Cobalah dibahas bersama teman-teman anda disini, bagaimana mekanisme pemeriksaan surat berharga dan investasi? Apa sajakah yang harus diperhatikan dan dicermati jika mengaudit surat berharga dan investasi pada sebuah entitas yang memiliki varian cukup banyak dalam kepemilikan surat berharga dan investasi.
Diskusi
Nama : Adea Aprilia
NPM : 2313031034
Pemeriksaan surat berharga dan investasi dalam audit laporan keuangan adalah proses penting yang harus dilakukan dengan teliti karena akun ini biasanya memiliki nilai yang besar dan melibatkan risiko tinggi. Surat berharga dan investasi dapat berupa saham, obligasi, reksa dana, surat utang jangka pendek, atau bahkan penyertaan modal pada perusahaan lain. Dalam melakukan audit, hal pertama yang harus dilakukan auditor adalah memahami bagaimana perusahaan mencatat dan mengklasifikasikan investasi tersebut, apakah untuk diperdagangkan (trading), dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity), atau tersedia untuk dijual (available for sale), karena klasifikasi ini memengaruhi perlakuan akuntansi dan bagaimana nilai investasinya disajikan di laporan keuangan. Auditor kemudian memverifikasi keberadaan dan kepemilikan investasi tersebut, misalnya dengan meminta konfirmasi kepada bank kustodian atau broker tempat investasi disimpan, atau mengecek dokumen seperti sertifikat saham dan laporan portofolio. Kemudian, auditor juga harus mengevaluasi apakah nilai yang dicatat sudah sesuai dengan nilai pasar yang wajar.
Misalnya, jika perusahaan memiliki saham di perusahaan publik, auditor bisa membandingkan harga pasar saham tersebut di bursa efek. Untuk investasi yang tidak aktif diperdagangkan, seperti penyertaan pada anak perusahaan atau entitas asosiasi, auditor harus menilai apakah terdapat penurunan nilai (impairment) yang harus diakui, yaitu kondisi ketika nilai investasi lebih rendah dari nilai tercatat secara signifikan dan permanen. Hal yang juga penting diperhatikan adalah tujuan investasi dan dokumen pendukungnya tentang apakah investasi tersebut bertujuan untuk jangka pendek atau jangka panjang karena ini akan mempengaruhi klasifikasi aset lancar atau tidak lancar di neraca. Jadi, pemeriksaan surat berharga dan investasi tidak hanya melihat angka-angka, tetapi juga mempertimbangkan risiko, pasar, dokumen legal, dan strategi perusahaan sehingga auditor dapat memberikan keyakinan bahwa nilai yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya, dan tidak menyesatkan pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditur, maupun regulator.
Contoh:
Jika sebuah perusahaan memiliki portofolio investasi yang terdiri dari saham PT ABC Tbk, obligasi pemerintah, dan penyertaan 30% di PT XYZ, maka auditor akan memeriksa harga saham PT ABC berdasarkan harga pasar terakhir di Bursa Efek Indonesia, memastikan bunga obligasi diterima sesuai jadwal, serta memeriksa apakah PT XYZ memberikan laporan keuangan yang menunjukkan laba atau rugi, dan apakah ada indikasi bahwa nilai investasinya harus disesuaikan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan bahwa nilai pasar saham PT ABC telah turun tajam selama 6 bulan terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan, maka auditor akan mempertimbangkan kemungkinan adanya penurunan nilai yang harus dicatat oleh perusahaan.
NPM : 2313031034
Pemeriksaan surat berharga dan investasi dalam audit laporan keuangan adalah proses penting yang harus dilakukan dengan teliti karena akun ini biasanya memiliki nilai yang besar dan melibatkan risiko tinggi. Surat berharga dan investasi dapat berupa saham, obligasi, reksa dana, surat utang jangka pendek, atau bahkan penyertaan modal pada perusahaan lain. Dalam melakukan audit, hal pertama yang harus dilakukan auditor adalah memahami bagaimana perusahaan mencatat dan mengklasifikasikan investasi tersebut, apakah untuk diperdagangkan (trading), dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity), atau tersedia untuk dijual (available for sale), karena klasifikasi ini memengaruhi perlakuan akuntansi dan bagaimana nilai investasinya disajikan di laporan keuangan. Auditor kemudian memverifikasi keberadaan dan kepemilikan investasi tersebut, misalnya dengan meminta konfirmasi kepada bank kustodian atau broker tempat investasi disimpan, atau mengecek dokumen seperti sertifikat saham dan laporan portofolio. Kemudian, auditor juga harus mengevaluasi apakah nilai yang dicatat sudah sesuai dengan nilai pasar yang wajar.
Misalnya, jika perusahaan memiliki saham di perusahaan publik, auditor bisa membandingkan harga pasar saham tersebut di bursa efek. Untuk investasi yang tidak aktif diperdagangkan, seperti penyertaan pada anak perusahaan atau entitas asosiasi, auditor harus menilai apakah terdapat penurunan nilai (impairment) yang harus diakui, yaitu kondisi ketika nilai investasi lebih rendah dari nilai tercatat secara signifikan dan permanen. Hal yang juga penting diperhatikan adalah tujuan investasi dan dokumen pendukungnya tentang apakah investasi tersebut bertujuan untuk jangka pendek atau jangka panjang karena ini akan mempengaruhi klasifikasi aset lancar atau tidak lancar di neraca. Jadi, pemeriksaan surat berharga dan investasi tidak hanya melihat angka-angka, tetapi juga mempertimbangkan risiko, pasar, dokumen legal, dan strategi perusahaan sehingga auditor dapat memberikan keyakinan bahwa nilai yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya, dan tidak menyesatkan pemakai laporan keuangan seperti investor, kreditur, maupun regulator.
Contoh:
Jika sebuah perusahaan memiliki portofolio investasi yang terdiri dari saham PT ABC Tbk, obligasi pemerintah, dan penyertaan 30% di PT XYZ, maka auditor akan memeriksa harga saham PT ABC berdasarkan harga pasar terakhir di Bursa Efek Indonesia, memastikan bunga obligasi diterima sesuai jadwal, serta memeriksa apakah PT XYZ memberikan laporan keuangan yang menunjukkan laba atau rugi, dan apakah ada indikasi bahwa nilai investasinya harus disesuaikan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan bahwa nilai pasar saham PT ABC telah turun tajam selama 6 bulan terakhir dan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan, maka auditor akan mempertimbangkan kemungkinan adanya penurunan nilai yang harus dicatat oleh perusahaan.