Assallamualaikum wr wb
Izin memperkenalkan diri, perkenalkan
Nama: Renna Khariszam
Npm: 2613022067
Izin menjawab
1. Landasan Filosofis: Bagaimana filsafat membantu kita memahami tujuan akhir pendidikan? Apa peran nilai-nilai dalam praktik pendidikan?
2. Landasan Psikologis: Bagaimana psikologi menjelaskan proses belajar dan perkembangan peserta didik? Mengapa memahami jiwa manusia penting bagi seorang guru?
Jawaban:
1.Landasan filosofis merupakan dasar pemikiran yang berasal dari filsafat mengenai hakikat manusia, pengetahuan, nilai, dan kehidupan. Filsafat membantu pendidikan menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai, sehingga pendidikan tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan manusia yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianggap baik
Pancasila menjadi dasar filosofis pendidikan. Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam membentuk manusia Indonesia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, tujuan akhir pendidikan bukan sekadar membuat peserta didik memiliki pengetahuan yang luas, tetapi membentuk manusia yang memiliki kemampuan sekaligus karakter yang baik.
Nilai-nilai memiliki peran penting dalam praktik pendidikan karena menjadi pedoman dalam menentukan bagaimana pendidikan dilaksanakan. Nilai memengaruhi tujuan pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, serta hubungan antara guru dan peserta didik. Misalnya, nilai tanggung jawab dapat diterapkan dengan membiasakan siswa menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh, sedangkan nilai demokratis dapat diterapkan melalui diskusi dan menghargai pendapat teman.
2.Landasan psikologis merupakan dasar pendidikan yang bersumber dari kajian psikologi tentang manusia, terutama peserta didik. Psikologi membantu guru memahami perkembangan peserta didik dan bagaimana proses belajar berlangsung.
Selain itu, psikologi memperhatikan perbedaan setiap peserta didik, seperti kecerdasan, bakat, minat, gaya belajar, serta kondisi sosial dan emosional
Psikologi juga menjelaskan bahwa peserta didik mengalami perkembangan sesuai dengan tahap usianya, teori perkembangan kognitif Jean Piaget membagi perkembangan menjadi empat tahap, yaitu sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal. Pada tahap operasional konkret, misalnya, anak sudah mampu berpikir logis terhadap sesuatu yang konkret, sedangkan pada tahap operasional formal anak mulai mampu berpikir abstrak dan sistematis
Selain perkembangan, psikologi juga menjelaskan proses belajar melalui beberapa teori. Behaviorisme melihat belajar sebagai perubahan perilaku melalui stimulus dan respons. Kognitivisme menekankan proses mental dalam memperoleh dan mengolah pengetahuan. Sementara itu, konstruktivisme memandang bahwa peserta didik membangun pengetahuannya melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan
Memahami jiwa manusia sangat penting bagi seorang guru karena setiap peserta didik memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Guru tidak dapat menggunakan satu metode pembelajaran yang sama untuk semua siswa tanpa mempertimbangkan perbedaan tersebut. Dengan memahami kondisi peserta didik, guru dapat memilih metode, media, dan pendekatan pembelajaran yang lebih sesuai. Bahkan, perbedaan tersebut dapat diterapkan melalui pembelajaran berdiferensiasi
Contohnya, jika seorang guru mengajar siswa SD yang masih berada pada tahap operasional konkret, guru sebaiknya menggunakan benda nyata, gambar, percobaan sederhana, atau contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar materi lebih mudah dipahami.