Weekly outline

  • General

    • Kontrak kuliah File 308.5KB PDF document
    • PETA MATERI File 224.8KB Image (PNG)
  • Pertemuan 1

    • slide ppt File 94.2KB Powerpoint 2007 presentation
  • Pertemuan 2

    • Slide ppt File 744.5KB PDF document
  • Pertemuan 3

    Salam pembelajar,

    Pada pertemuan ini kita masih membahas topik yang sama dengan pertemuan kedua. Namun kita akan lebih memperjelasnya dengan penugasan mandiri. Pada pekan ini anda diminta untuk mencari 1 jurnal nasional/internasional terkait dengan pendidikan ekonomi. Kemudian anda telaah jurnal tersebut. Selanjutnya, anda identifikasi langkah-langkah penelitian yang telah terimplementasi dalam jurnal yang anda baca tersebut dan berikan argumentasii anda yang sudah dielaborasi dengan sumber-sumber lain baik dari buku maupun jurnal. Silakan dikerjakan dan diupload pada menu penyerahan tugas mandiri, maksimal 2 halaman.  Untuk link jurnal yg anda baca silakan dipilih di bawah ini. Terimakasih. Selamat Belajar.

    Petunjuk Aktivitas: Menelusuri Langkah-Langkah Penelitian

    Pilih dan baca salah satu artikel ilmiah yang telah disediakan.

    Referensi Artikel:

    1. Lourie, M., & McPhail, G. (2024). A realist conceptual methodology for qualitative educational research: A modest proposal. New Zealand Journal of Educational Studies, 59, 393–407. https://doi.org/10.1007/s40841-024-00344-4  Springer
    2. Soicher, R. N., Baker, A. R., & Thomas, R. C. (2024). A mixed-methods research design to advance inclusive and equitable teaching. Innovative Higher Education, 49, 1105–1125. https://doi.org/10.1007/s10755-024-09741-5  Springer
    3. Vo, D. V., & Simmie, G. M. (2025). Assessing scientific inquiry: A systematic literature review of tasks, tools and techniques. International Journal of Science and Mathematics Education, 23, 871–906. https://doi.org/10.1007/s10763-024-10498-8  Springer
    4. Anderson, J. (2026). Metasummary: Examining the potential of a methodologically inclusive approach for conducting systematic reviews of educational research. Educational Review, 78(1), 103–123. https://doi.org/10.1080/00131911.2024.2401079  Taylor & Francis Online+1
    5. Seymour, M. (2024). Enhancing the online student experience through the application of Universal Design for Learning (UDL) to research methods learning and teaching. Education and Information Technologies, 29, 2767–2785. https://doi.org/10.1007/s10639-023-11948-6  Springer+1

    Setelah membaca, lakukan hal berikut:

    1. Identifikasi masalah/tujuan penelitian.
    2. Telusuri metode dan tahapan penelitian yang digunakan.
    3. Buat bagan sederhana: Masalah → Tujuan → Metode → Data → Analisis → Hasil → Kesimpulan.
    4. Tuliskan 1 hal penting yang Anda pelajari dari prosedur penelitian tersebut.
    5. Jawab pertanyaan: “Apakah proses penelitian dalam artikel tersebut berjalan secara linear, atau terdapat tahapan yang saling berkaitan/berulang? Jelaskan secara singkat.”

    Tujuan aktivitas: mahasiswa mampu memahami bahwa penelitian ilmiah merupakan proses yang sistematis, logis, saling berkaitan, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar kumpulan langkah yang harus dihafalkan.


  • Pertemuan 4

    Salam pembelajar,

    Semoga senantiasa sehat dan semangat dalam menimba ilmu.

    Pertemuan kali ini kita akan mempelajari tentang bagaimana mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian. Apakah kalian sudah pernah ada pengalaman penelitian? kira-kira apa sajakah yang harus dipertimbangkan dalam mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitian?

    Kita kaji bersama ya...

    Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah Penelitian

    Penelitian yang baik selalu berawal dari masalah yang jelas, relevan, dan layak diteliti. Mengidentifikasi masalah berarti mampu menemukan kesenjangan (gap) antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi yang terjadi berdasarkan fenomena, data, teori, atau hasil penelitian terdahulu. Selanjutnya, masalah tersebut perlu dirumuskan secara spesifik, fokus, logis, dan dapat dijawab melalui penelitian.

    Mahasiswa perlu menguasai kemampuan untuk membedakan fenomena, masalah, dan topik penelitian, menemukan research gap, menentukan batasan masalah, serta mengubah masalah yang masih umum menjadi rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian yang jelas dan terukur/tereksplorasi.

    Pertanyaan Pemantik:

    • Apakah setiap fenomena atau persoalan di bidang Pendidikan Ekonomi dapat dijadikan masalah penelitian?
    • Apa perbedaan topik, fenomena, masalah, dan rumusan masalah?
    • Dari mana kita dapat menemukan research gap?
    • Mengapa masalah penelitian harus didukung oleh data atau bukti, bukan sekadar asumsi?
    • Bagaimana mengubah masalah yang masih luas menjadi pertanyaan penelitian yang fokus?
    • Apakah rumusan masalah yang baik selalu harus menggunakan kata “apakah” atau “seberapa besar”?

    Kata kunci penguasaan: research problem, research gap, research question, phenomenon, problem identification, problem formulation, scope, dan research feasibility.

    Inti konsep: Masalah penelitian bukan sekadar sesuatu yang “bermasalah”, tetapi kesenjangan pengetahuan atau fenomena yang dapat dijelaskan, diuji, atau dieksplorasi melalui proses ilmiah.

    Silakan anda pelajari materi terlampir. 

    Selanjutnya tugas anda adalah belajar mengidientifikasi dan merumuskan masalah penelitian. 

    Silakan dipilih topik yang paling anda sukai untuk diteliti di bidang pendidikan ekonomi. Jika sudah memilih topik, anda bisa tentukan masalahnya yang paling up to date untuk dikaji  saat ini. Silakan ditulis dalam folio bergaris, dan dikirimkan ke sini ya...paling telat pukul 22.00wib. Rancanganmasalah penelitian tidak boleh sama antara satu dengan yg lainnya. Tidak diperkenankan copy paste dari internet. Dianjurkan menuliskan referensi acuannya baik buku/jurnal.Selamat belajar.

    • slide ppt File 210.8KB PDF document
  • Pertemuan 5

    Salam pembelajar,

    Kali ini kita akan mempelajari tentang masalah, variabel, dan paradigma penelitian. Setelah mempelajari materi ini anda diharapkan mampu untuk merumuskan masalah, menentukan variabel dan membuat paradigma penelitian berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan.

     Yuk kita kaji bersama...

    Masalah, Variabel, dan Paradigma Penelitian

    Masalah penelitian menjadi titik awal dalam menentukan apa yang perlu dikaji, sedangkan variabel membantu peneliti mengidentifikasi aspek atau karakteristik yang akan diukur, diamati, atau dianalisis. Selanjutnya, paradigma penelitian memberikan kerangka berpikir tentang bagaimana berbagai variabel atau konsep tersebut dipandang dan bagaimana hubungan di antaranya akan dikaji.

    Mahasiswa perlu menguasai kemampuan untuk mengidentifikasi masalah penelitian, menentukan variabel yang relevan, membedakan variabel independen, dependen, moderator, intervening, dan kontrol, serta menyusun paradigma penelitian yang menggambarkan hubungan antarkonsep secara logis. Mahasiswa juga perlu memahami bahwa tidak semua penelitian menggunakan variabel dalam pengertian yang sama, terutama ketika membandingkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

    Alur berpikir utama:

    MASALAH → KONSEP/VARIABEL → HUBUNGAN ANTARVARIABEL → PARADIGMA PENELITIAN → METODE → DATA → KESIMPULAN

    Contoh sederhana Pendidikan Ekonomi:

    Masalah: Rendahnya hasil belajar ekonomi mahasiswa

    Variabel: Motivasi belajar (X) dan hasil belajar (Y)

    Hubungan: Motivasi belajar → hasil belajar

    Paradigma: X → Y

    Pertanyaan Pemantik:

    • Mengapa masalah penelitian harus jelas sebelum menentukan variabel?
    • Apakah setiap masalah penelitian pasti memiliki variabel?
    • Bagaimana membedakan variabel dengan sekadar topik atau konsep?
    • Jika ditemukan hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar, apakah hubungan tersebut otomatis menunjukkan sebab-akibat?
    • Mengapa satu masalah penelitian dapat menghasilkan paradigma penelitian yang berbeda?
    • Bagaimana paradigma penelitian membantu kita menentukan metode dan analisis data?

    Kata kunci penguasaan: research problem, concept, variable, independent variable, dependent variable, moderator, intervening, control variable, research paradigm, dan relationship among variables.

    Inti konsep: Masalah menentukan apa yang perlu dijelaskan; variabel membantu menentukan apa yang dikaji; paradigma menggambarkan bagaimana peneliti memandang dan menguji hubungan antarkomponen penelitian.

    Diperbanyak membaca referensi metodologi penelitian dan artikel yang terkait lainnya guna menambah wawasan termasuk untuk memudahkan kita menulis ide-ide segar untuk penelitian.

    Selamat belajar

    • Slide ppt File 210.8KB PDF document
  • This week

    Pertemuan 6

    Salam pembelajar,

    Apa kabar semuanya? kali ini kita akan mempelajari tentang landasan teori, kerangka pikir dan hipotesis. Apakah kalian sudah ada yang mengetahuinya? coba tuliskan disini apa yang anda ketahui tentang teori, kerangka pikir dan hipotesis? adakah hubungan antara ketiganya?

    Baik, kita kaji bersama ya...

    Landasan Teori, Kerangka Pikir, dan Hipotesis

    Landasan teori memberikan dasar konseptual untuk menjelaskan fenomena dan masalah penelitian. Dari teori dan hasil penelitian terdahulu, peneliti membangun kerangka pikir yang menunjukkan bagaimana konsep atau variabel penelitian saling berkaitan. Pada penelitian kuantitatif yang menguji hubungan atau pengaruh, kerangka pikir selanjutnya dapat menjadi dasar untuk merumuskan hipotesis sebagai dugaan sementara yang akan diuji secara empiris.

    Anda sebagai mahasiswa perlu menguasai kemampuan untuk memilih teori yang relevan, menjelaskan konsep dan variabel berdasarkan teori, menemukan hubungan antarkonsep dari penelitian terdahulu, menyusun kerangka pikir yang logis, serta merumuskan hipotesis yang dapat diuji. Anda juga perlu memahami bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesis, terutama penelitian kualitatif yang lebih berorientasi pada eksplorasi dan pemahaman mendalam terhadap suatu fenomena.

    Alur berpikir utama:

    MASALAH PENELITIAN

    LANDASAN TEORI & PENELITIAN TERDAHULU

    KONSEP / VARIABEL

    KERANGKA PIKIR

    HIPOTESIS

    PENGUJIAN EMPIRIS

    Contoh sederhana Pendidikan Ekonomi:

    Teori Motivasi Belajar

    Motivasi belajar dapat mendorong keterlibatan dan usaha siswa dalam belajar

    Motivasi Belajar (X) → Hasil Belajar Ekonomi (Y)

    Hipotesis: Terdapat pengaruh positif motivasi belajar terhadap hasil belajar ekonomi.

    Pertanyaan Pemantik:

    • Mengapa penelitian membutuhkan landasan teori?
    • Bagaimana menentukan teori yang benar-benar relevan dengan masalah penelitian?
    • Apa perbedaan landasan teori dengan sekadar kumpulan definisi dari berbagai sumber?
    • Bagaimana teori dan penelitian terdahulu digunakan untuk membangun kerangka pikir?
    • Apakah setiap hubungan antarvariabel dapat langsung dijadikan hipotesis?
    • Apa yang membuat sebuah hipotesis logis dan dapat diuji secara empiris?
    • Mengapa penelitian kualitatif tidak selalu membutuhkan hipotesis?

    Kata kunci penguasaan: theoretical foundation, theory, concept, variable, previous research, conceptual framework, research framework, hypothesis, empirical testing, dan theoretical relationship.

    Inti konsep: Teori menjelaskan “mengapa”, kerangka pikir menunjukkan “bagaimana konsep/variabel saling berkaitan”, sedangkan hipotesis menyatakan “apa yang diduga terjadi dan akan diuji secara empiris”.


    Pertanyaan refleksi:

    “Jika hipotesis penelitian saya tidak didukung oleh teori dan penelitian terdahulu, apakah hipotesis tersebut tetap layak diuji? Mengapa?”

    Selamat belajar semoga senantiasa dimudahkan dalam menimba ilmu. Aamiin

    • slide ppt File 171KB PDF document
  • Pertemuan 7

    Salam pembelajar,

    Semoga senantiasa sehat dalam lindungan Alloh SWT.

    Pertemuan ini kita akan mempelajari tentang Populasi dan Sampel.

    Apakah kalian ada yg sudah mengetahui tentang populasi dan sampel? Apa kira-kira perbedaan antara populasi dan sampel?

    Kita kaji bersama ya...

    Populasi dan Sampel Penelitian

    Populasi adalah keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang dipilih untuk mewakili karakteristik yang ingin diteliti. Pemilihan populasi dan sampel harus dilakukan secara logis, sistematis, dan sesuai dengan tujuan serta desain penelitian.

    Mahasiswa perlu menguasai kemampuan untuk menentukan populasi target dan populasi terjangkau, membedakan populasi dengan sampel, menentukan teknik sampling yang tepat, serta memahami konsep keterwakilan sampel. Mahasiswa juga perlu memahami perbedaan probability sampling dan non-probability sampling, termasuk konsekuensi pemilihan teknik sampling terhadap generalisasi hasil penelitian.

    Alur berpikir utama:

    TUJUAN PENELITIAN → POPULASI → KERANGKA SAMPLING → TEKNIK SAMPLING → UKURAN SAMPEL → SAMPEL PENELITIAN

    Contoh sederhana Pendidikan Ekonomi:

    Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan media digital terhadap hasil belajar ekonomi.

    Populasi: Seluruh siswa kelas XI SMA yang menjadi sasaran penelitian.

    Sampel: Sebagian siswa yang dipilih berdasarkan teknik sampling tertentu.

    Data: Hasil belajar dan penggunaan media digital.

    Pertanyaan Pemantik:

    • Mengapa peneliti tidak selalu meneliti seluruh anggota populasi?
    • Apa perbedaan populasi target, populasi terjangkau, dan sampel?
    • Apakah semakin besar jumlah sampel selalu berarti penelitian semakin baik?
    • Bagaimana menentukan teknik sampling yang sesuai dengan karakteristik populasi?
    • Apa risiko jika sampel tidak mewakili populasi?
    • Kapan sensus lebih tepat daripada menggunakan sampel?
    • Sejauh mana hasil penelitian dari sampel dapat digeneralisasikan kepada populasi?

    Kata kunci penguasaan: population, target population, accessible population, sampling frame, sample, probability sampling, non-probability sampling, sample size, representativeness, dan generalization.

    Inti konsep: Kualitas sampel bukan hanya ditentukan oleh “berapa banyak” responden, tetapi terutama oleh “siapa yang dipilih, bagaimana cara memilihnya, dan apakah pilihan tersebut sesuai dengan tujuan penelitian”.

    Pertanyaan refleksi:

    “Jika sampel yang saya pilih tidak mewakili karakteristik populasi, apakah hasil penelitian masih dapat digeneralisasikan? Jelaskan.”

    Selamat belajar, semoga Anda dimudahkan dalam menimba ilmu.

  • Ujian Tengah Semester

    • Pertemuan 9

      Salam pembelajar,

      Pertemuan kali ini kita akan mempelaajri tentang populasi dan sampel serta teknik sampling, yang merupakan kelanjutan dari topik sebelumnya. Apakah kalian ada yang sudah mengetahui tentang populasi dan sampel serta teknik sampling? JIka anda sudah mengetahuinya dari berbagai buku yang sudah dibaca, silakan dikemukakan disini ya sehingga kalian bisa berbagi pengalaman.

      Teknik Sampling

      Teknik sampling merupakan cara atau prosedur yang digunakan peneliti untuk memilih sampel dari suatu populasi. Pemilihan teknik sampling harus mempertimbangkan tujuan penelitian, karakteristik populasi, ketersediaan kerangka sampel, desain penelitian, serta tingkat keterwakilan yang dibutuhkan.

      Mahasiswa perlu menguasai perbedaan probability sampling dan non-probability sampling, serta memahami teknik di dalamnya, seperti simple random sampling, systematic sampling, stratified sampling, cluster sampling, purposive sampling, convenience sampling, quota sampling, dan snowball sampling. Yang lebih penting, mahasiswa mampu menjelaskan alasan pemilihan teknik sampling dan konsekuensinya terhadap bias serta generalisasi hasil penelitian.

      Alur berpikir utama:

      TUJUAN PENELITIAN

      KARAKTERISTIK POPULASI

      APAKAH ADA KERANGKA SAMPEL?

      PROBABILITY / NON-PROBABILITY SAMPLING

      PILIH TEKNIK YANG SESUAI

      TENTUKAN SAMPEL

      EVALUASI KETERWAKILAN & POTENSI BIAS

      Contoh sederhana Pendidikan Ekonomi:

      Peneliti ingin mengetahui tingkat literasi ekonomi mahasiswa di sebuah universitas.

      Jika tersedia daftar seluruh mahasiswa dan setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk dipilih → Simple Random Sampling.

      Jika mahasiswa terbagi dalam beberapa program studi dan setiap program studi perlu terwakili → Stratified Sampling.

      Jika peneliti membutuhkan mahasiswa dengan karakteristik tertentu, misalnya mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah tertentu → Purposive Sampling.

      Pertanyaan Pemantik:

      • Mengapa teknik sampling harus disesuaikan dengan karakteristik populasi?
      • Apa perbedaan mendasar probability sampling dan non-probability sampling?
      • Apakah simple random sampling selalu menjadi teknik sampling terbaik?
      • Kapan stratified sampling lebih tepat digunakan?
      • Mengapa peneliti memilih purposive sampling dalam kondisi tertentu?
      • Apa yang terjadi jika teknik sampling menghasilkan sampel yang tidak representatif?
      • Apakah sampel yang besar pasti bebas dari bias?
      • Bagaimana teknik sampling memengaruhi kemampuan kita untuk menggeneralisasikan hasil penelitian?

      Kata kunci penguasaan: sampling, sampling frame, probability sampling, non-probability sampling, random sampling, stratified sampling, cluster sampling, purposive sampling, representativeness, sampling bias, dan generalization.

      Inti konsep: Teknik sampling bukan sekadar cara memilih responden, tetapi keputusan metodologis untuk memperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian dengan risiko bias seminimal mungkin.

      Pertanyaan refleksi:

      “Jika Anda memiliki populasi 1.000 orang, apakah Anda cukup memilih 100 orang secara acak? Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan teknik sampling?”



      • slide ppt File 67.6KB PDF document
    • Pertemuan 10

      Salam pembelajar,

      Untuk pertemuan kali ini masih akan memperdalam tentang populasi dan sampel. Pendalaman topik kita melalui penugasan mandiri.

    • Pertemuan 11

      Salam pembelajar,

      Pada pertemuan ini kita akan mempelaajri tentang skala pengukuran daalam penelitian. Apa ada yang sudah mengetahui tentang skala pengukuran?

      Kita kaji bersama ya...

      Skala Pengukuran dalam Penelitian

      Skala pengukuran merupakan aturan atau cara memberikan angka atau kategori pada suatu variabel berdasarkan karakteristik tertentu. Skala pengukuran menentukan bagaimana data dapat dipahami, dibandingkan, dan dianalisis. Oleh karena itu, peneliti harus memilih skala yang sesuai dengan karakteristik variabel, tujuan pengukuran, instrumen, dan teknik analisis data.

      Mahasiswa perlu menguasai empat skala pengukuran utama, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio, serta mampu membedakan karakteristik dan penggunaan masing-masing. Mahasiswa juga perlu memahami bahwa skala Likert merupakan format respons yang umum digunakan dalam instrumen penelitian dan perlu dipahami secara tepat ketika digunakan untuk mengukur konstruk seperti sikap, persepsi, atau motivasi.

      Alur berpikir utama:

      KONSEP/VARIABEL

      APA YANG AKAN DIUKUR?

      TENTUKAN SKALA PENGUKURAN

      SUSUN INDIKATOR & INSTRUMEN

      HASILKAN DATA

      TENTUKAN ANALISIS YANG SESUAI

      Empat skala pengukuran:

      Skala

      Karakteristik

      Contoh Pendidikan Ekonomi

      Nominal

      Kategori tanpa urutan

      Jenis kelamin, program studi

      Ordinal

      Kategori memiliki urutan/ranking

      Tingkat kepuasan, peringkat

      Interval

      Jarak antarnilai bermakna, tanpa nol absolut

      Skor IQ atau contoh skor tertentu yang memenuhi karakteristik interval

      Rasio

      Memiliki jarak bermakna dan nol absolut

      Pendapatan, usia, jumlah pendapatan/penjualan

      Pertanyaan Pemantik:

      • Mengapa jenis skala pengukuran penting dalam penelitian?
      • Apa perbedaan nominal, ordinal, interval, dan rasio?
      • Apakah data yang berbentuk angka selalu termasuk data rasio?
      • Mengapa “jenis kelamin” termasuk nominal meskipun dapat diberi kode angka 1 dan 2?
      • Apakah skala Likert otomatis berarti data interval? Apa argumentasinya?
      • Bagaimana kesalahan menentukan skala pengukuran dapat memengaruhi analisis data?
      • Mengapa peneliti tidak boleh memilih teknik analisis hanya berdasarkan kebiasaan?

      Kata kunci penguasaan: measurement, variable, nominal, ordinal, interval, ratio, Likert scale, indicator, instrument, measurement scale, dan data analysis.

      Inti konsep: Angka dalam penelitian tidak selalu memiliki makna matematis yang sama. Skala pengukuran menentukan informasi apa yang dimiliki data dan bagaimana data tersebut dapat dianalisis secara tepat.

      Pertanyaan refleksi:

      “Jika peneliti memiliki data yang sangat banyak, apakah otomatis hasil penelitiannya menjadi lebih baik? Apa yang lebih penting: banyaknya data atau kesesuaian data dengan pertanyaan penelitian?”

      • slide ppt File 145.1KB PDF document
      • Book Chapter File 949.2KB PDF document
    • Pertemuan 12

      Slam pembelajar,

      Semoga sehat selalu,

      Materi pada hari ini adalah Teknik pengumpulan data dan Analisis data untuk pengujian hipotesis sesuai dengan skala pengukuran dengan benar. Apakah ada yang sudah mengetahui tentang hal ini?

      Yuk kita kaji bersama...

      Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

      Pengumpulan data merupakan proses memperoleh data yang relevan dan berkualitas untuk menjawab masalah penelitian, sedangkan analisis data merupakan proses mengolah, mengorganisasi, menginterpretasi, dan menarik makna dari data untuk menghasilkan temuan penelitian. Keduanya merupakan tahapan yang saling berkaitan dan harus dirancang sejak awal penelitian.

      Mahasiswa perlu menguasai berbagai teknik pengumpulan data, seperti kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes, serta memahami kapan masing-masing teknik tepat digunakan. Mahasiswa juga perlu memahami perbedaan analisis data kuantitatif dan kualitatif, termasuk prinsip memilih teknik analisis berdasarkan jenis data, skala pengukuran, tujuan penelitian, dan pertanyaan penelitian.

      Alur berpikir utama:

      MASALAH & TUJUAN PENELITIAN

      JENIS DATA YANG DIBUTUHKAN

      TEKNIK PENGUMPULAN DATA

      INSTRUMEN PENELITIAN

      DATA TERKUMPUL

      PENGOLAHAN & PEMBERSIHAN DATA

      ANALISIS DATA

      INTERPRETASI HASIL

      KESIMPULAN

      Contoh sederhana Pendidikan Ekonomi:

      Tujuan: Menganalisis hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar ekonomi.

      Data: Skor motivasi dan nilai hasil belajar.

      Pengumpulan: Kuesioner dan dokumentasi nilai.

      Analisis: Statistik deskriptif dan uji hubungan yang sesuai.

      Interpretasi: Menjelaskan makna hubungan berdasarkan data dan konteks penelitian.

      Pertanyaan Pemantik:

      • Mengapa teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan tujuan penelitian?
      • Apa perbedaan data primer dan data sekunder?
      • Kapan kuesioner lebih tepat dibandingkan wawancara atau observasi?
      • Apakah data yang sudah terkumpul dapat langsung dianalisis?
      • Bagaimana menentukan teknik analisis yang sesuai dengan jenis dan skala data?
      • Apakah hasil analisis statistik otomatis menjadi kesimpulan penelitian?
      • Mengapa interpretasi hasil tidak sama dengan sekadar membaca angka?
      • Apa yang dapat terjadi jika teknik pengumpulan data tidak sesuai dengan masalah penelitian?

      Kata kunci penguasaan: data collection, primary data, secondary data, questionnaire, interview, observation, documentation, test, data processing, data analysis, descriptive statistics, inferential statistics, qualitative analysis, dan data interpretation.

      Inti konsep: Data yang baik tidak hanya diperoleh dengan instrumen yang tepat, tetapi juga harus dianalisis dengan teknik yang sesuai sehingga mampu memberikan jawaban yang valid terhadap pertanyaan penelitian.

      Pertanyaan refleksi:

      “Jika peneliti memiliki data yang sangat banyak, apakah otomatis hasil penelitiannya menjadi lebih baik? Apa yang lebih penting: banyaknya data atau kesesuaian data dengan pertanyaan penelitian?”

       



    • Pertemuan 13

      Salam pembelajar,

      Pada pertemuan 13 dan 14 anda akan menyelesaikan tugas project pembuatan rancangan penelitian pendidikan ekonomi. Silakan dimanfaatkan waktu yang ada untuk melaksanakan observasi dan menulis rancangan sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kontrak kuliah. Rancangan terbaik penelitian akan direkomendasikan untuk  skripsi/ tugas akhir anda dalam penyelesaian studi di program studi pendidikan ekonomi. Selamat mengerjakan tugas.  Terimakasih.

      • Pertemuan 14

      • Pertemuan 15

      • Ujian Akhir Semester