Diskusi

Diskusi

Number of replies: 2

Berdasarkan pengalaman dan referensi yang anda baca, silakan dikemukakan disini pengertian populasi dan sampel serta apa saja yang harus diperhatikan oleh seorang peneliti jika akan menentukan populasi dan sampel.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Menurut Sugiyono (2019), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Artinya, populasi merupakan seluruh objek atau subjek yang menjadi sasaran penelitian. Populasi tidak hanya berupa manusia, tetapi juga dapat berupa benda, lembaga, atau objek lain yang memiliki karakteristik sesuai dengan tujuan penelitian. selanjutnya sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Artinya, sampel merupakan sebagian anggota populasi yang dipilih untuk dijadikan sumber data penelitian. Sampel digunakan ketika peneliti tidak memungkinkan untuk meneliti seluruh anggota populasi. Oleh karena itu, pemilihan sampel harus disesuaikan dengan tujuan dan teknik pengambilan sampel yang digunakan.

Dalam menentukan populasi dan sampel, seorang peneliti perlu memperhatikan tujuan penelitian, karakteristik dan jumlah populasi, teknik pengambilan sampel, serta jumlah sampel yang dibutuhkan. Selain itu, sampel harus mampu mewakili karakteristik populasi yang diteliti agar hasil penelitian sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Peneliti juga perlu mempertimbangkan ketersediaan waktu, biaya, tenaga, kemudahan memperoleh data, serta menghindari bias dalam pemilihan sampel. Dengan demikian, penentuan populasi dan sampel harus dilakukan secara tepat agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan.

In reply to First post

Re: Diskusi

by Serly Natasa -
Nama: Serly Natasa
NPM: 2413031028

Dalam penelitian, populasi dapat dipahami sebagai keseluruhan subjek atau objek yang memiliki ciri-ciri tertentu dan menjadi sasaran peneliti untuk dipelajari, lalu ditarik kesimpulannya. Subjek itu bisa berupa manusia, benda, peristiwa, maupun data. Misalnya, seluruh siswa kelas XI di sebuah sekolah, atau seluruh pelaku UMKM di satu kecamatan. Adapun sampel adalah sebagian dari populasi yang benar-benar diteliti. Sampel diambil karena peneliti tidak selalu memiliki waktu, tenaga, dan biaya untuk menjangkau seluruh anggota populasi. Hasil dari sampel itulah yang kemudian digunakan untuk menggambarkan keadaan populasi secara keseluruhan. Karena itu, sampel yang baik semestinya mampu mewakili populasinya. 

Berdasarkan pengalaman dan bacaan, ada beberapa hal yang sebaiknya perhatikan oleh seorang peneliti:
  1. Kejelasan batasan populasi. Peneliti perlu menetapkan dengan tegas siapa yang termasuk dan tidak termasuk dalam populasi, baik dari segi karakteristik, wilayah, maupun waktu. Batasan yang kabur akan membuat hasil penelitian sulit dipertanggungjawabkan.
  2. Keterwakilan (representativitas). Sampel hendaknya mencerminkan keragaman populasi agar kesimpulan yang ditarik tidak berat sebelah.
  3. Ukuran sampel. Jumlahnya perlu memadai, tidak terlalu sedikit sehingga kurang meyakinkan, tetapi juga tidak berlebihan sehingga memboroskan sumber daya. Peneliti dapat berpedoman pada rumus atau tabel penentuan sampel, misalnya Slovin atau Krejcie-Morgan.
  4. Teknik pengambilan sampel. Pilihlah teknik yang sesuai dengan sifat populasi dan tujuan penelitian, baik secara acak (probability sampling) maupun tidak acak (nonprobability sampling), seperti purposive sampling.
  5. Kesesuaian dengan tujuan dan jenis penelitian. Penelitian kuantitatif umumnya menuntut sampel yang dapat digeneralisasi, sedangkan penelitian kualitatif lebih menekankan kedalaman informasi dari informan yang tepat.
  6. Keterjangkauan dan kondisi lapangan. Waktu, biaya, tenaga, serta kemudahan akses ke responden turut menentukan kelayakan pilihan sampel.
  7. Etika penelitian. Peneliti wajib menghargai hak responden, yaitu meminta kesediaan mereka, menjaga kerahasiaan identitas, dan tidak memaksa. 
Pada akhirnya, menentukan populasi dan sampel bukan sekadar urusan angka. Pilihan ini menentukan seberapa dapat dipercaya sebuah penelitian, sekaligus mencerminkan kesungguhan dan tanggung jawab peneliti terhadap orang-orang yang menjadi sumber datanya.