Weekly outline
General
Pertemuan 1 (13 Februari 2023)
Silahkan hub nomor diatas atau Mb Wulan (staf jurusan adm negara untuk pembelian dengan harga khusus mahasiswa)
Pertemuan 2 (20 Februari 2023)
Preview Organisasi Internasional
- Embrio dari pola hubungan internasional yang baru membentuk suatu organisasi pertama adalah Liga Delian, yang mana dibentuk sekitar tahun 478 SM. Liga ini diikuti oleh negara-negara kota (polis) di Yunani kala itu, dan Athena adalah yang paling mendominasi.
- Awalnya bertujuan militer melawan ekspansi Persia. Setelah itu 1500 tahun kemudian dibentuk Liga Hanseatic. Liga ini lebih bergerak pada asosiasi dagang yang berpusat di sebelah utara Jerman(Eropa Utara). Asosiasi yang berfokus pada kerjasama perdagangan ini bertahan sekitar 6 abad.
- Selanjutnya muncullah semacam negara internasional yang menggunakan agama sebagai basis, yaitu Western Christendom yang dimana kepemimpinannya teokratis oleh para petinggi Gereja Barat. Bentuk ini bisa disebut juga sebagai federalisme dunia Kristen.
- Sebenarnya jauh sebelum adanya LBB sebagai organisasi trans-nasional untuk perdamaiandan keamanan, ide-ide untuk menciptakan perdamaian telah banyak muncul. Salah satunya pendapat Hugo Grotius bahwa ketika penyelesaian masalah dalam pengadilan gagal, maka perang akan terjadi.
- Lanjutnya, jika negara-negara ingin tetap bertahan dalam keadaan alami dunia yang anarki atau dibawah kekuasaan diktator, yaitu dengan aternatif menciptakan suatu komunitas internasional.
- Ide ini yang kemudian mengilhami munculnya LBB, PBB, dan kerjasama keamanan kolektif semacam NATO. Jadi sebetulnya memang kesetaraan kebebasan negara sangatlah penting dalam hukum internasional.
- Kemudian ada Michael Wolff yang mengungkapkan idenya tentang the global citizenry (penduduk dunia), artinya ide tentang negara dunia.
- Setelah Perang Napoleon, pada Kongres Wina tahun 1814 kemudian dibentuk Concert of Europe. Dimana partisipannya sepakat untuk menghindari perang karena biaya perang yang begitu tinggi. Concert of Europe mungkin adalah organisasi internasional pertama pada era modern. Fungsinya adalah untuk menciptakan perdamaian di Eropa, terutama sebagai balance of power. Ini bertahan cukup lama hingga 1870 ketika pecahnya perang antara Jerman dan Perancis.
- Kemudian muncul ide dari Oppenheim yang kira-kira tentang World Organization and Representative of All People.
- Pasca Perang Dunia I yang banyak menghancurkan Dunia Eropa, ide tentang organisasidunia dirasa semakin perlu diwujudkan demi menjaga perdamaian dan kebaikan bersama masyarakat dunia. Kemudian seusai perang,
- Presiden A.S Woodrow Willson terus-menerus meyakinkan dunia bahwa masalah perang bisa dicegah jika bisa dibawa di konferensi internasional.
- Kemudian dari tahun 1899 sampai dengan 1907 diadakan Konferensi Internasional untuk Perdamaian, yang puncaknya pada tahun 1907 di Hague, kesemua 44 negara berdaulat mengirimkan wakilnya untuk konferensi dan dibentuklah Liga Bangsa-Bangsa.
- Oppenheim mengusulkan agar member konferensi dapat membuat undang-undang sebagai hukum internasional yang akan berlaku. Dengan catatan perlu ditekankan untuk lebih mendengarkan pendapat masyarakat dunia.
- Dalam banyak hal LBB dinilai lebih demokratis daripada suksesornya, PBB. Pembentukan liga ini menjadi titik balik organisasi dunia setelah Christendom runtuh.
- Namun kemudian gagalnya LBB dalam menjaga keamanan dan mencegah pecahnya Perang Dunia II menjadi titik untuk perlunya merevisi ide organisasi internasional dari Oppenheim. Memang LBB dalam prakteknya hanya memainkan fungsi legislatif dan administratif, tanpa adanya fungsi eksekutif.
- Kemudian pasca PD II, dibentuklah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejak itu mulai tahun 1960an, 80 negara menjadi independen, dan dekolonisasi semakin gencar.
- Pada tahun 1991 sebanyak 113 negara telah meratifikasi Perjanjian tentang Hak-hak Sipil dan Politik. Ini menunkkan kemajuan besar partisipasi dalamorganisasi internasional, termasuk negara-negara yang baru merdeka. Ide kesetaraan kedaulatan semakin dipertegas dalam perjanjian ini Artikel 1: “Semua orang memiliki hak untuk menentukan nasib diri sendiri. Dengan sifat tersebut mereka berhak menentukan status politik, dan bebas memperjuangkan perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya mereka”.
- Piagam PBB mengembalikan kekuasaan kepada negara masing-masing secara utuh .Meski kedaulatan tidak tersentuh dari tangan negara, dalam perkembangannya organisasi internasional justru semakin berkembang bahkan bisa membuat kekuatan supranasional.
- Pada dekade akhir abad 20 bermunculan organisasi regional seperti Uni Eropa, institusi kerjasama multilateral seperti IMF, World Bank dan WTO. Dan bahkan institusi untuk menjalin kerjasama dalam keamanan seperti NATO.
Pertemuan 3 (27 Februari 2023)
Pertemuan 4 (6 Maret 2023)
Pertemuan 5 (13 Maret 2023)
Pertemuan 6 (20 Maret 2023)
Pertemuan 7 (27 Maret 2023)
UTS (3 April 2023)
Pertemuan 9 (12 April 2022) Perspektif atas Sistem Internasional
Pertemuan 10 (19 April 2022) Pengaturan Institusi Keamanan Internasional
Pertemuan 11 (26 April 2022) Rezim Internasional
Pertemuan 12 (3 Mei 2022) Global Governance
Pertemuan 13 (10 Mei 2022) Regionalisme dan Regionalisasi
Pertemuan 14 (17 Mei 2022) Peran Daerah Dalam Diplomasi Ekonomi
Pertemuan 15 (24 Mei 2022) Organisasi Internasional Non Pemerintah
Pertemuan 16 (31 Mei 2022) Ujian Akhir Semester