DISKUSI
Berikan pandangan Anda setelah menyimak video tersebut dan kaitannya dengan topik perkuliahan kita.
Nama: Desmala Az Zahra
NPM: 2313031002
Kelas: A
Menurut saya, berdasarkan topik video Artificial Intelligence and Industry 5.0: The Future on a Human Scale, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan sistem digital dapat membantu industri bekerja lebih cepat, efisien, dan akurat. Namun, konsep Industry 5.0 tidak hanya berfokus pada kecanggihan mesin, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan industri. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendukung kemampuan manusia, bukan sekadar menggantikan tenaga kerja.
Hal ini berkaitan dengan materi perkuliahan tentang Smart Factories & Industry 5.0. Smart Factory memanfaatkan AI, Internet of Things (IoT), dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Sementara itu, Industry 5.0 menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi dengan tetap memperhatikan kreativitas, keselamatan, serta kesejahteraan pekerja.
Menurut saya, teknologi tidak sepenuhnya akan menggantikan manusia karena masih terdapat pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, perkembangan teknologi dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan yang bersifat rutin. Oleh karena itu, pekerja perlu meningkatkan keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi agar dapat mengikuti perubahan dunia industri.
Dengan demikian, penerapan Industry 5.0 perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus tantangan agar tenaga kerja tidak tertinggal. Menurut saya, keberhasilan industri masa depan bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan industri menggabungkan teknologi dengan potensi manusia secara seimbang.
NPM: 2313031002
Kelas: A
Menurut saya, berdasarkan topik video Artificial Intelligence and Industry 5.0: The Future on a Human Scale, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan sistem digital dapat membantu industri bekerja lebih cepat, efisien, dan akurat. Namun, konsep Industry 5.0 tidak hanya berfokus pada kecanggihan mesin, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan industri. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendukung kemampuan manusia, bukan sekadar menggantikan tenaga kerja.
Hal ini berkaitan dengan materi perkuliahan tentang Smart Factories & Industry 5.0. Smart Factory memanfaatkan AI, Internet of Things (IoT), dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Sementara itu, Industry 5.0 menekankan kolaborasi antara manusia dan teknologi dengan tetap memperhatikan kreativitas, keselamatan, serta kesejahteraan pekerja.
Menurut saya, teknologi tidak sepenuhnya akan menggantikan manusia karena masih terdapat pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, pemikiran kritis, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Meskipun demikian, perkembangan teknologi dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan yang bersifat rutin. Oleh karena itu, pekerja perlu meningkatkan keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi agar dapat mengikuti perubahan dunia industri.
Dengan demikian, penerapan Industry 5.0 perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus tantangan agar tenaga kerja tidak tertinggal. Menurut saya, keberhasilan industri masa depan bukan hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan industri menggabungkan teknologi dengan potensi manusia secara seimbang.