Menulis Summary e-journal

Menulis Summary e-journal

Jumlah balasan: 15

Tulislah disini summary isi jurnal di aats maksimal 300 kata tidak boleh sama dengan teman.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh MAYKE RIANSYAH -
Nama : Mayke Riansyah
NPM : 2413031047

Jurnal “Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field” membahas perbedaan antara teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual dalam sebuah penelitian. Pembahasan ini didasarkan pada kenyataan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum memahami perbedaan ketiga istilah tersebut sehingga sering menganggapnya memiliki arti yang sama.
Dalam jurnal dijelaskan bahwa teori adalah kumpulan konsep, definisi, dan pernyataan yang saling berkaitan untuk menjelaskan maupun memperkirakan hubungan antarvariabel atau suatu fenomena. Teori berkembang melalui proses penelitian yang didukung oleh data empiris. Sementara itu, kerangka teori merupakan susunan teori-teori yang berasal dari hasil pemikiran dan penelitian para ahli yang digunakan peneliti sebagai dasar dalam memahami, menganalisis, dan menjelaskan data penelitian. Kerangka teori juga membantu peneliti menentukan aspek penting yang perlu diperhatikan serta menghubungkan hasil penelitian dengan teori yang relevan.
Kerangka konseptual memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena mencakup keseluruhan rancangan pemikiran dalam penelitian. Di dalamnya terdapat proses menentukan topik dan masalah, merumuskan pertanyaan penelitian, memilih teori dan metode, mengumpulkan serta menganalisis data, sampai menyusun hasil dan kesimpulan. Penulis mengibaratkan kerangka konseptual sebagai sebuah rumah, sedangkan kerangka teori merupakan salah satu bagian atau ruangan di dalam rumah tersebut.
Pada akhirnya, jurnal menegaskan bahwa penelitian yang baik perlu memiliki kerangka teori. Kerangka tersebut sebaiknya dibangun berdasarkan kajian literatur yang relevan dan digunakan sebagai landasan untuk menganalisis serta memahami data penelitian.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Murni Solekha -
Murni Solekha
2413031061

Jurnal karya Charles Kivunja (2018) berjudul Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field membahas perbedaan antara teori, kerangka teoritis, dan kerangka konseptual dalam penelitian. Penulis mengangkat permasalahan bahwa banyak mahasiswa dan peneliti pemula masih sering menganggap ketiga istilah tersebut memiliki arti yang sama.
Dalam jurnal dijelaskan bahwa teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang saling berhubungan untuk menjelaskan serta memprediksi hubungan antarvariabel. Teori menjadi dasar pengetahuan yang membantu peneliti memahami suatu fenomena dan menentukan hubungan yang akan diteliti.
Selanjutnya, kerangka teoritis merupakan struktur yang dibangun dari teori dan pengetahuan yang telah ada untuk menjadi dasar dalam menganalisis serta menginterpretasikan data penelitian. Kerangka teoritis membantu peneliti menentukan hal yang perlu diperhatikan dalam data dan menghubungkan hasil penelitian dengan teori yang relevan.
Sementara itu, kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup keseluruhan pemikiran dan perencanaan penelitian, mulai dari penentuan masalah, pertanyaan penelitian, teori, metode, pengumpulan dan analisis data hingga kesimpulan. Dengan demikian, kerangka teoritis merupakan bagian dari kerangka konseptual.
Secara keseluruhan, jurnal menekankan bahwa pemahaman terhadap ketiga konsep tersebut penting agar penelitian memiliki dasar yang jelas, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Adzra Ati'iqah -
nama : adzra ati'iqah
npm : 2413031056

Jurnal berjudul "Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field" karya Charles Kivunja membahas perbedaan antara teori, theoretical framework, dan conceptual framework dalam penelitian. Penulis mengangkat masalah bahwa banyak mahasiswa dan peneliti pemula masih sering menganggap ketiga istilah tersebut memiliki arti yang sama, padahal masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda. Dalam jurnal ini, teori dijelaskan sebagai kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang saling berhubungan untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena. Sementara itu, theoretical framework merupakan kerangka yang dibangun dari teori-teori dan pengetahuan yang telah ada untuk menjadi dasar dalam menganalisis dan menginterpretasikan data penelitian. Kerangka ini membantu peneliti menentukan hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam data serta menghubungkan hasil penelitian dengan teori yang relevan.
Berbeda dengan theoretical framework, conceptual framework memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup keseluruhan pemikiran dan perencanaan penelitian, mulai dari menentukan topik, masalah, pertanyaan penelitian, teori, metode, pengumpulan dan analisis data, hingga penyusunan kesimpulan dan rekomendasi. Penulis menggambarkan conceptual framework sebagai “rumah”, sedangkan theoretical framework merupakan salah satu ruang di dalamnya yang memiliki fungsi tertentu. Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan bahwa pemahaman terhadap perbedaan teori, theoretical framework, dan conceptual framework penting agar penelitian memiliki dasar yang jelas dan proses analisis data menjadi lebih terarah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Olivia Rahma Dani -
Nama: Olivia Rahma Dani
NPM: 2413031039

Artikel ini menjelaskan mengenai perbedaan antara teori, kerangka teori (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework) dalam penelitian. Ketiga istilah tersebut sering kali dianggap memiliki arti yang sama oleh mahasiswa, padahal masing-masing mempunyai pengertian dan kegunaan yang berbeda. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman agar peneliti dapat menggunakan ketiganya secara tepat dalam menyusun penelitian. Teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan pernyataan yang saling berhubungan untuk menerangkan suatu fenomena serta menjelaskan hubungan antarvariabel. Teori dikembangkan melalui proses penelitian yang didukung oleh bukti empiris. Keberadaan teori membantu peneliti memahami suatu permasalahan dan menjadi dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Kerangka teori adalah susunan teori dan konsep yang diambil dari hasil penelitian maupun pemikiran para ahli yang sesuai dengan topik penelitian. Kerangka ini berfungsi sebagai pedoman dalam mengolah dan menganalisis data, memahami hasil penelitian, serta menyusun pembahasan dan kesimpulan. Penyusunannya perlu memperhatikan kajian pustaka yang relevan dengan permasalahan penelitian.

Berbeda dengan kerangka teori, kerangka konseptual mempunyai ruang lingkup yang lebih luas karena mencakup keseluruhan rancangan penelitian. Di dalamnya terdapat penentuan topik, identifikasi masalah, rumusan masalah, pemilihan teori, metode penelitian, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan. Oleh karena itu, kerangka teori merupakan salah satu bagian dari kerangka konseptual. Artikel ini menegaskan bahwa kerangka teori yang baik harus disusun secara logis, sesuai dengan fokus penelitian, memiliki sumber ilmiah yang jelas, serta mampu menjelaskan hubungan antarvariabel dan mendukung pengujian hipotesis. Secara keseluruhan, pemahaman terhadap ketiga konsep tersebut diperlukan agar penelitian memiliki landasan ilmiah yang jelas, tersusun secara sistematis, dan memudahkan peneliti dalam melakukan analisis serta memahami hasil penelitian.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Virginia Shaulan Zailani -
Virginia Shaulan Zailani (2413031069)

Jurnal berjudul Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field karya Charles Kivunja (2018) membahas perbedaan antara teori, kerangka teoretis (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework) dalam penelitian. Penulis menjelaskan bahwa ketiga konsep tersebut sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda dalam proses penelitian.

Teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang saling berhubungan untuk menjelaskan atau memprediksi suatu fenomena serta hubungan antarvariabel. Teori harus memiliki dasar empiris, bersifat logis dan koheren, memiliki batas penerapan yang jelas, serta dapat diuji dan dikembangkan.

Sementara itu, theoretical framework merupakan struktur yang dibangun berdasarkan teori-teori yang telah dikembangkan dan diuji oleh para ahli. Kerangka ini digunakan sebagai landasan untuk menganalisis dan menginterpretasikan data penelitian. Dengan adanya kerangka teoretis, peneliti memiliki dasar ilmiah dalam memahami masalah, menjelaskan hasil penelitian, serta menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi.

Berbeda dengan theoretical framework, conceptual framework lebih berfokus pada konsep-konsep yang digunakan peneliti untuk menggambarkan hubungan antarvariabel atau aspek yang diteliti. Kerangka konseptual dapat dikembangkan berdasarkan teori, hasil penelitian sebelumnya, dan pemikiran peneliti.

Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan pentingnya memahami perbedaan ketiga konsep tersebut agar peneliti dapat menyusun proposal maupun penelitian secara lebih sistematis, memiliki landasan ilmiah yang kuat, serta mampu menganalisis dan menginterpretasikan hasil penelitian dengan tepat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Dini Hanifa -
Nama: Dini Hanifa
NPM: 2413031055

Jurnal Kivunja (2018) menjelaskan bahwa teori, theoretical framework, dan conceptual framework memang saling berkaitan, tetapi digunakan pada bagian yang berbeda dalam penelitian. Teori berperan sebagai dasar untuk memahami suatu fenomena, sedangkan theoretical framework membantu peneliti menentukan sudut pandang yang digunakan ketika menganalisis masalah dan hasil penelitian. Sementara itu, conceptual framework lebih menunjukkan bagaimana peneliti menghubungkan berbagai konsep yang dianggap penting dalam penelitian. Jadi, perbedaan utamanya terletak pada peran masing-masing: teori menjadi dasar pemahaman, theoretical framework menjadi landasan analisis, dan conceptual framework membantu menggambarkan fokus serta hubungan konsep dalam penelitian. Pemahaman terhadap perbedaan tersebut penting agar peneliti tidak keliru dalam menyusun penelitian dan dapat menggunakan setiap kerangka sesuai dengan kebutuhannya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Nadiya Alifa Firdaus -
Nadiya Alifa Firdaus
2413031066

Jurnal karya Charles Kivunja (2018) membahas perbedaan antara teori, kerangka teori (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework) dalam penelitian. Ketiga hal tersebut sering dianggap sama oleh mahasiswa, padahal memiliki fungsi yang berbeda.

Teori merupakan kumpulan konsep dan pernyataan yang menjelaskan hubungan antarvariabel serta membantu peneliti memahami suatu fenomena. Kerangka teori adalah susunan teori yang diambil dari penelitian dan sumber ilmiah terdahulu untuk dijadikan dasar dalam menganalisis serta menafsirkan hasil penelitian. Sementara itu, kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup keseluruhan pemikiran peneliti dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian, mulai dari menentukan masalah hingga menarik kesimpulan.

Penulis menjelaskan bahwa kerangka teori sangat penting karena membantu peneliti memahami data, menghubungkan hasil penelitian dengan teori yang sudah ada, serta memperkuat alasan dalam menyusun kesimpulan dan rekomendasi. Untuk membangun kerangka teori yang baik, peneliti perlu melakukan kajian literatur, memilih teori yang sesuai dengan masalah penelitian, serta menyusun hubungan antar konsep secara logis dan jelas.

Kesimpulannya, teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual saling berkaitan, tetapi tidak memiliki arti yang sama. Pemahaman terhadap perbedaan ketiganya dapat membantu peneliti menyusun penelitian yang lebih terarah, sistematis, dan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Fadhilah Izdihar -
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068

Jurnal berjudul Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field karya Charles Kivunja membahas perbedaan antara teori, theoretical framework, dan conceptual framework dalam penelitian. Penulis menjelaskan bahwa ketiga konsep tersebut sering dianggap sama oleh mahasiswa maupun peneliti, padahal memiliki fungsi yang berbeda. Teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang menjelaskan hubungan antarvariabel serta digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena. Sementara itu, theoretical framework merupakan struktur yang disusun berdasarkan teori dan penelitian terdahulu untuk membantu peneliti menganalisis serta menginterpretasikan data penelitian.
Conceptual framework memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup keseluruhan pemikiran dan perencanaan penelitian, mulai dari identifikasi masalah, pertanyaan penelitian, teori, metodologi, pengumpulan dan analisis data, hingga kesimpulan. Dengan demikian, theoretical framework merupakan bagian dari conceptual framework.
Jurnal ini menekankan bahwa theoretical framework sangat penting karena menjadi dasar dalam memahami dan menginterpretasikan data, menghubungkan hasil penelitian dengan teori yang sudah ada, serta membantu mengarahkan analisis penelitian. Theoretical framework yang baik seharusnya berasal dari kajian literatur, memiliki struktur yang logis, relevan dengan masalah penelitian, dan dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Nuzulliana 2413031064 -
Nama: Nuzulliana
NPM: 2413031064

Jurnal Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field membahas tentang perbedaan antara teori, kerangka teoritis, dan kerangka konseptual yang sering kali masih membingungkan bagi mahasiswa maupun peneliti. Penulis menjelaskan ketiga istilah tersebut agar dapat digunakan dengan tepat dalam kegiatan penelitian, terutama ketika menyusun proposal atau tesis. Dalam jurnal dijelaskan bahwa teori merupakan kumpulan konsep, definisi, dan hubungan antar konsep yang digunakan untuk menjelaskan serta memperkirakan suatu fenomena. Teori membantu peneliti memahami hubungan antarvariabel dan menjadi dasar dalam melihat suatu permasalahan penelitian. Selanjutnya, kerangka teoritis merupakan susunan teori yang diperoleh dari berbagai sumber dan penelitian yang sudah ada. Kerangka ini digunakan sebagai dasar untuk menganalisis data dan memahami hasil penelitian sesuai dengan teori yang relevan.

Sementara itu, kerangka konseptual mempunyai cakupan yang lebih luas. Kerangka ini mencakup keseluruhan pemikiran peneliti dalam merancang penelitian, mulai dari menentukan topik, masalah, pertanyaan penelitian, teori yang digunakan, metode, pengumpulan data, analisis data, sampai penyusunan kesimpulan dan rekomendasi. Dengan kata lain, kerangka konseptual menggambarkan keseluruhan rencana penelitian, sedangkan kerangka teoritis lebih berfokus pada teori yang digunakan untuk membantu menganalisis penelitian. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa memahami perbedaan ketiga konsep tersebut sangat penting agar peneliti tidak salah dalam penggunaannya. Kerangka teoritis perlu disusun berdasarkan kajian literatur yang relevan sehingga dapat membantu peneliti dalam menganalisis data, menjelaskan hasil penelitian, dan menjawab permasalahan yang telah ditentukan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Anindia Maharani -
Nama: Anindia Maharani
Npm: 2413031042

Artikel Kivunja (2018) dalam International Journal of Higher Education ini membahas kebingungan yang sering dialami mahasiswa pascasarjana (Master dan PhD) dalam membedakan tiga istilah: teori, kerangka teoretis (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework). Penulis menggabungkan pengalamannya mengajar metodologi penelitian dengan tinjauan literatur sistematis.

Teori dipahami sebagai pernyataan umum tentang konsep dan proposisi yang saling terkait untuk menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena. Teori lahir dari proses penelitian empiris yang panjang, sehingga hanya sedikit peneliti yang benar-benar menghasilkannya. Kerangka teoretis, sebaliknya, adalah struktur yang disusun peneliti dari teori-teori para ahli di bidangnya. Fungsinya seperti "gantungan baju" atau lensa untuk menganalisis dan memaknai data. Kerangka ini sebaiknya muncul dari tinjauan pustaka dan disesuaikan dengan pertanyaan serta masalah penelitian.

Kerangka konseptual jauh lebih luas, yaitu orientasi logis seluruh proyek penelitian, mulai dari topik, tujuan, metodologi, analisis, hingga pelaporan. Dengan analogi rumah, kerangka konseptual adalah rumahnya, sedangkan kerangka teoretis hanyalah salah satu ruangannya. Karena itu, keduanya tidak boleh dipertukarkan.

Kerangka teoretis penting karena memberi dasar ilmiah dalam menafsirkan data, memperdalam analisis, menjelaskan asumsi peneliti, serta menunjukkan penguasaan literatur. Ini juga meningkatkan kualitas penelitian menurut kriteria Guba, seperti kredibilitas dan keterandalan. Penulis memberi contoh pengembangan kerangka dari Model Pengajaran Konstruktivis dan menyediakan daftar pertanyaan untuk menilai kualitasnya.

setiap skripsi atau tesis yang baik wajib memuat kerangka teoretis (disertasi PhD harus mengembangkannya), sedangkan kerangka konseptual tidak perlu dijelaskan secara eksplisit.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Rahma Dwi Gishela -
Nama: Rahma Dwi Gishela
NPM: 2413031038

Summary jurnal yang berjudul "Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field" karya Dr. Charles Kivunja (2018):

Latar Belakang & Masalah
Banyak mahasiswa tingkat lanjut (S2/S3) kerap keliru dalam membedakan antara teori, kerangka teori, dan kerangka konseptual. Istilah-istilah ini sering kali dianggap sama dan digunakan secara keliru dalam penyusunan proposal maupun tesis.

Ringkasan Inti Konsep
1. Teori (Theory): Pernyataan umum berupa abstraksi, konsep, atau proposisi yang terhubung untuk menjelaskan maupun memprediksi hubungan antarvariabel atau fenomena secara sistematis. Teori dibangun dari data empiris dan beroperasi pada tiga tingkatan: mikro (individu), meso (kelompok/lembaga), dan makro (agregat nasional/luas).
2. Kerangka Teori (Theoretical Framework): Struktur berupa sintesis dari teori-teori pakar yang telah diuji sebelumnya. Kerangka ini berfungsi sebagai "kaca pembesar" atau pisau analisis untuk mengevaluasi, menganalisis, dan memaknai data penelitian secara akademis. Kerangka teori wajib ada dalam riset doktoral (PhD).
3. Kerangka Konseptual (Conceptual Framework): Rencana induk atau peta jalan logis yang mencakup keseluruhan alur berpikir penelitian. Hal ini meliputi topik, rumusan masalah, metodologi, tinjauan pustaka, hingga pandangan dunia (*worldview*) peneliti. Teori merupakan bagian di dalam kerangka konseptual yang lebih luas.

Cara Menyusun Kerangka Teori yang Baik
Kerangka teori tidak dibangun begitu saja, melainkan diturunkan secara kritis dari penelusuran pustaka (*literature review*). Peneliti memilih teori yang relevan, menyesuaikannya dengan variabel penelitian, dan menggunakannya untuk menuntun analisis data. Indikator keberhasilannya terlihat dari keterkaitan yang logis antara teori, pertanyaan penelitian, dan interpretasi temuan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Menulis Summary e-journal

oleh Danu Akta Alam -

Nama : Danu Akta Alam

NPM : 2413031052


Jurnal yang ditulis oleh Charles Kivunja pada tahun 2018 membahas perbedaan antara teori (theory), kerangka teoretis (theoretical framework), dan kerangka konseptual (conceptual framework) dalam penelitian. Artikel ini bertujuan membantu peneliti, khususnya mahasiswa dan peneliti pemula, memahami ketiga istilah tersebut agar dapat menggunakannya secara tepat dalam menyusun penelitian ilmiah. Teori merupakan sekumpulan gagasan, konsep, dan prinsip yang digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena serta hubungan antara berbagai faktor yang memengaruhinya. Teori membantu peneliti memahami mengapa suatu peristiwa terjadi dan menjadi dasar untuk menjelaskan masalah penelitian. Dalam penelitian pendidikan, teori dapat digunakan untuk memahami proses pembelajaran, perilaku peserta didik, maupun hubungan antara metode pengajaran dan hasil belajar.

Kerangka teoretis adalah landasan penelitian yang menggunakan teori tertentu untuk menjelaskan masalah yang sedang dikaji. Kerangka ini membantu peneliti menentukan sudut pandang dalam memahami fenomena, mengarahkan proses pengumpulan data, serta menjadi dasar untuk menafsirkan hasil penelitian. Dengan adanya kerangka teoretis, penelitian memiliki landasan ilmiah yang jelas dan tidak hanya didasarkan pada pendapat pribadi peneliti. Sementara itu, kerangka konseptual merupakan susunan konsep yang menunjukkan hubungan antara berbagai variabel atau gagasan yang diteliti. Kerangka ini dikembangkan berdasarkan teori, hasil penelitian terdahulu, serta pemahaman peneliti terhadap permasalahan yang dikaji. Kerangka konseptual biasanya disajikan dalam bentuk uraian atau diagram yang menggambarkan hubungan antarvariabel sehingga alur pemikiran penelitian menjadi lebih mudah dipahami.

Kivunja menekankan bahwa ketiga istilah tersebut saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Teori menyediakan penjelasan ilmiah mengenai fenomena, kerangka teoretis memberikan landasan teori yang digunakan dalam penelitian, sedangkan kerangka konseptual menggambarkan hubungan antarkonsep yang menjadi fokus penelitian. Pemahaman terhadap perbedaan ini penting agar peneliti tidak mencampuradukkan penggunaannya ketika menyusun proposal maupun laporan penelitian. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pemahaman bahwa penelitian yang baik memerlukan dasar teoretis yang kuat dan kerangka konseptual yang jelas. Peneliti harus mampu memilih teori yang sesuai dengan permasalahan, menjelaskan alasan penggunaannya, serta menyusun hubungan antarkonsep secara logis. Dengan demikian, penelitian dapat dilaksanakan secara lebih terarah, sistematis, dan memiliki landasan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman tersebut juga membantu mahasiswa menyusun bagian landasan teori dan kerangka berpikir secara tepat dalam karya ilmiah.