Pertemuan 14: Analisis Laporan Keuangan Lanjutan
Salam Pembelajar,
Pada kesempatan ini kita akan mempelajari tentang Analisis Laporan Keuangan Lanjutan. Apakah ada yang sudah mengkaji hal ini sebelumnya?
Baik, Kita bahas disini ya topik kita hari ini.
Pengertian Analisis Laporan Keuangan Lanjutan
Analisis laporan keuangan lanjutan adalah proses menganalisis lebih dalam kondisi keuangan perusahaan untuk:
- menilai kinerja perusahaan,
- melihat kekuatan dan kelemahan keuangan,
- membantu pengambilan keputusan (investasi, kredit, manajemen).
Bedanya
dengan analisis dasar:
Analisis lanjutan tidak hanya menghitung angka, tapi menafsirkan hasilnya dan membandingkan
(antar waktu atau antar perusahaan).
Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Analisis dilakukan untuk mengetahui:
- Kemampuan membayar utang
- Efisiensi penggunaan aset
- Kemampuan menghasilkan laba
- Risiko kebangkrutan
- Kinerja manajemen perusahaan
Teknik Analisis Laporan Keuangan Lanjutan
A. Analisis Common Size
Analisis dengan mengubah laporan keuangan menjadi persentase.
- Neraca → dibandingkan dengan total aset
- Laba rugi → dibandingkan dengan penjualan
Contoh:
Penjualan
= Rp1.000.000
Laba bersih = Rp100.000
Laba
bersih =
100.0001.000.000×100%=10%\frac{100.000}{1.000.000} \times 100\% = 10\%1.000.000100.000×100%=10%
Makna:
Setiap Rp1 penjualan menghasilkan laba Rp0,10.
Analisis Tren
Menganalisis perkembangan keuangan dari tahun ke tahun.
Contoh:
|
Tahun |
Laba Bersih |
|
2022 |
100 |
|
2023 |
120 |
|
2024 |
150 |
Interpretasi:
Laba meningkat → kinerja perusahaan membaik.
Analisis Rasio Keuangan Lanjutan
Rasio Likuiditas
Menilai kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendek.
Current Ratio
Current Ratio=AsetLancarUtangLancar\text{Current Ratio} = \frac{Aset Lancar}{Utang Lancar}Current Ratio=UtangLancarAsetLancar
Contoh:
Aset
lancar = 500
Utang lancar = 250
Current Ratio = 2
Makna:
Setiap Rp1 utang dijamin Rp2 aset lancar → kondisi likuid baik.
Rasio Solvabilitas
Mengukur kemampuan membayar utang jangka panjang.
Debt to Equity Ratio (DER)
DER=TotalUtangModalDER = \frac{Total Utang}{Modal}DER=ModalTotalUtang
Contoh:
Utang
= 600
Modal = 400
DER = 1,5
Makna:
Utang lebih besar dari modal → risiko keuangan cukup
tinggi.
Rasio Profitabilitas
Menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Return on Assets (ROA)
ROA=LabaBersihTotalAsetROA = \frac{Laba Bersih}{Total Aset}ROA=TotalAsetLabaBersih
Contoh:
Laba
bersih = 100
Total aset = 1.000
ROA = 10%
Makna:
Aset digunakan secara cukup efisien.
Rasio Aktivitas
Mengukur efisiensi penggunaan aset.
Total Asset Turnover
TATO=PenjualanTotalAsetTATO = \frac{Penjualan}{Total Aset}TATO=TotalAsetPenjualan
Contoh:
Penjualan
= 1.500
Total aset = 1.000
TATO = 1,5 kali
Makna:
Aset berputar 1,5 kali dalam satu periode.
Analisis DuPont
Menguraikan ROA menjadi dua komponen:
ROA=NetProfitMargin×TotalAssetTurnoverROA = Net Profit Margin \times Total Asset TurnoverROA=NetProfitMargin×TotalAssetTurnover
Tujuan:
Mengetahui apakah ROA tinggi karena:
- laba besar, atau
- aset digunakan secara efisien.
Analisis Arus Kas
Menilai kualitas laba, bukan hanya besarannya.
Jenis Arus Kas:
- Operasi → kegiatan utama perusahaan
- Investasi → pembelian/penjualan aset
- Pendanaan → utang dan modal
Perusahaan
sehat:
Arus kas operasi positif dan stabil.
Analisis Kebangkrutan (Pengenalan)
Menggunakan model seperti Altman Z-Score untuk memprediksi risiko bangkrut.
Intinya:
Semakin rendah skor → risiko bangkrut
semakin besar.
Kesimpulan
- Analisis lanjutan = hitung + tafsirkan
- Tidak cukup satu rasio → harus dikombinasikan
- Hasil analisis membantu pengambilan keputusan
- Angka bagus belum tentu sehat → lihat konteks dan tren
“Analisis
laporan keuangan bukan mencari angka terbesar,
tetapi memahami cerita di balik angka.”