Weekly outline
General
27 August - 2 September
3 September - 9 September
10 September - 16 September
17 September - 23 September
24 September - 30 September
1 October - 7 October
8 October - 14 October
15 October - 21 October
22 October - 28 October
PERTEMUAN 9
29 October - 4 November
PERTEMUAN 10
5 November - 11 November
PERTEMUAN 11
12 November - 18 November
PERTEMUAN 12
19 November - 25 November
PERTEMUAN 13
26 November - 2 December
PERTEMUAN 14
LANJUTAN MATERI KE-12-13
3 December - 9 December
PERTEMUAN 15
DISKUSI PERTEMUAN 1-14
10 December - 16 December
PERTEMUAN 16
UJIAN AKHIR SEMESTERUJIAN FILSAFAT ILMU
UJIAN AKHIR SEMESTER FILSAFAT ILMU MAGISTER ULMU ADMINISTRASI PUBLIK-BISNIS
GRAND-MIDDLE DAN MICRO THEORY Dalam menganalisis fenomena sosial, organisasi, atau kebijakan, terdapat tiga level teori yang sering digunakan, yakni Grand Theory, Middle Theory, dan Micro Theory. Ketiga teori ini memberikan kerangka pemahaman yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai suatu masalah atau kebijakan. Grand Theory (Teori Besar) Grand theory adalah teori yang memberikan gambaran luas dan mendalam mengenai fenomena sosial atau organisasi secara keseluruhan. Teori ini lebih bersifat abstrak dan umum, serta bertujuan untuk menjelaskan sistem sosial atau organisasi dalam konteks yang lebih besar, seperti perubahan sosial, struktur masyarakat, dan dinamika kekuasaan. Grand theory berperan sebagai landasan dasar untuk memahami fenomena yang lebih kompleks dan berhubungan dengan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Ciri khas dari grand theory adalah pemahaman dasarnya yang luas, tidak terfokus pada fenomena tertentu, tetapi mencakup berbagai aspek yang lebih umum. Teori ini sering kali digunakan untuk membangun kerangka pemahaman awal dalam disiplin ilmu tertentu, dan berfungsi sebagai dasar bagi teori-teori yang lebih spesifik. Contoh dari grand theory dalam Administrasi Publik adalah Teori Fungsionalisme yang dikemukakan oleh Emile Durkheim. Teori ini menyatakan bahwa masyarakat merupakan suatu sistem yang saling bergantung dan bekerja sama untuk menjaga stabilitas sosial. Durkheim menjelaskan bahwa setiap bagian dalam masyarakat memiliki fungsi yang mendukung kelangsungan hidup seluruh sistem. Selain itu, Teori Konflik yang dikemukakan oleh Karl Marx juga termasuk dalam kategori grand theory. Teori ini menganggap ketidaksetaraan sosial sebagai inti dari struktur masyarakat dan mempengaruhi kebijakan yang diterapkan dalam masyarakat. Marx berpendapat bahwa ketimpangan dalam distribusi kekuasaan dan sumber daya menjadi faktor utama yang menciptakan konflik dalam masyarakat. Middle Theory (Teori Menengah) Berbeda dengan grand theory, middle theory lebih terfokus dan spesifik. Teori ini berfungsi sebagai penghubung antara grand theory yang abstrak dengan aplikasi praktis dalam analisis kebijakan atau organisasi. Middle theory lebih terukur dan digunakan untuk menganalisis fenomena tertentu yang dapat diterapkan dalam penelitian empiris atau analisis kebijakan. Ciri utama dari middle theory adalah fokusnya pada fenomena yang lebih spesifik, menghubungkan teori besar dengan praktik nyata dalam analisis kebijakan. Teori ini sering digunakan dalam penelitian empiris yang lebih terarah pada analisis masalah tertentu. Sebagai contoh, Teori Rasionalitas Terbatas yang dikemukakan oleh Herbert Simon adalah contoh dari middle theory. Teori ini menjelaskan bahwa pengambilan keputusan dalam administrasi publik seringkali terbatas oleh keterbatasan informasi dan waktu, yang mempengaruhi kualitas keputusan yang diambil. Simon mengemukakan bahwa meskipun pengambilan keputusan idealnya bersifat rasional, dalam praktiknya sering terjadi keterbatasan yang membuat keputusan yang diambil tidak sepenuhnya optimal. Teori Aksi Kolektif yang dikemukakan oleh Mancur Olson juga merupakan contoh middle theory. Teori ini menganalisis bagaimana individu atau kelompok bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, meskipun ada hambatan dalam koordinasi antar pihak yang terlibat. Dalam konteks kebijakan publik, teori ini relevan untuk menganalisis bagaimana berbagai pihak—seperti pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta—bekerja bersama untuk mengatasi masalah sosial atau ekonomi tertentu. Micro Theory (Teori Mikro) Micro theory adalah teori yang berfokus pada perilaku individu atau kelompok kecil dalam konteks sosial atau organisasi. Teori ini digunakan untuk menganalisis dinamika perilaku manusia dalam lingkungan sosial atau organisasi yang lebih kecil, serta bagaimana individu merespons atau dipengaruhi oleh kebijakan atau situasi sosial. Ciri khas dari micro theory adalah fokusnya pada individu atau kelompok kecil, menganalisis interaksi sosial atau dinamika individu dalam konteks kebijakan atau tindakan organisasi. Teori ini lebih aplikatif dan praktis, sering digunakan dalam penelitian lapangan yang melibatkan individu atau kelompok kecil. Contoh teori mikro yang sering digunakan adalah Teori Interaksi Simbolik yang dikemukakan oleh George Herbert Mead. Teori ini menganalisis bagaimana individu membentuk perilaku dan identitas mereka melalui interaksi sosial dengan orang lain. Mead berpendapat bahwa individu tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat. Selain itu, Teori Perilaku Sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura juga termasuk dalam kategori micro theory. Teori ini menyatakan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh interaksi sosial dan penguatan sosial dari lingkungan sekitar. Bandura menjelaskan bahwa individu belajar melalui pengamatan terhadap orang lain dan peneguhan sosial, yang mengarah pada perubahan perilaku.
SOAL-SOAL ADMINISTRASI PUBLIK
Tesis A: Analisis Kebijakan Pengelolaan Sampah di Jakarta: Tantangan dan Solusi dalam Peningkatan Efisiensi dan Pengurangan Pencemaran Lingkungan. Anda diminta untuk menyusun kerangka teori untuk tesis ini yang bertujuan untuk menganalisis kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta dengan fokus pada efisiensi pengelolaan sampah dan pengurangan pencemaran lingkungan. 1. Grand Theory: Pilih teori besar (grand theory) yang dapat memberikan dasar pemahaman luas mengenai kebijakan pengelolaan sampah di kota besar seperti Jakarta. Jelaskan relevansi teori ini dalam memahami kebijakan pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap struktur sosial, ekonomi, serta lingkungan. 2. Middle Theory: Pilih teori menengah (middle theory) yang lebih spesifik dan terfokus untuk menganalisis tantangan dalam implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta. Jelaskan bagaimana teori ini dapat membantu dalam memahami masalah koordinasi antar pemangku kepentingan dan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan tersebut. 3. Micro Theory: Pilih teori mikro (micro theory) yang dapat digunakan untuk menganalisis perilaku individu atau kelompok kecil terkait kebijakan pengelolaan sampah di Jakarta. Jelaskan bagaimana teori ini dapat membantu Anda memahami bagaimana perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dapat mempengaruhi keberhasilan kebijakan.
ADMINISTRASI BISNIS Tesis A: Analisis Pengelolaan Sampah dalam Meningkatkan Keberlanjutan Bisnis di Perusahaan Manufaktur Anda diminta untuk menyusun kerangka teori untuk tesis ini yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan sampah dalam perusahaan manufaktur dapat mendukung keberlanjutan bisnis. 1. Grand Theory: Pilih teori besar (grand theory) yang dapat digunakan untuk menganalisis pengelolaan sampah dalam konteks keberlanjutan bisnis. Jelaskan bagaimana teori ini dapat membantu memahami hubungan antara kebijakan pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap keberlanjutan bisnis serta efisiensi operasional perusahaan. 2. Middle Theory: Pilih teori menengah (middle theory) yang lebih spesifik dan relevan untuk menganalisis bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan pengelolaan sampah dalam operasional bisnisnya. Jelaskan penerapan teori ini dalam konteks perusahaan manufaktur dan dampaknya terhadap efisiensi operasional serta keuntungan jangka panjang. 3. Micro Theory: Pilih teori mikro (micro theory) yang relevan untuk menganalisis perilaku karyawan atau konsumen terkait pengelolaan sampah dalam perusahaan. Jelaskan bagaimana teori ini dapat digunakan untuk memahami bagaimana perilaku individu dalam perusahaan dapat mempengaruhi kesuksesan kebijakan pengelolaan sampah. WAKTU PENGERJAAN 14 DESEMBER-20 DESEMBER 2025 PUKUL 08.00 LINK GOOGLE DRIVE