Membuat summary e journal

Membuat summary e journal

Number of replies: 16

Tulislah disini summary isi jurnal di atas maksimal 300 kata. Tidak boleh sama dengan teman. 

In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Olivia Rahma Dani གིས-
Nama : Olivia Rahma Dani
NPM : 2413031039

Jurnal dengan judul “Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts” membahas pentingnya paradigma penelitian dalam membantu peneliti menentukan cara pandang, metode, serta proses penelitian. Paradigma dipahami sebagai worldview atau cara pandang peneliti yang memengaruhi bagaimana masalah penelitian dipahami, data dikumpulkan, dianalisis, dan ditafsirkan. Dalam penelitian terdapat empat unsur utama paradigma, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi berkaitan dengan bagaimana pengetahuan diperoleh, ontologi membahas hakikat realitas yang diteliti, metodologi menjelaskan proses atau cara penelitian dilakukan, sedangkan aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika dalam penelitian.
 
Jurnal tersebut menjelaskan empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan, yaitu positivist, interpretivist, critical, dan pragmatic. Paradigma positivist menekankan fakta yang dapat diamati dan diukur serta banyak menggunakan penelitian kuantitatif. Paradigma ini sesuai dengan penelitian eksperimen, quasi-experiment, korelasional, dan survei. Sementara itu, paradigma interpretivist berfokus pada pemahaman pengalaman dan makna yang dibentuk oleh individu. Penelitian dalam paradigma ini umumnya menggunakan pendekatan kualitatif seperti studi kasus, fenomenologi, etnografi, dan grounded theory. Paradigma critical lebih menekankan persoalan kekuasaan, ketidakadilan, dan perubahan sosial, sedangkan paradigma pragmatic menggunakan metode yang dianggap paling sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menggabungkan pendekatan kuantitatif serta kualitatif.
 
Pada akhirnya, jurnal tersebut menegaskan bahwa pemilihan paradigma sangat berpengaruh terhadap metodologi, pemilihan peserta, instrumen, pengumpulan data, dan analisis data. Oleh karena itu, peneliti perlu memilih paradigma dan metode yang sesuai dengan tujuan serta pertanyaan penelitian.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

MAYKE RIANSYAH གིས-
Nama : Mayke Riansyah
NPM : 2413031047

Artikel Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts menjelaskan bahwa paradigma penelitian merupakan dasar pemikiran yang digunakan peneliti dalam melihat suatu masalah dan menentukan bagaimana penelitian dilakukan. Paradigma juga memengaruhi cara peneliti memahami data, memilih metode, serta menafsirkan hasil penelitian. Dengan demikian, paradigma menjadi bagian penting karena berhubungan dengan berbagai keputusan selama proses penelitian.

Dalam paradigma penelitian terdapat empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi berkaitan dengan cara memperoleh dan memahami pengetahuan. Ontologi berhubungan dengan pandangan mengenai realitas yang diteliti. Metodologi mencakup rancangan, metode, instrumen, pengumpulan data, serta analisis penelitian. Sementara itu, aksiologi berkaitan dengan nilai, etika, dan bagaimana peneliti memperlakukan peserta serta data penelitian.
Artikel tersebut juga menjelaskan beberapa paradigma yang umum digunakan dalam penelitian pendidikan. Paradigma positivistik menekankan pengamatan, pengukuran, pengujian hipotesis, dan penggunaan pendekatan kuantitatif. Paradigma interpretivistik lebih mengutamakan pemahaman terhadap pengalaman dan makna yang diberikan individu. Paradigma kritis berfokus pada persoalan ketidakadilan, kekuasaan, dan perubahan sosial. Sementara itu, paradigma pragmatis memilih metode berdasarkan kebutuhan dan tujuan penelitian, termasuk menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.
Kesimpulan utama artikel adalah bahwa paradigma dan metodologi penelitian saling berkaitan. Pilihan paradigma akan berpengaruh terhadap pertanyaan penelitian, pemilihan partisipan, instrumen, teknik pengumpulan data, dan cara menganalisis data. Oleh karena itu, peneliti perlu memilih paradigma yang sesuai dengan tujuan penelitian agar seluruh proses penelitian dapat dilakukan secara konsisten.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Murni Solekha གིས-
Murni Solekha
2413031061

Jurnal “Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts” membahas pentingnya pemahaman paradigma penelitian bagi peneliti, khususnya dalam penelitian pendidikan. Paradigma dipahami sebagai cara pandang atau seperangkat keyakinan yang menjadi dasar peneliti dalam melihat realitas, menentukan apa yang perlu diteliti, memilih metode, mengumpulkan data, serta menafsirkan hasil penelitian. Penulis menjelaskan bahwa paradigma memiliki empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Keempat unsur tersebut membantu peneliti memahami sumber pengetahuan, hakikat realitas, cara memperoleh data, serta aspek etika dalam penelitian.

Jurnal ini juga membahas empat paradigma yang banyak digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu positivistik, interpretivistik, kritis, dan pragmatis. Paradigma positivistik cenderung menggunakan pendekatan kuantitatif dan berfokus pada fakta serta hubungan sebab-akibat. Paradigma interpretivistik berusaha memahami pengalaman dan makna yang dibangun oleh individu. Paradigma kritis berfokus pada persoalan kekuasaan, ketidakadilan, dan perubahan sosial, sedangkan paradigma pragmatis memilih metode berdasarkan kebutuhan dan tujuan penelitian.

Pada akhirnya, pemilihan paradigma memiliki hubungan erat dengan metodologi penelitian karena memengaruhi rumusan pertanyaan penelitian, pemilihan peserta, teknik pengumpulan data, instrumen, hingga analisis data. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami paradigma agar setiap keputusan dalam proses penelitian memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan tujuan penelitian.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Maya Khoyrotun Nisa གིས-
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045

Jurnal “Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts” membahas tentang paradigma penelitian dan pentingnya memahami paradigma sebelum melakukan penelitian. Paradigma dapat diartikan sebagai cara pandang peneliti dalam melihat suatu masalah. Cara pandang ini akan memengaruhi bagaimana peneliti menentukan masalah, memperoleh data, memilih metode, sampai memahami hasil penelitian. Dalam paradigma penelitian terdapat empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi membahas bagaimana pengetahuan diperoleh, ontologi berkaitan dengan realitas yang diteliti, metodologi menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan, sedangkan aksiologi berkaitan dengan nilai dan etika dalam penelitian.
Jurnal ini menjelaskan empat paradigma yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu positivistik, interpretivistik, kritis, dan pragmatis. Paradigma positivistik lebih menekankan fakta yang dapat diamati dan diukur. Interpretivistik berusaha memahami pengalaman dan sudut pandang seseorang. Paradigma kritis melihat masalah yang berkaitan dengan kekuasaan, ketidakadilan, dan perubahan sosial. Sementara itu, paradigma pragmatis lebih menyesuaikan metode penelitian dengan kebutuhan dan tujuan penelitian, sehingga dapat menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif.
Menurut saya, hal penting dari jurnal ini adalah bahwa paradigma penelitian tidak hanya menjadi dasar teori, tetapi juga berpengaruh pada keseluruhan proses penelitian. Pemilihan paradigma dapat menentukan pertanyaan penelitian, peserta yang dipilih, cara mengumpulkan data, instrumen, dan teknik analisis data. Selain itu, peneliti juga harus memperhatikan etika, seperti menjaga privasi, keakuratan data, kepemilikan data, dan akses terhadap data.
Jadi, pemahaman terhadap paradigma penelitian penting agar penelitian memiliki arah yang jelas dan setiap tahap penelitian dapat dilakukan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Nina Oktaviana གིས-
Nama: Nina Oktaviana
NPM: 2413031057

Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts
Jurnal ini membahas mengenai pentingnya memahami dan menerapkan paradigma penelitian dalam konteks pendidikan. Paradigma penelitian merupakan cara pandang atau kerangka berpikir yang digunakan oleh seorang peneliti dalam memahami suatu masalah, melihat realitas, memperoleh pengetahuan, serta menentukan bagaimana penelitian akan dilakukan. Pemahaman terhadap paradigma sangat penting karena dapat memengaruhi seluruh proses penelitian, mulai dari menentukan masalah sampai menarik kesimpulan.
Dalam jurnal dijelaskan bahwa paradigma penelitian memiliki beberapa unsur utama, yaitu ontologi, epistemologi, metodologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan pandangan mengenai hakikat realitas atau kenyataan yang menjadi objek penelitian. Epistemologi membahas bagaimana peneliti memperoleh pengetahuan dan menentukan apakah suatu pengetahuan dapat dipercaya. Metodologi berkaitan dengan cara atau pendekatan yang digunakan untuk melakukan penelitian, termasuk proses pengumpulan dan analisis data. Sementara itu, aksiologi berkaitan dengan nilai, etika, dan peran peneliti dalam proses penelitian.
Jurnal ini juga menjelaskan beberapa paradigma yang dapat digunakan dalam penelitian, di antaranya positivisme, interpretivisme, critical theory, dan pragmatisme. Setiap paradigma memiliki pandangan yang berbeda mengenai realitas, pengetahuan, dan cara memperoleh informasi. Paradigma positivisme lebih menekankan pada fakta yang dapat diamati dan diukur. Interpretivisme lebih berfokus pada pemahaman terhadap pengalaman dan makna yang diberikan seseorang terhadap suatu keadaan. Critical theory menekankan adanya kritik terhadap kondisi sosial dan upaya memahami ketidakadilan atau ketimpangan. Sementara itu, pragmatisme lebih menekankan pada penggunaan pendekatan yang paling sesuai untuk menjawab permasalahan penelitian.
Penulis menekankan bahwa pemilihan paradigma harus disesuaikan dengan masalah, tujuan, dan pertanyaan penelitian. Peneliti tidak seharusnya memilih metode penelitian terlebih dahulu tanpa memahami dasar pemikiran yang digunakan. Paradigma yang dipilih harus memiliki hubungan yang jelas dengan metodologi dan metode penelitian agar seluruh proses penelitian berjalan secara konsisten.
Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap paradigma penelitian merupakan dasar penting bagi mahasiswa maupun peneliti. Dengan memahami paradigma, peneliti dapat menentukan cara melihat masalah, memperoleh dan menganalisis data, serta menyusun penelitian dengan lebih terarah. Pemahaman tersebut juga membantu peneliti menyadari bahwa setiap penelitian memiliki asumsi tertentu yang perlu dijelaskan. Oleh karena itu, paradigma penelitian tidak hanya menjadi bagian teoritis dalam penelitian, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan bagaimana suatu penelitian dirancang dan dilaksanakan.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Adzra Ati'iqah གིས-
nama : adzra ati'iqah
npm : 2413031056

Jurnal “Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts” membahas pentingnya pemahaman paradigma penelitian bagi peneliti, khususnya dalam penelitian pendidikan. Paradigma penelitian dapat dipahami sebagai cara pandang atau keyakinan dasar peneliti dalam melihat suatu masalah, menentukan cara memperoleh pengetahuan, mengumpulkan data, hingga menafsirkan hasil penelitian. Penulis menjelaskan bahwa paradigma terdiri dari empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Keempat unsur tersebut menjadi dasar dalam menentukan bagaimana peneliti memahami pengetahuan, realitas, metode penelitian, serta nilai dan etika dalam penelitian.
Jurnal ini kemudian membahas empat paradigma yang banyak digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu positivisme, interpretivisme, kritis, dan pragmatis. Paradigma positivisme lebih menekankan fakta yang dapat diukur, pengujian hipotesis, serta hubungan sebab-akibat. Paradigma interpretivisme berfokus pada pemahaman pengalaman dan makna yang dibangun oleh individu. Paradigma kritis menyoroti persoalan kekuasaan, ketidakadilan, dan perubahan sosial, sedangkan paradigma pragmatis lebih menekankan penggunaan metode yang paling sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menggabungkan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Pada akhirnya, pemilihan paradigma memiliki pengaruh terhadap pertanyaan penelitian, pemilihan partisipan, teknik pengumpulan data, instrumen, serta analisis data. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami paradigma penelitian dengan baik agar metode yang digunakan sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Dini Hanifa གིས-
Nama: Dini Hanifa
NPM: 2413031055

Jurnal Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts menjelaskan bahwa paradigma penelitian berperan sebagai dasar dalam menentukan bagaimana sebuah penelitian dijalankan. Paradigma membantu peneliti menetapkan arah penelitian, mulai dari menentukan fokus masalah sampai memilih cara yang tepat untuk memperoleh dan mengolah data.
Dalam penelitian pendidikan, paradigma juga membuat setiap tahapan penelitian saling berkaitan. Penentuan masalah, metode, teknik pengumpulan data, hingga analisis perlu disesuaikan agar penelitian dapat berjalan secara konsisten dan mampu menjawab tujuan yang telah ditetapkan.
Selain itu, penggunaan paradigma tidak dapat disamakan untuk setiap penelitian. Pemilihannya perlu mempertimbangkan karakteristik masalah dan tujuan yang ingin dicapai. Artinya, peneliti perlu memahami dasar pemikirannya terlebih dahulu sebelum menentukan desain penelitian yang akan digunakan.

Menurut saya, pemahaman paradigma penelitian dapat membantu peneliti agar tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tetapi juga memahami bagaimana data tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Dengan demikian, penelitian dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Nuzulliana 2413031064 གིས-
Nama: Nuzulliana
NPM: 2413031064

Jurnal berjudul Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts membahas pentingnya pemahaman paradigma penelitian dalam penelitian pendidikan. Paradigma penelitian dapat dipahami sebagai sudut pandang atau pola pikir peneliti dalam melihat suatu masalah, menentukan cara penelitian dilakukan, serta memahami dan menafsirkan hasil penelitian. Jurnal menjelaskan bahwa paradigma penelitian memiliki empat unsur utama, yaitu epistemologi, ontologi, metodologi, dan aksiologi. Epistemologi berkaitan dengan bagaimana pengetahuan diperoleh, ontologi membahas pandangan peneliti mengenai realitas, metodologi berkaitan dengan cara penelitian dilakukan, sedangkan aksiologi berhubungan dengan nilai dan etika dalam penelitian.

Dalam penelitian pendidikan, terdapat beberapa paradigma utama, yaitu positivisme, interpretivisme, kritis, dan pragmatis. Paradigma positivisme lebih menekankan fakta yang dapat diukur dan umumnya menggunakan pendekatan kuantitatif. Paradigma interpretivisme berusaha memahami pengalaman dan makna yang dibentuk oleh individu sehingga banyak menggunakan pendekatan kualitatif. Paradigma kritis berfokus pada masalah ketidakadilan, kekuasaan, dan perubahan sosial. Sementara itu, paradigma pragmatis lebih menekankan metode yang paling sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa pemilihan paradigma bukan sekadar menentukan jenis penelitian, tetapi juga memengaruhi rumusan pertanyaan, pemilihan peserta, pengumpulan data, instrumen, hingga analisis data. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami paradigma agar dapat menentukan metodologi yang tepat dan menghasilkan penelitian yang lebih terarah.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Anindia Maharani གིས-
Nama: Anindia Maharani
Npm: 2413031042

Artikel ini membantu mahasiswa riset tingkat lanjut dan peneliti pemula memahami konsep paradigma penelitian serta cara menerapkannya dalam proposal. Paradigma dipahami sebagai pandangan dunia (worldview) peneliti, yaitu kerangka keyakinan yang menentukan cara peneliti memaknai data, memilih metodologi, dan menarik kesimpulan.

Menurut Lincoln dan Guba, paradigma terdiri atas empat unsur. Epistemologi menyangkut bagaimana pengetahuan diperoleh. Ontologi menyangkut hakikat realitas. Metodologi menyangkut rancangan dan prosedur penelitian. Aksiologi menyangkut etika dan nilai, yang dalam artikel ini dijabarkan melalui prinsip PAPA (privacy, accuracy, property, accessibility).

Penulis juga menjelaskan mengapa konsep ini membingungkan. Istilah paradigma dipakai dengan banyak makna, definisi para ahli saling tumpang tindih, dan ada "perang paradigma" tentang siapa yang berhak menamai paradigma.

Empat paradigma utama dibahas:

Positivis (pascapositivis sebagai turunannya): epistemologi objektivis, ontologi realisme naif, metodologi eksperimental. Pendekatannya kuantitatif, berbasis hipotesis, dan menekankan generalisasi. Validasinya memakai validitas internal, validitas eksternal, reliabilitas, dan objektivitas.
Interpretivis/konstruktivis: realitas dikonstruksi secara sosial, dengan epistemologi subjektivis dan ontologi relativis. Pendekatannya kualitatif (misalnya fenomenologi, studi kasus, grounded theory). Validasinya memakai kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas.
Kritis/transformatif: berfokus pada keadilan sosial, relasi kekuasaan, dan emansipasi, dengan metodologi seperti penelitian tindakan dan partisipatoris.
Pragmatis: menolak pilihan tunggal dan menekankan "apa yang berhasil", sehingga mendukung metode campuran (mixed methods).

Jadi, pilihan paradigma hampir pasti menentukan metodologi yang selaras dengannya, mulai dari pertanyaan penelitian, pemilihan partisipan, instrumen, hingga analisis data. Karena itu peneliti perlu menyatakan paradigmanya secara eksplisit dan memberi justifikasi dalam proposal.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Rahma Dwi Gishela གིས-
Nama: Rahma Dwi Gishela
NPM: 24133031038

Jurnal "Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts" ini bertujuan membantu para peneliti dan mahasiswa tingkat lanjut dalam memahami serta menerapkan paradigma penelitian pada penyusunan proposal penelitian pendidikan. Paradigma didefinisikan sebagai sudut pandang (worldview) atau kerangka berpikir yang mendasari keyakinan, asumsi, serta cara peneliti menginterpretasikan data.

Empat Elemen Utama Paradigma
1. Epistemologi: Berfokus pada hakikat pengetahuan dan bagaimana manusia memperoleh kebenaran (melalui sumber intuitif, otoritatif, logis, atau empiris).
2. Ontologi: Mengkaji asumsi tentang sifat realitas dan keberadaan, apakah bersifat objektif independen atau konstruksi sosial/pemikiran individu.
3. Metodologi: Kerangka kerja dan rancangan tindakan yang digunakan untuk menemukan pengetahuan secara sistematis.
4. Aksiologi: Mengatur etika, moralitas, dan nilai-nilai yang mendasari proses penelitian serta pengelolaan data.

Empat Paradigma Dominan dalam Penelitian Pendidikan
1. Positivis: Menggunakan pendekatan ilmiah kuantitatif yang berfokus pada fakta objektif, hukum sebab-akibat, generalisasi, serta verifikasi empiris.
2. Interpretivis/Konstruktivis: Berfokus pada pemahaman pengalaman manusia secara subjektif dan mendalam melalui penelitian kualitatif di lingkungan alami (naturalistic).
3. Kritis/Transformatif: Berorientasi pada isu-isu keadilan sosial, emansipasi, dan perubahan politik untuk memberdayakan kelompok terpinggirkan (umumnya menggunakan penelitian tindakan).
4. Pragmatis: Berfokus pada penyelesaian masalah praktis dengan memanfaatkan pendekatan metode campuran (mixed methods) kuantitatif dan kualitatif.

Pilihan paradigma sangat menentukan metodologi, pengumpulan data, hingga analisis yang digunakan. Pemahaman yang jelas terhadap elemen-elemen paradigma membantu peneliti memberikan artikulasi dan justifikasi metodologis yang kuat dalam proposal penelitian mereka.
In reply to First post

Re: Membuat summary e journal

Az Zahra Syahlia Putri གིས-
Nama : Az Zahra Syahlia Putri
Npm : 2413031041

Jurnal “Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts” membahas peran penting paradigma penelitian dalam membantu peneliti memahami suatu permasalahan dan menentukan langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan penelitian, khususnya di bidang pendidikan. Paradigma penelitian merupakan dasar pemikiran atau sudut pandang yang digunakan peneliti untuk melihat suatu fenomena. Paradigma tersebut memengaruhi cara peneliti merumuskan masalah, menentukan pendekatan penelitian, mengumpulkan informasi, mengolah data, hingga menarik kesimpulan dari hasil penelitian. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai paradigma penelitian menjadi hal yang penting agar penelitian dapat dilakukan secara terarah dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam penelitian, terdapat empat komponen utama yang membentuk paradigma, yaitu ontologi, epistemologi, metodologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan pemahaman peneliti mengenai kenyataan atau realitas yang menjadi objek penelitian. Epistemologi menjelaskan bagaimana pengetahuan dapat diperoleh serta bagaimana peneliti mengetahui bahwa informasi yang didapatkan dapat dipercaya. Metodologi berhubungan dengan strategi, prosedur, dan langkah-langkah yang digunakan untuk melaksanakan penelitian. Sementara itu, aksiologi membahas peran nilai, kepentingan, dan etika dalam proses penelitian. Keempat komponen ini saling berkaitan karena dapat memengaruhi keputusan peneliti dalam menentukan pendekatan dan pelaksanaan penelitian.
Jurnal tersebut juga menguraikan empat paradigma yang sering digunakan dalam penelitian pendidikan, yaitu positivisme, interpretivisme, kritis, dan pragmatisme. Paradigma positivisme memandang bahwa suatu fenomena dapat dipelajari melalui fakta yang dapat diamati, diukur, dan dianalisis secara sistematis. Paradigma ini biasanya diterapkan dalam penelitian kuantitatif, seperti survei, eksperimen, dan penelitian korelasional. Sebagai contoh, penelitian mengenai pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap motivasi belajar siswa dapat menggunakan paradigma positivisme karena peneliti ingin mengetahui hubungan atau pengaruh antarvariabel berdasarkan data yang terukur.
Berbeda dengan positivisme, paradigma interpretivisme lebih menekankan pemahaman terhadap pengalaman, pandangan, dan makna yang diberikan seseorang terhadap suatu peristiwa. Pendekatan ini banyak digunakan dalam penelitian kualitatif, misalnya melalui wawancara, observasi, studi kasus, fenomenologi, dan etnografi. Dalam konteks pendidikan, paradigma ini dapat digunakan untuk mengetahui pengalaman siswa ketika mengikuti pembelajaran daring atau memahami pandangan guru terhadap penerapan metode pembelajaran tertentu.
Selanjutnya, paradigma kritis berfokus pada upaya mengidentifikasi ketidakadilan, ketimpangan, serta hubungan kekuasaan yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Dalam dunia pendidikan, paradigma ini dapat digunakan untuk mengkaji perbedaan kesempatan belajar antara siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi berbeda. Penelitian dengan paradigma kritis tidak hanya bertujuan menjelaskan permasalahan, tetapi juga mendorong perubahan agar tercipta kondisi yang lebih adil. Adapun paradigma pragmatisme menekankan pemilihan metode penelitian berdasarkan kebutuhan dan tujuan penelitian. Peneliti dapat menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau menggabungkan keduanya apabila cara tersebut dinilai paling tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian.