PEMANGKASAN JAMBU BIJI
Pemangkasan tanaman jambu biji merupakan usaha untuk memperbaiki kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, cahaya, sirkulasi angin sehingga aktifitas fotosintesis berlangsung normal.
Pemangkasan adalah: tindakan pembuangan bagian-bagian tanaman seperti cabang atau ranting dengan mendapatkan bentuk tertentu sehingga dicapai tingkat efisiensi yang tinggi didalam pemanfaatan cahaya matahari, mempermudah pengendalian hama dan penyakit serta mempermudah pemanenan.
Pemangkasan adakalanya berguna untuk mengurangi beban buah yang terlampau lebat sehingga didapatkan buah dengan kualitas yang baik.
Tujuan pemangkasan:
- Mengatur arah tumbuh tanaman
- Menjaga kesehatan tanaman
- Mengurangi bagian tanaman yang tidak produktif.
- Menjamin proses produksi berlangsung maksimal dan menekan resiko serangan hama dan penyakit.
- Merangsang pertumbuhan tunas-tunas produktif.
- Mengoptimalkan produktitas tanaman.
- Memperbaiki kondisi tanaman karena system pembuahan terangsang dan produksi pada tanaman semakin meningkat.
Jenis-jenis pemangkasan pada jambu biji:
- Pemangkasan Pembentukan Tanaman
Pemangkasan ini dilakukan pada tanaman muda, yang bertujuan mempersiapkan tanaman agar kelak dapat berbuah maksimal. Jika tanaman tidak dibentuk, cabangnya akan terlalu rapat sehingga lingkungan mahkota daun menjadi lembab. Akibatnya tanaman enggan berbuah, malahan muda terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur, selain itu pemangkasan pada fase ini juga ditujukan untuk pohon jambu biji agar tumbuh pendek.
- Pemangkasan pemeliharaan
Setelah tajuk tanaman berbentuk, tanaman biarkan tumbuh bebas . pemangkasan selanjutnya hanya dilakukan untuk membuang cabang-cabang liar dan cabang ranting, atau atau pucuk yang sakit. Yang diamaksud cabang dan tunas liar ialah cabang dan tunas yang tidak tumbuh pada tempatnya.
- Pemangkasan produksi
Pemangkasan ini dilakukan jika pohon terlalu rimbun. Tanaman jambu biji yang rimbun memiliki c/n ratio rendah dan biasanya enggan memunculkan tunas generative. Pemangkasan tidak hanya pada cabang dan ranting tetapi juga terhadap daun-daun yang sudah tua. Cabang yang dipangkas adalah cabang lemah yang ada dibagian dalam lingkungan mahkota daun, karena daun yang demikian produktitasnya rendah.
Teknik-teknik Pemangkasan:
- Pemangkasan bentuk
Pemangkasan bentuk menggunakan formasi 1-3-9. 1 batang utama yang di pangkas akan tumbuh menjadi beberapa batang primer. Dari beberapa batang primer akan dipilih 3 cabang dengan pertumbuhan yang paling proporsional. Setelah beberapa hari 3 batang primer akan dipangkas lagi agar mendapatkan 3 cabang sekunder dengan pertumbuhan yang terbaik, seimbang dan proporsional.
- Pemangkasan pemeliharaan
Pada umumnya teknik pemangkasan ini dilakukan setelah tanaman selesai berbuah (panen). Karena setelah masa panen, tenaga tanaman habis untuk membesarkan nutrisi kebuah yang sudah panen.
- Pemangkasan produksi
Pemangkasan teknik ini berfungsi untuk menumbuhkan tunas produktif yang berada diranting bagian luar tanaman, sehingga semakin banyak tunas produktif yang tumbuh diujung ranting. Selain itu semakin banyak bunga dan buah yang tumbuh diujung ranting produktif akan menambah produktifitas tanaman jambu.
Alat-alat yang umum dipakai dalam pemangkasan:
- Gunting dahan/ gunting stek merupakan alat untuk mengunting dahan-dahan kecil (berdiameter 2-3cm).
- Gergaji tangan (6 gigi/inci) digunakan untuk memangkas dahan pohon yang rendah.
- Gunting gergaji galah (panjang 3-4cm) digunakan untuk memangkas dahan /ranting kecil yang letaknya tinggi.








