Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Jumlah balasan: 30

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Farida Julia Saputri -
Nama : Farida Julia Saputri
NPM : 2113053073
Kelas : 3C
Analisis Jurnal

Berdasarkan hasil analisis jurnal menurut saya mengenai materi “PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT” Bahwa pengamatan penulis di SD Negeri Lampeuneurut penanaman nilai-nilai moral yang belum dilakukan oleh kebanyakan guru karena tidak menyadari sepenuhnya bahwa mereka seharusnya berurusan dengan persoalan-persoalan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di SD Negeri Lampeuneurut menunjukkan bahwa guru menanaman nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Hasil lainnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru dikarenakan sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui konsekuensinya apabila hal tersebut dilakukan. Selain itu siswa juga mulai bertingkah laku dengan baik dan sopan walaupun terkadang terdapat siswa yang masih sulit diatur sehingga dibutuhkan bimbingan oleh guru.

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa Guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan.

Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Annisa Salsabina Rahmadhani -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi bapak roy kembar habibie, M.Pd.

Izin menyampaikan analisis terkait jurnal mengenai materi "PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT"

Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Kelas : 3C

Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Karena Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin.

penanaman nilai adalah menanamkan sifat- sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan”. Baik, buruk, bagus, jelek, pantas, wajar, sopan, kurang ajar, berguna, mubazir, seharusnya begini atau begitu, ataupun terlarang, itu semua merupakan nilai-nilai yang ditanamkan kepada seseorang oleh lingkungannya, hal ini yang membentuk cara pandang dan sikap hidup. Nilai moral merupakan suatu hal yang penting untuk kita ajarkan sebagai orang tua maupun tenaga pendidik agar peserta didik atau anak kita memiliki moral atau etika yang baik dalam bermasyarkat di lingkungan sekitar.

Jadi, Penanaman nilai dan moral sangatlah penting untuk kita ajarkan untuk kita beri contoh, bahwasannya moral dan etika merupakan suatu cara untuk kita menghargai dan menghormati seseorang di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh WAHANA TRI ADHASARI -
Nama : Wahana Tri Adhasari
NPM : 2113053209

Analisis Jurnal
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai dan moral. Oleh sebab itu seorang guru sudah seharusnya memiliki perilaku yang sesuai dengan niali-nilai moral, yang kemudian dapat dicontohkan kepada Peserta didiknya. Selain memberikan contoh, pendidikan nilai dan moral juga harus ditanamkan pada setiap mata pelajaran, sehingga mereka dapat lebih memahami apasih pendidikan nilai dan moral itu dan bagaimana cara mengimplementasikannya.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru-guru disekolah dasar Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya.
Melalui nilai agama (religius), kemandirian, kejujuran, gender, tanggung jawab, dan mengahargai pendapat orang lain


Namun selain melalui pendidikan disekolah pendidikan nilai dan moral perlu ada dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh sebab itu sudah seharusnya kita sebagai calon guru, sekaligus masyarakat yang bangsa Indonesia harus mampu memberikan contoh yang baik dengan cara berperilaku sesuai dengan moral bangsa Indonesia dimanapun dan dalam keadaan apapun.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Niken Azzahra -
Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : niken azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 3C

Izin memberikan analisis mengenai Artikel/jurnal yang membahas mengenai PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT.

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang hidup bersama dan saling berinteraksi dengan penuh ikatan emosional. Seringkali sikap dan perilaku orang tua yang baik dan benar, tanpa disadari justru menghalangi terwujudnya pembentukan nilai-nilai moral yang baik bagi anak.
Pembentukan disiplin yang berlandaskan nilai-nilai moral harus senantiasa ditanamkan dan dikembangkan oleh orang tua terhadap anak dalam kehidupan keluarga.Walaupun waktu sangat minimal yang dimiliki oleh orang tua harap dipergunakan dengan sebaik-baiknya disadari pula bahwa pada umumnya secara realitas sangat sibuk maka kolaboratif, kordinatif perlu kedua belah pihak dalam pembentukan nilai-nilai moral anak.
Penanaman nilai kehidupan kepada anak didik membutuhkan keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Penanaman nilai-nilai tersebut tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga dengan keteladanan dan pendidikan nilai-nilai kehidupan menuju manusia Indonesia yang bermartabat dan berbudaya akan terwujud.
menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama (religius): kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, karena segala sesuatu yang dilakukan diawali dengan doa maka akan bermanfaat ilmu yang didapatnya, dan mengajarkan pentingnya belajar agama.
Seperti dalam artikel bisa di ambil sebagai contoh
Nilai kemandiriaan: Mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya seperti member latihan individu tanpa ada yang menyontek dan apabila kedapatan akan diberi sanksi yang tegas. Nilai tanggung jawab: Mengajarkan pentingnya pembagian tugas tugas piket secara bergiliran, karena tidak akan menciptkan kecemburuan diantara masing-masing siswa apabila semua siswa mendapatkan piket dan pekerjaan yang dilakukan bersama-sama akan cepat selesai.

Sekian analisis dari saya pak terimakasih
Waasalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh WIRANTO OKTAVIAN -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Wiranto Oktavian
NPM : 2153053012

Izin memberikan tanggapan mengenai jurnal diatas pak.
Menurut tanggapan saya terkait penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD negeri lampeuneurut bahwasannya guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan, cara menanamkannya nilai-nilai tersebut dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Selain itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.

Sekian terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Resti Umi Melinda -
Nama : Resti Umi Melinda
NPM : 2113053058

Izin mengirimkan analisis jurnal

penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Kohlberg (dalam Muhibbinsyah, 2010:75) menekankan bahwa “pemikiran moral anak, terutama ditentukan oleh kematangan kapasitas kognitifnya. Sedangkan di sisi lain, lingkungan sosial merupakan pemasok materi mentah yang akan diolah oleh ranah kognitif anak secara aktif. Dalam interaksi sosial dengan teman-teman sepermainanan sebagai contoh, terdapat dorongan sosial yang menantang anak tersebut untuk mengubah orientasi moralnya”. Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu: “a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral, b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral, c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan), d) Perkembangan Teknologi, e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan f) Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).

Berdarkan jurnal tersebut menunjukkan bahwa guru mengajarkan siswa untuk bertingkah laku didalam/ diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit nakal, suka berkelahi kecil, menganggu teman namanya juga masih anak-anak yang mempunyai banyak sifat yang berbeda. Sehingga melalu tingkah laku tersebut, guru dapat membimbing, mendidik siswa agar lebih baik karena jikalau di didik sedari kecil maka ke depannya akan lebih mudah untuk melanjutkannya. wawancara menunjukkan bahwa guru menanaman nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%. telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Yuninda Putri -
Nama : Yuninda Putri
Npm : 2113053045

Tanggapan saya terhadap jurnal yang berjudul “PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT” yaitu bahwa penanaman nilai-nilai moral pada siswa itu sangatlah penting. Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
Nilai-nilai yang dapat ditanamkan pada siswa yaitu :
- Nilai agama (religius): kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, karena segala sesuatu yang dilakukan diawali dengan doa maka akan bermanfaat ilmu yang didapatnya, dan mengajarkan pentingnya belajar agama elain di sekolah agar berkelanjutan.
- Nilai kejujuran: bersikap jujur seperti tidak berbohong ketika PR tidak dikerjakan begitupun tidak mencuri uang teman walau kesususahan.
- Nilai kemandiriaan: Mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya seperti member latihan individu tanpa ada yang menyontek dan apabila kedapatan akan diberi sanksi yang tegas.
- Nilai tanggung jawab: Mengajarkan pentingnya pembagian tugas tugas piket secara bergiliran.
- Nilai gender: Mengajarkan tidak membedakan perlakuan antara siswa laki- laki dan perempuan karena semua sama di mata seorang guru dan memberi kesempatan yang sama kepada keduanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.
- Nilai keadilan: tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar karena tugas guru membimbing semua siswanya agar menjadi pintar.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Farhan Iqbal Pratama -
Nama: Farhan Iqbal Pratama
NPM: 2113053196
Kelas: 3C

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat pagi Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis jurnal yang berjudul “PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah, Th. 2016. Vol. 1, No. 1. Oleh Ruslan dkk.”

Penanaman nilai moral di sekolah diperankan oleh guru yang mana seorang guru harus dapat menyampaikan pembelajaran nilai moral yang memungkinkan kondisi kelas yang aktif sehingga membangun keaktifan siswa dalam menalar dan memahami materi terkait pendidikan nilai moral. Meskipun pendidikan nilai moral perlu diterapkan di sekolah dasar, namun peran orang tua juga tidak terlepas dalam membentuk karakter anak semasa di rumah atau di lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga menjadi cerminan bagaimana orang tua dalam mendidik karakter anak di rumah, sedangkan di sekolah guru lah yang menjadi pendidik dalam menanamkan nilai moral kepada peserta didiknya.

Tujuan diadakannya pembelajaran nilai moral di sekolah adalah menanamkan nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa depan mempunyai nilai moral yang baik. Oleh karena itu, pendidik memiliki peran yang tidak sedikit dalam menciptakan generasi yang lebih bermutu terlebih guru sekolah dasar yang mana SD adalah pembentuk karakter peserta didik yang akan menjadi acuan di pendidikan berikutnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SD Negeri Lampeuneurut bahwasannya penerapan pembelajaran nilai moral tidak hanya diterapkan melalui pelajaran agama di sekolah saja, namun juga diterapkan di pengajian, TPA dan pesantren sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama. Pembelajaran tidak hanya dilaksanakan di lingkungan sekolah saja, tetapi harus memperdalam ilmu lain seperti ilmu agama juga di tempat lain seperti TPA dan pengajian. Penerapan yang dilakukan guru adalah dengan menanamkan pendidikan nilai moral di setiap mata pelajaran dengan memberikan nasihat, teguran ataupun mencontohkan perilaku yang baik kepada peserta didiknya. Apabila terdapat peserta didik yang sedikit nakal, seperti mengganggu temannya, berbohong, dan berkelahi kecil, seorang guru dapat memberikan teguran maupun sanksi sesuai dengan perilaku peserta didiknya. Nilai moral juga diterapkan melalui pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, tidak membedakan setiap siswanya baik laki-laki maupun perempuan, mengajarkan perilaku jujur saat mengikuti ujian, bertanggung jawab terhadap jadwal piket yang telah disepakati, dll.

Berdasarkan jurnal dinyatakan bahwa penanaman pendidikan nilai moral di SD Negeri Lampeuneurut sudah 64% dilakukan dengan baik sedangkan 36%-nya masih belum. Kesimpulan terhadap penelitian yang dilakukan adalah Guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan.

Sebagai seorang calon pendidik di sekolah dasar, penting bagi kita untuk dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bagus dalam memberikan penanaman karakter yang baik kepada peserta didik. Jangan sampai kita hanya berfokus dalam memberikan pelajaran saya tanpa memberikan contoh bagaimana penerapannnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kita juga harus dapat berinovasi dengan menciptakan suatu metode pembelajaran yang asik sehingga siswa tidak menjadi bosan dan mengalami pembelajaran yang dapat mengubah perilakunya ke arah yang positif.

Sekian analisis jurnal dari saya.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh IKA SAEFITRI -
Nama: Ika Sae fitri
NPM: 2113053099
Kelas: 3C

Izin memberikan analisis saya terkait jurnal yang berjudul "PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT"

Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya karena orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak-anak nya . Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang baik yang bisa mengubah sifat atau karakter dari anak tersebut. Maka penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai
moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang
mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang
mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan
mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Berdasarkan hasil analisis data yang saya ambil dari jurnal tersebut , temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke
semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat
pengajian dan TPA.


Kesimpulan yang ada pada penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral
kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan
orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.

Sekian itu saja yang dapat saya sampaikan,
Terima kasih..
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh WAHYU RINGGIT KUNCORO -
Nama : Wahyu Ringgit Kuncoro
Npm : 2113053254

Izin menyampaikan analisis terkait jurnal yang berjudul "PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT"

Pembentukan anak tergantung pada orang yang membentuknya dan lingkungan sekitar. Keadaan lingkungan di sekitar anak mempengaruhi kepribadian seorang anak. Sebab Jika seorang anak tinggal di lingkungan yang baik, maka anak tersebut akan memiliki kepribadian baik, Namun jika sebaliknya maka akan mudah terjerumus dan ikut terkontaminasi dengan hal-hal buruk pula. Sehingga disinilah penting sekali untuk menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai moral pada anak. Dalam menerapkan nilai dan moral pada anak sekolah dasar dapat disisipkan pada setiap mata pelajaran, dengan memberikan contoh yang mudah yang dapat diterapkan dikehidupan sehari – hari, dengan memberikan contoh yang nyata kepada siswa maka akan lebih cepat diterima kepada siswa tersebut.

Terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh ICHA KURNIA PUTRI -
Nama : Icha Kurnia Putri
NPM : 2113053052
Kelas : 3C

Analisis Jurnal yang berjudul PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT. Menurut saya Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang baik yang bisa mengubah.

Jadi penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami, atau menanamkan (kamus besar bahasa Indonesia, 2005:100). Sedangkan nilai menurut kamus besar bahasa Indonesia (2005:120) adalah “sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan”. Jadi penanaman nilai adalah menanamkan sifat- sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan”.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranya yaitu:
a. Penyalahgunaan sebagian ajaran moral
b. Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral
c. Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan)
d. Perkembangan Teknologi
e. Lemahnya Mental Generasi Bangsa
f. Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh JESSICA.AMELIA21 JESSICA.AMELIA21 -
Jessica Amelia Putri
2113053029
3C
Analisis Jurnal 1
Kemerosotan moral yang dialami bila tidak diberikan perhatian khusus akan berakibat buruk bagi generasi mendatang. Pendidikan moral merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang baik yang bisa mengubah.Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima bahwa Guru di SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap
lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh miftahu rahman -
Nama : Miftahu Rahman
NPM : 2113053092
Kelas : 3C /PGSD
Judul Artikel : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD
FKIP Unsyiah Volume 1 Nomor 1, 68-77
Agustus 2016
Nama jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT

analisis artikel 1 tentang judul diatas Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA.

Simpulkan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua, Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin Pendidikan moral merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak. Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orangorang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya, Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal - hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal - hal yang baik yang bisa mengubah Kegiatan di dalam dan di luar kelas, diupayakan memuat nilai-nilai moral yang berguna bagi pembentukan kepribadian peserta didik sebagai bekal hidup bermasyarakat masa kini dan masa datang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh ADELBERTUS GADING ANANTA PUTRA -
Nama: Adelbertus Gading Ananta Putra
Npm: 2113053023
Kelas: 3C

Izin memberikan analisis jurnal mengenai “PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT”

Kemerosotan moral generasi muda membutuhkan pengelolaan yang lebih mendalam, dimana kita perlu menanamkan nilai-nilai moral sesegera mungkin. Degradasi moral yang diderita jika tidak dirawat akan berdampak buruk bagi generasi mendatang. Pendidikan moral merupakan suatu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak. Dengan demikian penanaman nilai-nilai moral untuk menanamkan nilai-nilai moral mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka terima dengan harapan agar anak kelak memiliki kehidupan yang baik akhlak yang baik, karena jika dibiarkan sejak kecil, dapat menghancurkan generasi muda masa depan.

Penanaman nilai moral tidak hanya dapat dilakukan dalam proses belajar mengajar, tetapi di luar lingkungan kelas juga dapat ditanamkan seperti di lingkungan sekolah atau keluarga, karena keberadaannya secara terus menerus akan membentuk karakter yang baik bagi siswa. Dan siswa yang sudah memiliki nilai moral harus terus dibimbing/diajarkan agar nilai moral tersebut tidak hilang karena jika ada dasar maka semuanya akan menjadi lebih mudah. W.J.S. Poerdarminta (dalam Hamid, 2006:50) menyatakan bahwa “akhlak adalah ajaran tentang perbuatan dan tingkah laku yang baik dan buruk”.

Guru SD Negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai agama, nilai sosial, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai kekuatan juang, nilai tanggung jawab dan rasa hormat terhadap sesama. lingkungan. Cara menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menanamkannya dalam semua mata pelajaran yang diajarkan guru, melalui lingkungan sekolah dan bermitra dengan orang tua. Selain itu, siswa SD Negeri Lampeuneurut memiliki perilaku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai moral dan memudahkan dalam mengejar guru.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh IRMANDA FRAHANI -
Assalamu'alaikum warahmatullahi warahmatullahi
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 3C

Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

Negara Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkutpersoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali
menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Kemerosotan moral generasimuda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilaimoral sedini mungkin. Kemerosotan moral yang dialami bila tidak diberikan perhatian khusus akan berakibat buruk bagi generasi mendatang. Pendidikan moralmerupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak.
Pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang baik yang bisa mengubah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak, diantaranyayaitu:
“a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral,
b) Penyalahgunaan Konsep- Konsep Moral,
c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan),
d)Perkembangan Teknologi,
e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, dan
f)Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti” (dalam Anggun,2013:5).

Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai
moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima.

Paul Suparno, dkk, 2002 mengatakan
Adapun nilai-nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:
“1). Nilai Religius,
2). Nilai Sosialitas,
3).Nilai Gender,
4). Nilai Keadilan,
5). Nilai Demokrasi,
6). Nilai Kejujuran,
7). Nilai Kemandirian,
8). Nilai Daya juang,
9). Nilai Tanggung jawab, dan
10). Nilai Penghargaan terhadap lingkungan” (dalam Zuriah, 2007:46-50).

Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh ANNISA NATHANIA -
Annisa Nathania
2153053040

Izin memberikan hasil analisis jurnal beerjudul:
PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT

Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
Penanaman adalah proses, cara, perbuatan menanam, menanami, atau menanamkan (kamus besar bahasa indonesia, 2005:100). Sedangkan nilai menurut kamus besar bahasa indonesia (2005:120) adalah “sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan”. Jadi penanaman nilai adalah menanamkan sifat- sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan”.

Penelitian ini dilaksanakan di sd negeri lampeuneurut. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru bukan hanya mengajarkan siswa belajar agama di sekolah tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga belajar di tempat-tempat seperti, pengajian, tpa, dan pasantren. Dengan dorongan dari guru siswa mau menuntut ilmu agama karena sangat berguna bagi mereka untuk kedepannya.
Dan hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%. Untuk memudahkan peneliti dalam menyimpulkan maka pengamatan di atas dibuat kedalam nilai-nilai moral yang banyak ditanamkan dan nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan. Nilai moral yang banyak ditanamkan yaitu kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, mengajarkan sikap berani dan sportif, dan mengajarkan pentingnya pembagian tugas piket secara bergiliran. Sedangkan untuk nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan yaitu mengajarkan sikap baris-berbaris yang tertib, tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan saat pembelajaran, mengajarkan mengoreksi hasil ulangan/soal secara jujur, dan mengajarkan menjaga lingkungan hidup.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa guru di sd negeri lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama (religius).

Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa guru di sd negeri lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan.

Terimakasih..
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh SHERLITA NUR AZIZAH -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, sebelumnya izin memperkenalkan diri,
Nama: Sherlita Nur Azizah
NPM: 2113053232
Kelas: 3C

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal,
Penanaman nilai dan moral bagi anak sekolah dasar merupakan hal yang sangat penting karena nilai dan moral saat ini sudah mulai luntur terutama di lingkungan anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh pengaruh buruk yang mereka dapatkan dari lingkungan sekitar. Sehingga sebagai calon pendidik kita memiliki tugas besar yaitu mencetak anak-anak di masa yang akan datang agar mempunyai moral yang baik. Orang tua dan guru harus sama-sama bekerja sama dalam menanamkan nilai dan moral bagi anak sejak mereka kecil. Di Sekolah Dasar Negeri Lampeuneurut, para guru telah menanamkan nilai dan moral kepada siswa nya melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima. Selain itu guru Sekolah Dasar Negeri Lampeuneurut juga mengajarkan siswa untuk bertingkah laku baik di manapun mereka berada serta menanamkan nilai-nilai kejujuran. Berdasarkan hasil penelitian dalam jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Lampeuneurut telah menanamkan nilai-nilai moral berupa nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh MUTIA RAHMA AULIA -
Nama: Mutia Rahma Aulia
NPM: 2113053136
Kelas: 3C

Analisis jurnal yang berjudul "Penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD negeri Lampeuneurut"

Penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang
mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang
mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku
sosial.

Adapun nilai-nilai moralitas dan budi
pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:
1). Nilai Religiusitas,
2). Nilai Sosialitas,
3). Nilai Gender,
4). Nilai Keadilan,
5). Nilai Demokrasi,
6). Nilai Kejujuran,
7). Nilai Kemandirian,
8). Nilai Daya juang,
9). Nilai Tanggung Jawab,
10). Nilai Penghargaan terhadap Lingkungan Alam (dalam Zuriah, 2007:46-50).

Faktor yang menyebabkan merosotnya moral anak yaitu:
a) Penyalahgunaan sebagian ajaran moral,
b) Penyalahgunaan KonsepKonsep Moral,
c) Masuknya Budaya Westernisasi (budaya kebarat-baratan),
d) Perkembangan Teknologi,
e) Lemahnya Mental Generasi Bangsa, f) Kurangnya Materi Aplikasi tentang Budi Pekerti

Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar siswa telah menerapkan nilai-nilai kejujuran dan guru juga sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada siswa. Siswa menerapkan nilai-nilai kejujuran karena mereka tahu akan konsekuensi nya.

Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh DWI OKTAVIANINGSIH -
Nama: Dwi Oktavianingsih
NPM: 2113053208
Kelas: 3C

Analisis Jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri Lampeuneurut"
Dari jurnal tersebut dapat saya analisis bahwa dalam konteks persoalan nilai-nilai dan moral yang bisa dilakukan oleh seorang pendidik adalah menanamkan nilai-nilai moral sejak Sekolah Dasar dengan kelas rendah. Pada era digital ini generasi bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut soal kejujuran, keadilan dan kebenaran. Sebenarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang-orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Seperti anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang baik tentu saja kepribadian yang terbentuk pada anak akan baik juga. Pada dasarnya penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang sudah mulai luntur di kalangan dan lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak atau generasi bangsa mempunyai moral yang baik. Pendidik menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran dengan cara menyisipkan nilai-nilai moral tertentu ataupun pendidik sendiri yang menjadi role model atau contoh panutan karena apabila guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka siswa akan lebih cepat untuk menerimanya.

Dari jurnal tersebut dapat kita ketahui bahwa guru di SD Negeri lampeoneurut telah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamkan adalah nilai agama (religius) seperti pembiasaan berdoa sebelum melakukan kegiatan pembelajaran. Kemudian nilai kejujuran pendidik mengajarkan peserta didik untuk mengoreksi soal atau ulangan teman sekelasnya secara jujur tanpa ke pengawasan dari pendidik dan peserta didik harus bersikap jujur seperti tidak berbohong ketika mengerjakan PR. Nilai kemandirian pendidik mengajarkan peserta didik untuk melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya seperti memberi latihan secara individu tanpa ada yang mencontek dan apabila ketahuan mencontek maka pendidik akan memberikan sanksi yang tegas kepada peserta didik agar tidak mengulangi perbuatannya. Nilai gender seperti mengajarkan untuk tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan karena semua sama. Nilai keadilan yaitu seperti tidak membedakan siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar dalam kegiatan pembelajaran dan di lingkungan kelas karena tugas dari seorang pendidik adalah membimbing semua siswanya agar menjadi pintar dan cerdas. Menanamkan menghargai perbedaan pendapat teman, Nilai sosialitas: yang mengajarkan tentang peserta didik yang harus baris terlebih dahulu sebelum memasuki ruang kelas baik ketika ada pendidik maupun tidak ada Pendidik. Nilai daya juang yang mengajarkan sikap berani dan sportif, Hidup sehat yaitu seperti mengajarkan dan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dalam kegiatan pembelajaran. Nilai sopan santun seperti bersikap sopan baik kepada guru maupun teman-temannya
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Winda.l eriska -
nama : winda eriska
npm : 2113053079
kelas : 3C
analisis jurnal " PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT"
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Prodi PGSD FKIP Unsyiah Volume 1 Nomor 1, 68-77 Agustus 2016
pembentukan karakter dan moral anak secara mendasar tergantung kepada orang- orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya .
penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.
tujuan dari jurnal ini sendiri untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama denganorang tua.
Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baikkarena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh ERMA TITIS NIKMAH -
Nama: Erma Titis Nikmah
Npm: 2153053014
Kelas: 3C

Analisis jurnal
Hasil analisis dari jurnal yang berjudul "PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI
LAMPEUNEURUT"
Hasil wawancara yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa guru mengajarkan siswa untuk bertingkah laku didalam atau diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit nakal. Sehingga melalu tingkah laku tersebut, guru dapat membimbing siswa agar lebih baik.

Penanaman nilai-nilai moral bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. Guru dapat menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisipkan nilai nilai moral tertentu, ataupun menjadi contoh sehingga siswa maka akan lebih cepat untuk diterima.

Adapun nilai moralitas dan budi pekerti yang perlu ditanamkan pada jenjang Sekolah Dasar ada 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggung jawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Fitri Cahya Karnain -
Nama : Fitri Cahya Karnain
Npm : 2153053034
Kelas : 3C

Analisis Jurnal  yang berjudul "Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Siswa Di SD Negeri Lampeuneurut"
Berdasarkan hasil wawancara menyatakan bahwa siswa perlu belajar agama bukan hanya di sekolah saja tetapi harus memperdalam ilmu agama juga di TPA, dan tempat pengajian. Karena dengan belajar di tempat-tempat seperti diatas, maka akan berkesinambungan ilmu yang di dapat, nilia-nilai moral yang ditanamkan melalui pelajaran agama sangatlah banyak. guru mengajarkan siswa untuk bertingkah laku didalam/ diluar kelas dengan baik namun kadang-kadang sedikit nakal, suka berkelahi kecil, menganggu teman namanya juga masih anak-anak yang mempunyai banyak sifat yang berbeda. Selain itu juga dapat ditanamkan diluar jam pelajaran seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena hal tersebut akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik. sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru dikarenakan sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui konsekuensinya apabila hal tersebut dilakukan. Walaupun ada beberap juga yang masih berbohong namun setelah diberi teguran dan kerjasama dengan pihak keluarga hal tersebut dapat berubah. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Dhea Ajeng Pradana -
Nama : Dhea Ajeng Pradana
NPM : 2113053277

Izin memberikan hasil analisis saya terkait jurnal mengenai nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut.
Berdasarkan jurnal tersebut dapat kita ketahui bahwasanya diadakan penelitian terkait nilai-nilai moral pada siswa di SD Lampeneurut dilatarbelakangi karena adanya kemerosotan moral terkait kejujuran, kebenaran dan keadilan. Perkemabangan zaman yang disalah artikan memberikan pengaruh buruk kepada siswa. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai moral terutama di sekolah dasar sangatlah dibutuhkan karena memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Seperti yang kita ketahui, bahwa siswa yang masih duduk di jenjang sekolah dasar adalah seorang peniru yang sangat baik.

Dalam jurnal ini, penanaman nilai moral yang belum dilakukan oleh kebanyakan guru akibat tidak adanya kesadaran bahwa mereka seharusnya berurusan dengan persoalan-persoalan moral, mereka sendiri tidak memiliki pandangan yang jelas mengani apa saja nilai-nilai moral yang harus diberikan kepada peserta didik dan mereka tidak pernah memperoleh pelatihan atau pendidikan dalam pendidikan moral. Penanaman nilai-nilai moral ini tidak hanya dapat dilakukan pada saat proses pembelajaran, tetapi juga dapat dilakukan saat berada diluar kelas seperti di lingkungan sekolah maupun di rumah karena adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik, yang akan menjadi generasi penerus bangsa yang bermoral. Sebagai seorang guru sudah seharusnya dapat memberikan contoh serta teladan yang baik bagi peserta didik, yang tentunya nanti akan berpengaruh terhadap terbentuknya sikap serta karakter siswa yang berkualitas.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Diah Widianingsih -
Nama: Diah Widianingsih
NPM: 2113053171



Analisi Jurnal yang berjudul “ PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT”


Di era globalisasi ini negara Indonesia banyak sekali generasi penerus bangsa yang mengalami kemerosotan moral misalnya kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Untuk itu perlu adanya penanaman nilai dan moral yang lebih intensif karena pendidikan moral dianggap cara yang paling efisien untuk penanaman moral terhadap anak. Tujuan diadakan penanaman nilai dan moral adalah agar nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan agar dimasa yang akan datang anak tersebut mempunyai moral yang baik.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwasannya penanaman nilai dan moral yang dilakukan oleh guru dengan cara menanamkan disetiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima.
Dari hal tersebut banyak peserta didik yang menerapkannya sehingga peserta didik tidak berbohong kepada guru dikarenakan sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui konsekuensinya apabila hal tersebut dilakukan tetapi ada beberapa peserra didik yang masih masih berbohong namun setelah diberi teguran dan kerjasama dengan pihak keluarga hal tersebut dapat berubah.
Penanaman nilai dan moral kepada peserta didik yaitu menananmkan nilai agama, kemandirian, gender, menghargai pendapat orang lain, dan daya juang.
Penanaman nilai-nilai moral diharapkan bukan hanya dapat dilakukan saat proses belajar mengajar tetapi saat berada di luar kelas juga dapat ditanamkan seperti dilingkungan sekolah maupun di rumah karena dengan adanya berkesinambungan akan menjadikan siswa mempunyai moral yang baik.
Dari jurnal tersebut saya setuju bahwasannya di zaman sekarang ini perlu adanya penaman nilai dan moral kepada anak- anak di mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat, karena dari hal tersebut saling berkesinambungan satu sama lainnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh RAFITRI PRIHATINI -
Nama: Rafitri Prihatini
Npm: 2113053133
Kelas: 3C

Izin memberikan analis jurnal yang berjudul "Penanaman Nilai-nilai Moral Pada Siswa di SD Negeri Lampeuneurut"

Saat ini bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral yang berkaitan dengan persoalan kejujuran, kebenaran dan keadilan sehingga bangsa Indonesia harus kembali menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki oleh bangsa . Pendidikan moral harus ditanamkan kepada anak sejak dini hal ini sebagai penanganan yang lebih intensif. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai yang telah luntur di lingkungan anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan di lingkungan sehingga diharapkan anak di masa depan akan mempunyai moral yang lebih baik. Faktor-faktor yang menyebabkan kemerosotan moral yang terjadi pada anak yaitu; penyalahgunaan sebagian moral, penyalahgunaan konsep-konsep moral, masuknya budaya westernisasi, perkembangan teknologi, lemahnya mental generasi bangsa dan kurangnya materi aplikasi tentang budi pekerti.

Berdasarkan jurnal yang saya baca ini, Guru di SD Lampeuneurut telah menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik. Nilai-nilai moral yang ditanamkan ada 10 yaitu nilai religius, sosialitas, gender, keadilan, demokrasi, kejujuran, kemandirian, daya juang, tanggung jawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Cara guru dalam menanamkan nilai moral pada peserta didik yaitu dengan menyisipkan pendidikan nilai-nilai moral dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan. Sehingga peserta didik tidak hanya mendapatkan pendidikan moral pada saat ada mata pelajaran Pkn saja. Selain itu guru juga bekerja sama dengan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak ketika di rumah. Hal ini bertujuan agar pendidikan moral dapat berjalan secara efektif.

Jadi jadi dapat kita simpulkan bahwa pendidikan nilai moral ini sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta didik sejak duduk di bangku sekolah dasar. Hal ini dikarenakan agar peserta didik memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai moral yang nantinya mereka tidak akan terpengaruh oleh globalisasi yang akan mengakibatkan kemerosotan moral. Selain itu dengan adanya pendidikan moral, peserta didik akan memiliki moral yang baik sesuai dengan adat istiadat yang ada di lingkungan masyarakat sekitar.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh LAELA NUR VAZRIYAH -
Nama : Laela Nur Vazriyah
NPM : 2113053186
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul "PENANAMAN NILAI-NILAI MORAL PADA SISWA DI SD NEGERI LAMPEUNEURUT"

Saat ini Bangsa Indonesia telah mengalami kemerosotan moral menyangkut persoalan kejujuran, kebenaran, dan keadilan. Sehingga bangsa ini butuh kembali
menanamkan nilai-nilai moral yang dimiliki bangsa ini. Kemerosotan moral generasi muda, perlu penanganan yang lebih intensif dimana kita perlu menanamkan nilai moral sedini mungkin. Pendidikan moral
merupakan salah satu pendekatan yang dianggap sebagai gerakan utama dalam penanaman nilai moral pada anak. Maka dari itu pendidikan nilai dan moral perlu diterapkan di sekolah dasar. Meskipun pendidikan nilai dan moral perlu diterapkan di sekolah dasar. Tetapi pada dasarnya pembentukan anak secara mendasar tergantung kepada orang-orang yang membentuknya dan situasi lingkungan yang mendukungnya( keluarga ). Anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terkontaminasi dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya.

Jadi tujuan diterapkannya pendidikan nilai dan moral disekolah adalah untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang
mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang
mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SD Negeri Lampeuneurut, guru tidak hanya mengajarkan siswa belajar agama di sekolah saja tetapi untuk memperdalam ilmu agama juga belajar di tempat-tempat seperti, pengajian, TPA, dan pasantren. Dan guru di SD Negeri Lampeuneurut juga telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Adapun cara untuk menanamkan nilai-nilai tersebut adalah dengan
menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan
sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri
Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh NEGI TITIN WIDYANINGTIUS -
Nama : Negi Titin widyaningtius
Npm : 2113053167
Kelas : 3C

Berdasarkan analisis jurnal yang sudah saya baca berjudul penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD negeri lampeuneurut yaitu:

penanaman nilai-nilai moral adalah bertujuan menanamkan nilai-nilai
moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang
mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang
mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan
mungkin mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang.

Guru menanamkan nilai-nilai
moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisispkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena
jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat
untuk diterima.

Cara menanamkan nilai-nilai moral seperti nilai religius nilai sosialitas nilai gender nilai keadilan nilai demokrasi nilai kejujuran nilai kembali kemandirian nilai tanggung jawab dan nilai penghargaan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkan melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua.

Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh HASNI SEPTIANI -
Nama : Hasni Septiani
Npm :2113053097
Kelas :3 C
Izin memberikan hasil analisis jurnal yang telah di berikan.
Berdasarkan hasil penelitian, Peneliti mengumpulkan data mengenai penanaman nilai-nilai moral pada siswa melalui observasi dan wawancara. Karena dengan belajar di tempat-tempat seperti diatas, maka akan berkesinambungan ilmu yang di dapat, nilia-nilai moral yang ditanamkan melalui pelajaran agama sangatlah banyak. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru menanamkan nilai-nilai moral dilakukan dengan cara menanamkan di setiap mata pelajaran yang diajarkan, baik berupa nasehat, teguran ataupun tingkah laku guru yang menjadi contoh panutan mereka. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak berbohong kepada guru dikarenakan sudah menanamkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui konsekuensinya apabila hal tersebut dilakukan.
Dan hasil wawancara dan observasi guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa Karena secara keseluruhan dari observasi menunjukkan 64% adalah ya. Sedangkan yang tidak menanamkan nilai-nilai moral 36%. Untuk memudahkan peneliti dalam menyimpulkan maka pengamatan di atas dibuat kedalam nilai-nilai moral yang banyak ditanamkan dan nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan. Nilai moral yang banyak ditanamkan yaitu kebiasaan berdoa sebelum memulai pelajaran, tidak membedakan siswa yang pintar dan kurang pintar, mengajarkan saling menghargai perbedaan pendapat, mengajarkan melakukan sendiri tugas yang menjadi tanggung jawabnya, mengajarkan sikap berani dan sportif, dan mengajarkan pentingnya pembagian tugas piket secara bergiliran.Sedangkan untuk nilai-nilai moral yang tidak banyak ditanamkan yaitu mengajarkan sikap baris-berbaris yang tertib, tidak membedakan perlakuan antara siswa laki-laki dan perempuan saat pembelajaran, mengajarkan mengoreksi hasil ulangan/soal secara jujur, dan mengajarkan menjaga lingkungan hidup. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena kalau dibiarkan semenjak kecil maka akan mungkin menghancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang. Guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa melalui semua mata pelajaran, dengan cara menyisipkan nilai- nilai moral tertentu, ataupun guru itu sendiri yang menjadi contoh panutan karena jika guru memberikan contoh yang konkret kepada siswa maka akan lebih cepat untuk diterima.SD Negeri Lampeuneurut sudah menanaman nilai-nilai moral kepada siswanya, nilai-nilai yang ditanamakan adalah nilai agama .
Sekian dan Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh REZA FITRIYANI -
Nama : Reza Fitriyani Sari
Npm : 2113053094
kelas : 3C

Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 1
Berdasarkan jurnal di atas dapat diketahui bahwa guru sd di sd negeri Lampeuneurut telah menanamkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan. Penerapn dan penanaman nilai dan moral dilakukan dengan menyisipkan ke semua mata pelajaran yang diajarkannya, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua, guru memberikan nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, banyaknya siswa yang tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, selain itu untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA. Penanaman nilai nilai moral di sekolah akan sangat mudah dilakukan apabila siswa sudah mengetahui dan memahami beberapa nilai dan moral. sehingga ketika di sekolah guru dapat lebih mudah mengarahkan mereka untuk menerapknanya di lingkungan sekolah.

Pembentukan karakter anak secara mendasar tergantung kepada orang-orang terdekat mereka seperti keluarga dan situasi lingkungan yang mendukungnya. Seperti anak yang hidup pada kondisi lingkungan yang membentuk kepribadian baik tentu akan menjadi baik selama belum terdampak dengan hal – hal yang buruk, begitu juga sebaliknya ketika anak hidup pada kondisi lingkungan yang buruk tentu akan terbentuk kepribadian yang buruk selama belum mengenal dengan hal – hal yang baik dan bisa mengubah kepribadian mereka. Penanaman nilai-nilai moral bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral yang mulai luntur di lingkungan anak-anak akibat pengaruh buruk yang mereka dapatkan sehingga diharapkan anak-anak di masa yang akan datang mempunyai moral yang baik, karena krisis moral semenjak kecil mungkin akan mengahancurkan generasi-generasi muda pada masa yang akan datang

Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal 1

oleh Putri ristamarin 2053054009 -
Putri ristamarin
2013053185
Izin menjawab
Dalam konteks persoalan nilai-nilai moral, yang dapat dilakukan oleh guru adalah penanaman nilai-nilai moral. Penelitian ini berupaya mengungkapkan penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif.
Penggumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan teknik observasi. Teknik wawancara adalah dengan cara mewawancarai 10 orang guru kelas. Agar data hasil wawancara dapat terpecaya, peneliti menggunakan alat bantu perekaman berupa alat tulis dan media elektronik seperti HP. Selain itu di dukung dengan teknik observasi (pengamatan) yang diterapkan adalah teknik pengamatan tidak berpartisipasi (non-participant observation). Dalam melakukan observasi (pengamatan), peneliti bertindak sebagai pengamat penuh tanpa terlibat dalam penanaman nilai-nilai moral pada siswa. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase.
Berdasarkan hasil analisis data, temuan peneliti ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, guru menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa dengan cara menyisipkan 10 nilai moral yaitu nilai religius, nilai sosialitas, nilai gender, nilai keadilan, nilai demokrasi, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang, nilai tanggungjawab, dan nilai penghargaan terhadap lingkungan ke semua mata pelajaran yang diajarkan. Kedua, siswa kebanyakan tidak berbohong kepada guru karena menanamkan nilai kejujuran. Ketiga, hubungan siswa dengan teman-temannya pun baik, keempat, untuk memperdalam ilmu agama siswa selain agama disekolah juga belajar di tempat pengajian dan TPA.
Simpulkan penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai moral pada siswa di SD Negeri Lampeuneurut adalah sebahagian besar sudah baik karena guru sudah menanamkan nilai-nilai moral kepada siswa walaupun ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengetahui nilai-nilai yang harus ditanamkan. Kemudian menanamkan nilai-nilai moral kesemua mata pelajaran, memberi nasehat setiap hari, guru menjadi panutan siswa, melalui lingkungan sekolah dan kerjasama dengan orang tua. Disamping itu siswa di SD Negeri Lampeuneurut mempunyai tingkah laku yang baik karena sudah mengetahui beberapa nilai-nilai moral dan memudahkan guru untuk melanjutkannya.