Weekly outline

  • General

  • PERTEMUAN 1

    PERTEMUAN 1 MEMBAHAS TENTANG  Pengertian , Sumber, dan Golongan Air SEHINGGA MAHASISWA MAMPU:

    ·      Mahasiswa mengetahui rencana pembelajaran

    ·      Mahasiswa memahami tentang Pengertian , Sumber, dan Golongan Air


  • PERTEMUAN 2

    PERTEMUAN 2 MEMBAHAS TENTANG  PARAMETER KUALITAS AIR sehingga mahasiswa mampu:

    Mahasiswa mampu memahami  tentang parameter kualitas air (fisika dan kimia)

  • PERTEMUAN 3

    PERTEMUAN 3 MEMBAHAS TENTANG  Analisis risiko SEHINGGA MAHASISWA MAMPU:
    Mahasiswa mampu memahami  tentang perencanaan K3
  • PERTEMUAN 4

  • PERTEMUAN 5

    PERTEMUAN 5 MEMBAHAS TENTANG·  Sumber daya Prasarana, Kegiatan K3, DAN Prosedur manajemen SEHINGGA MAHASISWA MAMPU:

    Mahasiswa mampu memahami  tentang pelaksanaan rencana K3

  • PERTEMUAN 6

    PERTEMUAN 6 MEMBAHAS TENTANG Metode HIRADC SEHINGGA MAHASISWA MAMPU :
    Mahasiswa mampu memahami  tentang metode Hazard Index, Risk Analysis and Determining Control (HIRADC)
  • PERTEMUAN 7

    PERTEMUAN 7 MEMBAHAS TENTANG Pemeriksaan, pengujian dan pengukuran, Penyelidikan insiden, dan Audit internal SMK3 sehingga mahasiswa mampu:

    Mahasiswa mampu memahami  tentang pemantauan dan pengukuran

  • PERTEMUAN 8

  • PERTEMUAN 9 - Materi: Proses Biologi dalam Tanah dan Air Tanah

    Pertemuan 9 membahas tentang

    Proses Biologi dalam Tanah dan Air Tanah

  • PERTEMUAN 10 - Peran Mikroorganisme dalam Remediasi Tanah

    Pertemuan 10 membahas tentang 

    PERAN MIKROORGANISME DALAM REMEDIASI TANAH

    Bahan sekresi dari organisme tanah dapat mengikat partikel-partikel tanah menjadi
    agregate yang lebih besar. Contohnya, bakteri mengeluarkan kotoran yang
    berbentuk dan bersifat seperti perekat (organic gum). Jamur-jamuran memproduksi
    bahan berupa benang-benang halus yang disebut hifa. Zat perekat dari bakteri dan
    hifa jamur dapat mengikat partikel-partikel tanah secara kuat sehingga agregate
    tanah yang besar pun tidak mudah pecah walaupun basah. Agregate tanah yang besar tersebut dapat menyimpan air tanah dalam pori-pori halus di antara partikel-partikel tanah untuk digunakan oleh tanaman. Dalam keadaan air berlebihan, air dapat dengan mudah mengalir keluar melalui pori-pori besar diantara agregate–agregate tanah yang besar.

    Organisme tanah yang lebih besar dapat memperbaiki struktur tanah dengan cara membuat saluransaluran (lubang-lubang) di dalam tanah (contohnya lubang cacing), dan membantu mengaduk-aduk dan mencampur baurkan partikel-partikel tanah, sehingga aerasi (aliran udara) tanah menjadi lebih baik. Pembuatan saluran-saluran dan lubang-lubang ini memperbaiki infiltrasi dan pergerakan air didalam tanah, serta drainase.

    Aktivitas hewan tanah dapat:

    • Membuat rongga yang dangkal
    • Memakan sisa organisk
    • Kotoran dibuang di sekitar lubang, membuat tanah kaya akan zat organic
    • Jaringan lubang yang dibuat oleh hewan tanah, membuat tanah mengalami aerasi ➔ tanah aerobic, lebih porous, dan mempermudah infiltrasi air hujan.
  • PERTEMUAN 11 - Sorpsi Tanah (Part) 1

    Ketika kontaminan terlarut dalam air tanah, kemungkinan konsentrasinya akan berkurang
    karena akan bereaksi dan terikat pada permukaan tanah melalui proses yang dinamakan Sorpsi.

    Sebaliknya air tanah dapat terkontaminasi jika kontak dengan tanah yang terkontaminasi
    melalui proses sorpsi yang dinamakan Proses Desorpsi.

  • PERTEMUAN 12 - - Sorpsi Tanah (Part) 2

    Materi Sorpsi Tanah part 2 dapat dipelajari setelah materi adsorption characteristics sampai dengan materi terakhir

    • PERTEMUAN 13 - Kuis

    • PERTEMUAN 14 - Pergerakan Air Tanah

    • PERTEMUAN 15 - Intrusi Air Laut

    • PERTEMUAN 16 - UAS

      Ujian Akhir Semester (UAS)