Topic outline
General
Assalamu'alaikum...
Tabiik Pun...
Saudara-saudara mahasiswa Program Magister Pendidikan IPA yang saya banggakan hari ini kita mulai perkuliahan dengan menggunakan vclass. Perkuliahan saya ini dimulai dari pertemuan ke-9 (Quantum Teaching dan Kuantum Learning) sampai pada pertemuan ke-16 (Pembelajaran Berbasis Multipel Representasi).
Ingat Deskripsi dari mata kuliah ini:
Pada mata kuliah ini saudara akan lebih aktif berdiskusi untuk mengkaji berbagai fenomena serta implementasi pendidikan dan pembelajaran IPA, termasuk di dalamnya pendekatan, model, metode, dan strategi pembelajaran IPA yang mutakhir, lingkup inovasi pembelajaran IPA, pengembangan inovasi pembelajaran IPA, dan langkah-langkah pendekatan sistem dalam proses pengembangan inovasi pembelajaran IPA. Mahasiswa dibekali kemampuan merancang inovasi pembelajaran IPA yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran pada tingkat sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Sebelum belajar, saya ingin Anda menjadi orang yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, jangan mudah menyerah, dan jangan mengeluh. Kondisi Pandemi Covid-19 ini akan membelajarkan kepada kita agar kita selalu belajar dan adaftif terhadap kondisi yang ada. Coba simak dan renungkan dalam hati Saudara, bagaimana perjuangan seekor burung elang dalam mempertahankan hidupnya. Silahkan tonton video berikut:Sebelum kita belajar dan berdiskusi untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dari mata kuliah ini, sebaiknya Anda cermati kontrak kuliah yang telah kita sepakati. Ingat perkuliahan kita via vclass ini dimulai dari pertemuan ke-9 pada kontrak kuliah tersebut.
Silahkan download kontrak kuliah tersebut agar Anda siap untuk melaksanakan perkuliahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan...
Selamat belajar.... Sukses selalu untuk Anda semua.... !!!
Pert. 9. Quantum Teaching dan Quantum Learning
Saudara-saudara mahasiswa yang saya banggakan...
Mendengar istilah quantum teaching dan quantum learning, kita seakan dibawa ke arah alam sadar kita tentang konsep fisika kuantum atau kimia kuantum. Namun, istilah quantum teaching dan quantum learning sangatlah berbeda dengan istilah fisika kuantum atau kimia kuantum.
Setelah Anda mengikuti perkuliahan sejak S1 hingga saat ini, nampaknya banyak istilah terbaru mengenai pendidikan yang pada hakikatnya istilah-istilah tersebut bukanlah sesuatu yang merupakan hasil dari kajian baru yang belum pernah ada di masa lalu. Istilah-istilah tersebut sesungguhnya telah ada sejak lama, hanya saja orang belum mengelompokkan istilah-istilah tersebut ke dalam sistem pendidikan dan pembelajaran. Istilah-istilah tersebut sesungguhnya tetap berfokus pada hal-hal di sekitar pendekatan pendidikan dan pembelajaran yang mutakhir serta metodologi pembelajaran yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.Quantum Learning berakar dari upaya Dr. Georgi Lozanov, seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai “suggestology” atau “suggestopedia”. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apa pun memberikan sugesti positif ataupun negatif. Sedangkan Quantum Teaching merupakan badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian dan fasilitas di salah satu perguruan yang dinamakan Supercamp.
Untuk memperdalam kajian materi Quantum Teaching dan Quantum Learning, silahkan pelajari materi berikut ini, baik materi yang dalam bentuk pdf maupun yang berupa PPT.Files: 2URLs: 2Forum: 1Pert. 10. Presentasi Model Pembelajaran Quantum Teaching
Saudara-saudara mahasiswa yang saya banggakan...
Sesuai dengan kontrak kuliah, maka pada pertemuan ke-10 ini adalah saatnya kalian melakukan presentasi makalah yang telah Anda buat. makalah dibuat secara berkelompok.
Pada pertemuan ke-10 ini makalah yang kalian buat adalah terkait dengan topik pembelajaran dengan quantum teaching and quantum learning. Silahkan Saudara besama kelompok Saudara mengkaji kelebihan dan kekurang model pembelajaran tersebut dan bagaimana implementasinya dalam pembelajaran IPA di sekolah.
Materi terkait dengan quantum teaching dan quantum learning sudah upload di sini, yaitu pada pertemuan ke-9 minggu lalu. Selanjutnya, sebagai bahan untuk Anda membuat makalah silahkan Anda cari dari google terkait dengan artikel ilmiah, hasil penelitian, atau makalah/literatur atau buku-buku yang membahas tentang quantum teaching and quantum learning.
Saya minta agar Anda menggunakan sumber asli (pertama) dan sumber yang up to date minimal 10 tahun terakhir (terutama untuk artikel yang berasal dari jurnal-jurnal ilmiah).
Semoga dengan kuliah melalui diskusi presentasi ini, kalian semua mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang quantum teaching dan quantum learning, serta dapat menerapkannya di sekolah....Forum: 1Pert 11. Presentasi Discovery Learning, PBL & Problem Solving
Assalamu'alaikum Wr... wb...
Selamat datang di pertemuan ke-11. Perkuliahan hari adalah diskusi tentang model discovery learning, Problem Based Learning, dan Problem Solving, serta perbedaan diantara ketiganya.
Pada pembahasan ini, Anda diminta mempresentasikan makalah Anda dalam bentuk video, lalu didiskusikan di kolom forum diskusi.
Sebelum diskusi, saya akan menyampaikan pendahuluannya terlebih dahulu.
Model pembelajaran penemuan (atau biasa dikenal dengan sebutan discovery learning) diartikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa tidak disajikan informasi secara langsung tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi tersebut secara mandiri. Siswa dilatih untuk terbiasa menjadi seorang yang saintis (ilmuan). Mereka tidak hanya sebagai konsumen, tetapi diharapkan pula bisa berperan aktif, bahkan sebagai pelaku dari pencipta ilmu pengetahuan. Banyak pakar yang membahas dan mendefinisikan model pembelajaran ini, diantaranya: Veerman (2003); Hosnan (2014:282); Kurniasih, dkk (2014:64); Kurniasih, dkk (2014:64); Asmui (2009:154); dll.
Problem Based Learning (PBL) merupakan model kurikulum yang berhubugan dengan masalah dunia nyata siswa. Masalah yang diseleksi mempunyai dua karakteristik penting, pertama masalah harus autentik yang berhubungan dengan kontek sosial siswa, kedua masalah harus berakar pada materi subjek dari kurikulum. Tokoh-tokoh atau pakar yang membahas model ini antara lain: Duch (1995); Finkle and Torp (1995); Min Liu (2005); Kamdi (2007: 77); Sudrajat (2011); Shoimin (2014:130); dll.
Problem soving adalah suatu model dalam suatu pembelajaran yang mengarah keranah kita untuk berfikir, metode ini juga relevan dengan kehidupan dan juga merangsang kemampuan berfikir seorang siswa. Tokoh-tokoh atau pakar yang mengunhkapkan tentang model model ini antara lain: Greeno (1978); Mager dan Beach (1984); teinberg (1999); Gulo (2002:111); Hokanson & Hooper (2004); Evans dalam Suharman (2005); dll.
Tonton Video Pembelajaran berikut, lalu cermati: model apakah yang digunakan guru dalam pembelajaran IPA tersebut? Selanjutnya indentifikasi apa saja kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam video tersebut dan apa yang harus diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar pembelajaran IPA dapat terlaksana secara optimal dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir siswa.Forum: 1Pert. 12. PjBL dan Multipel Representasi
Saudara-saudara mahasiswa yang saya banggakan, bertemu kembali dalam perkuliahan daring ke-12. Perkuliahan untuk pertemuan ke-12 ini adalah diskusi tentang model Project Based Learning dan Model Multiple Representation Learning, serta perbedaan diantara keduanya. Pada pembahasan ini, Anda diminta mempresentasikan makalah Anda dalam bentuk video, lalu didiskusikan di kolom forum diskusi.
Sebelum diskusi, saya akan menyampaikan pendahuluannya terlebih dahulu.
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project based Learning) adalah pembelajaran yang menggunakan projek/kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas peserta didik untuk menghasilkan produk dengan menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, sampai dengan mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata. Tokoh-tokoh dalam pembelajaran PjBL ini antara lain: Qoyce (1992); Bransfor dan Stein (1993); Arends (1997); Thomas (2000); Baker, Trygg, & Otto (2011); dan The George Lucas Educational Foundation (2005).
Multipel Representasi adalah model yang mempresentasikan ulang konsep yang sama yang telah dipelajari dalam beberapa format/bentuk yang berbeda-beda. Beberapa bentuk representasi tersebut dapat berupa kata, gambar, diagram, grafik, simulasi komputer, persamaan matematika, simbol, dan sebagainya.Pentingnya representasi menurut Donald Norman (dalam Zang & Norman, 1994): “without external aids, memory, thought, and reasoning are all constrained.” Ini menunjukkan bahwa memori, pikiran, dan penalaran tanpa bantuan eksternal, semuanya akan terbatas dan sulit untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan. Sebuah representasi eksternal adalah jenis bantuan eksternal kepada seseorang sehingga dia dapat membantu orang lain dalam pemecahan masalah. Representasi eksternal biasanya mengacu pada 1) simbol fisik, objek, atau dimensi, dan 2) aturan eksternal, kendala, atau hubungan yang terkait dengan konfigurasi fisik (misalnya hubungan spasial dari bilangan dengan digit tertentu, kendala fisik pada alat bantu belajar, dan lain-lain). Selanjutnya dikatakan pula oleh Zhang & Norman (1994) bahwa without the use of external representations, our modern human life would be impossible. Jadi, tidak mungkin kehidupan manusia modern dapat terwujud tanpa bantuan representasi eksternal.
Dalam konteks multipel representasi, bentuk representasi verbal dan visual menjadi penting dalam pembelajaran dalam mengkonstruksi representasi mental pebelajar. Representasi mental adalah kode atas informasi yang harus diingat. Menurut teori pemrosesan informasi bahwa informasi yang diterima melalui panca indera kemudian dikodekan sesuai dengan cara alami individu tersebut berpikir. Kode inilah yang kemudian disimpan dalam bentuk memori. Ketika individu yang bersangkutan membutuhkan informasi tersebut dalam proses mengingat, maka ia perlu memanggil kembali kode tersebut dan melakukan proses pengkodean ulang (Putra, 2008; 156). Dengan demikian, pengingatan dan pemahaman terhadap suatu objek membutuhkan representasi mental. Representasi mental merupakan sebuah model yang digunakan oleh seseorang untuk memahami lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar adalah realita eksternal, dan representasi mental adalah realita internal yang ada pada pikiran manusia. Realita eksternal tidak pernah sama dengan realita internal dikarenakan realita internal merupakan penyed; erhanaan yang dilakukan oleh pikiran seseorang (baik sadar maupun tidak) terhadap realita eksternal (Putra, 2008; 157). Oleh karena itu, dalam mencapai pemahaman yang lebih luas, maka menggabungkan berbagai mode representasi eksternal akan memperkecil kesalahan dalam penyederhanaan realita eksternal. Tokoh-tokoh pembelajaran ini antara lain: Zhang & Norman (1994); Chittleborough (2004); Nakhleh (2008); Treagust (2008); Waldrip (2010); dan Sunyono (2015).
Sebelum Anda berdiskusi, sebaiknya tonton video berikut ini. Cermati, pelajari, dan pahami, bagaimana PjBL dilaksanakan di dalam kelas sebagaimana contoh pada video. Menurut Anda apa kelebihan dan kekurangan yang ada pada pembelajaran PjBL yang dilakukan oleh guru di video tersebut?
Selanjutnya cermati pula pembelajaran IPA di SD berikut. Apakah pembelajaran yang dilaksakan oleh guru dalam video berikut sudah dilaksanakan dengan berbagai representasi (multipel representasi)? Jika sudah, kenali ciri-ciri adanya multipel representasi dari pembelajaran tersebut dan apa kelebihan dan kekurangan dari guru tsb.
Jika belum, apa yang harus dilakukan oleh guru agar pembelajaran IPA di SD dapat diterapkan melalui berbagai represntasi dan representasi apa saja yang cocok untuk pembelajaran dengan materi yang di video tersebut?SELAMAT BERDISKUSI DAN SELAMAT BELAJAR, SEMOGA ANDA SUKSES... !!??
Forum: 1Pertemuan ke-13. Merdeka Belajar dan Pembelajarannya
Assalamu'alaikum...
Tabikpuunnn...
Selamat bertemu kembali saudara-saudara mahasiswa magister Pendidikan IPA yang saya baggakan. Para pertemuan ke-13 ini, mari kita bahas tentang merdeka belajar dan pembelajarannya.
Merdeka Belajar merupakan istilah yang mulai dibahas akhir-akhir ini setelah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurut Mas Menteri ada dua poin terpenting dalam pendidikan, yaitu merdeka belajar dan guru penggerak. Merdeka belajar artinya guru dan muridnya memiliki kebebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif.
Menurut Rian Iwinsyah (2020) merdeka belajar menjadi salah satu program inisiatif Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia dan suasana yang happy. Tujuan merdeka belajar adalah agar para guru, peserta didik, serta orang tua bisa mendapat suasana yang bahagia. “Merdeka belajar itu bahwa proses pendidikan harus menciptakan suasana-suasana yang membahagiakan.”
Lalu mengapa merdeka belajar perlu segera diterapkan? Apakah anak-anak sekarang belajar dalam kondisi tidak merdeka dan tidak bahagia? Menjawab pertanyaan ini barangkali kita bisa merefleksi potret proses KBM yang bisa jadi membelenggu sebagian siswa di kelas, diantaranya: sebagian guru lebih banyak menggunakan metode ceramah di kelas yang pastinya membuat siswa jenuh, anak-anak masih menjadi objek dalam belajar sehingga mereka kurang kreatif karena proses KBM masih didominasi guru, anak-anak sibuk mengerjakan berbagai tugas yang diberikan guru termasuk PR, sumber belajar yang digunakan di kelas masih sangat terbatas, umumnya baru memanfaatkan buku paket saja sehingga siswa kurang diberi peluang untuk mencari bahan dari berbagai sumber selain buku paket.
Banyak hal lain lagi contoh aktivitas guru dan siswa di kelas yang memang masih banyak membebani siswa dan akhirnya membelenggu kemerdekaan siswa dalam belajar. Nah, dalam hal ini yang perlu dikembangkan adalah guru sebagai kunci utama keberhasilan merdeka belajar baik bagi siswa maupun gurunya sendiri.
Tantangan selanjutnya adalah, “Bagaimana menyediakan guru-guru kompeten yang dapat memberikan kemerdekaan belajar?”. Mendikbud, memberikan solusi sederhana, yaitu: “Mulailah dari melakukan perubahan kecil” yang dilakukan oleh “guru penggerak”.
Nah, sekarang bagaimana menyiapkan pembelajaran di era merdeka belajar tersebut?
Salah satu faktor dalam menyukseskan pembelajaran di kelas di era merdeka belajar adalah penggunaan media pembelajaran yang cocok dalam proses pembelajarannya. Arti cocok disini adalah yang relevan dengan keadaan, teknologi, dan pengetahuan murid di era sekarang.
Media pembelajaran sendiri merupakan perantara yang digunakan untuk mentransfer ilmu dari pengajar kepada peserta didik yang berguna untuk membuat proses pembelajaran menjadi mudah dimengerti dan lebih efektif serta efisien.Melalui pengamatan dan analisis terhadap program kebijakan merdeka belajar, penulis merangkum dua media pembelajaran yang dinilai sesuai dengan program merdeka belajar tersebut. Media pembelajaran tersebut antara lain adalah Video Dokumenter, Film Animasi, media tiruan, dsb. Dengan berkembangnya teknologi di Abad 21 ini atau di era Revolusi Industri 4.0, merdeka belajar sudah menjadi keniscayaan. Mengapa? Karena kemajuan dunia IT, seperti internet atau dunia maya sudah begitu berkembang pesat. Ilmu pengetahuan mudah diperoleh karena begitu banyak tersedia di dunia maya tersebut. Oleh sebab itu, pembelajaran mesti dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan IT tersebut, salah satunya adalah dengan "blended learning".
Untuk lebih fokus pada kajian merdeka belajar dan pembelajarannya berikut ini ditayangkan video tentang merdeka belajar dan media pembelajaran. Silah di simak dan pelajari apakah pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah membuat siswa bahagia, guru bahagia, dan kemungkinan orang tua juga bahagia? Karna pada prinsipnya "merdeka belajar" itu bertujuan agar belajar itu membahagiakan.Nah, kaitannya dengan blended learning, silahkan pelajari materi dalam bentuk pdf yang diberikan di bawah. Selanjutnya ikuti diskusinya di forum diskusi yang telah disediakan.
Selamat berinovasi di Era Merdeka Belajar dan di Era Revolusi Induatri 4.0.
SEMOGA SUKSES.... !!??Files: 2Forum: 1Pertemuan ke-14. Inovasi dengan Media Pembelajaran
Assalamu'alaikum...
Berjumpa kembali di pertemuan ke-14. Pada pertemuan kali ini Anda diajak untuk membahas masalah inovasi media pembelajaran. Setelah Anda mengenal beberapa model pembelajaran, selanjutnya Anda harus bisa menentukan media pembelajaran yang cocok untuk materi yang akan di belajarkan pada siswa Anda.
Tentu Anda telah mengenal konsep media secara teoritis dan macam-macam media. Nah, disini Anda akan diperkenalkan dengan media sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar siswa.Sebelum Anda belajar tentang media, aya perkenalkan dulu tentang sumber-sumber belajar baru berbasis IT. Sumber-sumber ini perlu Anda kenali. Mungkin saja diantara sumber-sumber berikut telah Anda kenal selama ini. Sumber-sumber tersebut antara lain (Tabel 1):
Tabel 1. Sumber Belajar Baru berbasis ITJenis Sumber Belajar Baru
Berbasis TIK
Fungsi
Webblog/Wbpage
Sumber bacaan untuk meningkatkan penguasaan materi, penanaman karakter peserta didik, meningkatkan kemampuan membuat media, meningkatkan kemampuan mengelola pembelajaran, dan rujukan dalam pelaksanaan PTK
Bahan (materials)
Untuk mendukung proses pembelajaran yang melibatkan sumber belajar memungkinkan peserta didik untuk untuk berinteraksi langsung menerima informasi melalui bahan.
Alat /perlengkapan (tool/Equipment)
Sebagai media untuk menyajikan perangkat lunak/software, misalnya Infocus untuk menampilkan materi atau program yang terdapat pada video, televise, komputer, dan sebagainya.
Lingkungan (yang di-setting)
Sebagai media dalam pembelajaran, disebabkan karena pergeseran dan perekembangan jaman, hasil pemikir atau teknologi semakin banyak dan mencoba memodifikasi lingkungan-lingkungan tersebut ada yang nyata maupun buatan, ada yang dibentuk dalam sebuah model lingkungan tertentu, gambar lingkungan tertentu, foto-foto lingkungan tertentu, bahkan menunjukkannya dalam visual audio seperti dalam televisi, komputer dan sebagainya.
Youtube: Video
Membelajarkan cara membuat media pembelajaran sederhana dari bahan bekas (seperti botol plastic bekas)
Makalah elektronik
Pendalaman konsep tematik di SD
e-Journal
Bahan rujukan untuk melaksanakan PTK dan juga dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran
e-book
Untuk pendalaman materi, terutama materi IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PPKn, dan matematika
e-Reference book
Bahan untuk mendukung pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK), sebagai sumber rujukan
e-Story book
Penanaman karakter pada siswa
Nah, dari sumber-sumber belajar baru tersebut, Anda akan menemukan media-media pembelajaran inovatif diantaranya; Media Air Mancur Sederhana dari botol plastik bekas, media helikopter dari botol plastik bekas, media mobil mainan sederhana, media replika cara kerja paru-paru, dan sebagainya.
Ouput dari perkuliahan pertemuan ke-14 ini adalah Anda mampu melakukan inovasi dalam membuat media pembelajaran yang akan digunakan untuk membelajarkan materi atau KD tertentu dari mata pelajaran IPA.
SELAMAT BELAJAR... !!!??Page: 1File: 1Forum: 1Pertemuan ke-15. Diskusi Media Pembelajaran Di Masa Covid-19
Assalamu'alaikum Wr... Wb...
Selamat siang dan slam sejahtera untuk semua...
Tabik puunn...
Bertemu kembali dalam perkuliahan pertemuan ke-15. Pada pertemuan kali ini kita akan melanjutkan diskusi kita pada pertemuan ke-14 yang lalu. pada minggu yang lalu Anda telah disajikan materi tentang Inovasi Media Pembelajaran dan pada pertemuan ke-14 tersebut Anda telah banyak belajar tentang media pembelajaran, sumber-sumber ajar baru berbasis TIK, media pembelajaran berbasis barang bekas, dan bagaimana Anda mengimplementasikan media tersebut dalam pembelajaran, terutama ketika diberlakukan pembelajaran online di masa Pandemi Covid-19 ini.
Nah, pada pertemuan ke-14 yang lalu, Anda diminta untuk membuat media pembelajaran IPA dari barang-barang bekas yang mudah diperoleh. Selanjutnya pada pertemuan ke-15 ini, Anda diminta untuk menyajikan dan mendiskusikan hasil inovasi Anda terkait media tersebut.
Sebelum membahas hasil inivasi Anda, saya ingin menyampaikan materi dalam PPT yang saya peroleh dari Prof. Dr. Dinn Wahyudin,MA tentang "Belajar dari Pandemi Covid-19" yang disampaikan pada Webinar Pendidikan LPMP Prov Sulawesi Barat. Materi tersebut sangat bagus untuk kita pelajari dan kita renungkan dalam melaksanakan tugas kita sebagai seorang pendidik, terutama di masa Pandemi ini.
SELAMAT BERDISKUSI....File: 1Forum: 1Pertemuan ke-16. Kesimpulan dan Refleksi
Pandemi Covid-19 dan Kebijakan Merdeka Belajar
Pada buku The SIMPOL Solution: A New Way to Think about Solving the World's Biggest Problems yang ditulis oleh John Bunzl dan Nick Duffell (2018) dapat disimpukan bahwa dalam kehidupan ini selalu muncul: New Needs ==> New Problems ==> New Ways. Kesimpulan tsb nampaknya cocok dengan munculnya Pandemi Covid-19 yang banyak memberikan tantangan dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk tantangan dalam dunia Pendidikan. Adanya Pandemi ini muncul kebutuhan akan pembelajaran daring, peningkatan kemampuan membelajarkan secara daring, belajar daring, dsb. Seiring dengan munculnya kebutuhan tersebut nampaknya memunculkan problem baru: yaitu masalah infrastruktur pendukung daring, masalah perubahan mindset guru/dosen yang sudah berada pada zona nyaman dengan pembelajaran face to face, dan masalah-masalah lain.
Adanya Pandemi Covid-19 dan kebijakan Merdeka Belajar dari mas Menteri, tentu membuat kita tercengang. Ini terkait dengan kesiapan kita terhadap kebijakan pembelajaran secara daring. Nah, dalam menghadapi Covid-19 dengan segala keterbatasan yang kita miliki, maka dalam dunia Pendidikan hanya ada 2 pilihan (Mendikbud, 2020) yaitu "TIDAK BELAJAR SAMA SEKLAI" atau "KITA BERANI MENCOBA CARA-CARA BARU". Mari kita jadikan masa Pandemi Covid-19 ini sebagai masa untuk memperkuat otot-otot "adaptif dan inovatif" kita, sehingga pasca Covid-19 nantinya kita akan memiliki IMUN MENTAL YANG TINGGI....
Pernyataan mas menteri tsb menjadi tantangan yg cukup berat bagi kita yg berprofesi sbg guru/dosen. Yg berat adalah mengubah mind set, memunculkan inovasi2 baru, dan belum lagi ditambah dengan masalah keterbatasan jangkauan internet di wilayah2 tertentu. Itulah namanya tuntutan perubahan yang harus kita hadapi dengan bijak. Peningkatan kualitas beserta infrastrukturnya menjadi sangat penting dan harus ditempatkan pada prioritas nomor wahid.
Semoga kita bisa belajar dari Covid-19 dan harapan mas menteri bahwa pasca covid kita akan memiliki imun mental yg tinggi utk pendidikan yg berkualitas dapat dicapai... Semoga... Aamiin...
INGAT PERUMPAMAAN BERIKUT:Pages: 2Ujian Akhir Semester 2023-2024
Assalamu'alaikum... Wr wb...
Tabik puunn...
Saudara-saudara mahasiswa, pada pertemuan ini kita akan melakukan Ujian Akhir Semester (UAS). Siapkan segala sesutunya agar pada saat anda UAS, Anda dapat mengikutinya dengan baik. Siapkan kuota internet Anda dan usahakan jangan sampai ada gangguan teknis dalam pelaksanaan UAS ini.
Anda hanya punya waktu yang terbatas, jangan sia-siakan waktu yang diberikan hanya karna ingin tukar-menukar jawaban dengan teman Anda. Jika itu Anda lakukan, maka Anda akan kehabisan waktu. Ingat waktu untuk menjawab soal, memfoto/menscan, dan upload jawaban Anda sudah diberikan di bawah ini.- Waktu Mengerjakan soial: 110 Menit
- Waktu men-scan atau mem-foto jawaban: 8 menit
- Waktu mengupload hasil scan/foto jawaban: 7 menit
Jadi total waktu dari mulai menjawab hingga mengupload jawaban: 125 menit.