Komentar

Komentar

Jumlah balasan: 35

Mahasiswa berikan tanggapan atau argumen kalian terkait isi yang ada dalam artikel tulis dikolom komentar yang telah disiapkan. tulis nama,npm dan prodi

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Cahyani Putri Agustin -
Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Cahyani Putri Agustin
NPM : 2115011066
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Dari hasil data ditemukan berdasarkan artikel pada pertemuan ke 9 ini adalah bahwa terdapat nilai-nilai globalisasi yang mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku sebagian warga negara yang didukung dengan konsistensi, ketegasan, dan penguatan peran pemerintah dalam merawat nilai-nilai kebersamaan. Selain itu juga berimplikasi untuk meredam eskalasi dan kegiatan yang menjurus pada perilaku yang menonjolkan sentiment primordial serta berimplikasi memantapkan persepsi warga negara tentang pentingnya ideologi negara, walaupun tidak langsung mengakselerasi masyarakat mengaktualisasikan nilai-nilai ideology negara secara signifikan.
 
Ideologi Pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi, termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pikiran elite yang dipropagandakan.

Eksistensi ideologi negara dalam konteks sistem nilai yang kuat dan teraktualisasi dalam pola sikap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi. Namun dalam konteks ini, perspektifnya adalah pada dinamika kendala yang dilihat sebagai tantangan karena proses globalisasi dapat menghambat atau bahkan kontras dengan nilai-nilai bersama yang direpresentasikan dalam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Dengan kewenangannya, peran negara mengemuka dalam mendorong aktualisasi nilai-nilai ideologi negara.
 
Nilai-nilai bersama bagi Indonesia adalah nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara. Nilai-nilai tersebut tertuang di dalam kelima sila di dalam Pancasila, mulai Sila I sampai Sila V. Nilai-nilai ini tentu sudah tidak asing lagi dan secara umum sudah dipahami.. Hasil data studi literature dan observasi kemudian diperiksa kebermaknaannya yang relevan dengan aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Merujuk pada objek bahasan, data-data yang dikumpulkan terkait nilai-nilai substantive sebagaimana termuat di dalam sila-sila Pancasila dan dikorelasikan hasil interaksinya dengan nilai-nilai yang berkembang sebagai konsekuensi dari proses globalisasi.

Sekian tanggapan saya, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Terima kasih
Wassalamu'alaimum warahmatullahi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RIZANU AKBAR -
Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Rizanu Akbar
NPM : 2115011064
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Globalisasi mempengaruhi cara berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi
dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Kondisi
tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat sehingga terdapat
aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai pancasila sebagaimana diamanatkan di dalam
ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari
pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila
dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu
kohesivitas dan integrasi bangsa.

Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat
nilai pancasila melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir
kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai
fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi
social kemasyarakatan, dan juga sanksi hukum.meski belum dapat langsung mengakselerasi
masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ideologi secara lebih signifikan, namun telah
berimplikasi pada timbulnya persepsi positif masyarakat atas penguatan serta hadirnya negara,
dan selain itu dapat meredam eskalasi dan kegiatan yang menjurus pada perilaku yang menonjolkan sentiment primordial. Peran negara didukung dengan komitmen
pemimpin pemerintahan untuk merawat nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalam nilai-
nilai ideologi negara.

Sekian, terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RAFAEL.BINTANG.CAHYA.KUSUMA mas bintang -

Izin memperkenalkan diri
Nama : Rafael Bintang Cahya Kusuma
NPM : 2155011006
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Globalisasi membentuk hubungan lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta untuk saling membutuhkan dan melengkapi.Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila.Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara.Dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila.Kondisi tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu kohesivitas dan integrasi bangsa.

sekian tanggapan dari saya,trima kasih 

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh AMANDA AJENG AZZAHRA -
Nama : Amanda Ajeng Azzahra
NPM : 2115011025
Prodi : S1 Teknik Sipil B

Assalamualaikum Wr. Wb
Izin menanggapi atrikel yang tertera Pak/Bu.

Berdasar artikel yang tertera kita dapat mengetahui globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari. Globalisasi juga memberikan dampak negatif dan dampak positif. Yang dalam konteks ini dampak negatif dilohat sebagai tantangan. Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi pancasila. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila pancasila dari sila pertama sampai sila kelima pun sudah memiliki penjelasan masing-msing sesua dengan isi dari sila tersebut. Sebagai contoh pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki tantangan seperti ateisme. Pada sila kedua memiliki tantangan pelencengan mengenai hak-hak asasi manusia. Kemudian pada sila ketiga terdapat pelencengan mengenai paham mayorotas dan minoritas sehingga pada kehidupan sehari-hari sering terjadi sebuah penindasan terhadap kaum minoritas ileh kaum mayoritas. Pada sila keempat adalah penyelewengan kewenangan oleh pada anggota dewan atau orang ysng berpengaruh dalam dunia politik Indonesia. Sementara di sila terakhir tantangan yang mengancam adalah peran para pemilik usaha dengan modal yang besar menguasai pasar sehingga kelas pedagang dengan modal rendah atau usaha kecil masyarakat semakin terpinggirkan.

Peran negara dalam menghadapi tantangan ini melakukan implementasi penempatan Pancasila sebagai sumber nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis. Lalu sosialisasi nilai-nilai pancasila juga dibituhkan dalam rangka menghadapi tantangan globalisasi yang ada.

Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kesalahan Pak/Bu.
Terimakasih, Wassalamualaikum Wr. Wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Endang Julianti Tobing 2115011065 -
Nama:Endang Julianti Tobing
NPM:2115011065
Izin menjawab Pak/Bu,
Dari artikel tersebut dapat saya tangkap bahwa globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari. Globalisasi membentuk hubungan lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta untuk saling membutuhkan dan melengkapi. Pada satu sisi, perkembangan telah memberi dampak positif dan negara dapat merasakan manfaatnya. Dengan perkembangan sistem teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi, negara diberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pelaksanaan pembangunan. Berbagai hal yang menjadi prioritas pemerintah baik pusat maupun daerah dapat dicermati masyarakat. Melaui media dengan mudah dapat dilihat serta diketahui hal-hal yang menjadi program pemerintah, baik dalam jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek. Dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila.Hal tersebut sangat berlawan dengan ekstitensi dasar negara kita Pancasila. Nilai-nilai tersebut tertuang di dalam kelima sila di dalam Pancasila, mulai Sila I sampai Sila V. Nilai-nilai ini tentu sudah tidak asing lagi dan secara umum sudah dipahami.. Hasil data studi literature dan observasi kemudian diperiksa kebermaknaannya yang relevan dengan aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Dengan demikian kita sebagai generasi muda harus bisa memilah-milah apa yang baik bagi kita dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh BELLA APRILIA -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Bella Aprilia
NPM : 2115011086
Prodi : S1 Teknik Sipil

Yang dapat saya simpulkan dari artikel diatas adalah, ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Nilai-nilai bersama bagi Indonesia adalah nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara. Nilai-nilai itu tertuang di dalam kelima sila di dalam Pancasila, mulai Sila I sampai Sila V. Nilai-nilai ini tentu sudah tidak asing lagi dan secara umum sudah dipahami.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism.
Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum. Tidak hanya negara yang ikut andil dalam peranan negara, masyarakat harus juga ikut dalam melawan tantangan yang dihadapi.

Sekian tanggapan dan kesimpulan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Ismi Fadia -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
Npm : 2115011026
MKU : Pancasila kelas B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel pada pertemuan ke-9.
Dari artikel tersebut dapat saya mengerti, bahwa globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari, yang mana globalisasi tersebut membentuk hubungan lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta saling membutuhkan dan melengkapi. Seiring perkembangan, globalisasi yang pastinya memiliki dampak baik positif maupun negatif, dampak positif nya berupa mempermudah kegiatan manusia yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi, sedangkan dampak negatif nya adalah perubahan nilai-nilai sikap, perilaku, terhadap norma-norma yang ada. 
Globalisasi sendiri memiliki tantangan dalam konteks nilai-nilai Ideologi Pancasila yaitu berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan Ideologi Pancasila. Dan tantangan yang juga mendapatkan perhatian adalah terdapatnya sebagian anggota masyarakat yang kurang menjaga martabat dirinya. Berbagai paham yang kurang sesuai dengan Ideologi Pancasila adalah seperti sekularisme, individualisme, radikalisme, kapitalisme, liberalism, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khalifah, dan komunisme yang mempengaruhi perilaku dan corak berfikir masyarakat akibat adanya proses interaksi dan tarik menarik terjadap nilai-nilai Pancasila. Kondisi 
tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu kohesivitas dan integrasi bangsa.
Tantangan tersebut dapat diatasi tidak lain dan tidak bukan dari masyarakat itu sendiri dan campur andil pemerintah, harus ada kesadaran diri dari masing-masing individu dan pemahaman yang luas tentang Ideologi Negara kita, masing-masing individu haris mengerti mengapa Pancasila dijadikan Ideologi ngeara kota dan apa saja nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, supaya dapat terciptanya perkembangan Globalisasi yang selaras dengan Ideologi Pancasila dan mengurangi peluang terjadinya paham baru yang tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila. 

Sekian tanggapan saya, terimakasih
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh 2115011046_Irvan Raditya -
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Izin memperkenalkan diri

Nama : Irvan Raditya
Npm : 2115011046
Prodi : S1 Teknik Sipil

Hal yang saya dapat setelah membaca artikel diatas adalah :

Eksistensi ideologi oleh berbagai ahli biasanya dituntut untuk memperlihatkan sifat yang
terbuka dan bukan tertutup. Asshiddiqie (2006) menjelaskan ciri dari dua tipe ideologi, pertama,
ideologi tertutup diartikan sebagai ajaran yang kebenarannya tidak boleh dipersoalkan lagi, tidak
hanya menentukan kebenaran nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar saja tetapi menentukan hal-hal
yang bersifat konkret operasional, dan tidak bersumber dari masyarakat melainkan dari pikiran
elite yang dipropagandakan kepada masyarakat. Sementara itu, ideologi terbuka adalah hanya berisi orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma sosial
politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan prinsip moral yang berkembang di
masyarakat (Asshiddiqie, 2006). Ideologi Pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi tersebut,
termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari
masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pikiran elite yang dipropagandakan. Pancasila merupakan
kristalisasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan keagamaan
masyarakat

Dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham
sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme,
sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam
mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi
dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Kondisi
tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat
aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam
ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik
pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama
dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu
kohesivitas dan integrasi bangsa.

Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat
nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir
kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai
fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi
social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum. Peran negara tersebut didukung oleh
masyarakat Indonesia dan termasuk di dalamnya direpresentasikan organisasi social
kemasyarakatan. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa disadari nilai-nilai Pancasila adalah
bersifat terbuka dan merupakan nilai bersama serta bukan kerangka propaganda pemimpin
pemerintahan. Peran pemerintah tersebut meski belum dapat langsung mengakselerasi
masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ideologi secara lebih signifikan, namun telah
berimplikasi pada timbulnya persepsi positif masyarakat atas penguatan serta hadirnya negara,
dan selain itu dapat meredam eskalasi dan kegiatan yang menjurus pada perilaku yang menonjolkan sentiment primordial.


Sekian
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Adrian Wicaksono -
Assalamualaikum wr.wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Adrian Wicaksono
NPM : 2115011074
Prodi : S1 Teknik Sipil
Setelah membaca artikel tersebut dapat diketahui bahwa terdapat nilai-nilai globalisasi yang mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku sebagian warga negara yang didukung dengan konsistensi, ketegasan, dan penguatan peran pemerintah dalam merawat nilai-nilai kebersamaan. .
Ideologi Pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi, termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pemikiran para elite yang bersifat ajakan(Propaganda)
Eksistensi ideologi negara dalam konteks sistem nilai yang kuat dan teraktualisasi dalam pola sikap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi. Namun dalam konteks ini, perspektifnya adalah pada dinamika kendala yang dilihat sebagai tantangan karena proses globalisasi dapat menghambat atau bahkan kontras dengan nilai-nilai bersama yang direpresentasikan dalam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Dengan kewenangannya, peran negara mengemuka dalam mendorong aktualisasi nilai-nilai ideologi negara.
Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara.
Sekian tanggapan dari saya,kurang lebih nya mohon maaf,terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Rafly Bani Fadlih -
Nama : Rafly Bani Fadlih
NPM : 2115011116
Prodi : S1 Teknik Sipil

Globalisasi berlangsung dengan cepat dan telah melanda semua bangsa dan negara didunia. Bukan hanya bangsa dan negara, akan tetapi semua organisasi akan terseret dalam arus persaingan global.

Dalam globalisasi, persaingan antarnegara tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu Indonesia dalam kancah persaingan global harus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Hal ini akan menjadi suatu tantangan bagi negara tersebut agar mampu eksis dalam konteks global.

Strategi dalam menghadapi arus globalisasi tentu merupakan langkah utama yang harus dirancang oleh negara-negara yang sedang berkembang. Strategi dilakukan untuk menghadapi berbagai risiko yang berdampak kurang menguntungkan bagi pertumbuhan, perkembangan dan dinamika organisasi dalam suatu negara.

Sekian tanggapan saya, apabila terdapat kesalahan
Mohon maaf
Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Allecia Purnama Indah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Allecia Purnama Indah
NPM : 2115011085
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara

Kita hidup di zaman modern, era globalisasi dimana era globalisasi tidak hanya memberikan hal positif, namun juga negatif, misalnya karena kemajuan teknologi internet mayarakat dengan mudah mengakses internet yang mempengaruhi corak berpikir baik masyarakat, yang dapat memunculkan paham-paham ideologi baru. Seperti dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme. Situasi tersebut mempengaruhi masrayakat sehingga terdapat aktualisasai nilai yang kurang sesuai dengan ideologi Pancasila. Hal ini yang menyebabkan tantangan globalisasi muncul. Tantangan globalisasi yang harus dihadapi negara, dengan itu diperlukan peran negara juga partisipasi masyarakat bersatu untuk menghadapi tantangan globalisasi. Peran negara dipresentasikan oleh pemerintah. Dalam banyak prosesnya, kegiatan yang dilakukan pemerintah adalah mengikuti prosedur dan amanat dari perundang-undangan. Pelaksanaannya diwujudkan melalui pengeluaran kebijakan yang dapat mendorong suasana kondusif dan peri kehidupan yang membuat masyarakat tenang dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang tanpa gangguan yang berarti. Pemerintah melakukan revitaslisasi Pancasila melalui penempatan Pancasila sebagai sumber nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Tidak hanya pemerintah, namun masyarakat Indonesia juga harus turut berpatisipasi dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sekian tanggapan dari saya, terima kasih. Wasalamualikum warohmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nur Azizah -
Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Nur Azizah
NPM : 2115011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Globalisasi membentuk hubungan lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta untuk saling membutuhkan dan melengkapi. Pada satu sisi, perkembangan telah memberi dampak positif dan negara dapat merasakan manfaatnya. Dengan perkembangan system teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi, negara diberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pelaksanaan pembangunan. Realitanya globalisasi tidak hanya menawarkan dinamika dampak positif seperti gambaran di atas. Tidak dapat dinafikan berbagai permasalahan juga harus ditanggung negara terkait spektrum globalisasi tersebut yang dalam konteks ini dilihat sebagai tantangan.

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Tantangan dan implikasi dari sila 1 -5
1. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2. antangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
3. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme. versus fundamentalisme dan sektarian.
4. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
5. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualisme.

Kondisi tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu
kohesivitas dan integrasi bangsa.

Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum. Tidak hanya negara yang ikut andil dalam peranan negara, masyarakat harus juga ikut dalam melawan tantangan yang dihadapi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Atma Seta Ramadhan -
Izin memperkenalkan diri
Nama : Atma Seta Ramadhan
NPM : 2115011005
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Globalisasi membentuk hubungan lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta untuk saling membutuhkan dan melengkapi.Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila.Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara.Dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila.Kondisi tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu kohesivitas dan integrasi bangsa.

sekian tanggapan dari saya,trima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Lenny Aditia Putri -
Assalamualaikum wr. wb
Izin memperkenalkan diri
Nama: Lenny Aditia Putri
NPM: 2115011014
Kelas: B
Prodi: S1 Teknik SIpil

Menanggapi dari artikel yang telah dibahas, bahwasannya artikel ini membahas tentang tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Ideologi tersebut pada dasarnya merupakan nilainilai yang disepakati bersama untuk dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku sebagai identitas negara serta seluruh warga negara. Ideologi sangat menentukan eksistensi suatu negara. Nilai-nilai yang dijadikan pedoman tersebut berisikan nilai-nilai yang baik dan diyakini mengantarkan bangsa memiliki peradaban yang membanggakan sekaligus membawa kehidupan ideal yang dicita-citakan dalam berbagai dimensi kehidupan meliputi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ideologi memainkan peran sentral dan dibentuk sebagai kerangka kerja mental yang mendominasi pemikiran social suatu masyarakat. Globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari. Globalisasi membentuk hubungan lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta untuk saling membutuhkan dan melengkapi. Pada satu sisi, perkembangan telah memberi dampak positif dan negara dapat merasakan manfaatnya. Dengan perkembangan system teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi, negara diberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pelaksanaan pembangunan. Berbagai hal yang menjadi prioritas pemerintah baik pusat maupun daerah dapat dicermati masyarakat. Melaui media dengan mudah dapat dilihat serta diketahui hal-hal yang menjadi program pemerintah, baik dalam jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka pendek. Realitanya globalisasi tidak hanya menawarkan dinamika dampak positif seperti gambaran di atas. Tidak dapat dinafikan berbagai permasalahan juga harus ditanggung negara terkait spektrum globalisasi tersebut yang dalam konteks ini dilihat sebagai tantangan.

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara.

Nilai-nilai Tantangan Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku terhadap Pancasila sebagai berikut :
1. Sila I
Tantangan:
Nilai spiritualitas keagamaan
versus nilai komunisme,
sekularisme, fundamentalisme,
dan animisme
Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku:
Wacana negara khilafah
Wacana negara sekuler
Agama KTP
Keimanan dalam ruang kosong
Toleransi searah
Keberagamaan minus keberagaman

2. Sila II
Tantangan:
Nilai kemanusiaan versus
fundamentalisme dan sektarian
Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku:
Bullying, persekusi, dan menghujat
Radikal
Keadilan dalam kotak
Dukungan kemanusiaan dalam rasa individu dan
kelompok
Harga diri yang kurang berharga

3. Sila III
Tantangan:
Nilai persatuan Indonesia versus
hegemoni komunitas, dan
pesimisme
Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku:
Orientasi kepentingan pribadi dan kelompok
Cinta etnik
Analogi negara dengan agama

4. Sila IV
Tantangan:
Nilai kerakyatan versus liberalism
dan hegemoni sektarian
Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku:
Politik identitas
Politik irasional
Politik uang

5. Sila V
Tantangan:
Nilai keadilan sosial versus
kapitalisme, hedonisme, dan
individualism.
Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku:
Korupsi
Hedonis
Sarana umum yang pribadi
Plagiasi dan kurang etos kerja

Dan secara menanggapi bagaimana peran negara direpresentasikan oleh pemerintah. Negara adalah lanjutan dari keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya, semakin luas pergaulan manusia serta semakin banyak kebutuhan, maka bertambah besar kebutuhannya kepada suatu organisasi negara yang akan melindungi dan memelihara keselamatan hidupnya.

Pancasila merupakan struktur dan pondasi untuk keutuhaan tatanan dalam bernegara bagi bangsa Indonesia. Sama halnya seperti beton yang memerlukan elemen elemen seperti agregat kasar, agregat halus, semen, pasir, air, udara yang baik agar menciptakan beton yang bagus dan kokoh, maka Pancasila juga harus memiliki elemen elemen seperti pemimpin, masyarakat, pengamal, penghayat dan lain sebagainya yang bersinegritas yang baik dalam menjunjung nilai nilai Pancasila yang utuh dan kokoh agar tidak ada satupun tantangan yang dapat menghancurkan nilai Pancasila.

Sekian tanggapan dari saya,
Wassalamualaikum wr.wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Nabira.202121 Nabira.202121 -
Nama : Nabira
NPM : 2115011015
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum wr.wb.
Artikel tersebut membahas tentang tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Ideologi tersebut pada dasarnya merupakan nilainilai yang disepakati bersama untuk dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku sebagai identitas negara serta seluruh warga negara. Nilai-nilai yang dijadikan pedoman tersebut berisikan nilai-nilai yang baik dan diyakini mengantarkan bangsa memiliki peradaban yang membanggakan sekaligus membawa kekehidupan ideal yang dicita-citakan dalam berbagai dimensi kehidupan meliputi bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

1. Tantangan Globalisasi.
Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara.
Pertama, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
Kedua, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
Ketiga, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.
Keempat, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
Kelima, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism.
Jika dicermati berbagai pola pikir, sikap, dan perilaku yang tidak sesuai dengan aktualisasi nilai-nilai ideologi Pancasila tersebut, substansi nilai dipengaruhi oleh internasionalisasi paham global. Individualisme, komunisme, kapitalisme, individualism, liberalism, dan sektarianisme kiranya menjadi paham global yang ikut mempengaruhi sebagian masyarakat. Khususnya tentang paham agama, identitas primordial pada umumnya memiliki loyalitas kuat dan langgeng atau bertahan lama, serta melahirkan solidaritas erat (Winarno, 2014).

2. Peran negara
Peran negara tentu direpresentasikan oleh pemerintah. Negara adalah lanjutan dari keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya. Implikasi peran pemerintah terhadap aktualisasi nilai bersama, dari persepsi masyarakat diperoleh respons sangat positif atas berbagai kebijakan dan peran yang telah dilakukan pemerintah. Masyarakat melihat negara hadir dalam memproteksi nilai-nilai bersama. Hal itu menunjukkan penguatan peran pemerintah meskipun secara prosedur sebetulnya hal itu menjadi kewenangan pemerintah.

Dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum. Peran negara tersebut didukung oleh masyarakat, . Dalam konteks ini, peran negara didukung dengan komitmen pemimpin pemerintahan untuk merawat nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalam nilai-nilai ideologi negara.

Terima kasih, Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Khalila Putri Ralia -
Nama : Khalila Putri Ralia
NPM : 2115011105
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel pembelajaran yang diberikan adalah bahwa globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari pergerakannya lintas negara dan lalu lintas tersebut memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang memberi dampak positif dan negara dapat merasakan manfaatnya seperti system teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi, negara diberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi. Berbagai hal yang menjadi prioritas pemerintah, baik dalam jangka panjang, jangka menengah, maupun jangka panjang. Kemudahan yang sama dapat dilakukan, misalnya jika ada suatu masalah maka dapat segera diselesaikan. Berbagai nilai dapat dilihat masyarakat dengan hubungannya dengan dunia maya serta akses yang tertarik secara sosial dan politik sering menggunakan Internet untuk memfasilitasi. Dengan uraian yang menyebutkan bahwa di era globalisasi, rentan sekali masuknya tantangan globalisasi dan peran negara yang dikorelasikan dengan implikasi aktualisasi nilai-nilai. Tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi paling tidak berkaitan dengan tantangan dan implikasi aktualisasi lima sila, diantaranya bentuk pengaruh globalisasi terkait aktualisasi nilai-nilai ideologi yang ada pada masyarakat. Aktualisasi pola sikap dan perilaku tenggang rasa yang didasarkan dari rasa sendiri dan bukan dari perspektif nilai umum kemanusiaan, corak berpikir seperti ini masih ada kaitannya dengan nilai nilai sila lainnya. kiranya menjadi paham global yang ikut mempengaruhi sebagian masyarakat yang kemudian diaktualisasikan dalam konteks negara seperti Indonesia dengan dinamika etnisitas.

Peran negara tentu direpresentasikan oleh pemerintah sebagai keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya. Dalam banyak prosesnya, kegiatan yang dilakukan pemerintah adalah mengikuti pengeluaran kebijakan yang dapat mendorong suasana kondusif dan peri kehidupan yang kemudian direspons dengan baik menunjukkan bahwa langkah pemerintah adalah dalam koridor kepentingan bangsa dan Negara yang menjadi bukti keterbukaan dari ideologi Pancasila. Dalam konteks itu, pemerintah berupaya menempatkan Pancasila sebagai nilai-nilai Ideologi Pancasila yang diharapkan dapat berperan dalam memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila. Respons pemerintah terhadap nilai-nilai bersama didukung pula dengan penegakan nilai nilai instrumental ideologi melalui penegakan hukum. Pengesahan undang-undang anti-terorisme juga dilihat dari peran yang dilakukan pemerintah dalam merawat nilai-nilai bersama.
Sekian tanggapan dari saya, terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Zulfa Afifah -
Assalammualaikum wr.wb.
Nama : Zulfa Afifah
NPM : 2115011104
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel yang telah dilampirkan,
Pada artikel diatas telah dijelaskan tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Dapat disimpulkan bahwa dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Globalisasi tidak hanya menawarkan dinamika dampak positif seperti perkembangan system teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi, negara diberikan kemudahan dalam melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi pelaksanaan pembangunan. Namun tidak dapat dipungkiri berbagai permasalahan juga harus ditanggung negara terkait spektrum globalisasi tersebut yang dalam konteks ini dilihat sebagai tantangan yang dapat menghambat nilai-nilai direpresentasikan dalam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Dalam konteks ini, peran negara didukung dengan komitmen pemimpin pemerintahan untuk merawat nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalam nilai-nilai ideologi negara. Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum.

Sekian tanggapan dari saya,
Wassalamualaikum wr. wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Rivaldi Silva Julian -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin memperkenalkan diri
Nama : Rivaldi Silva Julian
NPM : 2115011114
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan mengenai artikel yang diberikan.

Artikel di atas yang berjudul Tantangan Globalisasi, Peran Negara, dan Implikasinya Terhadap Akulturasi Nilai-Nilai Ideologi Negara. Tantangan yang dihadapi negara dalam hal aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi pancasila. Tantangan-tantangan tersebut dapat berupa:
1) Sila Pertama
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2) Sila Kedua
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
3) Sila Ketiga
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.
4) Sila Keempat
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
5) Sila Kelima
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualisme.

Nilai-nilai bersama bagi Indonesia adalah nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara. Nilai-nilai tersebut tertuang di dalam kelima sila di dalam Pancasila, mulai Sila I sampai Sila V. Nilai-nilai ini tentu sudah tidak asing lagi dan secara umum sudah dipahami.. Hasil data studi literature dan observasi kemudian diperiksa kebermaknaannya yang relevan dengan aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Merujuk pada objek bahasan, data-data yang dikumpulkan terkait nilai-nilai substantive sebagaimana termuat di dalam sila-sila Pancasila dan dikorelasikan hasil interaksinya dengan nilai-nilai yang berkembang sebagai konsekuensi dari proses globalisasi.

Sekian yang dapat saya sampaikan, saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Akbar Ardiansyah -
Nama : Akbar Ardiansyah
NPM : 2115011094
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel diatas adalah tantangan dalam Globalisasi merupakan suatu proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dan aspek - aspek budaya lainnya dimana batas -- batas antar negara menjadi terlihat semu. Globalisasi menempatkan masyarakat dunia untuk saling terhubung dalam semua aspek kehidupan,baik dalam, aspek sosial budaya, ekonomi, politik, teknologi maupun ilmu pengetahuan. Tantangan dalam konteks globalisasi mengandung makna bahwa globalisasi tersebut harus dihadapi dengan suatu strategi untuk tidak kalah bersaing dengan negara lain. Tantangan tersebut adalah bagaimana bisnis kita dapat bertahan ataupun berkembang dan menghasilkan produk -- produk berkualitas global yang dapat bersaing dengan produk global lainnya. Ideologi negara sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Ideologi merupakan nilai-nilai yang telah disepakati bersama untuk dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku sebagai identitas negara serta seluruh warga negara.
Pada saat globalisasi, tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi corak berpikir masyarakat maupun penyelenggara negara.
Oleh sebab itu, pemerintah berperan penting dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Pelaksanaannya diwujudkan melalui pengeluaran kebijakan yang dapat mendorong suasana kondusif dan peri kehidupan yang membuat masyarakat tenang dan dapat menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan yang berarti.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Ahmad Fahrezy -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ahmad Fahrezy
NPM : 2115011055
Kelas : Pancasila B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan mengenai artikel Tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi
nilai-nilai ideologi negara
Pancasila sebagai dasar negara kemudian dihadapkan pada fenomena globalisasi. Globalisasi membawa tatanan baru dengan menghapus batas antar negara. Dampak negatif dapat terasa jika banyak budaya asing masuk ke Indonesia lalu menggerus nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Sebagai contoh, globalisasi ini telah mempengaruhi salah satu aspek budaya kita, yaitu gotong royong. Globalisasi membawa Indonesia pada masyarakat yang lebih individualis. Padahal, seperti yang kita ketahui, gotong-royong merupakan konsep yang dijunjung tinggi oleh para pendahulu kita melalui sila keempat.Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara, selanjutnya akan diuraikan dan dirinci berdasarkan urutan nilai yang termuat di dalam sila-sila Pancasila.

Pertama,
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak
bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme. Spiritualitas sila Ketuhanan yang Maha Esa antara lain mengandung nilai dasar cita-cita kenegaraan dan nilai kesesuaian hubungan sebab akibat antara Tuhan, manusia, dan negara dan dalam hal itu setiap warga negara memiliki kebebasan dalam memeluk agama sesuai keimanan dan ketakwaan
masing-masing

Kedua,
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian,Sila kedua ini antara lain mengandung nilai pengakuan atas
hakikat kodrat manusia baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial dan dalam hal itu bangsa Indonesia mengakui sebagai bagian dari umat manusia

Ketiga,
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme. Sila Ketiga ini mengandung nilai kebersamaan dengan keragaman dan terikat dalam kesatuan integral sebagai suatu bangsa yang merdeka bernama Indonesia. Dalam hal itu dipahami keanekaragaman keindonesiaan meliputi manusia, keluarga, kelompok, golongan, suku bangsa, keragaman wilayah, namun menjadi satu kesatuan integral baik lahir maupun batin

Keempat,
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme. Sila keempat ini mengandung nilai penghormatan terhadap demokrasi disertai tanggung jawab kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam hidup bersama.

Kelima,
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism. Sila Kelima ini mengandung nilai keadilan untuk mewujudkan hidup bersama baik bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.
Oleh sebab itu rakyat Indonesia perlu untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perkembangan zaman, tetapi Pancasila diperlukan untuk mempertahankan nilai budaya asli. Pancasila dapat digunakan untuk memilah mana saja nilai yang dapat diserap untuk kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila sendiri. Dengan begitu, Pancasila tidak kaku dan menutup jalan bagi adanya perubahan. Pancasila justru memberi kesempatan bagi nilai-nilai baru untuk tumbuh dalam negara dengan tetap berada di bawah kepribadian bangsa.

Sekian itu saja yang bisa saya sampaikan, jika ada salah kata saya minta maaf, terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Fatika Balqis Azzahro -
Nama : Fatika Balqis Azzahro
NPM : 2115011054
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya terkait artikel tersebut adalah globalisasi menjadi tantangan integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dan aspek-aspek budaya lainnya dimana batas-batas antar negara menjadi terlihat semu. Globalisasi menjadikan seluruh warga dunia saling terhubung satu sama lain, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, ataupun budaya. Tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi berkaitan dengan tantangan dan implikasi aktualisasi lima sila, yaitu :

1. Pertama
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.

2. Kedua
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.

3. Ketiga
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.

4. Keempat
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.

5. Kelima
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism.

Peran Negara
Negara adalah lanjutan dari keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya, semakin luas pergaulan manusia serta semakin banyak kebutuhan, maka bertambah besar kebutuhannya kepada suatu organisasi negara yang akan melindungi dan memelihara keselamatan hidupnya. Di dalam implementasinya, negara di era reformasi ini terutama di masa pemerintahan sekarang ini, berupaya hadir dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak prosesnya, kegiatan yang dilakukan pemerintah adalah mengikuti prosedur dan amanat dari perundang-undangan. Pelaksanaannya diwujudkan melaluipengeluaran kebijakan yang dapat mendorong suasana kondusif di masyarakat, dan membuat kesejahteraan bagi masyarakat.

Sekian tanggapan dari saya
Terimakasih...
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Az- Zahra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya, izin memperkenalkan diri :
Nama : Az-Zahra
NPM : 2155011004
Prodi : S1 Teknik Sipil
Setelah membaca artikel, tanggapan saya adalah sebagai ideologi, Pancasila memiliki tantangan dari dinamika lalu lintas pergaulan, dan akses terhadap nilai-nilai yang berkembang.
a. Tantangan Globalisasi
Globalisasi memiliki peranan penting dalam dunia. Globalisasi juga memiliki dampak yang positif dan negatif. Oleh karena itu, Dengan berkembangnya globalisasi, Pancasila menjadi memiliki tantangan , yaitu :
1. SIla Ke-1
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2. Sila ke-2
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian. Sila kedua ini antara lain mengandung nilai pengakuan atas hakikat kodrat manusia baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial dan dalam hal itu bangsa Indonesia mengakui sebagai bagian dari umat manusia.
3. Sila ke-3
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme. Sila Ketiga ini mengandung nilai kebersamaan dengan keragaman dan terikat dalam kesatuan integral sebagai suatu bangsa yang merdeka bernama Indonesia.
4. Sila ke-4
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme. Sila keempat ini mengandung nilai penghormatan terhadap demokrasi disertai tanggung jawab kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam hidup bersama.
5. Sila ke-5
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism. Sila Kelima ini mengandung nilai keadilan untuk mewujudkan hidup bersama baik bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Tantangan aktualisasi nilai sila kelima, terlihat dari pola peran kaum pemilik modal dalam menguasai pasar sehinga masyarakat kelas bawah dengan nota bene bermodal kecil semakin terpinggirkan. Tantangan terhadap nilai ini juga ditunjukkan melalui perilaku hedonis sebagian masyarakat. Bergaya hidup boros menjadi bagian pelengkap dari perilaku hedonis tersebut.
b. Peran Negara
Di dalam implementasinya, negara di era reformasi ini terutama di masa pemerintahan sekarang ini, berupaya hadir dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak prosesnya, kegiatan yang dilakukan pemerintah adalah mengikuti prosedur dan amanat dari perundang-undangan. Pelaksanaannya diwujudkan melalui pengeluaran kebijakan yang dapat mendorong suasana kondusif dan peri kehidupan yang membuat masyarakat tenang dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang tanpa gangguan yang berarti.
Itulah tanggapan saya terkait artikel ini
Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh OXANA ZALFANI SAID -
Assalamualaikum wr.wb
Nama : Oxana Zalfani Said
NPM : 215011016
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut dapat diketahui bahwa terdapat nilai-nilai globalisasi yang mempengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku sebagian warga negara yang didukung dengan konsistensi, ketegasan, dan penguatan peran pemerintah dalam merawat nilai-nilai kebersamaan. .
Ideologi Pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi, termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pemikiran para elite yang bersifat ajakan(Propaganda)
Eksistensi ideologi negara dalam konteks sistem nilai yang kuat dan teraktualisasi dalam pola sikap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi.

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara.
Sekian tanggapan saya
terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Resa Handayani -
Assalamualaikum Wr. Wb

Nama : Resa Handayani
NPM : 2115011024
Prodi : S1 Teknik Sipil B

Izin menanggapi atrikel yang tertera Pak/Bu,
Berikut adalah tantangan globalisasi yang diuraikan berdasarkan urutan nilai yang termuat di dalam sila-sila Pancasila.
Pertama, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme. Tantangan aktualisasi nilai spiritualitas tersebut terkait adanya perspektif sebagian anak bangsa yang melihat alternatif ideologi agama bagi negara. Hal itu misalnya terlihat dari adanya pemikiran untuk membentuk negara khilafah dari sebagian kelompok masyarakat.
Kedua, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian. Tantangan pelaksanaan sila kedua ini juga terlihat dari pandangan nilai kemanusiaan sebagian dari anggota masyarakat adalah dari perspektif kelompok sehingga terkesan menjadi terkotak. Tantangan yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah terdapatnya sebagian anggota masyarakat yang kurang menjaga martabat dirinya. Tantangan yang tidak kalah pentingnya adalah pada dinamika terorisme yaitu adanya sebagian anggota masyarakat yang terjebak dalam pola pikir dan tindak radikalisme.
Ketiga, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme. Tantangan aktualisasi nilai sila ketiga terlihat dari orientasi persatuan sebagian anggota masyarakat dari perspektif kepentingan kelompok. Selain itu, aktualisasi orientasi etnisitas juga menjadi bagian bentuk perilaku yang perlu mendapatkan perhatian. Tantangan lainnya dari Sila Ketiga bahkan dalam orientasi yang lebih ekstrem lagi, yaitu menganalogikan negara sebagai agama dalam perspektif baru.
Keempat, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme. Tantangan aktualisasi nilai sila keempat terlihat dari praktik politik identitas, politik irasional, dan politik uang. Politik identitas adalah praktik demokrasi yang didasarkan pada sentiment primordial. Dalam berbagai kesempatan masih terlihat adanya elite politik yang mengajak masyarakat untuk memilih tokoh dengan dasar etnisitas seakan bila masyarakat memberikan hak pilih bukan dengan dasar itu terkesan demokrasi tidak berkeadilan.
Kelima, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism. Tantangan aktualisasi nilai sila kelima, terlihat dari pola peran kaum pemilik modal dalam menguasai pasar sehinga masyarakat kelas bawah dengan nota bene bermodal kecil semakin terpinggirkan. Tantangan terhadap nilai ini juga ditunjukkan melalui perilaku hedonis sebagian masyarakat. Bergaya hidup boros menjadi bagian pelengkap dari perilaku hedonis tersebut.

Sekian tanggapan saya, mohon maaf bila terdapat kesalahan Pak/Bu,
Terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh RIDHO SOLIKHIN -
Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh,

Izin memperkenalkan diri
Nama : Ridho Solikhin
NPM : 2115011035
Prodi : S1 Teknik Sipil

Tanggapan saya mengenai artikel yang diberikan adalah sebagai berikut,

Memang benar bahwasannya globalisasi merupakan era dimana terjadi perubahan-perubahan yang begitu cepat secara global. Globalisasi ini juga memiliki dampak yang signifikan terhadap pola kehidupan diseluruh dunia. Dalam era globalisasi ini juga diperlukan upaya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Hal ini akan menjadi suatu tantangan bagi negara tersebut agar mampu eksis dalam konteks global. Globalisasi memiliki dampak yang buruk dalam kehidupan. Seperti yang kita lihat di lingkungan sekitar terlihat banyak sekali kasus-kasus anak muda yang terpengaruh dari efek globalisasi ini.

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi corak berpikir masyarakat maupun penyelenggara negara. Kehadiran ideologi negara dalam konteks sistem nilai yang kuat dan teraktualisasi dalam pola sikap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi.

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Tantangan dan implikasi dari sila 1 -5

Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme. Pada Sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme. versus fundamentalisme dan sektarian. Pada nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
Pada nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualisme.

Pancasila sendiri merupakan sebuah ideologi bagi bangsa indonesia yang wajib dipahami serta dapat diimplmentasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekian tanggapan saya, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Terima kasih
Wassalamu'alaimum warahmatullahi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Muhamad Zada Empu Razak Kesatria -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Muhamad Zada Empu Razak Kesatria
NPM : 2155011005
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara.
Ideologi Pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi tersebut, termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pikiran elite yang dipropagandakan. Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari. Pada satu sisi, perkembangan telah memberi dampak positif dan negara dapat merasakan manfaatnya.
Dalam hal ini bahasan dilakukan terhadap tantangan globalisasi dan peran negara yang dikorelasikan dengan implikasi aktualisasi nilai-nilai bersama. Pertama, tantangan yang dilihat pertama adalah bentuk pengaruh globalisasi terkait aktualisasi nilai-nilai ideologi yang ada pada masyarakat. Kemudian kedua, penelusuran juga dilakukan pada peran yang dilakukan oleh negara melalui representasi pemerintah dalam merespons tantangan globalisasi serta implikasi peran yang telah dimainkan pemerintah tersebut.

a. Tantangan Globalisasi
Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila.

1.Pertama, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2.Kedua, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
3.Ketiga, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.
4.Keempat, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
5.Kelima, tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism.

b. Peran Negara
Peran negara tentu direpresentasikan oleh pemerintah. Negara adalah lanjutan dari keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya

Apabila ada salah kata saya mohon maaf, sekian dan terima kasih.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Dimas Adie Widjanarko Putra -
Assalamualaikum pak
Izin memperkenalkan diri
Nama : Dimas Adie Widjanarko Putra
NPM : 2115011106
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel
ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Nilai-nilai bersama bagi Indonesia adalah nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara. Nilai-nilai itu tertuang di dalam kelima sila di dalam Pancasila, mulai Sila I sampai Sila V. Nilai-nilai ini tentu sudah tidak asing lagi dan secara umum sudah dipahami.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism.
Negara kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum. Tidak hanya negara yang ikut andil dalam peranan negara, masyarakat harus juga ikut dalam melawan tantangan yang dihadapi.

Sekian tanggapan dari saya
Terima kasih pak
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMMAD RAIHAN AULIA -

Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Izin memperkenalkan diri:

Nama: Muhammad Raihan Aulia

NPM: 2115011016

Prodi: S1 Teknik Sipil

Kelas: Pendidikan Pancasila B

Izin untuk memeberikan tanggapan:

Peran negara tentu direpresentasikan oleh pemerintah. Negara adalah lanjutan dari keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya, semakin luas pergaulan manusia serta semakin banyak kebutuhan, maka bertambah besar kebutuhannya kepada suatu organisasi negara yang akan melindungi dan memelihara keselamatan hidupnya (Marpaung, 2018).

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara.

Nilai-nilai Tantangan dan Aktualisasi Pola Pikir/Perilaku:

1. Sila I

Nilai spiritualitas keagamaan versus nilai komunisme, sekularisme, fundamentalisme, dan animisme (Wacana negara khilafah dan sekuler, Agama KTP, dan Toleransi searah).

2. Sila II

Nilai kemanusiaan versus fundamentalisme dan sectarian (Bullying, persekusi, radikal, dan menghujat).

3. Sila III

Nilai persatuan Indonesia versus hegemoni komunitas, dan pesimisme (Orientasi kepentingan pribadi dan kelompok, Cinta etnik, dan Analogi negara dengan agama).

4. Sila IV

Nilai kerakyatan versus liberalism dan hegemoni sectarian (Politik identitas, Politik irasional, dan Politik uang).

5. Sila V

Nilai keadilan sosial versus kapitalisme, hedonisme, dan individualism (Korupsi, Hedonis, Sarana dan kurang etos kerja).

Sekian tanggapan dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMAD AMIRUL K -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: M Amirul Khoisin
NPM: 2115011115
Prodi: S1 teknik sipil
Kelas: B

Izin memberikan tanggapan mengenai artikel diatas

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara.

Eksistensi ideologi negara dalam konteks sistem nilai yang kuat dan teraktualisasi dalam pola sikap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi. Namun dalam konteks ini, perspektifnya adalah pada dinamika kendala yang dilihat sebagai tantangan karena proses globalisasi dapat menghambat atau bahkan kontras dengan nilai-nilai bersama yang direpresentasikan dalam nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Dengan kewenangannya, peran negara mengemuka dalam mendorong aktualisasi nilai-nilai ideologi negara.

sekian dari saya terimakasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Filipus Kevin Fernando Unila -
Nama: Filipus Kevin Fernando
NPM: 2115011006
Kelas: Pancasila

Izin untuk memberikan tanggapan terkait artikel tersebut.
Globalisasi merupakan perkembangan yang begitu cepat baik dalam hubungan lintas negara yang memperlihatkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain serta untuk saling membutuhkan dan melengkapi. Pada satu sisi, globalisasi telah memberi dampak positif yaitu dengan perkembangan system teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi. Namun, pada kenyataannya globalisasi tidak hanya memberi dampak positif. Tetapi, banyak juga dampak negatif terkait spektrum globalisasi tersebut yang dalam konteks ini dilihat sebagai tantangan dan perubahan nilai-nilai sikap, perilaku, terhadap norma-norma yang ada.

Globalisasi sendiri memiliki tantangan dalam konteks nilai-nilai Ideologi Pancasila yaitu berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan Ideologi Pancasila. Dan tantangan yang juga mendapatkan perhatian muncul sebagai berikut:
1. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila antara lain hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa dengan nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila antara lain hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
3. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila antara lain hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia dengan nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme fundamentalisme dan sektarian.
4. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila antara lain hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dengan nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
5. tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila antara lain hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dengan nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualisme.

Strategi dalam menghadapi arus globalisasi tentu merupakan langkah utama yang harus dirancang oleh negara-negara yang sedang berkembang. Strategi dilakukan untuk menghadapi berbagai risiko yang berdampak kurang menguntungkan bagi pertumbuhan, perkembangan dan dinamika organisasi dalam suatu negara yang kemudian hadir dalam perannya yang secara konsisten dan tegas dalam merawat nilai bersama melalui pengeluaran kebijakan yang menguatkan nilai-nilai Pancasila dan menganulir kebijakan di daerah yang kurang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pemberdayaan aparatur sesuai fungsi, pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sosialisasi nilai, perangkulan organisasi social kemasyarakatan, dan juga penegakan/sanksi hukum. Tidak hanya negara yang ikut andil dalam peranan negara, masyarakat harus juga ikut dalam melawan tantangan yang dihadapi.
Sekian tanggapan dari saya, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Karunia Ari Hagana Tarigan -
Nama : Karunia Ari Hagana Tarigan
NPM : 211501175
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : Pendidikan Pancasila B

Globalisasi adalah terjadinya perkembangan teknologi diseluruh dunia. Dimana globalisasi ini adalah sebuah realitas yang tidak bisa dan tidak dapat dihindari, yang membentuk hubungan lintas negara yang menunjukkan sikap saling membutuhkan dan melengkapi. Globalisasi ini memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif nya adalah seperti mempermudah kegiatan manusia dan mempercepat penyaluran informasi, dampak negatifnya adalah perubahan sikap, moral, dan nilai-nilai terhadap norma-norma dan aturan-aturanyang ada. Globalisasi ini memiliki beberapa tantangan dalam nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila, seperti berkembangnya berbagai paham yang kurang dan tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila.

Dan tantangan yang lain seperti adanya sebagian masyarakat yang kurang menjaga harga diri dan martabat dirinya. Contoh berbagai paham yang berlawanan denga ideologi Pancasila adalah seperti radikalisme, individualisme, sekularisme, kapitalisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintah khalifah, komunisme, dan liberalisme yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Kondisi ini mempengaruhi sebagian anggota masyarakat sehingga mengurangi aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Rintangan dan tantangan dapat diatasi oleh masyarkat itu sendiri dan dengan adannya andil dari pemerintah, kesadaran diri masing-masing individu, dan pemahaman yang luas tentang Ideologi Pancasila dan menjadikannya pedoman dalam bermasyarakat dan bernegara, dan memilah hal hal dalam globalisasi yang baik dan sejalan dengan ideologi negara kita, yaitu Pancasila.

Sekian tanggapan dari saya, Terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Erlinda Puspitasari -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Nama : Erlinda Puspitasari
Npm : 2115011045
Prodi : S1 Teknik Sipil

Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Ideologi tersebut pada dasarnya merupakan nilainilai yang disepakati bersama untuk dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku sebagai identitas negara serta seluruh warga negara. Ideologi sangat menentukan eksistensi suatu negara . Nilai-nilai yang dijadikan pedoman tersebut berisikan nilai-nilai yang baik dan diyakini mengantarkan bangsa memiliki peradaban yang membanggakan sekaligus membawa ke kehidupan ideal yang dicita-citakan dalam berbagai dimensi kehidupan meliputi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

kap dan perilaku penyelenggara negara dan warga negara agaknya tidak selalu linier dengan upaya dan keinginan negara. Perjalanan negara dipenuhi dengan dinamika yang terjadi baik di internal negara, pengaruh eksternal, maupun interaksi dari keduanya. Kondisi tersebut dapat mengantarkan ideologi menjadi label patron saja. Konteks demikian mendapat kecaman Napoleon, bahwa ideologi sebagai khayalan tanpa arti praktis (Kaelan, 2004). Untuk itu menjadi penting agar ideologi teraktualisasi dalam sikap dan perilaku keseharian seluruh komponen bangsa. Hanya saja keberadaan Indonesia sebagai bangsa berinteraksi dengan kehidupan global yang ditandai dengan corak globalisasi.

Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila. Kondisi seperti itu menghasilkan adanya dialektik dan terjadinya tarik-menarik nilai di dalam diri warga negara. Warga negara di dalam memfilter berbagai nilai tersebut dipengaruhi oleh faktor yang ada di dalam dirinya, meliputi pemahaman dan kesadaran terhadap nilai-nilai bersama serta kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan meliputi seputar masyarakat tempatnya berinteraksi maupun hasil koneksi dengan dunia maya. Berbagai tendensi yang diperlihatkan sebagian anak bangsa dalam bentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang kurang selaras dengan nilai-nilai kebersamaan seperti diamanatkan dalam ideologi negara, selanjutnya akan diuraikan dan dirinci berdasarkan urutan nilai yang termuat di dalam sila-sila Pancasila.

Banyak muncul paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Kondisi tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu kohesivitas dan integrasi bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh MUHAMMAD HANIF HIBATULLAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya, izin memperkenalkan diri :
Nama : M Hanif Hibatullah
NPM : 2115011084
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel, tanggapan saya adalah sebagai ideologi, Pancasila memiliki tantangan dari dinamika lalu lintas pergaulan, dan akses terhadap nilai-nilai yang berkembang.
a. Tantangan Globalisasi
Globalisasi memiliki peranan penting dalam dunia. Globalisasi juga memiliki dampak yang positif dan negatif. Oleh karena itu, Dengan berkembangnya globalisasi, Pancasila menjadi memiliki tantangan , yaitu :
1. SIla Ke-1
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2. Sila ke-2
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian. Sila kedua ini antara lain mengandung nilai pengakuan atas hakikat kodrat manusia baik sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial dan dalam hal itu bangsa Indonesia mengakui sebagai bagian dari umat manusia.
3. Sila ke-3
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme. Sila Ketiga ini mengandung nilai kebersamaan dengan keragaman dan terikat dalam kesatuan integral sebagai suatu bangsa yang merdeka bernama Indonesia.
4. Sila ke-4
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme. Sila keempat ini mengandung nilai penghormatan terhadap demokrasi disertai tanggung jawab kepada Tuhan yang Maha Esa, menjunjung dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta tujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dalam hidup bersama.
5. Sila ke-5
tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism. Sila Kelima ini mengandung nilai keadilan untuk mewujudkan hidup bersama baik bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Tantangan aktualisasi nilai sila kelima, terlihat dari pola peran kaum pemilik modal dalam menguasai pasar sehinga masyarakat kelas bawah dengan nota bene bermodal kecil semakin terpinggirkan. Tantangan terhadap nilai ini juga ditunjukkan melalui perilaku hedonis sebagian masyarakat. Bergaya hidup boros menjadi bagian pelengkap dari perilaku hedonis tersebut.
b. Peran Negara
Di dalam implementasinya, negara di era reformasi ini terutama di masa pemerintahan sekarang ini, berupaya hadir dalam menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak prosesnya, kegiatan yang dilakukan pemerintah adalah mengikuti prosedur dan amanat dari perundang-undangan. Pelaksanaannya diwujudkan melalui pengeluaran kebijakan yang dapat mendorong suasana kondusif dan peri kehidupan yang membuat masyarakat tenang dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang tanpa gangguan yang berarti.
Itulah tanggapan saya terkait artikel ini
Terima kasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh DAVIN OKTADAN NUGROHO -
Nama : Davin Oktadan N
NPM : 2155011014
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel,
Artikel tersebut membahas tentang tantangan globalisasi, peran negara, dan implikasinya terhadap aktualisasi nilai-nilai ideologi negara. Ideologi negara sebagai perangkat gagasan atau konsep berpikir negara adalah sebagai tatanan nilai yang diharapkan dapat diaktualisasi dengan baik oleh negara yang direpresentasikan oleh pemerintah dan juga oleh warga negara. Ideologi tersebut pada dasarnya merupakan nilainilai yang disepakati bersama untuk dijadikan pedoman dalam bersikap dan berperilaku sebagai identitas negara serta seluruh warga negara. Nilai-nilai yang dijadikan pedoman tersebut berisikan nilai-nilai yang baik dan diyakini mengantarkan bangsa memiliki peradaban yang membanggakan sekaligus membawa ke kehidupan ideal yang dicita-citakan dalam berbagai dimensi kehidupan meliputi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Di artikel tersebut juga dijelaskan dimensi globalisasi dengan sajian nilai transnasional antara lain dalam bentuk paham sekularisme, individualism, liberalism, radikalisme, individualisme, kapitalisme, komunisme, sosialisme, fundamentalisme, pemerintahan khilafah, dan hegemoni sektarianisme dalam mekanismenya mempengaruhi corak berpikir serta berperilaku masyakat melalui proses interaksi dan tarik-menarik dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam sila-sila ideologi Pancasila. Kondisi tersebut mempengaruhi sebagian anggota masyarakat atau warga negara sehingga terdapat aktualisasi nilai yang kurang sesuai dengan nilai-nilai bersama sebagaimana diamanatkan di dalam ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara. Meski hanya sebagian kecil saja dari praktik pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku anak bangsa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bersama dalam konteks keindonesiaan, membawa dampak yang dapat berpengaruh serta mengganggu kohesivitas dan integrasi bangsa.

Sekian, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Komentar

oleh Muhammad Faris Azzahri -
Assalamualaikum wr.wb
Nama: Muhammad Faris Azzahri
NPM : 2115011124
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel tersebut
Ideologi pancasila berdasarkan pembedaan tipe ideologi tersebut, termasuk ke dalam jenis ideologi terbuka, setidaknya karena nilai-nilainya bersumber dari masyarakat Indonesia sendiri dan bukan pikiran elite yang dipropagandakan. Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan keagamaan masyarakat.
Globalisasi sebagai sebuah realitas tidak dapat dihindari. Pada satu sisi, perkembangan telah memberi dampak positif dan negara dapat merasakan manfaatnya.
Dalam hal ini bahasan dilakukan terhadap tantangan globalisasi dan peran negara yang dikorelasikan dengan implikasi aktualisasi nilai-nilai bersama. Pertama, tantangan yang dilihat pertama adalah bentuk pengaruh globalisasi terkait aktualisasi nilai-nilai ideologi yang ada pada masyarakat. Kemudian kedua, penelusuran juga dilakukan pada peran yang dilakukan oleh negara melalui representasi pemerintah dalam merespons tantangan globalisasi serta implikasi peran yang telah dimainkan pemerintah tersebut.
a. Tantangan Globalisasi
Tantangan yang dihadapi negara dalam konteks aktualisasi nilai-nilai ideologi sejauh ini adalah berkembangnya berbagai paham yang kurang sesuai dengan nilai-nilai ideologi Pancasila.
1. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai Sila Kesatu dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai spiritualitas Ketuhanan yang Maha Esa versus nilai komunisme/sosialisme, sekularisme, teokrasi, dan liberalisme.
2. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kedua dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab versus fundamentalisme dan sektarian.
3. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila ketiga Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Persatuan Indonesia versus nilai hegemoni komunitas, dan pesimisme.
4. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila keempat dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan versus nilai liberalism dan hegemoni sektarianisme.
5. Tantangan dan implikasi aktualisasi nilai sila kelima dari Pancasila pada diri anak bangsa, antara lain dapat dicermati atas hasil interaksi nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia versus nilai kapitalisme, hedonisme, dan individualism.
b. Peran Negara
Peran negara tentu direpresentasikan oleh pemerintah. Negara adalah lanjutan dari keinginan manusia yang hendak bergerak antara seorang dengan orang lainnya dalam rangka menyempurnakan segala kebutuhan hidupnya

Demikian tanggapan saya mengenai artikel tersebut
Terima kasih, wassalamualaikum wr. wb