Pertemuan 13: Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi.
Adakah diantara kalian yang bisa sharing apa yang sudah pernah diketahui tetnang topik tersebut?
Baik...kita coba kaji bersama ya...
Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas suatu grup perusahaan (perusahaan induk dan anak perusahaan) seolah-olah merupakan satu entitas ekonomi tunggal.
Artinya:
- Perusahaan induk (parent) mengendalikan satu atau lebih perusahaan anak (subsidiary)
- Laporan keuangan digabung, bukan sekadar dijumlahkan, tapi juga disesuaikan
Tujuan Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Tujuan utamanya adalah agar pengguna laporan keuangan:
- Mendapatkan gambaran keuangan grup secara menyeluruh
- Tidak salah menilai karena transaksi antar perusahaan dalam grup
- Bisa menilai kinerja ekonomi grup, bukan masing-masing perusahaan secara terpisah
Bayangkan satu keluarga bisnis: laporan konsolidasi itu “foto keluarga”, bukan foto individu.
Kapan Laporan Keuangan Konsolidasi Disusun?
Laporan keuangan konsolidasi disusun jika:
Perusahaan induk memiliki pengendalian (control) atas perusahaan lain, biasanya ditandai dengan:
- Kepemilikan saham > 50%, atau
- Kekuasaan mengatur kebijakan keuangan dan operasional
Berdasarkan PSAK 65, pengendalian ada jika induk:
- Memiliki kekuasaan atas investee
- Terpapar atau memiliki hak atas imbal hasil variabel
- Mampu menggunakan kekuasaannya untuk memengaruhi imbal hasil
Jenis Laporan dalam Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan konsolidasi sama seperti laporan keuangan biasa, tetapi berbasis grup, meliputi:
- Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
- Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasi
- Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi
- Laporan Arus Kas Konsolidasi
- Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi
Prinsip Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi
Dalam penyajiannya, ada beberapa prinsip penting:
a. Digabung Baris per Baris
Aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban induk dan anak digabungkan secara penuh.
b. Mengeliminasi Transaksi Antar Perusahaan
Semua transaksi internal grup harus dieliminasi, seperti:
- Piutang dan utang antar perusahaan
- Penjualan dan pembelian antar perusahaan
- Laba yang belum direalisasi
c. Mengakui Kepentingan Nonpengendali (KNP)
Jika induk tidak memiliki 100% saham anak, maka:
- Bagian laba dan ekuitas milik pemegang saham minoritas tetap disajikan
Contoh Kasus Sederhana
Data:
PT Induk memiliki 80% saham PT Anak.
Laporan Laba Rugi:
|
Keterangan |
PT Induk |
PT Anak |
|
Pendapatan |
500 |
300 |
|
Beban |
300 |
200 |
|
Laba |
200 |
100 |
Langkah Penyusunan Konsolidasi
Gabungkan pendapatan dan beban
- Pendapatan: 500 + 300 = 800
- Beban: 300 + 200 = 500
Laba konsolidasi = 300
Hitung Kepentingan Nonpengendali (KNP)
- KNP = 20% × laba PT Anak
- KNP = 20% × 100 = 20
Laba yang Diatribusikan
- Laba untuk pemilik induk = 300 − 20 = 280
- Laba untuk KNP = 20
Penyajian di Laporan Laba Rugi Konsolidasi
- Laba tahun berjalan: 300
- Diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 280, Kepentingan nonpengendali 20.
Contoh Eliminasi Transaksi Antar Perusahaan
Kasus:
PT Induk menjual barang ke PT Anak sebesar Rp50 juta, laba di dalamnya Rp10
juta dan barang belum terjual ke pihak luar.
Dalam konsolidasi:
- Penjualan Rp50 juta dieliminasi
- Laba Rp10 juta dieliminasi karena belum direalisasi
Tujuannya
agar:
✔
Laba grup tidak terlalu besar
✔
Hanya laba dari pihak eksternal yang diakui
Kesimpulan
- Laporan keuangan konsolidasi = laporan keuangan grup perusahaan
- Disusun jika ada pengendalian
- Transaksi internal harus dieliminasi
- Kepentingan nonpengendali tetap disajikan
- Tujuan utama: menyajikan kondisi keuangan grup secara wajar dan utuh