Pertemuan 1: Kontrak Kuliah dan Overviuw Materi Pengantar Akuntansi Keuangan Lanjutan & Kerangka PSAK/IFRS
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan perdana ini kita akan menyepakati kontrak kuliah. Selain itu kita akan mengenal secara umum topik perkuliahan yang akan dibahas pada pertemuan ini yaitu Pengantar Akuntansi Keuangan Lanjutan & Kerangka PSAK/IFRS. Apakah ada diantara kalian yang telah mengetahui tentang topik kita pada hari ini?
Mari kita simak video berikut:
Sumber: youtube.com
Akuntansi Keuangan Lanjutan adalah cabang ilmu akuntansi yang fokus pada pencatatan, pengukuran, pengakuan, dan pelaporan transaksi ekonomi yang kompleks serta penyajian laporan keuangan dalam keterpaduan standar akuntansi profesional. Materi ini merupakan lanjutan dari akuntansi menengah dan dirancang untuk memberikan kompetensi dalam memahami dan menangani situasi pelaporan finansial yang lebih rumit seperti kombinasi bisnis, konsolidasi laporan keuangan, instrumen keuangan, dan pengungkapan kompleks lainnya. Hal ini menggabungkan pemahaman teori akuntansi dengan praktik penerapan standar seperti PSAK di Indonesia yang sudah disesuaikan dari International Financial Reporting Standards (IFRS).
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) merupakan standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK)–Ikatan Akuntan Indonesia yang bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang informatif, relevan, dan dapat dibandingkan. Standar ini selaras dengan IFRS global namun disesuaikan dengan konteks ekonomi Indonesia, termasuk penomoran PSAK terbaru yang mengadopsi IFRS (mis. PSAK 110 Laporan Keuangan Konsolidasian, PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, PSAK 116 Sewa) dan berbagai standar lainnya yang efektif berlaku mulai awal 2020-an hingga sekarang.
Kerangka Konseptual Akuntansi, baik dalam konteks PSAK maupun IFRS, menjadi blueprint yang mendasari pengambilan keputusan akuntansi, termasuk definisi unsur laporan keuangan, dasar pengakuan, dan pengukuran. Kerangka ini membantu memastikan bahwa kebijakan akuntansi konsisten, dapat dibenarkan secara teoritis, serta mencerminkan realitas ekonomi.
Materi Akuntansi Keuangan Lanjutan sangat aplikatif, contohnya dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian — yaitu laporan yang menggabungkan posisi keuangan dan hasil usaha dari perusahaan induk beserta seluruh entitas anaknya seolah sebagai satu kesatuan ekonomi. Laporan ini menyajikan berbagai bagian:
- Laporan posisi keuangan konsolidasian (neraca)
- Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
- Laporan perubahan ekuitas
- Laporan arus kas
- Catatan atas laporan
keuangan
Dokumen tersebut wajib dipersiapkan dan diaudit sesuai standar PSAK/IFRS. Sebagai contoh nyata, PT Sarinah dan entitas anaknya menyusun laporan keuangan konsolidasian tahun 2024 yang menunjukkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 419.713.523.954 dan kepentingan non-pengendali Rp 118.688.
Di sisi global, firma-firma profesional seperti Grant Thornton atau EY menerbitkan contoh ilustratif laporan keuangan konsolidasian IFRS 2024–2025, yang mengilustrasikan bagaimana suatu grup usaha harus mengungkapkan pos aset, kewajiban, laba rugi dan kebijakan akuntansi beserta penjelasan pengukuran transaksi internasional.
Akuntansi lanjutan tidak hanya meminta pemahaman konsep dasar tetapi juga kemampuan profesional judgement dalam menerapkan kebijakan yang tepat berdasarkan standar PSAK/IFRS yang sering diperbarui. IFRS dikenal sebagai standar berbasis prinsip (principles-based) yang memberi ruang interpretasi, sehingga profesional akuntansi harus mampu mempertimbangkan esensi ekonomi dari transaksi, bukan sekadar aturan belaka.
Topik seperti kombinasi bisnis (PSAK/IFRS 3) dan pengukuran nilai wajar (fair value) mensyaratkan pemahaman mendalam mengenai identifikasi kontrol, pengakuan goodwill, dan penilaian aset inti maupun liabilitas. Kesalahan pengukuran atau pengungkapan dapat berdampak signifikan terhadap laporan laba rugi dan posisi keuangan perusahaan.
Dengan globalisasi ekonomi, instrumen keuangan (sering diatur oleh PSAK/IFRS 9), seperti derivatif, investasi ekuitas, dan kontrak kompleks menjadi semakin umum. Akuntansi lanjutan membahas pengukuran nilai wajar, risiko instrumen keuangan, dan dampaknya terhadap arus kas serta ekuitas dalam konteks pasar yang volatile.
Ke depan, materi Akuntansi Keuangan Lanjutan akan semakin dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci:
A. Konvergensi Global dan Standar Berbasis ESG
Dunia akuntansi semakin mengarah pada pengintegrasian aspek Environmental, Social, Governance (ESG) ke dalam laporan keuangan. IFRS Foundation juga telah memperkenalkan standar baru terkait pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting) yang akan memengaruhi praktik pelaporan keuangan lanjutan global, terutama dalam pengungkapan risiko perubahan iklim, keberlanjutan operasional, dan dampaknya terhadap nilai perusahaan.
B. Digitalisasi dan Big Data
Seiring peningkatan teknologi informasi, akuntan masa depan diharapkan mampu memanfaatkan sistem ERP, AI, dan analitik data untuk menyajikan laporan yang lebih cepat dan akurat, serta menganalisis tren keuangan secara real-time. Ini mengubah peran praktisi dari sekadar penyusun laporan menjadi business advisor yang mampu memberikan insight strategis berbasis data.
Manfaat Bagi Akuntan dan Pendidik Akuntansi
A. Bagi Akuntan Praktik
- Peningkatan Kompetensi Teknis: Memahami isu lanjutan seperti konsolidasi, penilaian investasi, dan instrumen kompleks membantu menyusun laporan yang lebih akurat dan sesuai standar.
- Kemampuan Professional Judgement: Standar lanjutan mendorong kemampuan analitis dalam memilih kebijakan akuntansi yang paling representatif bagi kondisi entitas.
B. Bagi Pendidik Akuntansi
- Sumber Referensi Pembelajaran Lanjut: Materi ini menyediakan kerangka untuk kurikulum lanjutan yang memperkuat dasar teori sekaligus praktik. Buku seperti Akuntansi Keuangan Lanjutan Berbasis PSAK/IFRS menjadi referensi utama.
- Pengembangan Kurikulum dan Studi Kasus: Dengan materi lanjutan, pendidik dapat mengembangkan soal-soal kasus yang meniru situasi nyata, meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tuntutan pasar kerja.