nabilla palupi
npm 2254161006
Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Tumpang sari yang umum dilakukan adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman budidaya yang sama, seperti jagung dan kedelai, atau jagung dan kacang tanah. Dalam kepustakaan, hal ini dikenal sebagai double-cropping. Penanaman yang dilakukan segera setelah tanaman pertama dipanen (seperti jagung dan kedelai atau jagung dan kacang panjang) dikenal sebagai tumpang gilir (relay cropping).
Secara Teknis
1. pertanian dengan proses pengambilan hasil yang bersifat ekstraktif yaitu mengambil hasil dari alam dan tanah tanpa usaha untuk mengembalikan sebagian hasil tersebut untuk keperluan pengambilan pada kemudian hari.
2. Generatif yaitu pertanian yang memerlukan usaha pembibitan untuk pembenihan, pengelolahan, pemeliharaan, pemupukan, dan lain-lain, baik untuk tanaman maupun untuk hewan.
SAPTA USAHATANI
1. Penggunaan bibit varietas unggul. 2. Mengusahakan kultur teknik: Rotasi tanaman, Tumpang sari
3. Proteksi tanaman
4. Penggunaan Pupuk
5. Pengairan
6. Panen
7. Pasca panen
Berdasarkan cara orang mengatur pertanamannya ada dua kelompok multiple cropping, Yaitu :
1. Penataan berganda secara tunggal (monokultur)
2. Penataan berganda secara campuran (catch cropping).
Penataan Pertanaman Sela
1. Tumpang sari (Intertcropping)
2. Tanaman sela (Interplanting)
3. Tanaman sela budidaya (Interculture)
4. Tanaman sisipan (Relay planting)
npm 2254161006
Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Tumpang sari yang umum dilakukan adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman budidaya yang sama, seperti jagung dan kedelai, atau jagung dan kacang tanah. Dalam kepustakaan, hal ini dikenal sebagai double-cropping. Penanaman yang dilakukan segera setelah tanaman pertama dipanen (seperti jagung dan kedelai atau jagung dan kacang panjang) dikenal sebagai tumpang gilir (relay cropping).
Secara Teknis
1. pertanian dengan proses pengambilan hasil yang bersifat ekstraktif yaitu mengambil hasil dari alam dan tanah tanpa usaha untuk mengembalikan sebagian hasil tersebut untuk keperluan pengambilan pada kemudian hari.
2. Generatif yaitu pertanian yang memerlukan usaha pembibitan untuk pembenihan, pengelolahan, pemeliharaan, pemupukan, dan lain-lain, baik untuk tanaman maupun untuk hewan.
SAPTA USAHATANI
1. Penggunaan bibit varietas unggul. 2. Mengusahakan kultur teknik: Rotasi tanaman, Tumpang sari
3. Proteksi tanaman
4. Penggunaan Pupuk
5. Pengairan
6. Panen
7. Pasca panen
Berdasarkan cara orang mengatur pertanamannya ada dua kelompok multiple cropping, Yaitu :
1. Penataan berganda secara tunggal (monokultur)
2. Penataan berganda secara campuran (catch cropping).
Penataan Pertanaman Sela
1. Tumpang sari (Intertcropping)
2. Tanaman sela (Interplanting)
3. Tanaman sela budidaya (Interculture)
4. Tanaman sisipan (Relay planting)