• General

  • Pert. 12. PjBL dan Multipel Representasi

    Saudara-saudara mahasiswa yang saya banggakan, bertemu kembali dalam perkuliahan daring ke-12. Perkuliahan untuk pertemuan ke-12 ini adalah diskusi tentang model Project Based Learning dan Model Multiple Representation Learning, serta perbedaan diantara keduanya. Pada pembahasan ini, Anda diminta mempresentasikan makalah Anda dalam bentuk video, lalu didiskusikan di kolom forum diskusi.
    Sebelum diskusi, saya akan menyampaikan pendahuluannya terlebih dahulu.

    Pembelajaran Berbasis Proyek (Project based Learning) adalah pembelajaran yang menggunakan projek/kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas peserta didik untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Tokoh-tokoh dalam pembelajaran PjBL ini antara lain: Qoyce (1992); Bransfor dan Stein (1993); Arends (1997); Thomas (2000); Baker, Trygg, & Otto (2011); dan The George Lucas Educational Foundation (2005).

    Multipel Representasi adalah model yang mempresentasikan ulang konsep yang sama yang telah dipelajari dalam beberapa format/bentuk yang berbeda-beda. Beberapa bentuk representasi tersebut dapat berupa kata, gambar, diagram, grafik, simulasi komputer, persamaan matematika, simbol, dan sebagainya.

    Pentingnya representasi menurut Donald Norman (dalam Zang & Norman, 1994): “without external aids, memory, thought, and reasoning are all constrained.” Ini menunjukkan bahwa memori, pikiran, dan penalaran tanpa bantuan eksternal, semuanya akan terbatas dan sulit untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan. Sebuah representasi eksternal adalah jenis bantuan eksternal kepada seseorang sehingga dia dapat membantu orang lain dalam pemecahan masalah. Representasi eksternal biasanya mengacu pada 1) simbol fisik, objek, atau dimensi, dan 2) aturan eksternal, kendala, atau hubungan yang terkait dengan konfigurasi fisik (misalnya hubungan spasial dari bilangan dengan digit tertentu, kendala fisik pada alat bantu belajar, dan lain-lain). Selanjutnya dikatakan pula oleh Zhang & Norman (1994) bahwa without the use of external representations, our modern human life would be impossible. Jadi, tidak mungkin kehidupan manusia modern dapat terwujud tanpa bantuan representasi eksternal.

    Dalam konteks multipel representasi, bentuk representasi verbal dan visual menjadi penting dalam pembelajaran dalam mengkonstruksi representasi mental pebelajar. Representasi mental adalah kode atas informasi yang harus diingat. Menurut teori pemrosesan informasi bahwa informasi yang diterima melalui panca indera kemudian dikodekan sesuai dengan cara alami individu tersebut berpikir. Kode inilah yang kemudian disimpan dalam bentuk memori. Ketika individu yang bersangkutan membutuhkan informasi tersebut dalam proses mengingat, maka ia perlu memanggil kembali kode tersebut dan melakukan proses pengkodean ulang (Putra, 2008; 156). Dengan demikian, pengingatan dan pemahaman terhadap suatu objek membutuhkan representasi mental. Representasi mental merupakan sebuah model yang digunakan oleh seseorang untuk memahami lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar adalah realita eksternal, dan representasi mental adalah realita internal yang ada pada pikiran manusia. Realita eksternal tidak pernah sama dengan realita internal dikarenakan realita internal merupakan penyed; erhanaan yang dilakukan oleh pikiran seseorang (baik sadar maupun tidak) terhadap realita eksternal (Putra, 2008; 157). Oleh karena itu, dalam mencapai pemahaman yang lebih luas, maka menggabungkan berbagai mode representasi eksternal akan memperkecil kesalahan dalam penyederhanaan realita eksternal. Tokoh-tokoh pembelajaran ini antara lain: Zhang & Norman (1994); Chittleborough (2004); Nakhleh (2008); Treagust (2008);  Waldrip (2010); dan Sunyono (2015).

    Sebelum Anda berdiskusi, sebaiknya tonton video berikut ini. Cermati, pelajari, dan pahami, bagaimana PjBL dilaksanakan di dalam kelas sebagaimana contoh pada video. Menurut Anda apa kelebihan dan kekurangan yang ada pada pembelajaran PjBL yang dilakukan oleh guru di video tersebut?




    Selanjutnya cermati pula pembelajaran IPA di SD berikut. Apakah pembelajaran yang dilaksakan oleh guru dalam video berikut sudah dilaksanakan dengan berbagai representasi (multipel representasi)? Jika sudah, kenali ciri-ciri adanya multipel representasi dari pembelajaran tersebut dan apa kelebihan dan kekurangan dari guru tsb.
    Jika belum, apa yang harus dilakukan oleh guru agar pembelajaran IPA di SD dapat diterapkan melalui berbagai represntasi dan representasi apa saja yang cocok untuk pembelajaran dengan materi yang di video tersebut?



    SELAMAT BERDISKUSI DAN SELAMAT BELAJAR, SEMOGA ANDA SUKSES... !!??

Pert 11. Presentasi Discovery Learning, PBL & Problem SolvingPertemuan ke-13. Merdeka Belajar dan Pembelajarannya