Weekly outline

  • General

  • PERTEMUAN 1 Pengertian Historiografi

    Selamat datang saya ucapkan kepada mahasiswa pada mata kuliah Historiografi

  • PERTEMUAN 2 Jenis atau Bentuk Historiografi

    Assalammualaikum Wr Wb

    Dalam historiografi, pemaparan atau penyajian sejarah dapat dibagi menjadi tiga  jenis  karya;  deskriptif-naratif,  analitis-kritis,  dan  gabungan  keduanya. Perwujudan historiografi yang deskriptif-naratif dan analitis-kritis merupakan dua kutub  dengan  kekuatan  dan  kelemahan  masing-masing.  Pada  perkembangan berikutnya,  para  sejarawan  mulai  mengembangkan  historiografi  yang  lebih “moderat” untuk tidak terlibat dalam  dikotomi  tersebut.

  • Historiografi Tradisional

    Assalammualaikum Wr Wb

    Pada pertemuan ini anda akan menganalisis mengenai historiografi tradisional. Menurut (Abdurrahman, 1999) historiografi adalah cara penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitiban sejarah yang telah dilakukan, dari penulisan itu akan memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian sejak awal (fase perencanaan) sampai dengan akhirnya (penarikan kesimpulan). Jadi bisa dikatakan bahwa historiografi ini penulisan kembali kisah dari sumber atau data-data yang di dapat sesuai fakta yang ada dan dari sudut sudut pandang penulis juga. Historiografi langkah terakhir, tetapi langkah terberat, karena di bidang ini letak tuntutan terberat bagi sejarah untuk membuktikan legitimasi dirinya sebagai suatu bentuk disiplin ilmiah

    Tetap semangat

  • PERTEMUAN 4 Historiografi kolonial (sumber sejarah kolonial, historiografi kolonial awal, neerlandosentris dan eropasentris)

    Assalammualaikum Wr Wb

    Penulisan sejarah kolonial tentunya tidak lepas dari kepentingan penguasa kolonial, kepentingan itu mewarnai interpretasi mereka terhadap suatu peristiwa sejarah yang tentunya berbeda dengan penafsiran penulis sejarah nasional Indonesia. Tidak dapat disangkal bahwa historiografi kolonial turut memperkuat proses historiografi Indonesia, historiografi kolonial dengan sendirinya menonjolkan peran bangsa Belanda dan memberi tekanan pada aspek politik dan ekonomi. Hal ini merupakan perkembangan logis dari situasi kolonial ketika penulisan sejarah bertujuan utama mewujudkan sejarah dari golongan yang berkuasa. 


    Berbeda dengan historiografi tradisional, historiografi kolonial merupakan penulisan sejarah yang membahas masalah penjajahan pada masa pemerintahan kolonial berkuasa di Nusantara Indonesia, yaitu sejak zaman VOC sampai masa pemerintahan Hindia Belanda yang berakhir ketika tentara pendudukan Jepang datang ke Indonesia (Sugeng, 2015). Penulisan tersebut dilakukan oleh orang-orang Belanda dan banyak di antara penulisnya yang tidak pernah melihat Indonesia. Sumber-sumber yang dipergunakan berasal dari arsip negara di negeri Belanda dan Jakarta (Batavia) pada umumnya tidak menggunakan atau mengabaikan sumber-sumber Indonesia

  • PERTEMUAN 5 Historiografi nasional (Nasionalisme dan Sejarah, Seminar Sejarah Nasional I, Booming Period Penulisan Sejarah Nasional, Defilologisasi)

    Assalammualaikum Wr Wb

    Mahasiswa pada pertemuan kali ini kita akan membahas  tentang Historiografi Nasional

    Suatu periode baru dalam perkembangan historiografi Indonesia dimulai dengan timbulnya studi sejarah yang kritis. Putra Indonesia pertama yang menggunakan prinsip-prinsip metode kritis sejarah adalah Dr. Hoesein Djajadiningrat dengan disertasinya yang berjudul: Critische Beschouwing van de Sejarah Banten (1913). Meskipun karya ini bukan historiografi sepenuhnya, tetapi kritik ekstern dan kritik intern dilakukan untuk memisahkan aspek-aspek historis dari aspek nonhistoris. Karya ini merupakan studi filologis yang menggunakan historiografi tradisional sebagai obyek sekaligus sumber sejarah. Seperempat abad kemudian baru ada usaha membuka kesempatan di perguruan tinggi untuk mengambil studi spesialisasi disiplin sejarah. Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tahun 1945, timbul kesadaran tentang perlunya dekolonisasi sejarah sebagai upaya pembinaan rasa nasionalisme masyarakat. Hal ini terjadi pada tahun 50-an ketika timbul kebutuhan mendesak untuk membina bangsa (nation building). Muhamad Yamin, seorang ahli hukum, ahli politik, pujangga, dan sejarawan amatir, yang pernah menjadi Mentri Pendidikan melontarkan tentang perlunya sejarah yang bervisi Indonesiasentris. Kemudian tahun 1957 diselenggarakan Seminar Sejarah Nasional I yang membicarakan tentang filsafat sejarah nasional, periodisasi sejarah  Indonesia, buku-buku teks sejarah nasional, dan pengajaran sejarah.

    Agar lebih jelas silahkan kemukakan pendapat kalian didalam forum

  • PERTEMUAN 6 Historiografi modern di Indonesia (penulisan sejarah indonesia baru, metode sejarah dalam historiografi Indonesia, pendekatan multidimensional dalam historiografi Indonesia)

    Assalammualaikum Wr Wb

    Mahasiswa semua  pada topik kali ini kita akan membahas tentang historiografi modern

    Historiografi modern Indonesia ditandai dengan adanya keinginan para sejarawan untuk menggunakan metodologi dan pola-pola yang baru dalam bidang ilmu sejarah. Kecenderungan ini didorong oleh pengaruh perkembangan ilmu pengatahuan, khususnya adalah ilmu-ilmu pengetahuan social yang secara metodologis telah menyumbangkan pada pengembangan ilmu sejarah. Berdasarkan kenecederungan ini timbullah sejarah baru yang dianalisis berdasarkan pendekatan multidimensional.  Penulisan sejarah nasional secara umum dapat dilihat sebagai anti tesis terhadap penulisan sejarah kolonial atau Eropa sentrsi yang dianggap tidak cocok dengan tuntunan zaman sebagai alternatif perlu pendekatan baru yang lebih sesuai dengan kondisi iklim di Indonesia pasca kolonial. Sehingga muncullah pendekatan baru yang sesuai dengan harapan orang Indonesia, yaitu Historiografi Indonesia Sentri yang terus berkembang. Banyak perubahan telah terjadi pada tahun-tahun setelah 1970. Tidak saja dalam aliran pemikiran tentang bagaimana sejarah harusnya ditulis, tetapi juga kegiatan dalam arti konkrit seperti dengan diwujudkannya dalam kelembagaan, ideologi, dan substansi sejarah. 

  • PERTEMUAN 7 Projek Mengaplikasikan metodologi sejarah dengan menghasilkan karya sejarah tentang historiografi Abad ke-18 (Tugas)

    Assalammualaikum Wr Wb

    Mahasiswa silahkan susun projek tentang metodologi sejarah dengan menghasilkan karya sejarah tentang historiografi Abad ke-18 (Tugas)

  • PERTEMUAN 8 Ujian Tengah Semester

    Ujian tengah semester 



    Selamat mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan jujur
    Semoga mendapatkan skor maksimal

  • PERTEMUAN 9 Projek metodologi sejarah dengan menghasilkan karya sejarah tentang historiografi masa Pergerakan Nasional (Tugas)

  • PERTEMUAN 10 Projek Artikel Ilmiah

    Assalammualaikum Wr Wb

    Semangat pagi mahasiswa silahkan kumpulkan projek kalian pada link berikut

  • PERTEMUAN 11 Projek Analisis Buku

    Assalammualaikum Wr Wb

    Salam semangat mahasiswa

    Mahasiswa semua silahkan unggah projek anda pada link berikut

  • PERTEMUAN 12 Perkembangan Historiografi masa Yunani dan Romawi

    • Materi Perkuliahan File 778.8KB PDF document
  • PERTEMUAN 13 Perkembangan historiografi Eropa Abad Tengah.

  • PERTEMUAN 14 Perkembangan historiografi Masa Rennaissance

    Assalammualaikum Wr Wb

    Sumbangan terbesar dari penulis sejarah renaissance yang muncul untuk pertama kalinya di Italia terletak pada sifat rasional. Hal yang dulunya dianggap mitos dan theologi, sekarang mereka pelajari secara kritis. Mereka meneliti buku klasik dan melakukan perbandingan kudian mereka merekonstruksi kembali sehingga memperoleh hasil yang sempurna. Perkembangan historiografi renaissance di pengaruhi oleh faktor eksternal, pengaruh dari luar ini membuat bangsa Eropa berusaha untuk mendapatkan informasi baik berupa data sejarah maupun geografis sehingga adanya penemuan-penemuan seperti penemuan alat pencetak oleh Coster dan Gutenberg, pembuatan peta, dan pelayaran Colombus telah membuka cakrawala baru dalam bidang komunikasi.

    Perkembangan rasionalisme dan deisme sejak abad ke-17 dan ke-18 telah mengurangi pengaruh gereja dalam sejarah. Dimana, kitab-kitab suci yang menjadi inspirasi sebelumnya mulai di kritik, naskah-naskah kuno serta dokuman-dokumen resmi juga dikritik membuat Jean Mabillon (1632-1707) melahirkan ilmu diplomatik. Di samping itu, ilmu paleografi dan arkeologi modern telah dikembangkan oleh Dom Bernard Montfaucon (1655-1741). 

    Adapun ciri-ciri historiografi renaissance :

    1. Penekanan historiografi sangat humanis

    2. Orisinalitas karya lebih ditekankan ketimbang keindahan narasi yang roman

    3. Penulisan mulai sistematis dan kronologis

    4. Analisis narasi peristiwa lebih tajam dan kuat dan tidak mencoba analisis filosofis

    5.  Dikenal dasar-dasar metode sejarah Jean Bodin (1530-96), dengan penekanan pada interpretasi daripada kritik sumber.

  • PERTEMUAN 15 Tugas Akhir Perkuliahan

  • PERTEMUAN 16 Ujian Akhir Semester

    Assalammualaikum Wr. Wb 

    Apa kabar mahasiswa semua, semoga kalian dalam keadaan sehat

    Hari ini kita sudah sampai hari penghujung perkuliahan, semoga ilmu yang kalian dapatkan selama perkuliahan bermanfaat bagi kehidupan kalian. 

    Hari ini kita akan melaksanakan Ujian Akhir Semester, silahkan baca petunjuk baik-baik, maksimalkan waktu pengerjaan.

    Diawali aktifitas dengan berdoa dan semoga mendapatkan hasil terbaik.

    Semangatttt Ujiaaan