Pertemuan 6: Inferential Statistic (Lanjutan)
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini kita masih membahas inferential statistic. Kali ini kita akan fokus kepada menginterpretasi hasil pengujian statistic berbasis data real. mari kita bahas bersama:
Statistik inferensial adalah metode statistik yang digunakan untuk:
- Menarik kesimpulan tentang populasi
- Berdasarkan data sampel
- Menggunakan probabilitas dan uji hipotesis
Contoh konteks ekonomi pendidikan:
- Apakah metode diskusi meningkatkan nilai?
- Apakah literasi keuangan mempengaruhi IPK?
- Apakah jam belajar berhubungan dengan prestasi?
KONSEP DASAR UJI HIPOTESIS
Langkah umum:
- Merumuskan hipotesis (H₀ dan H₁)
- Menentukan taraf signifikansi (α)
- Menghitung statistik uji
- Membandingkan nilai Sig (p-value) dengan α
- Menarik kesimpulan
KUNCI INTERPRETASI
Mahasiswa harus memahami:
Jika:
- Sig < 0,05 → Tolak H₀ → Ada pengaruh/perbedaan/hubungan signifikan
- Sig > 0,05 → Gagal tolak H₀ → Tidak cukup bukti
Bukan berarti “tidak ada pengaruh”, tetapi “tidak cukup bukti secara statistik.”
III. CONTOH 1 – UJI t (Perbedaan Rata-rata)
Kasus Real
Seorang dosen ingin mengetahui apakah metode diskusi meningkatkan nilai Statistik Ekonomi.
Data:
- Kelas Diskusi (n=30) → rata-rata = 80
- Kelas Ceramah (n=30) → rata-rata = 74
- Sig (hasil SPSS) = 0,021
- α = 0,05
Interpretasi
Karena:
0,021 < 0,05
Maka:
Tolak H₀
Kesimpulan
statistik:
Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara metode diskusi dan ceramah.
Kesimpulan
substantif (bahasa pendidikan ekonomi):
Metode diskusi secara signifikan menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibanding
metode ceramah.
Apa yang Harus Kita Pahami?
- Apa arti
“signifikan”?
→ Perbedaan bukan karena kebetulan semata. - Apakah selisih 6
poin penting?
→ Perlu dikaitkan dengan konteks akademik.
CONTOH 2 – UJI KORELASI
Kasus Real
Hubungan antara jam belajar dan nilai statistik.
Hasil SPSS:
- r = 0,48
- Sig = 0,003
Interpretasi
0,003 < 0,05 → signifikan
Artinya:
Ada hubungan positif yang signifikan antara jam belajar dan nilai.
Makna
ekonomi pendidikan:
Semakin tinggi jam belajar, semakin tinggi kecenderungan nilai.
Namun:
Korelasi ≠ sebab-akibat.
CONTOH 3 – REGRESI LINEAR BERGANDA
Kasus Real
Pengaruh:
- Motivasi (X₁)
- Disiplin (X₂)
terhadap Nilai (Y)
Output SPSS:
|
Variabel |
Beta |
Sig |
|
Motivasi |
0,30 |
0,040 |
|
Disiplin |
0,45 |
0,002 |
R² = 0,50
Interpretasi
Uji Parsial
- Motivasi signifikan
- Disiplin signifikan
Variabel Dominan
Disiplin (Beta terbesar = 0,45)
Koefisien Determinasi
R² = 0,50
Artinya:
50% variasi nilai dijelaskan oleh motivasi dan disiplin.
Kemampuan Interpretasi yang Harus kalian Dimiliki
Kalian harus mampu menjawab:
- Variabel mana yang paling berpengaruh?
- Apakah model sudah kuat?
- Apakah ada faktor lain di luar model?
KESALAHAN UMUM MAHASISWA
Hanya
melihat Sig tanpa membaca arah koefisien
Menganggap signifikan = pengaruh besar
Tidak mengaitkan dengan konteks ekonomi pendidikan
Tidak memahami arti R²
LATIHAN INTERPRETASI (SOAL ANALITIS)
Soal
Hasil regresi menunjukkan:
|
Variabel |
Beta |
Sig |
|
Literasi Keuangan |
0,10 |
0,200 |
|
E-learning |
0,25 |
0,030 |
|
Disiplin |
0,40 |
0,001 |
R² = 0,60
Pembahasan
- Literasi → tidak signifikan
- E-learning → signifikan
- Disiplin → signifikan & paling dominan
- Model menjelaskan 60% variasi IPK
Kesimpulan:
Disiplin belajar merupakan faktor paling kuat dalam meningkatkan IPK mahasiswa
Pendidikan Ekonomi.