Mahasiswa silahkan diskusikan terkait hal-hal penting peran guru dalam pencapaian standar proses.
Assalamualaikum, wr.wb selamat pagi salam sejahtera bagi kita semua, sebelumnya saya Joko Sutrisno NPM 1813033013 selaku moderator akan memandu jalannya diskusi pada kesempatan kali ini, materi yang akan didiskusikan yaitu Peran Guru Dalam Pencapaian Proses Pendidikan
Waalaikumsalam, wr wb. Baik moderator
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, baik moderator
Waalaikumsalam, baik moderator
Waalaikumsalam baik moderator
Waaalaikumsalam wr wb, baik moderator
waalaikumsalam wr.wb Baik Moderator
waalaikumaalam, selamat pagi juga moderator
Waalaikumsalam, baik moderator
Waalaikumsalam baik moderator
waalaikumsalam wr wb. Baik moderator
Sedikit pemaparan materi akan disampaikan oleh anggota kelompok yaitu Lidia dan Novita Trisna, dipersilahkan
Terimakasih perwakilan kelompok atas penjelasan materi nya, baiklah menjuju sesi selanjutnya yaitu sesi tanya jawab, dibuka 3 penanya yang mau mengajukan pertanyaan dipersilahkan
Izin bertanya moderator
izin bertanya moderator
Saya Ida Ayu Komang 1813033045 izin bertanya...
Dalam prakteknya masih ada guru yang masih belum memahami serta melengkapi tiga hal yang diatur dalam PERMENDIKNAS No 19 tahun 2005. Apa yang menyebabkan kan para guru belum memahami hal tersebut?
sekian, terimakasih..
Saya setuju dengan pendapat saudari novita trisnawati, dimana penyebab dari belum terpenuhi nya PERMENDIKNAS tersebut yaitu kurangnya sosialiasi dari pemerintah untuk guru-guru. Selain itu penyebab lainnya yaitu Intake (kualitas input) dari calon guru dan kualitas dari LPTK penghasil guru sehingga mengakibatkan guru kurang berpengalaman dalam pekerjaannya, rendahnya komitmen profesional guru dan etos kerjanya.
Baiklah saya Erika Sukma Lestari npm 1813033021 izin menanggapi pertanyaan saudari Ida Ayu Komang.
Sebelumnya perlu kita ketahui terlebih dahulu apa saja tiga hal yg diatur dalam PERMENDIKNAS No 19 tahun 2005, diantaranya:
1. pemahaman dalam perencanaan program pendidikan yaitu menyangkut pemahaman dalam menjabarkan isi ke dalam bentuk silabus yang dapat dijadikan dalam pembelajaran.
Biasanya kendala yang dialami oleh guru adalah mainset dalam dirinya yang menganggap bahwa tujuan pengajaran adalah sebatas menyampaikan materi, padahal seharusnya menjadi seorang guru profesional harus bisa menyampaikan materi dengan baik, memberikan pesan moral kepada peserta didik, dan menjamin keberhasilan peserta didik menangkap nilai-nilai yang terkandung dalam setiap pembelajaran, dan nyatanya belum semua guru mampu melakukan itu. Seharusnya sebagai seorang guru profesional harus mampu merancang program pembelajaran dan menjabarkannya kedalam silabus.
2. pemahaman dalam pengelolaan pembelajaran termasuk dalam desain dan implementasi strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan isi pendidikan. Masih banyak kita jumpai guru mata pelajaran khususnya pelajaran sejarah hanya menerapkan metode pengajaran ceramah. Sebuah cara lama yang masih dipertahankan dengan alasan tidak memiliki kemampuan membuat media pembelajaran. Padahal dalam strategi pembelajaran guru harus mencapai sebuah keberhasilan dimana guru memiliki kewajiban membuat metode cara dan desain pembelajaran yang menarik sehingga murid mendapatkan hak menerima pembelajaran dengan maksimal, sehingga tujuan pendidikan akan tercapai.
3. pemahaman tentang evaluasi, baik yang berhubungan dengan evaluasi proses maupun evaluasi hasil pembelajaran. Masih banyak guru yang memahami makna evaluasi dengan sebuah tes tertulis baik itu ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan lainnya. Padahal dalam melakukan evaluasi tidak hanya dilihat dari nilai yang didapat dalam mengerjakan soal tes. Kita sebagai calon guru muda harusnya memahami betul berbagai jenis evaluasi, dan membuat suatu perencanaan matang dalam melakukan evaluasi. Sehingga jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode yang kita terapkan kurang maksimal, kita bisa menyempurnakan kembali metode dan strategi pengajaran kita di sekolah.
Terimkasih
Baik moderator
Saya Ayu Fitri Anggraini 1813033049 izin bertanya
Bagaimanakah peran guru khususnya di indonesia sendiri apakah sudah berhasil mencapai standar prises pendidikan? Jelaskan dan berikan pembuktiannya.
Terimakasih
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pertanyaan saudari ayu. Menurut saya, peran guru di Indonesia masih dikatakan banyak yang belum berhasil mencapai standar proses pendidikan. Salah satunya dilihat dari guru yang menjadi pemeran utama standar proses dalam pembelajaran. Guru memiliki “beban” yang sangat berat dan dituntut untuk terus menerus meningkatkan kompetensi keilmuan dan kreativitasnya terkait dengan kehalian proses pembelajaran yang minimal meliputi, penyusan Silabus dan RPP, model dan strategi pembelajaran, dan aspek lain.
Namun realitasnya, kita masih mendapatkan Guru yang tingkat kompetensinya belum mumpuni. Misalnya, mereka lebih memilih copy-paste Silabus dan RPP dari pada menyusun sendiri satuan perangkat perencanaan pembelajarannya. Bila sudah begitu, jangan berharap mereka mampu memberikan proses pembelajaran baik di sekolah. Sebab, sangat jelas sekali bahwa mereka tidak “merencakan” proses pembelajaran tersebut dengan baik.
Pemerintah memang berupaya keras untuk meningkatkan kualitas mutu guru terkait kamampuannya dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Melalui progara sertifikasi guru, yang salah satunya menyaratkan seorang guru proa aktif dalam penyusan Silabus dan RPP.
Namun, praktek di lapangan mereka hanya copy-paste saja, untuk sekedar “memenuhi” persyaratan pengajuan sertifikasi tersebut. Padahal, silabus dan RPP merupakan tonggak utama sukses tidaknya sebuah proses pembelajaran. Dalam Silabus dan RPP itulah segala bentuk perencaan proses pembelajaran yang hendak dilakukan tersusun sehingga nantinya proses pembelajaran di kelas dapat terarah dengan baik, efektif dan efisien. Sekian dari saya, terimakasih.
terimakasih teman-teman atas jawabannya
Izin bertanya moderator
Karena sudah ada 3 penanya, maka sesi tanya jawab akan saya tutup, untuk audiens yang ingin menambahkan jawaban agar dipersiapkan nanti, baik beri waktu sedikit untuk kelompok kami mendiskusikan nya
Baik moderator
baik moderator
Baik saudara moderator
Pertanyaan saudari Ida Ayu akan dijawab oleh saudari Anita dan Novita Trisna, kepadanya dipersilahkan
Terimakasih saudari Novita Trisna dan Anita atas jawaban nya, untuk para audiens yang ingin menambahkan jawaban dipersilahkan
Baik moderator
Terimakasih saudari Erika dan Dhea atas tambahannya, selanjutnya pertanyaan dari saudari Ayu akan dijawab oleh saudari Lidia dan akan ditambahkan oleh saya sendiri
Nama saya Lidia Millinia NPM 1813033031 perwakilan kelompok 3, Akan menjawab pertanyaan Ayu Fitri mengenai bagaimanakah peran guru di Indonesia? Apakah sudah bergasil mencapai standar proses pendidikan.
Jawabannya ; Pendidikan diharapkan mampu membawa suatu perubahan yang lebih baik bagi siswa yang diajarkan oleh guru dalam perkembangan zaman saat ini. Sebagai seorang guru dituntut untuk bisa berlaku secara profesional dalam menjalankan tugas dengan mempertimbangkan lingkungan dalam proses pembelajaran. Secara umum telah ditentukan suatu standar proses pembelajaran yang baku, akan tetapi pentingnya juga para guru melihat situasi dan kondisi lingkungan di mana proses pembelajaran itu berlangsung. Terkadang guru hanya menjalankan tugas sesuai dengan SOP yang sudah ditentukan, tanpa melihat kemampuan siswa yang menerima materinya.
Perubahan dalam cara mengajar akan memperbaiki kualitas standar proses pembelajaran siswa ke arah yang lebih baik. Diharapkan guru dapat membantu siswa dalam memahami setiap materi yang diberikan, memberikan stimulus soal-soal yang bervariasi sesuai dengan kemampuan siswa, serta mengevaluasi perkembangan setiap materi yang diberikan. Konsep yang ditawarkan oleh pemerintah sudah baik, namun belum bisa diterapkan secara keseluruhan karena kondisi setiap daerah berbeda-beda. Apabila harus menggunakan teknologi itu akan merumitkan setiap siswa, karena bukan siswa yang belajar tetapi orang tuanya atau keluarga di rumah yang harus mencari.Hal pendidikan perlu menjadi perhatian pemerintah, apalagi pada tahapan sekolah dasar yang menjadi dasar utama anak-anak untuk berkembang. Jika salah dalam penerapan ilmu, maka akan merusak generasi ke depan nanti.
Dapat di simpulkan di Indonesia sendiri peran guru belum lah terwujud secara optimal sesuai dengan standar proses pendidikan yang ada, kendala nya sendiri pun beragam, ada yang terkendala dari guru yang kurang mampu mengikuti standar proses atau pun dari murid yang kurang mampu nemahami pelajarannya.
Sekian, terimakasih
Bagi Para audiens yang ingin menambahkan jawaban dari pertanyaan Ayu dipersilahkan
Terimakasih saudari Novi dan Dwi atas tambahannya, baiklah menuju pertanyaan terakhir dari saudari Amalia akan dijawab oleh saudari Siska, kepada nya dipersilahkan
Saya Novi Handayani, Npm 1813033009. Izin menanggapi pertanyaan saudari ayu. Menurut saya, peran guru di Indonesia masih dikatakan banyak yang belum berhasil mencapai standar proses pendidikan. Salah satunya dilihat dari guru yang menjadi pemeran utama standar proses dalam pembelajaran. Guru memiliki “beban” yang sangat berat dan dituntut untuk terus menerus meningkatkan kompetensi keilmuan dan kreativitasnya terkait dengan kehalian proses pembelajaran yang minimal meliputi, penyusan Silabus dan RPP, model dan strategi pembelajaran, dan aspek lain.
Namun realitasnya, kita masih mendapatkan Guru yang tingkat kompetensinya belum mumpuni. Misalnya, mereka lebih memilih copy-paste Silabus dan RPP dari pada menyusun sendiri satuan perangkat perencanaan pembelajarannya. Bila sudah begitu, jangan berharap mereka mampu memberikan proses pembelajaran baik di sekolah. Sebab, sangat jelas sekali bahwa mereka tidak “merencakan” proses pembelajaran tersebut dengan baik.
Pemerintah memang berupaya keras untuk meningkatkan kualitas mutu guru terkait kamampuannya dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Melalui progara sertifikasi guru, yang salah satunya menyaratkan seorang guru proa aktif dalam penyusan Silabus dan RPP.
Namun, praktek di lapangan mereka hanya copy-paste saja, untuk sekedar “memenuhi” persyaratan pengajuan sertifikasi tersebut. Padahal, silabus dan RPP merupakan tonggak utama sukses tidaknya sebuah proses pembelajaran. Dalam Silabus dan RPP itulah segala bentuk perencaan proses pembelajaran yang hendak dilakukan tersusun sehingga nantinya proses pembelajaran di kelas dapat terarah dengan baik, efektif dan efisien. Sekian dari saya, terimakasih.
Izin menanggapi, saya Christine Amellia Putri npm 1813033025 setuju dengan pernyataan saudari Novi Handayani. Benar sekali apa yang dikatakan oleh saudari Novi, bahwa realitanya masih banyak guru yang masih 'sembarangan' dalam membuat Silabus maupun RPP. Mereka yang seperti ini, hanya berpikir bagaimana cara 'menyelesaikan tugasnya sendiri' namun tidak berpikir bahwa apa yang mereka lakukan memiliki dampak yang besar bagi pihak lain, yaitu bagi siswa dan sekolah.
Terimakasih.
Baik moderator
Baik moderator
baik moderator
Waalaikumsalam, baik moderator
waalaikumsalam. baik moderator
waallaikummusalam, baik moderator
waalaikumussalam moderator
Saya Siska NPM 1813033007, perwakilan dari anggota kelompok, izin mejawab atas pertanyaan saudari Amalia Sari, maaf sebelumnya maksud kami adalah ketidakprofesional guru dalam upaya pencapaian standar proses pendidikan. Karena dalam hal ini diperlukannya sikap guru yang profesional dalam upaya pencapaian standar proses pendidikan sebagai pendukung terciptanya standar proses pembelajaran yang baik. Sehingga kemampuan yang harus dimiliki dan dikembangkan guru tidak sebatas menyampaikan materi melainkan mengembangkan 4 (empat) kompetensi yaitu kompetensi kepribadian, sosial, pedagogik dan profesional. Di mana dari kompetensi yang dikembangkan ini guru menjadi mampu dalam menyiapkan pembelajaran yaitu: (1) mencerminkan nilai kepribadian (2) menguasai peran guru dan mengembangkan kompetensi keahlian (3) mampu memahami dan mengembangkan perangkat pembelajaran (4) mampu menyusun dan melaksanakan program pembelajaran (5) mampu menilai proses dan hasil pembelajaran; (6) menyusun administrasi (7) menggunakan berbagai metode sesuai karakteristik peserta didik (8) mengkaitkan pembelajaran terhadap masyarakat, industri, dan perguruan tinggi serta penyesuaian terhadap perkembangan teknologi, (9) melaksanakan penelitian tindakan kelas dan (10) mempublikasi hasil penelitian. Sekian yang dapat saya sampaikan terimakasih.
Terimakasih siska, bagi para audiens yang ingin menambahkan silahkan
Terimakasih pastisipasi dari para audiens baiklah saya akan mencoba menyimpulkan diskusi pada hari ini
Terimakasih moderator atas kesimpulannya
Terimakasih moderator
Demikian presentasi pada kesempatan hari ini dan terimakasih kepada para audiens, yang sudah berpartisipasi, kami dari kelompok 3 jika ada kesalahan mohon maaff, semoga diakusi kali ini dapat bermanfaat, tetap semangat belajar dan jaga kesehatan semoga pandemi covid 19 segera berlalu, Terima kasih, saya akhiri dengan ucapan wassalamu'alaikum wr.wb
Waalaikumsalam, baik moderator, terimakasih moderator
Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terima kasih moderator
Baik moderator, terimakasih
Waalaikumsalam, terimakasih moderator
waalaikumsalam wr.wb terimakasih kelompok penyaji dan teman-teman yang telah memberikan jawaban atas pertanyaan saya
Selanjutnya saya kembalikan sepenuhnya kepada ibu Nur Indah Lestari, S.Pd, M.Pd. Selaku dosen pengampu mata kuliah.
Terimakasih moderator
Waallaikummusalam wr wb, Terimakasih moderator
Waalaikumsalam, terima kasih kelompok 3
waalaikumsalam terimakasih moderator
Waaalaikumsalam terimakasih moderator
waalaikumsalam, terimakasih moderator
Waalaikumsalam, terimakasih moderator
Baik, terima kasih temen-temen atas jawaban dan penjelasannya
Waalaikumsalam Baik Bu terimakasih Bu
Baik moderator
Baik bu