Lampirkan analisis anda mengenai video berikut dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM. Dilarang melakukan plagiasi.
Forum Analisis Video 1
NPM : 2113053117
Izin memberikan analisis terkait video yang berjudul "Apakah moral? ~ The Trolley Problem
Pada teori the trolley problem kita dihadapkan oleh sebuah problem untuk mengambil sebuah tindakan, Apakah tindakan yang saya lakukan ini salah? Apakah tindakan saya benar?
Pada kasus pertama, saya lebih memilih untuk tidak menarik tuas untuk membuat kereta tersebut berbelok karena akan berdampak sama, artinya akan sama sama memakan korban baik hanya satu korban ataupun lima korban.
Untuk kasus yang kedua sama saya juga tidak akan mendorong 1 orang untuk menyelamatkan lebih banyak orang, karena pada kasus kedua selain diberi pilihan untuk terlibat aktif dan "membunuh" orang lain kita juga diberi pilihan untuk pasif dan tidak terlibat sama sekali dengan kasus tersebut.
Menurut saya percuma memiliki moralitas yang baik, namun merugikan orang lain? Lebih baik tidak sama sekali. Mengorbankan hal yang sedikit untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar atau banyak adalah tidak lah salah. Namun pada kehidupan hal tersbut disalah gunakan oleh pihak yang lebih berkuasa sebagai alasan kepentingan umum
NPM : 2113053209
Analisis Video
Menurut analisis saya dari video yang dipaparkan yaitu dalam kehidupan kita pasti akan dihadapkan dengan sebuah pilihan, dan dalam setiap pilihan yang kita ambil pasti akan memiliki konsekuensi tersendiri baik pada diri kita sendiri ataupun bagi orang lain.
seperti yang dicontohkan dalam video pada kasus pertama saya memilih untuk membelokkan kereta, karena dengan membelokkan kereta kita hanya akan mengorbankan satu orang saja.
Sedangkan pada kasus yang kedua saya memilih untuk tidak mendorong orang dari atas jembatan. Karena menurut saya apabila kita sampai mendorong orang tersebut dari atas jembatan belum tentu akan memberhentikan kereta sehingga tidak menabrak kelima korban lainnya, selain itu dengan mendorong orang kita akan terlibat secara aktif karena orang yang di atas jembatan tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki masalah apapun.
Dari video tersebut kita juga dapat melihat bahwa moral merupakan hal yang berasal dari dalam diri kita sendiri, yang melibatkan antara pemikiran dan perasaan. Sehingga pandangan moral antara satu orang dengan orang lainnya berbeda-beda.
NPM :2113053097
Izin memberikan hasil analisis saya
Dari video tersebut kita dapat belajar bahwasanya Sensitivitas moral mengandaikan kebutuhan akan kesadaran moral atau
kemampuan mengidentifikasi isu-isu moral. Di dalamnya terjadi proses interpretasi di mana seorang
individu mengenali bahwa suatu masalah moral ada dalam situasi yang dihadapi atau bahwa suatu
prinsip moral menjadi relevan di dalamnya. Tahap ini dinilai kritis karena kemampuan mengidentifikasi
signifikansi moral dari suatu isu berperan besar dalam memulai sebuah proses pengambilan
keputusan etis dan juga perilaku etis.
Hasil isu-isu moral menghasilkan suatu gambaran dilema moral beserta alternatif tindakan
yang dapat dilakukan. pengambilan keputusan mana yang sebaiknya diambil, bukan sebuah proses pemilihan secara acak. Pemutusan harus berdasarkan penalaran yang tepat yang memperhatikan prinsip-prinsip moral yang relevan dalam penalaran proses etis. Alternatif tindakan yang telah diambil pun membutuhkan kehati-hatian maupun dorongan untuk melakukannya. Itulah
yang disebut motivasi etis yang kemudian diikuti oleh implementasi etis di mana alternatif tindakan yang
dipilih dilakukan secara nyata.
Integritas yang terjadi ketika implementasi tindakan yang dilakukan konsisten dengan prinsip-prinsip moral yang digunakan sebagai pegangan dalam membuat keputusan dalam penalaran etis yang ada di dalamnya
kesadaran moral berperan secara dominan. Itu sebabnya konsistensi terhadap prinsip-prinsip moral disebut
sebagai integritas moral. Kohlberg (1995) pentingnya perhatian terhadap kesadaran moral ini untuk memahami bagaimana keputusan etis diambil dan juga alasan mengapa seseorang
mengambil keputusan tertentu (Rest, 1986; Trevino, 1992). Satu hal yang mendasar dari konsep ini adalah bahwa kesadaran moral tidak ditentukan oleh perasaan, melainkan oleh kemampuan intelektual, yaitu kemampuan untuk memahami dan memahami sesuatu secara rasional (Magnis-Suseno,
2000).
NPM: 2113053171
Kelas: 3C
Analisis Vidio
Berdasarkan vidio yang telah di sajikan terdapat sebuah ilustrasi.
Pada ilustrasi pertama dalam hal ini saya tidak akan membelokan tuas kereta dan menabrak 5 orang tersebut dan menyelamatkan 1 orang.
Pada ilustrasi kedua pendapat saya maka saya tidak akan mendorong 1 orang tersebut dan akan mengorbankan 5 orang yang berada di rel.
Pada ilustrasi tersebut maka dapat saya simpulkan bahwa jika mengambil opsi A atau B tetap akan ada akibat yang terjadi. Serta kita juga tidak boleh egois dan mengorban kan sesuatu yang kecil demi kelompok yang besar. Maka dari itu moralitas saja tidak cukup dalam sebuah pengambilan keputusan karena moralitas berasal dari diri kita sendiri yang menunjukan perbuatan itu benar atau salah dan moralitas juga nerkaitan dengan egoisme invidu.
NPM : 2113053277
Izin memberikan analisis saya terkait video diatas mengenai "Apakah moral? ~The Trolley Problem Dalam video tersebut kita diberikan sebuah problem dimana kita harus mengambil sebuah tindakan dari 2 situasi yang berbeda.
Pada situasi pertama ,, dimana saya berada dalam sebuah kereta dan saya yang memegang kendali dihadapkan untuk berbelok dan mengorbankan satu orang atau lurus tetapi mengorbangkan 5 orang . Maka saya akan lebih memilih untuk tidak membelokkan tuas sehingga kereta tidak akan berbelok ke arah yang satu orang. Karena menurut saya baik lurus atau berbelok sama sama mengorbankan orang.
Sedangkan pada situasi kedua saya mimilih untuk tidak akan mendorong orang yang berada diatas dijembatan untuk menyelematkan 5 orang dan memgorbankan satu orang. Karena pada dasarnya ketika kita mendorong orang tersebut untuk memberhentikan kereta sama saja kita turut aktif dalam problem tersebut.
Sebenarnya kedua situasi tersebut sama sama merugikan, baik yang satu orang ataupun banyak orang. Oleh karena itu, dapat saya simpulkan dari video tersebut adalah baik minoritas maupun mayoritasnya tidak dapat kita jadikan sebagai alasan atau pondasi yang kuat dalam membela yang dikatakan moralitas. Seperti yang kita ketahui bahwa moralitas itu hanyalah persoalan egoisme manusia dengan kepentingan dirinya sendiri ataupun kelompok. Sehingga sering disalah gunakan demi sebuah kepentingan.
Nama : Dwi Oktavianingsih
NPM : 2113053208
Izin memberikan analisis mengenai video yang berjudul "Apakah MORAL? The Trolley Problem"
Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap pengambilan keputusan akan selalu dipengaruhi oleh interaksi tarik-menarik antara logika dan moral, karena proses manusia bernalar itu berkaitan dengan keduanya dalam setiap pengambilan keputusan, dan tentunya terdapat resiko yang akan dihadapi dalam setiap pengambilan keputusan.
The Trolley Problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana juga tentang kita mengekspresikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Moralitas sendiri merupakan standar perilaku yang memungkinkan setiap orang untuk dapat hidup secara kooperatif dalam suatu kelompok. Lalu apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral ataupun mengorbankan yang lebih banyak untuk menyelamatkan yang sedikit? menurut saya tidak ada yang lebih baik diantara keduanya karena sama sama melibatkan dan mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah.
NPM: 2113053196
Kelas: 3C
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat siang Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis video yang berjudul “Apakah Moral? ~ The Trolley Problem”.
Video tersebut akan membahas mengenai cara menghadapi sebuah persoalan/masalah (problem) dilematis tentang moralitas yang dipadukan dengan pertanyaan filosofis dari Trolley Problem untuk menentukan mana nilai moral yang lebih baik. Video tersebut memiliki dua kasus, dimana:
a. Kasus I membahas dimana kita diibaratkan memegang kendali sebah kereta yang melaju kencang dan tepat di depan kita terdapat 5 orang yang terikat tak bisa bergerak yang kemungkinan akan tewas jika ditabrak. Namun, di sisi lain terdapat percabangan rel yang apabila kereta dibelokkan ke arah percabangan rel, kita akan menabrak 1 orang.
Dari kasus tersebut diajukan pertanyaan, apa yang harus dilakukan? Mengorbankan 5 orang untuk menyelamatkan 1 orang atau malah sebaliknya? Berdasarkan survey, 90% orang menjawab lebih baik mengorbankan 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang.
b. Kasus II membahas dimana kita berada di atas jembatan yang mana jembatan tersebut berada di atas rel kereta api. Kereta api sedang melaju kencang ke arah 5 orang yang terikat di rel. Di depan kita ada 1 orang berbadan sangat besar yang diasmsikan jika kita mendorong orang tersebut dapat membuat kereta berhenti dan menyelamatkan 5 orang, namun orang berbadan sangat besar tersebut akan tewas.
Dari kasus tersebut diajukan pertanyaan, apa yang harus dilakukan? Mendorong orang berbadan besar unbtuk menyelamatkan 5 orang dan ia tewas atau tidak melakukan apa-apa dan 5 orang akan tewas? Berdasarkan survey, 90% orang menjawab untuk tidak melakukan apa-apa dan memilih 5 orang tewas tertabrak kereta.
Jika kita ulas kembali mengenai kedua kasus tersebut, saya juga akan menjawab dengan hal yang sama. Meskipun konteksnya sama, yaitu kita yang berperan aktif untuk menarik tuas agar kereta berbelok atau mendorong orang yang berbadan sangat besar. Menurut saya, jawaban saya tidak akan sepenuhnya benar dan tidak akan sepenuhnya salah karena dilihat dari konteks, saya di sini sebagai pelaku bukan sebagai korban.
Prinsip moralitas yang dapat diambil dari kasus I adalah “lebih baik menyelamatkan 5 orang daripada hanya 1 orang.” Lantas mengapa jawaban pada kasus kedua dapat langsung berubah sebaliknya? Mengapa prinsip moral kedua kasus tersebut berbeda padahal konteksnya sama?
Hal tersebut dapat kita jabarkan berdasarkan teori yang disampaikan oleh Phillipa Foot tahun 1967 yang melakukan eksperimen untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia yang kemudian dikenal dengan Trolley Problem. Adanya Trolley Problem membuat kita berpikir lebih jauh lagi mengenai konsekuensi yang akan kita terima dari sebuah pilihan yang kita ambil/putuskan. Jika kita lihat kembali prinsip moral pada kasus pertama, maka pembelajaran moral yang seperti ini kerap masuk sebaga doktrin dalam kehidupan bahwa memang harus ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Oleh karena itu, tidak heran jika moral sering digunakan seagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, genosida, diskriminasi minoritas, pengerusakan lingkungan, industralisasi dll. Hanya dengan alasan demi kepentingan umum dengan mengorbankan yang sedikit seolah sema menjadi benar.
Adanya Trolley Problem dapat kita gunakan untuk menanyakan hal-hal yang memang sulit untuk dijawab, seperti:
1. Apakah mengorbankan tumbuh kembang anak kita saat ini dengan alasan pekerjaan demi masa depannya seingga anak kita menjadi anak pembant merupakan pilihan moral yang lebih baik ata hanya pembenaran semata dari orang tua yang egois?
2. Apakah diskriminasi dan stigmatisasi kelompok minoritas oleh kelompok mayoritas untuk kepentingan umum/mayoritas dapat dibenarkan?
Trolley Problem mengajak kita untuk mencari jawaban bukan hanya dari satu sudut pandang saja, tetapi dari sudut pandang yang lain, seperti kita diibaratkan sebagai anak, bukan sebagai orang tua, kita sebagai kam minoritas, bukan sebagai kaum mayoritas.
Hal yang dapat saya simpulkan dari video yang saya tonton terkait apa itu moral dan Trolley Problem adalah moralitas sudah sering dipakai sebagai alat pembenaran ketika kita berada pada posisi yang diuntngkan atau yang memiliki kepentingan. Moralitas hanyalah sebuah hal yang berkutat pada egoisme manusia dengan kepentingan dirinya pribadi. Moralitas sangat rentan terhadap klaim antara benar dan salah, karena sejatinya moralitas harus dapat dimaknai bukan hanya sepihak tetapi dari kedua pihak. Moralitas bergantung bagaimana posisi setiap orang ketika berada dalam kondisi yang berbeda. Trolley problem digunakan untuk menjawab pertanyaan yuang sulit dijawab untuk menentukan sebuah pilihan moral yang paling baik.
Menurut saya, moralitas yang didasarkan pada kasus di atas adalah bergantung pada pilihan yang kita ambil sudah bijak atau belum dalam memaknai suatu kondisi yang membuat kita bingung harus memilih antara A atau B. Semoga dengan adanya analisis ini dapat menambah pengetahuan pembaca terkait moralitas yang mana kita harus siap menerima risiko atau konsekensi dari pilihan yang kita ambil.
Sekian analisis video dari saya, apabila terdapat kesalahan saya mohon maaf.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Npm : 2113053094
Izin menyampaikan hasil analisis video
Dari ilustrasi eksperimen dalam video tersebut yaitu :
1. Ilustrasi pertama saya memilih untuk tetap pada lajur lurus dan tidak menarik tuas untuk berbelok.
2. Ilustarsi kedua saya memilih untuk tidak mendorong orang yang bertubuh besar tersebut.
Berdasarkan video tersebut Philippa foot, seorang filosofis asal Inggris mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal dengan "trolley problem" yaitu eksperimen dalam konteks moral dari berbagai kondisi yang dapat diterapkan ketika perang, penyiksaan, drone, aborsi dan eutanasia. Berdasarkan eksperimen tersebut maka studi mechine learning sangat berhubungan dimana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral diberbagai kondisi yang terjadi. Eksperimen trolley problem dapat kita gunakan untuk bertanya mengenai persoalan moralitas. Eksperimen trolley problem membuat kita berpikir jauh tentang sebuah konsekuensi dari sebuah pilihan dan bagaimana cara kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam video tersebut banyak yang memilih untuk lebih mengorbankan yang sedikit daripada yang banyak. Dalam konteks mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak, mungkin akan menjadi pilihan yang lebih bermoral. Namun jika kita berada pada posisi yang berbeda (korban) maka pilihan kita akan menjadi tindakan yang tidak bermoral. Pada akhirnya Moralitas sering dijadikan sebagai alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau seseorang yang memiliki kepentingan. Karena pada kenyataannya moralitas hanyalah sebuah egoisme yang dimiliki semua manusia yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya saja.
Menurut saya , bermoral atau tidaknya suatu tindakan yang dilakukan dipengaruhi oleh posisi kita dalam kondisi yang terjadi dan adanya tindakan aktif yang kita lakukan. Sehingga berdasarkan hal itu pilihan saya adalah benar (pendapat saya) dimana saya tidak melakukan perbuatan aktif yaitu menarik tuas (ilustrasi pertama) dan mendorong seseorang (ilustrasi kedua) karena apapun yang akan dilakukan konsekuensinya adalah sama yaitu memakan korban.
Terimakasih
Npm: 2113053167
Izin memberikan analisis terkait video yang berjudul "Apakah moral? ~ The Trolley Problem
Berdasarkan video yang telah saya lihat tentang memahami konteks moral dalam berbagai kondisi the trolly problem seperti perang,penyiksaan, aborsi,dll. The trolly problem tentang moralitas membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan apa yang akan kita perbuat apakah itu sudah berdasarkan nilai moral. Memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar oleh karena itu banyak yang menyalahkan gunakannya karena dianggap menjadi benar dan lebih bermoral.
Di video ini juga dipaparkan sebuah situasi di mana yang pertama terdapat sebuah kereta, di mana kita dihadapkan untuk memegang kendali apakah membelokkan tuas untuk mengorbankan satu orang atau tetap lurus tetapi mengorbankan 5 orang. Di sini saya memilih untuk tidak membelokkan tuas karena apabila saya membelokkan tuas pun saya akan sama-sama mengorbankan orang .
Lalu pada ilustrasi yang kedua di mana terdapat pilihan untuk mendorong orang dari atas jembatan agar kereta berhenti atau membiarkan kereta berjalan dan menabrak 5 orang, pada kondisi ini saya memilih untuk tidak mendorong orang yang di atas jembatan agar menyelamatkan 5 orang karena sama halnya pada ilustrasi yang pertama untuk memberhentikan kereta tersebut kita sama-sama mengorbankan orang.
Kedua ilustrasi tersebut menurut saya tidak ada yang lebih baik karena sama-sama merugikan orang lain. Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat kita ketahui bahwa moralitas memang sering menjadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau memiliki kepentingan, karena moralitas hanyalah sebuah egoisme manusia dengan kepentingan dirinya ataupun kelompoknya sendiri.
Npm: 2113053023
Izin untuk memberikan analisis video yang berjudul “Apakah Moral? ~ The Trolley Problem”
Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral? Atau hanya sebagai sebuah pembenaran belaka?
Bisa dibuktikan dengan skenario rel kereta api yang sudah dibahas di awal video tadi, ada 5 orang yang terikat di rel pertama dan satu orang terikat di rel kedua, kemudian ada kereta yang bergerak sangat kencang dan di dalam skenario ini kita lah yang memegang kendali, jika kita membiarkan kereta melaju lurus maka kereta tersebut akan membunuh 5 orang sementara kita punya pilihan untuk menarik tuas dan membiarkan kereta berbelok untuk membunuh 1 orang tapi di skenario ini 1 orang itu adalah keluarga kita dan keputusan berada di tangan kita.
NPM : 2113053058
Kelas : 3C
Izin untuk memberikan analisis video yang berjudul “Apakah Moral? ~ The Trolley Problem”
Berdasarkan kasus yang ada di dalam video dapat saya simpulkan bahwa Tentu saja tidak akan pernah ada solusi sempurna untuk masalah troli ini. Nyatanya, masalah ini dimaksudkan untuk memprovokasi pemikiran dan menciptakan wacana agar dilema moral dihargai, menggunakan pemikiran filsafat maupun metode ilmiah.
Namun jika harus benar-benar memilih untuk menjawab apa yang akan saya lakukan dalam kedua kasusu yang ada di dalam video. Hal yang pertama yang akan saya lakukanan yaitu mengurutkan apa saja yang menjadi prioritas dalam membuat keputusan. prioritas pertama bagi saya adalah kualitas dari tindakan yang akan diambil. hal ini menyangkut apakah yang saya lakukan ini pada dasarnya benar atau salah. dan prioritas saya kedua jika kedua pilihan yang ada tidak ada yang lebih salah atau lebih benar maka saya akan membandingkannya dari dampak yang akan terjadi.
Oleh karna itu jika dihadapakn oleh kasusu yang pertama maka saya akan lebih memilih untuk berbelok ke rel yang hanya ada 1 orang karena menurut saya pilihan untuk berbelok tidak lebih salah dan tidak lebih benar jika dibandingkan dengan untuk tetap di jalur yang seharusnya dan membunuh 5 orang. Oleh karena itu untuk kasus pertama saya akan mempertimbangkan dampak dari pilihan yang akan dibuat dan karena berbelok akan menyebabkan jumlah korban lebih sedikit dibanding tidak berbelok, saya akan memilih untuk berbelok.
Sedangkan pada kasus yang kedua saya tidak akan mendorong seseorang untuk menyelamatkan orang lain karena saya rasa jika saya mendorong seseorang dan membuatnya tewas hal tersebut membuat saya menjadi pembunuh dan itu menurut saya salah.
Meskipun dalam kedua kasusu ini memiliki konteks yang sama, yang membedakan kasus pertama dengan kasus kedua adalah pada kasus pertama kita di masing masing pilihan kita terlibat aktif di dalam kejadian, sedangkan untuk kasus kedua selain diberi pilihan untuk terlibat aktif dan "membunuh" orang lain kita juga diberi pilihan untuk pasif dan tidak terlibat sama sekali dengan kasus tersebut.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa Moralitas itu bergantung pada pilihan. Moralitas pasti berkaitan dengan egoisme manusia , dan semua manusia pasti akan memiliki sisi egois nya. Bukan berarti moralitas itu buruk . namun moral memang sering digunakan sebagai alat oleh para penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan hal yang sebenarnya tidak dapat dibenarkan.
NPM: 2113053136
Analisis mengenai video: Apakah moral? ~The Trolley Problem
Video ini membahas tentang moralitas menjadi sebuah dilema. Ada seorang wanita yang bernama Philippa Foot, mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal dengan Trolley Problem. Studi Trolley Problem menjadi sangat penting saat perkembangan AI (Artificial intelligence) Machine Learning dimana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi.
The Trolley Problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya. Dan bagaimana mengekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada baiknya sebelum kita bertindak maka pikirkanlah berulang kali, apakah yang kita lakukan itu merugikan banyak orang atau tidak?
NPM: 2113053232
Kelas: 3C
Izin menyampaikan hasil analisis pak,
Berdasarkan video yang saya amati, opsi pertama terdapat pilihan untuk membelokkan tuas dengan membunuh satu orang atau terus lurus untuk mengorbankan lima orang. Menurut saya lebih baik kita membelokkan tuas untuk membunuh satu orang, karena pilihan tersebut merupakan pilihan yang sulit. Di sisi lain kita harus mengorbankan satu orang untuk menyelematkan lima orang. Dan di sisi lain akan banyak dampak yang kita peroleh jika kita terus lurus menabrak lima orang tersebut. Dengan kata lain ketika kita mengorbankan satu orang, mungkin tidak terlalu banyak yang terluka dan kehilangan. Namun ketika kita menabrak lima nyawa, maka akan lebih banyak keluarga yang juga ikut merasakan kesedihan. Kemudian pada opsi kedua, pilihan yang memang benar itu tidak ada. Namun saya lebih condong ke mendorong satu orang demi menyelamatkan lima orang. Jika kita mendorong satu orang itu akan menyelamatkan lima nyawa. Namun tetap saja kita tidak tahu bagaimana perasaan orang yang kita dorong tersebut. Tapi kembali lagi ketika kita tidak mendorong, itu sama hal nya kita membiarkan lima orang tersebut terbunuh. Jadi moral itu merupakan pilihan hidup, tergantung hati nurani kita bergerak kemana. Mungkin memang jika kita mengorbankan satu orang itu sama halnya kita mendiskriminasikan kaum minoritas. Namun kita harus pahami juga bahwa kita harus memilih pilihan bijak dan berpikir secara rasional. Karna akan ada banyak pertimbangan ketika sudah berkaitan dengan nyawa seseorang. Kedua opsi tersebut meruapakan dua hal yang memiliki konsep yang sama yaitu sama sama mengorbankan satu orang untuk menyelamatkan lima orang.
Npm: 2153063014
Izin memberikan analisis video 1 yang berjudul "apakah moral?~the trolley problem"
The trolley problem merupakan percobaan pemikiran dalam etika dan psikologi , percobaan ini melibatkan dilema perilaku jika harus mengorbankan satu untuk menyelamatkan lebih banyak orang.
Seperti didalam video kita diberikan pilihan untuk membiarkan kereta menabrak 5 orang atau 1 orang. Awalnya saya berpikir akan menarik tuas dan membiarkan 1 orang yang tertabrak namun setelah itu saya memilih untuk membiarkan kereta menabrak 5 orang. Untuk percobaan kedua ketika diberikan pilihan mendorong atau membiarkan kereta menabrak 5 orang, saya langsung memilih untuk membiarkan 5 orang tertabrak.
Menurut saya pada percobaan pertama jika saya memilih untuk menabrak 1 orang bagaimana rasanya jika ketika saya diposisi itu sendirian seberapa takutnya. Secara moral, tentunya tidak ada yang benar di antara keduanya. Baik membunuh satu ataupun lima orang, tentu saja sama-sama sebuah kesalahan. Untuk percobaan kedua jika saya memilih mendorong orang berbadan gemuk saya akan merasa lebih bersalah karna dia tidak tau apa apa dan apa yang akan didapat kan orang berbadan gemuk jika didorong untuk menghentikan kereta ke 6 orang tersebut akan tetap mengalami luka.
Kewajiban manusia yaitu untuk mengembangkan dirinya sendiri, mengasah pemikirannya dan mengembangkan karakter moralnya. Untuk hal hal tersebut bukanlah hal yang mudah sehingga diperlukan pendidikan nilai dan moral
npm : 2113053079
Izin memberikan hasil analisis saya berdasarkan video tadi yang berjudul apakah moral
yang di dalamnya terdapat dua permasalahan .
Baiklah pada permasalahan yang pertama itu menempatkan kita dalam posisi berada dalam satu kereta yang mana kereta itu kita yang mengendarainya sehingga menuntut saya untuk membuat satu pilihan yang amat sangat berat. apakah harus mengorbankan 5 nyawa untuk untuk menyelamatkan satu nyawa atau mengorbankan satu nyawa untuk menyelamatkan 5 orang . Dan saya lebih memilih untuk tetap meluruskan kemudi sehingga menabrak 5 orang tersebut pengambilan opsi tersebut sebenarnya itu sama-sama mengorbankan nyawa manusia
Kemudian pada permasalahan yang kedua yaitu saya tidak akan mendorong orang yang ada di depan saya untuk memberhentikan kereta api tersebut. Dan semisal saya mendorong orang tersebut yang tidak ada salah apapun terhadap saya ,dan saya jujur tidak tahu perasaan seseorang yang menjadi korban untuk menyelamatkan 5 orang di rel kereta.
Dari kedua contoh ilustrasi diatas didalamnya sama-sama mengorbankan nyawa. Dan bergantung pada posisi kita yang kita hadapi dan apa yang kita pilih dan harus siap untuk menerima konsekuensi yang akan terjadi kedepannya
NPM : 2113053092
menurtut pendapat saya berdasarkan analisis video tersebut pada kasus pertama kita dipilihkan oleh pertannyaan, apa yang harus kita lakukan jika kita berada disituasi tersebut apakah kita akan mengorbankan 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang atau sebaliknya. maka dari pertanyaan tersebut sudah dipastikan bahwa kebanyakan orang akan mengorbankan 1 orang untuk menyelamtkan 5 orang tersebut. yaa walaupun pada keadaan tersebut juga merugikan korban tersebut. kasus yang kedua dimana kita juga diberikan pilihan untuk tidak mendorong 1 orang namun mengorbankan 5 orang atau menyelamatkan 5 orang dan mendorong (mengorbankan) 1 orang tersebut. pada dasarnya ketika kita mendorong orang tersebut untuk menghentikan gerak dari kereta dan menyelamatkan 5 orang tersebut berarti kita juga turut aktif dalam problem tersebut. yang mana dari kedua kasus tersebut kita sama-sama mengambil andil dalam problem nya dan mengorbankan seseorang, sehingga dapat saya simpulkan bahwa minoritas ataupun mayoritas tidak dapat kita jadikan sebagai acuan untuk memperkuat moralitas yang mana kita ketahui bahwa moralitas itu hanyalah tentang pemikiran manusia itu sendiri baik individu ataupun kelompok yang sering kali disalah gunakan untuk suatu kepentingan.
Npm: 2113053133
Kelas: 3C
Izin memberikan analisis pada video yang berjudul "Apa itu Moral? The Trolley Problem.
Pada video tersebut kita diajak untuk menjawab beberapa pertanyaan dalam menghadapi sebuah masalah persoalan dilematis moralitas berdasarkan filosofi Trolley Problem klasik.
Pertanyaan pertama
Kita diberi pilihan untuk melajukan kereta lurus kedepan yang di rel nya terdapat 5 orang terikat atau mengendalikan tuas agar kereta berbelok ke kiri yang di rel nya terdapat 1 orang terikat.
Pertanyaan kedua
Ada kereta yang melaju kencang, dimana diatas rel kereta tersebut ada 5 orang yang terikat. Kamu tidak mengendalikan tuas kereta, akan tetapi berada diatas jembatan yang ada di rel kereta bersama orang bertubuh besar. Pertanyaan apakah kamu memilih untuk mendorong orang bertubuh besar agar bisa menyelamatkan 5 orang tersebut, atau tidak mendorongnya?.
Pada pertanyaan pertama saya memilih untuk membelokan kereta, dengan begitu hanya akan memakan satu korban saja. Walzer (1973) juga menyebutkan konsep ini sebagai tangan kotor , yakni gagasan bahwa beberapa tindakan dapat diterima secara moral, atas nama yang lebih besar bagi semua yang diwujudkan. Jika konsep ini diterapkan pada masalah troli, maka utilitarian percaya bahwa lima nyawa yang layak lebih baik dibandingkan satu nyawa. Sedangkan pada pertanyaan yang kedua saya memilih untuk tidak mendorong orang yang bertubuh besar. Karena apabila saya mendorong orang yang bertubuh besar merupakan suatu tindakan dimana menempatkan orang yang aman kedalam situasi yang bahaya. Jawaban saya pada pertanyaan diatas tidaklah salah ataupun benar. Mengorbankan sesuatu yang lebih sedikit untuk menyelamatkan hal yang lebih banyak, bukanlah hal yang bermoral. Akan tetapi hal ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin, dimana harus ada yang dikorbankan untuk kelebihan yang lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan moralitas sering kali disalahgunakan oleh penguasa dan segelintir orang.
Berdasarkan video tersebut dapat saya simpulkan bahwa moralitas itu sebenernya berasal dari diri kita sendiri dimana dalam mengambil sebuah keputusan kita akan melibatkan perasaan dan logika yang pada akhirnya kita akan berfikir apakah hal yang kita lakukan ini sudah benar atau salah.
NPM : 2113053005
Izin memberikan analisis terkait Video yang berjudul "Apakah moral?" - The Trolley Problem, Menurut analisis saya dari Video tersebut yaitu kita di hadapkan sebuah problem untuk mengambil tindakan yang cepat.
Seperti contoh kasus Pertama yaitu, saya memilih tidak menarik tuas agar kereta berbelok karena akan sama saja dampak nya sama-sama membunuh orang meski hanya 1 orang.
Sedangkan pada kasus Kedua yaitu, sama saja saya tidak akan mendorong 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang.
Sebenarnya kedua situasi tersebut sama-sama merugikan, baik yang 1 orang maupun banyak orang yang dapat saya simpulkan terkait video tersebut adalah baik minoritas maupun mayoritas tidak dapat dijadikan sebuah alasan dalam membela yang dikatakan moralitas tersebut.
Nama: Ika Saefitri
Npm: 2113053099
Izin memberikan analisis saya terkait video diatas mengenai "Apakah moral? ~The Trolley Problem Dalam video tersebut kita diberikan sebuah problem dimana kita harus mengambil sebuah tindakan dari 2 situasi yang berbeda.
Kasus pertama:
Memilih keburukan yang lebih ringan diantara dua keburukan. Faktanya, kereta butuh waktu untuk dapat berhenti jelas ini merupakan tindakan yang pasif, maka harus ada salah satu yang di korbankan.
Kasus kedua:
Tanpa persetujuan dari si pria gendut, kita tidak serta-merta seenaknya mendorong dia apalagi dengan memaklumi dengan alasan kondisi dari para korban yang diikat. Faktanya, belum tentu juga si pria gendut jika kita dorong akan dapat menghentikan laju dari kereta. Apabila dia di dorong hingga jatuh, tentu tidak bisa menjamin yang lainnya juga akan selamat.
Kesimpulannya:
Pada kedua kasus tersebut bukan terpaku pada mayoritas ataupun minoritas, jika di kaitkan dengan masalah setelahnya, maka itu akan terkesan di paksakan dan mengada-ada, dilema resah yang seharusnya tidak menghabiskan waktu, tentunya logika yang sehat akan menghasilkan pilihan-pilihan yang tepat, moral baik atau buruk mendasar kepada hukum yang pasti dan hipotesis yang menjurus ke perilaku Individu.
Npm : 2113053029
Analisis video Apakah Moral ? The Trolley Problem
Pada Ilustrasi pertama, saya tidak menarik tuas kereta berbelok karena sama saja, sama - sama memakan korban membelokan tuas atau tidak karna sama - sama membunuh orang
sedangkan ilustrasi kedua saya tidak mendorong 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang
kesimpulanya moralitas tidak cikup dalam sebuh pengambilan keputusan karena moralitas berasal dari diri sendiri
npm : 2113053052
izin untuk memberikan analisis video yang berjudul apakah moral~The Trolley Problem
moralitas menjadi sebuah dilema.
seperti contoh yang sudah ada di vclass penonton di buat untuk berpikir tentang sebuah pilihan.
contoh pertama saya memilih untuk membelokkan kereta karna lebih memilih menyelamatkan lima orang dan mengorbankan satu orang saja.
contoh kedua saya memilih untuk tidak mendorong satu orang yang berada di atas jembatan karena belum tentu satu orang berbadan besar bisa untuk menghentikan kereta api yang sedang melaju.
Meski demikian, apapun pilihan kita, akan tetap dipertanyakan secara moral. Karena, akan ada korban yang meninggal. Secara moral, tentunya tidak ada yang benar di antara keduanya. Baik membunuh satu ataupun lima orang, tentu saja sama-sama sebuah kesalahan.
Npm: 2113053254
Kelas: 3C
Izin memberikan hasil analisis saya tentang video yang berjudul “Apakah moral? ~The Trolley Problem”
berdasarkan vidio tersebut dapat disimpulkan tentang eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem bahwa moral dinilai melalui perumpamaan, dan moralitas itu berkaitan dengan hati nurani. Jadi, jika kita pemegang kendali sebuah kereta namun didepan kita hanya ada dua pilihan, yaitu jika lurus akan ada 5 orang yang tertabrak. seperti kereta kedua yang ingin menabrak 5 orang di depannya,ada satu cara yaitu dengan mendorong orang gendut agar 5 orang tersebut tidak celaka,tentunya kita akan memilih tetep untuk mengorbankan 5 orng tersebut karena balik lagi ke hati nurani kita.
Jadi kesimpulannya adalah moralitas mengacu pada hati nurani antara benar atau salah, baik atau buruknya perbuatan manusia. Dalam pengambilan keputusan hendaknya harus diambil dan difikirkan secara matang dan dapat dipertanggung jawabkan. Karna pilihan yang menurut kita baik belum tentu hal itu baik pula dimata orang lain. Oleh karna itu ketika kita mengambil keputusan harus siap dengan onsekuensi yang kita terima.
Terima kasih.
Nama : Niken azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 3C
Izin memberikan tanggapan analisis video yang berjudul “APAKAH MORAL?”
Trolley Problem
Pada teori the trolley problem kita dihadapkan oleh sebuah problem untuk mengambil sebuah tindakan seperti Berdasarkan video yang telah disajikan terdapat sebuah ilustrasi.
Pada ilustrasi pertama, dalam hal ini saya akan membelokkan tuas kereta yang menabrak 1 orang dan menyelamatkan 5 orang.
Pada ilustrasi kedua, pendapat saya adalah saya tidak akan mendorong 1 orang tersebut demi mengorbankan 5 orang yang berada di rel.
Pada ilustrasi tersebut, maka dapat saya simpulkan bahwasanya jika saya mengambil keputusan opsi A ataupun opsi B semuanya akan tetap ada resiko yang saya terima. Pilihan yang sudah saya tentukan, saya siap untuk menghadapinya tentang apapun itu, tidak ada kata penyesalan di akhir ketika saya bisa membuat pilihan, tentunya setiap pilihan untuk berjalan ke depan pasti harus ada yang di korbankan.
Serta tidak menjatuhkan oranglain demi kepentingan diri sendiri, hanya untuk kebahagiaan sesaat.
NPM : 2153053034
Analisis video "Apakah moral? ~ The Trolley Problem
teori the trolley problem kita dihadapkan oleh sebuah problem untuk mengambil sebuah tindakan, Apakah tindakan yang dilakukan ini salah? Apakah tindakannya benar?
Dikasus pertama, saya memilih tidak menarik tuas kereta karena dampaknya sama sama memakan korban .
Untuk kasus yang kedua saya memilih untuk tidak terlibat sama sekali dengan kasus tersebut .akan mendorong satu orang untuk menyelamatkan lebih banyak orang, karena jika terlibat sama saja saya membunuh orang tersebut
Bagi saya buat apa memiliki moralitas yang baik, jika merugikan orang lain? Lebih baik tidak sama sekali.
Selamat malam pak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Wiranto Oktavian dengan NPM 21530053012 di sini saya akan memberikan analisis saya terkait video diatas yang berjudul Apakah moral? The Trolley Problem. Dari hasil analisis dari video di atas yaitu masalah kereta yang dipaparkan oleh Philippa Foot yang paling tradisional.
Sebuah kereta dengan seorang pengemudi meluncur d jalur rel. Masalah ditemukan ketika kereta yang sedang meluncur cepat tersebut bertemu dengan 5 orang yang berdiri dijalur yang utama. Namun, ada belokan dan ada yang berdiri satu orang di belokan tersebut. Dengan masalah ini jadi, kita bisa memilih apakah memilih yang lebih banyak lebih baik dari pada yang lebih sedikit? Jadi, dengan adanya The Trolley Problem kita bisa menggunakan masalah yang sulit dicari solusinya.
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 211305312
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis video yanga berjudul "Apakah moral" The Trolley Problem
Didalam video tersebut membahas mengenai moral dengan pertanyaan filosofis Trolley problem diilustrasikan dengan membayangkan
1. ketika kita berada dalam kereta api di ruangan pengemudi kereta depan mu kmu melihat terdapat 5 orang terikat di rell, jika kereta melintas maka kereta tersebut akan menabrak ke5 orang tersebut, tetapi terdapat kabar baiknya yaitu terdapat belokan rel sehingga dengan cara menarik tuas kereta maka kereta akan berbelok tetapi ketika dilihat kembali ternyata lintasan tersebut terdapat 1 orang yang terikat , kamu tidak tau cara memberhentikan kereta salah satu caranya hanya dengan menarik tuas dan membuat kereta berbelok. Jika kamu tidak melakukan hal tersebut kereta akan meluncur ke lintasan sebenarnya dan membunuh 5 orang tersebut. Apabila kamu berbelok kamu akan membunuh 1 orang. Kita anggap tidak ada jalan lainlain. Tetap lurus 5 orang mati, sedangkan berbelok 1 orang mati. Keputusan terdapat ditangan kita. Diam dan tetap lurus atau menarik tuas untuk kereta berbelok. Apa yang akan kamu lakukan?
Menurut saya yang akan saya lakukan adalah berbelok karena jika disituasi ini lebih baik 1 orang dibandingkan 5 orang. Saya tau ini bukan keputusan yang baik dan benar tetapi setiap keputusan yang diambil akan memiliki resiko dan tanggung jawab tersendiri.
2. Ketika terdapat satu lintasan saja tidak terdapat cabang tetapi terdapat jembatan, tetapi kali ini kamu tidak didalam kereta melainkan di atas jembatan, didepan mu terdapat orang yang bertubuh besar. Ketika kereta muncul jika kamu mendorong orang tersebut maka kereta akan berhenti dan tidak menabrak 5 orang yang terikat di lintasan rell tentulah orang yang besar tersebut yang akan meninggal dunia. Menurut saya dengan ilustrasi di atas saya tidak akan mendorong orang yang di depan saya karena itu akan membuat saya merasa bersalah dengan menyelamatkan orang di rell tetapi mendorong orang di depan. Keputusan saya memang tidak 100% benar dan baik tetapi tergantung dengan perspektif manusia.
Phillipa Foot tahun 1967 yang melakukan eksperimen untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia yang kemudian dikenal dengan Trolley Problem. Trolley Problem membuat kita berpikir lebih jauh lagi mengenai konsekuensi yang akan kita terima dari sebuah pilihan yang kita ambil. Ketika kita lihat prinsip moral pada kasus pertama, maka pembelajaran moral yang seperti ini maka akan terdapat hal yang harus dikorbankan. Oleh karena itu, moral sering digunakan seagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, genosida, diskriminasi minoritas, pengerusakan lingkungan, industralisasi dll. Hanya dengan alasan demi kepentingan umum dengan mengorbankan yang sedikit seolah sema menjadi benar.
3. Bayangkan jika cabang kereta merupakan satu orang yang terikat di rell terdapat keluarga mu?
Menurut saya, saya akan tetap memilih membelokkan kereta dengan menabrak orang/keluarga karena dia hanya sendiri dan tidak membunuh banyak orang sehingga tidak banyak orang yang meninggal. Saya tau keputusan yang saya buat ini tidak banyak yang menyukai atau menyetujui tetapi tetap dengan perspektif masing-masing manusia. Setiap keputusan yang kita ambil terdapat resiko dan tanggung jawab masing-masing.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
NPM : 2113053073
Kelas : 3C
Berikut ini hasil analisis saya mengenai video yang berjudul “Apakah Moral? ~ The Trolley Problem”.
A. Pada video yang pertama, kita diposisikan sebagai pemegang kendali kereta api (masinis) yang melaju dengan cepat dan terdapat 5 orang yang terikat di rel yang tepat didepannya. Dan di depan ada percabangan rel yang dimana ada 1 orang yang terikat juga. Dari kasus tersebut apa yang harus dilakukan? Dan akan memilih yang mana? Mau mengorbankan 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang atau mengorbakan 5 orang untuk 1 orang. Nah dari hasil analisis video tersebut, banyak orang yang memilih mengorbakn 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang. Namun jika saya diharuskan untuk memilih saya juga akan memilih jawaban yang yaitu membelokkan tuas yang dimana mengorban 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang, karena lebih banyak nyawa yang perlu diselamatkan. Walaupun itu pilihan yang sulit, namun menurut saya tidak ada yang bisa disalahkan diantara ketiganya. Karena musibah tidak ada yang tahu.
B. Pada video yang kedua, kita diposisikan sedang berada diatas jembatan yang dimana jembatan itu berada di atas rel. Di saat kereta api sedang melaju kencang, terdapat 5 orang yang terikat di rel. Dan di depan kita ada 1 orang yang berbadan besar, yang dimana jika kita mendoring orang tersebut bisa menghentikan kereta api tersebut. Dan jika saya diharuskan untuk memilih, maka saya akan memilih mengorbankan 5 orang daripada mendorong 1 orang yang berbadan besar tersebut. Karena jika kita mendorong orang berbadan besar tersebut maka akan tetap saja tidak bisa selamat karena posisi kereta api itu melaju dengan kencang, jadi tentu saja akan tertabrak juga.
Nah dari video yang telah kita lihat bisa disimpulkan bahwa setiap pengambilan keputusan akan selalu dipengaruhi oleh interaksi tarik-menarik antara logika dan moral, dan tentunya terdapat resiko yang akan dihadapi dalam setiap pengambilan keputusan.
NPM : 2113053014
Kelas : 3C
Izin menyampaikan hasil analisis video yang berjudul "apakah moral".
Di dalam ilustrasi video tersebut digambarkan
- Pada kejadian pertama terdapat 5 orang di ikat di perlintasan rel kereta api dan di sebelahnya terdapat 1 orang terikat pula di dalam perlintasan rel kereta api.
- Pada kejadian kedua terdapat 5 orang terikat di dalam perlintasan rel kereta api serta terdapat 2 orang diatasnya.
Jadi, menurut saya disini pada ilustrasi yang pertama saya memilih opsi untuk membelokkan tuas yakni mengorbankan 1 orang daripada mengorbankan 5 orang walaupaun disini sebenarnya sama sama mengorbankan nyawa orang lain.
Lalu pada opsi yang kedua disini saya lebih memilih untuk mengorbankan 5 orang untuk menyelamatkan 1 orang bertubuh besar karena pada ilustrasi video tersebut ketika saya memilih membantu 5 orang tetap saja seseorang yang bertubuh besar tersebut dan 5 orang tersebut tidak akan tertolong.
Lalu dalam video tersebut dipaparkan, Phillipa Foot tahun 1967 yang melakukan eksperimen untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia yang kemudian dikenal dengan Trolley Problem. Adanya The Trolley Problem membuat kita jadi berpikir lebih jauh lagi mengenai konsekuensi yang akan kita terima dan kita dapatkan dari sebuah pilihan yang telah kita ambil dan kita putuskan.
Npm: 2113053197
Izin memberikan analisis video yang berjudul Apakah Moral?
Pada ilustrasi pertama saya memilih tidak menarik tuas untuk kereta tersebut berbelok karena akan berdampak sama, akan sama sama memakan korban
Pada ilustrasi kedua saya tidak akan mendorong 1 orang untuk menyelamatkan banyak orang Karena menurut saya apabila kita sampai mendorong orang tersebut dari atas jembatan belum tentu akan memberhentikan kereta sehingga tidak menabrak kelima korban lainnya,selain itu dengan mendorong orang kita akan terlibat secara aktif dam membunuh.
Maka dari itu moralitas saja tidak cukup dalam sebuah pengambilan keputusan karena moralitas berasal dari diri kita sendiri yang menunjukan perbuatan itu benar atau salah dan moralitas juga nerkaitan dengan egoisme invidu.
Npm : 2013053185
Analisis Vidio
berdiri agak jauh di dekat rel kereta, di depanmu, ada sebuah tuas. Jika kau menarik tuas ini, kereta tersebut akan beralih ke rangkaian rel yang berbeda. Namun, mengetahui bahwa ada satu orang di jalur yang berbeda tersebut dan dia juga terikat. Dalam situasi ini, kau memiliki pilihan:
Tidak melakukan apa-apa, dalam hal ini kereta akan membunuh lima orang di jalur utama.
Tarik tuas, mengalihkan kereta ke jalur samping di mana ia akan membunuh satu orang.
Pertama pindahkan satu orang ke jalur dengan lima orang di atasnya, lalu alihkan kereta ke jalur itu dan bunuh keenamnya. Dengan begitu kau tidak harus memilih siapa yang hidup dan siapa yang mati karena mereka semua mati. Tidak ada masalah moral sama sekali.lempar diri mu di depan kereta. Itu akan memberikan kemungkinan keretanya akan anjlok dari rel dan tidak ada yang akan mati kecuali dirimu. dengan mengubah lajur kereta menggunakan manuver multi-track drifting. Terlepas entah apakah sudah pernah dilakukan didunia nyata, muti-track drifting
Nama : Grace Hanna
Npm : 2113053287
Pada kasus pertama saya memilih untuk tidak menarik tuas dikarenakan dengan saya menarik tuas tetap saja akan ada korban jiwa. Dan saya juga membayangkan jika satu orang itu saya, saya pasti tidak mau jadi korban. Apalagi satu orang itu bukan berada di jalur utama kereta, jika dia dipilih untuk jadi korban itu akan merugikan dia.
Pada kasus dua saya juga tidak akan mengorbankan satu orang hanya demi 5 orang yang terikat di jalur kereta. Saya tidak mau menjadikan orang sebagai "tumbal" hanya untuk beberapa orang yang memang pada dasarnya sudah berada di jalur yang salah.
NPM : 2113053186
Kelas : 3C
Analisis mengenai video:"Apakah moral? ~The Trolley Problem"
Dalam video tersebut kita di berikan sebuah problem atau Maslaah dimana kita harus mengambil tindakan atau keputusan dari dua situasi yang berbeda.
• Problem yang pertama adalah apa yang harus saya lakukan jika saya berada disituasi dalam video tersebut apakah saya akan memilih mengorbankan 1 nyawa untuk menyelamatkan lima nyawa atau sebaliknya saya akan memilih menyelamatkan satu nyawa dan mengkorbankan lima nyawa, dari pertanyaan tersebut saya memilih menyelamatkan lima nyawa dari pada satu nyawa.
• Problem yang kedua adalah saya juga di beri pilihan untuk menyelamatkan lima nyawa atau mengkorbankan satu nyawa dengan mendorong satu orang dari atas jembatan untuk menghentikan kereta, atau mengkorbankan lima nyata dengan tidak mendorong satu orang tersebut. Dalam Problem ini saya akan memilih tidak mendorong satu orang tersebut untuk menyelamatkan lima nyawa.
Padahal dalam kedua situasi tersebut sama sama memakan korban. Yang membedakannya antar problem pertama dan kedua adalah banyak dan tidaknya yang menjadi korban. Jadi kita tidak boleh egois untuk mengorbankan kelompokyang kecil demi suatu kelompok yang besar. Jadi dapat saya simpulkan bahwa moralitas itu berasal dari diri kita sendiri dimana dalam mengambil keputusan itu kita akan melibatkan perasaan dan juga logika. Dan kita akan berpikir apakan keputusan yang kita ambil itu benar atau keputusan yang kita ambil itu salah, karena keputusan yang menurut kita benar belum tentu menurut orang lain benar juga.
2153053040
Izin memberikan hasil analisis video,
Pada ilustrasi yang telah diberikan, dapat saya simpulkan bahwa keputusan harus diambil dengan perhitungan yang matang dan dengan pemikiran yang baik. Hal ini disebabkan karena keputusan yang diambil tidak hanya melibatkan si pengambil keputusan sendiri, melainkan berpengaruh besar pula terhadap orang-orang disekitar. Berlaku pula pada kegiatan kecil yang dialami sehari-hari yang berhubungan langsung dengan orang banyak.
Didasarkan pada ilustrasi, moralitas dikatakan tidak memiliki patokan baik dan buruh, moralitas seringkali merupakan pandangan individu maupun kelompok terhadap hal yang dihadapi.
Demikian analisis video saya, terimakasih.
Mohon maaf atas keterlambatan saya mengirimkan hasil analisis diakibatkan saya baru mengisi paket internet., Terimakasih atas pengertiannya.