pancasila dengan menyoroti peran penting agama dalam rumusan Pancasila dan jaminan keberadaannya dalam Undang-Undang 1945 dan sila pertama. Ditegaskannya bahwa agama dan Pancasila dapat hidup berdampingan secara harmonis dalam konteks Indonesia.
Jurnal tersebut mengusulkan agar agama dan Pancasila dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan mengakui pentingnya agama dalam membimbing individu dan masyarakat, sekaligus memajukan masyarakat sekuler dan pluralistik. Hal ini mengisyaratkan bahwa keberadaan bernegara dan kehidupan bernegara memungkinkan agama berjalan secara harmonis, karena agama tidak dipandang sebagai ancaman terhadap Pancasila.
NPM: 2316031055
Kelas: Reguler A
Jurnal tersebut membahas kaitannya agama dengan negara dalam ideologi Pancasila. Berikut analisis saya:
Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang dihasilkan melalui sejarah bangsa Indonesia dan tidak terlepas dari arus globalisasi pada saat ini. Dalam hal itulah agama sangat berperan penting dalam menyikapi perubahan globalisasi tersebut dalam menjalankan tatanan negara yang baik. Oleh karena itu, agama dan negara tidak dapat dibentur dalam konteks apapun karena agama dan negara memiliki hungan mutualisme.
Pada dasarnya UUD 1945 tidak memisahkan hubungan antara agama dan negara, pernyataan ini dapat dilihat dalam sila pertama Pancasila dan Bab XI UUD 1945 tentang Agama. Jika menurut pandangan Islam (Al-Mawardi, 1950) yaitu di dalam negara ada agama yang dijunjung tinggi, di dalam negara ada penguasa yang berwibawa, di dalam negara harus ada keadilan, di dalam negara tercipta keamanan, di dalam negara ada generasi, dan di dalam negara harus terpenuhinya kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, unsur terpenting dalam suatu negara adalah agama.
NPM = 2356031021
jurnal ini membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.Radikalisme Agama : Radikalisme agama pada saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, munculnya berbagai alasan lahirnya tindakan kekerasan salah satunya dari aspek sosiologi. Terdapat tiga aspek sosiologi dalam gerakan sosial keagamaan yaitu, orientasi politik, orientasi agama dan orientasi kultural rakyat Indonesia. Indonesia telah memberikan jalan tengah dalam pembentukan dasar negara sehingga tidak perlu munculnya konflik agama atau konflik yang mengatasnamakan agama yang dapat mengganggu keutuhan nasional. Walaupun sempat beberapa kali timbulnya pemahaman sekuler dari elite politik dan elite pemerintahan yang berusaha untuk memisahkan agama dan negara sangat mengganggu kehidupan masyarakat.
NPM : 2316031023
ANALISIS SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA
Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan.Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.
Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama mempunyai peranan besar dalam lahirnya Pancasila, hati sebagian tokoh Islam dalam terbentuknya Pancasila dan terhapusnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta adalah sebuah wujud kematangan sikap dalam mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang.
Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama.Pernyataan yang dikeluarkan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut.Pada tulisan ini peneliti akan mengkaji mengenai "Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dengan Negara dan Islam dan Negara" sehingga tidak ada lagi pergesekan secara subjek dan objek dalam penyelenggaraan agama dan negara.
NPM. : 2316031010
Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang,
membahas tentang hubungan, sejarah, dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama mempunyai peranan besar dalam lahirnya Pancasila, hati sebagian tokoh Islam dalam terbentuknya Pancasila dan terhapusnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta adalah sebuah wujud kematangan sikap dalam mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang. Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa.Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama.Pernyataan yang dikeluarkan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut.Pada tulisan ini peneliti akan mengkaji mengenai "Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dengan Negara dan Islam dan Negara" sehingga tidak ada lagi pergesekan secara subjek dan objek dalam penyelenggaraan agama dan negara. Pancasila Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (Sutrisno, 2016)Menurut (Widisuseno, 2015) Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang dapat diuji, dapat dipalsukan, dapat disangkal sehingga dapat menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa,Bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan (Mulyono, 2016)
NPM: 2316031017
Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.
Menurut (Widisuseno, 2015) Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang dapat diuji, dapat dipalsukan, dapat disangkal sehingga dapat menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa.
Bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan (Mulyono, 2016).
kelas : Reguler A
NPM : 2316031015
jurnal tersebut membahas tentang hubungan sejarah dan peran agama dalam lahirnya pancasila. agama dan negara tidak dapat dibenturkan dalam konteks apapun. agama dan negara memiliki hubungan yang saling menguntungkan, agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan sejahtera. agama memiliki peran besar terhadap lahirnya pancasila kelapangan hati para tokohi slam dalam pembentukan pancasila serta menghapus tujuh kata dalam piagam jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan bangsa indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang. pada hakikatnya pancasila merupakan alat pemersatu bangsa dari beragam suku, agama, ras, dan antar golongan sehingga tidak sepatutnya seseorang, kelompok atau siapapun itu yang mengatakan bahwa agama adalah musuh pancasila serta pancasila pun telah menjamin kebebasan beragama dalam sila pertama pancasila.
NPM: 2316031025
KELAS: REGULER A
Menurut analisa saya,jurnal ini membahas hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan.
Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat
Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan.
NPM : 2356031009
Kelas : MAN A
Jurnal tersebut membahas tentang peran agama dalam pancasila. Pancasila merupakan suatu pedoman hidup berbangsa dan bernegara, pada sila yang pertama ketuhanan yang maha esa, yang berarti, setiap warga negara Indonesia wajib menganut agama yang diakui oleh bangsa Indonesia. dari pernyataan ini dapat di simpulkan jika agama dalam pancasila itu sangat penting dan bukan menjadi muruh, karena memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada lahirnya pancasila pada 1 Juni 1945, membuat masyarakat Indonesia pada saat itu cukup tersinggung karena pada sila ke.1 berbunyi ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat syariat islam bagi pemeluknya, sila tersebut tertera pada piagam Jakarta. ini menuai banyak kontroversi dan merasa adanya dikriminaksi terhadapa agama selain islam. Muhammad yamin mengusulkan menggantinya dengan ketuhanan yang maha esa, dan dipakai hingga sekarng. Menurut jurnal tersebut konteks agama dalam dalam mengatur tata negara pasti menghadirkan aturan atau bimbingan agama yang berlandaskan ketuhana yang maha esa dan berfungsi sebagai pedoman atau petunjuk. Agama dibutuhkan dalam kehidupan berpancasila karena dapat menumbuhkan relasi antara masyarakat, dan tujuan antara agama dan pancasila hampir sama yaitu hidup dalam keharmonisan, rukun, sejahtera dan damai. Pernyataan yang mengatakan jika agama adalah musuh pancasila adalah karena banyaknya kekerasan dan kericuhan banyak sekali mengatasnamakan agama, ini disebabkan karena kurangnya rasa toleransi antara individu di Indonesia. Pancasila hadir untuk menengahi hal ini karena sebagai pedoman hidup dan sebagai hukum tertinggi di Indonesia, ini kenapa pancasila dan agama tidak bisa di pisahkan
NPM: 2356031041
Kelas: Mandiri A
Didalam jurnal tersebut membahas tentang hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan.
Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang dihasilkan melalui sejarah bangsa Indonesia dan tidak terlepas dari arus globalisasi pada saat ini. Dalam hal itulah agama sangat berperan penting dalam menyikapi perubahan globalisasi tersebut dalam menjalankan tatanan negara yang baik.
Jurnal tersebut membantah anggapan bahwa agama adalah musuh Pancasila dengan menyoroti peran penting agama dalam rumusan Pancasila dan jaminan keberadaannya dalam Undang-Undang 1945 dan sila pertama. Ditegaskannya bahwa agama dan Pancasila dapat hidup berdampingan secara harmonis dalam konteks Indonesia.
Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan globalisasi juga memiliki dampak yang tidak bisa dihindarkan, pembudayaan nilai-nilai Pancasila perlu diupayakan pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Akan tetapi pada belakangan ini Pancasila sering dibenturkan dengan berbagai persoalan salah satunya agama. Pernyataan yang dikeluarkan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai “Agama Adalah Musuh Pancasila” dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut.
Dimensi politik global merupakan salah satu penyebab terjadinya radikalisme. Beberapa alasan yang menjadi faktor munculnya radikalisme di Indonesia yaitu, perkembangan di tingkat global, penyebaran paham Wahabi, dan kemiskinan. Hubungan agama dan negara senantiasa menghadirkan sebuah tatanan pengelolaan negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dan Pancasila tidaklah bermusuhan, bahkan keduanya disatukan atas kesadaran yang menimbulkan keuntungan, agama membutuhkan negara sebagai bentuk realisasi kehidupan dalam pengelolaan negara yang adil, bijaksana dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi individu-individu untuk merealisasikan spiritualnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
NPM. : 2316031058
Jurnal ini membahas mengenai hubungan sejarah dan peranan agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan, dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil , bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengolah negara sekalipun.
Dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, seperti menghapus tujuh kata dalam piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.
Secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang dapat bisa menyatukan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, adapun fungsi Pancasila berguna untuk mempersatukan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
NPM: 2356031017
Kelas: Mandiri A
Tugas Pertemuan 2, analisis jurnal AGAMA MUSUH PANCASILA? STUDI SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA
Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda (Manggalatung, 2017). Akan tetapi pada belakangan ini Pancasila sering dibenturkan dengan berbagai persoalan salah satunya agama. Padahal agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.
sudah terbukti melalui berbagai kajian ilmiah. Bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan (Mulyono, 2016).
disampaikan di jurnah bahwasannya Sejak awal sebelum terbentuknya bangsa Indonesia, para tokoh bangsa selalu disibukkan bagaimana cara untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang sangat beragam dari suku, ras, agama dan golongan. Hingga terjadinya adu argumen antar tokoh pendiri bangsa guna mencari jalan terbaik yang digunakan untuk menjadi landasan dan pedoman untuk menyatukan masyarakat Indonesia. Pancasila lah merupakan hasil dari pikiran para tokoh kita sebahagi bangsa Indonesia seharusnya selalu menanamkan agar dapat dijalankan dan sesuai dengan yang dicita-citakan pendiri bangsa.
NPM : 2356031001
Prodi: Ilmu Komunikasi
Kelas: Mandiri A/1
Yang saya dapat setelah menganalisis jurnal tersebut Peran agama dalam lahirnya Pancasila sangatlah penting untuk membantu membentuk nilai-nilai moral dan etika yang menjadi dasar Pancasila, dan juga membantu memperkuat identitas nasional dan memperkuat rasa cinta tanah air. Agama juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pembentukan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
NPM: 2316031002
Menurut saya, jurnal ini membahas tentang Agama dan Negara tidak dapat dibenturkan dalam konteks apapun karena agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme. Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang mampu mengikuti arus perkembangan zaman, dinamis dan pemikiran terbuka sehingga penerapan Pancasila sebagai bangsa dapat terus berjalan.
Pada dasarnya undang undang dasar 1945 tidak memisahkan hubungan antara agama dan negara, pernyataan ini ada di bab IX undang undang dasar 1945 tentang agama, hubungan agama dan negara sering kali menjadi pro dan kontra, dikarenakan agama sering sekali menjadi pro dan kontra.
NPM : 2356031025
Menurut saya hasil dari analisis saya harus penting untuk di ingat bahwa lahirnya Pancasila bukanlah musuh terhadap agama-agama yang di anut oleh warnga negara Indonesia.Pancasila justru berperan berperan sebagai landasan yang buat menyatukan warga negara kita. Pancasila juga tidak mengidentifikasi agama tertentu sebagai musuhnya, melainkan Pancasila mengajak semua warga negara Indonesia untuk menghargai nilai-nilai keagaamaan .MerekA juga melihat agama-agama tersebut memiliki nilai-nilai moral yang dapat menjadikan landasan dalam membangun negara.
NPM : 2316031028
Kelas : Reg B
ANALISIS JURNAL "AGAMA MUSUH PANCASILA? STUDI SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA"
Dalam jurnal tersebut membahas mengenai bagaimana hubungan, sejarah serta peran agama dalam lahirnya Pancasila sendiri, dimana agama dan negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apapun. Dimana penulis menggunakan metde kualitatif dengan pendekatan metode sejarah. Penulis di sini ingin membahas bagaimana sejarah lahirnya Pancasila yang ternyata terdapat banyak perbedaan gagasan yang kuat antara kedua tokoh bangsa yaitu Soekarno dan Muhammad Natsir mengenai pergesekan dan beturan dalam hal agama dan ideologi negara. Namun, dari sini juga penulis memberitahukan bahwa tidak adanya hal yang menimbulkan perpecahan walaupun kedua tokoh menyampaikan argumen yang kuat.
Lalu, adanya hubungan agama dan negara dalam lahirnya Pancasila dimana hubungan keduanya dinilai satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan serta adanya hubungan yang sifatnya timbal balik dan saling mempengaruhi karena agama memerlukan negara agar negara juga bisa berkembang. Hal ini disebutkan juga oleh Max Webber, dimana menurutnya, hubungan yang baik mengenai kekuasaan ada pada hubungan agama dan negara serta ekonomi. Namun, pada akhirnya hubungan antara negara dan agama menghadirkan sebuat tatanan yang kuat.
Terakhir dalam jurnal tersebut, penulis menyatakan Islam dan Negara dimana dalam pembahasan aspek kali ini, dapat diketahui bahwa Indonesia yang memiliki sebuah landasan negara yaitu Pancasila tidak bisa mengklaim sebagai Negara Islam. Dikarenakan adanya keberagaman Indonesia serta kesadaran dan kesepakatan bersama di antara Founding Father, bahwa Pancasila sebagai dasar deologi bangsa dan UUD 1945 sebagai konstitusi tatanan kenegaraan di RI.
Jadi, dalam jurnal tersebut dalam disimpulkan bahwa agama bukanlah musuh dari Pancasila dan begitupun sebaliknya, walau sering terjadinya pergesekan dan kesalahpahaman dalam agama dan negara di Indonesia. Namun, Pancasila bisa menjadi salah satu point yang menguatkan Indonesia dari pergesekan serta kesalahpahaman hal tersebut.
NPM : 2356031019
Tugas Analisis Jurnal Pertemun Ke-2
Pancasila sebagai ideologi bangsa berbeda dengan sistem yang dianut oleh kapitalis- liberal dan sosial-komunis.
Indonesia sendiri lahir karena disatukan dari berbagai jenis ras, bahasa, budaya dan agama yang berbeda.
Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama. Hubungan ini senantiasa menghadirkan sebuah konsekuensi hukum di Indonesia, mengenai “Agama Adalah Musuh Pancasila” dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh.
Indonesia sebagai negara yang menganut paham Bineka Tunggal Ika faktanya belum mampu untuk menunjukkan kekuatannya dalam menangkal pemahaman radikal dan ekstrem dari sebagian pemeluk agama.
Perbedaan mengenai landasan negara yang akan diambil untuk dijadikan sebagai dasar negara telah terjadi sejak tahun 1938 hingga pada persiapan kemerdekaan republik Indonesia, perbedaan pendapat ini terjadi antara kelompok nasionalis Soekarno dengan kelompok Islam yang dipimpin oleh Muhammad Natsir yang menginginkan negara Islam sebagai landasan negara.
Kemudian pendapat Muhammad Natsir dari kalangan agama menyatakan bahwa agama dan negara tidak bisa dipisahkan karena urusan kenegaraan pada hakikatnya adalah bagian dari risalah Islam.
Dalam perbedaan pendapat antara Soekarno dan Natsir dapat disimpulkan pandangan mengenai negara Islam yaitu pertama, konsep kehidupan negara adalah aktualisasi keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang pada hakikatnya taat kepada Allah.
Sejak masa reformasi, kehidupan demokrasi kembali dibangun dengan keluarnya Tap MPR RI No.X/MPR/1998 tentang Pokok-Pokok Reformasi, Tap MPR Ri No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN dan Amandemen UUD 1945 (I,II,III,IV) (Supriadi, 2017). Penetapan “Negara atas dasar Ketuhanan Yang Maha Esa” pada sila pertama memiliki makna yaitu pertama, Pancasila lahir dalam suasana yang sadar, batin dan kekuatan untuk melawan penjajahan kolonialisme dan imperialisme.
Indonesia yang merupakan negara yang memiliki landasan Pancasila tidak dapat mengklaim diri sebagai Negara Islam karena
adanya keberagaman serta atas kesadaran dan kesepakatan bersama di antara Founding Fathers yang telah menyetujui dengan Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi dalam menjalankan tatanan kenegaraan di Republik Indonesia.
Agama dan Pancasila tidaklah bermusuhan, bahkan keduanya disatukan atas kesadaran yang menimbulkan keuntungan, agama membutuhkan negara sebagai bentuk realisasi kehidupan dalam pengelolaan negara yang adil, bijaksana dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi individu-individu untuk merealisasikan spiritualnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Npm. : 2316031036
Jurnal tersebut membahas mengenai bagaimanakah hubungan yang terjadi antara agama dan Pancasila,
agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan, Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan BEGITUPUN negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat , selanjutnya Pernyataan yang dikeluarkan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut.
NPM : 2356031005
Kelas : Mandiri A
Jurnal tersebut membahas tentangan hubungan antara agama dan Pancasila. Pada jurnal ini ditunjukkan bahwa Hubungan agama dan negara senantiasa menghadirkan sebuah tatanan pengelolaan negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dan Pancasila tidaklah bermusuhan, bahkan keduanya disatukan atas kesadaran yang menimbulkan keuntungan, agama membutuhkan negara sebagai bentuk realisasi kehidupan dalam pengelolaan negara yang adil, bijaksana dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi individu-individu untuk merealisasikan spiritualnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
NPM : 2316031011
Prodi : Ilmu Komunikasi
Kelas : Reguler A
Jurnal ini membahas tentang hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Dalam pembuatan pancasila pun, beberapa tokoh agamis terlibat. Hal ini dapat dikatakan bahwa agama memiliki peranan dalam lahirnya pancasila. Dan peran penting agama dalam rumusan Pancasila dan jaminan keberadaannya dalam Undang-Undang 1945 dan sila pertama.
Hal ini menandakan bahwa keberadaan bernegara dan kehidupan bernegara memungkinkan agama berjalan secara harmonis, karena agama tidak dipandang sebagai ancaman terhadap Pancasila.
NPM : 2356031013
menurut saya jurnal ini membahas tentang peran agama dalam lahirnya pancasila
Hubungan agama dengan negara dinilai sangat erat dan saling berhubungan dalam berbagai aspek. Berbagai kalangan cendekiawan, ilmuan dan agamawan di Indonesia menyepakati bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari tuhan dan berfungsi sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk, dengan fungsi seperti ini tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian kepada penganutnya . Pemahaman terhadap pola hubungan agama dan negara dengan pendekatan Islam pada dasarnya tidak untuk mendirikan negara agama atau negara Islam, akan tetapi untuk mengisi ruang-ruang agama yang lebih fungsional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
NPM : 2316031019
Jurnal ini membahas tentang sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila.Agama dan Negara tidak dapat dibenturkan dalam konteks apapun.Agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan.
Dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, contohnya menghapus tujuh kata dalam piagam Jakarta merupakan contoh toleransi dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.
dapat disimpulkan bahwa agama bukanlah musuh dari Pancasila tetapi Agama dan Pancasila saling menguntungkan. Walaupun sering terjadi pergesekan dan kesalahan pahaman dalam agama dan negara di Indonesia.Namun Pancasila bisa menjadi salah satu point yang menguatkan Indonesia dari pergesekan serta kesalahan pahaman tersebut.
NPM : 2316031020
Pada dasarnya, agama dan negara merupakan dua hal yang tak terpisahkan dan saling berkesinambungan. Berbagai tokoh agama islam pun turut menyumbangkan isi pikiran dalam perumusan kemerdekaan negara Indonesia, dengan perdebatan haruskan Indonesia menjadi negara Islam atau negara dengan ideologi Pancasila.
Jurnal tersebut membahas mengenai hubungan antara agama dan negara yang seringkali mengundang pro dan kontra. Agama dan negara memiliki hubungan timbal balik (simbiotik interpenden), yang mana agama membutuhkan negara untuk berkembang, dan negara membutuhkan agama untuk berkembang dengan kerangka etika dan moral.
NPM: 2356031029
Kelas : MAN A
Didalam jurnal ini membahas tentang hubungan agama dengan negara didalam Pancasila.
Dalam konteks apapun negara dan agama tidak dapat di benturkan. Keduanya memiliki hubungan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara untuk merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan negara. Sedangkan negara membutuhkan agama untuk menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat.
Adapun peran agama dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yg besar dalam lahirnya Pancasila. Demi menciptakan keutuhan Bangsa Indonesia, para tokoh Islam menghapus 7 kata dalam piagam Jakarta. Dengan begitu Pancasila dapat menyatukan keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Agama dibutuhkan dalam kehidupan berpancasila karena dapat menumbuhkan relasi antara masyarakat, dan tujuan antara agama dan pancasila hampir sama yaitu hidup dalam keharmonisan, rukun, sejahtera dan damai
NPM: 2316031038
Kelas : Reguler B
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
ANALISIS JURNAL ( Agama Musuh Pancasila? Studi Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila )
Berdasarkan hasil analisis saya, jurnal ini membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode sejarah. Pada sejarah lahirnya pancasila, Soekarno tidak ingin menggabungkan urusan negara, politik, sosial, ilmu pengetahuan, teknologi dengan pengaruh agama atau hal-hal gaib.Kemudian pendapat Muhammad Natsir dari kalangan agama menyatakan bahwa agama dan negara tidak bisa dipisahkan karena urusan kenegaraan pada hakikatnya adalah bagian dari risalah Islam, dalam membangun negara perlunya inspirasi dari nilai-nilai Islam karena orang beragama atau Islam memiliki pedoman hidup, ideologi yang semuanya mencakup pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Dimana agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang. Hubungan agama dan negara senantiasa menghadirkan sebuah tatanan pengelolaan negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara membutuhkan agama dan secara konstitusi mengurusi agama dan kepercayaan sehingga muncul pluralisme dan toleransi dalam menjalankan kehidupan bernegara. Negara secara aktif harus melindungi setiap individu-individu sehingga terciptanya kerukunan umat beragama dan sesuai dengan Bhineka Tunggal Ika.
Tidak seharusnya seseorang mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila. Agama telah dijamin dalam Undang-Undang 1945 dan dalam sila pertama. Sebaliknya dengan adanya agama hidup berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan harmonis.
npm : 2356031037
kelas : MANDIRI A
Hubungan antara agama dan Pancasila adalah topik yang kompleks dan penting dalam konteks Indonesia. Berikut adalah beberapa aspek yang dapat dianalisis dalam hubungan ini:
Ketuhanan yang Maha Esa: Salah satu prinsip Pancasila adalah "Ketuhanan yang Maha Esa." Prinsip ini mencerminkan pengakuan terhadap keberagaman keyakinan agama di Indonesia. Analisis dapat fokus pada bagaimana prinsip ini menciptakan landasan inklusif bagi berbagai agama.
Peran Agama dalam Kehidupan Masyarakat: Penting untuk memahami peran agama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Agama memengaruhi budaya, etika, dan norma sosial, dan analisis dapat menyoroti cara agama membentuk nilai-nilai yang sejalan dengan Pancasila.
Keharmonisan Antaragama: Indonesia memiliki berbagai agama yang hidup berdampingan. Analisis dapat memeriksa bagaimana Pancasila berperan dalam memelihara kerukunan antaragama, serta kasus-kasus konflik atau tantangan yang mungkin muncul.
Pendidikan dan Kewarganegaraan: Pendidikan di Indonesia sering kali mencakup ajaran tentang Pancasila dan nilai-nilai agama. Analisis dapat mengevaluasi bagaimana sekolah mengintegrasikan keduanya dalam pembentukan karakter dan kewarganegaraan mahasiswa.
Konflik Potensial: Ada potensi konflik antara interpretasi agama dan prinsip Pancasila. Analisis dapat merinci situasi-situasi yang menghadapi ketegangan antara pandangan agama dan nilai-nilai Pancasila.
Perkembangan Sejarah: Meninjau perkembangan sejarah dapat membantu memahami bagaimana hubungan antara agama dan Pancasila telah berubah seiring waktu, terutama sejak kemerdekaan Indonesia.
Legislasi dan Kebijakan Publik: Analisis dapat mencakup bagaimana undang-undang dan kebijakan publik mencerminkan atau mengatur hubungan antara agama dan Pancasila, termasuk isu-isu seperti kebebasan beragama dan praktik agama.
Kontribusi Agama terhadap Kemajuan Sosial dan Kemanusiaan: Selain potensi konflik, agama juga dapat berperan dalam menyumbang pada pembangunan sosial dan kemanusiaan. Analisis dapat menyoroti upaya-upaya positif yang didukung oleh agama dalam mencapai tujuan Pancasila.
Analisis tentang hubungan agama dan Pancasila memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas identitas dan nilai-nilai Indonesia. Ini juga menggarisbawahi pentingnya memelihara kerukunan antaragama dan menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan nilai-nilai dasar negara.
Kelas: Reguler B
NPM: 2316031016
Dalam jurnal tersebut membahas hubungan antara agama dan pancasila. Agama dan pancasila merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling melengkapi. Hubungan agama dan negarasenantiasa menghadirkan sebuah tatanan pengelolaan negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dan Pancasila tidaklah bermusuhan, bahkan keduanya disatukan atas kesadaran yang menimbulkan keuntungan, agama membutuhkan negara sebagai bentuk realisasi kehidupan dalam pengelolaan negara yang adil, bijaksana dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi individu-individu untuk merealisasikan spiritualnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Negara membutuhkan agama dan secara konstitusi mengurusi agama dan kepercayaan sehingga muncul pluralisme dan toleransi dalam menjalankan kehidupan bernegara.
Menurut analisa saya, agama dan pancasila harus diimbangi dengan baik karena keduanya merupakan hal yang sama-sama penting dan akan lebih baik bila kita bisa berpegang teguh kepada keduanya.
Kelas: Reguler B
NPM: 2316031024
Jurnal ini Membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia. Agama dan negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apapun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Idiologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia. Sejak awal sebelum terbentuknya bangsa Indonesia, Para tokoh bangsa selalu disibukkan bagaimana cara untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang sangat beragam dari mulai suku, ras, agama dan golongan. Maka dari itu hubungan agama dan negara senantiasa menghadirkan sebuah tatanan pengelolaan negara yang berlandasan Ketuhanan yang Maha esa.
NPM: 2316031064
Kelas: Reguler B
Menurut analisis saya, jurnal ini berisikan tentang hubungan sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Hubungan agama dengan negara adalah suatu hubungan yang saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara sebagai bentuk realisasi kehidupan dalam pengelolaan negara yang adil, bijaksana dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi individu-individu untuk merealisasikan spiritualnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Negara membutuhkan agama dan secara konstitusi mengurusi agama dan kepercayaan sehingga muncul pluralisme dan toleransi dalam menjalankan kehidupan bernegara. Dari sini dapat disimpulkan bahwa agama dan negara harus saling melengkapi agar terciptanya situasi lingkungan masyarakat yang damai, aman, dan juga senantiasa tentram.
NPM : 2316031053
Perbedaan mengenai landasan negara yang akan dijadikan sebagai dasar negara terjadi antara kelompok Nasionalis Soekarno dengan kelompok Islam Muhammad Natsir yang menginginkan negara Islam sebagai landasan negara, sedangkan kelompok Nasionalis menginginkan Pancasila sebagai dasar negara. Perbedaan pendapat ini terjadi karena Soekarno berpandangan bahwa urusan kenegaraan tidak ingin disandingkan dengan agama dan lainnya, sedangkan Muhammad Natsir berpendapat bahwa agama dan negara tidak bisa dipisahkan karena persoalan negara hakikatnya bagian dari risalah islam.
Pada dasarnya UUD 1945 tidak memisahkan hubungan antara agama dan negara, karena hal itu dinilai sangat erat dalam berbagai aspek. Indonesia sendiri memberi jalan tengah dalam pembentukan dasar negara, hubungan antara negara dan agama bisa menghadirkan tatanan yang berlandaskan “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Berbagai kalangan cendikiawan berpendapat bahwa arahan atau pedoman yang berasal dari Tuhan dapat dijadikan sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk bagi kehidupan bangsa, pada saat ini Indonesia merupakan negara yang beriman kepada Tuhan yang didasari “Ketuhanan Yang Maha Esa”sebagai pedoman berbangsa dan bernegara
NPM : 2316031004
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut adalah membahas mengenai hubungan antara Agama dan Pancasila, yang isinya dalam jurnal tersebut adalah Hubungan agama dengan pancasila dinilai sangat erat dalam berbagai aspek. Berbagai ilmuan dan agama di Indonesia menyetujui bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari tuhan dan berfungsi sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk, dengan tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian kepada penganutnya dan ke orang yang taat terhadap agama nya . Pemahaman terhadap hubungan agama dan pancasila dengan metode pendekatan Islam pada dasarnya tidak untuk mendirikan agama atau negara sendiri, dan lebih menghargai agama agama yang ada di indonesia tidak saling mencelaa satu sama lain, dan saling menghormati sesuai pedoman ber agama dan panacasila
NPM: 2356031003
Kelas: Mandiri A
Jurusan: Ilmu Komunikasi
Dalam jurnal ini, bahwasannya jurnal tersebut membahas tentang bagaimana hubungan, sejarah serta peran agama dalam terbentuknya Pancasila. Dimana agama dan negara tidak bisa di campur aduk dalam hal maupun segala maksud apapun. Sang pengarang tersebut ingin membahas bagaimana sejarah lahirnya Pancasila yang ternyata terdapat banyak perbedaan gagasan yang kuat antara kedua tokoh bangsa yaitu Soekarno dan Muhammad Natsir mengenai pergesekan dalam hal agama dan ideologi negara. Namun, dari sini juga dia memberitahu bahwa tidak adanya hal yang menimbulkan perpecahan walaupun kedua tokoh tersebut menyampaikan argument mereka
Agama bukanlah ancaman dari Pancasila dan begitupun sebaliknya, walau sering terjadinya kesalahpahaman dalam agama dan negara di Indonesia. Namun, Pancasila bisa menjadi salah satu point yang menguatkan Indonesia dari pergesekan dan juga kesalahpahaman dari hal tersebut.
NPM: 2316031047
KELAS: REGULER A
Jurnal tersebut membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
Paparan data yang dibahas dalam jurnal diatas menjelaskan bahwa bagaimana pancasila sebagai ideologi bangsa memiliki hubungna yang erat dengan agama dan hubungan ini senantiasa menghadirkan sebuah konsejuensi hukum di Indonesia yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa. Pancasila berbeda dengan sistem yang dianut oleh kapitalis-liberal dan sosial-komunis. Akan tetapi dalam permasalahannya Pancasila sering dibenturkan dengan berbagai persoalan salah satunya agama karena dinilai sebagai sebab kekerasan yang terjadi di republik ini walaupun pernyataan tersebut dibantah oleh BPIP tidak menyurutkan ublik unntuk bertanya-tannyya mengenai pernyataan awal tersebut.
Dalam tulisan tersebut, dilampirkan pernyataan bahwa Indonesia telah memberikan jalan tengah dalam pembentukan dasar negara sehingga tidak perlu munculnya konflik agama atau konflik yang mengatasnamakan agama yang dapat mengganggu keutuhan nasional. Hubungan antara negara dan agama sejatinya menghadirkan sebuah tatanan yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa yang menegaskan bahwa negara atas nama konstitusi mengurusi agama dan kepercayaan sehingga munculnya pluralisme hukum dalam menjalani kehidupan politik, hukum dan sosial yang harmonis.
Dalam hal ini bisa kita simpulkan bahwa ggama bukanlah musuh Pancasila, dan Pancasila bukanlah musuh agama, seringnya terjadi pergesekan dan kesalahpahaman serta mengadu agama dan negara menjadi permasalahan bangsa Indonesia. Pada saat ini, mendefinisikan bukan negara sekuler dan negara Islam, melainkan negara ber-tuhan dan dijamin oleh konstitusi. Negara ber-tuhan yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
NPM: 2356031039
Kelas:Mandiri A
jurnal tersebut berisi tentang sejarah dan peran agama dalam lahirnya pancasila.Pada dasarnya Undang-Undang Dasar 1945 tidak memisahkan ubungan antara agama dan negara,pertanyaan ini bisa dilihat dalam sila pertama Pancasila Bab XI Undang-Undang Dasar 195 tentang agama.hubungan agama seringkali menjadi pro dan kontra dikarenakan agama seringkali dijadikan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan permertintahan atau pemerintahn sering dijadikan kekuatan untung menentang agama.
Negara dalam pandangan Islam menurut (AlMawardi, 1950) yaitu di dalam negara ada agama yang dijunjung tinggi, di dalam negaraada penguasa yang berwibawa, di dalam negara harus ada keadilan, di dalam negara tercipta keamanan, di dalam negara ada generasi, dan di dalam negara harus terpenuhinya kebutuhan masyarakat.Berdasarkan pengertian tersebut salah satu unsur terpenting dalam suatu negara adalah agama.
NPM: 2316031052
KELAS: REG B
Menurut analisis saya, jurnal ini berisikan tentang hubungan sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Dalam pembuatan pancasila pun, beberapa tokoh agamis terlibat. Hal ini dapat dikatakan bahwa agama memiliki peranan dalam lahirnya pancasila. Dan peran penting agama dalam rumusan Pancasila dan jaminan keberadaannya dalam Undang-Undang 1945 dan sila pertama. Hubungan agama dengan negara adalah suatu hubungan yang saling menguntungkan. Analisis tentang hubungan agama dan Pancasila memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas identitas dan nilai-nilai Indonesia. Ini juga menggarisbawahi pentingnya memelihara kerukunan antaragama dan menjaga keseimbangan antara kebebasan beragama dan nilai-nilai dasar negara
NMP : 2316031029
KELAS : Reguler A
Analisa terkait jurnal di atas membahas terkait hubungan pancasila dan agama yang dikira suatu celah yang menjadikan perpecahan ternyata justru itu menjadi pemersatu Hubungan agama dan negara senantiasa menghadirkan sebuah tatanan pengelolaan negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dan Pancasila tidaklah bermusuhan, bahkan keduanya disatukan atas kesadaran yang menimbulkan keuntungan demi kemaslahatan bersama.
NPM: 2316031061
Agama di Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama di negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang. Kata Kunci: agama, ideologi, Pancasila, negara Abstrak Tulisan ini membahas tentang hubungan, sejarah, dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama mempunyai peranan besar dalam lahirnya Pancasila, hati sebagian tokoh Islam dalam terbentuknya Pancasila dan terhapusnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta adalah sebuah wujud kematangan sikap dalam mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang. Pancasila sebagai negara yang dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa. pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama. Pernyataan yang dikeluarkan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengeai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, meskipun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak men yurutkan publik untuk selalu bertanya- tanya mengeai pernyataan awal terebut. Pada tulisan ini peneliti akan mengkaji mengeai “Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dengan Negara dan Islam dan Negara” sehingga tidak ada lagi pergesekan secara subjek dan objek dalam penyelenggaraan agama dan negara. TINJAUAN PUSTAKA Pancasila Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (Sutrisno, 2016). Menurut (Widisuseno, 2015) Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable, falsifying, refutable sehingga bisa menyatukan ke beragaman masyarakat bangsa Indonesia. Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa. Bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan (Mulyono, 2016).
NPM: 2316031014
Kelas: Reguler B
Berdasarkan hasil analisis saya terkait jurnal yang berjudul “AGAMA MUSUH PANCASILA? STUDI SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA” dapat saya simpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus tetap relevan dalam era globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kita perlu berusaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek kehidupan masyarakat, mengingat dampak yang tidak dapat dihindari dari globalisasi. Demokrasi Pancasila, yang berakar dalam nilai-nilai masyarakat Indonesia, adalah jalan tengah yang bijaksana dan dapat menjadi alternatif pemersatu bangsa. Nilai-nilai Pancasila berasal dari kebudayaan Indonesia dan memiliki kaitan erat dengan agama. Ini menghasilkan konsekuensi hukum yang mengizinkan negara untuk mengatur urusan agama dan kepercayaan dengan berlandaskan pada ketuhanan yang maha esa. Agama dianggap sebagai panduan dari Tuhan untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian penganutnya, dan hubungan ini sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan Indonesia.
Dalam Fiqh Siyasah Islam, terdapat tiga paradigma hubungan agama dan negara:
a. Paradigma pertama menyatakan bahwa agama dan negara adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Negara memiliki peran politik dan agama, dengan dasar "Kedaulatan Ilahi" atau Divine Sovereignty karena kedaulatan berasal dari Tuhan. Tokoh-tokoh seperti Hasan Al-Banna, Sayyid Qutb, dan Abu La'la Al-Maududi menganut pandangan ini.
b. Kedua, agama dan negara memiliki hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi atau Simbiotik-Interpenden yaitu agama memerlukan negara karena dengan melalui negara agama dapat menjadi berkembang. Sebaliknya negara memerlukan agama karena dengan agama negara dapat menjadi berkembang dalam kerangka etika dan moral
c. Ketiga hubungan agama dan negara yang bersifat sekularistik yaitu menolak hubungan timbal balik antara agama dan negara atau antara agama dengan negara terpisah dalam hubungan apa pun. Dari ketiga paradigma tersebut terdapat perbedaan dan cara pandang dalam memahami realitas antara agama dan negara sehingga mempengaruhi keberlangsungan jalannya sistem tata negara saat ini.
Hubungan antara agama dan negara didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama dan Pancasila tidak saling bertentangan, melainkan bekerja sama untuk menciptakan pemerintahan yang adil, bijaksana, dan sejahtera bagi masyarakat serta memberikan kebebasan bagi individu untuk mengejar kehidupan spiritual mereka. Negara juga memiliki tanggung jawab konstitusional dalam mengatur urusan agama dan kepercayaan, yang menghasilkan pluralisme dan toleransi dalam kehidupan berbangsa. Agama dan Pancasila bukanlah musuh, tetapi terkadang muncul konflik dan salah paham dalam kaitannya. Saat ini, fokusnya bukan pada negara sekuler atau negara Islam, melainkan pada negara yang mengakui Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
NPM : 2356031031
Kelas : Mandiri A
Dalam jurnal tersebut yang membahas tentang peran agama adalam lahirnya pancasila, Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Pancasila sebagai dasar negara
dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan globalisasi juga memiliki dampak yang tidak bisa dihindarkan, pembudayaan nilai-nilai Pancasila perlu diupayakan pada seluruh aspek kehidupan masyarakat. Ideologi Pancasila menjadi sumber
dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa. Radikalisme agama pada saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, munculnya berbagai alasan lahirnya tindakan kekerasan salah satunya dari aspek sosiologi. Berbagai analisa mengungkapkan bahwa radikalisme agama tumbuh dari politik global dunia Islam yang secara berkelanjutan menjadi objek adu domba. Di Indonesia kemunculan radikalisme muncul pasca orde baru yang berkaitan dengan politik demokrasi serta dampak kebijakan negara atas radikalisme.
NPM: 2316031006
Kelas: Reguler B
Jurnal tersebut menjelaskan bahwasnnya agama dan pancasila tidak dapat dipertentangkan satu sama lain karena agama dan pancasila sama-sama memiliki hubungan mutualisme. Sebuah studi juga menyebutkan hubungan Pancasila dan agama adalah hubungan yang saling membutuhkan, dimana agama memberikan peningkatan moral bangsa dengan Pancasila yang menjamin kehidupan beragama dapat berlangsung dengan nyaman, tentram dan damai.
Npm : 2316031051
Kelas : Reg A
Jurnal ini membahas mengenai seperti apa hubungan yang terjadi antara agama dan Pancasila, dan menjelaskan bahwa kedua nya itu saling melengkapi satu sama lain.
pancasila bisa digambarkan seperti rumah dan agama bisa digambarkan dengan pondasi nya. , agama membutuhkan negara dalam hal merealisasikan nilai-nilai agama pada kehidupan bermasyarakat, dan untuk negara sendiri membutuhkan agama agar pada proses pelaksanaan ketatanegaraan itu bersifat bersih dan menyejahterakan rakyat. Pancasila sendiri itu tercipta berasal dari bersatunya seluruh ras, suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda.
NPM : 2316031012
Kelas : Reguler B
ANALISIS SEJARAH DAN PERAN AGAMA DALAM LAHIRNYA PANCASILA
Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang dihasilkan melalui sejarah bangsa Indonesia dan tidak terlepas dari arus globalisasi pada sat ini. Dalam hal itulah agama sangat berperan penting dalam menyikapi perubahan globalisasi tersebut dalam menjalankan tatanan negara yang baik. Oleh karena itu, agama dan negara tidak dapat dibentur dalam konteks apapun karena agama dan negara memiliki hubungan mutualisme.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama, agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Pancasila Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia. Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable, falsifiable, refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya fungi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa, dan bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan.
NPM: 2316031041
Kelas: Regular A
Analisis Sejarah dan Peran Agama Dalam Lahirnya Pancasila
Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia. Ideologi Pancasila dikenal sebagai ideologi terbuka yang mampu mengikuti arus perkembangan zaman, dinamis dan pemikiran terbuka sehingga penerapan Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat terus berjalan. Dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa.
Hubungan agama dengan negara dinilai sangat crat dan saling berhubungan dalam berbagai aspek. Berbagai kalangan cendekiawan, ilmuan dan agamawan di Indonesia menyepakati bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari tuhan dan berfungsi sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk, dengan fungsi seperti ini tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian kepada penganutnya. Mengkaji tentang pola hubungan antara Agama dan Negara pada faktanya terjadi dalam sejarah yang panjang dan menjadi perbincangan yang serius sejak abad pertengahan hingga saat ini, dalam khazanah politik dan ketatanegaraan Islam atau Figh Siyasah ada tiga paradigma tentang hubungan agama dan negara.
Nom: 2316031022
Jurnal tersebut menjelaskan Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.
Agama dan Pancasila membutuhkan satu sama lauin,hubungan agama dengan pancasila dinilai sangat erat dalam berbagai aspek.
NPM : 2316031068
kelas : REG B
Dalam jurnal kali ini membahas tentang hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahimya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Dalam jurnal ini juga membantah anggapan bahwa agama adalah musuh Pancasila karena agama dan Pancasila seharusnya hidup berdampingan. Pancasila sebagai dasar negara juga bisa membuat para generasi penerus tidak mengikuti hal yang kebarat baratan. Intinya, Pancasila tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila sudah disepakati oleh para para tokoh dahulu dari latar belakang yang berbeda beda.
Npm: 2316031056
Jurnal ini membahas tentang keterkaitan antara agama dengan negara yang berideologi Pancasila.
Menurut saya Pancasila merupakan ideologi atau dasar negara Indonesia yang di ciptakan melalui sejarah dan perjuangan bangsa Indonesia. Akan tetapi perkembangan zaman akan selalu terjadi tidak bisa di pungkiri negara Indonesia merupakan negara yang banyak terdampak oleh perkembangan zaman disinilah nilai ke agamaan sangat berperan penting dalam menyikapi perkembangan zaman yang terjadi.
Walaupun begitu agama dan nilai negara tidak dapat di bentrok an karena semua nya memiliki perannya masing - masing dan berkerja sebagai simbiosis mutualisme.
NPM:23160311067
Jurnal tersebut membahas tentang relasi antara agama dan pancasila,jurnal tersebut membahas tentang relasi antara pancasila dan agama,agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apapun karena agama agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan
Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun dan pada hakikatnya Pancasila akan berjalan dengan keinginan para pendiri bangsa dan menciptakan keharmonisan antar masyarakat indonesia karena untuk hal itulah pancasila dilahirkan
NPM : 2316031057
Kelas : Reguler A
Jurnal tersebut membahas mengenai hubungan yang terjadi antara agama dan Pancasila, dan menegaskan bahwa keduanya bukan merupakan hal yang bertentangan dan bahwasannya justru keduanya saling bersangkutan. Sehingga tidak perlu muncul konflik agama dan mengganggu keutuhan nasional. Dan dengan negara atau Pancasila pun agama akan berkembang dengan etika dan moral yang ada di dalamnya. Keduanya merupakan hal penting dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.
npm: 2356031007
Dalam jurnal ini membahas tentang hubungan sejarah dan peran agama. kedua nya saling melengkapi satu sama lain. pancasila bisa digambarkan seperti rumah dan agama bisa digambarkan dengan pondasi nya.jurnal ini juga membantah anggapan bahwa agama adalah musuh Pancasila karena agama dan Pancasila seharusnya hidup berdampingan Pancasila tidak bertentangan dengan apapun,sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia,secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable,falsifiable,refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat indonesia. Pancasila juga sudah disepakati oleh para tokoh-tokoh pendahulu dari latar belakang yang berbeda beda.
NPM: 2316031032
Menurut analisa saya terhadap jurnal diatas, bisa disimpulkan seperti berikut:
Dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang. Tidak sepatutnya seorang, kelompok atau siapa pun itu yang mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila.
Dalam menjalankan sistem hukum dan ketatanegaraan di Indonesia, Ideologi Perkembangan globalisasi juga memiliki dampak yang tidak bisa dihindarkan, pembudayaan nilai-nilai Pancasila perlu diupayakan pada seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan pandangan hidup yang merupakan hasil pemikiran beberapa tokoh besar perjuangan serta bentuk kelapangan hati tokoh muslim dalam menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila juga merupakan sumber hukum dan tatanan kehidupan bangsa yang selalu ditanamkan kepada seluruh masyarakat agar dapat dijalankan dan sesuai dengan yang dicita-citakan pendiri bangsa. Pancasila yang menggandeng konsep ideologi terbuka serta memiliki nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis yang harus mampu mengikuti perkembangan zaman . Nilai Praktis yaitu penjabaran dari nilai-nilai instrumental yang bersifat konkret dalam kehidupan. Pancasila sering terbentur oleh individuindividu dan kelompok-kelompok yang sering mengadu Pancasila dan agama.
NPM: 2316031049
Jurnal ini membahas mengenai apa hubungan yang terjadi antara Agama, Negara dan Pancasila.
Untuk itu peran Agama dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat. hubungan Pancasila dan agama adalah hubungan yang saling membutuhkan, di mana agama memberikan peningkatan moral bangsa dengan Pancasila yang menjamin kehidupan beragama dapat berlangsung dengan nyaman, tenteram dan damai. hubungan agama dan negara dalam negara Pancasila saling terkait di mana posisi negara aktif dan dinamis membimbing, menyokong, memelihara, dan mengembangkan agama dan kepercayaan yang ada. Negara menjamin kebebasan beragama
NPM : 2316031018
Kelas : REG B
Jurnal ini membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang. Tidak sepatutnya siapa pun itu mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila, karena agama telah dijamin dalam Undang-Undang 1945 dan dalam sila pertama. Sebaliknya dengan adanya agama hidup berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan harmonis dan dengan saling menghormati antar umat beragama.
NPM: 2316031043
Kelas: Reguler A
Jurnal tersebut membahas tentang hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun karena Agama dan Negara saling berhubungan. Agama dan Negara memiliki hubungan mutualisme dimana Agama membutuhkan Negara dan Negara membutuhkan Agama. Tidak sepatutnya seorang, kelompok atau siapa pun itu yang mengatakan bahwa agama adalah
musuh Pancasila. Karena dengan adanya agama hidup berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan harmonis.
npm: 2356031043
Dalam jurnal ini membahas hubungan agama dan pancasila bukan merupakan hal yang bertentangan melainkan kedua hal yang saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara untuk merealisasikan nilai nilai agama dan negara membutuhkan agama untuk menyejahterakan rakyat.
NPM: 2316031027
Kelas: Reguler A
Jurnal tersebut membahas Hubungan dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun. Dari jurnal ini dapat dipastikan bahwa Agama dan Pancasila tidaklah bermusuhan, bahkan keduanya disatukan atas kesadaran yang menimbulkan keuntungan, agama membutuhkan negara sebagai bentuk realisasi kehidupan dalam pengelolaan negara yang adil, bijaksana dan dapat menyejahterakan masyarakat serta memberikan keleluasaan bagi individu-individu untuk merealisasikan spiritualnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Negara membutuhkan agama dan secara konstitusi mengurusi agama dan kepercayaan sehingga muncul pluralisme dan toleransi dalam menjalankan kehidupan bernegara.
NPM : 2356031015
Kelas : Mandiri A
Jurnal ini membahas tentang sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai ideologi bangsa berbeda dengan sistem yang dianut oleh kapitalis- liberal dan sosial-komunis, Pancasila mengakui melindungi hak individu hingga hak masyarakat pada semua aspek kehidupan.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama. Hubungan ini senantiasa menghadirkan sebuah konsekuensi hukum di Indonesia yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa. sehingga negara berhak mengurusi agama dan kepercayaan (Shaleh & Wisnaeni, 2019).
Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda (Manggalatung, 2017). Akan tetapi pada belakangan ini Pancasila sering dibenturkan dengan berbagai persoalan salah satunya agama. Pernyataan yang dikeluarkan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai “Agama Adalah Musuh Pancasila” dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut. Pada tulisan ini peneliti akan mengkaji mengenai “Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dengan Negara dan Islam dan Negara” sehingga tidak ada lagi pergesekan secara subjek dan objek dalam penyelenggaraan agama dan negara. Menurut (Widisuseno, 2015) Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable, falsifiable, refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.
Radikalisme agama pada saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, munculnya berbagai alasan lahirnya tindakan kekerasan salah satunya dari aspek sosiologi.
Penulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode sejarah yang terdiri dari beberapa langkah yaitu, pertama mengumpulkan materi yang berkaitan dengan lahirnya ideologi Pancasila serta jalan terbentuknya ideologi Pancasila. Pengumpulan materi dilakukan dengan mengakses jurnal serta buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Materi yang didapatkan selanjutnya diseleksi dan dianalisis serta dirangkai dan disusun menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan dan sesuai dengan pembahasan penelitian.
Tahap akhir dalam penulisan yaitu historiografi, berupa hasil analisis yang telah dilakukan disusun secara sistematis dan kronologis dalam tulisan yang bersifat deskriptif kualitatif.
Sejak awal sebelum terbentuknya bangsa Indonesia, para tokoh bangsa selalu disibukkan bagaimana cara untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang sangat beragam dari suku, ras, agama dan golongan. Hingga terjadinya adu argumen antar tokoh pendiri bangsa guna mencari jalan terbaik yang digunakan untuk menjadi landasan dan pedoman untuk menyatukan masyarakat Indonesia. Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan pandangan hidup yang merupakan hasil pemikiran beberapa tokoh besar perjuangan serta bentuk kelapangan hati tokoh muslim dalam menerima Pancasila sebagai ideologi negara.
Npm : 2356031023
Kelas : Mandiri A
Dalam jurnal ini membahas tentang hubungan sejarah dan peran agama. Agama membutuhkan negara untuk merealisasikan nilai nilai agama dan negara membutuhkan agama untuk menyejahterakan rakyat. kedua nya saling melengkapi satu sama lain. Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable,falsifiable,refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat indonesia. Pancasila juga sudah disepakati oleh para tokoh-tokoh pendahulu dari latar belakang yang berbeda beda.
NPM: 2316031059
Prodi: Ilmu Komunikasi
Kelas: Regular A
Jurnal tersebut membahas tentang Sejarah Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dan Negara, serta Islam dan Negara. Seperti yang ditulis dalam jurnal tersebut, "Agama bukanlah musuh Pancasila, dan Pancasila bukanlah musuh agama," yang berarti Pancasila tidak bertentangan dengan agama, dan tidak digunakan untuk menggantikan kedudukan agama.
NPM: 2316031021
Kelas: Reguler A
Jurnal ini membahas mengenai hubungan antara agama dan Pancasila. Dalam jurnal ini menegaskan bahwa kedua hal tersebut bukan hal yang saling bertentangan melainkan saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai keagamaan dan negara membutuhkn agama untuk kesejahteraannya. Tidak sepatutnya mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila, karena dua hal ini berjalan berdampingan.
NPM : 2316031060
KELAS : REGULER B
Jurnal ini membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.Radikalisme Agama : Radikalisme agama pada saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, munculnya berbagai alasan lahirnya tindakan kekerasan salah satunya dari aspek sosiologi.
Jurnal tersebut mengusulkan agar agama dan Pancasila dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan mengakui pentingnya agama dalam membimbing individu dan masyarakat, sekaligus memajukan masyarakat sekuler dan pluralistik. Hal ini mengisyaratkan bahwa keberadaan bernegara dan kehidupan bernegara memungkinkan agama berjalan secara harmonis, karena agama tidak dipandang sebagai ancaman terhadap Pancasila.
NPM : 2316031008
Kelas : Reguler B
Menurut hasil analisis saya, bahwasannya jurnal ini membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan pandangan hidup yang merupakan hasil pemikiran beberapa tokoh besar perjuangan serta bentuk kelapangan hati tokoh muslim dalam menerima Pancasila sebagai ideologi negara. Pancasila juga merupakan sumber hukum dan tatanan kehidupan bangsa yang selalu ditanamkan kepada seluruh masyarakat. Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan. Dinamika dalam menerapkan nilai Pancasila sering terbentur oleh individu dengan individu dan kelompok dengan kelompok yang sering mengadu domba Pancasila dan agama. Permasalahan yang sering terjadi pergesekan sosial, kerusuhan, kecemburuan sosial serta ketimpangan ekonomi sering disandingkan dengan agama dan dibenturkan dengan Pancasila. Sejatinya hubungan Pancasila dan agama sangat harmonis, yaitu terjadinya hubungan mutualisme yang saling menguntungkan keduanya. Pancasila membutuhkan agama dalam menjalankan kehidupan bernegara agar terciptanya kehidupan negara yang bermartabat dan mengutamakan kepentingan masyarakat dan juga agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama agar masyarakat dapat menjalankan kewajibannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kelas : Reguler A
NPM : 2316031001
Menurut analisis dari saya, jurnal tersebut membahas tentang hubungan sejarah dan peran agama dalam lahirnya pancasila serta dibuktikan bahwa hubungan keduanya saling berkaitan yaitu, agama membutuhkan negara dalam hal merealisasikan nilai-nilai agama pada kehidupan bermasyarakat serta untuk negara membutuhkan agama agar pada proses pelaksanaan ketatanegaraan itu lurus dan tidak menyesatkan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa antara agama dan pancasila bukan merupakan dua hal yang saling bertentangan serta keduanya memiliki peran penting dalam menjalankan kehidupan berbangsa juga bernegara.
Pancasila tercipta dari bersatunya seluruh ras, suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda. Pancasila menjadikan pedoman dalam mempersatukan bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke.
NPM : 2316031040
Kelas : Reguler B
Jurnal tersebut membahas tentang hubungan antara sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak dapat dibenturkan dalam konteks apa pun, karena keduanya saling berhubungan. Agama dan Negara memiliki hubungan mutualisme dimana Agama membutuhkan Negara dan Negara membutuhkan Agama. Tidak seharusnya seorang, kelompok atau siapa pun itu yang mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila. Karena dengan adanya agama hidup berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan harmonis.
NPM : 2316031031
Kelas : Reguler A
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Pancasila sebagai dasar negara harus tetap relevan dalam era globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kita perlu berusaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek kehidupan masyarakat, mengingat dampak yang tidak dapat dihindari dari globalisasi. Demokrasi Pancasila, yang berakar dalam nilai-nilai masyarakat Indonesia, adalah jalan tengah yang bijaksana dan dapat menjadi alternatif pemersatu bangsa. Nilai-nilai Pancasila berasal dari kebudayaan Indonesia dan memiliki kaitan erat dengan agama. Ini menghasilkan konsekuensi hukum yang mengizinkan negara untuk mengatur urusan agama dan kepercayaan dengan berlandaskan pada ketuhanan yang maha esa. Agama dianggap sebagai panduan dari Tuhan untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian penganutnya, dan hubungan ini sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan Indonesia.
NPM : 2316031050
Kelas : Reguler A
Jurnal tersebut membahas tentang sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila. Agama dan negara memiliki kesinambungan yang erat satu sama lain, agama membutuhkan negara dalam implementasi nilai-nilainya, sementara negara perlu berlandaskan agama demi menjalankan pemerintahan yang adil dan mampu mensejahterakan rakyatnya. Dalam persoalan kenegaraan seperti perumusan dasar negara, tokoh-tokohnya agama pun turut memiliki peran besar didalamnya, agama juga telah diatur dalam hukum negara dan tertuang pada sila pertama Pancasila yang dijadikan pedoman dalam hidup berbangsa dan bernegara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama bukanlah musuh Pancasila dan begitupun sebaliknya.
NPM : 2316031039
Kelas : Reguler A
Sejak awal sebelum terbentuknya bangsa Indonesia, para tokoh bangsa selalu disibukkan bagaimana cara untuk menyatukan masyarakat Indonesia yang sangat beragam dari suku, ras, agama dan golongan. Hingga terjadinya adu argumen antar tokoh pendiri bangsa guna mencari jalan terbaik yang digunakan untuk menjadi landasan dan pedoman untuk menyatukan masyarakat Indonesia.
Jurnal ini meneliti mengenai peran agama terhadap lahirnya Pancasila. Pada dasarnya Undang-Undang Dasar
1945 tidak memisahkan hubungan antara agama dan negara, pernyataan ini bisa dilihat dalam sila pertama Pancasila dan Bab XI Undang Undang Dasar 1945 tentang Agama. Hubungan agama
dengan negara dinilai sangat erat dan saling berhubungan
dalam berbagai aspek. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan.Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang dihasilkan melalui sejarah bangsa Indonesia dan tidak terlepas dari arus globalisasi pada saat ini. Dalam hal itulah agama sangat berperan penting dalam menyikapi perubahan globalisasi tersebut. Jadi menurut analisa saya bahwasanya pancasila dan agama dua hal yang berkesinambungan dan merupakan landasan pentibg untuk menjaga persatuan NKRI
Re: Forum Analis Jurnal
Npm:2316031044
kelas:reg B
matkul:pendidikan pancasila
Forum analisis jurnal
Dari apa yang saya baca saya bisa simpulkan bahwa jurnal tersebut membahas tentang hubungan yang terjadi antara agama dan pancasila yang menjelaskan bahwa keduanya bukanlah hal yang bertolak belakang melainkan keduanya saling melengkapi.
Terbukti bahwa hubungan keduanya saling melengkapi baik agama dan negara sama sama berkaitan yakni, agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat dan begitu sebaliknya negara juga membutuhkan agama agar proses ketatanegaraan dapat menyejahterakan rakyat.
Kesimpulannya dari jurnal tersebut mengusulkan agar agama dan pancasila dapat hidup berdampingan secara harmonis, pentingnya agama dalam membimbing orang lain dalam masyarakat agar masyarakat bisa maju, hal ini memberitahu bahwa keberadaan negara dan kehidupan bernegara membuat agama berjalan dengan harmonis karena agama tidak di jadikan pandangan sebagai ancaman pancasila.
NPM : 2316031030
Kelas : Reguler B
Jurnal ini membahas mengenai hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apapun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme tau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nihai - nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara
sekalipun. Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh islam dalam pembentukan pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang. Tidak sepatutnya seorang, kelompok, atau siapapun itu yang mengatakan bahwa agama adalah musuh pancasila.
NPM: 2316031005
Prodi: Ilmu Komunikasi
Kelas: Reguler A
Jurnal yang diatas dengan berjudul “Agama musuh pansasila? Studi sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila” saya dapat menganalisis bahwa Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama, hubungan ini senantiasa menghadirkan sebuah konsekuensi hukum di Indonesia yang berlandasan dengan bunyi sila ke satu yaitu “ketuhanan yang maha esa”, sehingga negara berhak mengurusi agama dan kepercayaan. berpendapat bahwa Pancasila mempunyai hubungan yang erat dengan agama, yang merupakan akibat hukum di Indonesia yang dikaitkan dengan tujuan mulia, yaitu diperbolehkannya negara mengatur agama dan kekuasaan. Namun pasal tersebut juga menyebutkan perlunya agama dan konstitusi untuk mengatur agama dan otoritas, mendorong pluralisme dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari negara. Pasal tersebut menyimpulkan bahwa negara harus secara aktif melibatkan semua individu, memastikan hak-hak mereka dihormati dan selaras dengan Bineka Tunggal Ika.
NPM: 2316031033
Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan mutualisme atau saling menguntungkan. Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama yang ada dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.
Jadi agama dan negara bukanlah hubungan yang saling bertentangan tetapi saling melengkapi satu sama lain
NPM: 2316031045
Kelas: Reguler A
Pada jurnal yang terlampir dan berdasarkan analisis saya pada jurnal tersebut, jurnal tersebut membahas bagaimana hubungan agama dan juga lahirnya Pancasila sebagai ideologi yang dianut oleh Bangsa Indonesia. Baik agama maupun negara saling menguntungkan sehingga agama memerlukan negara untuk mewujudkan nilai-nilai agama dan juga negara membutuhkan agama untuk membuat sistem pemerintahan yang baik. Agama tentu saja berperan besar pada lahirnya Pancasila jadi tidak seharusnya siapapun itu mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila, dengan adanya agama maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan terasa harmonis.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama. Hubungan ini konsekuensi hukum di Indonesia yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa sehingga negara berhak mengurusi agama dan kepercayaan. Sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda . Akan tetapi pada belakangan ini Pancasila sering dibenturkan dengan berbagai persoalan salah satunya agama.
Indonesia menyepakati bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari tuhan dan berfungsi sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk, dengan fungsi seperti ini tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian kepada penganutnya.
NPM : 2316031066
Kelas : Reguler B
Dalam jurnal tersebut berisi tentang bantahan dan bukti bahwa agama bukan musuh Pancasila. Dijelaskan bahwa agama dan negara tidak dapat dibenturkan. Adanya pertentangan antara agama dan negara sebenarnya diciptakan oleh individu-individu atau oleh kelompok-kelompok itu sendiri. Permasalahan-permasalahan atau kerusuhan-kerusuhan yang terjadi sering dikaitkan dengan agama dan dibenturkan dengan Pancasila, padahal sebenarnya agama dan negara selalu beriringan dan berhubungan dalam kehidupan sehari-hari. Sejatinya hubungan agama dan Pancasila sangat harmonis karena saling membutuhkan satu sama lain. Sebuah negara memerlukan agama agar terciptanya masyarkat yang bermoral, adil dan peduli sesama dan agama juga membutuhkan negara agar dapat merealisasikan nilai-nilai dari agama itu sendiri serta agar masyarakat dapat menjalankan kewajibannya untuk taat kepada Tuhan YME.
NPM : 2316031042
Kelas : Reguler B
Tidak sepatutnya seorang, kelompok atau siapapun yang mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila. Sebaliknya dengan adanya agama hidup berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan harmonis. Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama hubungan ini senantiasa menghadirkan sebuah konsekuensi hukum di Indonesia yang berlandaskan keutuhan yang maha esa sehingga negara berhak mengurusi agama dan kepercayaan. Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa. Akan tetapi Pancasila sebagai ideologi terbuka mampu menyesuaikan perkembangan zaman yang terus berubah.
NPM: 2316031034
Kelas: Reg B
Agama dan Negara tidak bisa dibenturkan dalam konteks apa pun, agama dan negara memiliki hubungan yang mutualisme atau saling menguntungkan.
Agama membutuhkan negara dalam merealisasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama dalam menjalankan pemerintahan yang adil, bersih dan menyejahterakan rakyat serta dalam mengelola negara sekalipun.
Selanjutnya dalam perumusan ideologi bangsa, agama memiliki peran yang besar dalam lahirnya Pancasila, kelapangan hati beberapa tokoh Islam dalam pembentukan Pancasila serta menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.
Furthermore, in the formulation of the ideology of the nation, religion has a major role in the birth of Pancasila, the hearts of some Islamic figures in the formation of Pancasila and the erasing of the seven words in the Jakarta Charter is a form of maturity of attitudes in uniting the Indonesian people from various backgrounds.
Pancasila sebagai dasar negara dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa.
Pancasila memiliki hubungan yang erat dengan agama.
Pernyataan yang dikeluarkan ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai "Agama Adalah Musuh Pancasila" dengan alasan kekerasan di republik ini selalu mengatasnamakan agama membuat publik heboh, walaupun adanya keterangan klarifikasi yang dikeluarkan oleh BPIP tidak menyurutkan publik untuk selalu bertanya-tanya mengenai pernyataan awal terebut.
Pada tulisan ini peneliti akan mengkaji mengenai "Sejarah dan Peran Agama dalam Lahirnya Pancasila, Hubungan Agama dengan Negara dan Islam dan Negara" sehingga tidak ada lagi pergesekan secara subjek dan objek dalam penyelenggaraan agama dan negara.
TINJAUAN PUSTAKA Pancasila Ideologi Pancasila menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia (Sutrisno, 2016).
Menurut (Widisuseno, 2015) Pancasila sebagai ideologi negara secara filosofis memiliki akar yang tumbuh dalam masyarakat Indonesia sebelum berdirinya bangsa dan negara Indonesia, secara epistemologi Pancasila terbukti memiliki nilai kebenaran yang testable, falsifiable, refutable sehingga bisa menyatukan keberagaman masyarakat bangsa Indonesia.
Pada hakikatnya fungsi Pancasila tidak berubah dalam artian tetap sebagaimana yang dirancang oleh pendiri bangsa sebagai pedoman, ideologi dan dasar bangsa.
Bagi Indonesia Pancasila merupakan imperatif bukan alternatif, Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan (Mulyono, 2016).
NPM : 2316031037
Kelas : Reguler A
Jurnal tersebut membahas mengenai bagaimanakah hubungan yang terjadi antara agama dan Pancasila, serta menegaskan bahwa keduanya bukan merupakan hal yang bertentangan dan bahwasannya justru keduanya saling melengkapi.
Agama membutuhkan negara untuk mewujudkan nilai-nilai agama dalam kehidupan dan negara membutuhkan agama untuk menyelenggarakan pemerintahan yang adil, bersih, sejahtera bagi rakyat bahkan menyelenggarakan negara. Selanjutnya dalam pembentukan ideologi nasional, agama mempunyai peranan penting dalam lahirnya Pancasila.
Terdapat tiga aspek sosiologi dalam gerakan sosial keagamaan yaitu, orientasi politik, orientasi agama dan orientasi kultural rakyat Indonesia. Pancasila berguna untuk mempersatukan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia dari suku, agama, ras, budaya dan golongan.
NPM : 2316031046
Kelas : Reguler B
Dari apa yang saya baca jurnal tersebut membahas mengenai agama, ideologi, Pancasila, negara yang saling berkesinambungan.
-Pancasila sebagai dasar negara
dijadikan untuk tidak terlepas dari arus globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dann teknologi. Perkembangan globalisasi juga memiliki dampak yang tidak bisa dihindarkan,pembudayaan nilai-nilai Pancasila perlu diupayakan pada seluruh aspek kehidupan masyarakat (Asmaroini, 2017). Demokrasi Pancasila timbul dari nilai-nilai masyarakat asli Indonesia yang melekat padanya, selain itu demokrasi Pancasila merupakan jalan tengah yang harus disikapi dengan bijak karena merupakan alternatif pemersatu bangsa (NR Yunus, 2016).
Dalam pembentukan Pancasila serta penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta merupakan bentuk kedewasaan sikap dalam menyatukan rakyat Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.Tidak sepatutnya seorang, kelompok atau siapa pun itu yang mengatakan bahwa agama adalah musuh Pancasila.
Dapat disimpulkan dalam jurnal tersebut si pembuat ingin mengemukakan bahwa ada hubungan kesinambungan antara lahirnya Pancasila yang juga berkaitan dengan agama.
NPM : 2316031065
Kelas : Reguler A
Pancasila sebagai ideologi bangsa berbeda dengan sistem yang dianut oleh kapitalisme liberal dan sosial-komunis, Pancasila
sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila mengakui melindungi hak individu hingga hak masyarakat pada semua aspek kehidupan. Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan apapun, Pancasila telah disepakati bersama oleh pendiri bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda. Saat ini radikalisme agama sedang marak terjadi di Indonesia, munculnya berbagai alasan lahirnya tindakan kekerasan salah satunya dari aspek sosiologi. Hubungan agama dengan negara dinilai sangat erat dan saling berhubungan dalam berbagai aspek. Berbagai kalangan cendekiawan, ilmuan dan agamawan di Indonesia menyepakati bahwa agama memberikan pedoman yang berasal dari tuhan dan berfungsi sebagai pembimbing dan pemberi petunjuk, dengan fungsi seperti ini tujuan pokok agama adalah keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian kepada penganutnya pemahaman terhadap pola hubungan agama dan negara dengan pendekatan Islam pada dasarnya tidak untuk mendirikan negara agama atau negara Islam, akan tetapi untuk mengisi ruang-ruang agama yang lebih fungsional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama bukanlah musuh Pancasila, dan Pancasila bukanlah musuh agama, seringnya terjadi pergesekan dan kesalahpahaman serta mengadu agama dan negara menjadi permasalahan bangsa Indonesia. Pada saat ini, mendefinisikan bukan negara sekuler dan negara Islam, melainkan negara ber-tuhan dan dijamin oleh konstitusi. Negara ber-Tuhan yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kelas:Reguler B
NPM:2316031026
Jurnal tersebut membahas tentang mengenai hubungan anatara agama dan pancasila dan menegaskan bahwa keduanya merupakan hal yang sangat bertentangan namun justru keduanya saling melengkapi
Agama dan negara memeiliki satu kesatuan yang saling membutuhkan karena dengan agama di bentuk didalam suatu negara dan negara mustahil jika tidak ada agama keduanya saling menguntukan untuk membentuk satu kesatuan bangsa dan negara.agama bisa menuntun agar negara teratur dan terarah,sedangkan negara bisa lebih aman dan damai jika negara memeiliki agama.
Pancasila sendiri memiliki arti yaitu sebagai dasar negara yang dijadikansebagai falsafah negara.
Jadi kesimpulannya adalah hubungan antara agama,dan pancasila memiliki keterkaitan yanhg sangat menguntuk salah satunya agama yng mengatur berjalannya suatu norma yang menyangkut agama/kerohanian dan pancasila yang mengatur suatu tatanan bangsa dan negara sebagai pedoaman hidup sehari-hari.
NPM : 2316031009
Kelas : Reguler A
Jurnal tersebut membahas tentang hubungan, sejarah dan peran agama dalam lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang menjadi sumber dalam ketatanegaraan yang dijadikan dalam membangun negara Indonesia, Pancasila menjadi peran penting dalam sistem hukum dan konstitusi Indonesia.
Berdasarkan analisis saya mengenai ideologi negara diputuskan dengan memilih Pancasila yang menekankan interkoneksi interaksi agama dengan negara, memberikan bimbingan dari Tuhan. Tujuan utama agama adalah keselamatan, kesejahteraan, dan perdamaian bagi para pengikutnya. Pendekatan Islam untuk memahami hubungan agama dan negara bertujuan untuk mengisi ruang agama fungsional dalam kehidupan bangsa dan negara, bukannya membangun negara agama. Indonesia memiliki struktur sosial dan politik yang menyeimbangkan agama dan negara, mencegah konflik agama dan mempertahankan integritas bangsa. Namun, perspektif sekuler elit politik dan pemerintah telah mengganggu kehidupan orang-orang. Hubungan antara negara dan agama sejati didasarkan pada dewa tertinggi, yang memungkinkan pluralitas hukum dalam menjalani eksistensi politik, hukum, dan sosial yang harmonis. Pendekatan ini memastikan keseimbangan harmonis antara agama dan negara, mempromosikan masyarakat yang harmonis.