Kumpulkan tugas pada forum ini
NPM = 2114211055
Izin menjawab bu
Lahan gambut adalah
Ekosistem lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun. Untuk membentuk gambut dengan kedalaman mencapai 4 meter, dibutuhkan paling tidak waktu 2.000 tahun.
CARA MENANAM UBI KAYU YANG BAIK DAN BENAR
Persiapan Lahan
Dibutuhkan lahan yang luas untuk melakukan budidaya ubi kayu.
Lahan yang baik untuk menanam ubi kayu adalah tanah yang memiliki struktur gembur, remah, tidak terlalu poros, dan memiliki banyak bahan organik. Dengan tanah yang berstruktur remah, memiliki tata udara yang lebih baik dan sangat tersedia unsur hara dan mudah untuk diolah. Dengan jenis tanah aluvial latosol, podsolik merah kuning, grumusol, mediteran dan andosol, sangat cocok untuk menanam ubi kayu. Untuk menanam ubi kayu, derajat keasaman (pH) tanah yang cocok yakni sekitar 4,5-8,0 dengan pH ideal berkisar 5,8. Tanah di Indonesia rata-rata memiliki pH yang rendah (asam), yakni 4,0-5,5, sehingga tanah di Indonesia dikatakan cukup seimbang untuk kesuburan tanaman ubi kayu.
Pengolahan Lahan
Tahap persiapan
Pada tahap ini, pengukuran pH tanah akan dilakukan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester. Setelah itu, dalam menganalisis jenis tanah pada contoh tanah yang akan ditanami yang berguna untuk mengetahui seberapa besar tersedianya unsur hara dan kandungan bahan organik di dalamnya. Selanjutnya untuk menetapkan waktu yang cocok untuk bertanam memiliki kaitan erat dengan waktu panen. Hal tersebut perlu untuk diperhitungkan berdasarkan asumsi waktu menanam yang bersamaan dengan penanaman tanaman lain (tumpang sari).
Dengan begitu sekaligus dapat menghasilkan variasi tanaman yang sejenis. Untuk luas daerah penanaman akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dan pengaturan volume produksi juga penting untuk diperhitungkan, karena akan berkaitan dengan perkiraan harga yang akan ditetapkan bersamaan saat panen.
Pembukaan dan pembersihan lahan
Pada tahap ini, pembukaan lahan merupakan tahap untuk membersihkan lahan dari segala gangguan baik gulma maupun rumput atau akar tanaman sebelumnya. Tahap ini dilakukan untuk memudahkan perakaran tanaman yang berkembang dan membasmi tumbuhan inang untuk hama dan penyakit yang kemungkinan akan datang.
Pembedengan
Untuk menanam ubi kayu, diperlukan bedengan di lahan yang sudah sekitar 70% selesai dari tahap penyelesaian. Bedengan ini dibuat untuk memudahkan dalam menanam yang sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Selain itu, bedengan ini juga berfungsi untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman, misalnya pembersihan dari tanaman liar.
Pengapuran
Tahap pengapuran dilakukan untuk menaikkan pH tanah, terutama dilakukan pada lahan yang memiliki sifat asam atau tanah yang gambut. Untuk pengapuran, jenis kapur yang cocok untuk digunakan yaitu Kalsit/Kaptan (CaCO3). Pengapuran ini lebih baik dilakukan pada saat pembajakan maupun saat pembedengan kasar, yang bersamaan dengan pemberian pupuk kandang.
Persiapan Bibit
Bibit yang digunakan lebih baik bibit yang memiliki varietas yang unggul dan memiliki potensi hasil yang tinggi. Selain itu, dapat juga menggunakan ubi kayu yang berasal dari tanaman induk dengan umur 10-12 bulan dan cukup tua, serta ubi kayu tersebut harus memiliki pertumbuhan yang normal dan sehat. Batang ubi kayu yang akan ditanam telah berkayu dan memiliki diameter kurang lebih 2,5 cm dan lurus, serta belum tumbuh tunas yang baru.
Teknik Penanaman
Penanaman ubi kayu harus memperhatikan musim dan curah hujan. Pada lahan yang kering, waktu menanam yang paling baik yaitu awal musim hujan ataupun setelah musim penanaman padi. Jarak tanam yang biasa digunakan untuk pola monokulturan yakni sekitar 80 cm x 120 cm.
Sebelum bibit ubi kayu ditanam, disarankan untuk bibit tersebut direndam dengan menggunakan pupuk hayati SOT HCS yang dicampur dengan air selama 3-4 jam. Setelah itu, ubi kayu dapat ditanam di lahan. Dengan merendamnya, akan bermanfaat untuk pertumbuhan dari bibit.
Cara penanaman ubi kayu dilakukan dengan membuat ujung bawah batangnya lebih runcing, kemudian tanamkan sedalam 5-10 cm atau kurang lebih 1/3 bagian batang dapat tertimbun tanah. Tetapi apabila tanah tersebut keras atau berat dan lembab, batang ubi kayu ditanamkan saja.
Bibit ubi kayu ditancapkan pada tanah. Bagian yang ditancapkan adalah bagian yang telah diruncingkan terlebih dahulu.Setelah beberapa hari, bibit ubi kayu yang telah ditanam akan tumbuh dengan daun-daun kecilnya sebagai tanaman ubi kayu yang baru yang akan terus meninggi.
Perawatan Tanaman
Penyulaman
Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut dan mengganti ataupun menyulam kembali. Penyulaman ini dapat dilakukan saat pagi atau sore hari, ataupun saat cuaca tidak terlalu panas.
Penyiangan
Penyiangan ini memiliki tujuan untuk membuang rumput ataupun tanaman pengganggu disekitar tanaman ubi kayu. Pada satu satu musim, penyiangan dapat dilakukan minimal 2 kali. Tanaman harus terhindar dan bebas dari segala tanaman pengganggu selama beberapa periode yakni antara 5-10 minggu HST (Hari Setelah Tanam). Apabila tanaman pengganggu tersebut tidak dapat dikendalikan selama periode tersebut, produktivitas ubi kayu dapat turun hingga 75% jika dibandingkan dengan keadaan tanpa gangguan tanaman liar.
Penimbunan
Tahap ini dilakukan dengan menggemburkan tanah yang berada di sekitar tanaman dan setelah itu tanah dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan ini dilakukan secara bersamaan dengan penyiangan.
Pemangkasan
Tanaman ubi kayu yang tumbuh tinggi perlu dipangkas agar terbentuk cabang-cabang baru dan dapat digunakan sebagai bibit yang baru.
Pemangkasan tunas ini perlu dilakukan, karena setiap pohon ubi kayu harus mempunyai 2-3 cabang. Dengan melakukan tahap ini dapat membantu batang pohon agar dapat digunakan sebagai bibit kembali dimusim tanam mendatang.
Pemupukan
Pupuk yang cocok untuk tanaman ubi kayu yakni dengan pupuk kandang pupuk yang dibutuhkan per hektar sebanyak 2 ton.
Pengairan
Saat awal ditanam hingga berumur 4-5 bulan HST, tanaman ubi kayu dalam keadaan lembab dan tidak terlalu becek. Untuk tanah yang kering, tanaman ubi kayu sangat memerlukan pengairan. Saat musim kering atau kemarau, pengairan dapat dilakukan dengan menyiram secara langsung dengan sistem genangan agar air dapat meresap ke dalam tanah.
Panen
Panen ubi kayu dengan hasil yang memuaskan.
Ubi kayu yang siap panen yaitu ubi yang telah berumur 6-8 bulan untuk ubi kayu varietas Genjah, dan umur 9-12 bulan untuk ubi varietas dalam. Memanen ubi dapat dilakukan dengan cara mencabut batangnya, dan jika terdapat ubi kayu yang tertinggal dapat diambil menggunakan cangkul.
NPM: 2114211013
lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun.
proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin. Benih yang
berkualitas biasanya dijual dengan disertai sertifikat/label yang dikeluarkan oleh Balai Benih. Untuk tahap selanjutnya, bisa digunakan
benih dari hasil panen sendiri
hingga 3-4 kali musim tanam.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.
Nama : Widiana
Npm : 2114211043
Ekosistem lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun. Untuk membentuk gambut dengan kedalaman mencapai 4 meter, dibutuhkan paling tidak waktu 2.000 tahun.
Potensi lahan gambut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan budi daya. Lahan gambut memiliki sifat rapuh, sehingga perlu perlakukan khusus saat hendak dijadikan sebagai lahan budi daya.
Contohnya tanaman jagung manis. Proses budidaya tanaman jagung di lahan gambut yaitu
1. Menyiapan lahan
Budidaya jagung manis di lahan gambut diawali dengan persiapan lahan. Adapun cara menyiapkan lahan gambut untuk menanam jagung, seperti berikut:
Pada kondisi gulma yang sangat tebal maka gulma-gulma tersebut perlu ditebas. Setelah dua minggu, gulma muda disemprot herbisida sistemik dengan dosis 4-5 liter/ha atau tergantung dengan jenis gulmanya.
Jika gulma tumbuh tidak rapat, maka persiapan lahan perlu dilakukan yaitu mengaplikasikan herbisida kemudian dibersihkan.
Pada area yang memiliki lapisan gombat (lapisan masa akar tanaman paku-pakuan) yang tebal, maka perlu dilakukan perlakukan pengupasan.
Gulma yang tumbuh bisa dibakar secara terkendali, kemudian abunya dikembalikan ke lahan atau pada lubang tanah.
Tidak perlu pengolahan lahan, cukup ratakan tanah di area tersebut.
2. Membuat jarak tanam
Langkah berikutnya setelah menyiapkan lahan yaitu membuat jarak tanam. Pada sistem budi daya monokultur, jarak tanam dibuat 75 x 20 cm dengan isi tanaman per lubang tanam hanya satu.
Sedangkan pada sistem budi daya tanam campur, jarak tanam sama seperti monokultur. Hanya saja pada barisan pinggir diberi jarak 1,5 m dari tanaman lain yang tumbuh pada area tersebut.
3. Penambahan bahan amelioran
Salah satu perlakukan khusus yang menjadi bagian dari cara menanam jagung manis agar berbuah besar di lahan gambut yaitu menambahkan bahan amelioran. Jenis bahan amelioran yang diberikan, antara lain; dolomit 10 g/lubang tanam (0,4 ton/ha) dan pupuk kandang atau kompos 50 g/lubang tanam (2 ton/ha).
4. 4. Mulai menanam
Sebelum benih di tanam, perlu ada perlakuan benih dengan Metalisin (Rendomil, Saromin, dll) 1 kg/20 kg benih. Perlakuan ini diperlukan untuk mencegah penyakit bulai yang sering menyerang jagung.
Setelah itu, proses penanaman bisa segera dilakikan. Cara menanam jagung manis agar berbuah besar cukup dengan meletakan benih pada lubang tanam.
Jumlah benih dalam setiap lubang tanam antara 1-2 benih. Kemudian, tutup lubang tanam.
5. Pemupukan
Setelah penanaman selesai, tahapan berikutnya yaitu pemupukan. Perlakukan ini diperlukan untuk meningkatkan unsur hara dalam media tanam.
Pupuk yang diberikan ada dua jenis yaitu pupuk makro dan mikro. Pupuk makro diperlukan tanaman dalam jumlah banyak dan pupuk mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Pupuk makro yang dapat diaplikasikan yaitu Urea, SP-36, dan KCL. Sedangkan pupuk mikro yang dapat diberikan yaitu pupuk dengan kandungan Cuprum yang dapat diaplikasikan pada benih atau diberikan bersama pupuk makro.
6. Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan yang penting dalam budi daya tanaman jagung di lahan gambut yaitu penyiangan dan pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT). Penyiangan atau pengendalian gulma dilakukan saat tanaman berumur 30 dan 50 hari setelah tanam (HST). Saat melakukan penyiangan, sebaiknya dibarengi dengan pembumbunan untuk menutup akar jagung yang terlihat di permukaan tanah.
Sementara itu, pengendalian OPT dapat dilakukan dengna cara memusnahkan tanaman yang sakit dan menyemprotkan pestisida sesuai dengan jenis hama yang menyerang.
7. Pemanenan
Setelah memasuki umur panen, jagung manis bisa segera dipanen. Tanaman yang siap panen ditandai dengan klobot yang mulai mengering. Kondisi ini biasanya terjadi saat tanaman berumur 100 HST atau tergantung dengan varietasnya.
NPM: 2114211033
Izin menjawab
Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Salah satu tanama. Yang bisa ditanam di lahan gambut adalah meranti rawa.
Meranti merupakan salah satu jenis kayu favorit dalam industri kayu pohon. Populasi pohon meranti di alam bebas sudah sangat terbatas karena penebangan liar yang kerap dilakukan oleh beberapa oknum. Oleh karena itu, budidaya meranti menjadi pilihan bisnis yang sangat menggiurkan.
Bibit meranti bisa didapatkan dari buah. Namun, pohon meranti tidak berbuah setiap tahun. Oleh karena itu, pembibitan meranti dapat dilakukan dengan mengambil anakan meranti yang muncul di sekitar pohon meranti di tengah hutan.
Anakan meranti diambil dengan cara dicongkel, lalu dikemas dalam karung basah dan dibawa ke media persemaian. Anakan-anakan yang dipetik dari alam ditanam di dalam polibag. Jika akar anak meranti terlalu panjang, Anda bisa motongnya agar tidak terlipat pada saat ditanam.
Pohon meranti akan berbunga setiap 3—5 tahun. Bunga meranti akan mekar di malam hari dan mengeluarkan bau yang menyengat. Setelah itu, buah masak setelah 14 minggu pembungaan. Pohon harus dijaga agar tidak kering. Sebab, kekeringan akan mengakibatkan penundaan gugur buah dan buah tidak bisa berkembang dengan sempurna. Oleh karena itu, pengumpulan benih biasanya dilakukan beberapa bulan setelah musim kemarau.
Penanaman buah meranti tidak memerlukan perlakuan khusus, hanya perlu memotong sayap-sayapnya, lalu buah ditanam dengan tangkai buah menghadap ke atas dan ujung yang runcing ditancapkan ke dalam tanah sedalam ¾ buah.
Media tanam yang digunakan untuk persemaian merupakan campuran dari pasir, tanah, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Benih akan berkecambah dengan ukuran 5—6 cm setelah dua minggu kemudian. Media tanam yang digunakan untuk pembibitan merupakan campuran dari tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1. Bibit ditempatkan di bawah naungan dengan persentase cahaya 50 persen.
Nama Heru Suseno
NPM 2114211023
Kementerian Pertanian mendifinisikan 'gambut' sebagai tanah hasil akumulasi timbunan bahan organik dengan komposisi lebih besar dari 65% yang terbentuk secara alami dalam jangka waktu ratusan tahun dari lapukan vegetasi yang tumbuh di atasnya yang proses dekomposisinya terhambat suasana anaerob dan basah..
CARA TANAM SAWIT YANG BAIK DAN BENAR DI LAHAN GAMBUT
1. Iklim
Pohon sawit memerlukan penyinaran dari sinar matahari langsung selama 5 – 7 jam per hari
Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan pohon sawit yaitu 1.500 – 4.000 mm per tahun
Suhu lingkungan yang ideal pada perkebunan sawit yaitu 24 – 28 derajat Celcius
Tanaman sawit akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sekitar 1.500 mdpl
Tanaman sawit membutuhkan kecepatan angin sekitar 5 – 6 km per jam untuk membantu proses penyerbukannya
2. Media Tanam
Jenis tanah yang cocok untuk menanam sawit yaitu tanah yang mengandung lempung, tidak berbatu dengan pH 4 – 6
Tanah untuk menanam sawit harus memiliki aerasi yang baik dan subur
Perkebunan sawit sebaiknya mempunyai sistem drainase yang baik, dengan permukaan air yang cukup dalam, solum juga harus dalam keadaan cukup dam sekitar 80 cm,
3. Pembibitan Kelapa Sawit Penyemaian Kecambah atau bibit sawit dimasukkan ke dalam polibag yang berukuran 12 x 35 cm atau 15 x 23 cm. Sebelumnya polybag tersebut telah diisi dengan tanah lapisan atas yang telah diayak sekitar 1,5 – 2,0 kg. Kecambah sawit atau bibit sawit lalu ditanam ke dalam polybag yang telah berisi tanah sedalam 2 cm.
Lakukan pengecekan agar tanah dalam polybag selalu dalam keadaan lembab. Karena jika tanah kering, kecambah bibit tidak akan dapat tumbuh dengan baik. Kemudian polybag disimpan pada bedengan berdiameter 120 cm. setelah disimpan dan dirawat sekitar 3-4 bulan, kecambah bibit tersebut telah menumbuhkan daun sekitar 4-5 helai. Bibit yang telah berdaun 4-5 helai telah siap untuk dipindahtanamkan.
Kemudian bibit dari pendederan tersebut dipindahkan ke polybag setebal 0,11 mm yang berukuran 40 x 50 cm. Polybag tersebut diisi dengan tanah lapisan bagian atas yang telah diayak sebanyak 15 – 30 kg. Sebelum bibit dipindahkan, tanah pada polybag disiram terlebih dahulu menggunakan 0,5 tutup botol POC NASA atau 5 ml per 1 liter air. Kemudian polybag diatur ke posisi segitiga sama sisi dengan jarak antar polybag yaitu 90 x 90 cm.
Pemeliharaan Pembibitan
Ketika proses pembibitan, lakukan perawatan tanaman berupa penyiraman, penyiangan, penyulaman dan pemupukan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari setiap pagi dan sore hari. Penyiangan dilakukan 2 sampai 3 kali dalam sebulan atau sesuaikan dengan keadaan gulma pada bibit. Penyulaman yaitu menyeleksi bibit yang mati dan pertumbuhannya tidak normal. Seleksi bibit dilakukan ketika bibit ebrumur 4 bulan dan 9 bulan. Bibit yang tumbuh tidak normal, terserang penyakit dan memiliki kelainan genetik atau cacat fisik sebaiknya dibuang dan diganti dengan bibit yang baru dan sehat.
Cara pemupukan pada fase pembibitan adalah sebagai berikut :
Pupuk Makro :
NPK 15-15-6-4 : Pada minggu ke-2 dan ke-3 sebanyak 2 gram. Pada minggu ke-4 dan ke-5 sebanyak 4 gram. Pada minggu ke-6 dan ke-8 sebanyak 6 gram. Minggu ke-10 dan ke-12 sebanyak 8 gram.
NPK 12-12-17-2 : Pada minggu ke-14, ke-15, ke-16 dan ke-20 sebanyak 8 gr. Pada minggu ke-22, ke-24, ke-26 dan ke-28 sebanyak 12gr. Pada minggu ke-30, ke-32, ke-34 dan ke-36 sebanyak 17gr. Minggu ke-38 dan ke-40 sebanyak 20gr.
NPK 12-12-17-2 : Pada Minggu ke-19 dan ke-21 sebanyak 4gr. Pada minggu ke-23 dan ke-25 sebanyak 6g. Pada minggu ke-27, ke-29 dan ke-31 sebanyak 8gr.
POC NASA : Dibeirkan mulai minggu ke-1 sampai ke-40 dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air per bibit. Disemprotkan setiap 1-2 minggu sekali.
Catatan : hasil akan lebih baik jika saat pemupukan pembibitan ditambah aplikasi SUPERNASA sebanyak 1 – 3 kali selama proses pembibitan. Gunakan SUPERNASA dengan dosis 1 botol untuk sekitar 400 bibit. Cara apliaksinya yaitu 1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 4 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Kemudian setiap 10 ml larutan induk diencerkan dengan 1 liter air untuk penyiraman.
4. Teknik Menanam Sawit
Penentuan Pola Tanaman
Pola menanam yang dapat diterapkan pada budidaya sawit yaitu pola monokultur atau tumpang sari. Tanaman penutup tanah pada areal lahan perkebunan sawit sangat penting adanya untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi pada tanah. Selain itu bermanfaat juga untuk mempertahankan kelembaban, mencegah erosi dan untuk menekan pertumbuhan tanaman pengganggu atau gulma. Tanaman penutup tanah yang dimaksud lebih baik berupa tanaman kacang-kacangan. Tanaman penutup sebaiknya segera ditanam segera setelah persiapan lahan selesai.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum penanaman dilakukan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 40 cm dan kedalaman 40 cm. Tanah galian bagian atas setebal 20 cm dipisahkan dari tanah bagian bawah. Jarak antar lubang tanam yaitu 9 x 9 x 9 m. Apabila kebun kelapa sawit ebrupa area berbukit, harus dibuat teras melingkari bukit dengan jarak 1,5 m dari sisi lereng.
· Cara Menanam
Waktu paling baik untuk menanam yaitu pada musim hujan, setelah hujan turun. Hal ini dimaksudkan agar cukup air untuk tumbuh. Lepaskan plastik polybag yang berisi bibit sawit dengan hati-hati jangan sampai bola tanahnya rusak karena dapat merusak perakaran bibit sawit. Kemudian masukkan bibit ke dalam lubang tanam. Tebarkan Natural Glio yang telah difermentasi dengan pupuk kandnag selama 1 minggu. Tebarkan pada sekitar perakaran tanaman. Setelah itu, segera timbun dengan tanah galian bagian atas. Setelah selesai penanaman bibit, siramkan POC NASA secara merata dengan dosis 5 – 10 ml per 1 liter air per pohon.
Menanam sawit bisa dibilang gampang susah. Para petani yang memiliki jam kerja panjang tentu akan lebih berpengalaman dan mengetahui cara menanam sawit yang benar dan mudah. Akan tetapi bagi yang baru ingin mencobanya tentu akan menemui banyak kesulitasn dan permasalahan di lapangan. Oleh karena itu, jangan mudah menyerah dan hadapi setiap kesulitannya sebagai pengalaman.
Itulah beberapa cara tanam sawit yang benar supaya dapat menghasilkan panen buah sawit yang melimpah. Yang perlu diperhatikan ialah bahwa setiap varietas atau jenis tanaman sawit mempunyai teknik menanam yang berbeda-beda. Akan tetapi, cara menanam yang telah dijelaskan di atas merupakan cara yang dapat digunakan agar menghasilkan buah sawit yang besar dan hasil panen yang maksimal..
Re: FORUM TUGAS
Npm : 2114211029
Budidaya tanaman sayuran dan holtikultura di lahan gambut.
Luas lahan gambut di Indonesia diperkirakan sekitar 15,4 juta ha, tersebar di lahan pasang surut sekitar 10,4juta ha dan lahan lebak sekitarS juta ha. Disebut lahan gambut apabila bahan organik yang dikandung tanah antara 12-18 % C-organik dengan ketebalan minimal 50 em. Lahan gambut berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan, hotikultura dan tanaman perkebunan/industri. Usaha pertanian di lahan gambut menghadapi masalah abiotik biotik.
Lahan gambut berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan, hotikultura dan tanaman perkebunan/industri. Usaha pertanian di lahan gambut menghadapi masalah abiotik dan biotik. Masalahabiotik meliputi kemasaman tanah, genangan air tinggi dan ketersediaan unsur hara makro serta mikro terutama P, K, Ca, Mg, Zn, Cu, dan B yang rendah, serta daya sangga tanah rendah. Adapun masalah biotik antaralain gangguan hama, serangga, penyakit dan gulma. Tanah gambut banyak diusahakan untuk pertanian oleh penduduk setempat untuktanaman pangan dan hortikultura. Namun demikian tidak semua gambut dapat diusahakan sebagai lahan pertanian, karena jenis tanah mineral dibawahnya dan kematangan lahan gambutnya sendiri sangat menentukan tingkat kesuburan tanah gambuttersebut. Selain itu kualitas air juga sangat menentukan tingkat kesuburan tanah gambut. Gambut yang dipengaruhi oleh air sungai, payau atau laut sangat kaya akan unsur hara jika dibandingkan dengan gambut yang hanya tergantung pada air hujan saja. Potensi lahan gambut untuk pertanian, khususnya sayursayuran apabila dikelola seeara baik dapat memberikan .pendapatan dan keuntunganyang eukup besar.
Dia menambahkan pemanfaatan lahan gambut dengan input utama hanya abu bakar dan pupuk organik dari kotoran ayam, berpotensi menghasilkan sayuran organik.
NPM : 2114211057
Lahan gambut adalah lahan dengan kondisi anaerob atau kondisi lahan yang
tergenang air. Lahan gambut banyak mengandung serasah dan kaya akan bahan organik tapi belum terdekomposisi secara sempurna. Gambut berpotensi untuk dikelola menjadi lahan budidaya tanaman pangan dan sayuran. Pengelolaan gambut sebagai lahan budidaya secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan:
1. menjaga agar gambut tetap lembab,
2. penggunaan bahan amelioran,
3. mengatur pola tanam,
4. menjaga agar gambut tetap tertutup dengan menggunakan tanaman penutup,
5. menggunakan jenis tanaman yang toleran dengan kondisi gambut.
Pemanfataan gambut sebagai lahan budidaya tanaman pangan atau sayuran dapat dilakukan dengan sistem surjan, bagian guludan ditanami tanaman yang tidak toleran dengan kelebihan air misalnya jeruk dan bagian lembah ditanam dengan tanaman yang toleran dengan kelebihan air misalnya padi. Pengaturan pola tanam harus disesuaikan dengan kondisi gambut. Agar budidaya tanaman pangan dan sayuran dapat dilakukan secara berkelanjutan, maka jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi gambut. Bukan sebaliknya, gambut dipaksa mengikuti keinginan hati yang menggunakan lahan. Pengelolaan gambut harus berorientasi pada upaya tetap menjaga ekosistem alami gambut. Ekosistem gambut dapat dipelihara dengan cara mempertahankan kelembaban gambut. Gambut jangan diberikan perlakuan yang membuatnya mengalami kekeringan karena dapat berdampak pada terjadinya emisi Gas Rumah Kaca, gambut menjadi hidrofobik dan rawan terjadi kebakaran lahan. Pembangunan pertanian berbasis kesesuaian lahan. Tanah gambut cenderung memiliki keanekaragaman vegetasi yang rendah jika dibandingkan dengan hutan hujan tropis. Namun, karakteristik spesies dan vegetasi di dalam ekosistem gambut lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekosistem lahan kering pada zona biogegografi yang sama. Semakin tebal gambut di lahan tersebut, maka semakin sedikit jenis vegetasi yang dapat tumbuh. Sebab pasokan zat hara yang dapat diperoleh melalui air hujan. Begitupun sebaliknya, semakin tipis lapisan gambut, maka semakin beragam pula jenis vegetasi yang hidup diatasnya atau yang kita kenal dengan mixed forest. Habitat mixed forest tediri atas pepohonan kayu besar dan tumbuhan semak lebat. Habitat ke arah kubah gambut (deep peat forest) memiliki keanekaragaman vegetasi yang rendah dan hanya terdiri atas pepohonan berukuran kecil dengan tingkat kerapatan yang rendah.
Contoh, lahan gambut biasa ditumbuhi tanaman bawah yang lebat yang memerlukan upaya ekstra dalam pembersihan lahan. Dengan membakar, semua tanaman bisa langsung bersih. Namun, budaya membakar ini menyumbang emisi karbon besar dan pembakaran berulang akan menyebabkan gambut hilang. Mengubah perilaku dari membakar jadi tak membakar bukanlah hal mudah karena seringkali tidak memiliki kapasitas cukup dalam segi keilmuan, keahlian maupun metode.
Dari sisi tanaman padi, tantangan besar dalam menanam padi di lahan gambut adalah ketersediaan air untuk pertumbuhan tanaman. Banyak lahan gambut sudah terbangun kanal untuk mengeringkan gambut demi kebutuhan perkebunan monokultur, misal, sawit. Pada musim kemarau, akan terjadi kekeringan dan tak ideal untuk menanam padi.
Nama fifin Mulya
Dengan Npm 2114211005
Lahan gambut adalah
Ekosistem lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun. Untuk membentuk gambut dengan kedalaman mencapai 4 meter, dibutuhkan paling tidak waktu 2.000 tahun.
CARA MENANAM SINGKONG DI LAHAN
1. Persiapan Lahan
Untuk menghasilkan singkong yang besar, tanaman harus memiliki ruang untuk menumbuhkan akar. Oleh karena itu, dalam penyiapan lahan tanam harus diperhatikan luas lahan. Ketika mengerjakan pengolahan tanah sebaiknya dilakukan saat tanah tidak dalam keadaan becek agar struktur tanah tidak rusak. Pengolahan tanah bisa dibajak menggunakan traktor atau dicangkul 1-2 kali sedalam kurang lebih 20 cm.
2. Persiapan Bibit
Dapat melakukan dengan memotong batang singkong menjadi beberapa bagian dengan panjang sekitar 20 cm. Batang singkong bisa dipotong lurus juga bisa dipotong miring.
3. Penanaman Bibit
Bibit yang sudah dipotong dapat langsung ditanam ke lahan pertanian dengan jarak tanam bibit singkong 60 cm x 80 cm (bibit 60cm dengan bibit lain: jarak antar jalur / kolom 80cm). Kuantitas penanaman singkong yang dianjurkan untuk 1 ha adalah 60 ikat batang singkong. Dalam menanam bibit singkong yang harus diperhatikan adalah arah tunasnya, jangan sampai terbalik. Moms bisa melihat arah pucuk di dekat tonjolan daun singkong yang lepas.
4. Perawatan Tanaman Singkong
Cara melakukan pemeliharaan tanaman singkong dengan pemupukan pada 3 minggu-4 minggu terlebih dahulu atau setelah tanaman singkong telah mengeluarkan tunas dengan daun sekitar 5-7 helai.
Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia (Urue, TSP, KCl) dengan takaran disesuaikan dengan petunjuk yang tertera di karung pupuk.
Selain pemupukan, lakukan juga penyiangan atau pembersihan gulma dan gulma yang mengganggu. Gulma harus dikendalikan selama 8 sampai 12 minggu pertama sejak tanam.
5. Pemanenan Singkong
Tanaman singkong umumnya bisa dipanen sekitar 7-8 bulan masa tanam. Namun seiring dengan meningkatnya teknologi yang dapat menghasilkan varietas baru, terdapat singkong yang dapat dipanen pada bulan ke-5 tanam.
Ciri-ciri tanaman singkong yang siap dipanen adalah daunnya sudah mulai sedikit karena rontok, singkong berukuran besar (terlihat dengan menggali tanah).
Lakukan pemanenan dengan mencabut singkong secara manual, tanah yang gembur tentunya akan membantu mengurangi singkong yang tertinggal saat dicabut.
2114211007
izin menjawab bu,
Lahan gambut merupakan jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun.
Proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin. Benih yang
berkualitas biasanya dijual dengan disertai sertifikat/label yang dikeluarkan oleh Balai Benih. Untuk tahap selanjutnya, bisa digunakan
benih dari hasil panen sendiri
hingga 3-4 kali musim tanam.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.
NPM : 2114211045
Lahan gambut adalah lahan dengan kondisi anaerob atau kondisi lahan yang
tergenang air. Lahan gambut banyak mengandung serasah dan kaya akan bahan organik tapi belum terdekomposisi secara sempurna. Gambut
berpotensi untuk dikelola menjadi lahan budidaya tanaman pangan dan
sayuran. Pengelolaan gambut sebagai lahan budidaya secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan: (1) menjaga agar gambut tetap lembab, (2) penggunaan bahan amelioran, (3) mengatur pola tanam, (4) menjaga agar gambut tetap tertutup dengan menggunakan tanaman penutup, dan (5) menggunakan jenis tanaman yang toleran dengan kondisi gambut.
Pemanfataan gambut sebagai lahan budidaya tanaman pangan atau sayuran dapat dilakukan dengan sistem surjan, bagian guludan ditanami tanaman yang tidak toleran dengan kelebihan air misalnya jeruk dan bagian lembah ditanam dengan tanaman yang toleran dengan kelebihan air misalnya padi. Pengaturan pola tanam harus disesuaikan dengan kondisi gambut. Agar
budidaya tanaman pangan dan sayuran dapat dilakukan secara berkelanjutan, maka jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi gambut. Bukan sebaliknya, gambut
dipaksa mengikuti keinginan hati yang menggunakan lahan. Pengelolaan gambut harus berorientasi pada upaya tetap menjaga ekosistem alami gambut. Ekosistem gambut dapat dipelihara dengan cara mempertahankan
kelembaban gambut. Gambut jangan diberikan perlakuan yang membuatnya mengalami kekeringan karena dapat berdampak pada terjadinya emisi Gas Rumah Kaca, gambut menjadi hidrofobik dan rawan terjadi kebakaran lahan. Pembangunan pertanian berbasis kesesuaian lahan. Tanah gambut cenderung memiliki keanekaragaman vegetasi yang rendah jika dibandingkan dengan hutan hujan tropis. Namun, karakteristik spesies dan vegetasi di dalam ekosistem gambut lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekosistem lahan kering pada zona biogegografi yang sama. Semakin tebal gambut di lahan tersebut, maka semakin sedikit jenis vegetasi yang dapat tumbuh. Sebab pasokan zat hara yang dapat diperoleh melalui air hujan. Begitupun sebaliknya, semakin tipis lapisan gambut, maka semakin beragam pula jenis vegetasi yang hidup diatasnya atau yang kita kenal dengan mixed forest. Habitat mixed forest tediri atas pepohonan kayu besar dan tumbuhan semak lebat. Habitat ke arah kubah gambut (deep peat forest) memiliki keanekaragaman vegetasi yang rendah dan hanya terdiri atas pepohonan berukuran kecil dengan tingkat kerapatan yang rendah.
Contoh, lahan gambut biasa ditumbuhi tanaman bawah yang lebat yang memerlukan upaya ekstra dalam pembersihan lahan. Dengan membakar, semua tanaman bisa langsung bersih. Namun, budaya membakar ini menyumbang emisi karbon besar dan pembakaran berulang akan menyebabkan gambut hilang. Mengubah perilaku dari membakar jadi tak membakar bukanlah hal mudah karena seringkali tidak memiliki kapasitas cukup dalam segi keilmuan, keahlian maupun metode.
Dari sisi tanaman padi, tantangan besar dalam menanam padi di lahan gambut adalah ketersediaan air untuk pertumbuhan tanaman. Banyak lahan gambut sudah terbangun kanal untuk mengeringkan gambut demi kebutuhan perkebunan monokultur, misal, sawit. Pada musim kemarau, akan terjadi kekeringan dan tak ideal untuk menanam padi.
Npm : 2114211031
PPN A
Ceritakan tentang komoditas atau vegetasi yg dpt dibudidayakan di lahan gambut
Pertanian merupakan salah satu kegiatan yang berkaitan dengan penanaman tumbuhan, tumbuhan ini yang nantinya akan di manfaatkan dan di kelola hasilnya. Dalam bidang pertanian media yang di perlukan adalah tanah, tanah dalam pertanian ini ada dua jenis yaitu padat dan cair/tanah yang lembek. Salah satunya adalah lahan gambut. Contoh komoditas yang dapat di tan di tanah gambut adalah sawit, didaerah saya merupakan jenis tanah gambut yang berada di sekitar rawa-rawa. Para petani memanfaatkan lahan sebagai lahan perkebunan sawit, penggunaan lahan gambut ini dapat meningkatkan emisi karbon maka dari itu perlu di tanam pada lahan gambut selain itu lahan ini dapat di manfaatkan untuk memperluas lahan sawit dan meningkatkan produksi crude palm oil.
Cara penanaman nya di perlukan untuk memperhatikan iklim, media dalam tanam, pembibitan kelapa sawit, pemupukan pada sawit
NPM : 2114211035
Jelaskan komoditas atau vegetasi membudidayakan gambut?
Jawab :
Lahan gambut banyak mengandung serasah dan kaya akan bahan organik tapi belum terdekomposisi secara sempurna. Gambut
berpotensi untuk dikelola menjadi lahan budidaya tanaman pangan dan
sayuran. Pengelolaan gambut sebagai lahan budidaya secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan:
1. Menjaga agar gambut tetap lembab,
2. Penggunaan bahan amelioran,
3. Mengatur pola tanam, 4. Menjaga agar gambut tetap tertutup dengan menggunakan tanaman penutup, dan
5. Menggunakan jenis tanaman yang toleran dengan kondisi gambut.
Pemanfataan gambut sebagai lahan budidaya tanaman pangan atau sayuran dapat dilakukan dengan sistem surjan, bagian guludan ditanami tanaman yang tidak toleran dengan kelebihan air misalnya jeruk dan bagian lembah ditanam dengan tanaman yang toleran dengan kelebihan air misalnya padi. Pengaturan pola tanam harus disesuaikan dengan kondisi gambut.
Agar budidaya tanaman pangan dan sayuran dapat dilakukan secara berkelanjutan, maka jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi gambut. Bukan sebaliknya, gambut dipaksa mengikuti keinginan hati yang menggunakan lahan.
Pengelolaan gambut harus berorientasi pada upaya tetap menjaga ekosistem alami gambut. Ekosistem gambut dapat dipelihara dengan cara mempertahankan
kelembaban gambut. Gambut jangan diberikan perlakuan yang membuatnya mengalami kekeringan karena dapat berdampak pada terjadinya emisi Gas Rumah Kaca, gambut menjadi hidrofobik dan rawan terjadi kebakaran lahan. Pembangunan pertanian berbasis kesesuaian lahan. Tanah gambut cenderung memiliki keanekaragaman vegetasi yang rendah jika dibandingkan dengan hutan hujan tropis. Namun, karakteristik spesies dan vegetasi di dalam ekosistem gambut lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekosistem lahan kering pada zona biogegografi yang sama. Semakin tebal gambut di lahan tersebut, maka semakin sedikit jenis vegetasi yang dapat tumbuh. Sebab pasokan zat hara yang dapat diperoleh melalui air hujan. Begitupun sebaliknya, semakin tipis lapisan gambut, maka semakin beragam pula jenis vegetasi yang hidup diatasnya atau yang kita kenal dengan mixed forest. Habitat mixed forest tediri atas pepohonan kayu besar dan tumbuhan semak lebat. Habitat ke arah kubah gambut (deep peat forest) memiliki keanekaragaman vegetasi yang rendah dan hanya terdiri atas pepohonan berukuran kecil dengan tingkat kerapatan yang rendah.
Contoh, lahan gambut biasa ditumbuhi tanaman bawah yang lebat yang memerlukan upaya ekstra dalam pembersihan lahan. Dengan membakar, semua tanaman bisa langsung bersih. Namun, budaya membakar ini menyumbang emisi karbon besar dan pembakaran berulang akan menyebabkan gambut hilang. Mengubah perilaku dari membakar jadi tak membakar bukanlah hal mudah karena seringkali tidak memiliki kapasitas cukup dalam segi keilmuan, keahlian maupun metode.
Dari sisi tanaman padi, tantangan besar dalam menanam padi di lahan gambut adalah ketersediaan air untuk pertumbuhan tanaman. Banyak lahan gambut sudah terbangun kanal untuk mengeringkan gambut demi kebutuhan perkebunan monokultur, misal, sawit. Pada musim kemarau, akan terjadi kekeringan dan tak ideal untuk menanam padi.
Npm: 2114211025
Pertanian merupakan salah satu kegiatan yang berkaitan dengan penanaman tumbuhan, tumbuhan ini yang nantinya akan di manfaatkan dan di kelola hasilnya. Lahan gambut adalah lahan yang memiliki unsur tanah yang termasuk ke dalam golongan tanah gambut. tanah gambut sendiri merupakan jenis tanah basah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk, oleh sebab itu kandungan organiknya tinggi.Dalam bidang pertanian media yang di perlukan adalah tanah, tanah dalam pertanian ini ada dua jenis yaitu padat dan cair/tanah yang lembek. Salah satunya adalah lahan gambut. Contoh komoditas yang dapat di tan di tanah gambut adalah sawit, didaerah saya merupakan jenis tanah gambut yang berada di sekitar rawa-rawa. Para petani memanfaatkan lahan sebagai lahan perkebunan sawit, penggunaan lahan gambut ini dapat meningkatkan emisi karbon maka dari itu perlu di tanam pada lahan gambut selain itu lahan ini dapat di manfaatkan untuk memperluas lahan sawit dan meningkatkan produksi crude palm oil.
Cara penanaman nya di perlukan untuk memperhatikan iklim, media dalam tanam, pembibitan kelapa sawit, pemupukan pada sawit
Npm: 2114211049
izin menjawab bu
Ekosistem lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun.
Pengelolaan gambut sebagai lahan budidaya secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan:
1. menjaga agar gambut tetap lembab,
2. penggunaan bahan amelioran,
3. mengatur pola tanam,
4. menjaga agar gambut tetap tertutup dengan menggunakan tanaman penutup,
5. menggunakan jenis tanaman yang toleran dengan kondisi gambut.
proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin. Benih yang
berkualitas biasanya dijual dengan disertai sertifikat/label yang dikeluarkan oleh Balai Benih. Untuk tahap selanjutnya, bisa digunakan
benih dari hasil panen sendiri
hingga 3-4 kali musim tanam.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.
Re: FORUM TUGAS
Nama : Ananda Sabila Nurmarifah
NPM : 2114211037
Izin menjawab bu,
lahan gambut adalah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Untuk membentuk gambut dengan kedalaman mencapai 4 meter, dibutuhkan paling tidak waktu 2.000 tahun
Proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atauKUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri atas pupuk Urea, SP-36, dan KCl dengan dosis sesuaI kondisi masing-masing lahan.
Npm: 2154211005
izin menjawab bu
Ekosistem lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun. Untuk membentuk gambut dengan kedalaman mencapai 4 meter,
Cara menanam kopi ialah serangkaian proses dari mulai awal persiapan lahan hingga panen buah kopi nanti. Berikut akan kami berikan bagimana cara menanam kopi yang benar agar menjadi panduan dalam membudidayakan tanaman kopi. Langkah-langkah menanam kopi terdiri dari :
1. Persiapan Lahan
* Lokasi agak teduh (tidak terpapar sinar matahari langsung lebih dari 6 jam)
* Memiliki iklim tropis
* Memiliki kadar keasaman tanah (pH) 5,5-6,5
* Memiliki cukup unsur hara
* Tanahnya gembur
2. Penanaman Pohon Peneduh (Penghalang Cahaya)
Karena tanaman kopi merupakan tanaman yang membutuhkan keadaan sejuk dan tidak terpapar cahaya matahari langsung maka dibutuhkan tanaman untuk dijadikan peneduhnya. Untuk memilih pohon peneduh yang baik, sebaiknya dipilih pohon yang cepat tumbuh dengan intensitas daun yang tidak terlalu rimbun. Varietas tanaman yang cocok untuk dijadikan peneduh ialah lamtoro dan sengon
3 Pengolahan Lahan Tanam
Jika pohon peneduh sudah tumbuh tinggi dan melindungi lahan tanam dari paparan cahaya matahari langsung, maka dapat dimulai proses pengolahan lahan untuk ditanami kopi. Urutan pengolahan lahannya adalah sebagai berikut
* Pertama-tama buatlah lubang tanamnya terlebih dahulu dengan ukuran sekitar 30 x 30 cm dan kedalaman 30 cm
* Jarak antar lubang minimal adalah 2 m
* Sucihamakan lubang tanam tersebut menggunakan bakterisida dan fungisida
Setelah ini maka lubang bisa diberi pupuk dasar.
4. Pemberian Pupuk Dasar
Setelah lubang tanam siap maka selanjutnya adalah pemberian pupuk dasar. Ini merupakan bagian penting dari cara menanam kopi karena pupuk dasar ini nantinya berguna untuk memberikan suplai nutrisi utama bagi tanaman kopi selama masa hidupnya. Pupuk dasar yang digunakan ialah pupuk organik yaitu bisa pupuk kandang, pupuk organik atau pupuk butiran organik yang biasa dijual di toko pertanian. Yang terbaik ialah campuran pupuk kompos dengan pupuk kandang. Perbangdingan campurannya bisa 1:1 atau 1 : 2.
Untuk cara pemberiannya adalah sebagai berikut :
* Campurkan pupuk kompos dengan pupuk kandangnya hingga merata
* Masukkan pupuk tadi ke lubang tanam
* Siramkan EM4 (microorganisme pengurai) bersama air
* Taburkan insektisida bubuk untuk mencegah serangan uret dan orong-orong
* Tutup lubang tersebut dengan tanah dan biarkan terlebih dahulu agar pupuk terurai.
Akan butuh waktu minimal 2 minggu agar pupuk terurai dengan baik. Sambi menunggu pupuknya terurai kita dapat mempersiapkan bibitnya terlebih dahulu.
5. Pembibitan Biji Generatif
Kopi bisa dibibit secara generatif melalui biji ataupun vegetatif cangkok. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah penjelasannya
Metode Pembibitan Generatif
* Pilih biji kopi yang berkualitas dan berasal dari bibit unggul yakni tanaman kopi yang sehat dan berbuah lebat
* Membelinya di toko pertanian agar mendapatkan mutu benih yang terjamin
* Siapkan tanah humus lalu diayak halus
* Tempatkan tanah humus yang sudah diayak pada plastik polybag hitam ukuran sedang
* Tanam biji kopi dalam plastik polybag dengan kedalaman sekitar 3-5 cm
* Sirami tanahnya kemudian biarkan hingga bibitnya tumbuh.
* Bibit yang sudah tumbuh kemudian ditempatkan ditempat teduh terlebih dahulu kurang lebih 1 minngu dan sering disirami. Pada usia 1 minggu setelah tumbuh sudah bisa disemprot dengan pupuk organik cair dan dipindah ketempat yang terpapar cahaya matahari langsung agar memacu pertumbuhannya.
Hingga bibit tumbuh setinggi minimal 30 cm (kurang lebih 2 bulan) maka bibit sudah bisa dipindahkan ke lubang tanam.
Keunggulan
* Akar dan batang tanaman lebih kuat
* Tanaman lebih tahan terhadap penyakit
* Tanaman bisa lebih produktif melebihi induk pohonnya
Kekurangan
* Waktu berbuah cukup lama
* Waktu pembibitan juga lebih lama
* Ada resiko tanaman mati di usia muda
6. Pembibitan Vegetatif Cangkok
Metode Vegetatif Cangkok
* Pilih tanaman yang seht dan berbuah lebat untuk dicangkok
* Carilah batang-batangnya yang berukuran sedang dan lurus yaitu diameternya sekitar 3 cm
* Kupas melingkar pangkal batang tersebut
* Bersihkan dari lendirnya hingg isi dalam batang tidak licin lagi
* Gunakan plastik atau serabut kelapa sebagai pembungus cangkokannya
* Mula-mula ikatkan plastik atau serabut kelapa di bagian pangkal bawah batang yang dikupas tersebut
* Isikan tanah humus basah pada plastik atau serabut kelapa lalu tangkupkan hingga ke pangkal atas bagian batang yang dikupas.
* Ikat tangkupan bagian atas kemudian selesai.
Cangkokan sering disirami secara berkala hingga nanti tumbuh akarnya kurang lebih 3-4 minggu maka cangkokan bisa dipotong dan dipindah ke ubang tanam. Atau kamu bisa melihat panduan jelasnya di Cara Mencangkok Tanaman
Keunggulan
* Waktu pembibitan lebih singkat
* Tanaman akan cepat berbuah seperti indukannya
* Tidak ada resiko mati saat kecil
Kekurangan
* Tanaman kurang tahan terhadap penyakit
* Akar dan batang tanaman kurang kuat
* Produksi buah tanaman hanya seperti indukan dan tidak bisa melampauinya
Nah setelah mengetahui cara membibit kopi maka anda bisa tentukan sendiri cara mana yang ingin anda gunakan. Setelah bibit siap maka bisa ditanam ke lubang tanam.
7. Penanaman Bibit Kopi
Tahap selanjutnya dari cara menanam kopi adalah menanam bibitnya ke lubang tanam yang sudah dipersiapkn sebelumnya. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
* Sirami bibit terlebih dhulu sebelum dipindahkan ke lubang tanam
* Lakukan pemindahan bibit pada sore hari agar menghindari tanaman layu di terik siang
* Selesaikan penanaman bibit pada satu kali waktu
* Buat gundukan tanah gembur melingkar disekitar pangkal tanaman agar air mudah meresap dan tidak menggenang
* Segera sirami kembali bibit yang selesai ditanam
* Lakukan penyulaman selama 2 minggu pertama yakni menyeleksi tanaman yang mati atau sakit dan tidak normal untuk diganti dengan bibit baru.
8. Penyiraman
Penyiraman dilakukan dengan berkala, dapat 2 minggu sekali jika dimusim kemarau. Meski tanaman kopi tetap dapat bertahan hidup dengan kondisi sedikit air, namun aangkah baiknya jika disirami karena dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
9. Penyiangan
Penyiangan juga dilakukan secara berkala. Dimusim hujan, tanaman peneduh dapat dikurangi daunnya agar tnah dibawah tidak terlalu lembab.
10. Pemupukan Susulan
Pemupukan susulan ini dilakukan agar perkembangan tanaman semakin cepat. Yakni menggunakan pupuk NPK. Caranya adalah pupuk NPK dilarutkn dalam air dengan perbandingan 2 gelas NPK untuk 35 liter air. Kemudian dikocorkan merata pada setiap tanaman. Lakukan setiap 2 minggu sekali yaitu setelah disirami. Pada musim hujan, pemupukan susulan dengan NPK dapat dikurangi.
11. Pemupukan Dasar Ulang
Setiap 1 tahun sekali maka tanaman kopi perlu diberikan pupuk dasar ulang. Apalagi ketika berbuah nanti maka interval pemberian pupuk dasar ulang bisa dipersingkat menjadi setiap 6-8 bulan sekali saja. Pupuk yang digunakan masih sama yakni pupuk kandang dan kompos.
12. Panen Kopi
Panen biji kopi dapat dilakukan setelah tanaman berusia sekitar 2,5 – 3 tahun setelah tanam. Pada tanaman cangkok bahkan bisa lebih cepat. Umumnya hasil panen kopi yang pertama masih sedikit. Lama kelamaan dengan semakin bertambah banyaknya cabang pohon makan hasi panen pun akan semakin meningkat.
2114211003
Izin menjawab bu
Lahan gambut adalah Ekosistem lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun. Untuk membentuk gambut dengan kedalaman mencapai 4 meter, dibutuhkan paling tidak waktu 2.000 tahun.
CARA MENANAM UBI KAYU YANG BAIK DAN BENAR
Persiapan Lahan
Dibutuhkan lahan yang luas untuk melakukan budidaya ubi kayu.
Lahan yang baik untuk menanam ubi kayu adalah tanah yang memiliki struktur gembur, remah, tidak terlalu poros, dan memiliki banyak bahan organik. Dengan tanah yang berstruktur remah, memiliki tata udara yang lebih baik dan sangat tersedia unsur hara dan mudah untuk diolah. Dengan jenis tanah aluvial latosol, podsolik merah kuning, grumusol, mediteran dan andosol, sangat cocok untuk menanam ubi kayu. Untuk menanam ubi kayu, derajat keasaman (pH) tanah yang cocok yakni sekitar 4,5-8,0 dengan pH ideal berkisar 5,8. Tanah di Indonesia rata-rata memiliki pH yang rendah (asam), yakni 4,0-5,5, sehingga tanah di Indonesia dikatakan cukup seimbang untuk kesuburan tanaman ubi kayu.
Pengolahan Lahan
Tahap persiapan
Pada tahap ini, pengukuran pH tanah akan dilakukan menggunakan kertas lakmus, pH meter dan cairan pH tester. Setelah itu, dalam menganalisis jenis tanah pada contoh tanah yang akan ditanami yang berguna untuk mengetahui seberapa besar tersedianya unsur hara dan kandungan bahan organik di dalamnya. Selanjutnya untuk menetapkan waktu yang cocok untuk bertanam memiliki kaitan erat dengan waktu panen. Hal tersebut perlu untuk diperhitungkan berdasarkan asumsi waktu menanam yang bersamaan dengan penanaman tanaman lain (tumpang sari).
Dengan begitu sekaligus dapat menghasilkan variasi tanaman yang sejenis. Untuk luas daerah penanaman akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dan pengaturan volume produksi juga penting untuk diperhitungkan, karena akan berkaitan dengan perkiraan harga yang akan ditetapkan bersamaan saat panen.
Pembukaan dan pembersihan lahan
Pada tahap ini, pembukaan lahan merupakan tahap untuk membersihkan lahan dari segala gangguan baik gulma maupun rumput atau akar tanaman sebelumnya. Tahap ini dilakukan untuk memudahkan perakaran tanaman yang berkembang dan membasmi tumbuhan inang untuk hama dan penyakit yang kemungkinan akan datang.
Pembedengan
Untuk menanam ubi kayu, diperlukan bedengan di lahan yang sudah sekitar 70% selesai dari tahap penyelesaian. Bedengan ini dibuat untuk memudahkan dalam
2154211003
Izin menjawab
Lahan gambut adalah lahan yang terbentuk dari proses dekomposisi tanaman atau serasah organik secara anaerobik
Gambut adalah tanah yang mengandung bahan organik lebih dari 30% sedangkan lahan gambut adalah lahan yang ketebalan gambut nya lebih dari 50 cm
Salah satu komoditas yang cocok di lahan gambut yaitu kelapa sawit
lahan budidaya kelapa sawit yang seperti berikut :
A. Kondisi lahan
- Memiliki pH tanah 4,0-6,5
- Subur
- Gembur
- Memiliki curah hujan 2500 – 3000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun
- Suhu 25°-27°C dengan lama penyinaran 5 – 7 jam/hari.
Jika dulur-dulur dapat memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit, maka dapat dipastikan hasil yang diraih akan menjadi lebih optimal.
B. Gunakan Bibit Sawit Unggul
Setelah memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit, maka langkah selanjutnya yaitu dengan menggunakan bibit sawit unggul. Dulur-dulur bisa memperoleh bibit sawit melalui lembaga pemerintah ataupun dengan membeli langsung melalui toko bibit pertanian terdekat.
C. Pemupukan
Pemupukan kelapa sawit juga dilakukan sesuai umur, dengan menggunakan setengah dari dosis pupuk kimia ditambah pupuk organic cair GDM spesialis tanaman perkebunan.
Berikut Dosis Penggunaan POC GDM Sesuai Umur Budidaya Kelapa Sawit :
Fase Pertumbuhan Dosis Waktu Penggunaan
Pra-Nursery (0-3 bulan). 20 ml:1 L
10 L larutan untuk 100 bibit sawit per aplikasi.
Dikocor/disiram didalam polybag per 15 hari (6x aplikasi).
Main Nursery (3-12 bulan). 20 ml:1 L
10 L larutan untuk 50 bibit sawit per aplikasi.
Dikocor/disiram didalam polybag per 1 bulan (9x aplikasi).
Saat Tanam. 20 ml:1 L
2 L larutan per lubang tanam.
Dikocor/disiram didalam lubang tanam.
TBM (0-4 tahun). 20 ml:1 L
5 L larutan per tanaman.
Dikocor/disiram didalam piringan/dekat perakaran setiap 2 bulan (24x aplikasi).
TM (lebih dari 4 tahun). 20 ml:1 L
10 L larutan per tanaman.
Dikocor/disiram didalam piringan/dekat perakaran setiap 3 bulan.
TBM Tanaman Belum Menghasilkan, TM: Tanaman Menghasilakan
Fungsi Bakteri POC GDM Spesialis Tanaman Perkebunan Untuk Tanaman Kelapa Sawit:
- Mengandung bakteri Bacillus sp dan Psedomonas sp yang menghasilkan antibiotic alami sehingga dapat mencegah berbagai penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit mulai dari pembibitan, TBM maupun TM dan penyakit tular tanah termasuk Ganoderma.
- Meningkatkan pertumbuhan dan produksi kelapa sawit karena menghasilkan zat perangsang tumbuh alami.
- Mampu mengikat N dari alam dan menguraikan P dan K sehingga dapat menghemat penggunaan pupuk kimia.
- Mengurangi defrensiasi bunga jantan dan mengurangi bunga banci.
- Mengurangi asam lemak bebas dan meningkatkan rendemen minyak.
D.Pola Tanam & Jarak Tanam Kelapa Sawit Yang Tepat
Pola tanam kelapa sawit perlu diperhatikan karena berkaitan dengan efektifitas penggunaan lahan. Pola tanam segitiga sama sisi merupakan pola tanam yang paling efektif di areal datar, sehingga untuk areal bergelombang/berbukit perlu dilakukan “viol linning” untuk mempertahankan jumlah populasi per hektarnya dengan tetap memperhatikan tingkat kesuburan tanahnya.
Nama: Akmal Restu Mubarok
Npm: 2114211019
Lahan gambut merupakan salah satu tipologi lahan rawa yang cocok untuk pengembangan tanaman pangan. Salah satu ciri utama dari lahan ini adalah lapisan gambut yang mengandung C-organik antara 12% - 18%. Di Indonesia, luas lahan gambut mencapai 17-20 juta ha yang cocok untuk pengembangan pertanian sekitar 10,9 juta ha.
Pola agroforestry merupakan pola budidaya lahan yang bisa diterapkan dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Masyarakat wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menggunakan pola agroforestry dalam mengelola lahan gambut, baik gambut tipis, gambut menengah dan gambut dalam.
Hasil survei itu mengungkapkan ada beberapa komposisi jenis tanaman terdiri dari tanaman berkayu, tanaman semusim, ternak dan ikan yang bisa dikembangkan.”Dari hasil survei, jenis-jenis tanaman yang telah dibudidayakan dengan pola agroforestry di lahan gambut dan memiliki produktifitas cukup baik antara lain: tanaman penghasil buah (rambutan dan jeruk) tanaman penghasil kayu (sengon), tanaman penghasil getah (jelutung rawa dan karet), nenas dan sayur-sayuran (daun bawang, cabe dan jagung),” ungkap peneliti Madya BP2LHK Banjarbaru sekaligus ketua tim survei Tri Wira Yuwati, S.Hut, MSc, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (3/9)
Npm: 2114211053
Izin menjawab bu,
Gambut adalah jenis lahan basah yang terbentuk dari timbunan material organik berupa sisa-sisa pohon, rerumputan, lumut dan jasad hewan yang membusuk di dalam tanah.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki lahan gambut yang luas. Luas lahan gambut di Indonesia diperkirakan mencapai 22,5 juta hektar. Persebaran lahan gambut di Indonesia berkisar di pulau Sumatera, Kalimantan, Papua serta sebagian kecil di Sulawesi.
Pengelolaan gambut sebagai lahan budidaya secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan:
1. menjaga agar gambut tetap lembab,
2. penggunaan bahan amelioran,
3. mengatur pola tanam,
4. menjaga agar gambut tetap tertutup dengan menggunakan tanaman penutup,
5. menggunakan jenis tanaman yang toleran dengan kondisi gambut.
Proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.
NPM: 2114211039
lahan gambut ialah jenis lahan basah yang terbentuk dari penumpukan material organik, seperti sisa pohon, rumput, lumut, dan jasad hewan yang setengah membusuk. Proses penumpukan ini biasanya terjadi selama ribuan tahun.
proses budidaya palawija di lahan gambut yaitu:
1. memilih lokasi dan komoditas, palawija dapat ditanam pada lahan yang tidak tergenang air, yaitu lahan tegalan, guludan surjan, dan pada lahan sawah (di musim kemarau) yang piritnya tidak dangkal.
2. memilih varietas, tahap pertama, benih harus dibeli atau diambil dari
sumber benih yang dapat dipercaya, seperti PT Pertani, Dinas Pertanian setempat, toko-toko pertanian atau
KUD, supaya mutu dan varietasnya betul-betul terjamin. Benih yang
berkualitas biasanya dijual dengan disertai sertifikat/label yang dikeluarkan oleh Balai Benih. Untuk tahap selanjutnya, bisa digunakan
benih dari hasil panen sendiri
hingga 3-4 kali musim tanam.
3. waktu dan pola tanam, palawija dapat ditanam kapan saja asal
diperkirakan tidak akan kebanjiran dan kekeringan, serta hasilnya laku dan
menguntungkan bila dijual.
4. pengolahan tanah, Pengolahan tanah bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur dan membersihkannya dari gulma, kayu, dan tunggul-tunggul. Cara mengolah tanah, tergantung pada jenis tanah dan kondisi lahan.
5. pengaturan air, Pada dasarnya, palawija terutama singkong, kacang
tanah, dan ubijalar, tidak menyukai tanah yang tergenang dan becek.
6. penggunaan bahan amelioran, Bahan amelioran digunakan untuk tanaman jagung, kedele, dan kacang tanah pada lahan gambut dan lahan dengan pH rendah.
7.Pupuk yang digunakan terdiri
atas pupuk Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis sesuai
kondisi masing-masing lahan.