Pertemuan 5: Inferential Statistics
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan 5 dan 6 kita akan mempelajari tentang Inferential Statistics.
Apa itu Inferential Statistics?
Statistik Inferensial adalah cara menggunakan data sampel untuk:
- Menarik kesimpulan tentang populasi
- Membuat perkiraan (estimasi)
- Menguji dugaan atau hipotesis
Secara
singkat dapat dikatakan:
“Kita
tidak meneliti semua orang, tapi kita ingin tahu kondisi semua orang.”
Bedanya dengan Statistik Deskriptif
|
Statistik Deskriptif |
Statistik Inferensial |
|
Hanya menjelaskan data |
Menarik kesimpulan |
|
Tidak membuat generalisasi |
Digunakan untuk keputusan |
|
Contoh: rata-rata kelas |
Contoh: memperkirakan rata-rata seluruh mahasiswa |
Contoh:
Jika
kita menghitung rata-rata nilai 40 mahasiswa, ini meruupakan deskriptif.
Jika kita menyimpulkan bahwa rata-rata seluruh 200 mahasiswa sekitar angka
tersebut, ini merupakan inferensial.
Mengapa Penting dalam Ekonomi?
Dalam ekonomi, kita sering ingin tahu:
- Tingkat kemiskinan nasional
- Tingkat pengangguran
- Rata-rata pendapatan masyarakat
- Tingkat inflasi
Tidak mungkin meneliti semua penduduk Indonesia.
Karena itu lembaga seperti Badan Pusat Statistik menggunakan statistik inferensial untuk:
- Mengambil sampel
- Mengolah data
- Menarik kesimpulan nasional
Dua Bagian Utama Statistik Inferensial
Statistik inferensial punya dua “senjata utama”:
Estimasi (Perkiraan)
Menaksir nilai populasi dari sampel.
Contoh:
Dari 100 mahasiswa, rata-rata pengeluaran Rp1.500.000.
Kita perkirakan rata-rata seluruh mahasiswa juga sekitar angka itu.
Itulah estimasi.
Uji Hipotesis (Menguji Dugaan)
Hipotesis = dugaan sementara.
Contoh:
Seorang
dosen menduga:
"Rata-rata nilai mahasiswa minimal 75."
Kita ambil sampel, hitung rata-rata, lalu uji apakah dugaan itu benar atau tidak.
Itulah uji hipotesis.
Contoh Kasus Sederhana
Kasus 1 – Estimasi
Jumlah
mahasiswa = 500 orang
Diambil sampel = 50 orang
Rata-rata uang saku sampel = Rp1.200.000
Kesimpulan inferensial:
"Kita memperkirakan rata-rata uang saku seluruh mahasiswa sekitar Rp1.200.000."
Itu inferensial karena kita menyimpulkan tentang 500 orang dari 50 orang.
Kasus 2 – Uji Hipotesis
Sebuah kampus mengatakan:
"Sebagian besar mahasiswa bekerja sambil kuliah."
Peneliti mengambil 100 mahasiswa.
Ternyata 60 mahasiswa bekerja.
Berarti 60%.
Secara inferensial kita bisa menyimpulkan:
Kemungkinan besar benar bahwa sebagian besar mahasiswa bekerja.
Karena lebih dari 50%.
Konsep Penting Yang Perlu kalian Ingat!
|
Istilah |
Arti Sederhana |
|
Populasi |
Semua yang ingin diteliti |
|
Sampel |
Sebagian yang diteliti |
|
Parameter |
Nilai sebenarnya di populasi |
|
Statistik |
Nilai dari sampel |
|
Margin of Error |
Batas kemungkinan kesalahan |
|
Confidence Level |
Tingkat keyakinan |
Apa Itu Confidence Level?
Misalnya kita mengatakan:
"Rata-rata pendapatan UMKM antara Rp10 juta – Rp12 juta dengan keyakinan 95%."
Artinya:
Jika
penelitian dilakukan berulang kali,
95 dari 100 penelitian akan menghasilkan rentang yang benar.
Bukan
berarti kita 95% yakin,
tetapi metode kita 95% dapat dipercaya.
Contoh Nyata dalam Ekonomi
Ketika Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahun depan sebesar 4% ± 1%, artinya:
Inflasi kemungkinan berada antara 3% – 5%.
Mereka
tidak mengatakan pasti 4%.
Itulah prinsip statistik inferensial.
Mengapa Tidak Pernah 100% Pasti?
Karena:
- Data hanya sampel
- Ada kemungkinan kesalahan
- Tidak semua responden jujur
- Kondisi ekonomi berubah
Statistik inferensial bekerja dengan kemungkinan dan tingkat keyakinan, bukan kepastian mutlak.
Hubungan dengan Mata Kuliah Statistik Ekonomi
Di semester 4, kalian biasanya belajar:
- Distribusi normal
- Interval estimasi
- Uji t
- Uji z
- Uji proporsi
Semua itu adalah alat dalam statistik inferensial.
Tujuannya satu:
Membantu pengambilan keputusan ekonomi berdasarkan data.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diringkas sebagai berikut:
Statistik Inferensial adalah:
Cara menggunakan sebagian data untuk memahami dan menyimpulkan kondisi keseluruhan.
Tanpa statistik inferensial:
- Pemerintah tidak bisa menentukan kebijakan
- Tidak bisa mengukur kemiskinan
- Tidak bisa menguji apakah kebijakan berhasil
Cara Mudah Memahami
Bayangkan seperti ini:
Kita
mencicipi satu sendok sup.
Lalu kita menyimpulkan rasa satu panci.
Sendok
= Sampel
Panci = Populasi
Kesimpulan rasa = Inferensial