Forum Analisis Video 1

Forum Analisis Video 1

Number of replies: 35

Lampirkan analisis anda mengenai video berikut dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM. Dilarang melakukan plagiasi.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Niken Larasati -
Nama : Niken Larasati
NPM : 2113053013
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis video ke 1 : Apakah MORAL? ~ The Trolley Promblem.

Pada video menit ke 1.12 di sebutkan bahwa video ini memiliki tujuan untuk mengahadapi masalah dilematis moralitas. Pertanyaan dilematis tersebut diambil dari pertanyaan filosofis Trolley Promblem. Pada menit ke 1.48 ada situasi genting di sebuah rel kereta yang akan menabrak seseorang yang terikat dalam rel, ada 2 opsi yaitu memilih tetap mengemudi arah lurus dan menabrak 5 korban atau berbelok yang hanya akan menabrak 1 korban, hasil wawancara beberapa orang mereka memilih untuk berbelok agar hanya memiliki 1 korban. Pada menit ke 3.54 disebutkan bahwa akan ada 5 korban yang terikat di rel kereta, namun ada seseorang bertubuh besar diatas jembatan rel yang bisa saja menjadi penghambat laju nya kereta, ada 2opsi pertanyaan yaitu akan memilih mendorong seorang bertubuh besar agar hanya ada 1 korban atau membiarkan kereta melaju sehingga terdapat 5 korban, hasil wawancara beberapa orang memilih tidak mendorong seorang bertubuh besar sehingga ada 5 korban. Jawaban wawancara 1 dan Wawancara 2 berbeda yang menunjukan adanya dilema moralitas. 

Kemudian dalam video menit ke 6.12 terdapat pengenalan Philippa Foot, Tahun 1967, Foot mengadakan eksperimen (Trolley Problem) menyebutkan konteks moral kondisi perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia. The Trolley Promblem ini memiliki tujuan agar kita dapat berpikir luas dari konsekuensi sebuah pilihan yang berdasarkan nilai moral atau hanya pembenaran. Pada menit ke 7.20 dijelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari moral sering di salahgunakan dalam segala hal seperti memilih korban yang sedikit untuk dinilai lebih bermoral dan menyelamatkan korban yang lebih banyak. Dalam video menit ke 8.43 ditunjukkan bahwa bisa menggunakan Trolley Promblem untuk masalah moralitas, dijelaskan bahwa mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak itu bukan pilihan yang tepat untuk alasan moralitas. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pada intinya moralitas tidak dapat dilihat dari seberapa banyak atau dikit nya korban hanya untuk kepentingan belaka.

Sekian, Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Vivia Febbrilian 2113053050 -
Nama: Vivia Febbrilian Agrifina
NPM: 2113053050

Setelah menyimak Video yang berjudul (Apakah Moral? The Trolley Problem) maka saya mendapatkan hasil analisis yakni pada awal video penonton disajikan sebuah persoalan dilematis tentang moralitas digambarkan lewat scenario pertama yakni lima orang yang terikat ditengah rel kereta yang mana akan ada sebuah kereta yang melaju melewati rel tersebut, kita diminta untuk memilih cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut, 90% partisipan dalam video memilih mengorbankan satu orang agar lima orang yang lain selamat dari kereta tersebut. Namun di scenario kedua dengan kasus serupa dengan penyelesaian yang sedikit berbeda menghasilkan 90% partisipan memilih untuk tidak mendorong satu orang untuk menyelamatkan lima orang yang lain dengan alasan disini kita langsung berperan aktif dalam mendorong orang, namun jika kita sadari pada scenario satu kita juga berperan aktif dalam memencet tuas hingga mengorbankan satu orang yang lain itu. Dan dari sinilah moralitas menjadi sebuah dilema.

Pada menit ke 6:10 dijelaskan bahwa tahun 1976 silam Philippa foot mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal dengan Trolley Problem yakni sebuah eksperimen yang disajikan diawal video yang telah saya jelaskan diatas, yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan euthanasia. Studi ini kemudiann menjadi semakin penting saat perkembangan (AI) dimana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral berbagai kondisi yang terjadi, the trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Lalu pembahasan dilanjutkan dengan banyak kasus dengan statement mengorbankan sesuatu yang kecil demi menyelamatkan susatu hal yang besar. Hal ini membuat banyak pertanyaan mengenai kebenaran suatu moral.

Pada akhirnya yang dapat saya ambil adalah tentang bagaimana dalam mengambil suatu keputusan baiknya didasari dengan logika dan juga moral, karena sejatinya hidup ini adalah tentang pilihan yang akan mendatangkan ke suatu tujuan, itulah pentingnya memahami moral agar dalam sebuah keputusan tidak didasari dengan satu aspek moralitas saja, namun diperlukan aspek aspek lain seperti realitas dan efesiensi untuk mencapai hasil yang tepat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by PUTRI ADELIA RIZALDY -
Nama: Putri Adelia Rizaldy
NPM: 2113053021
Kelas: 3G

Hasil analisis video 1

Didalam video ditujukan untuk menjelaskan tentang cara menghadapi masalah dilematis moralitas pada saat keadaan genting. Kemudian diberikan perumpamaan bagaimana jika kereta menabrak 1 orang dan menyelamatkan 5 orang atau sebaliknya dengan cara membelokkan tuas kereta, dan setelah melakukan wawancara mayoritas jawabannya akan meneyelamatkan yang 5 orang, dan kemudian diberikan lagi perumpamaan bagaimana jika menjatuhkan seseorang bertubuh besar untuk menyelamatkan 5 orang tersebut, setelah melakukan wawancara sebagian besar oorang-orang menjawab tidak menjatuhkan orang yang bertubuh besar dan dapat disimpulkan bahwa kejadia tersebut merupakan dilematis moralitas.
Philippa foot pada tahun 1967, foot mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai trolley problem, contoh dari pertanyaan yang baru saja kita mainkan yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti perang, penyiksaan, Drone, aborsi, dan euthanasia. Di mana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The trolley problem membuat kita berpikir jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Apakah itu dibuat berdasarkan moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh yang terdapat pada video Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih baik adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah pembenaran belaka. Bahkan sepanjang hidup kita pelajari moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Maka tidak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk memberangus etnis tertentu , diskriminasi pengrusakan lingkungan industrialisasi hanya dengan alasan demi perdamaian dunia demi kepentingan umum dan demi kelompok yang lebih besar atau karena 90% orang berpikir demikian tak mengapa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar lantas semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Angelia Agustin -
Nama : Angelia Agustin
NPM : 2113053162

Izin memberikan analisis terkait video 1 dengan judul "Apakah Moral? -The Trolley Problem- "
Contoh pertanyaan filosofi, bayangkan suatu hari kamu berada dalam sebuah situasi genting. Kamu berada dalam ruang kemudi kereta yang bergerak sangat kencang. Didepan mu, kamu melihat ada 5 orang yang terikat di rel dan tidak bisa bergerak, jika kereta tetap melaju lurus maka kelima orang tersebut akan meninggal. Kabar baiknya didepan mu terdapat cabang perlintasan yang mampu membuat kereta berbelok, hanya dengan menarik tuas yang di ruang kemudi tersebut. Tapi masalah ada juga 1 orang yang terikat pada rel satunya. Dari survei yang dilakukan, kebanyakan orang akan menjawab berbelok dengan hanya satu orang terbunuh daripada berjalan lurus daripada lima orang terbunuh. Prinsip moralnya lebih baik menyelamatkan 5 orang daripada hanya 1 orang. Apakah dengan menyelemat kan 5 orang dan membiarkan 1 orang itu adalah pilihan yang baik?
Sekarang kita ubah skenarionya, sebuah rel kereta melaju cepat dan ada 5 orang terikat direl, kali ini hanya ada 1 rel saja tidak ada cabang perlintasan. Diskenario ini kamu tidak didalam kereta, melainkan berada di atas jembatan yang berada di atas rel kereta. Lalu didepanmu ada seseorang yang bertubuh sangat besar, kamu tahu jika kamu mendorong orang tersebut lalu jatuh diatas kereta maka kereta itu akan berhenti dan bisa menyelematkan 5 orang yang terikat tapi orang yang kamu dorong akan mati. Tapi jika kamu tidak mendorong orang bertubuh besar itu maka kereta akan menabrak 5 orang yang terikat itu dan akan mati. Dari survei yang dilakukan, kebanyakan orang akan menjawab tidak mendorong sehingga berdampak 5 orang akan meninggal karena tertabrak kereta. Padahal beberapa waktu lalu ada yang beranggapan lebih baik mengorbankan 1 orang daripada 5 orang. Hal tersebut karena skenario pertama dan kedua berbeda, skenario kedua kamu betindak aktif yaitu mendorong orang sedangkan skenario pertama bertindak aktif juga tapi tidak langsung ke orangnya, yaitu menarik tuas yang menyebabkan kereta berbelok.

Philippa Foot, mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal dengan Trolley Problem. Eksperimental sari pertanyaan yah baru saja kita mainkan, yang telah diadaptasi untuk memhami konteks koral dalam berbagai kondisi, seperti : perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia. The Trolley Problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepda hasil akhirnya? Dan bagaimana kita mengekspresikanya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang bermoral? Atau hanya sebuah pembenaran belaka? Sepanjang hidup kita, pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin. Bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Maka tak heran, jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh pengusa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, genocide, diskriminasi minoritas, pengrusakan lingkungan, industrialisasi dsb. Hanya dengan alasan demi perdamaian dunia, demi kepentingan umum, demi kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah, atau karna 90% orang berfikir bahwa tidak papa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar sehingga semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral. Apakah mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak salah pilihan yang lebih baik? Apakah hanya Karena kita merasa itu tidak dilakukan oleh tangan kita sendiri lantas kita boleh menyetujuinta atau membiarkan itu terjadi? Kita dapat menggunakan Trolley Problem untuk bertanya mengenai persoalan moralitas dari hal-hal seperti, apakah mengorbankan tumbuh kembang anak kita saat ini dengan alasan pekerjaan demi masa depannya sehingga anak kita jadi anak pembantu merupakan pilihan moral yang lebih baik atau hanya pembenaran semata dari orang tua yang egois?
Saat ini kita diberitahu, bahwa moralitas terlalu sering menjadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau memiliki kepentingan. Karena pada akhirnya moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.

Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Liyana Qayyimah -
Nama : Liyana Qayyimah
NPM :2113053189
Kelas :3G

Izin mengirimkan hasil dari analisis video yang berjudul "Apakah Moral? -The Trolley Problem". Dari video tersebut saya diajarkan bahwa moral selalu berkaitan dengan pikiran serta perasaan, dimana permasalahan pertama memaparkan masalah tentang kereta yang melaju kencang dihadapkan dengan dua pilihan, berbelok dengan menabrak satu orang atau memilih lurus dengan menabrak lima orang. Rata-rata jawaban termasuk saya memilih untuk menabrak satu orang saja dengan menggerakkan tuas agar dapat menyelamatkan lima orang tersebut. Kita berfikir dengan memilih menyelamatkan lima nyawa kelima orang tersebut lebih baik di banding menyelamatkan satu nyawa tetapi membuat lima orang tewas tertabrak kereta. Lalu pada video tersebut dipaparkan kembali masalah baru yakni, kereta yang melintasi jembatan akan menabrak lima orang. Kemudian kita diposisikan berada diatas jembatan dengan orang yang berbadan besar. Jika kita mendorong orang tersebut maka lima nyawa kelima orang tersebut terselamatkan. Akan tetapi di permasalahan kedua banyak jawaban yang memilih untuk tidak mendorong orang tersebut karena berfikir hal tersebut tidak bermoral.
Mereka dilema karena di satu sisi berfikir untuk menyelamatkan orang lain, tapi di sisi lain mereka merasa bahwa tindakan tersebut tercela karena mengorbankan satu orang secara langsung. Padahal jika dilihat kembali dari permasalahan pertama hal ini sama saja, hanya saja cara yang digunakan berbeda. Ketika diulas kembali kenapa kita tidak mengorbankan saja kelima orang tersebut untuk menyelamatkan satu nyawa yang ada di rel kereta? Karena kita merasa hal tersebut tidak langsung berkaitan dengan diri sendiri. Bayangkan ketika nyawa satu orang yang dikorbankan di rel kereta berasal keluarga sendiri pasti akan menimbulkan pemikiran untuk mengorbankan untuk mengorbankan kelima nyawa orang tersebut. Hal ini disebabkan adanya pikiran atau logika dan perasaan sehingga timbul kebimbangan pada diri sendiri. Apakah harus mengikuti pikiran atau perasaan ketika menghadapi permasalahan tertentu. Kemudian dapat disimpulkan juga bahwa setiap permasalahan akan memiliki konsekuensinya sendiri tinggal bagaimana cara kita menanggapinya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by INDIKA SALSABILA -
Nama : Indika Salsabila
NPM : 2113053276
Izin menyampaikan hasil analisis terkait video 1 dengan judul “ Apakah Moral?~The Trolley Problem”.
Dalam video tersebut kita diberikan sebuh contoh ilustrasi dari sebuah penerapan moral yang baik. Yang dimana dalam video tersebut kita harus memilih untuk membunuh 5 orang atau 1 orang. Pasti kebanyakan dari kita akan memilih membunuh 1 orang dari pada 5 orang tersebut. kemudian, kita juga diberikan skenario kedua yang dimana disitu kita diminta untuk memilih antara mendorong 1 orang untuk menyelamatkan 5 orang tersebut kemudian atau kita memilih untuk mengorbankan 5 nyawa yang terikat direl. Dan dari survey jawaban kebanyakan seseorang memilih untuk tidak mendorong tersebut. Dari sini terlihat adanya perbedaan jawaban dari jawaban sebelumnya, hal tersebut menunjukkan banyak orang yang belum memahami mengenai konsep moral dan kapan sebuah moral dikatakan penerapannya atau pengimplementasiannya sudah tepat ( menit 3:42 – 6:02).

Karena belum memahaminya konsep moralitas tersebut, banyak orang yang salah konsep atau salah persepsi. Lebih baik mengorbankan 1 dari pada 5, atau mengorbankan hal yang kecil untuk yang besar. Coba kita pahami lagi pada tahun 1967 seseorang bernama Philippa Foot mengajukan eksperimen yang kemudian dikenal sebagai Trolley Problem. Yang dimana Trolley diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi. Adanya Trolley Problem membuat kita sadar terkadang kita mengambil keputusan bukan berdasarkan moral melainkan berdasarkan hasil akhir. Oleh sebab itu banyak penguasa yang memanfaatkan moral untuk kepentingan dirinya atau bahkan kelompoknya dengan mengatasnakan demi kebaikan negara. Padahal mengorbankan hal kecil untuk sebuah hal besar tidak semuanya dan selamanya benar. Kita juga harus merasakan membayangkan hal kecil tersebut dengan membayangkan, agar kita tahu ternyata hal kecil yang kita korbankan justru merasa yang paling tersakiti dan dirugikan ( menit 8:38). Jadi,  sampai saat ini kebanyakan orang menganggap moralitas ternyata hanyalah soal egoisme manusia dengan mengatasnamakan dirinya atau kelompok tertentu.

Terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by ADINDA RAHMADHINA -
Nama : Adinda Rahmadhina
NPM : 2113053096

Izin menanggapi dari video yang ada pada menit ke 06.52 sampai menit 09.55

Menurut saya dalam penyampaian apa arti moralitas itu dengan menggunakan sistem analisis sebuah kereta yang melaju kencang tetapi di rel kereta tersebut ada 5 orang terikat di rel lurus dan 1 orang terikat di rel sisi belokkan, jika kereta terus melaju maka orang tersebut akan meninggal dunia. Dari kebanyakan pendapat yang ada kita harus mengambil tuas ke arah belokkan agar hanya membunuh 1 orang saja, dengan prinsip lebih baik membunuh 1 orang daripada harus membunuh 5 orang sekaligus. Lalu apakah memilih 1 orang daripada 5 orang merupakan pilihan yang baik? Jika ada ilustrasi lagi berupa 5 orang yang terikat di rel kereta api lalu kamu berada di atas gapura rel kereta dan di sampingmu ada seseorang yang memiliki badan besar apakah kamu akan mendorong orang tersebut untuk menghentikan laju kereta dan menyelamatkan 5 orang yang terikat tadi? Dari kebanyakan jawaban yang di berikan mereka tidak mau mengorbankan 1 orang yang besar tadi karena alasannya merupakan tindakan yang aktif. Padahal ilustrasi pertama dan kedua sama-sama memiliki tindakan yang aktif, oleh karena itu di sini moralitas menjadi sebuah dilema.
Kembali ke tahun 1967 silam ikut mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai troli problem eksperimental dari pertanyaan yang baru saja kita mainkan yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti perang, penyiksaan, aborsi dan euntanasia. Studi ini kemudian menjadi sangat penting saat perkembangan artifical intelligence, machine learning di mana mesin diberi alkontrol untuk mengambil keputusan yang mana yang lebih bermora pada berbagai kondisi yang terjadi, sedangkan the trolly problem membuat kita Berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan Apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari, apa kamu mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah pembenaran belaka. Pelajaran Moral ini sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar maka tidak heran jika kemudian orang sering digunakan sebagai alat Penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang memberangus etnis tertentu genoside diskriminasi minoritas lingkungan industrialisasi dan lain sebagainya hanya dengan alasan demi perdamaian dunia demi kepentingan umum dan kelompok yang lebih besar dengan masa depan lebih cerah.
Kita dapat menggunakan troli problem untuk bertanya mengenai persoalan moralitas dari hal-hal seperti :
Mengenai persoalan moralitas dari hal-hal Seperti apakah mengorbankan tumbuh kembang anak kita saat ini dengan alasan pekerjaan demi masa depannya sehingga anak kita lantas jadi anak membantu merupakan bidang moral lebih baik atau hanya pembenaran semata dari orang tua yang egois?
Apakah diskriminasi dan stigmatisasi kelompok minoritas oleh kaum mayoritas atau yang merasa dirinya paling benar paling berkuasa dengan masa kepentingan umum atau kepentingan mayoritas dapat dibenarkan?
Apakah perang terhadap sekelompok orang etnis tertentu perlu membuat onar dengan mengorbankan orang yang tidak bersalah hanya demi alasan perdamaian dan ketertiban dunia merupakan pilihan yang lebih bermoral?
Dalam konteks berpikir mengorbankan yang lebih sedikit daripada yang banyak mungkin itu jadi pilihan yang lebih bermoral? Bagaimana jika posisi berbeda Kamu adalah si anak bukan sang orang tua, dan kamu si minoritas bukan si mayoritas, Kamu adalah korban bukan pemenang perang.
Moralitas memang terlalu sering jadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan sebab pada akhirnya moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri

Sekian, terima kasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Lia Nanda Agustina -
Nama : Lia Nanda Agustina
NPM : 2113053077

Izin mengirimkan analisis video ke-1 yang berjudul " Apakah Moral?~ The Trolley Problem "

Setelah mengamati video yang disajikan dapat dianalisis bahwa dalam video sedang membahas sebuah persoalan dilematis tentang moralitas. Dalam video diumpamakan kita sedang dihadapkan pada situasi yang sulit yaitu sedang berada dalam ruang kemudi kereta yang bergerak terus melaju. Lalu terdapat pilihan dimana pilihan 1 lanjut maju terus maka kan membuat 5 orang meninggal dan pilihan ke-2 berbelok maka akan membuat 1 orang meninggal,lalu apa yang akan kamu lakukan?. Menurut survey kebanyakan orang akan memilih untuk membelokkan tuas. Dapat diambil prinsip moral nya bahwa Lebih baik menyelamatkan 5 orang daripada hanya 1 orang. Kemudian scenario kedua ketika kita berada di atas jembatan dan ada 1 orang bertubuh besar juga,dan berfikir apabila mendorong seorang bertubuh besar ini maka akan bisa menyelamatkan 5 orang karna otomatis orang yang bertubuh besar ini akan bisa membuat kereta berhenti. namun hasil survey membuktikan bahwa orang kebanyakan memilih untuk tidak mendorong. Mengapaa? karna kebanyakan orang takut karna ketika mendorong orang itu merupakan perbuatan aktif. Namun padahal dalam scenario pertama juga menarik tuas untuk membelkokkan adalah perbuatan aktif. Maka dari itulah moralitas menjadi sebuah dilema.

Philippa Foot saat tahun 1967 mengajukan eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem. Dalam studi terdapat mesin kontrol untuk mengambil keputusan mana, yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Lalu apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral? bahkan sepanjang hidup kita pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin. Bahwa memang selalu ada yang harus dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Dan pada akhirnya moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompok nya sendiri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Kadek Asih Septiyani -

Nama : Kadek Asih Septiyani

NPM : 2113053213

 

Iizn menyampaikan analisis dan pandangan saya terhadap video 1

Video ini menjelaskan tentang sebuah persoalan dilematis mengenai moralitas yang disampaikan pada menit 1:15. Jika kita dihadapi pada masalah yang sulit, keadaan yang sulit, dan keputusan yang sulit yang berkaitan dengan moralitas maka kita harus melihat dan menganalisis dari berbagai aspek dan sisi. Dalam video sejak menit 1:50 disajikan persoalan pertama bahwa jika kita dihadapkan dengan dua kondisi/pilihan, kita diharuskan memilih diantara pilihan pertama yaitu kereta terus melaju lurus dengan menabrak 5 orang atau pilihan kedua yaitu kereta berbelok dengan menabrak 1 orang yang dimana artinya kita menyelamatkan 5 pada jalur lurus tersebut. Dalam pilihan kita, kita harus memilih antara mengedepankan moralitas dengan menyelamatkan 1 orang atau menyelamatkan kelompok yang lebih besar yaitu 5 orang tersebut. Banyak diantara kita pasti akan berlogika memilih pilihan kedua, namun tanpa kita sadari dan kita bayangkan bagaimana perasaan dari 1 orang pada pilihan pertama yang kita pilih tertabrak kereta.

Lalu pada menit ke 3:52 persoalan diganti lagi, kita diberi pilihan untuk membiarkan kereta menabrak 5 orang di atas rel atau mendorong satu orang berbadan besar yang berada di atas jembatan untuk menyelamatkan 5 orang di atas rel.  Namun menurut kebanyakan orang justru kebalikan dari persoalan pertama, mereka lebih memilih mengorbankan 5 orang dibandingkan mendorong 1 orang berbadan besar. Adapun alasannya karena pada persoalan kedua ini terjadi perbuatan aktif yaitu mendorong orang. Tapi tanpa disadari, menarik tuas untuk kereta berbelok dan menabrak 1 orang juga merupakan perbuatan aktif.

Nah, dengan dua persoalan tersebut munculah pertanyaaan “bagaimana sebenarnya moralitas itu?”

Lalu pada menit 6:11 dijelaskan Philippa Foot pada tahun 1967 mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal dengan Trolley Problem, dimana eksperimen ini bertujuan untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan eutanasia. Trolley Problem ini mengajak kita untuk berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, apakah pilihan yang kita pilih itu berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya.

Dalam dari permisalan yang ada pada video tersebut tersirat bahwa moralitas sering disalahgunakan untuk kepentingan kelompok besar, tanpa memikirkan penerapan dari moral itu sendiri. Disadari atau tidak, ini sudah menjadi doktrin. Menurut saya, semua pilihan yang disajikan di video tidak ada yang tepat dan tidak bisa dinyatakan benar jika memang kejadian itu benar terjadi sebab ini berkaitan juga dengan keputusan mana yang paling bijak. Pastinya semua orang memiliki pendapat berbeda-beda jika membahas permisalan atau pilihan tersebut. Namun pada kenyataannya, disadari atau tidak bahwa banyak orang atau pihak yang mengatasnamakan moralitas untuk kepentingan pribadinya. Terkadang seseorang akan dikuasi oleh sikap egoisme yang ada dalam dirinya dengan mebenarkan segala keputusannya tanpa menerapkan moralitas yang sebenarnya, sehingga banyak kasus yang menyepelekan dan mengesampingkan kaum minoritas. Seseorang yang berhasil menindas kaum yang lebih kecil mungkin tidak merasakan dan membayangkan bagaimana jika mereka ada diposisi yang ditekan dan disakiti tersebut, sehingga mereka selalu mengatasnamakan moralitas atas perbuatan mereka.  Oleh karena itu, kita perlu adanya pemahaman dan mempelajari tentang moral itu sendiri agar kita siap dan sigap dalam menghadapi permasalahan yang mungkin terjadi (berkaitan dengan moralitas).

Sekian, terimakasih.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by DEVARA TRIAMONICA -

Nama               : Devara Triamonica

NPM                 : 2113053030

No. Absen       : 03

Kelas               : III (Tiga)

Setelah saya mengamati dan menonton video diyutube yang berjudulkan “Apakah Moral? The Trolley Problem” saya dapat menganalisis video ke 1 tersebut. Pada menit ke 1.40 penonton di ajak untuk berfikir menganai skenario yang di buat oleh content creation. Kita di ajak untuk membayangkan, jika suatu hari kita berada di situasi genting, kita berada diruang kemudi kereta yang sedang bergerak kencang dan di real kereta ada 5 orang yang terikat kencang. Tapi di depat kita ada cabang perlintasan kereta yang hanya dengan menarik tuas yang ada didepan. Tetapi di cabang tersebut ada orang yang juga terikat di cabang real tersebut. Kita anggap tak ada kemungkinan lain, lurus=5 orang meninggal dan belok= 1 orang meninggal. Dari 5 orang yang di beri pertanyaan tersebut 4 orang menjawab belok dan 1 orang menjawab lurus. Karena menurut mereka mending 1 orang yang meninggal dari pada 5 orang yang meninggal, mereka lebih memilih mengorbankan 1 orang demi menyelamatkan 5 orang. Prinsipnya moralnya adalah lebih memilih menyelamatkan 5 orang daripada hanya 1 orang.

Skenario yang kedua, sebuah kereta bergerak cepat menuju 5 orang yang terikat di real. Tetapi didalam skenario ini kita gak berada di dalam kereta tetapi di jembatan dan didepan kita ada orang yang bertumbuh besar. Apakah kita akan mendorong orang besar ke real dan orang besar itu akan meninggal. 90% orang tidak memilih mendorong dan 10% orang memilih mendorong. Alasannya karena pada skenario kedua ini terjadi perbuatan aktif yaitu mendorong orang. Nah dari kedua skenario tersebut moralitas menjadi dilema.

Pada menit 6.12 di perkenalkan Phillippa foot pada tahun 1967, food  membuat sebuah eksperimen yang dikenal dengan Trolley Problem. Sebuah eksperimental seri pertanyaan seperti yang telak kita lakukan tadi, yang di adaptasi untuk memehami konteks koral dalam berbagai kondisi, seperti: Perang, penyiksaan, drone, aborsi dan euntanasi. The trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh dari konsekunsi dari sebuah pilihan yang dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnnya. Dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang bermoral? Atau hanya pembenaran belaka? Dikehidupan kita sudah tertanam di pikiran kita bahwa selalu ada pengorbanan demi kepentingan yang lebih besar. Maka hal ini sering di jadikan oleh para penguasa untuk membenarkan perang, memberantas etnis tertentu, genocide, diskriminasi minoritas, perusakan lingkungan untuk perdamaian dunia dan demi masa depan yang lebih cerah. Dalam kontek berfikir mengorbankan yang sedikit demi yang banyak mungkin itu merupakan hal yang lebih bermoral, coba jika kita berada di sisi yang berbeda. Dari skenario satu dan 2 dan penjelasan di dalam video. Bahwa moralitas memeang sering dijadikan sebagai alat pembenaran, saat kita berada diposisi yang menguntungkan. Moralitas ternyata hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinnya atau kelompok sendiri. Jadi sebenarnya moralitas tidak boleh dijadikn sebagai pembenaran belakang.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by FADHILA OCTAVIANA -
Nama : Fadhila Octaviana
NPM : 2153053030

Izin memaparkan hasil analisis saya,

Pada topik video analisis kedua adalah mengenai kekerasan di lingkungan sekolah. Disini dapat kita dengar bahwa lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak malah berujung menjadi tempat yang paling ingin dijauhi oleh anak akibat terdapat kekerasan pada lingkungan sekolah tersebut.

Seperti, beberapa kasus yang dibeberkan oleh sang presenter dengan mengambil beberapa kasus yang terjadi di tahun yang sama dengan alasan yang bermacam-macam.

Pada kasus pertama ditemukan di SDN Kebayoran Lama, Jakarta. Akibat dari perkelahian adu mulut, seorang siswa SD meninggal.
Lalu, kasus kedua ada pada salah satu sekolah di jawa barat. Kekerasan yang dialami korban meningkat menjadi sebuah perundungan kontak fisik menggunakan minuman beku yang dilempar kepada korban.
Selanjutnya, kasus ketiga yang berada di salah satu sekolah di bandung. Perkelahian ini terjadi tidak saat sedang berada di lingkungan sepi melainkan saat melakukan sebuah perlombaan senam hari guru, yang lagi-lagi mengakibatkan seorang siswa SD meninggal dunia. Dalam kasus ini sang pelaku diberikan sebuah pembinaan karena terdapat masalah kesehatan mental didalam nya yaitu depresi berat.

Dari beberapa kasus itu, kita tidak bisa sembarangan dalam melakukan penanganan, harus benar-benar kita telusuri dengan cermat mengenai sebab-akibat yang terjadi. Selain itu, kasus ini juga tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pihak sekolah, karena siswa SD termasuk ke dalam golongan anak dibawah umur, oleh karena itu kita harus melibatkan pihak orang tua dalam menangani kasus tersebut agar kasus-kasus sebelumnya benar-benar hilang atau tidak dapat muncul kembali di lingkungan sekolah dasar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Mutiara Astuti -
Nama: Mutiara Astuti
NPM: 2113053280
Kelas: PGSD 3G

Analisis Vidio 1
Isi dari video pertama ialah kita diajak untuk menghadapi sebuah persoalan dilematis tentang moralitas.

Yang pertama kita diberi ilustrasi yang mana ada kereta yang sedang melaju dan di depannya ada lima orang yang terikat. Pada lintasan rel kereta tersebut memiliki cabang atau belokan yang mana data tersebut bisa memilih untuk tetap lurus maupun berbelok. Sayangnya maupun kereta ini memiliki cabang atau belokan pada rel yang berbeda satu orang yang terikat juga. Maka dari itu mayoritas orang banyak yang memilih agar kereta tersebut berbelok dan menewaskan satu orang dibandingkan kereta tetap berjalan lurus dan harus mengorbankan lima orang.

Adapun ilustrasi berikutnya masih mengenai kereta. Kereta tersebut memiliki lintasan rel yang lurus dengan Lima orang terikat di depan kata tersebut, tapi disisi lain di jalan tersebut memiliki sebuah lorong atau jembatan yang di atasnya ada dua orang yang satu bertubuh kecil dian satunya bertubuh besar. Di sini kita memiliki dua pilihan yang mana Kita bisa mendorong orang yang bertubuh besar untuk jatuh ke bawah ke rel kereta dan menghentikan kereta serta menyelamatkan lima orang atau tidak mendorong orang bertubuh besar dan membiarkan kereta tetap berjalan lurus pada rel yang akan menewaskan lima orang di depannya yang sedang terikat. Dan jawaban orang pada umumnya pada video tersebut memilih untuk tidak mendorong orang yang bertubuh besar dan mengorbankan lima orang yang akan meninggal dunia

Philipa foot adalah seorang Filosofis Inggris yang pada tahun 1967 ia mengajukan sebuah ekperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem.
the trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Apakah itu berdasarkan kepada hasil akhirnya Dan bagaimana kita mengekspresikan nya dalam kehidupan sehari-hari. Dari permasalahan dalam ilustrasi tersebut pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar maka tidak heran jika dikemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, gen usai, diskriminasi minoritas, pengerusakan lingkungan, dan lain lain hanya dengan alasan demi perdamaian dunia, demi kepentingan kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah atau kata orang berfikir demikian tidak mengapa mengorbankan yang lebih sedikit untuk yang lebih besar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Alifah Puji Astuti -
Nama: Alifah Puji Astuti
NPM: 2113053173

Pada video apakah moral? The trolley problem ini, di dalam video terdapat eksperimen mengenai tindakan apa yang akan di ambil. Eksperimen itu di sebut trolley problem tujuan nya adalah untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti aborsi, perang, penyiksaan dan eutanasia. Dan semakin mengikuti zaman atau pada saat perkembangan artifical intelligence, marchine learning ini semakin penting untuk mengambil keputusan pada berbagai kondisi, seperti mengambil keputusan mana yang lebih bermoral. The trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi pilihan yang kita ambil. Apakah keputusan itu di buat berdasarkan nilai moral tertentu atau hasil akhirnya. Dan bagaimana kita mengekspresikan nya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak sesuatu yang lebih bermoral atau sebuah pembenaran belaka, kita sering mendengar hal tersebut. Bahkan sepanjang hidup pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin, memang harus ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Oleh sebab itu tak heran lagi jika moral sering digunakan oleh sebagian orang atau penguasa sebagai alat untuk hal hal yang tidak baik dengan alasan demi perdamaian dunia, kepentingan umum, kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah. Banyak orang jadi berfikit tidak apa mengorbankan sedikit untuk hal yang lebih besar seolah oleh hal itu benar dan bermoral.

Apakah mengorbankan yang sedikit untuk hal yang lebih banyak adalah hal yang lebih baik, tentu hal itu tidak selama nya baik. Kita dapat menggunakan trolley problem untuk bertanya tentang persoalan moralitas dari hal hal seperti apakah mengorbankan tumbuh kembang anak dengan alasan pekerja dan masa depan, dan anak di rawat oleh pembantu adalah hal yang benar apakah pilihan moral yang baik atau hanya pembenaran semata dari orang tua yang egois. Ada lagi contoh Deskriminasi dan stigmatisasi kelompok minoritas oleh kaum mayoritas, dengan alasan demi kepentingan umum atau kepentingan mayoritas apakah hal itu dapat di benarkan. Hal hal tersebut termasuk contoh hal tidak bermoral. Dari sini dapat di simpulkan bahwa moralitas memang sering menjadi alat pembenaran di saat berada di posisi yang di untungkan atau memiliki kepentingan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by SILFIA MARCA ATIKA APRILIANA -
Nama : Silfia Marca Atika Apriliana
Npm:2113053095

Dalam video ini kita dihadapkan pada persoalan dilematis mengenai moralitas yang digambarkan dengan 2 scenario kejadian yang berbeda, Pada scenario pertama terdapat permasalahan sebuah kereta yang melaju dengan dihadapkan pada dua pilihan apabila berjalan lurus maka akan menabrak 5 orang dan apabila berbelok maka akan menabrak 1 orang. 90% jawaban partisipan adalah memilih berbelok dan mengorbankan 1 orang agar kelima orang tadi selamat.Lalu pada scenario kejadian kedua masih dengan permasalahan yang sama namun dengan penyelesaiaan yang berbeda yakni dengan memberikan pilihan mendorong seseorang yang bertubuh besar agar dapat menghentikan kereta melaju untuk menyelamtkan 5 orang atau tidak mendorong 1 orang tersebut namun mengorbankan 5 orang.Dalam scenario kedua ini kebanyakan pastisipan memilih untuk tidak mendorong dengan alasan berperan aktif dalam kejadian ini saat mendorong orang. Namun pada scenario sebelumnya sudah termasuk berperan aktif yakni dengan menarik tuas agar kereta berbelok dan mengakibatkan 1 orang tertabrak.

Scenario yang sudah dipaparkan diatas merupakan trolley problem yakni sebuah eksperimen yang diajukan oleh Philippa foot pada tahun 1976.Trolly problem tersebut diberikan agar kita memahami konteks moral dalam berbagai situasi atau kondisi.Trolly problem.Disini kita sebagai pemegang kendali dalam pengambilan keputusan dalam berbagai situasi yang ada.Trolly problem ini memberikan pemikiran kita terhadap konsekuensi yang didapat dari setiap pilihan.
Hal yang dapat diambil dari video ini adalah pemaknaan bahwa hidup akan selalu dihadapkan pada suatu pilihan yang mana setiap pilihan yang diambil akan ada konsekuensi yang didapat.Setiap keputusan akan memiliki beban moralitasnya masing – masing disini tinggal bagaimana cara menyikapinya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by FRENIKA SUPIYATI -
NAMA : Frenika Supiyati
NPM : 2113053075
KELAS : 3 G
PRODI : PGSD

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin mengemukakan hasil Analisis Video 1 berjudul Apakah MORAL? ~ The Trolley Problem

Divedeo tersebut berisi tentang permasalahan yang dihadapi ketika dihadapkan sebuah pilihan problematika dilematis tentang moralitas

Dimenit 1:45 terdapat Skenario pertama yaitu tentang kereta api yang melaju kencang yang tidak terkendali di sebuah rel kereta. Kereta akan menabrak dan melindas 5 orang yang ada di sebuah jalur rel kereta, mereka tidak dapat menghindar bahaya yang akan terjadi. Kita hanya memiliki kesempatan di depannya ada sebuah tuas yang memberikan pilihan untuk mengubah jalur kereta tersebut untuk hanya menabrak 1 orang yang terperangkap. Apakah akan memutar tuasnya agar 5 orang terselematkan dan hanya menyebabkan 1 korban?
Dengan demikian, hanya ada dua kemungkinan, yakni:
1. Tetap membiarkan troli/jalur rel melaju lurus dan menabrak 5 orang
2. Berbelok, dan masuk ke jalur samping, kemudian menabrak 1 orang.
Nah, tentu saja disinilah dilema nya akan muncul. Secara umum tentu saja ada orang yang akan memilih memindahkan jalur rel, karena hal itu dapat menyelamatkan 5 orang, meskipun harus membunuh 1 orang dalam prosesnya
Sayang, jika dipahami lebih dalam, apakah itu merupakan keputusan yang benar? Mempertimbangkan jika kita menarik tuasnya, maka kita secara langsung bertanggung jawab atas kematian 1 orang tersebut.
Kebanyakan orang memilih, di mana membiarkan korban yang lebih sedikit lebih baik ketimbang korban yang lebih banyak. Maka lebih banyak yang akan memilih berbelok, meski sebenarnya jalur samping tak tahu mengarah ke mana. Meski demikian, apapun pilihan kita, akan tetap dipertanyakan secara moral. Karena, akan ada korban yang meninggal.

Pada menit 3:53 yaitu Skenario yang kedua sama halnya dengan sekenario pertama , tetapi kali ini kita berdiri di sebuah jembatan di atas rel kereta dan tidak dapat mengubah jalur persimpangan kereta. Kali ini,kita hanya dapat mendorong seorang pria berbadan besar yang ada di samping, mendorong dia jatuh ke bawah sehingga dia akan ditabrak kereta, yang akan memperlambat kecepatan kereta sehingga masih ada kesempatan untuk menyelamatkan lima orang lainnya. Hasilnya akan sama, mengorbankan satu nyawa untuk menyelamatkan lima orang. Namun reaksi terhadap skenario ini sangat berbeda.
Dari sudut pandang , skenario ini persis sama. Jika kita bertindak, kita akan menyelamatkan lima nyawa, dengan mengorbankan satu nyawa. Sekalipun jumlah dan hasilnya mungkin sama, cara mencapainya tidak sama, yang membuat dua skenario tadi sangat berbeda. Lelaki berbadan bersar itu adalah orang yang dilemparkan dari atas lintasan troli. Ia satu-satunya beban berat yang bisa menghentikan troli tersebut, sehingga tidak menabrak lima orang yang lain mati. Pertanyaanya, kenapa si gemuk itu harus dikorbankan? Apakah yang ia dapatkan dengan pengorbanan itu? Bagaimana keluarga atau orang yang ditinggalkannya?
Secara moral, tentunya tidak ada yang benar di antara keduanya. Baik membunuh satu atau pun lima orang, tentu saja sama-sama sebuah kesalahan. Bila kita adalah pengemudi troli tersebut, apakah kita akan mengambil jalan yang sama. Menggunakan manusia sebagai penyelamat manusia lainnya

6:10 kita dikenalkan seorang philippa foot pada tahun 1967 lalu , sebuah eksperimen yang dikenal trolley problem ,eksperimen yang diadaptasi untuk memahami sebuah moralitas dalam sebuah situasi .the trolley problem membuat kita dihadapkan pada situasi dua pilihan dan konsekuensinya.
Masalah troli ini merupakan satu masalah yang "diciptakan" untuk menggantikan masalah yang terjadi di kehidupan, namun tidak ada solusi. Masalah troli bukanlah tentang mencari "solusi" tapi melihat bagaimana seseorang akan bertindak.

Dari video tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Kehidupan setiap orang penuh dengan keputusan, Banyak keputusan yang diambil melibatkan penalaran moral. Inilah alasan mengapa sangat penting untuk memahami, memahami dua hal: Apakah moralitas itu? dan Apa yang dimaksud dengan dilema moral? Apa itu moralitas? Kita dapat mendefinisikan bahwa, secara sosial, seperangkat norma, kepercayaan, dan nilai-nilai yang membentuk struktur sosial yang berorientasi pada apa yang baik, apa yang benar, dan diizinkan. Apa itu dilema moral? Ini adalah situasi yang terjadi pada waktu tertentu untuk setiap orang, atau sekelompok dari mereka. Dilema ini memantaskan situasi sosial atau individu yang menyiratkan solusi di mana tidak semua orang yang terlibat akan bahagia. Selain itu, kita menyadari betapa pentingnya moralitas dalam masyarakat kita, dalam kehidupan kita. Hal ini memungkinkan adanya struktur sosial yang adil dan setara untuk semua, menetapkan parameter apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak.

terimakasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by A. ZAHRA INTAN SUCIA -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Izin mengumpulkan hasil analisi video.
Nama : A. Zahra Intan Sucia
NPM : 2153053020

Saya akan menganalisis video yang berjudul “Apakah Moral? ~ The Trolley Problem” yang diupload oleh channel Rianto Astono.
Pada menit 1.10 Dijelaskan bahwa video tersebut bertujuan untuk menghadapi sebuah persoalan dilematis tentang moralitas. Dengan pertanyaan filosofis dari trolley problem yang secara klasik. Berpikir mendefinisikan kembali moralitas pasti akan muncul berbagai perspektif yang berbeda dari setiap manusia, serta mencari nilai moral yang lebih baik. Atau mungkin justru yang lebih baik itu hanya tipuan belaka. Pada menit 1.48 Terdapat persoalan dilematis tentang moralitas dengan digambarkan pada scenario yang pertama dengan membayangkan, kamu berada pada situasi yang genting, berada di sebuah rel kereta, dengan terdapat ada dua opsi pilihan yang pertama memilih tetap mengemudi arah lurus namun, menabrak lima orang korban, sedangkan opsi pilihan kedua berbelok dengan menarik tuas, namun terdapat satu orang korban. Pada menit 2.59 partisipan menjawab ada yang berbelok dan ada yang lurus, Pada menit 3.24 menjelaskan dari survey yang dilakukan bahwa 90% rata-rata partisipan lebih memilih untuk membuat kereta berbelok, sehingga akan ada satu orang yang akan terbunuh, dari pada lima orang yang terbunuh. Prinsip moralnya lebih banyak memilih menyelamatkan lima orang dari pada satu orang. Pada menit 3.53 scenario kedua diubah namun masih dengan kasus yang serupa hanya saja kali ini ada satu lintasan rel dan kamu berada pada atas jembatan di depan terdapat satu orang bertubuh sangat besar, dan dilinasan terdapat lima orang. Dalam menit 4.53 bahwa 90% partisipan memilih untuk tidak mendorong satu orang untuk menyelamatkan lima orang yang berada pada lintasan rel. Pada scenario pertama mereka lebih baik memilih mengorbankan satu orang dari pada lima orang, tapi pada scenario dua lebih memilih untuk tidak mendorong, karena pada scenario kedua ini terjadi perbuatan aktif yaitu mendorong orang, namun jika kita sadari pada scenario satu kita melakukan menarik tuas untuk membelokkan kereta juga merupakan perbuatan aktif. Dari sini lah moralitas menjadi sebuah persoalan dilematis.

Kemudian pada menit 6.10 dijelaskan bahwa Philippa foot pada tahun 1967 beliau mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai Trolley Problem eksperimen yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral, seperti: perang, penyiksaan, drone, aborsi, dan euthanasia. Pada menit 6.36 menjelaskan bahwa studi ini sangat penting saat perkembangan (Artificial Integlligence) Machine Learning dimana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral dengan berbagai kondisi yang terjadi. Pada menit 6.49 menjelaskan bahwa Trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Lalu pada pembahasan selanjutnya dengan banyak persoalan dilematis dengan statement bahwa harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Pada menit 7.26 menjelaskan bahwa tidak heran jika moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelincir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis terentu, Genocide deskriminasi minoritas, pengrusakan lingkungan, industrialisasi, dan sebagainya. 90% orang berfikir tak mengapa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar lantas semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral.

Sehingga dalam video tersebut dapat disimpulkan bahwa Sejak pertama kali diusulkan pada tahun 1967, masalah trolly problem telah dipahami sebagai pertanyaan paradoks. Intinya, apapun perspektif yang kita pilih untuk menjawab persoalannya, akan selalu ada dilema yang harus kita dihadapi. Tidak ada jawaban yang benar dan tidak ada yang salah. Tentu saja, setiap jawaban dapat dirumuskan secara bebas dan dibenarkan secara konkrit. Karena pada dasarnya moralitas, semata-mata sebagai persoalan egoisme manusia dengan mementingkan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.

Sekian Terima kasih, Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by ARIS PURNAMA PUTRA -
NAMA: ARIS PURNAMA PUTRA
NPM: 2113053112
KELAS 3G

Hasil analisis dari vidio denganjudul Apakah moral? ~dhe trolley problem
Dalam vidio tersebut banyak berisi pertanyaan-pertanyaan dilema seseorang tau kita sendiri ketika dalam situasi yang kita berada dalam situasi harus memilih hal yang sulit untuk kita pilih, yang di balik petanyaannya manakah moral yang sesungguhnya dari kedua pilihan tersebut. pada menit ke 1.40 di gambarkan dengan keadaan terdapat kereta api yang kita kendalikan dengan berjalan sangat kencang akan tetapi di depan rel keretaterdapat 5 orang yang di ikat, dan kita mempunya pilihan lain dengan membelokan tuas kereta untuk pindah jalur kiri dengan menggerakan tuas akan tetapi di jalur kiri terdapat 1 orang yang di ikat, maka apa yang akan kita pilih terus di jalur dengan menabrak 5 orang atau belok ke jalur kiri dengan menabrak 1 orang. Dalam kejadian tersebut akan muncul dilema, secara umum akan berfikir lebih memilih menyelamatkan 5 orang dengan membelokan tuas dan membunuh 1 orang, namun apakah itu keputusan yang benar?. Kemudian gambaran kejadian ke 2 tidak jauh dari gambaran pertama yang berbeda adalah kita bukan orang yang mengendalikan kereta api, kemudian jalur kiri tidak ada, kita berada di atas jalur kereta api atau jembatan penyebrangan, di depan kita derdapat orang yang besar, pilihan kita saat itu, apakah kita akan memilih untuk mendorong orang di depan kita untuk menyelamatkan 5 orang yang terikat di rel, atau kita membiarkan kereta menabrak 5 orang yang terikat, secara umum akan menjawab dengan pertanyaan tidak mendorong orang di depan kita karna hal itu merupakan tindakan dan lebih memilih membiarkan orang yang terikat tertabrak, namun apakah keputusan itu benar? Padahal jawaban dari kejadian pertama lebih memilih menyeamat kan 5 orang dan mengorbankan 1 orang, akan tetapi dilema datang lagi karna dalam kejadian 2 pilihannya merupakan tindakan membunuh 1 orang, padahal dalam keladian 1 pun terdapat tindakan juga degan menarik tuas dan menabrak 1 orang.

Di menit ke 6.05 di perlihatkan seorang philippa foot pada tahun 1967 lalu , sebuah eksperimen yang dikenal trolley problem ,eksperimen yang diadaptasi untuk memahami sebuah moralitas dalam sebuah situasi .the trolley problem membuat kita dihadapkan pada situasi dua pilihan dan konsekuensinya.Masalah troli ini merupakan satu masalah yang "diciptakan" untuk menggantikan masalah yang terjadi di kehidupan, namun tidak ada solusi. Masalah troli bukanlah tentang mencari "solusi" tapi melihat bagaimana seseorang akan bertindak. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral?. Atau hanya sebuah pembenaran belaka?. Sekrang kita analogikan bagaimana jika gambaran pertama pada rel kereta api jalur sebelah kiri adlah keluarga terdekat kita, apa yang akan kita pilih marik tuas ke kiri atau tetap di jalur kurus? Dalam vidio tersebut memberikan gambaran dimana seseorang selalu di berikan 2 pilihan yang keduanya berat yang mau yang manapun kita pilih akan menjadi benar dan tetap akan menjadi salah tinggal bagaimana kita menyikapi hal yang telah kita pilih yang menggambarkan kita bermoral dan kita tidak bermoral

Terimakasih
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by ANI NURYANI -
Nama : Ani Nuryani
NPM : 2113053126

Analisis Video 2 “Apakah Moral? The Trolley Problem”
Pada bagian menit 1.13 dalam video ini akan membahas persoalan dilematis tentang moralitas yang akan membuat kita mendefinisikan kembali moralitas dari sudut pandang atau perspektif yang berbeda untuk mecari moralitas yang lebih baik. 
Pada menit 1.48 Video ini memberikan kita persoalan yang mengibaratkan kita berada dalam sebuah kereta yang bergerak kencang dan di rel depannya terdapat lima orang yang terjebak di rel, akan tetapi ada pilihan untuk membelokan kereta yang dimana di rel tersebut terdapat satu orang yang terjebak. Hal yang dilakukan oleh kebanyaan orang adalah berbelok dan akhirnya menabrak satu orang hal tersebut karena korban yang diakibatkan jika berbelok hanya satu orang sedangkan jika tidak berbelok korban yang muncul adalah lima orang. Akan tetapi benarkan itu merupakan pilihan yang baik?. Pada menit 3.53 video diibaratkan situasi di ubah dimana hanya terdapat satu rel yang terdapat lima orang terjebak sedangkan kamu sendiri berada diluar kereta disebuah jembata yang dimana disna juga terdapat seorang yang bertubuh sangat besar. Jika orang tersebut didorong maka kereta tersebut akan berhenti dan lima orang selamat akan tetapi orang tersebut akan meninggal dunia. Tetapi jika tidak melakukan apapun lima orang akan meninggalkan dunia. Yang dimana kebayakan orang memilih tidak mendorong orang besar tersebut.

Pada bagaian menit 6.09 seorang bernama phillip pada tahun 1967 mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal sebagai troli problem eksperimental. Eksperimen tersebut membuat kita mengambil keputusan yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi serta membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat kita berfikir mengorbankan hal yang lebih sedikit untuk yang lebih banyak atau melakukan hal yang tidak dilakukan secara langsung oleh tangan kita adalah hal yang baik padahal hal tersebut belum tentu sepenuhnya benar dan baik.
Dari video pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa moralitas tidak hanya sekedar mengambil keputusan yang tidak mengorbankan banyak orang dan mengambil keputusan yang tidak dilakukan langsung dengan tangan kita sendiri. moralitas merupakan sesuatu yang belum tentu hal yang mengorbankan sedikit orang atau melakukan kegiatan yang tidak dilakukan dengan tangan kita sendiri adalah sebuah keputusan yang baik dan benar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by ALIF KURNIADI HILABY21 -
Nama : Alif Kurniadi Hilaby
NPM : 2153053038

Izin mengirimkan analisis video 1
Dengan judul Apakah Moral? The Trolley Promblem.
Dalam video diumpamakan kita sedang dihadapkan pada situasi yang sulit yaitu sedang berada dalam ruang kemudi kereta yang bergerak terus melaju. Lalu terdapat pilihan dimana pilihan 1 lanjut maju terus maka kan membuat 5 orang meninggal dan pilihan ke-2 berbelok maka akan membuat 1 orang meninggal,lalu apa yang akan kamu lakukan?. Menurut survey kebanyakan orang akan memilih untuk membelokkan tuas. Dapat diambil prinsip moral nya bahwa Lebih baik menyelamatkan 5 orang daripada hanya 1 orang. Kemudian scenario kedua ketika kita berada di atas jembatan dan ada 1 orang bertubuh besar juga,dan berfikir apabila mendorong seorang bertubuh besar ini maka akan bisa menyelamatkan 5 orang karna otomatis orang yang bertubuh besar ini akan bisa membuat kereta berhenti. namun hasil survey membuktikan bahwa orang kebanyakan memilih untuk tidak mendorong. Mengapa? karna kebanyakan orang takut karna ketika mendorong orang itu merupakan perbuatan aktif. Namun padahal dalam scenario pertama juga menarik tuas untuk membelkokkan adalah perbuatan aktif. Maka dari itulah moralitas menjadi sebuah dilema.

Philippa Foot saat tahun 1967 mengajukan eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem. Dalam studi terdapat mesin kontrol untuk mengambil keputusan mana, yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by mesy arsita -
Nama : Mesy Arsita
Npm : 2113053300

Analisis video 1. Apakah Moral? ( The Trolley Problem). Dari video dapat di ambil keputusan bahwa pada menit ke (1:12) jelaskan bahwa kita kali ini akan menghadapi sebuah persoalan dilematis tentang persoalan moralitas, dengan beberapa pertanyaan filosofis dari Trolley Problem yang klasik. Bertujuan untuk mendefinisikan kembali moralitas dengan perspektif yang berbeda. Di suatu hari sedang dalam keadaan genting di mana sedang dalam kereta yang melaju dengan kencang kemudian di depan kereta terdapat 5 orang yang saling berikatan jika Kereta menabrak otomatis akan mati. Lalu ada cabang Rel yang dapat membuat kereta berbelok tapi terdapat masalah pada rel tersebut karena terdapat satu orang yang juga terikat pada rel satu-satunya cara adalah untuk menarik tuas dan membuat kereta berbelok. Kemudian jika kereta tetap melaju ke depan Maka 5 orang akan mati tetapi jika berbelok maka 1 orang saja yang akan mati. Apa yang kamu lakukan? pada wawancara terdapat 90% menjawab berbelok sehingga 10% memilih untuk lurus maka kemungkinan besar 5 orang yang akan mati terdapat terdapat pula prinsip moral yang sederhana yaitu lebih baik menyelamatkan 5 nyawa daripada satu nyawa orang. Pada menit (3:51) kemudian terdapat 5 orang di rel kereta dan ada satu orang di atas jembatan bertubuh besar nikah orang bertubuh besar didorong maka seketika dorongan akan memberhentikan maka 5 orang yang di ujung rel akan selamat tetapi jika tidak melakukan apa-apa maka 5 orang akan mati dari banyak orang yang diwawancara maka 90% memilih tidak mendorong dan 10% memilih untuk mendorong sehingga berakibat lima orang akan meninggal dan satu orang meninggal karena terdapat perbuatan aktif yang mendorong orang. Pada menit (6:11) Philippa foot mengajukan sebuah eksperimen atau trolley problem Iya menyebutkan konteks moral kondisi pada perang penyiksaan,Drone, aborsi, dan euthanasia memiliki tujuan agar dapat berpikir secara luas dan konsekuensi sebuah pilihan yang berdasarkan nilai moral atau hanya sebatas pembenaran. Pada menit (7:20) dijelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari moral sering disalahgunakan dalam segala hal seperti memilih korban yang sedikit untuk dinilai lebih bermoral dan menyelamatkan korban lebih banyak. Pada menit (8:43) bahwa dapat menggunakan Trolley problem untuk masalah moralitas.

Sekian terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by YUSUF BARRULY -
Nama : Yusuf Barruly
NPM : 2113053103
Kelas : 3G
Izin mengumpulkan tugas analisis video 1

Di video 1 kita diajak untuk menghadapi persoalan dilematis moralitas.

Persoalan yang pertama (01.47) kita diajak untuk berpikir pada suatu keadaan yang genting. Pada saat itu kita diibaratkan kalau sedang berada di ruang kemudi kereta yang sedang melaju, Kemudian kita melihat ada 5 orang yang terikat diatas rel kereta dijalan lurus dan 1 orang terikat diatas rel kereta yang terikat di jalan berbelok yang mana jika kita memilih jalan lurus akan menyebabkan 5 orang mati atau memilih belok tetapi 1 orang yang mati. Apakah yang harus kita lakukan disitu? . Kebanyakan orang pastinya akan memilih untuk berbelok. Karena prinsip moral nya lebih baik menyelamatkan 5 orang daripada menyelamatkan 1 orang.

Persoalan kedua (03.53) yaitu keadaan ketika ada kereta yang melaju dengan cepat dengan satu arah lurus yang mana didepannya terdapat 5 orang yang terikat diatas rel kereta. Saat itu terdapat sebuah jembatan diatas rel dekat dengan 5 orang yang terikat tadi dan dengan 1 orang berbadan besar berada diatas jembatan itu. Disitu ada 2 pilihan yang pertama jika kita mendorong orang bertubuh besar itu bobotnya bisa menghentikan kereta tersebut tetapi orang berbadan besar tersebu mati dan 5 orang tadi selamat, Pilihan yang kedua yaitu kita biarkan saja sehingga ke 5 orang tersebut mati. Apakah pilihan yang kita buat? . Disitu kebanyakan orang memilih untuk membiarkan nya. Hal ini berkebalikan dari persoalan yang pertama.
Philippa foot 1967 mengajukan sebuah experimen yang dikenal trolley problem. Studi ini membuat kita berpikir lebih jauh tentang akibat dari sebuah pilihan, apakah itu berdasarkan nilai moral ataukah berdasar hasil akhirnya? Dan bagaimana kita mengekspresikan nya dalam kehidupan sehari-hari. "Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah suatu yang lebih bermoral?". Pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai doktrin bahwa harus selalu ada yg dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Maka tak heran lagi kalau moral sering dijadikan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan hal yang buruk seperti diskriminasi, genosida, kerusakan lingkungan, dll demi kepentingan yang lebih besar. Coba kita hapus dari yang kita yakini dari moralitas yang jangan-jangan hal tersebut telah menyakiti perasaan orang lain.
Dalam konteks berpikir mengorbankan hal yang lebih sedikit untuk lebih banyak mungkin itu bisa jadi pilihan yang lebih bermoral, tapi coba bayangkan kalau kita berada di keadaan yang sedikit tersebut, apakah hal tersebut merupakan pilihan yang bermoral?. Dari sinilah kita tau moralitas sering jadi alat pembenaran saat kita berada diposisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan. Dari sini moralitas ternyata hanya egoisme manusia dengan kepentingan sendiri dan kelompoknya sendiri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by DIAN FATUROHMI DIAN.FATUROHMI21 -

Nama : Dian Faturohmi

Npm : 2113053038

 

Izin menganalisis, dari video 1 yang telah saya cermati. Dalam video tersebut, Rianto Astono mengajak kita berpikir tentang sebuah persoalan dilematis moralitas. Dimulai dengan diajukannnya beberapa pertanyaan filosofis dari Trolley problem yang klasik. Pertanyaan yang membuat sampel berpikir keras dimana ada pertarungan yang hebat antara akal pikiran dan kodrat hati nurani manusia. Sebab, kita diajak untuk mengenal lebih jauh nilai moral dari sudut pandang yang berbeda, dimana tidak banyak orang yang pernah berada di posisi tersebut.

The Trolley Problem, dengan hipotesis “Nilai moral mana yang lebih baik ?, atau mungkin yang lebih baik itu hanya tipuan belaka ?” dan ini lah yang akan saya jelaskan. Pada menit 1:45/12.00 ilustrasi dimulai dengan menampilkan sebuah kereta yang melaju dengan kencang didalamnya ada saya sebagai orang yang memegang kendali. Lalu, tepat didepan kereta, terbaring lima orang yang terikat di rel. terdapat pilihan antara melaju lurus atau berbelok yang juga akan menabrak satu orang saja namun ia adalah salah satu anggota keluarga saya. Pilihan saya akan membawa dampak yang besar bagi jiwa-jiwa yang terikat.

Lalu, pada menit 3:50/12.00 ditampilkan kembali ilustrasi berbeda dengan konsep yang sama, yaitu kita dihadapkan sebuah pilihan yang sulit. Sebuah kereta melaju kencang, tepat didepan ada lima orang terbaring yang terikat di rel. kali ini saya tidak berada didalam kereta, namun saya berada di atas jembatan penghubung. Tepat didepan saya berdirilah seseorang bertubuh gemuk yang jika saya mendorongnya, maka dapat memberhentikan kereta tersebut dan menyelamatkan lima orang yang terikat di rel. lagi-lagi kita diajak untuk berpikir keras berbenturan antara akal pikiran dan hati nurani.

Berdasarkan video tersebut, apakah moral itu sebenarnya ? apakah moral selalu bertolak belakang dengan logika ? dan mengapa hati nurani kadang tak mampu mendeskripsikan arti moral yang sesungguhnya ?. dapat disimpulkan konsep moral dalam ilustrasi tadi dikembangkan oleh  Phillipa Foot yang bertujuan untuk memahami konteks oral dalam berbagai kondisi. Dengan The Trolley Problem membuat kita berpikir jauh tentang konsekuensi dan dampak terburuk dari keputusan yang kita ambil. Apakah mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih banyak adalah pilihan yang lebih baik ? apakah merenggut hak minoritas demi kepentingan mayoritas termasuk tindakan yang lebih bermoral ?. bagaimana jika yang lebih sedikit atau yang minoritas adalah kita salah satunya. Tentu rasa tidak terima, rasa terkucilkan bahkan tersisihkan menghampiri. Lalu, apakah kita tidak tersadar selama ini bahwa membiarkan pihak yang lemah adalah tindakan tidak bermoral. Maka moral adalah ajaran tentang laku hidup yang baik berdasarkan berbagai pandangan hidup.

Sekian Terimakasih.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Erina Prihatmi -
Nama : Erina Prihatmi
NPM : 2113053176
Kelas : 3G/PGSD

Izin menyampaikan analisis video yang berjudul “Apakah Moral? The Trolley Problem”
video diatas membahas tentang dilema moralitas yang digambarkan dengan sebuah permasalahan dan mecari moralitas mana yang lebih baik. Pada video ini memberikan kita gambaran permasalahan yang dihadapkan dua pilian yaitu dalam sebuah kereta yang bergerak kencang dan di depan rel terdapat lima orang yang terjebak di rel, akan tetapi ada pilihan untuk membelokan tuas kereta yang dimana di rel tersebut terdapat satu orang yang terjebak. Kemudian kita diminta untuk memilih dimana kebanyakan orang akan memilih berbelok menabrak satu orang dari pada memilih diam dan menabrak lima orang yang menjadi korban jiwa. Akan tetapi apakah benar itu merupakan pilihan yang baik?.
Pada gambaran permasalahan berikutnya yang ada dalam video ada seorang bernama phillip pada tahun 1967 yang mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal sebagai troli problem eksperimental. Eksperimen tersebut membuat kita mengambil keputusan, pilihan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi dan membuat kita berpikir lebih jauh tentang apa yang akan terjadi dari sebuah pilihan yang kita ambil dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat kita berfikir akan memilih untuk mengorbankan sesuatu yang sedikit untuk yang lebih banyak atau melakukan hal yang tidak dilakukan secara langsung oleh diri kita adalah hal yang lebih baik padahal hal tersebut belum tentu sepenuhnya benar dan baik.
Dapat disimpulkan dari video diatas bahwa setiap mengambil keputusan kita akan mengalami dilema dan akan selalu ada resikonya, sehingga hal tersebut tidak bisa dikatakan mana yang paling baik dan paling benar. jadi moralitas adalah sesuatu keputusan yang belum tentu soal mengorbankan beberapa orang atau melakukan kegiatan yang tidak dilakukan dengan tangan kita sendiri adalah keputusan yang baik dan benar.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Maria Natalisa -
Nama : Maria Natalisa
NPM : 2113053116

Izin melampirkan hasil Analisis Video 1 yang berjudul “Apakah MORAL? -The Trolley Problem “.
Didalam video tersebut membahas sebuah persoalan dilematis tentang moralitas. Dalam video Akan melakukan permainan dengan beberapa pertanyaan filosofis dari trolley problem yang klasik.Dimana permainan ini akan memaksa berpikir untuk mendefinisikan kembali moralitas dari perspektif yang berbeda mencari mana nilai moral yang lebih baik atau mungkinkah yang lebih baik itu hanya tipuan belaka. Permainan dengan 2 skenario berbeda, yang dari hasil wawancara juga berbeda disetiap skrenario. Yang mungkin juga terjadi pada 90% orang umumnya menjawab.

Dalam video tersebut juga memberikan pandangan mengenai moralitas. Seperti ketika kita mungkin sering mendengarkannya apakah sepanjang hidup kita pelajaran moral seperti ini masuk sebagai sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Maka tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang memberangus etnis tertentu, diskriminasi minoritas, pengrusakan lingkungan industrialisasi dan lain sebagainya. Hanya dengan alasan demi perdamaian dunia demi kepentingan umum demi kelompok yang lebih besar demi masa depan yang lebih cerah atau karena 90% orang berpikir demikian tidak apa-apa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar lantai semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral.

Kemudian juga memperkenalkan phillip food (English philosophy was one of the founder of contemporary virtue ethics). kembali ke tahun 1967 silam food mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai trolley problem eksperimental. Dari pertanyaan yang dimainkan dalam video mainkan yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi seperti , penyiksaan, aborsi dan euthanasia. Kemudian menjadi semakin penting saat perkembangan artificial intelligence mesinne learning dimana mesin diberikan kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi the trolley problem membuat kita berpikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari apakah lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah pembenaran .

Dari video tersebut menyebutkan bahwa moralitas yang terlalu sering jadi alat pembenaran saat kita berada diposisi yang diuntungkan atau yang memiliki kepentingan bukan sebab pada akhirnya moralitas ternyata hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri

Sekian, terimakasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Lisa Ariyanti -
Nama; Lisa Ariyanti
NPM; 2113053083

Berdasarkan hasil analisis saya terkait tayangan video YouTube diatas adalah, kita diminta untuk berpikir dan menelaah terkait makna dari sebuah moralitas. Nilai moral yang mana berkaitan dengan perilaku baik dan buruk. Diberikan contoh penalaran yang mana contoh tersebut bisa digunakan untuk membuka pemikiran kita serta pemahaman akan hal itu dari berbagai sudut pandang. Pada contoh pertama diberikan penalaran terkait lebih baik menyelamatkan satu nyawa dan mengorbankan lima nyawa? Sedangkan pada contoh keadaan kedua adalah lebih baik mendorong satu orang demi menyelamatkan lima nyawa orang atau membiarkan lima nyawa melayang?

Dari kejadian tersebut bisa kita ketahui bahwa setiap orang memiliki pemikiran dan juga akal untuk kejadian itu. Namun, terkadang sulit untuk mengungkapkannya. Kedua kejadian tersebut merupakan sebuah moralitas, dimana moralitas ini menjadi sebuah dilema. Moralitas ini juga ada konsekuensinya yang harus dihadapi nantinya terkait pilihan yang diambil. Moralitas sendiri terkadang disalah artikan. Terkadang nama moralitas digunakan untuk mengorbankan sedikit orang untuk banyak orang. Menyelamatkan satu orang demi lima orang tidak bisa dibilang sebagai perbuatan baik atau menyerahkan satu nyawa demi lima nyawa. Sebab, setiap hal yang kita lakukan itu akan membuat orang lain merasa sedih dan sakit. Apa yang kita anggap benar belum tentu benar Dimata orang lain. Maka dari itu, moralitas ini terkadang disalahartikan dan menjadi sebuah doktrin untuk membenarkan suatu hal.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA -

Nama: Diva Dzakyrani Shaliha

NPM :2113053251

Setelah saya menyimak pemaparan video diatas, saya sedikit menyimpulkan bahwa video tersebut mengajak kita

  di menit 1:49 terdapat persoalan pertama bahwa jika kita dihadapkan dengan pilihan kita diharuskan memilih diantara pilihan pertama yaitu kereta terus melaju lurus dengan menabrak 5 orang atau pilihan kedua yaitu kereta berbelok dengan menabrak 1 orang yang dimana artinya kita menyelamatkan 5 pada jalur lurus tersebut. Dalam pilihan kita, kita harus memilih antara mengedepankan moralitas dengan menyelamatkan 1 orang atau menyelamatkan kelompok yang lebih besar yaitu 5 orang tersebut. Banyak diantara kita pasti akan berlogika memilih pilihan kedua, namun tanpa kita sadari dan kita bayangkan bagaimana perasaan dari 1 orang pada pilihan pertama yang kita pilih tertabrak kereta. Lebih menyelamatkan satu orang saja.

Pada menit ke 3:52 persoalannya diubah, kita diberi pilihan untuk membiarkan kereta menabrak 5 orang di atas rel atau mendorong satu orang berbadan besar yang berada di atas jembatan untuk menyelamatkan 5 orang di atas rel.  Namun menurut kebanyakan orang justru kebalikan dari persoalan pertama, mereka lebih memilih mengorbankan 5 orang dibandingkan mendorong 1 orang berbadan besar. Adapun alasannya karena pada persoalan kedua ini terjadi perbuatan aktif yaitu mendorong orang. Tapi tanpa disadari, menarik tuas untuk kereta berbelok dan menabrak 1 orang juga merupakan perbuatan aktifdari sinilah moralitas menjadi sebuah dilema. Dalam dari permisalan yang ada pada video tersebut tersirat bahwa moralitas sering disalahgunakan untuk kepentingan kelompok besar, tanpa memikirkan penerapan dari moral itu sendiri. 

Disadari atau tidak, ini sudah menjadi doktrin. Menurut saya, semua pilihan yang disajikan di video tidak ada yang tepat dan tidak bisa dinyatakan benar jika memang kejadian itu benar terjadi sebab ini berkaitan juga dengan keputusan mana yang paling bijak. Pastinya semua orang memiliki pendapat berbeda-beda jika membahas permisalan atau pilihan tersebut. Namun pada kenyataannya, disadari atau tidak bahwa banyak orang atau pihak yang mengatasnamakan moralitas untuk kepentingan pribadinya. Terkadang seseorang akan dikuasi oleh sikap egoisme yang ada dalam dirinya dengan mebenarkan segala keputusannya tanpa menerapkan moralitas yang sebenarnya, sehingga banyak kasus yang menyepelekan dan mengesampingkan kaum minoritas


In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Yoga Ananta -
Nama : Yoga Ananta
Npm : 2153053002
Izin mengirimkan hasil analisis video 1

Dari video tersebut saya diajarkan bahwa moral selalu berkaitan dengan pikiran serta perasaan, dimana permasalahan pertama memaparkan masalah tentang kereta yang melaju dengan dua pilihan, berbelok dengan menabrak satu orang atau memilih lurus dengan menabrak lima orang. Rata-rata jawaban termasuk saya memilih untuk menabrak satu orang saja dengan menggerakkan tuas agar dapat menyelamatkan lima orang tersebut. Kita berpikir dengan memilih menyelamatkan lima nyawa kelima orang tersebut lebih baik di banding menyelamatkan satu nyawa tetapi membuat lima orang tewas tertabrak kereta. Lalu pada video tersebut dipaparkan kembali masalah baru yakni, kereta yang melintasi jembatan akan menabrak lima orang. Kemudian kita berada diatas jembatan dengan orang yang berbadan besar. Jika kita mendorong orang tersebut maka lima nyawa kelima orang tersebut terselamatkan. Akan tetapi di permasalahan kedua banyak jawaban yang memilih untuk tidak mendorong orang tersebut karena berpikir hal tersebut tidak bermoral.
Philippa Foot saat tahun 1967 mengajukan eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem. Dalam studi terdapat mesin kontrol untuk mengambil keputusan mana, yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan. Lalu apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral? bahkan sepanjang hidup kita pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin. Bahwa memang selalu ada yang harus dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Dan pada akhirnya moralitas hanyalah soal egoisme manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompok nya sendiri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Ernawati.21 Ernawati.21 -
Nama : Ernawati
NPM : 2113053203

Izin memberikan hasil analisis terkait video 1 mengenai "Apakah MORAL? The Trolley Promblem"
Dalam video diberikan sebuah perumpamaan dengan pertanyaan filosofis untuk menghadapi persoalan yang dilematis kaitannya dengan moralitas. Video tersebut menyajikan sebuah persoalan yang dilematis yaitu situasi dimana sebuah kereta yang melaju kencang dan didepannya terdapat 5 orang yang terikat di rel. Di satu sisi terdapat cabang perlintasan untuk kereta berbelok hanya dengan menarik tuas namun pada perlintasan tersebut terdapat 1 orang yang juga terikat di rel. Pilihannya adalah menarik tuas dan membuat kereta berbelok menabrak 1 orang atau melaju berjalan lurus menabrak 5 orang. Dari persoalan tersebut kebanyakan orang lebih memilih untuk berbelok dan 5 orang terbunuh.

Situasi yang kedua Sebuah kereta yang melaju kencang dimana di depan rel terdapat lima orang yang terikat. Di situasi kali ini kita tidak berada didalam kereta namun berada di atas jembatan dan diujung jembatan berdiri seorang yang bertubuh besar. Jika orang yang bertubuh besar didorong dari atas jembatan maka dapat menghentikan kereta dan menyelamatkan lima orang yang terikat di rel. Pada situasi yang kedua ini kebanyakan orang lebih memilih untuk tidak mendorong orang bertubuh besar.

Kedua situasi dalam video tersebut merupakan gambaran bahwa moralitas adalah sebuah dilema. Philippa Foot pada tahun 1967 mengajukan eksperimen yang dikenal dengan Trolley Problem yaitu eksperimen yang diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi genting. The trolley problem membuat kita untuk berpikir lebih jauh tentang konsekuensi pada sebuah pilihan. Pelajaran moral seperti itu masuk sebagai sebuah doktrin yaitu harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar. Dapat disimpulkan bahwa moralitas sering kali dijadikan sebagai alat pembenaran dan semata-mata hanya berisi keegoisan tiap individu didalamnya terutama dalam mengambil sebuah keputusan yang selalu memiliki konsekuensi yang harus dihadapi.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by INDAH NUR SAPITRI -
Nama : Indah Nur Sapitri
NPM : 2113053299
Kelas : 3G
Izin mengirimkan hasil analisis video ke 1 : Apakah MORAL? ~ The Trolley Promblem.



Dalam video maral ini memberikan pertanyaan memilih membunuh 5 oramg atau 1 orang 90% memlih 5 orang untuk diselamatkan, Skenario dilematis tersebut merupakan bagian dari teka-teki troli atau trolley problem. Menurut laporan Science Alert, skenario dilematis ini telah menjadi perdebatan sejak tahun 1960-an. Ada juga dia memperkenalkan food phillip pada tahun 1967, food tersebut mengajukan tes yang disebut tes masalah transportasi dari pertanyaan yang baru saja kami mainkan dan telah disesuaikan untuk memahami konteks etika dalam hal seperti perang, drum penyiksaan, aborsi, dan mayat. 

Semakin penting seiring perkembangan kecerdasan buatan dalam pembelajaran Mesir, di mana mesin memiliki kontrol untuk membuat keputusan yang lebih etis dalam kondisi yang berbeda di mana masalah troli terjadi membuat kita lebih memikirkan konsekuensi dari suatu pilihan jika dibuat berdasarkan nilai-nilai etika tertentu Atau lebih banyak lagi untuk hasil akhir. berdasarkan beberapa nilai moral atau lebih pada hasil akhir dan bagaimana kita mewujudkannya dalam kehidupan kita sehari-hari sebaliknya menabung lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral atau hanya alasan sederhana yang biasanya dapat kita dengarkan jika sepanjang hidup kita pelajaran moral seperti ini telah masuk sebagai sebuah doktrin yang selalu harus dikorbankan

Moral sering digunakan oleh penguasa dan segelintir orang sebagai alat untuk membenarkan perang, penindasan terhadap etnis minoritas tertentu, mengikuti diskriminasi, minoritas, perusakan lingkungan, dll pasar, industrialisasi, dll, hanya untuk perdamaian dunia, untuk kepentingan umum, untuk kepentingan kelompok yang lebih besar, untuk masa depan yang lebih baik atau karena 90% orang berpikir demikian. Setiap perbuatan yang baik memiliki keuntungan sendiri pada dirinya jika membunuh 5 orang kita akan menyakiti 5 keluarga sekaligus dan bila kita memilih 1 orang untuk dibunuh walaupun keluarga kita hanya menyakiti keluarga itu walaupun itu sangat menyakitkan bagi kita maupun orang lain.

Terimakasih banyak
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by DWI NUR AZIZAH -

Nama : Dwi Nur Azizah

NPM : 2113053178

 

Izin mengirimkan hasil analisis video 1

Dalam video tersebut membahas mengenai  persoalan dilematis tentang moralitas. Dimana didalam video tersebut terdapat sedikit  permainan dengan beberapa pertanyaan filosofis dari trolley problem yang klasik. Dimana permainan ini akan membuat kita untuk  berpikir bagaimana mendefinisikan kembali moralitas dari pandangan yang berbeda serta mencari mana nilai moral yang lebih baik atau hanya saja. Permainan dengan 2 sudut pandang yang  berbeda, serta hasil wawancara juga berbeda disetiap masing masing sudut pandang yang mungkin juga terjadi pada kebanyakan orang yang menjawab.

Selain itu di dalam video tersebut juga memberikan pandangan mengenai moralitas. Misalnya saat mengingat  apakah sepanjang hidup kita pelajaran moral akan masuk sebagai sebuah doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar.  Untuk itu tak heran jika kemudian mora ini digunakan juga sebagai alat oleh penguasa dan beberapa orang untuk membenarkan konflik menghakimi etnis tertentu, diskriminasi minoritas, kerusakan fasilitas dan lingkungan industrialisasi dan lain-lain.

Adapun Dari pertanyaan yang sudah dimainkan dalam video tersebut  dimana telah disimpulkan bahwa pemahaman konteks moral dalam berbagai kondisi seperti , penyiksaan, aborsi dan euthanasia merupakan suatu yang sangat penting saat perkembangan artificial intelligence mesinne learning dimana ini merupakan  kontrol untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral di berbagai kondisi yang terjadi the trolley problem membuat  berpikir lebih jauh mengenai konsekuensi dari sebuah pilihan dimana dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya serta bagaimana mengimplementasikannya ke  dalam kehidupan sehari-hari  dimana nilai moral ini bisa menyelamatkan yang lebih banyak untuk sesuatu yang lebih bermoral atau hanya sebuah pembenaran saja.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by DIVA DZAKYRANI SHALIHA DIVA DZAKYRANI SHALIHA -
Nama: Diva Dzakyrani Shaliha
NPM :2113053251


Setelah saya menyimak pemaparan video diatas, saya sedikit menyimpulkan bahwa video tersebut mengajak kita di menit 1:49 terdapat persoalan pertama bahwa jika kita dihadapkan dengan pilihan kita diharuskan memilih diantara pilihan pertama yaitu kereta terus melaju lurus dengan menabrak 5 orang atau pilihan kedua yaitu kereta berbelok dengan menabrak 1 orang yang dimana artinya kita menyelamatkan 5 pada jalur lurus tersebut. Dalam pilihan kita, kita harus memilih antara mengedepankan moralitas dengan menyelamatkan 1 orang atau menyelamatkan kelompok yang lebih besar yaitu 5 orang tersebut. Banyak diantara kita pasti akan berlogika memilih pilihan kedua, namun tanpa kita sadari dan kita bayangkan bagaimana perasaan dari 1 orang pada pilihan pertama yang kita pilih tertabrak kereta. Lebih menyelamatkan satu orang saja.

Pada menit ke 3:52 persoalannya diubah, kita diberi pilihan untuk membiarkan kereta menabrak 5 orang di atas rel atau mendorong satu orang berbadan besar yang berada di atas jembatan untuk menyelamatkan 5 orang di atas rel. Namun menurut kebanyakan orang justru kebalikan dari persoalan pertama, mereka lebih memilih mengorbankan 5 orang dibandingkan mendorong 1 orang berbadan besar. Adapun alasannya karena pada persoalan kedua ini terjadi perbuatan aktif yaitu mendorong orang. Tapi tanpa disadari, menarik tuas untuk kereta berbelok dan menabrak 1 orang juga merupakan perbuatan aktifdari sinilah moralitas menjadi sebuah dilema. Dalam dari permisalan yang ada pada video tersebut tersirat bahwa moralitas sering disalahgunakan untuk kepentingan kelompok besar, tanpa memikirkan penerapan dari moral itu sendiri.

Disadari atau tidak, ini sudah menjadi doktrin. Menurut saya, semua pilihan yang disajikan di video tidak ada yang tepat dan tidak bisa dinyatakan benar jika memang kejadian itu benar terjadi sebab ini berkaitan juga dengan keputusan mana yang paling bijak. Pastinya semua orang memiliki pendapat berbeda-beda jika membahas permisalan atau pilihan tersebut. Namun pada kenyataannya, disadari atau tidak bahwa banyak orang atau pihak yang mengatasnamakan moralitas untuk kepentingan pribadinya. Terkadang seseorang akan dikuasi oleh sikap egoisme yang ada dalam dirinya dengan mebenarkan segala keputusannya tanpa menerapkan moralitas yang sebenarnya, sehingga banyak kasus yang menyepelekan dan mengesampingkan kaum minoritas.

Terimakasih banyak
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by Ummu Darda Azzahra -
Nama : Ummu Darda Azzahra
NPM : 2113053214

Analisi Vidio 1 yang berjudul Apakah MORAL?

Didalam video kita dapat melihat persoalan dilematis tentang moralitas sehingga kita dapat mendefinisikan Kembali moralitas dari perspektif yang berbeda.

Dari video kita disuguhkan dua scenario, scenario pertama ada 5 orang terikat di rel kereta, dan ada cabang rel yang bisa dilalui dengan menarik tuas namun masalahnya disana ada 1 orang lainnya yang juga terikat rel, Jika lurus akan menabrak 5 orang dan jika berbelok akan menabrak 1 orang. Partisipan pada scenario pertama 90% orang memilih berbelok hanya 1 orang yang terbunuh dan 10% memilih lurus 5 orang terbunuh. Dari video tersebut kita dapat melihat prinsip moral lebih baik menyelamatkan 5 orang dari pada hanya 1 orang.

Scenario kedua kereta melaju cepat kearah 5 orang namun disini hanya ada 1 lintasan rel saja, dan kamu tidak di dalam kereta melainkan berada di atas sebuah jembatan yang berada di atas rel kereta Bersama satu orang yang memiliki tubuh besar. Jika 1 orang bertubuh besar didorong maka akan menghentikan lajunya kereta namun orang tersebuhlah yang akan meninggal dan jika tidak berbuat apa apa kereta akan menabrak 5 orang tersebut. Partisipan scenario ke-2 ini didapat 90% memilih tidak mendorong sehingga 5 orang meninggal dan 10% mendorong sehingga hanya 1 orang meninggal dunia. Padahal di scenario sebelumnya 90% memilih hanya 1 orang yang meninggal, alasan mengapa memilih 5 orang meninggal di scenario ini karena terjadi perbuatan aktif, yaitu mendorong orang. Padahal jika menarik tuas seperti di scenario pertama juga adalah perbuatan aktif. Dari sinilah moralitas menjadi sebuah dilemma.

Dalam Vidio juga dijelaskan pada tahun 1967 Foot mengajukan sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagain Trolley Problem, eksperimen yang dijelaskan pada tulisan di atas yang telah diadaptasi untuk memahai konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti: peranng, penyiksaan, drone, aborsi dan juga euthanasia. Studi ini kemudian menjadi semakin penting saat perkembangan Al (Artificial Intelligence) Machine learning dimana mesin diberikan control untuk mengambil keputusan mana yang lebih bermoral pada berbagai kondisi yang terjadi. The trolley problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan, apakah itu dibuat berdasarkan nilai moral tertentu atau lebih kepada hasil akhirnya dan bagaimana kita mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah mengorbankan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral? Atau hanya sebuah pembenaran belaka? pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai dokrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar, mak tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang untuk membenarkan perang, memberangus etnis tertentu, genocide, diskriminasi minoritas, pengrusakan lingkungan, industrialisasi, dll. Hanya dengan alasan perdamaian dunia, dan kepentingan umum demi kelompok yang lebih besar, demi masa depan yang lebih cerah atau karena 90% orang berfikir demikian, tak mengapa mengorbankan yang sedikit untuk yang lebih besar. Lantas semua itu seolah menjadi benar dan lebih bermoral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by ANNISA INDAH SAPUTRI -
Nama: Annisa Indah Saputri
NPM: 2113053105
Kelas; 3G
Izin mengirimkan hasil analisis video ke-1 “Apakah MORAL? ~ The Trolley Problem”

Pada menit (1.14) narasumber di dalam video mengajak kita secara bersama-sama untuk membahas persoalan dilematis tentang moralitas. Hal ini bertujuan untuk kita dapat mendefinisikan kembali moralitas dari perspektif yang berbeda-beda. Selanjutnya, dalam menit (1.50) ada sebuah ilustrasi yang di tampilkan. Dimana kita di ajak untuk membayangkan bahwa pada suatu hari berada dalam sebuah situasi genting, yaitu kereta yang sedang bergerak dengan kencang dan kita ada di dalam ruang kemudi tersebut. Sebagai suatu puncak permasalahan, kita melihat ada 5 orang yang terikat di rel dan tidak bisa bergerak. Jika kita melewati, maka sudah jelas kelima orang itu akan meninggal dunia. Namun, terdapat cabang perlintasan yang bisa membuat kereta berbelok. Tapi dalam lintasan itu ada satu orang yang juga terikat di rel. sehingga muncul—lah pertanyaan, “Diam dan tetap membiarkan kereta berjalan lurus atau membuat kereta berbelok?” Pada menit (2.59) empat dari lima partisipan menjawab “berbelok”. Menit (3.20) menjelaskan bahwa dari survey yang dilakukan 90 persen orang menjawab akan membuat berbelok (hanya 1 orang yang akan terbunuh). Daripada 5 orang yang terbunuh dari lintasan lurus. Maka, prinsip moralnya yaitu, lebih baik menyelamatkan 5 orang dari pada hanya satu orang.

Dalam skenario ilustrasi ke-2, (menit 3.54) hanya ada 1 lintasan rel saja. Namun, kita tidak di dalam kereta melainkan berada di sebuah jembatan yang ada di rel kereta dan di hadapanmu ada seseorang bertubuh besar. Jika kita mendorong orang tersebut, maka bobotnya akan bisa menghentikan kereta dan kelima orang yang berada di rel selamat. Dengan demikian orang tersebut akan meninggal dunia, namun jika tidak memilih opsi tersebut maka kelima orang yang terikat di lintasan rel akan meninggal. Menit (4.55), lagi dan lagi empat memilih hal sama dengan satu berbeda namun berkebalikan dari yang sebelumnya. Dimana empat orang tersebut menjawab “tidak mendorong”. Hal ini dapat disimpulkan bahwa banyak orang yang lupa jika menarik tuas untuk membelokkan kereta juga merupakan perbuatan aktif. Dari sinilah moralitas menjadi sebuah dilemma.
Menit (6.11) Philippa Foot tokoh English philosopher. Pada tahun1967 silam, beliau mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem, seperti eksperimental dari pertanyaan sebelumnya tadi. Yang telah diadaptasi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi, seperti; perang, penyiksaan, drone, aborsi dan euthanasia. Menit (7.05) narasumber bertanya, apakah mengorbakan yang lebih sedikit untuk menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral? Atau hanya sebuah pembenaran belaka? Pelajaran moral seperti ini kerap masuk sebagai sebuah doktrin. Maka tak heran jika kemudian moral sering digunakan sebagai alat oleh penguasa dan segelintir orang. Dalam konteks berpikir mengorbankan sedikit untuk yang lebih banyak, mungkin itu jadi pilihan yang lebih bermoral. Tapi coba banyangkan dari sisi yang berbeda, kita adalah si anak, bukan sang orangtua. Dari sinilah kita diberitahu bahwa moralitas memang terlalu sering jadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang diuntungkan. Sebab pada akhirnya, moralitas ternyata hanyalah soal egoism manusia dengan kepentingan dirinya atau kelompoknya sendiri.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by DANIEL DWI SAPUTRA 2113053110 -
Nama: Daniel Dwi Saputra
NPM: 2113053110

Hasil Analisis Video 1 (Apakah MORAL? ~ The Trolley Problem):
Pada menit 1:12, dijelaskan maksud dan tujuan dari video tersebut yakni untuk menghadapi sebuah persoalan dilematis tentang moralitas agar dapat berpikir untuk mendefinisikan kembali tentang moralitas dari perspektif yang berbeda.
Pada menit 6:12, diperkenalkan Philippa Foot. Kembali pada tahun 1967, foot mengajukan sebuah eksperimen yang dikenal sebagai Trolley Problem yaitu seperti permainan di dalam video yang bertujuan ntuk memahami konteks moral di semua kondisi, misalnya perang, penyiksaan, dan aborsi. Studi tersebut menjadi sangat penting ketika perkembanngan Artificial Inteligence Machine Learniing.
Pada menit 6:51, dijelaskan bahwa the trolley problem dapat membuat seseorang berpikir lebih luas tentang konsekuensi dari sebuah pilihan yang diambil.
Secara keseluruhan isi video, saya mengambil kesimpulan bahwa mengorbankan 1 (minoritas) orang untuk menyelamatkan 5 (mayoritas) orang mungkin adalah pilihan moralitas yang lebih baik, akan tetapi bukanlah pilihan yang benar. Pilihan seperti itu umumnya dipakai untuk mencari pembenaran (menyelamatkan yang lebih berkuasa/penting) dan mengorbankan yang berada di bawahnya.
Sekian, terima kasih.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Video 1

by VINKA VRISILIA -
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Nama: Vinka Vrisilia
Npm: 2153053025
Kelas: 3 G
Izin mengirimkan hasil analisis video ke 1 tentang Apakah MORAL ?_The Trolley Problem_
Di dalam video ini kita diajak untuk menghadapi sebuah persoalan dilematis tentang moralitas kita akan bermain main dengan beberapa pertanyaan filosofis dari trolley problem yang klasik ini akan memaksa kita unutk berfikir mendefinisikan kembali moralitas dari perspektif yang berbeda mencari mana nilai moral yang lebih baik dan mungkinkah yang lebih baik itu hanya tipuan.
pada menit 1.32: pada suatu hari kamu dalam situasi genting kamu berada di dalam ruang kemudi kereta yang bergerak kencang didepanmu kamu melihat ada 5 orang yang terletak di rel kereta dan tidak bisa bergerak jika mereka menabrak orang tersebut pasti akan meninggal dunia kabar baiknya di depan ada cabang perlintasan yang dapat membuat kereta berbelok hanya dengan menarik tuas.menatap ke arah llintasan ternyata disana ada 1 orang terikat di rel kamu tidak tau cara menghentikan keretanya, jalan satu satunya adaalah menarik tuas dan membuat kereta berkelok kelok membiarkan kereta pada posisinya maka kereta akan terus meluncur dan membunuh 5 orang jika kamu memutuskan untuk berbelok maka akan tertabrak 1 orang . 1orang di anggap tidak ada kemungkinan lain tetap lurus beraarti lima tertabrak.keputusan ada ditangan mu diam dan membiarkan kereta berjalan lurus atau menarik tuas untuk membuat kereta berbelok apa yang akan anda lakukan. umumnya survei 90% orang mereka menjawab akan membuat kereta berbelok sehingga hanya ada 1 orang yang terbunuh, apakah dengan menyelamatkan lima orang dan merelakan 1 orang terbunnuh adalah pilihan moral yang lebih baik sekarang ubah skenarionya. Menit (3.44)hanya ada satu rel tidak di dalam kereta melainkan diatas jembatan yang berada diatas rel kereta didepanmu ada sesorang bertubuh besar saat melihat kereta kamu tau jika mendorong orang bertubuh besar itu maka bobotnya dapat menghentikan kereta sehingga 5 orang berada di ujung rel akan selamat,tentulah orang yang bertubuh besar itu yang akan terbunuh, jika kamu tidk melakukan apa apa tdk mendorong orang bertubuh besar ini maka 5 orang akan terbunuuh.kita anggap tidak ada kemungkinana lain.jawaban pada umumnya kali ini berkebalikan dari skenario sebelumnya 90 % orang akan memilih untuk tidak mendorong sehingga berakibat 5 orang akan meninggal dunia setelah diingat ingat beberapa menit lalu kamu memberikan sebuah alasan lebih baik mengorbankan 1 orang demi menyelematkan 5 orang. pada skenario 2 terjadi perbuatan aktif mendorong orang tapi mereka melupakan jika menarik tuas untuk membelokkan kereja juga merupakan perbuatan aktif dari sinilah moralitas menjadi sebuah dilema.sebuah eksperimen yang kemudian dikenal sebagai troli problem eksperimental dari pertanyaan tadi untuk memahami konteks moral dalam berbagai kondisi. Yang terjadi the troli problem membuat kita berfikir lebih jauh tentang konsekuensi dari sebuah pilihan apakah itu di buat berdasarkan nilai moral tertentu. Menyelamatkan yang lebih banyak adalah sesuatu yang lebih bermoral, moral seperti ini masuk sebagai doktrin bahwa memang harus selalu ada yang dikorbankan demi kepentingan yang lebih besar .Dari sini kita bisa tau bahwa moralitas yang selalu sering jadi alat pembenaran saat kita berada di posisi yang di untungkan akhirnya moralitas ternyata hanyalah soal egoisme manusia demi kepentingan dirinya atau kelompok. Sekian terimakasi