Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.
Forum Analisis Jurnal 2
NPM : 2113053052
Kelas : 3C
ANALISIS JURNAL 2
Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai untuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah semakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak mungkin dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Pendekatan-pendekatan baru dan inovasi-inovasi yang telah diterapkan di Amerika Serikat, antara lain: perumusan tujuan behavioral (1960), open education 'pendidikan di alaln terbuka' dan klarifikasi nilai (1970)'t hack to basics, berpikir kritis, kemitraan sekolah dan perusahaan, serta belajar kooperatif (1980), menurut Kirschenbaum paling-paling hanya Inenawarkan solusi yang bersifat parsial terhadap Inasalah-masalah pendidikan. Berdasarkan alasan tersebut disarankan penggunaan model pendekatan kOlnprehensif, yang diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang secara relative lebih tuntas. Namun bagi bangsa Indonesia, pendidikan juga harus dapat menyiapkan subjek didik untuk dapat mengarahkan diri secara individual dan kelolnpok supaya memperoleh bekal untuk mencapai kebahagiaan akhirat.
1. Relasi nilai, Realisasi nilai merupakan istilah yang diutarakan oleh Sidney Simon pada tahun 1980. Hal ini merupakan gerakan utama yang pertama dalam bidang pendidikan nilai.
2. Pendidikan Watak, Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab.
3. Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan nHai atau moral juga ditunjukan uotuk mengajaekan nilai-nilai yang menjadi dasar negara, yang menjadi dasar hukuln dan politik.
4. Pendidikan Moral Gerakan yang keempat dalam pendidikan nitai ·dan pendidikan Inoral dapat diberi nama secara eksplisit" pendidikan moral". Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan periJaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bennoral".
NPM: 2113053171
Kelas: 3C
Analisi jurnal 2 yang berjudul “ PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”
Perbedaan kondisi masa kini dengan masalau sangat signifikan. Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dahulu cukup efektif tidak sesuai lagi untuk membangun generasi sekarang modern seperti ini.
Dari hal tersebut diperlukannya pemecah masalah yaitu dengan metode komprehensif, Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai-nilai.
Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan terfasilitasi.
Ketiga, yaitu dengan pendidikan nilai terjadi di dalam pendidikan.
Yang terakhir yaitu pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam
Lingkungan masyarakan.
Terdapat 4 pendekatan yang dianggap sesuai dengan pendidikan nilai secara komprehensif( Kirschenbaum, 1995: 15-28) yaitu:
a. Realisasi Nilai
Realisasi nilai dapat diartikan sebagai pendidikan keterampilan hidup yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan oleh generasi muda nantinya dalam dunia yang cepat berubah dan kompleks.
b. Pendidikan Watak
Tujuan pendidikan watak itu sendiri yaitu mengajarkan nilai nilai yang diterima secara luas sebagai pedoman berperilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai nilai ini sering disebut dengan pendidikan moral. Tenaga pendidik lebih sering menyebut dengan pendidikan watak karena istilah pendidikan nilai, nilai nilai tradisional dan perilaku moral dinggap kontrovesiaonal.
Watak sangat erat kaitannya dengan keimanan. Karena keimanan menetukan kualitas watak seseorang juga.
c. Pendidikan kewarganegaraan
Terdapat beberapa aspek pendidikan kewarganegaraan yaitu pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik apresiasi terhadap sistem demokrasi dan nilai nilai kewarganegaraan keterampilan berfikir kritis keterampilan berkomunikasi keterampilan bekerjasama dan keterampilan mengatasi konflik.
d. Pendidikan moral
Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bermoral". Tujuan utama pendidikan moral adalah Inenghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen uotuk bertindak kon.sisten dengan nilai-nilai tersebut.
NPM : 2113053092
Kelas : 3C / PGSD
Analisis jurnal 2 dengan judul " Pendekatan pendidikan nilai secara komprehensif sebagai suatu alternative pembentukan akhlak bangsa".
Keadaan saat ini sangat berbeda dengan keadaan masa lalu, pendekatan pendidikan nilai Dan moral yang dahulu sudah cukup baik namun untuk saat ini belum cukup baik apa lagi dengan adanya perkembangan IPTEK, pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadai untuk membendung terjadi Nya perilaku yang menyimpang Dari norma-norma masyarakat.
Pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai, pemberian teladan, Dan penyiapan generasi Muda agar dapat Mandiri dengan menggunakan fasilitas pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab Dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain. Generasi Muda perlu mendapatkan penanaman nilai -nilai tradisional Dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka seperti peran orang tua, guru, Dan masyarakat sehingga pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan prose's pendidikan dikelas, diluar lingkungan sekolah yang dapat memberikan pendidikan nilai yang baik bagi dirinya.
Pendidikan dengan menggunakan pendekatan komprehensif dipandang sesuai untuk diterapkan pada saat ini yang mana kehidupan yang komplek Dan perubahan disegala segi kehidupan yang terjadi begitu cepat. Di lihat dari segi materinya, pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena·nilai-nilai fundamnetal yang dapat menuntun kearah yang lebih baik. Namun diindonesia masih kurang cukup dalam metode Dan strateginya,sehingga masih banyak yang harus dibenahi sehingga diperlukannya pendidikan yang membentuk karakter Dan watak baik bagi peserta didik seperti pendidikan agama, ppkn, sosial Dan lainnya. pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bernuansa indoktrinasi perlu diinovasi dengan pendekatan komprehensif.
NPM: 2113053136
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2 tentang "PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF
SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA"
Terdapat empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995:15-28). Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan kembali dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat di integrasikan kedalamprogram Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila khususnya mengenai pendidikan kewarganegaraan, termasuk di dalamnya pemahaman dan penghargaan terhadap sistem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan bekerja sama dan ketrampilan mengatasi konflik.
NPM : 2113053005
Izin menganalisis jurnal Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dahulu cukup efektif: tidak sesuai lagi untuk pembangun generasi sekarang dan yang akan datang. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak mungkin dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat di integrasikan kedalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila Khususnya mengenai. pendidikan kewarganegaraan, tennasuk didalamnya pemabaman dan penghargaan terhadap sitem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis., ketrampilan bekerja sama dan ketrampilan mengatasi konflik.
Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri.
Nama : Wiranto Oktavian
NPM : 2153053012
Disini saya akan memberikan hasil analisis saya dari jurnal diatas mengenai "Pendekatan Pendidikan Nilai Secara Komprehensif Sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa"
komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Ini mencakup berbagai aspek.
1. pendidikan nilai harns komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
2. metode pendidikan nilai juga hams komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilanketerampilan hidup yang lain. Generasi muda perlu memperoleh penanaman nilai-nilai tradisional dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka, yaitu para anggota kelurga ,guru,dan masyarakat.
3. Pendidikan nilai harus berlangsung dalam seluruh proses pendidikan di kelas, di kegiatan ekstrakurikuler, di proses bimbingan dan konseling, di upacara penghargaan, di semua lapisan masyarakat.
4. pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat Orang tua, dan lembaga keagamaan.
Pendidikan nilai dengan pendekatan komprehensif dianggap cocok untuk penerapan, karena saat ini kehidupan semakin kompleks dan perubahan terjadi sangat cepat di semua aspek kehidupan. pendidikan nilai dan moral cukup komprehensif, karena nilai-nilai dasar yang dapat menyebabkan kebahagiaan di dunia, dan kemudian semua orang mendapatkan mata pelajaran di semua jenjang pendidikan.
Sekian terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Sebelum tahun 1990-an di AmerikaSerikat telah dikembangkan program pendidikan moral yang bagus, untuk mengajarkan nilai-nilai tradisional. Perhatian yang cukupbesar terhadap nilai dan moralitas yang telah diberikan oleh para orang tua, pemuka agama, ,guru, dan politisi. Meningkatnya perhatian itu disebabkan oleh kemampuan negara tersebut mengatasi masalah minuman keras, kriminalitas, kekerasan, diisintegrasidalam keluarga, meningakatnya jumlahremaja yang bunuh diri dan remaja putri
yang mengandung, menurunnya tanggung jawab masyarakat, tumbuhnya pertentangan rasial dan etnis, serta tidak terkendali .
Jumlah skandal pada tahun 1980-an, yang merupakan gejala "kehampaan etis" dalampemerintahan dan kehidupan secara umum.Kondisi negatif tersebut telah menggugah para orang tua, pendidik, dan pemuka masyarakat untuk bersatu padu melibatkan diri
dalam mendidik nilai dan moralitas kepada generasi muda (Kirschenbawn, 1995: 7).
Pendekatan-pendekatan baru dan inovasi-inovasi yang telah diterapkan diAmerika Serikat, antara lain: perumusantujuan behavioral (1960), open education
'pendidikan di alaln terbuka' dan klarifikasi
nilai (1970)'t hack to basics, berpikir kritis,
kemitraan sekolah dan pernsahaan, serta
belajar kooperatif (1980), menurut Kirschenbaum paling-paling hanya menawarkan solusi yang bersifat parsial terhadap masalah-masalah pendidikan. Berdasarkan alasan tersebut disarankan penggunaan model pendekatan komprehensif, yang diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang secara relatif lebih tuntas.
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek.
Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika
secara umum.
Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain.
Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan.
Keempat pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat.
Ada empat pendekatan yang dianggap gerakan
gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang
komprehensif, yaitu
1. realisasi nilai,
2. pendidikan watak,
3. Pendidikan kewaganegaraan, dan
4. pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995:
15-28).:
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Npm : 2153053034
Kelas : 3C
Analisis jurnal PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Pendekatan komprehensif merupakan multipendekatan yang diterapkan guna menanamkan nilai-nilai moral dan karakter terhadap peserta didik. Metode yang digunakan didalamnya adalah inkulkasi, keteladanan, fasilitasi dan pengembangan keterampilan.
Untuk menolong generasi muda agar dapat mencapai kehidupan yang secara pribadi lebih memuaskan dan secara sosial lebih. konstruktif. dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995:15-28).
1. Realisasi nilai untuk menolong generasi muda mengembangkan keterampilan terealisasikan nilai-nilai, menjadi orang-orang yang efektif dalam semua situasi, dan menemukan makna hidup. pendidikan
2. Pendidikan watak bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral. Jika orang mengatakan bahwa kita perlu mengajarkan nilai-nilai kepada anak
3. Pendidikan kewarganegaraan
Di Indonesia nilai-nilai Pancasila telah di ajarkan di semua jenjang pendidikan. Tapi masalahnya adalah strategi penyajiannya yang biasanya masih terlalu terfokus pada pengembangan pengetahuan ke- Pancasilaan,belum sampai pada dataran pengamalan nilai-nilai Pancasila.
4. Pendidikan Moral
Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bermoral". Tujuan utama pendidikan moral adalah menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.
NPM : 2113053058
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2- PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Menurunnya kualitas karakter Indonesia perlu diselesaikan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui praktik pendidikan, dengan menggunakan pendekatan yang lebih efektif. Pendekatan tunggal pendidikan nilai dianggap tidak efektif. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadahi untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma- norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak ffilUlgkin 'dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Sebagai gantinya diperlukan pendekatan komprehensif, yang diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang secara relatiflebih tuntas. memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalmn memilih nilai-nilai yang saling bertentangan, seperti yang terjadi pada kehidupan sait ini. Pengembangan kepribadian siswa harus holistik dalam alam, termasuk kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap gerakan ~talna dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, .pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995: 15-28).:
- Realisasi nilai, Hal ini meerupakan gerakan utama yang pertama dalam bidang pendidikan nilai. Semua pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplelnentasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan, termasuk pendekatan realisasi nilai.
- Pendidikan watak, Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral. watak yang baik dan menjadi tujuan pendidikan, watak adaJah rasa honnat, tanggung jawab, rasa kasihan, disiplin~ loyalitas, keberanian, toleransi, .keterbukaan., etos kerja, dan kepercayaan serta kecintaan kepada Tuhan
- Pendidikan kewarganegaraan, Dalam program pendidikan nilai yang komrerhensif di Amerika Serikat, pendidikan kewarganegaraan diberikan dalam berbagai segi. Aspek-aspek utatlla pendidik~n. kewarganegaraan tneliputi pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik, apresasi terhadap sitem demokrasi dan nilainilai kewarganegaraan, keterampilan berfikir kritis, keterampilan. berkomunikasi, keterampilan bekerja sarna, dan keterampilan mengatasi konflik (Kirschenbaum, 1995:24-26).
- Pendidikan moral, Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan periJaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bennoral". Tujuan lItama pendidikan moral adalah Inenghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen uotuk bertindak kon.sisten dengan nilai-nilai tersebut. Pendidikan . moral mengandung beberapa komponen., yaitu: pengetahuan tentang IDoralitas, penalaran. moral, perasaan kasihan dan inementingkan kepentingan orang lain, dan tendensi moral.
Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah perlu dilengkapi denagan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri.. memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk melakukan tindakan bennoral. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat mengembangkan 8ubjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bemuansaindoktrinasi periu diinovasi dengan pendekatan komprehensif.
Npm: 2113053023
Izin untuk memberikan analisis jurnal mengenai “PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”
Pendidikan nilai dengan pendekatan komprehensif dirasa tepat untuk diterapkan, karena pada zaman sekarang ini kehidupan semakin kompleks dan perubahan di segala aspek kehidupan terjadi dengan sangat cepat. Secara materil, nilai-nilai dan pendidikan moral Indonesia cukup komprehensif, sebagai nilai inti yang dapat mengantarkan pada terwujudnya kebahagiaan di dunia dan nantinya untuk seluruh umat manusia telah ditanamkan kepada peserta didik pada semua jenjang pendidikan, melalui Pendidikan agama. dan pendidikan moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strategi, dan masih banyak kelemahan yang perlu diatasi.
Pendidikan dan etika yang terlalu menekankan pada perkembangan kognitif tingkat rendah harus dilengkapi dengan perkembangan kognitif tingkat tinggi sampai siswa memiliki keterampilan untuk membuat keputusan etis yang baik secara mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak sesuai dengan keputusan etis tersebut, memiliki kebiasaan (habit) dalam melakukan tindakan etis. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan etika harus mampu mengembangkan mata pelajaran siswa secara efektif komprehensif, termasuk pengembangan intelektual, emosional dan spiritual, nilai-nilai dan pendekatan pendidikan moral.
Npm : 2113053079
Kelas : 3C
komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Inencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
dengan cara komprehensif didalamnya terdapat inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral
secara bertanggung jawab dan keterampilanketerampilan hidup yang lain. Pendidikan nilai hendaknya
terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan . di kelas, dalam kegiatan ekstTakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan. empat pendekatan yang dianggap gerakan dalam bidang pendidikan nilai yang
komprehensif menurut (Kirschenbaum, 1995 15-28) : yaitu
1. realisasi nilai
2. pendidikan watak
3.pendidikan kewaganegaraan
4. pendidikan moral
2113053029
Analisis Jurnal Berjudul "PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA"
Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai uotuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah selnakin komplek dan perubahan di segal a segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat.Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Inencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harns kOlnprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum. Kedua, metode pendidikan nilai juga hams komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan- keterampilan hidup yang lain. Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan . di kelas, dalam kegiatan ekstTakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan ~ dan semua aspek kehidupan. Beberapa contoh mengenai hal ini misalnya kegiatan belajar keleompok, penggunaan bahan-bahan bacaan dan topik-topik tulisan mengenai "kebaikan ",peenggWlaan strategi klarifikasi nilai dan dilema moral, pemberian teladan "tidak merokok", "tidak korup", "menyanyangi sesama makhluk Allah",dansebagainya.yang terakhir, pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalmn masyarakat. Orang tua, lembaga keagatnaan, penegak hukwn, polisi, organisasi kemasyrakatan, semua per)u berpartisipasi dalam pendidikan nilai. Konsistensi selnua pihak dalam melaksanakan pendidikan niali mempengaruhi kualitas moral generasi tnuda (Kirschenbaum, 1995: 9-10).DiIiIlat dari segi materinya., pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena·nilai-nilai fundamnetal yang dapat tnentuntun kaarah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh wnat manusia telah di sampaiklan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, meJaJui Pendidikan Agmna dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, Inasih banyak kelemahan yang perlu diatasi.Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu:
1.Realisasi nilai
Realisasi nilai merupakan istilah yang
diutarakan oleh Sidney Simon pada tahun 1980. Hal iill tnerupakan gerakan utatna yang pertama dalam bidang pendidikan nilai. Semua pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplelnen- tasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan,
tennasuk pendekatan realisasi nilai.
2.Pendidikan Watak
Tujuan pendidikan watak adalah
mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral.
3.Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan nHai atau moral juga
ditunjukan uotuk mengajaekan nilai-nilai yang menjadi dasar negara, yang menjadi dasar hukuln dan politik.
4. Pendidikan Moral
Gerakan yang keempat dalam pendi-
dikan nitai ·dan pendidikan Inoral dapat diberi nama secara eksplisit" pendidikan moral". Pendidikan moral mencakup penge- tahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan periJaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bennoral".
Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendab~ perlu dilengkapi denagan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri .. memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk melakukan tindakan bennoral. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat mengembangkan 8ubjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bemuansaindoktrinasi periu diinovasi dengan pendekatan komprehensif
NPM: 2113053196
Kelas: 3C
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat siang Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis jurnal 2 yang berjudul “PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTENATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Th. 2001. XX, No. 3. Oleh Darmiyati Zuchdi.”
Banyak kasus di Indonesia yang terjadi berkaitan tentang nilai moral seseorang. Kondisi negatif tersebut seringkali menyebabkan kita sebagai manusia sedih dan sangat menyayangkan mengapa harus terjadi perampokan, penipuan, hingga pembunuhan. Hal tersebut memanglah rumit karena terikat dengan berbagai segi dalam kehidupan. Oleh karena itu, peran pendidikan saat ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan yang lebih baik.
Salah satu cara atau alternatif dalam mendidik nilai seseorang dapat dilakukan dengan pendekatan komprehensif. Pendidikan nilai harus meliputi segala permasalahan yang berkaitan dengan nilai, adanya inkulkasi atau penanaman nilai yang baik, pendidikan nilai harus terjadi di segala pembelajaran baik akademik maupun non-akademik, dan pendidikan nilai harus dapat terjadi dan terealisasikan di lingkunngan masyarakat. Pendidikan nilai di sekolah dapat dilakukan dengan merealisasikan nilai melalui kurikulum dan metode pendidikan, melalui pendidikan watak, melalui pendidikan kewarganegaraan yang memang memuat nilai moral sesuai Pancasila, dan melalui pendidikan moral yang mana siswa harus dibuat paham terlebih dahulu mengenai konsep moralitas.
Pendidikan nilai dan moral yang terjadi di sekolah hendaknya dipahami dan dilakasanakan oleh setiap warga sekolah agar membentuk perilaku setiap warga sekolah juga sesuai dengan nilai dan moral yang baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap sekolah melaksanakan pembelajaran yang mengintegrasi pendidikan nilai dan moral.
Sekian analisis jurnal 2 dari saya.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Npm: 2153053014
Analisis jurnal 2 yang berjudul PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF
SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dahulu cukup efektif, tidak sesuai lagi untuk membangun generasi sekarang dan yang akan datang. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek.
Pertama, isi pendidikan nilai harus
Komprehensif, meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
Kedua, metode pendidikan nilai juga
harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan keterampilan hidup yang lain. Generasi muda perlu memperoleh penanaman nilai-nilai tradisional dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka, yaitu para anggota keluarga ,guru,dan masyarakat.
Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstra kulikuler didalam proses bimbingan dan penyuluhan,
dalam upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan.
yang terakhir, pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat. Orang tua, lembaga keagamaan, penegak hukum, polisi, organisasi kemasyarakatan, semua perlu berpartisipasi dalam pendidikan nilai.
Pendidikan nilai dengan pendekatan komprehensif dipandang sesuai untuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah selnakin komplek dan perubahan di
segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat.
Npm: 2113053099
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2
Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dahulu cukup efektif: tidak sesuai lagi untuk 11 membangun generasi sekarang dan yang akan datang. Bagi generasi masa lalu pendidikan moral yang bersifat indoktrinatif sudah cukup memadai untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma kemasyarakatan, meskipun sudah barang tentu hal itu tidak ffilUlgkin 'dapat membentuk pribadi-pribadi yang memiliki kemandirian dalam membuat keputusan moral. Sebagai gantinya diperlukan pendekatan pendidikan nilai dan moral yang memungkinkan subjek didik mampu mengambil keputusan secara mandiri dalmn memilih nilai-nilai yang saling bertentangan, seperti yang terjadi pada kehidupan saat ini.
Perhatian yang cukup besar terhadap nilai dan moralitas tel'lh diberikan oleh para orang tua, pemuka Pendidikan Nilai Secara Komprehensi, Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Inencakup berbagai aspek yaitu:
Pertama, isi pendidikan nilai harns komprehnnsi, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
Kedua, metode pendidikan nilai juga hams komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain.
Mereka juga memerlukan teladan dan orang dewasa mengenai integritas kepnoad.ian dan kebahagiaan hidup. demikian juga mereka perlu memperoleh kesempatan yang mendorong mereka memikirkan dirinya dan lllcIIlpelajari ketrampilan-ketrampilan. untuk Inenegarahkan kehidupan mereka sendiri Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan . di kelas, dalam kegiatan ekstTakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan.
2113053045
3C
Pendidikan nilai dengan pendekatan konprehensif dipandang sesuai uotuk diterapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah selnakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. DiIiIlat dari segi materinya., pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena·nilai-nilai fundamnetal yang dapat menuntun kearah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh umat manusia telah di sampaiklan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, melalui Pendidikan Agmna dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, Inasih banyak kelemahan yang perlu diatasi.
Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Keempat jenis substansi tersebut patut di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat di· integrasikan kedalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila Khususnya mengenai. pendidikan kewarganegaraan, termasuk didalamnya pemabaman dan penghargaan terhadap sitem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis., ketrampilan bekerja sama dan ketrampilan mengatasi konflik.
Izin menyampaikan analisis jurnal 2 mengenai "PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA."
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Berita mengenai penipuan, perampokan, pertikaian, dan pembunuhan sangat sering muncul dalam media cetak dan elektronika. Hal tersebut menunjukkan betapa rendahnya kualitas moral sebagian Inasyarakat Indonesia. Kondisi negatif ini sudah barang tentu perlu segera dicari solusinya, betapapun sulitnya. Perekonomian yang tidak kunjung membaik, penegakan hukwn yang belwn terwujud'l kecerdasan bangsa yang barn Jnenjadi cita-cita, dan pengalmnan nilai-nilai kemanusiaan yang semakin langka, merupakan beberapa faktor pemicll terjadinya bermacam-macam tindakan moral yang tidak terpuji. Jadi pencarian alternatif lah yang harus dilakukan dengan menggunakan pendekatan kompherensif.
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Inencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harns kompherensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum. Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan- keterampilan hidup yang lain. Generasi muda perlu memperoleh nilai tradisional dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka, yaitu keluarga, guru, dan masyarakat.
berbagai cara untuk mencapai seperangkat tujuan pendidikan. Untuk pendidikan nilai, berbagai metode, program, dan kurikulum telah dikembangkan di Amerika Serikat, untuk menolong generasi muda agar dapat mencapai kehidupan yang secara pribadi lebih memuaskan dan secara sosial lebih konstruktif. dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995:
15-28).
NPM : 2113053277
Izin memberikan analisis mengenai jurnal yang berjudul “ Pendekatan Pendidikan Nilai secara Komprehensif sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa”
Komprehensif yang dimaksud dalam pendekatan pendidikan nilai adalah sebauh pendekatan pendidikan yang mencakup berbagai aspek, diantaranya yaitu mengenai isi pendidikan nilai harus komprehensif, maksudnya adalah meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum. Kedua, metode pendidikan nillai juga harus komprehensif maksudnya adalah inklusi nilai, pemberian teladan dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarakan dan memfasilitasi pembuatan keputusann moral secara bertanggung jawab. Ketiga, pendidikan nilai terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas dan yang terakhir adalah hendaknya melalui kehidupan dalam masyarakat.
Pendekatan komprehensif dalam penananamkan pendidikan nilai dirasa sudah cukup tepat diterapkan diera saat ini yang semakin kompleks dengan segala perubahan di berbagai aspek kehidupan yang sangat signifikan. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah juga perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi guna membuat peserta didik mampu membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri serta memiliki komitmen yang tinggi.
Nama: Sherlita Nur Azizah
NPM: 2113053232
Kelas: 3C
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2,
Penurunan kualitas karakter di Indonesia saat ini harus segera di atasi. Salah satu cara untuk mengatasinya yaitu melalui praktik pendidikan dengan menggunakan pendekatan yang lebih efektif. Pendekatan eksklusif pada pendidikan nilai koji dianggap kurang efektif, oleh karena itu diperlukan yang komprehensif. Pengembangan kepribadian siswa harus holistik denhan alam, termasuk kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Empat penting substansi pendidikan nilai adalah perwujudan nilai, pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Berbagai program diperlukan untuk membantu kaum muda untuk mengembangkan kehidupan mereka drngan keterampilan. Tujuan penting pendidikan karakter antara lain: rasa hormat, tanggung jawab, kasih sayang, disiplin diri, loyalitas, keberanian, toleransi, etos kerja, serta kepercayaan dan cinta kepada Tuhan.
Adapun aspek utama dari pendidikan kewarganegaraan meliputi: pengetahuan menjadi warga negara yang baik, penghargaan, sistem demokrasi dan nilai-nilai kewarganegaraan, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kerjasama keterampilan, dan keterampilan resolusi konflik. Tujuan utama pendidikan moral adalah untuk menghasilkan individu yang berada dalam tingkat penalaran moral yang tinggi. Keempat substansi penting tersebut lebih terintegrasi dalam Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Berbagai strategi pendidikan nilai dan moral harus dimanfaatkan, termasuk menanamkan nilai-nilai keteladanan, nilai-nilai memfasilitasi, dan pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang damai dan konstruktif secara sosial, sebagai manifestasi dari kekuatan keyakinan.
Npm: 2113053197
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2
PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Inencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
dengan cara komprehensif didalamnya terdapat inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral
secara bertanggung jawab dan keterampilanketerampilan hidup yang lain. Pendidikan nilai hendaknya
terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan . di kelas, dalam kegiatan ekstTakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan. empat pendekatan yang dianggap gerakan dalam bidang pendidikan nilai yang
komprehensif menurut (Kirschenbaum, 1995 15-28) : yaitu
1. realisasi nilai
2. pendidikan watak
3.pendidikan kewaganegaraan
4. pendidikan moral
NPM : 2113053208
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2 "Pendekatan Pendidikan Nilai Secara Komprehensif Sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa"
Setelah saya membaca jurnal tersebut dapat diketahui bahwa pendidikan moral pada generasi masa lalu dan generasi sekarang ini sangat berbeda di mana pada generasi masa lalu pendidikan moral ini bersifat indoktrinatif sudah cukup memadai untuk membendung terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma kemasyarakatan. Oleh sebab itu diperlukannya pendekatan yang lebih terbaru dan mudah untuk diterapkan di generasi sekarang. Menurut Krischenbaum, 1995 Ada empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif yaitu
1. Realisasi nilai, banyak kurikulum dan metode pendidikan yang telah dikembangkan untuk menolong generasi muda mengembangkan keterampilan merealisasikan nilai-nilai, menjadi orang-orang yang efektif dalam semua situasi dan menemukan makna hidup.
2. Pendidikan watak, tujuan dari pendidikan watak yaitu mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab, nilai-nilai ini juga yang digambarkan sebagai perilaku moral.
3. Pendidikan kewarganegaraan, Pendidikan kewarganegaraan ditunjukkan untuk mengajarkan nilai-nilai yang menjadi dasar negara yang menjadi dasar hukum dan politik suatu bangsa dan negara. Dalam demokrasi generasi muda perlu banyak belajar untuk menjadi warga negara yang baik, generasi muda juga harus mengetahui mengenai sejarah negeri mereka, hukum dan peraturan masyarakat yang berlaku, kebhinekaan warga negara dan nilai-nilai fundamental seperti pemerintahan yang konstitusional dan kedaulatan rakyat.
4. Pendidikan moral, mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang sehingga dapat dinyatakan sebagai "bermoral". Tujuan utama dari pendidikan moral adalah untuk menghasilkan individu yang otonom, sehingga individu tersebut dapat memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.
Sehingga pendidikan moral dan nilai dengan pendekatan komprehensif dipandang sesuai guna diterapkan pada masa sekarang ini, dimana sekarang ini adalah era globalisasi sehingga kehidupan menjadi lebih kompleks dan perubahan terjadi di setiap aspek kehidupan.
NPM: 2113053287
Kelas: 3C
Analisi jurnal 2 yang berjudul “PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”
Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab. Nilai-nilai ini juga digambarkan sebagai perilaku moral. Jika orang mengatakan bahwa kita perlu mengajarkan nilai-nilai kepada anak, biasanya yang dimaksudkan adalah nilai - nilai tradisional atau perilaku moral. karena istilah-istilah "pendidikan nilai" nilai-nilai tradisinal" dan "perilaku moral" mengandung makna yang kurang jelas bahkan kadang-kadang kontraversial, para pendidik lebih suka menggunakan istilah pendidikan watak. Watak merupkan konsep lama yang berarti seperangkat sifat-sifat yan selalu dikagumi sebagai tanda-tanda kebaikan, kebajikan, dan kematangan moral.
Apabila beberapa orang bekerja sarna, meraka
biasanya menghadapi konflik terutarna di
dalam masyarakat yang memiliki kebinekaan
dalam hal suku bangsa, agama, bahasa, dan
budaya seperti halnya di Indonesia. Oleh karena itu ketrampilan mengatasi konflik
merupakan materi yang sangat penting untuk
pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan nilai atau pendidikan moral. Mengatasi konflik dengan kekuatan dan kekerasan pada dasarnya merupakan tindakan yang atnoral.
Kedua belah pihak baik yang menang maupun yang kalah hanya mendapatkan manfaat yang sangat kecil.
NPM : 2113053209
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2
PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF
SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Di Indonesia banyak sekali berita
tentang penipuan, perampokan, pertikaian, dan pembunuhan yang sering muncul dalam media cetak dan elektronik. Kondisi yang menyedihkan itu memang cukup rumit, karena terkait dengan berbagai segi kehidupan. Seperti Perekonomian yang tidak kunjung membaik, penegakan hukum yang belum terwujud, kecerdasan bangsa yang baru menjadi cita-cita, dan pengalaman nilai-nilai kemanusiaan yang semakin
langka, merupakan beberapa faktor pemicu terjadinya bermacam-macam tindakan moral yang tidak terpuji.
Untuk memperbaiki hal tersebut pendidikan berupaya memperbaikinya dengan cara meningkatkan akhlak yang terpuji melalui pendidikan nilai dan moral. Namun sering kali mengalmi kegagalan. Namun pendidikan nilai dengan pendekatan
konprehensif dipandang sesuai untuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah semakin komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat.
DiIihat dari segi materinya,pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif melalui Pendidikan Agmna dan Pendidikan Moral Pancasila.
Ada empat macam substansi
pendidikan nilai yang disebut sebagai
gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan' watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral.
Bagian-bagian yang dianggap
relevan dapat di integrasikan kedalam
program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila khususnya mengenai. pendidikan kewarganegaraan, termasuk
didalamnya pemahaman dan penghargaan terhadap sistem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan bekerja sama dan ketrampilan mengatasi konflik.
Pendidikan nilai dan moral hendaknya
dapat mengembangkan subjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan
spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih benuansa indoktrinasi perlu diinovasi dengan pendekatannkomprehensif yang meliputi : inculcating 'menanamkan niIai dan moralitas, modeling 'meneladakan ' nilai dan moralitas, facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development 'pengembangan ketrampilan untuk mencapai kehidupan pribadi dan masyarakat yang tentram dan teratur, sesuai dengan niali luhur Pancasila.
Npm : 2113053254
Kelas : 3C
Izin memberikan hasil analisis terkait jurnal “Pendekatan Pendidikan Nilai Secara Komprehensif Sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa”
Pendidikan nilai dengan pendekatan komprehensif dipandang sesuai untuk di terapkan, karena pada masa sekarang ini kehidupan sudah selain komplek dan perubahan di segala segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. DiIihat dari segi materinya, pendidikan nilai dan moral Indonesia sudah cukup komprehensif, karena nilai-nilai fundamnetal yang dapat ditentukan kearah pencapaian kebahagiaan dunia dan akhirat untuk seluruh manusia telah di sampaiklan kepada subjek didik di semua jenjang pendidikan, melalui Pendidikan Agmna dan Pendidikan Moral Pancasila. Namun dari segi metode dan strateginya, masih banyak kelemahan yang
perlu diatasi.
Empat substansi penting nilai pendidikan adalah realisasi nilai, pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moraI. Berbagai program diperlukan untuk membantu kaum muda mengembangkan "kecakapan hidup" mereka. Tujuan penting dari pendidikan karakter meliputi: rasa hormat, tanggung jawab, kasih sayang, disiplin diri, kesetiaan, keberanian, toleransi, etos kerja, dan kepercayaan dan kasih kepada Tuhan. Aspek utama pendidikan kewarganegaraan meliputi: pengetahuan tentang menjadi warga negara yang baik, apresiasi terhadap sistem demokrasi dan nilai-nilai kewarganegaraan, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja sama, dan keterampilan resolusi konflik (Kirschenbaum, 1995:24-26). Tujuan utama dari pendidikan moral adalah untuk menghasilkan individu yang memiliki karakter mulia. Berbagai strategi nilai dan pendidikan moral harus digunakan, termasuk menanamkan nilai-nilai, memodelkan nilai-nilai, memfasilitasi nilai-nilai, dan pengembangan keterampilan untuk mencapai kehidupan yang damai secara pribadi dan konstruktif secara sosial, sebagai manifestasi dari iman yang kuat.
Terima kasih.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Putri ristamarin
Npm : 2013053185
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA
Sebelum tahun 1990-an di AmerikaSerikat telah dikembangkan program pendidikan moral yang bagus, untuk mengajarkan nilai-nilai tradisional. Perhatian yang cukupbesar terhadap nilai dan moralitas yang telah diberikan oleh para orang tua, pemuka agama, ,guru, dan politisi. Meningkatnya perhatian itu disebabkan oleh kemampuan negara tersebut mengatasi masalah minuman keras, kriminalitas, kekerasan, diisintegrasidalam keluarga, meningakatnya jumlahremaja yang bunuh diri dan remaja putriyang mengandung, menurunnya tanggung jawab masyarakat, tumbuhnya pertentangan rasial dan etnis, serta tidak terkendali .
Pendekatan-pendekatan baru dan inovasi-inovasi yang telah diterapkan diAmerika Serikat, antara lain: perumusantujuan behavioral (1960), open education
'pendidikan di alaln terbuka' dan klarifikasi
nilai (1970)'t hack to basics, berpikir kritis,
kemitraan sekolah dan pernsahaan, serta
belajar kooperatif (1980), menurut Kirschenbaum paling-paling hanya menawarkan solusi yang bersifat parsial terhadap masalah-masalah pendidikan. Berdasarkan alasan tersebut disarankan penggunaan model pendekatan komprehensif, yang diharapkan dapat memberikan pemecahan masalah yang secara relatif lebih tuntas.
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek.
Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika
secara umum.
Kedua, metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain.
Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan.
Keempat pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat.
Ada empat pendekatan yang dianggap gerakan
gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang
komprehensif, yaitu
1. realisasi nilai,
2. pendidikan watak,
3. Pendidikan kewaganegaraan, dan
4. pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995:15-
Nama : Hasni Septiani
Npm :2113053097
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2 yang telah di berikan
Pendidikan nilai atau moral juga ditujukan untuk mengajarkan nilai-nilai yang menjadi dasar negara, yang menjadi dasar hukum dan politik. Yang masih menjadi masalah adalah strategi penyajiannya yang biasanya masih terlalu terfokus pada pengembangan pengetahuan ke Pancasilaan, belum sampai pada dataran pengamalan nilai-nilai Pancasila. Lingkungan sosial yang kurang kondusif juga merupakan faktor utama yang menghambat pengamalan nilai-nilai Pancasila. Di Indonesia pendidikan kewarganegaran yang pada masa lampau merupakan mata pelajaran tersendiri, kemudian diintegrasikan dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Dalam program pendidikan nilai yang komprehensif di Amerika Serikat, pendidikan kewarganegaraan diberikan dalam berbagai segi. Kewarganegaraan meliputi pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik, apresiasi terhadap sitem demokrasi dan nilai-nilai kewarganegaraan, keterampilan berfikir kritis, keterampilan. Dalam alam demokrasi, generasi muda perlu banyak belajar untuk menjadi warga negara yang baik. Mereka harus mengetahui sejarah negeri mereka, hukum dan peraturan masyarakat, kebinekaan warga negara dan nilai-nilai fundamental seperti pemerintahan yang konstitusional dan kedaulatan rakyat .
Para pendidik boleh berargumentasi mengenai fakta dan konsep yang harus diajarkan, tetapi pengetahuan dasar tentang sejarah negeri sendiri dan sistem hukum dan politik sangat esensial untuk menjadi warga negara yang efektif, oleh karena itu hal ini tidak mungkin dapat dikesampingkan. Warga negara yang memiliki nilai-nilai demokrasi juga harus memiliki keterampilan berpikir kritis. Gejala pada kediktatoran, keinginan untuk mematuhi pemimpin yang menuju jurang keruntuhan moral, merupakan kebalikan dari sifat-sifat rakyat yang ideal. Sudah barang tentu yang dicita-citakan oleh pendiri setiap negara yang berlandaskan azas demokrasi adalah rakyat yang kritis menanggapi informasi , yang mampu memuat keputusan secara mandiri.
Untuk menjadi warga negara yang efektif diperlukan ketrampilan berkomunikasi yang baik dengan orang lain sehingga nilai-nilai yang kita anut menjadi bagian dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat secara luas. Dengan- menyimak baik-baik perkataan orang lain kita akan memperoleh wawasan-wawasan penting yang meningkatkan pemikiran kita sendiri, memungkinkan kita dapat menghargai orang-orang lain dan pandangan mereka, dan membuat kita dapat mengungkapkan pandangan kiat sendiri lebih efektif. Jadi, berbagai metode dan program yang mengajarkan kepada generasi muda cara berkomunikasi dengan jelas dan menyimak .Secara cermat, tidak hanya menolong mereka menguasai nilai-nilai yang bersifat pribadi, tetapi juga menolong mereka menjadi anggota masyarakat yang efektif Kita tidak mungkin dapat mengembangkan kepribadian tanpa bekerja sama dengan orang-orang lain. Kita perlu bekerja sama untuk mencapai hal-hal yang baik. Demikian juga suatu bangsa tidak mungkin dapat memenangkan persaingan global apa bila penduduknya bercerai berai, tidak memiliki rasa persatuan yang kokoh. Apabila beberapa orang bekerja sama, mereka biasanya menghadapi konflik terutama di dalam masyarakat yang memiliki kebinekaan dalam hal suku bangsa, agama, bahasa, dan budaya seperti halnya di Indonesia.
Npm : 2113053094
Analisis Jurnal 2
Pendidikan nilai dengan pendekatan dipandang sesuai untuk diterapkan, karena pada masa sekarang ini sudah semakin kompleks dan perubahan dalam segi kehidupan berlangsung dengan sangat cepat. komprehensif yang digunakan dalam pendidikan mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidikan nilai harus komprehensif, mencakup semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai, mulai pilihan
nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan etika
secara umum.
metode pendidikan nilai juga harus komprehensif, termasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan
terfasilitasi pembuatan keputusan moral bertanggung jawab dan keterampilan -keterampilan hidup yang lain. Pendidikan Nilai Terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan. di kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalam upacara-upacara pemberian penghargaan dan semua aspek kehidupan. Pendidikan yang telah terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat. Konsistensi selama pihak dalam melaksanakan pendidikan mempengaruhi kualitas moral generasi muda (Kirschenbaum, 1995: 9-10).
Ada empat macam substansi pendidikan nilai yang disebut sebagai gerakan utama pendidikan nilai di Amerika Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan moral. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat diintegrasikan ke dalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila Khususnya mengenai pendidikan kewarganegaraan, termasuk
didalamnya pemahaman dan penghargaan terhadap sistem demokrasi, keterampilan
berfikir kritis, keterampilan bekerja sama dan keterampilan mengatasi konflik. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah perlu dilengkapi dengan
pengembangan tingkat kognitif tinggi sampai subyek didik memiliki keterampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri.
Terima kasih
Npm : 2113053073
Kelas : 3 C
Jurnal 2
Berikut ini adalah hasil analisis jurnal dengan topik “ PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA” bahwa kondisi masa kini sangat berbeda dengan kondisi masa lalu. Pendekatan pendidikan nilai dan moral yang dahulu cukup efektif: tidak sesuai lagi untuk pembanguna generasi sekarang dan yang akan datang. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Ini mencakup berbagai aspek.
1. Isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua permasalahn yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum
2. Metode pendidikan nilai juga hams komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain
3. Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan . di kelas, dalam kegiatan ekstrakulikuler, dalam proses bimbingan dan penyuluhan, dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan dan semua aspek kehidupan.
4. Pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalmn masyarakat. Orang tua, lembaga keagatnaan, penegak hukum, polisi, organisasi kemasyrakatan, semua perlu berpartisipasi dalam pendidikan nilai.
Dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap gerakan dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nialai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral
1. Realisasi nilai ini tnerupakan gerakan utatna yang pertama dalam bidang pendidikan nilai. Semua pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplelnentasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan, tennasuk pendekatan realisasi nilai.
2. Pendidikan Watak Tujuan pendidikan watak adalah mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab.
3. Pendidikan Kewarganegaraan Pendidikan nilai atau moral juga ditunjukan untuk mengajarkan nilai-nilai yang menjadi dasar negara, yang menjadi dasar hukum dan politik
4. Pendidikan Moral, Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan periJaku yang baik, jujur, dan penyayang dapat dinyatakan dengan istilah" bermoral". Tujuan utama pendidikan moral adalah Inenghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.
Terimakasih
Npm: 2113053133
Kelas: 3C
Analisis Jurnal 2 " Pendekatan Pendidikan Nilai Secara Komprehensif Sebagai Suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa"
Pendekatan komprehensif merupakan multipendekatan yang diterapkan guna menanamkan nilai-nilai moral dan karakter terhadap peserta didik. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai mencakup berbagai aspek seperti isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua permasalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
Dilihat dari substansinya, ada empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif, yaitu realisasi nilai, pendidikan watak, pendidikan kewaganegaraan, dan pendidikan moral (Kirschenbaum, 1995: 15-28). Keempat jenis substansi tersebut harus di pertimbangkan dalam melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat diintegrasikan kedalam program Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral Pancasila. Khususnya mengenai pendidikan kewarganegaraan, termasuk didalamnya pemahaman dan penghargaan terhadap sitem demokrasi, ketrampilan berfikir kritis, ketrampilan bekerja sama dan ketrampilan mengatasi konflik.
Npm : 2153053032
Kelas : 3c
Analisis jurnal yang berjudul “PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA”
Pendidikan nilai melalui pendekatan Selama periode ini, kehidupan menjadi semakin kompleks, perubahan terjadi begitu cepat di semua bidang kehidupan sehingga aplikasi yang komprehensif dianggap tepat. Dalam hal pendidikan materi, nilai-nilai keindonesiaan, dan pendidikan moral, sangat inklusif dan membekali siswa dari semua jenjang pendidikan dengan nilai-nilai dasar yang dapat memandu pencapaian kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi semua orang. . Melalui pendidikan agama dan pendidikan Moralitas Pancasila. Namun, Inasih memiliki banyak kelemahan dalam hal metode dan strategi harus ditangani.
Ada empat jenis konten pendidikan nilai yang terdaftar sebagai gerakan pendidikan nilai utama di Amerika Serikat.
Perwujudan nilai, pendidikan karakter, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan moral. Keempat substansi ini harus diperhatikan ketika melaksanakan pendidikan nilai dan moral di Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap relevan dapat dimasukkan ke dalam program pendidikan agama dan pendidikan moral Pancasila. Pendidikan kewarganegaraan termasuk pemahaman dan penghormatan terhadap institusi demokrasi, keterampilan berpikir kritis, kerja tim dan keterampilan resolusi konflik.
Pendidikan dan moralitas yang terlalu menitikberatkan pada perkembangan kognitif tingkat rendah harus dilengkapi dengan perkembangan kognitif tingkat tinggi hingga siswa dibekali dengan kemampuan untuk secara mandiri membuat pilihan moral yang benar. Mereka sangat berkewajiban untuk bertindak sesuai dengan keputusan moral dan memiliki kebiasaan (kebiasaan) bertindak dengan itikad baik. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral harus memungkinkan peserta didik berkembang secara holistik, termasuk pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual:
inculcting Menanamkan nilai dan moral,Perwujudan nilai dan moral,
Pengembangan nilai dan moral serta peningkatan kapasitas Untuk "meningkatkan" "pengembangan kapasitas untuk mencapai kehidupan pribadi yang damai dan kehidupan sosial yang konstruktif" dan meningkatkan berbagai manifestasi kekuatan iman seluruh warga negara Indonesia. Hal ini akan mewujudkan bangsa yang aman dan damai, sesuai dengan kehendak Allah, dan akan diridhoi oleh Allah
Pendidikan nilai yang komprehensif.
Nama : Negi titin widyaningtius
NPM: 2113053167
Kelas: 3C
Hasil analisis jurnal 2 yang berjudul Pendekatan pendidikan nilai secara komprehesif sebagai suatu alternatif pembentukan akhlak bangsa yaitu:
Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Inencakup berbagai aspek. Pertama, isi pendidikan nilai harus komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
Kedua, metode pendidikan nilai juga haruss komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan-keterampilan hidup yang lain.
Ketiga, Pendidikan nilai hendaknya terjadi dalcim keseluruhan proses pendidikan . di kelas, dalam kegiatan ekstTakurikuler,dalam proses bimbingan dan penyuluhan,dalatn upacara-upacara pemberiaan penghargaan ~ dan semua aspek kehidupan.
yang terakhir, pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalmn masyarakat.
Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah ~ perlu dilengkapi denagan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri.memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk melakukan tindakan bennoral. Dengan kata lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya dapat mengembangkan 8ubjek didik secara holistik, yang mencakup pengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bemuansaindoktrinasi periu diinovasi dengan pendekatan komprehensif
Terimakasih
Wassalamualaikum warahmatulahi wabarokatuh
Npm : 2113053117
Kelas: 3C
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh izinkan saya memberikan analisis jurnal yang berjudul PENDEKATAN PENDIDIKAN NILAI SECARA KOMPREHENSIF SEBAGAI SUATU ALTERNATIF PEMBENTUKAN AKHLAK BANGSA. Dari jurnal tersebut dijelaskan bahwa pendidikan nilai dipandang selaras dengan pendekatan komprehensif. Namun pendidikan nilai dan moral di Indonesia Hanya berfokus pada pengembangan kognitif yang rendah, sehingga perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sehingga dapat mengembangkan keputusan moral peserta didik secara tepat dan mandiri. Pendidikan nilai dan moral diharapkan dapat membentuk kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual, pendekatan pendidikan nilai dan moral yang masih bemuansaindoktrinasi perlu diinovasi dengan pendekatan komprehensif.
Npm: 2113053197
Analisis jurnal 2
komprehensif yang digunakan dalam pendidikan nilai Ini mencakup berbagai aspek.
1. pendidikan nilai harns komprehensif, meliputi semua pemsalahan yang berkaitan dengan nilai mulai pilihan nilai-nilai yang bersifat pribadi sampai pertanyaan-pertanyaan yang mengenai etika secara umum.
2. metode pendidikan nilai juga hams komprehensif, tennasuk didalamnya inkulkasi (penanaman) nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasi muda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan tnemfasilitasi pembuatan keputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilanketerampilan hidup yang lain. Generasi muda perlu memperoleh penanaman nilai-nilai tradisional dari orang dewasa yang menaruh perhatian kepada mereka, yaitu para anggota kelurga ,guru,dan masyarakat.
3. Pendidikan nilai harus berlangsung dalam seluruh proses pendidikan di kelas, di kegiatan ekstrakurikuler, di proses bimbingan dan konseling, di upacara penghargaan, di semua lapisan masyarakat.
4. pendidikan nilainya hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat Orang tua, dan lembaga keagamaan.
Pendidikan nilai dengan pendekatan komprehensif dianggap cocok untuk penerapan, karena saat ini kehidupan semakin kompleks dan perubahan terjadi sangat cepat di semua aspek kehidupan. pendidikan nilai dan moral cukup komprehensif, karena nilai-nilai dasar yang dapat menyebabkan kebahagiaan di dunia, dan kemudian semua orang mendapatkan mata pelajaran di semua jenjang pendidikan.
NPM: 2113053099
Kelas: 3C
Analisis Jurnal 2
Pendidikan nilai dengan pendekatan
konprehensif dipandang sesuai untuk di
terapkan, karena pada masa sekarang ini
kehidupan sudah semakin komplek dan
perubahan di segala segi kehidupan
berlangsung dengan sangat cepat. Dilihat
dari segi materinya., pendidikan nilai dan
moral Indonesia sudah cukup komprehensif,
karena·nilai-nilai fundamental yang dapat
menuntun kearah pencapaian kebahagiaan
dunia dan akhirat untuk seluruh umat
manusia telah di sampaikan kepada subjek
didik di semua jenjang pendidikan, melalui
Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral
Pancasila. Namun dari segi metode dan
strateginya, Masih banyak kelemahan yang
perlu diatasi. Ada empat macam substansi
pendidikan nilai yang disebut sebagai
gerakan utama pendidikan nilai di Amerika
Serikat, yaitu: realisasi nilai, pendidikan'
watak, pendidikan kewarganegaraan, dan
pendidikan moral. Keempat jenis substansi
tersebut patut di pertimbangkan dalam
melaksanakan pendidikan nilai dan moral di
Indonesia. Bagian-bagian yang dianggap
relevan dapat di· integrasikan kedalam
program Pendidikan Agama dan Pendidikan
Moral Pancasila Khususnya mengenai.
pendidikan kewarganegaraan, termasuk
didalamnya pemahaman dan penghargaan
terhadap sistem demokrasi, ketrampilan
berfikir kritis., ketrampilan bekerja sama dan
ketrampilan mengatasi konflik. Pendidikan dan moral yang terlalu berfokus pada pengembangan kognitif tingkat rendah~ perlu dilengkapi dengan pengembangan kognitif tingkat tinggi sampai subyek didik memiliki ketrampilan membuat keputusan moral yang tepat secara mandiri memiliki komitmen yang tinggi untuk bertindak selaras dengan keputusan moral tersebut, memilki kebiasaan (habit) untuk
melakukan tindakan bermoral. Dengan kata
lain, pendidikan nilai dan moral hendaknya
dapat mengembangkan subjek didik secara
holistik, yang mencakup pengembangkan
kecerdasan intelektual, emosional, dan
spritual, pendekatan pendidikan nilai dan
moral yang masih bernuansa indoktrinasi
perlu diinovasi dengan pendekatan
komprehensif yang meliputi : inculcting
'menanamkan f niIai dan moralitas~ Melted/ing 'mengadakan ' nilai dan Moralitas~ facilitating 'memudahkan' perkembangan nilai dan moral, dan skill development' pengembangan ketrampilan untuk mencapai kehidupan pribadi yang tenteram dan kehidupan sosial yang .konstruktif, berbagai manifestasi kekuatan iman setiap' warga negara indonesia.