Nama: Adreanus Yoga Pratama
NPM: 2114211039
lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun.
proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin. Benih yang
berkualitas biasanya dijual dengan disertai sertifikat/label yang dikeluarkan oleh Balai Benih. Untuk tahap selanjutnya, bisa digunakan
benih dari hasil panen sendiri
hingga 3-4 kali musim tanam.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.
NPM: 2114211039
lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun.
proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin. Benih yang
berkualitas biasanya dijual dengan disertai sertifikat/label yang dikeluarkan oleh Balai Benih. Untuk tahap selanjutnya, bisa digunakan
benih dari hasil panen sendiri
hingga 3-4 kali musim tanam.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.