FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Number of replies: 12


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi  yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

zz




In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Rifki Sadam Fadillah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri Bu, saya Rifki Sadam Fadillah dengan NPM 2313053125 selaku perwakilan kelompok 2 dengan anggota :
1. Rifki Sadam Fadillah

2. Sekar Widi Lestari

3. Rufa Nisa Anshari

4. Salshabillah Azzahra

izin mengirimkan Makalah dan PPT kami Bu, terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to Rifki Sadam Fadillah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Astri Utami -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Astri Widya Utami
NPM: 2353053007
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 5, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 2, pertanyaannya yaitu Penilaian yang biasa disebut sebagai salah satu bentuk ketidakadilan dalam pendidikan. Menurut Anda, sistem evaluasi seperti apa yang lebih adil dan mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Astri Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Salsabillah Azzahra Salsabillah Azzahra -

Waalaikumussalam, saya Salsabillah Azzahra NPM 2313053129 perwakilan dari kelompok 3 izin menjawab,

Sistem evaluasi yang lebih adil adalah penilaian autentik dan beragam, tidak hanya mengandalkan tes tertulis. Penilaian dapat mencakup proyek, portofolio, observasi sikap, dan penilaian proses. Dengan demikian, siswa yang memiliki keunggulan di bidang tertentu tetap memiliki kesempatan menunjukkan kemampuannya. Evaluasi juga perlu mempertimbangkan latar belakang dan perkembangan individu, sehingga tidak hanya menilai hasil akhir tetapi juga proses belajar.

In reply to Rifki Sadam Fadillah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Lifia Stasya Aqna -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Lifia Stasya Aqna
NPM: 2313053099
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 3, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 2, pertanyaannya yaitu Progresivisme cenderung menekankan perubahan dan perkembangan zaman. Apakah pendekatan ini berpotensi berbenturan dengan nilai-nilai tradisional atau agama dalam masyarakat? Bagaimana solusi menyeimbangkannya?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Rifki Sadam Fadillah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by anindita khailasyah -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Anindita Khailasyah
NPM: 2313053101
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 7 izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 2, pertanyaannya yaitu kritik terhadap kurikulum yang tidak inklusif menunjukkan adanya dominasi kelompok tertentu. Menurut Anda, sejauh mana kurikulum di Indonesia saat ini sudah mencerminkan keberagaman budaya dan latar belakang peserta didik?.
Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terimakasih atas kesempatan dan waktunya. Wassallamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
In reply to anindita khailasyah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Sekar Widi Lestari -
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, saya Sekar Widi Lestari (2313053103) izin menjawab pertanyaan dari rekan Anindita

Menurut kami, kurikulum di Indonesia saat ini sudah mulai mengarah pada upaya mencerminkan keberagaman budaya dan latar belakang peserta didik, terutama melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan konteks lokal, seperti budaya daerah, kearifan lokal, serta kebutuhan dan karakteristik siswa. Selain itu, adanya proyek penguatan profil pelajar Pancasila juga menjadi salah satu upaya untuk menanamkan nilai keberagaman, toleransi, dan inklusivitas.

Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat beberapa tantangan. Dominasi perspektif tertentu masih bisa ditemukan, misalnya dalam materi ajar yang belum sepenuhnya merepresentasikan semua kelompok budaya, sosial, atau kondisi peserta didik secara merata. Selain itu, kesiapan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inklusif juga masih bervariasi, sehingga implementasi kurikulum belum sepenuhnya optimal.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kurikulum di Indonesia sudah berada pada arah yang lebih inklusif, tetapi masih perlu penguatan, baik dari segi pengembangan materi, pelatihan guru, maupun kebijakan yang lebih mendukung keberagaman secara menyeluruh.

In reply to Rifki Sadam Fadillah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Astri Salvia Aznani 2313053128 -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang ibu dosen dan rekan-rekan semua. Izin memperkenalkan diri, saya...
Nama: Astri Salvia Aznani
NPM: 2313053128
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 6, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 2 yaitu Jika pendidikan dianggap sebagai alat reproduksi sosial, seperti yang dijelaskan dalam makalah, apakah sistem pendidikan saat ini benar-benar mampu menjadi sarana pembebasan, atau justru tanpa disadari masih mempertahankan ketimpangan sosial yang ada?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Astri Salvia Aznani 2313053128

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Salsabillah Azzahra Salsabillah Azzahra -
Waalaikumussalam, saya Salsabillah Azzahra NPM 2313053129 perwakilan dari kelompok 3 izin menjawab,

Secara ideal, pendidikan berfungsi sebagai sarana pembebasan dan mobilitas sosial. Namun dalam praktiknya, pendidikan sering kali masih mereproduksi ketimpangan. Hal ini terlihat dari perbedaan kualitas sekolah di kota dan desa, akses terhadap fasilitas belajar, hingga kemampuan ekonomi orang tua yang memengaruhi kesempatan belajar anak. Artinya, pendidikan memang memiliki potensi sebagai alat pembebasan, tetapi tanpa kebijakan yang adil dan sistem yang inklusif, ia dapat tetap mempertahankan struktur sosial yang timpang.
In reply to Rifki Sadam Fadillah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Amelia Febrianti -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Amelia Febrianti
NPM: 2313053107
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 1, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 2, pertanyaannya yaitu pandangan progresivisme menekankan pembelajaran berpusat pada siswa. Namun dalam praktik di sekolah dasar yang jumlah siswanya banyak, apakah pendekatan ini realistis untuk diterapkan secara maksimal?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Annisa Nur Azizah -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Annisa Nur Azizah
NPM: 2313053105
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 8, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 2, pertanyaannya yaitu Jika hubungan guru dan siswa yang terlalu hierarkis dianggap menghambat berpikir kritis, bagaimana cara menciptakan suasana kelas yang lebih demokratis tanpa menghilangkan wibawa dan peran otoritas guru?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
In reply to Annisa Nur Azizah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Rufa Nisa Ansharia -

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi Ibu dosen dan rekan-rekan, Izin memperkenalkan diri saya Rufa Nisa Ansharia dengan NPM 2313053111, saya perwakilan dari kelompok 2 yang akan menjawab pertanyaan dari rekan Annisa.

Pertanyaannya: Bagaimana menciptakan kelas demokratis tanpa menghilangkan wibawa guru?

Izin menjawab, Kelas demokratis bukan berarti guru kehilangan otoritas. Wibawa guru justru bisa muncul dari sikap adil, terbuka, dan menghargai pendapat siswa. Guru tetap memegang kendali pembelajaran, tetapi memberi ruang dialog dan partisipasi aktif. Dengan komunikasi dua arah dan kesepakatan aturan kelas bersama, hubungan guru dan siswa menjadi lebih setara tanpa menghilangkan rasa hormat.

In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

by Rifki Sadam Fadillah -
Waalaikumsalam, saya Rifki Sadam Fadillah, NPM 231305311l25, Perwakilan dari kelompok 3 izin menjawab

Progresivisme memang menekankan perubahan dan rasionalitas, sehingga dalam beberapa konteks bisa terlihat bertentangan dengan nilai tradisional yang bersifat tetap. Namun, jika dipahami secara bijak, progresivisme tidak harus menolak nilai agama. Justru nilai agama dapat menjadi landasan moral dalam menghadapi perubahan zaman. Kuncinya adalah menempatkan perubahan sebagai sarana perbaikan, bukan penghapusan nilai luhur yang sudah ada.