Pertemuan 4: Sampling & Estimation Theory
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan 4 ini kita akan mempelajari tentang Sampling & Estimation Theory.
Apa itu Sampling?
Pengertian Sederhana
Sampling adalah proses mengambil sebagian kecil data (sampel) dari keseluruhan objek yang ingin diteliti (populasi).
Karena dalam ekonomi, sering kali kita:
- Tidak mungkin meneliti semua orang
- Tidak punya cukup waktu
- Biaya terlalu besar
Maka kita ambil sebagian saja, lalu hasilnya digunakan untuk mewakili keseluruhan.
Contoh dalam Pendidikan Ekonomi
Misalnya:
- Ada 1.000 mahasiswa FEB
- Kita ingin tahu rata-rata pengeluaran bulanan mereka
Apakah
harus menanya semua 1.000 mahasiswa?
Tidak perlu.
Kita bisa:
- Ambil 100 mahasiswa secara acak
- Hitung rata-rata pengeluaran mereka
- Gunakan hasil itu untuk mewakili 1.000 mahasiswa
1.000 mahasiswa = Populasi
100 mahasiswa = Sampel
Mengapa Sampling Penting dalam Ekonomi?
Dalam ekonomi kita sering meneliti:
- Tingkat pengangguran
- Inflasi
- Pendapatan masyarakat
- Perilaku konsumsi
Bayangkan
menghitung pendapatan semua warga Indonesia.
Tidak mungkin, kan?
Karena itu, lembaga seperti Badan Pusat Statistik menggunakan teknik sampling untuk:
- Survei tenaga kerja
- Survei kemiskinan
- Survei konsumsi rumah tangga
Jenis-Jenis Sampling
Simple Random Sampling (Acak Sederhana)
Semua orang punya peluang yang sama untuk terpilih.
Contoh:
Kita undi 100 nama dari daftar 1.000 mahasiswa.
✔
Adil
✔
Tidak bias
Stratified Sampling (Berdasarkan Kelompok)
Populasi dibagi dulu menjadi kelompok.
Contoh:
Mahasiswa dibagi berdasarkan:
- Semester 2
- Semester 4
- Semester 6
Lalu ambil sampel dari masing-masing semester.
✔
Lebih representatif
✔
Cocok jika populasi beragam
Cluster Sampling (Berdasarkan Wilayah/Unit)
Dipilih berdasarkan kelompok wilayah atau kelas.
Contoh:
Dari 20 kelas, kita pilih 5 kelas, lalu semua mahasiswa di 5 kelas itu
dijadikan sampel.
✔
Lebih praktis
✔
Hemat biaya
Apa itu Estimation (Pendugaan)?
Setelah kita ambil sampel, langkah berikutnya adalah:
Menaksir (mengestimasi) kondisi populasi berdasarkan sampel
Itulah yang disebut Estimation Theory.
Jenis Estimasi
Point Estimation (Pendugaan Titik)
Kita menghasilkan satu angka perkiraan.
Contoh:
Dari 100 mahasiswa, rata-rata pengeluaran = Rp1.500.000
Maka kita perkirakan rata-rata pengeluaran 1.000 mahasiswa juga sekitar Rp1.500.000.
Itu disebut pendugaan titik.
Interval Estimation (Pendugaan Interval)
Bukan hanya satu angka, tapi rentang nilai.
Contoh:
Kita
tidak bilang rata-rata pengeluaran pasti Rp1.500.000
Tapi kita katakan:
Rata-rata
pengeluaran mahasiswa berada antara
Rp1.400.000 – Rp1.600.000
Ini lebih realistis, karena:
- Sampel tidak selalu 100% tepat
- Ada kemungkinan kesalahan
Mengapa Hasil Sampel Bisa Berbeda?
Karena:
- Sampel berbeda, hasil berbeda
- Ada kesalahan pengambilan sampel (sampling error)
- Tidak semua orang menjawab dengan jujur
Contoh:
Jika kita ambil 100 mahasiswa:
- Sampel 1 rata-rata Rp1.500.000
- Sampel 2 rata-rata Rp1.450.000
- Sampel 3 rata-rata Rp1.550.000
Itu normal.
Hubungan dengan Statistik Ekonomi
Dalam Statistik Ekonomi, sampling & estimation dipakai untuk:
Mengestimasi:
- Rata-rata pendapatan
- Persentase kemiskinan
- Tingkat pengangguran
- Rata-rata inflasi daerah
Contoh nyata:
Ketika Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahun depan, mereka:
- Tidak meneliti semua harga
- Mengambil sampel harga barang
- Lalu mengestimasi inflasi nasional
Konsep Penting
Agar lebih mudah dipahami, ingat 5 konsep ini:
|
Istilah |
Arti Mudah |
|
Populasi |
Semua yang ingin diteliti |
|
Sampel |
Sebagian dari populasi |
|
Parameter |
Nilai sebenarnya di populasi |
|
Statistik |
Nilai hasil dari sampel |
|
Error |
Selisih antara sampel & populasi |
Ilustrasi Sederhana
Bayangkan:
Populasi
= 1.000 mahasiswa
Rata-rata pengeluaran sebenarnya = Rp1.520.000
Tapi kita tidak tahu angka itu.
Kita ambil sampel 100 mahasiswa hasilnya Rp1.500.000
Rp1.500.000
= Statistik (hasil sampel)
Rp1.520.000 = Parameter (nilai sebenarnya)
Selisih Rp20.000 = Sampling Error
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat kita simpulkan:
Sampling
= Mengambil sebagian data
Estimation = Menaksir kondisi keseluruhan dari sebagian data
Tanpa teori ini:
- Pemerintah tidak bisa mengukur kemiskinan
- Tidak bisa mengukur pengangguran
- Tidak bisa membuat kebijakan ekonomi