Pertemuan 9: Kombinasi Bisnis (Business Combination)
Salam Pembelajar,
pada pertemuan ke-9 ini kita akan mempelajari tentang Kombinasi Bisnis (Business Combination). Apakah ada diantara kalian yang sudah mempelajari dan bisa sharing informasi disini?
Baik, goodjob ya...
Mari kita coba kaji bersama, dengan terlebih dahulu menyimak video berikut:
Sumber: youtube.com
Sumber: youtube.com
Kombinasi Bisnis adalah proses penggabungan dua atau lebih entitas usaha menjadi satu entitas ekonomi, sehingga entitas yang bergabung memiliki kendali dan manfaat ekonomi yang sama.
Dalam praktik, kombinasi bisnis bisa terjadi melalui:
- Penggabungan usaha (merger)
- Pengambilalihan (acquisition)
- Pembelian aset dan liabilitas (asset acquisition)
Tujuan Kombinasi Bisnis
Secara
umum tujuan kombinasi bisnis adalah:
1. Memperluas
pangsa pasar
2. Mendapatkan
teknologi/kompetensi baru
3. Efisiensi biaya (sinergi)
4. Diversifikasi
produk
5. Menguasai
rantai pasok (vertical integration)
Metode Pengakuan dalam Akuntansi
Menurut standar akuntansi (misalnya PSAK 22 / IFRS 3), kombinasi bisnis dicatat dengan metode akuisisi (acquisition method).
Langkah-langkah metode akuisisi:
- Identifikasi
pengakuisisi
Entitas yang memperoleh kontrol. - Tanggal akuisisi
Tanggal ketika kontrol diperoleh. - Pengukuran biaya
perolehan
Harga pembelian + biaya langsung terkait akuisisi. - Pengukuran aset
teridentifikasi & liabilitas teridentifikasi
Diukur pada nilai wajar (fair value) pada tanggal akuisisi. - Pengakuan
goodwill (jika ada)
Goodwill = Harga perolehan – (Nilai wajar aset bersih teridentifikasi)
Aset dan Liabilitas yang Diakui
Dalam kombinasi bisnis, semua aset dan liabilitas yang dapat diidentifikasi harus diukur pada nilai wajar, termasuk:
Aset
tetap
Persediaan
Piutang
Hak atas kekayaan intelektual
Aset tak berwujud (misalnya merek, paten)
Liabilitas kontinjensi yang dapat diukur
Goodwill (Kelebihan Harga)
Goodwill muncul ketika harga yang dibayar lebih besar dari nilai wajar aset bersih yang diperoleh.
Contoh faktor goodwill:
- Reputasi perusahaan
- Pelanggan setia
- Karyawan yang ahli
- Lokasi strategis
Contoh Soal Kasus (Relevan & Mudah Dipahami)
Contoh Kasus 1 – Akuisisi dengan Goodwill
PT A mengakuisisi PT B pada 1 Januari 2024.
Data nilai wajar PT B pada tanggal akuisisi:
- Kas: Rp 100.000.000
- Piutang: Rp 200.000.000
- Persediaan: Rp 150.000.000
- Aset Tetap (nilai wajar): Rp 500.000.000
- Liabilitas: Rp 250.000.000
PT A membayar Rp 800.000.000 tunai.
Pertanyaan:
- Hitung nilai wajar aset bersih PT B.
- Hitung Goodwill.
- Buatlah jurnal akuisisi PT A.
Jawaban:
- Nilai wajar aset
bersih
= Aset – Liabilitas
= (100.000.000 + 200.000.000 + 150.000.000 + 500.000.000) – 250.000.000
= 950.000.000 – 250.000.000
= Rp 700.000.000 - Goodwill
= Harga perolehan – Nilai wajar aset bersih
= 800.000.000 – 700.000.000
= Rp 100.000.000 - Jurnal akuisisi (PT A)
- Dr Kas 100.000.000
- Dr Piutang 200.000.000
- Dr Persediaan 150.000.000
- Dr Aset Tetap 500.000.000
- Dr Goodwill 100.000.000
- Cr Liabilitas 250.000.000
- Cr Kas (harga pembelian) 800.000.000
Contoh Kasus 2 – Akuisisi dengan Aset Tak Berwujud
PT
X mengakuisisi PT Y seharga Rp 600.000.000.
Nilai wajar aset PT Y:
- Aset Tetap: Rp 250.000.000
- Persediaan: Rp 100.000.000
- Piutang: Rp 150.000.000
- Merek (nilai wajar): Rp 200.000.000
- Liabilitas: Rp 150.000.000
Pertanyaan:
- Hitung goodwill.
- Berapa total aset yang diakui?
Jawaban:
- Aset bersih
= (250 + 100 + 150 + 200) – 150
= 700 – 150
= Rp 550.000.000
Goodwill
= 600.000.000 – 550.000.000
= Rp 50.000.000
- Total aset yang
diakui
= Aset Tetap + Persediaan + Piutang + Merek + Goodwill
= 250 + 100 + 150 + 200 + 50
= Rp 750.000.000