Komentar

Komentar

Number of replies: 36

Mahasiswa berikan komentar kalian terkait isi yang dibahas dalam artikel. berikan tanggapan kalian, artikel ini sebagai aktivitas perkuliahan hari ini. semua wajib menanggapi. tulis nama npm dan prodi

In reply to First post

Re: Komentar

OXANA ZALFANI SAID གིས-
Assalamualaikum wr wb
Nama : Oxana Zalfani Said
NPM : 2155011016
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel di atas,
yang saya dapat simpulkan dari artikel di atas Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan
nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila.

Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan
memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya,
terima kasih.
Wassalammualaikum wr wb
In reply to First post

Re: Komentar

RIDHO SOLIKHIN གིས-
Assalamualaikum warrahamatulllahi wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri,
Nama : Ridho Solikhin
NPM : 2115011035
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Mohon izin menanggapi artikel yang terlampir pada pertemuan 11

Memang benar bahwasannya hingga saat ini ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) terus mengalami dinamika dalam arus dunia. Nilai dasar Pancasila menjadi landasan kajian substantif dan menjadi tuntutan dari ATHG baik yang bersumber dari dalam dan luar. Pancasila sebagai sebuah ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan ideologi-ideologi lainnya. Pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia sebagai sumber dari Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan, guna menjadi jalan upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Salah satu bentuk tawaran ide yang bisa disandingkan dengan pemikiran-pemikiran individualisme dan sosialisme, jika menyangkut pembicaraan mengenai manusia yaitu Pancasila. Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme mengatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Pembedaan tersebut dapat dipetakan antara lain bahwa gambaran manusia sosial berangkat dari teori konflik. Dimana Individualisme lebih menekankan peran individu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan.

Pandangan-pandangan liberalisme mencerminkan konsep individualitas dalam konteks yang lebih jauh tampak menekankan pada prinsip kebebasan sebagai hal yang utama dari keberadaan manusia. Ideologi liberalisme saat ini sebagai cerminan dari individualisme menjadi ideologi yang banyak menarik pengikut namun juga membawa konsekuensi lanjutan yang tidak sedikit karena ide kebebasan yang tidak terkendali juga memunculkan masalah baru dalam banyak aspek dan bidang.
Ide dasar sosialisme menjadi dasar diri dari sebuah ideologi yang mana sebagai kutub diametral berikutnya. Posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama dihadirkan dalam ide sosialisme atau kolektivisme ini. Dimana sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu. Menurut Comte, etika social merupakan satu-satunya sarana yang paling baik untuk memecahkan semua masalah yang timbul dalam rangka proses industrialisasi. Dalam perjalanan sejarahnya, etika sosial tidak hanya mengembangkan pengetahuannya mengenai hal-hal yang ada, tetapi juga mengenai hal-hal yang seharusnya ada.

Ideologi yang sangat relevan di antara tawaran-tawaran ideologi lainnya adalah pancasila, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Permasalahan yang muncul kemudian, yaitu apakah pancasila sebagai ideologi jalan tengah nantinya bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Hal ini perlu dinyatakan terkait dengan belum terlihatnya Pancasila sebagai filsafat atau ideologi jalan tengah di antara dikotomi ideologi berdasar individualisme dan sosialisme dengan ide-ide turunannya.
Dalam kehidupan bernegara, Pancasila sebagai salah satu bentuk ideologi yang berakar pada filsafat jalan tengah harus menjadi orientasi dasar dalam kehidupaan. Orientasi dasar Pancasila adalah wawasan ke depan yang integral dan integratif, mengakui dan mengembangkan kehidupan sosialreligius, memiliki orientasi pada manusia dan kemanusiaan. Semua orientasi tersebut berlandaskan pada norma dasar keseimbangan dan kenyataan dari pancasila telah ditunjukan oleh norma jalan tengah itu sendiri.

Terima kasih..
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Komentar

HIMAWAN ARBIANSYAH གིས-
Assalamu'alaikum wr.wb
Nama : Himawan Arbiansyah
NPM : 2115011126
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Izin menanggapi artikel,
Pada hakikatnya Ketahanan Nasional merupakan kondisi sekaligus konsepsi pembangunan nasional dalam pencapaian tujuan dan cita – cita bangsa. Sebagai suatu kondisi, Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis bangsa yang berisi ketangguhan serta keuletan dan kemampuan bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.Sebagai kondisi, Ketahanan Nasional merupakan kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan dan dibina secara dini, terus menerus, terpadu dan sinergis. Sebagai konsepsi, Ketahanan Nasional merupakan landasan konsepsional strategis yang sekaligus merupakan pisau analisis untuk memecahkan berbagai permasalahan strategis bangsa melalui pendekatan 8 (delapan) aspek kehidupan nasional (asta gatra) yang terdiri dari 3 (tiga) aspek alamiah (tri gatra) yang bersifat statis dan 5 (lima) aspek kehidupan (panca gatra) yang bersifat dinamis. Peran dan hubungan diantara kedelapan gatra saling terkait dan saling tergantung secara utuh menyeluruh membentuk tata laku masyarakat dalam kehidupan nasional. Dalam implementasinya, ketahanan nasional diselenggarakan dengan mengutamakan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dan pendekatan keamanan (security approach) yang serasi, selaras dan seimbang. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah, dan jasmaniah. Sementara itu, keamanan harus dipahami sebagai kemampuan bangsa dalam melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar dan dari dalam, termasuk di dalamnya melindungi pancasila sebagai dasar negara (philosophi gronslag). Dalam perspektif Ketahanan Nasional, pertahanan negara Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dan dinamika kondisi yang terkait dengan delapan aspek kehidupan nasional di atas. Konsep keseimbangan dan saling keterkaitan antar satu gatra dengan gatra lainnya serta sistem pertahanan negara yang bersifat kesemestaan, mencerminkan adanya keterhubungan yang kuat antara kondisi Ketahanan Nasional dengan Pertahanan Negara secara menyeluruh. Oleh karena itu, pembinaan dan pengkondisian Ketahanan Nasional dalam berbagai aspeknya, akan menentukan kualitas Pertahanan Negara, baik di masa damai maupun dalam masa perang. Kualitas Pertahanan Negara akan berbanding lurus dengan kondisi Ketahanan Nasional yang dimiliki, artinya setiap perubahan kondisi Ketahanan Nasional bangsa, dengan sendirinya akan berpengaruh terhadap kualitas pertahanan negara dalam implementasinya.

Untuk itu, demi merekatkan bangsa agar tercipta ketahanan negara, perlu dilakukan upaya pemerintah untuk mempererat bangsa melalui berbagai cara. Sejarah mencatat bahwa setidaknya ada empat hal yang dapat menjadi perekat bangsa, yaitu pertama, jaringan perdagangan di masa lampau; kedua, penggunaan bahasa yang sejak 1928 kita sebut sebagai bahasa Indonesia; ketiga, imperium Hindia-Belanda sesudah paxneerlandica, dan keempat, pengalaman bersama hidup sebagai bangsa Indonesia sejak 1945. Proses pembentukan bangsa Indonesia diawali oleh keinginan untuk lepas dari penjajahan dan ingin memiliki kehidupan yang lebih baik bebas dari penindasan dan bebas untuk melakukan apa yang diinginkan sebagai sebuah bangsa yang dibalut dalam rasa Nasionalisme. kemudian Kerangka cita-cita Nasional (bangsa) tersebut terangkum apik dalam pembukaan UUD 1945, dengan Negara republik Indonesia sebagai pengemban amanah dari kedaulatan rakyat Indonesia. Pertumbuhan wawasan kebangsaan Indonesia bersifat unik dan tidak dapat disamakan dengan pertumbuhan nasionalisme bangsa lain. Walaupun rasa “persatuan” ke-Indonesia-an telah bertunas lama dalam sejarah bangsa Indonesia, namun semangat kebangsaan atau nasionalisme ke-Indonesia-an dalam arti yang sesungguhnya, secara formal baru lahir pada permulaan abad ke-20. Semangat kebangsaan tersebut lahir sebagai reaksi perlawanan terhadap kolonialisme yang telah berlangsung berabad-abad lamanya. Karena itu, nasionalisme Indonesia kontemporer terutama berakar pada keadaan bangsa Indonesia pada abad keduapuluh, namun beberapa dari akar-akarnya berasal dari lapisan sejarah yang jauh lebih tua (Kahin, 1970). Kebangkitan dan lahirnya semangat kebangsaan dan nasionalisme Indonesia pada awal abad ke-20, ditandai oleh tiga momentum sejarah yang saling terkait erat dan tidak dapat dipisahkan, yaitu : Kebangkitan nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. Ketiga momentum sejarah tersebut, merupakan rangkaian proses terbentuknya nasionalisme Indonesia yang sarat dengan nilai – nilai keIndonesiaan. Semangat kebangsaan dan nasionalisme Indonesia berpijak pada sistem nilai dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Hal ini tercermin dalam pidato Bung Karno (7 Mei 1953) di Universitas Indonesia, yang intinya ialah: Pertama, nasionalisme Indonesia bukan nasionalisme sempit (chauvinism) tetapi nasionalisme yang mencerminkan perikemanusiaan (humanisme, internasionalisme); Kedua, kemerdekaan Indonesia tidak hanya bertujuan untuk menjadikan negara yang berdaulat secara politik dan ekonomi, tetapi juga mengembangkan kepribadian sendiri atau kebudayaan yang “bhinneka tunggal ika”.

Sekian dan Terima kasih
Wassalamu'alaikum wr.wb
In reply to First post

Re: Komentar

Endang Julianti Tobing 2115011065 གིས-
Assalamualaikum wr wb
Nama : Endang Julianti Tobing
NPM : 2155011065
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel di atas, Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara tawaran-tawaran ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Hal ini perlu dinyatakan terkait dengan belum terlihatnya Pancasila sebagai filsafat atau ideologi jalan tengah di antara dikotomi ideologi berdasar individualisme dan sosialisme dengan ide-ide turunannya. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang
berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Jika individualisme mudah dikenali dengan ide turunan lainnya misalnya liberalisme dan kapitalisme , serta jika sosialisme mudah dikenali dengan ide turunan lainnya misalnya kolektivisme dan sosialisme dalam bidang ekonomi maupun politik , maka Pancasila juga harus menemukan ide turunan tersebut. Ide turunan tersebut antara lain adalah gotong royong. Ide-ide turunan ini harus sedemikian rupa menjadi ciri pengenal dari Pancasila. Hanya melalui ide-ide turunan inilah Pancasila mendapatkan tempat dalam persinggungan ideologi-ideologi besar lainnya.

Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Tidak menempatkan keduanya dalam dikotomi yang terpisah satu sama lain. Kedua kutub dikotomi antara individualitas dan sosialitas tidak ditempatkan dalam situasi yang berbeda satu sama lain namun keduanya harus dilihat dalam satu hubungan yang mempengaruhi. Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkanmemunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya,
terima kasih.
Wassalammualaikum wr wb
In reply to First post

Re: Komentar

RAFAEL.BINTANG.CAHYA.KUSUMA mas bintang གིས-

Nama : Rafae Bintang Cahya Kusuma
NPM   : 2155011006
Prodi  : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

KONTEKSTUALISASI PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT JALAN TENGAH DALAM MEMPERKOKOH KETAHANAN NASIONAL yang saya pahami adalah Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) ketahanan nasional baik yang bersumber dari dalam dan luar menuntut upaya luar biasa dengan berlandaskan pada kajian substantif tentang nilai dasar Pancasila.

1.Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional 1. Nilai Keterbukaan Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya.

2.Nilai Tanggung Jawab Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia.

3.Nilai Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama.

4.Nilai Kepercayaan,Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia.Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.

5.Nilai Keadilan,Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat.

6.Nilai Kerjasama,Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan.

kesimpulan Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

sekian trima kasih


In reply to First post

Re: Komentar

Cahyani Putri Agustin གིས-

Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Cahyani Putri Agustin
NPM : 2115011066
Prodi : S1 Teknik Sipil


Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,


Dari hasil data ditemukan berdasarkan artikel pada pertemuan ke 11  ini adalah bahwa ATHG baik yang bersumber dari dalam dan luar menuntut upaya luar biasa dengan berlandaskan pada kajian substantif tentang nilai dasar Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang berhasil dikembangkan memberikan kontektualisasi yang kuat terhadap upaya memperkokoh ketahanan nasional saat ini. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan atau ATHG menjadi kosa kata utama dan diskursus dan upaya-upaya penguatan ketahanan nasional ATHG yang dihadapi Indoensiaan saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

 Pancasila sebagai 71 filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional, Pancasila dengan kata lain menjadi salah satu bentuk tawaran ide yang bisa disandingkan dengan pemikiran-pemikiran individualisme dan sosialisme. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Paradigma Individualisme Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran individu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. Tidak ada kaitan sosial batiniah yang dari dalam diri manusia mempersatukan mereka menjadi masyarakat.

Individu adalah atom atau molekul, yang sudah lengkap dalam dirinya, berkemauan sendiri dan mampu menggabungkan diri sesukanya dengan atom-atom lain, Hal ini dikarenakan hanya ada individu-individu yang mengadakan relasi-relasi lahiriah, dan mereka sendiri tidak berubah, maka masyarakat pun tidak berubah, Konsep ini dalam filsafat sosial dan sosiologi memberikan cara pandang untuk melihat ke belakang dalam usahnya mencari sebab-sebab semua gejala sosial.

Keseimbangan yang demikian ini sebenarnya juga tidak dapat diandalkan karena mudah goyah dan penuh bahaya. Untuk mencapai equilibrium sosial yang lebih abadi dan kokoh, maka muncul kesepakatan untuk mengganti koeksistensi tersebut dengan hidup bermasyarakat, dimana kekuatan fisik diganti dengan kekuatan hukum, Hal ini senada dengan apa yang dipikirkan dan dinyatakan oleh John Locke, Hukum ini dibuktikan dengan menunjuk pada kota-kota besar yang menarik arus urbanisasi.


Sekian tanggapan saya, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Terima kasih
Wassalamu'alaimum warahmatullahi wabarokatuh.


In reply to First post

Re: Komentar

BELLA APRILIA གིས-
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Bella Aprilia
NPM : 2115011086
Prodi : S1 Teknik Sipil

Paradigma Individualisme Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya. Paradigma Sosialisme sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu

Paradigma Pancasila Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Ide turunan tersebut antara lain adalah gotong royong. Hanya melalui ide-ide turunan inilah Pancasila mendapatkan tempat dalam persinggungan ideologi-ideologi besar lainnya.

Orientasi dasar Pancasila adalah wawasan ke depan yang integral dan integratif, mengakui dan mengembangkan kehidupan sosialreligius, memiliki orientasi pada manusia dan kemanusiaan. Semua orientasi tersebut berlandaskan pada norma dasar keseimbangan. Norma jalan tengah yang sangat penting untuk dipilih dan sekaligus telah menunjukkan kenyataan dari Pancasila itu sendiri. Orientasi keseimbangan ini juga mendorong suasan kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kekeluargaan. Gotong-royong dan ko-operasi menjadi salah satu ide turunan yang dapat diwujudkan dalam sistem kehidupan riil bangsa Indonesia, baik sistem kehidupan sosial budaya, sistem kehidupan politik dan sistem keamanan dan keamanan, serta sistem kehidupan ekonomi. Orientasi dasar yang demikian ini juga dapat menjadi pembanding dengan krisis-krisis yang terjadi pada ideologi besar lainnya.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
2. Nilai Tanggung Jawab
3. Nilai Solidaritas
4. Nilai Kepercayaan
5. Nilai Keadilan
6. Nilai Kerjasama

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila.

Sekian tanggapan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
In reply to First post

Re: Komentar

RIZANU AKBAR གིས-
assalamualaikum wr. wb
Nama:Rizanu Akbar
NPM:2115011064
Rodi:S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya terhadap artikel tersebut,
Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkanmemunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:

1. Nilai Keterbukaan
2. Nilai Tanggung Jawab
3. Nilai Solidaritas
4. Nilai Kepercayaan
5. Nilai Keadilan
6. Nilai Kerjasama

Paradigma Pancasila Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah.
Nilai-nilai Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang berhasil dikembangkan memberikan kontektualisasi yang kuat terhadap upaya memperkokoh ketahanan nasional saat ini. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

Sekian terimakasih.
In reply to First post

Re: Komentar

AMANDA AJENG AZZAHRA གིས-
Nama : Amanda Ajeng Azzahra
NPM : 2115011025
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum Wr Wb
Izin menanggapi artikel yang tertera pak/bu.

Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara option ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang
berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Jika individualisme mudah dikenali dengan ide turunan lainnya misalnya liberalisme dan kapitalisme , serta jika sosialisme mudah dikenali dengan ide turunan lainnya misalnya kolektivisme dan sosialisme dalam bidang ekonomi maupun politik , maka Pancasila juga harus menemukan ide turunan tersebut. Ide turunan tersebut antara lain adalah gotong royong. Ide-ide turunan ini harus sedemikian rupa menjadi ciri pengenal dari Pancasila.

Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya.
Nilai-nilai tersebut adalah :

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai.

2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.

6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya. Mohon maaf apabila ada kesalahan pak/bu.
Terima kasih, Wassalammualaikum wr wb
In reply to First post

Re: Komentar

Ismi Fadia གིས-
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
NPM : 2115011026
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel pada pertemuan ke-11.

Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara option ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Jika individualisme mudah dikenali dengan ide turunan lainnya misalnya liberalisme dan kapitalisme , serta jika sosialisme mudah dikenali dengan ide turunan lainnya misalnya kolektivisme dan sosialisme dalam bidang ekonomi maupun politik , maka Pancasila juga harus menemukan ide turunan tersebut. Ide turunan tersebut antara lain adalah gotong royong. Ide-ide turunan ini harus sedemikian rupa menjadi ciri pengenal dari Pancasila.

Paradigma Individualisme Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran individu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. Tidak ada kaitan sosial batiniah yang dari dalam diri manusia mempersatukan mereka menjadi masyarakat.

Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya.
Nilai-nilai tersebut adalah :

1. Nilai Keterbukaan, yaitu : Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai.

2. Nilai Tanggung Jawab, yaitu : Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan atas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas, yaitu : Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.

4. Nilai Kepercayaan, yaitu : Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.

5. Nilai Keadilan, yaitu : Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.

6. Nilai Kerjasama, yaitu : Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya.
Terima kasih, Wassalammualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Allecia Purnama Indah གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Allecia Purnama Indah
NPM : 2115011085
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Kontestualisasi Pancasila sebagai filsafat jalan tengah dalam memperkokoh ketahanan nasional

Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara tawaran-tawaran ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Pancasila sebagai salah satu bentuk ideologi yang berakar pada filsafat jalan tengah maka Pancasila juga harus menjadi orientasi dasar dalam kehidupan bernegara. Orientasi dasar Pancasila adalah wawasan ke depan yang integral dan integratif, mengakui dan mengembangkan kehidupan sosial religius, memiliki orientasi pada manusia dan kemanusiaan. Semua orientasi tersebut berlandaskan pada norma dasar keseimbangan. Orientasi yang demikian ini maka ide keseimbangan mendorong terbentuknya sikap mandiri dalam berbagai antinomi kehidupan.
Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Tidak menempatkan keduanya dalam dikotomi yang terpisah satu sama lain.

Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah secara jelas juga memberikan pesan bahwa manusia memang terikat dengan yang lain, tetapi juga mengatasi hubungan dan ikatan, meskipun ia tetap berada dalam hubungan dan ikatan tersebut. Pancasila menerima kebenaran dalam aspek individualitas manusia dan juga menerima kebenaran dalam aspek sosialitasnya sebagai sebuah jalan kompromi atau jalan tengah. Pancasila menerima kebenaran aspek individualitas dan sosialitas manusia sebagai sebuah kenyataan jalan tengah yang sesuai dengan tuntutan kodrat kemanusiaan. Pancasila akan tetapi menolak pemutlakan masing-masing aspek, entah itu aspek individualitas ataupun sosialitasnya. Pancasila mengakui kebenaran keduanya, namun tidak boleh saling memutlakkan. Pemutlakaan atas salah satu aspeknya akan membuat tidak adanya lagi kebenaran yang sesungguhnya.

Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan : Nilai keterbukaan dalam konteks ini maka merupakan cerminan aktualitas manusia seimbang Pancasila. Nilai keterbukaan pada tataran yang lebih praksis aktualitasnya tampak pada sikap hidup masyarakat Indonesia yang mampu menerima perbedaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan.

2. Nilai Tanggung Jawab : Nilai tanggung jawab sebagai konsekuensi dari hakikat manusia seimbang ini dapat diwujudkan dalam ranah yang bersifat praksis. Tanggung jawab sosial memberikan pengandaian bahwa di dalam tanggung jawab terdapat pengakuan akan kehadiran sekaligus kebebasan setiap pribadi individu.

3. Nilai Solidaritas : Nilai solidaritas adalah bentuk afirmasi dari eksistensi individualitas pada satu sisi dan juga afirmasi atas eksistensi sosialitas pada sisi yang lain. Solidaritas hanya muncul dalam situasi penghargaan eksistensi persona manusia dalam sebuah komunitas yang bersifat interpersonal.

4. Nilai Kepercayaan : Nilai kepercayaan dalam ranah yang lebih kongkret dalam bentuk sikap memegang teguh komitmen, dan menghargai setiap amanah kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan merupakan bentuk pengakuan terhadap yang lain yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang dikomitmenkan.

5. Nilai Keadilan : Nilai keadilan dalam hal ini mencakup pada semua bidang kehidpan manusia. Tidak ada satu bidang pun yang akan dikecualikan, dan harus dijamin untuk bisa dinikmati keadilannya.

6. Nilai Kerjasama : Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu. Nilai kerja sama inilah yang secara khas menjadi nilai khusus dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila, yaitu gotong royong.

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Nur Azizah གིས-
Nama : Nur Azizah
NPM : 2115011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum Wr Wb
Izin menanggapi artikel
Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh
tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Pancasila menerima kebenaran aspek individualitas dan sosialitas manusia sebagai sebuah kenyataan jalan tengah yang sesuai dengan tuntutan kodrat kemanusiaan. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila.

Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh
dimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk
perwujudan sosialitasnya

2. Nilai Tanggung Jawab
akikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga
memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa
Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas
kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai
keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya.
Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah
bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain

6. Nilai Kerjasama
Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Rivaldi Silva Julian གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri:
Nama : Rivaldi Silva Julian
NPM : 2115011114
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan mengenai artikel yang diberikan.

Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara option ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme.

Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Tidak menempatkan keduanya dalam dikotomi yang terpisah satu sama lain. Kedua kutub dikotomi antara individualitas dan sosialitas tidak ditempatkan dalam situasi yang berbeda satu sama lain namun keduanya harus dilihat dalam satu hubungan yang mempengaruhi. Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkanmemunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian yang dapat saya sampaikan, saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Nabira.202121 Nabira.202121 གིས-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Nama : Nabira
NPM : 2115011015
Prodi : S1 Teknik Sipil
Izin menanggapi artikel,
1.Paradigma Individualisme
Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. Konsep individualitas dalam konteks yang lebih jauh tampak dan tercermin pada pandangan-pandangan liberalisme yang menekankan pada prinsip kebebasan sebagai hal yang utama dari keberadaan manusia.

2.Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu.

3.Paradigma Pancasila
Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara tawaran-tawaran ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Hal ini perlu dinyatakan terkait dengan belum terlihatnya Pancasila sebagai filsafat atau ideologi jalan tengah di antara dikotomi ideologi berdasar individualisme dan sosialisme dengan ide-ide turunannya.

Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan : Nilai keterbukaan dalam konteks ini maka merupakan cerminan aktualitas manusia seimbang Pancasila. Nilai keterbukaan pada tataran yang lebih praksis aktualitasnya tampak pada sikap hidup masyarakat Indonesia yang mampu menerima perbedaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan.

2. Nilai Tanggung Jawab : Nilai tanggung jawab sebagai konsekuensi dari hakikat manusia seimbang ini dapat diwujudkan dalam ranah yang bersifat praksis. Tanggung jawab sosial memberikan pengandaian bahwa di dalam tanggung jawab terdapat pengakuan akan kehadiran sekaligus kebebasan setiap pribadi individu.

3. Nilai Solidaritas : Nilai solidaritas adalah bentuk afirmasi dari eksistensi individualitas pada satu sisi dan juga afirmasi atas eksistensi sosialitas pada sisi yang lain. Solidaritas hanya muncul dalam situasi penghargaan eksistensi persona manusia dalam sebuah komunitas yang bersifat interpersonal.

4. Nilai Kepercayaan : Nilai kepercayaan dalam ranah yang lebih kongkret dalam bentuk sikap memegang teguh komitmen, dan menghargai setiap amanah kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan merupakan bentuk pengakuan terhadap yang lain yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang dikomitmenkan.

5. Nilai Keadilan : Nilai keadilan dalam hal ini mencakup pada semua bidang kehidpan manusia. Tidak ada satu bidang pun yang akan dikecualikan, dan harus dijamin untuk bisa dinikmati keadilannya.

6. Nilai Kerjasama : Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu. Nilai kerja sama inilah yang secara khas menjadi nilai khusus dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila, yaitu gotong royong.

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Terima Kasih, Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu.
In reply to First post

Re: Komentar

Lenny Aditia Putri གིས-
Assalamualaikum wr. wb.
Nama : Lenny Aditia Putri
NPM : 2115011014
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil
Izin menanggapi artikel yang ada di pertemuan 11
Artikel tersebut membahas tentang Ketahanan nasional bangsa dan negara, Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa besar dan berat. Dalam kasus terkahir, pandemi Covid19 juga dapat sebagai trigger atau pendorong masalah-masalah ketahanan nasional apabila tidak tertangani secara baik. Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional. Pancasila sebagai sebuah ideologi bangsa dan negara Indonesia memiliki nilai-nilai yang berbeda dengan ideologi-ideologi lainnya. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Paradigma Individualisme
Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini.
Konsep individualitas dalam konteks yang lebih jauh ini tampak dan tercermin pada pandangan-pandangan liberalisme yang menekankan pada prinsip kebebasan sebagai hal yang utama dari keberadaan manusia. Ideologi liberalisme dewasa ini sebagai cerminan dari individualisme ini menjadi ideologi yang banyak menarik pengikut. Ideologi ini namun juga membawa konsekuensi lanjutan yang tidak sedikit karena ide kebebasan yang tidak terkendali juga memunculkan masalah baru dalam banyak aspek dan bidang.

Paradigma Sosialisme
Ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu.
Pandangan utama Comte mengenai sosialitas manusia sebagai dasar dari kehidupan bermasyarakat dalam etika sosial yang ditawarkan. Menurut Comte, etika sosial adalah satu-satunya sarana yang paling baik untuk memecahkan semua masalah yang timbul dalam rangka proses industrialisasi. Comte berpendapat bahwa dapat ditarik sebuah pokok pikiran sejarah dunia menurutnya adalah proses evolusi akal-budi, yang dalam perkembangannya dikuasai oleh hukum yang satu dan sama bagi seluruh dunia. Umat manusia dipandang sebagai satu badan hidup yang tak mati. Individu-individu adalah bagian-bagian organisme itu, yang hidup demi kepentingan keseluruhan.

Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Pembedaan tersebut dapat dipetakan antara lain bahwa gambaran manusia sosial berangkat dari teori konflik.
Pancasila melihat bahwa tdak pada tempatnya untuk memisahkan perilaku sosial dari inti kepribadian manusia, yaitu kesadaan dan kebebasan. Manusia yang tidak diasingkan dari diri sendiri, merasa diri bebas dan berkuasa atas hidupnya sendiri. Kesadaran sebagai individu berkaitan erat dengan kebebasan eksistensial. Manusia demikian juga apabila bertindak sama seperti banyak orang lain, manusia menyadari kemungkinan untuk bertindak tidak sama. Bertindak sama atau tidak itu diputuskan sendiri olehnya sewaktu-waktu dapat diputuskan sendiri.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
2. Nilai Tanggung Jawab
3. Nilai Solidaritas
4. Nilai Kepercayaan
5. Nilai Keadilan
6. Nilai Kerjasama

KESIMPULAN yang dapat diambil bahwa, Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang pada Pancasila.

Sekian Terima Kasih,
Wassalamualaikum Wr.Wb
In reply to First post

Re: Komentar

Adrian Wicaksono གིས-
Nama : Adrian Wicaksono
NPM : 2115011074
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil
Assalamualaikum Wr Wb
Ijin menanggapi Artikel diatas,setelah membaca artikel diatas ditemukan beberapa poin penting,yaitu:
-Paradigma Individualisme
Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. Individualisme juga menyatakan bahwa masyarakat tidak berevolusi atau tidak maju. Hal ini dikarenakan hanya ada individu-individu yang mengadakan relasi-relasi lahiriah, dan mereka sendiri tidak berubah, maka masyarakat pun tidak berubah.
-Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu. Tesis yang diajukan bahwa hanya melalui masyarakat sebagai kenyataan objektif manusia maka kestabilan, kemakmuran hanya dapat diperoleh oleh individu, dan hanya jika individu-individu anggota masyarakat menyadari sifat tak terelakkan dari hukum masyarakat, dapat menyesuaikan diri, dan berpartisipasi penuh di dalamnya.
-Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Pembedaan tersebut dapat dipetakan antara lain bahwa gambaran manusia sosial berangkat dari teori konflik. Teori konflik melihat manusia sejauh manusia dirangsang oleh kepentingannya yang ada kaitannya dengan posisinya dalam kerangka superordinasi-subordinasi. Sedangkan fingsionalisme lebih mendasarkan pada fungsionalitas manusia dalam sistem hidup yang disebut masyarakat.
Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya.
Nilai-nilai tersebut adalah :

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai.

2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.

6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komperensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.
Adapun fungsi Filsafat Pancasila diantaranya yaitu sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia menjadi falsafah hidup bangsa sebagai dasar negara dan memberi Hakikat kehidupan bernegara kemudian tujuan Filsafat Pancasila untuk menciptakan bangsa yang religius dan patuh kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi bangsa yang menjaga keadilan dan menjadi bangsa yang menghormati hak asasi manusia.

Sekian tanggapan dari saya kurang lebihnya mohon maaf
Terimakasih, Wassalamu'alaikum wr.wb
In reply to First post

Re: Komentar

Zulfa Afifah གིས-
Assalammualaikum wr.wb.
Nama : Zulfa Afifah
NPM : 2115011104
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel yang telah dilampirkan,
Pancasila adalah ideologi yang sangat relevan di antara tawaran-tawaran ideologi lainnya, utamanya dalam hal penyikapan terhadap konsep manusia. Pancasila melihat bahwa manusia harus menempatkan titik keseimbangan antara otonomi dirinya atau individualitasnya dengan sosialitasnya. Tidak menempatkan keduanya dalam dikotomi yang terpisah satu sama lain. Kedua kutub dikotomi antara individualitas dan sosialitas tidak ditempatkan dalam situasi yang berbeda satu sama lain namun keduanya harus dilihat dalam satu hubungan yang mempengaruhi. Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.
Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilai-nilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab, nilai solidaritas, nilai kepercayaan, nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai.

2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikan bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada, apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.

6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya.
Wassalammualaikum wr wb
In reply to First post

Re: Komentar

Khalila Putri Ralia གིས-
Assalamualaikum wr wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Khalila Putri R
NPM : 2115011105
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel di atas
Kontekstualisasi nilai terhadap ketahanan nasional :
1. Nilai Keterbukaan keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya, manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialnya, nilai ini memiliki dua sisi yaitu keterbukaan yang bersifat aktif dan keterbukaan yang bersifat pasif. Keterbukaan pasif adalah bentuk keterbukaan saat individu manusia untuk bertindak dalam menegaskan eksistensinya kepada yang lain, keterbukaan yang bersifat pasif adalah keterbukaan saat individu memberikan atau menyediakan dirinya untuk yang lain. Keterbukaan aktif adalah keterbukaan kepada sedangkan kedudukan pasir adalah keterbukaan bagi.
Nilai keterbukaan pada tataran yang lebih praktis aktualisasinya tampak pada sikap hidup masyarakat Indonesia yang mampu menerima perbedaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai sebagaimana individu dalam masyarakat yang dapat memahami orang lain, dalam setiap perbedaan yang dimilikinya nilai keterbukaan dalam tataran yang lebih praktis dapat ditunjukkan dengan sikap egalitarian yang memandang pihak lain sebagai pihak yang dapat saling memperkaya dan memperbaiki mutu kehidupan. Perilaku empati pemangku kewajiban atas persoalan-persoalan kemasyarakatan juga dapat menjadi contoh perilaku yang relevan untuk dikembangkan berdasarkan prinsip Pancasila sebagai jalan tengah ini. Perilaku empati merupakan perwujudan ,pengakuan penerimaan, maupun keterbukaan terhadap semua pihak lain dalam suasana kebatinan yang positif dan bermutu

2. Nilai Tanggung Jawab Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tanggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal. Dimensi internal mencakup sikap dan tindakan diri manusia untuk bersedia memberikan dan juga kesediaan untuk menerima. Dimensi internal dan eksternal ini mencakup kemampuan diri individu bentuk penghayatan dan penerimaan diri terhadap orang-orang lain seperti melalui sikap masyarakat, mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan yang individual semata. Kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan hidup merupakan kenyataan yang bertentangan dengan nilai tanggung jawab ini. Nilai tanggungjawab mengandaikan pihak dan individu terhadap individu lain dalam konteks kehidupan bersama pemangku kebijakan secara normatif harus memahami bahwa tanggung jawab merupakan nilai dasar yang harus diwujudkan dalam banyak tindakan konkret dalam setiap kebijakan publik yang diambil.

3. Nilai Solidaritas Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama, solidaritas juga merupakan bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain dan merupakan cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah yang memberikan cerminan akan nilai solidaritas ini. Hal ini karena nilai dari norma-norma ideal keseimbangan antara sisi individual dan sosial manusia. Nilai solidaritas dapat dibangun dan diwujudkan secara konkrit melalui semangat penghargaan atas pandangan kesejajaran harkat dan martabat manusia kesejajaran sebagai makhluk yang juga bermasyarakat dalam kehidupan global, nilai solidaritas juga harus dipahami dalam kerangka untuk membangun persaudaraan umat manusia.

4. Nilai Kepercayaan Kepercayaan yang terbangun dalam komunitas menciptakan kestabilan sosial yang bersifat jangka panjang. Kepercayaan tumbuh dalam relasi sosial yang baik dan dibangun atas dasar pemahaman keseimbangan sebagai norma dalam diri individu yang diproyeksikan dalam hubungan sosialnya dengan individu individu yang lain. Dalam bentuk sikap memegang teguh komitmen dan menghargai setiap amanah kepercayaan yang diberikan, kepercayaan merupakan bentuk pengakuan terhadap yang lain yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang menjaga kepercayaan dan membangun komitmen merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua orang sebagaimana seharusnya dalam kehidupan bernegara. Wakil-wakil rakyat yang memegang teguh kepercayaan rakyat yang diperoleh melalui cara-cara demokratis pemilu, masyarakat juga harus mempercayakan kepercayaan yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan publik sebagaimana seharusnya yang diharapkan. Kepercayaan menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun masyarakat yang bermartabat.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan reaksi individu dengan individu lainnya, keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain, persamaan dan perbedaan yang dimiliki individu sebagai warga negara dan warga bangsa harus diabdikan kepada kepentingan publik yang masing-masingnya dimampukan untuk berkembang secara maksimal. Nilai keadilan dengan demikian berarti bahwa setiap individu mempunyai hak, kewajiban, dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya. Keadilan dalam pengertian kesamaan yang didasarkan pada kodratnya sebagai manusia tidak dapat dihilangkan, masing-masing individu untuk menentukan hidupnya sendiri dalam segala aspek kehidupan yang benar untuk memperkembangkan dirinya secara maksimal, perbedaan dalam hal hak kewajiban dan tanggung jawab bukanlah didasarkan pada perbedaan kuadrat keturunan, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya, tetapi berdasarkan fungsi yang dijalankan dalam masyarakat.

6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai tersebut adalah kerjasama. Kerjasama merupakan komprehensif asi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan, keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerjasama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam rangka mencapai tujuan tertentum. Nilai-nilai dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan prinsip kebersamaan yang mengandaikan peran-peran individual dalam merealisasikan proyeksi-proyeksi sosialitas manusia.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila secara konsep manusia Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai filsafat jalan tengah melahirkan nilai-nilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab, nilai solidaritas, nilai kepercayaan, nilai keadilan, dan nilai kerjasama tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemauan bangsa Indonesia agar bangsa dan negara Indonesia dapat bertahan dan menghadapi tantangan yang luar biasa dan berat yaitu ancaman tantangan hambatan dan gangguan menjadi kosakata utama dan diskusi dan upaya-upaya penguatan karakter ketahanan nasional yang dihadapi Indonesia saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Sekian tanggapan dari saya,
terima kasih.
Wassalammualaikum wr wb
In reply to First post

Re: Komentar

Rafly Bani Fadlih གིས-
Nama : Rafly Bani Fadlih
NPM : 2115011116
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Dari hasil data ditemukan berdasarkan artikel pada pertemuan ke 11 ini adalah bahwa ATHG baik yang bersumber dari dalam dan luar menuntut upaya luar biasa dengan berlandaskan pada kajian substantif tentang nilai dasar Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang berhasil dikembangkan memberikan kontektualisasi yang kuat terhadap upaya memperkokoh ketahanan nasional saat ini. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan atau ATHG menjadi kosa kata utama dan diskursus dan upaya-upaya penguatan ketahanan nasional ATHG yang dihadapi Indoensiaan saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Pancasila sebagai 71 filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional, Pancasila dengan kata lain menjadi salah satu bentuk tawaran ide yang bisa disandingkan dengan pemikiran-pemikiran individualisme dan sosialisme. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Orientasi dasar Pancasila adalah wawasan ke depan yang integral dan integratif, mengakui dan mengembangkan kehidupan sosialreligius, memiliki orientasi pada manusia dan kemanusiaan. Semua orientasi tersebut berlandaskan pada norma dasar keseimbangan. Norma jalan tengah yang sangat penting untuk dipilih dan sekaligus telah menunjukkan kenyataan dari Pancasila itu sendiri. Orientasi keseimbangan ini juga mendorong suasan kehidupan yang penuh dengan nilai-nilai kekeluargaan. Gotong-royong dan ko-operasi menjadi salah satu ide turunan yang dapat diwujudkan dalam sistem kehidupan riil bangsa Indonesia, baik sistem kehidupan sosial budaya, sistem kehidupan politik dan sistem keamanan dan keamanan, serta sistem kehidupan ekonomi. Orientasi dasar yang demikian ini juga dapat menjadi pembanding dengan krisis-krisis yang terjadi pada ideologi besar lainnya.

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila.

Sekian tanggapan dari saya
Terima kasih
In reply to First post

Re: Komentar

Putri Afrianis གིས-
Assalamualaikum warrahamatulllahi wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri,
Nama : Putri Afrianis
NPM : 2115011044
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Mohon izin menanggapi artikel yang terlampir pada pertemuan 11
Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Dari artikel tersebutpun kita dapat mendapat berbagai informasi diantaranya
*Paradigma Individualisme
Individualisme menyatakan bahwa masyarakat tidak berevolusi atau tidak maju. Hal ini dikarenakan hanya ada individu-individu yang mengadakan relasi-relasi lahiriah, dan mereka sendiri tidak berubah, maka masyarakat pun tidak berubah.
*Paradigma Sosialisme
Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu.
Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini.
manusia.
*Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Pembedaan tersebut dapat dipetakan antara lain bahwa gambaran manusia sosial berangkat dari teori konflik. Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Keterbukaan ini memiliki dua sisi, yaitu keterbukaan yang besifat aktif dan keterbukaan yang bersifat pasif. Keterbukaan pasif adalah bentuk keterbukaan saat individu manusia untuk bertindak dalam menegaskan eksistensinya kepada yang lain. Keterbukaan yang bersifat pasif adalah keterbukaan saat individu memberikan atau menyediakan dirinya untuk yang lain. Keterbukaan aktif adalah keterbukaan kepada, sedangkan keterbukaan pasif adalah keterbukaan bagi.
2. Nilai Tanggung Jawab
Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal. Dimensi internal dan eksternal ini mencakup kemampuan diri individu untuk bersedia memberi merupakan bentuk penghayatan dan penerimaan diri terhadap orang lain.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Terima kasih..
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan
wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Komentar

Rendy A. Silitonga གིས-
Nama : Rendy A. Silitonga
NPM : 2115011125
Prodi : S1 Teknik Sipil


Tanggapan saya mengenai artikel di atas yang berjudul "Kontekstualisasi Pancasila Sebagai Filsafat Jalan Tengah Dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional" :

Tekstualisasi nilai terhadap ketahanan nasional :
1. Nilai Keterbukaan keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya, manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialnya, nilai ini memiliki dua sisi yaitu keterbukaan yang bersifat aktif dan keterbukaan yang bersifat pasif. Keterbukaan pasif adalah bentuk keterbukaan saat individu manusia untuk bertindak dalam menegaskan eksistensinya kepada yang lain, keterbukaan yang bersifat pasif adalah keterbukaan saat individu memberikan atau menyediakan dirinya untuk yang lain. Keterbukaan aktif adalah keterbukaan kepada sedangkan kedudukan pasir adalah keterbukaan bagi.
Nilai keterbukaan pada tataran yang lebih praktis aktualisasinya tampak pada sikap hidup masyarakat Indonesia yang mampu menerima perbedaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai sebagaimana individu dalam masyarakat yang dapat memahami orang lain, dalam setiap perbedaan yang dimilikinya nilai keterbukaan dalam tataran yang lebih praktis dapat ditunjukkan dengan sikap egalitarian yang memandang pihak lain sebagai pihak yang dapat saling memperkaya dan memperbaiki mutu kehidupan. Perilaku empati pemangku kewajiban atas persoalan-persoalan kemasyarakatan juga dapat menjadi contoh perilaku yang relevan untuk dikembangkan berdasarkan prinsip Pancasila sebagai jalan tengah ini. Perilaku empati merupakan perwujudan ,pengakuan penerimaan, maupun keterbukaan terhadap semua pihak lain dalam suasana kebatinan yang positif dan bermutu

2. Nilai Tanggung Jawab Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tanggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal. Dimensi internal mencakup sikap dan tindakan diri manusia untuk bersedia memberikan dan juga kesediaan untuk menerima. Dimensi internal dan eksternal ini mencakup kemampuan diri individu bentuk penghayatan dan penerimaan diri terhadap orang-orang lain seperti melalui sikap masyarakat, mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan yang individual semata. Kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan hidup merupakan kenyataan yang bertentangan dengan nilai tanggung jawab ini. Nilai tanggungjawab mengandaikan pihak dan individu terhadap individu lain dalam konteks kehidupan bersama pemangku kebijakan secara normatif harus memahami bahwa tanggung jawab merupakan nilai dasar yang harus diwujudkan dalam banyak tindakan konkret dalam setiap kebijakan publik yang diambil.

3. Nilai Solidaritas Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama, solidaritas juga merupakan bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain dan merupakan cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah yang memberikan cerminan akan nilai solidaritas ini. Hal ini karena nilai dari norma-norma ideal keseimbangan antara sisi individual dan sosial manusia. Nilai solidaritas dapat dibangun dan diwujudkan secara konkrit melalui semangat penghargaan atas pandangan kesejajaran harkat dan martabat manusia kesejajaran sebagai makhluk yang juga bermasyarakat dalam kehidupan global, nilai solidaritas juga harus dipahami dalam kerangka untuk membangun persaudaraan umat manusia.

4. Nilai Kepercayaan Kepercayaan yang terbangun dalam komunitas menciptakan kestabilan sosial yang bersifat jangka panjang. Kepercayaan tumbuh dalam relasi sosial yang baik dan dibangun atas dasar pemahaman keseimbangan sebagai norma dalam diri individu yang diproyeksikan dalam hubungan sosialnya dengan individu individu yang lain. Dalam bentuk sikap memegang teguh komitmen dan menghargai setiap amanah kepercayaan yang diberikan, kepercayaan merupakan bentuk pengakuan terhadap yang lain yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang menjaga kepercayaan dan membangun komitmen merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua orang sebagaimana seharusnya dalam kehidupan bernegara. Wakil-wakil rakyat yang memegang teguh kepercayaan rakyat yang diperoleh melalui cara-cara demokratis pemilu, masyarakat juga harus mempercayakan kepercayaan yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan publik sebagaimana seharusnya yang diharapkan. Kepercayaan menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun masyarakat yang bermartabat.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan reaksi individu dengan individu lainnya, keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain, persamaan dan perbedaan yang dimiliki individu sebagai warga negara dan warga bangsa harus diabdikan kepada kepentingan publik yang masing-masingnya dimampukan untuk berkembang secara maksimal. Nilai keadilan dengan demikian berarti bahwa setiap individu mempunyai hak, kewajiban, dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya. Keadilan dalam pengertian kesamaan yang didasarkan pada kodratnya sebagai manusia tidak dapat dihilangkan, masing-masing individu untuk menentukan hidupnya sendiri dalam segala aspek kehidupan yang benar untuk memperkembangkan dirinya secara maksimal, perbedaan dalam hal hak kewajiban dan tanggung jawab bukanlah didasarkan pada perbedaan kuadrat keturunan, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya, tetapi berdasarkan fungsi yang dijalankan dalam masyarakat.

6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai tersebut adalah kerjasama. Kerjasama merupakan komprehensif asi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan, keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerjasama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam rangka mencapai tujuan tertentum. Nilai-nilai dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan prinsip kebersamaan yang mengandaikan peran-peran individual dalam merealisasikan proyeksi-proyeksi sosialitas manusia.


Sekian tanggapan dari saya,
terimakasih.
In reply to First post

Re: Komentar

Fatika Balqis Azzahro གིས-
Nama : Fatika Balqis Azzahro
NPM : 2115011054
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : Pendidikan Pancasila B

Paradigma Individualisme
Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. ndividualisme juga menyatakan bahwa masyarakat tidak berevolusi atau tidak maju. Hal ini dikarenakan hanya ada individu-individu yang mengadakan relasi-relasi lahiriah, dan mereka sendiri tidak berubah, maka masyarakat pun tidak berubah. Sejarah selalu berulang. Revolusi-revolusi dalam masyarakat (misalnya politik maupun budaya) hanya menghasilkan pergeseran saja. Selalu sudah ada dan selalu akan ada konfrontasi dan aduan kekuatan antara pusat-pusat individual, konfrontasi mana disusul suatu keseimbangan baru, yang pada pokoknya tidak berbeda dari kesimbangan lama.

Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu.

Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Pembedaan tersebut dapat dipetakan antara lain bahwa gambaran manusia sosial berangkat dari teori konflik.

Pancasila menerima kebenaran dalam aspek individualitas manusia dan juga menerima kebenaran dalam aspek sosialitasnya sebagai sebuah jalan kompromi atau jalan tengah. Pancasila menerima kebenaran aspek individualitas dan sosialitas manusia sebagai sebuah kenyataan jalan tengah yang sesuai dengan tuntutan kodrat kemanusiaan. Pancasila akan tetapi menolak pemutlakan masing-masing aspek, entah itu aspek individualitas ataupun sosialitasnya. Konsisten dengan prinsip jalan tengah inilah yang mendudukan Pancasila sebagai prinsip yang dapat menerima kebenaran dua aspek yang berbeda
secara diametral dalam sebuah norma keseimbangan. Pancasila mengakui kebenaran keduanya, namun tidak boleh saling memutlakkan. Pemutlakaan atas salah satu aspeknya akan membuat tidak adanya lagi kebenaran yang sesungguhnya.

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan
nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilai-nilai keutamaan yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Nilai keterbukaan dalam konteks ini maka merupakan cerminan aktualitas manusia seimbang Pancasila. Nilai keterbukaan pada tataran yang lebih praksis aktualitasnya tampak pada sikap hidup masyarakat Indonesia yang mampu menerima perbedaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan.

2. Nilai Tanggung Jawab
Nilai tanggung jawab sebagai konsekuensi dari hakikat manusia seimbang ini dapat diwujudkan dalam ranah yang bersifat praksis. Tanggung jawab sosial memberikan pengandaian bahwa di dalam tanggung jawab terdapat pengakuan akan kehadiran sekaligus kebebasan setiap pribadi individu.

3. Nilai Solidaritas
Nilai solidaritas adalah bentuk afirmasi dari eksistensi individualitas pada satu sisi dan juga afirmasi atas eksistensi sosialitas pada sisi yang lain. Solidaritas hanya muncul dalam situasi penghargaan eksistensi persona manusia dalam sebuah komunitas yang bersifat interpersonal.

4. Nilai Kepercayaan
Nilai kepercayaan dalam ranah yang lebih kongkret dalam bentuk sikap memegang teguh komitmen, dan menghargai setiap amanah kepercayaan yang diberikan. Kepercayaan merupakan bentuk pengakuan terhadap yang lain yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang dikomitmenkan.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan dalam hal ini mencakup pada semua bidang kehidpan manusia. Tidak ada satu bidang pun yang akan dikecualikan, dan harus dijamin untuk bisa dinikmati keadilannya.

6. Nilai Kerjasama
Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu. Nilai kerja sama inilah yang secara khas menjadi nilai khusus dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila, yaitu gotong royong.

Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

Sekian terima kasih.
In reply to First post

Re: Komentar

Muhamad Zada Empu Razak Kesatria གིས-
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Muhamad Zada Empu Razak Kesatria
NPM : 2155011005
Kelas : Bahasa Indonesia B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel pembelajaran tersebut yaitu membahas tentang Kontekstualisasi Pancasila Sebagai Filsafat Jalan Tengah Dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional. Pancasila dengan kata lain menjadi salah satu bentuk tawaran ide yang bisa disandingkan dengan pemikiran-pemikiran individualisme dan sosialisme, jika menyangkut pembicaraan mengenai manusia. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Adanya penelitian yang merupakan penelitian kepustakaan dengan obyek material Pancasila dengan obyek formal filsafat. Sebagai sebuah penelitian bidang filsafat maka penelitian ini akan menggunakan metode penelitian hermeneutika dengan unsur-unsur metode sebagai berikut :
a. Deskripsi
b. Verstehen ( pemahaman )
c. Interpretasi

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai 85 keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

Apabila ada salah kata saya mohon maaf, sekian terima kasih
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
In reply to First post

Re: Komentar

Filipus Kevin Fernando Unila གིས-
Nama : Filipus Kevin Fernando
NPM : 2115011006
Kelas: B

Izin memberikan tanggapan terkait materi Kontekstualisasi Pancasila Sebagai Filsafat
Jalan Tengah Dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional.

Bahwa ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) ketahanan nasional baik yang bersumber dari dalam dan luar menuntut upaya luar biasa dengan berlandaskan pada kajian substantif tentang nilai dasar Pancasila.

Paradigma Individualisme Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya. Paradigma Sosialisme sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu

Paradigma Pancasila Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah.

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Pancasila menerima kebenaran aspek individualitas dan sosialitas manusia sebagai sebuah kenyataan jalan tengah yang sesuai dengan tuntutan kodrat kemanusiaan. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila.

Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya

2. Nilai Tanggung Jawab
akikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga
memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya.
Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain.

6. Nilai Kerjasama
Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih.
In reply to First post

Re: Komentar

Ahmad Fahrezy གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ahmad Fahrezy
NPM : 2115011055
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Nilai-nilai Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang berhasil dikembangkan memberikan kontektualisasi yang kuat terhadap upaya memperkokoh ketahanan nasional saat ini. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan atau ATHG menjadi kosa kata utama dan diskursus dan upaya-upaya penguatan ketahanan nasional ATHG yang dihadapi Indoensiaan saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan
memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada kesalahan kata
Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Komentar

Akbar Ardiansyah གིས-
Nama : Akbar Ardiansyah
Npm : 2115011094
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas Pancasila B

Tanggapan saya mengenai artikel di atas yang berjudul "Kontekstualisasi Pancasila Sebagai Filsafat Jalan Tengah Dalam Memperkokoh Ketahanan Nasional" :
Tekstualisasi nilai terhadap ketahanan nasional :
1. Nilai Keterbukaan keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya, manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialnya, nilai ini memiliki dua sisi yaitu keterbukaan yang bersifat aktif dan keterbukaan yang bersifat pasif. Keterbukaan pasif adalah bentuk keterbukaan saat individu manusia untuk bertindak dalam menegaskan eksistensinya kepada yang lain, keterbukaan yang bersifat pasif adalah keterbukaan saat individu memberikan atau menyediakan dirinya untuk yang lain. Keterbukaan aktif adalah keterbukaan kepada sedangkan kedudukan pasir adalah keterbukaan bagi.
Nilai keterbukaan pada tataran yang lebih praktis aktualisasinya tampak pada sikap hidup masyarakat Indonesia yang mampu menerima perbedaan dan sikap terbuka terhadap perbedaan keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai sebagaimana individu dalam masyarakat yang dapat memahami orang lain, dalam setiap perbedaan yang dimilikinya nilai keterbukaan dalam tataran yang lebih praktis dapat ditunjukkan dengan sikap egalitarian yang memandang pihak lain sebagai pihak yang dapat saling memperkaya dan memperbaiki mutu kehidupan. Perilaku empati pemangku kewajiban atas persoalan-persoalan kemasyarakatan juga dapat menjadi contoh perilaku yang relevan untuk dikembangkan berdasarkan prinsip Pancasila sebagai jalan tengah ini. Perilaku empati merupakan perwujudan ,pengakuan penerimaan, maupun keterbukaan terhadap semua pihak lain dalam suasana kebatinan yang positif dan bermutu

2. Nilai Tanggung Jawab Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tanggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal. Dimensi internal mencakup sikap dan tindakan diri manusia untuk bersedia memberikan dan juga kesediaan untuk menerima. Dimensi internal dan eksternal ini mencakup kemampuan diri individu bentuk penghayatan dan penerimaan diri terhadap orang-orang lain seperti melalui sikap masyarakat, mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan yang individual semata. Kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan hidup merupakan kenyataan yang bertentangan dengan nilai tanggung jawab ini. Nilai tanggungjawab mengandaikan pihak dan individu terhadap individu lain dalam konteks kehidupan bersama pemangku kebijakan secara normatif harus memahami bahwa tanggung jawab merupakan nilai dasar yang harus diwujudkan dalam banyak tindakan konkret dalam setiap kebijakan publik yang diambil.

3. Nilai Solidaritas Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama, solidaritas juga merupakan bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain dan merupakan cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah yang memberikan cerminan akan nilai solidaritas ini. Hal ini karena nilai dari norma-norma ideal keseimbangan antara sisi individual dan sosial manusia. Nilai solidaritas dapat dibangun dan diwujudkan secara konkrit melalui semangat penghargaan atas pandangan kesejajaran harkat dan martabat manusia kesejajaran sebagai makhluk yang juga bermasyarakat dalam kehidupan global, nilai solidaritas juga harus dipahami dalam kerangka untuk membangun persaudaraan umat manusia.

4. Nilai Kepercayaan Kepercayaan yang terbangun dalam komunitas menciptakan kestabilan sosial yang bersifat jangka panjang. Kepercayaan tumbuh dalam relasi sosial yang baik dan dibangun atas dasar pemahaman keseimbangan sebagai norma dalam diri individu yang diproyeksikan dalam hubungan sosialnya dengan individu individu yang lain. Dalam bentuk sikap memegang teguh komitmen dan menghargai setiap amanah kepercayaan yang diberikan, kepercayaan merupakan bentuk pengakuan terhadap yang lain yang akan bertanggung jawab terhadap apa yang menjaga kepercayaan dan membangun komitmen merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh semua orang sebagaimana seharusnya dalam kehidupan bernegara. Wakil-wakil rakyat yang memegang teguh kepercayaan rakyat yang diperoleh melalui cara-cara demokratis pemilu, masyarakat juga harus mempercayakan kepercayaan yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan publik sebagaimana seharusnya yang diharapkan. Kepercayaan menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun masyarakat yang bermartabat.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan reaksi individu dengan individu lainnya, keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain, persamaan dan perbedaan yang dimiliki individu sebagai warga negara dan warga bangsa harus diabdikan kepada kepentingan publik yang masing-masingnya dimampukan untuk berkembang secara maksimal. Nilai keadilan dengan demikian berarti bahwa setiap individu mempunyai hak, kewajiban, dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya. Keadilan dalam pengertian kesamaan yang didasarkan pada kodratnya sebagai manusia tidak dapat dihilangkan, masing-masing individu untuk menentukan hidupnya sendiri dalam segala aspek kehidupan yang benar untuk memperkembangkan dirinya secara maksimal, perbedaan dalam hal hak kewajiban dan tanggung jawab bukanlah didasarkan pada perbedaan kuadrat keturunan, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya, tetapi berdasarkan fungsi yang dijalankan dalam masyarakat.

6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai tersebut adalah kerjasama. Kerjasama merupakan komprehensif asi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan, keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerjasama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam rangka mencapai tujuan tertentum. Nilai-nilai dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan prinsip kebersamaan yang mengandaikan peran-peran individual dalam merealisasikan proyeksi-proyeksi sosialitas manusia.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila secara konsep manusia Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai filsafat jalan tengah melahirkan nilai-nilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab, nilai solidaritas, nilai kepercayaan, nilai keadilan, dan nilai kerjasama tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemauan bangsa Indonesia agar bangsa dan negara Indonesia dapat bertahan dan menghadapi tantangan yang luar biasa dan berat yaitu ancaman tantangan hambatan dan gangguan menjadi kosakata utama dan diskusi dan upaya-upaya penguatan karakter ketahanan nasional yang dihadapi Indonesia saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.
In reply to First post

Re: Komentar

Erlinda Puspitasari གིས-
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama : Erlinda Puspitasari
Npm : 2115011045
Prodi : S1 Teknik Sipil
Di era globalisasi ini sebagian besar rakyat Indonesia tidak mengetahui makna dari Pancasila, padahal perumusan pancasila terbentuk dalam jangka waktu yang panjang dan penuh dengan pengorbanan. Dan perlu kita ketahui bahwa dalam pancasila terdapat nilai-nilai luhur yang harus kita jadikan pedoman hidup agar hidup kita bisa berlandaskan Pancasila dan menjadi warga Negara yang memiliki sikap Patriotisme, Nasionalisme, dan memiliki sifat yang Pancasilaisme. Dengan begitu pancasila akan dijadikan pedoman hidup bangsa karena memiliki nilai-nilai yang bermakna bagi kehidupan.
Pancasila juga di jadikan sebagai landasan filsafah bangsa. Berikut ini esensi Pancasila sebagai system filsafah bangsa:

1. Esensi (hakikat) Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Hakikat (esensi) Pancasila sebagai sistem filsafat terletak pada hal-hal
sebagai berikut.
Pertama; hakikat sila ketuhanan terletak pada keyakinan bangsa Indonesia
bahwa Tuhan sebagai prinsip utama dalam kehidupan semua makhluk. Artinya,
setiap mahluk hidup, termasuk warga negara harus memiliki kesadaran yang
otonom (kebebasan, kemandirian) di satu pihak, dan berkesadaran sebagai
mahluk Tuhan Yang Maha Esa yang akan dimintai pertanggungjawaban atas
semua tindakan yang dilakukan.
Kedua; hakikat sila kemanusiaan adalah manusia monopluralis, yang terdiri
atas 3 monodualis, yaitu susunan kodrat (jiwa, raga), sifat kodrat (makhluk
individu, sosial), kedudukan kodrat (makhluk pribadi yang otonom dan makhluk
Tuhan) (Notonagoro).
Ketiga, hakikat sila persatuan terkait dengan semangat kebangsaan. Rasa
kebangsaan terwujud dalam bentuk cinta tanah air, yang dibedakan ke dalam 3
jenis, yaitu tanah air real, tanah air formal, dan tanah air mental.
Keempat, hakikat sila kerakyatan terletak pada prinsip musyawarah. Artinya,
keputusan yang diambil lebih didasarkan atas semangat musyawarah untuk
mufakat, bukan membenarkan begitu saja pendapat mayoritas tanpa peduli
pendapat minoritas.
Kelima, hakikat sila keadilan terwujud dalam tiga aspek, yaitu keadilan
distributif, legal, dan komutatif. Keadilan distributif adalah keadilan bersifat
membagi dari negara kepada warga negara. Keadilan legal adalah kewajiban
warga negara terhadap negara atau dinamakan keadilan bertaat. Keadilan
komutatif adalah keadilan antara sesama warga negara (Notonagoro dalam Kaelan.



Nilai-nilai dalam Pancasila:
1. Nilai Keterbukaan

2. Nilai Tanggung Jawab

3. Nilai Solidaritas

4. Nilai Kepercayaan

5. Nilai Keadilan

6. Nilai Kerjasama


Terima kasih
In reply to First post

Re: Komentar

Dimas Adie Widjanarko Putra གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak
Nama : Dimas Adie Widjanarko Putra
NPM : 2115011106
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan komentar terkait artikel.
Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Pancasila menerima kebenaran aspek individualitas dan sosialitas manusia sebagai sebuah kenyataan jalan tengah yang sesuai dengan tuntutan kodrat kemanusiaan. Problem yang muncul hanyalah kemudian, dapatkah Pancasila sebagai ideologi jalan tengah bisa lebih diterima secara lebih luas lagi. Ide-ide individualisme dan sosialisme dalam ranah ideologi yang bersifat praksis mudah dikenali, tetapi tidak mudah pada Pancasila untuk dikenali sebagai ide jalan tengah. Oleh karenanya persoalan penting dan strategis dari Pancasila untuk dapat secara mudah dikenali di antara dua dikotomi individualisme dan sosialisme. Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila.

Secara strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memunculkan ide-ide turunan yang berhulu pada ide jalan tengah Pancasila. Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya

2. Nilai Tanggung Jawab
akikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga
memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu.

5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya.
Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain.

6. Nilai Kerjasama
Nilai keutamaan kerja sama merupakan komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian tanggapan dari saya pak.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

MUHAMMAD RAIHAN AULIA གིས-

Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Izin memperkenalkan diri:

Nama: Muhammad Raihan Aulia

NPM: 2115011016

Prodi: S1 Teknik Sipil

Kelas: Bahasa Indonesia B

Izin untuk memberikan tanggapan mengenai artikel di atas:

Artikel di atas membahas tentang Kontekstualisasi Pancasila sebagai filsafat jalan tengah dalam memperkokoh ketahanan Nasional. Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang tinggi sebagai pandangan hidup bangsa. Pancasila menjadi salah satu bentuk tawaran ide yang bisa disandingkan dengan pemikiran-pemikiran individualisme dan sosialisme,  jika dikaitkan dengan pembicaraan mengenai manusia. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia.

Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial. Pancasila melihat bahwa tidak pada tempatnya untuk memisahkan perilaku sosial dari inti kepribadian manusia, yaitu kesadaan dan kebebasan. Pancasila dalam melihat aspek individualitas dan sosialitas manusia terlihat mengakomodasikan dua sisi ini dalam satu sudut pandang baru, yaitu bahwa individulitas dan sosialitas tidak mungkin untuk saling ditiadakan, namun justru di dalam pertemuan antara individualitas dan sosialitas inilah manusia mendapatkan kepenuhannya.

1. Nilai Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya, manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialnya, nilai ini memiliki dua sisi yaitu keterbukaan yang bersifat aktif dan pasif.


2. Nilai Tanggung Jawab Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab.


3. Nilai Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama, solidaritas juga merupakan bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Nilai solidaritas dapat dibangun dan diwujudkan secara konkrit melalui semangat penghargaan atas pandangan kesejajaran harkat dan martabat manusia kesejajaran sebagai makhluk hidup.


4. Nilai Kepercayaan yang terbangun dalam komunitas menciptakan kestabilan sosial yang bersifat jangka panjang. Kepercayaan tumbuh dalam relasi sosial yang baik dan dibangun atas dasar pemahaman keseimbangan sebagai norma dalam diri individu yang diproyeksikan dalam hubungan sosialnya dengan individu-individu yang lain. Kepercayaan menjadi modal sosial yang sangat penting untuk membangun masyarakat yang bermartabat.

5. Nilai keadilan merupakan bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Nilai keadilan dengan demikian berarti bahwa setiap individu mempunyai hak, kewajiban, dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuannya. Keadilan dalam pengertian kesamaan yang didasarkan pada kodratnya sebagai manusia tidak dapat dihilangkan, masing-masing individu untuk menentukan hidupnya sendiri dalam segala aspek kehidupan yang benar untuk memperkembangkan dirinya secara maksimal.

6. Nilai Kerjasama merupakan komprehensif asi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan, keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerjasama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Nilai-nilai dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila yaitu gotong royong yang merupakan prinsip kebersamaan dalam sosial.

Sekian tanggapan dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

In reply to First post

Re: Komentar

MUHAMAD AMIRUL K གིས-
Nama : M Amirul Khoisin
NPM : 2115011115
Prodi : S1 Teknik Sipil

izin memberikan tanggapan mengenai artikel tersebut

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia

1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

sekian dari saya terimakasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Komentar

MUHAMMAD HANIF HIBATULLAH གིས-
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri
Nama : M Hani Hibatullah
NPM : 2115011084
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Nilai-nilai Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang berhasil dikembangkan memberikan kontektualisasi yang kuat terhadap upaya memperkokoh ketahanan nasional saat ini. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan atau ATHG menjadi kosa kata utama dan diskursus dan upaya-upaya penguatan ketahanan nasional ATHG yang dihadapi Indoensiaan saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkan
memunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

Sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika ada kesalahan kata
Terima kasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to First post

Re: Komentar

Az- Zahra གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya, izin memperkenalkan diri :
Nama : Az-Zahra
NPM : 2155011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Individualitas dan sosialitas bukanlah realitas yang berdiri secara terpisah, melainkan dua sisi atau segi dari realitas yang satu dan sama. Individualitas dan sosialitas adalah satu kesatuan. Namun dalam posisi yang demikian keseimbangan di antara keduanya menjadi hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila.Hakikat manusia seimbang Pancasila yang menempatkan sisi individualitas dan sosialitas manusia dalam sebuah dinamika yang tidak saling memutlakkanmemunculkan nilai-nilai utama di dalamnya, yaitu:
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruhdimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya. Namun manusia juga dapat menjadi lebih berkembang justru dalam hubungan dan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. Keterbukaan menjadi syarat utama dalam menciptakan hubungan interpersonal dan dialog yang bermutu dan bernilai. Melalui keterbukaan maka pengakuan terhadap keunikan setiap pribadi yang mencerminkan individualitasnya dapat semakin terlihat.
2. Nilai Tanggung Jawab
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan landasan nilai tanggung jawab yang sangat penting sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia. Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan
individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.
3. Nilai Solidaritas
Solidaritas merupakan nilai keutamaan yang muncul bersamaan dan seiring dengan nilai keutamaan tanggung jawab. Solidaritas adalah prinsip hidup yang paling dekat dengan pengalaman hidup bersama. Solidaritas adalah bentuk lain dari sikap dan penerimaan diri individu terhadap individu yang lain. Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan
yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.
4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah nilai keutamaan yang hadir dalam relasi keseimbangan sisi individualitas dan sosialitas manusia. Kepercayaan juga mengandaikn bahwa semua hal sudah mempertimbangkan titik keseimbangan dalam setiap aspek yang ada , apapun itu. Kepercayaan juga merupakan sebuah
afirmasi pengakuan sosialitas manusia yang menonjol, sebagai bagian dari individualitas manusia. Kepercayaan adalah bentuk kongkret dari penerimaan diri manusia yang bersifat individual dengan berorientasi pada orang lain. Kepercayaan hanya bisa terwujud ketika individu melibatkan orang
lain sebagai pihak yang berelasi dengan individu tersebut.
5. Nilai Keadilan
Nilai keadilan selain mengandaikan keterkaitan relasi individu dengan individu lainnya. Keterarahan terhadap orang lain inilah yang menjadi inti dari makna keadilan. Keadilan adalah bentuk pengakuan kesederajatan setiap individu dengan individu yang lain. Dalam relasi sosial
keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini.
6. Nilai Kerjasama
Hakikat manusia seimbang Pancasila sebagai wujud dari filsafat jalan tengah juga memberikan sebuah nilai penting lain selain nilai utama keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, kepercayaan. Nilai keutamaan tersebut adalah kerja sama. Nilai keutamaan kerja sama merupakan
komprehensifasi dari nilai keterbukaan, tanggung jawab, solidaritas, dan kepercayaan. Keutamaan nilai kerjasama bersifat sangat praktis. Kerja sama merupakan sebuah prinsip yang mengakomodasikan semua potensi dalam kerangka mencapai tujuan tertentu.

kesimpulan Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila. Secara praksis konsep manusia seimbang khas Pancasila sebagai intisari dari pemaknaan Pancasila sebagai fisafat jalan tengah melahirkan nilainilai keutamaan yaitu nilai keterbukaan, nilai tanggung jawab; nilai solidaritas, nilai kepercayaan; nilai keadilan, dan nilai kerjasama. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia.

Itulah tanggapan saya terkait artikel tersebut. Saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Resa Handayani གིས-
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Nama : Resa Handayani
NPM : 2115011024
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel diatas,
1. Paradigma Individualisme
Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini.
2. Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama.
3. Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
2. Nilai Tanggung Jawab
3. Nilai Solidaritas
4. Nilai Kepercayaan
5. Nilai Keadilan
6. Nilai Kerjasama

Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila.

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Atma Seta Ramadhan གིས-
Assalamualaikum wr wb
Izin memperkenalkan diri pak,
Nama : Atma Seta Ramadhan
NPM : 2115011005
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel tersebut.
Nilai-nilai Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang berhasil dikembangkan memberikan kontektualisasi yang kuat terhadap upaya memperkokoh ketahanan nasional saat ini. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi penting bagi bangsa Indonesia utamanya dalam memperkuat ketahanan nasional yang berlandaskan pada penguatan jati diri kemanusiaan bangsa Indonesia. Ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan atau ATHG menjadi kosa kata utama dan diskursus dan upaya-upaya penguatan ketahanan nasional ATHG yang dihadapi Indoensiaan saat ini terus berubah secara dinamis baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Pancasila sebagai 71 filsafat jalan tengah memiliki nilai strategis dan relevansi yang sangat tinggi jika dikaitkan sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan lebih jauh dalam konteks pembentukan ketahanan nasional, Pancasila dengan kata lain menjadi salah satu bentuk tawaran ide yang bisa disandingkan dengan pemikiran-pemikiran individualisme dan sosialisme. Pemahaman Pancasila sebagai filsafat jalan tengah yang bersumber dari pemaknaan atas jati diri manusia Indonesia, menjadi jalan bagi upaya pemaknaan yang lebih jauh tentang bagiamana ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia seharusnya dibangun.

Paradigma Individualisme Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran individu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. Tidak ada kaitan sosial batiniah yang dari dalam diri manusia mempersatukan mereka menjadi masyarakat.

Individu adalah atom atau molekul, yang sudah lengkap dalam dirinya, berkemauan sendiri dan mampu menggabungkan diri sesukanya dengan atom-atom lain, Hal ini dikarenakan hanya ada individu-individu yang mengadakan relasi-relasi lahiriah, dan mereka sendiri tidak berubah, maka masyarakat pun tidak berubah, Konsep ini dalam filsafat sosial dan sosiologi memberikan cara pandang untuk melihat ke belakang dalam usahnya mencari sebab-sebab semua gejala sosial.

Keseimbangan yang demikian ini sebenarnya juga tidak dapat diandalkan karena mudah goyah dan penuh bahaya. Untuk mencapai equilibrium sosial yang lebih abadi dan kokoh, maka muncul kesepakatan untuk mengganti koeksistensi tersebut dengan hidup bermasyarakat, dimana kekuatan fisik diganti dengan kekuatan hukum, Hal ini senada dengan apa yang dipikirkan dan dinyatakan oleh John Locke, Hukum ini dibuktikan dengan menunjuk pada kota-kota besar yang menarik arus urbanisasi.



Sekian tanggapan saya, mohon maaf bila terdapat kesalahan.
Terima kasih
Wassalamu'alaimum warahmatullahi wabarokatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

DAVIN OKTADAN NUGROHO གིས-
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama : Davin Oktadan N
Npm : 2155011014
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

1. Paradigma Individualisme
Semua ideologi selalu bertitik tolak sekaligus bermuara pada pemikiran tentang kejatidirian manusia. Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini.
2. Paradigma Sosialisme
Kutub diametral berikutnya adalah ideologi yang mendasarkan diri pada ide dasar sosialisme atau kolektivisme. Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama.
3. Paradigma Pancasila
Pancasila dalam latar diametral antara paradigma individualisme dan sosialisme dapat dikatakan bahwa terdapat dua gambaran utama yaitu gambaran manusia individual dan gambaran manusia sosial.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
2. Nilai Tanggung Jawab
3. Nilai Solidaritas
4. Nilai Kepercayaan
5. Nilai Keadilan
6. Nilai Kerjasama

Kesimpulannya, Pancasila sebagai filsafat jalan tengah memiliki relevansi penting sebagai penguat ketahanan nasional bangsa dan negara Indonesia. Ketahanan nasional yang dibangun harus berlandaskan pada konsep dasar dan hakikat manusia seimbang khas Pancasila.

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: Komentar

Muhammad Faris Azzahri གིས-
Assalamualaikum wr.wb
Nama: Muhammad Faris Azzahri
NPM : 2115011124
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel tersebut
1. Paradigma Individualisme
Individualisme lebih menekankan peran invidu dalam konteks masyarakatnya, sedangkan sosialisme lebih menekankan sisi sosialitas yang harus dibangun dalam konstruksi kehidupan ini. Individualisme juga menyatakan bahwa masyarakat tidak berevolusi atau tidak maju. Hal ini dikarenakan hanya ada individu-individu yang mengadakan relasi-relasi lahiriah, dan mereka sendiri tidak berubah, maka masyarakat pun tidak berubah.

2. Paradigma Sosialisme
Ide sosialisme atau kolektivisme menghadirkan posisi sosialitas diri manusia sebagai hal yang utama. Sisi sosialitas manusia ini diwakili dalam wujud masyarakat. Sisi sosialitas yang berwujud dalam konsep masyarakat dihadapkan dengan individu. Tesis yang diajukan bahwa hanya melalui masyarakat sebagai kenyataan objektif manusia maka kestabilan, kemakmuran hanya dapat diperoleh oleh individu, dan hanya jika individu-individu anggota masyarakat menyadari sifat tak terelakkan dari hukum masyarakat, dapat menyesuaikan diri, dan berpartisipasi penuh di dalamnya. Sisi sosialitas manusia yang sebenarnya membawa kebaikan dan kenyamanan hidup pada manusia.

3. Paradigma Pancasila
Pancasila melihat bahwa tdak pada tempatnya untuk memisahkan perilaku sosial dari inti kepribadian manusia, yaitu kesadaan dan kebebasan. Manusia yang tidak diasingkan dari diri sendiri, merasa diri bebas dan berkuasa atas hidupnya sendiri. Kesadaran sebagai individu berkaitan erat dengan kebebasan eksistensial. Manusia demikian juga apabila bertindak sama seperti banyak orang lain, manusia menyadari kemungkinan untuk bertindak tidak sama. Bertindak sama atau tidak itu diputuskan sendiri olehnya sewaktu-waktu dapat diputuskan sendiri.

Kontektualisasi Nilai terhadap Ketahanan Nasional
1. Nilai Keterbukaan
Keterbukaan menjadi syarat penting bagi manusia untuk dapat berkembang dalam seluruh dimensinya. Manusia harus mampu membuka diri terhadap kehadiran orang lain sebagai bentuk perwujudan sosialitasnya.

2. Nilai Tanggung Jawab
Keseimbangan dalam diri manusia yang memberikan jalan tengah pada sisi sosialitas dan individualitasnya memunculkan sikap tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan tugas kemanusiaan karena dalam tangggung jawab terdapat dimensi internal dan dimensi eksternal.

3. Nilai Solidaritas
Solidaritas adalah cara memandang dan menerima orang lain dalam kebersamaan hidup yang saling menyatukan. Solidaritas memberikan ikatan individu satu dengan yang lainnya dalam konteks kehidupan bersama sebagai manusia.

4. Nilai Kepercayaan
Kepercayaan yang terbangun dalam komunitas menciptakan kestabilan sosial yang bersifat jangka panjang. Kepercayaan tumbuh dalam relasi sosial yang baik. Relasi sosial yang baik dibangun atas dasar pemahaman keseimbangan sebagai norma yang hadir dalam diri invidu yang dproyeksikan dalam hubungan sosialnya dengan individu-individu yang lain.

5. Nilai Keadilan
Dalam relasi sosial keadilan merupakan nilai penting dalam upaya membangun kehidupan sosial yang bermartabat. Keadilan merupakan cerminan sikap seimbang. Karena hakikat adil adalah keseimbangan. Norma keseimbangan dalam hakikat manusia seimbang ini menjadi dasar dari nilai keadilan ini. Nilai keadilan dalam hal ini mencakup pada semua bidang kehidpan manusia. Tidak ada satu bidang pun yang akan dikecualikan, dan harus dijamin untuk bisa dinikmati keadilannya.

6. Nilai Kerjasama
Nilai kerja sama inilah yang secara khas menjadi nilai khusus dari Pancasila yang diturunkan dari norma keseimbangan hakikat manusia seimbang Pancasila, yaitu gotong royong. Gotong royong merupakan prinsip kebersamaan yang mengandaikan peran-peran individual dalam merealisasikan proyeksi-proyeksi sosialitas manusia.

Demikian tanggapan saya mengenai video tersebut
Terima kasih, wassalamualaikum wr. wb