DISKUSI
Berikan pandangan Anda setelah menyimak video tersebut dan kaitannya dengan topik perkuliahan kita.
Nama: Aradia Rosalino
NPM: 2213031009
Setelah menyimak video tersebut, dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri di era modern. Video ini menggambarkan bagaimana perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan, seperti otomatisasi, digitalisasi, dan penggunaan teknologi canggih agar tetap efisien dan relevan di pasar global. Kaitannya dengan topik perkuliahan kita, hal ini berhubungan dengan struktur pasar, perilaku perusahaan, dan kinerja industri. Teknologi dapat mengubah struktur pasar menjadi lebih kompetitif, memengaruhi perilaku perusahaan dalam menetapkan strategi harga dan inovasi, serta menentukan kinerja industri secara keseluruhan. Intinya, perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi akan memiliki efisiensi, keuntungan, dan daya saing yang lebih baik dibandingkan yang tidak berinovasi.
NPM: 2213031009
Setelah menyimak video tersebut, dapat disimpulkan bahwa perkembangan teknologi dan inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri di era modern. Video ini menggambarkan bagaimana perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan, seperti otomatisasi, digitalisasi, dan penggunaan teknologi canggih agar tetap efisien dan relevan di pasar global. Kaitannya dengan topik perkuliahan kita, hal ini berhubungan dengan struktur pasar, perilaku perusahaan, dan kinerja industri. Teknologi dapat mengubah struktur pasar menjadi lebih kompetitif, memengaruhi perilaku perusahaan dalam menetapkan strategi harga dan inovasi, serta menentukan kinerja industri secara keseluruhan. Intinya, perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi akan memiliki efisiensi, keuntungan, dan daya saing yang lebih baik dibandingkan yang tidak berinovasi.
Adinda Roba’atul Annisa
2213031006
Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa Industry 5.0 adalah paradigma lanjutan dalam transformasi industri dimana tujuan utamanya bukan hanya efisiensi dan otomasi, tetapi kolaborasi manusia-mesin yang menciptakan nilai tambah baru misalnya personalisasi produk, produksi fleksibel, sekaligus menjaga aspek sosial dan lingkungan. Dengan demikian, perusahaan yang ingin tetap relevan di masa depan harus:
Menempatkan manusia sebagai pusat sistem produksi, bukan hanya sebagai operator yang digantikan.
1. Mengadopsi teknologi yang mendukung manusia untuk menjadi lebih produktif, kreatif, dan adaptif.
2. Memperkuat infrastruktur digital dan sistem data agar integrasi manusia-mesin berjalan mulus.
3. Memprioritaskan keberlanjutan dari pengurangan limbah, penggunaan energi efisien, hingga desain produk yang lebih ramah lingkungan.
4. Mengelola perubahan (change management) dalam organisasi: pelatihan, mindset, kerjasama antar tim teknologi & produksi, serta keamanan siber.
2213031006
Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa Industry 5.0 adalah paradigma lanjutan dalam transformasi industri dimana tujuan utamanya bukan hanya efisiensi dan otomasi, tetapi kolaborasi manusia-mesin yang menciptakan nilai tambah baru misalnya personalisasi produk, produksi fleksibel, sekaligus menjaga aspek sosial dan lingkungan. Dengan demikian, perusahaan yang ingin tetap relevan di masa depan harus:
Menempatkan manusia sebagai pusat sistem produksi, bukan hanya sebagai operator yang digantikan.
1. Mengadopsi teknologi yang mendukung manusia untuk menjadi lebih produktif, kreatif, dan adaptif.
2. Memperkuat infrastruktur digital dan sistem data agar integrasi manusia-mesin berjalan mulus.
3. Memprioritaskan keberlanjutan dari pengurangan limbah, penggunaan energi efisien, hingga desain produk yang lebih ramah lingkungan.
4. Mengelola perubahan (change management) dalam organisasi: pelatihan, mindset, kerjasama antar tim teknologi & produksi, serta keamanan siber.
Nama : M. Dimas Syaputra
NPM : 2213031012
Video ini sangat relevan dengan topik "Smart Factories & Industry 5.0 Forum" karena menyajikan inti dari pergeseran paradigma manufaktur dari Industry 4.0 ke Industry 5.0. Intinya, video tersebut menjelaskan bahwa Industry 5.0 bukan hanya tentang otomatisasi dan efisiensi (Smart Factory ala 4.0), tetapi tentang kolaborasi antara manusia dan mesin (human-centric). Forum tersebut pasti akan membahas bagaimana teknologi canggih seperti AI dan robotika digunakan bukan untuk menggantikan pekerja, melainkan untuk meningkatkan kemampuan kreatif dan pengambilan keputusan mereka, membebaskan manusia dari tugas yang berulang atau berbahaya. Selain itu, video menyoroti dua pilar penting yang akan menjadi fokus utama Forum: personalisasi produk untuk memenuhi kebutuhan individu dan keberlanjutan (sustainability), yang mencakup pemantauan energi, pengurangan limbah melalui ekonomi sirkular, dan integrasi dengan energi terbarukan. Oleh karena itu, video ini berfungsi sebagai pengantar komprehensif yang menjabarkan visi, teknologi, dan implikasi sosial-ekonomi yang akan didiskusikan dalam Forum Industry 5.0.
Terimakasih Ibu.
NPM : 2213031012
Video ini sangat relevan dengan topik "Smart Factories & Industry 5.0 Forum" karena menyajikan inti dari pergeseran paradigma manufaktur dari Industry 4.0 ke Industry 5.0. Intinya, video tersebut menjelaskan bahwa Industry 5.0 bukan hanya tentang otomatisasi dan efisiensi (Smart Factory ala 4.0), tetapi tentang kolaborasi antara manusia dan mesin (human-centric). Forum tersebut pasti akan membahas bagaimana teknologi canggih seperti AI dan robotika digunakan bukan untuk menggantikan pekerja, melainkan untuk meningkatkan kemampuan kreatif dan pengambilan keputusan mereka, membebaskan manusia dari tugas yang berulang atau berbahaya. Selain itu, video menyoroti dua pilar penting yang akan menjadi fokus utama Forum: personalisasi produk untuk memenuhi kebutuhan individu dan keberlanjutan (sustainability), yang mencakup pemantauan energi, pengurangan limbah melalui ekonomi sirkular, dan integrasi dengan energi terbarukan. Oleh karena itu, video ini berfungsi sebagai pengantar komprehensif yang menjabarkan visi, teknologi, dan implikasi sosial-ekonomi yang akan didiskusikan dalam Forum Industry 5.0.
Terimakasih Ibu.
Nama: Boni Morana Situmorang
NPM: 2213031002
Video ini menegaskan tiga poin penting. Pertama, konsep smart factory tidak berhenti pada integrasi robot, IoT, AI, dan data analytics, tetapi berkembang menjadi sistem produksi yang mampu beradaptasi secara real-time sekaligus memperkuat peran manusia. Teknologi bukan lagi pengganti manusia, tetapi mitra kerja yang melengkapi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis manusia. Kedua, pendekatan Industri 5.0 menambahkan nilai sosial dan lingkungan sehingga smart factory tidak hanya mengejar produktivitas, melainkan juga efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah. Ini sejalan dengan paradigma manufaktur berkelanjutan yang juga kita pelajari. Ketiga, munculnya profesi baru seperti perancang robot, analis data, teknisi keberlanjutan, hingga pengembang realitas virtual menunjukkan bahwa transformasi ini menciptakan ekosistem industri yang jauh lebih kompleks dan menuntut kompetensi multidisipliner.
NPM: 2213031002
Video ini menegaskan tiga poin penting. Pertama, konsep smart factory tidak berhenti pada integrasi robot, IoT, AI, dan data analytics, tetapi berkembang menjadi sistem produksi yang mampu beradaptasi secara real-time sekaligus memperkuat peran manusia. Teknologi bukan lagi pengganti manusia, tetapi mitra kerja yang melengkapi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis manusia. Kedua, pendekatan Industri 5.0 menambahkan nilai sosial dan lingkungan sehingga smart factory tidak hanya mengejar produktivitas, melainkan juga efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah. Ini sejalan dengan paradigma manufaktur berkelanjutan yang juga kita pelajari. Ketiga, munculnya profesi baru seperti perancang robot, analis data, teknisi keberlanjutan, hingga pengembang realitas virtual menunjukkan bahwa transformasi ini menciptakan ekosistem industri yang jauh lebih kompleks dan menuntut kompetensi multidisipliner.
Nama : Titin Maihas Tuti
NPM : 2213031005
Video tersebut menekankan bahwa Industry 5.0 bukan sekadar teknologi otomatisasi, tetapi tentang bagaimana manusia dan mesin cerdas bekerja bersama secara harmonis. Di era ini, AI, robot kolaboratif (cobots), dan sistem pintar tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat peran manusia dalam proses industry dengan manusia sebagai pusat kreativitas, pengambilan keputusan, dan nilai sosial. Dalam konteks smart factories yang selama ini berkembang lewat Industry 4.0 (dengan IoT, data real‑time, otomatisasi), Industry 5.0 membawa smart factory ke level yang lebih human‑centric: teknologi cerdas tidak menggantikan pekerja, tetapi mendukung mereka untuk bekerja lebih kreatif, aman, dan bermakna. Ini juga mencakup fokus pada produksi yang lebih berkelanjutan, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan manusia dan lingkungan bukan sekadar mengejar efisiensi semata. Jadi dapat disimpulkan Singkatnya, Industry 5.0 mengubah smart factory dari pabrik yang otomatis dan efisien menjadi pabrik yang cerdas sekaligus manusia‑sentris, di mana AI dan robot cerdas memperkuat, bukan menggantikan, kemampuan manusia dalam industri modern.
NPM : 2213031005
Video tersebut menekankan bahwa Industry 5.0 bukan sekadar teknologi otomatisasi, tetapi tentang bagaimana manusia dan mesin cerdas bekerja bersama secara harmonis. Di era ini, AI, robot kolaboratif (cobots), dan sistem pintar tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat peran manusia dalam proses industry dengan manusia sebagai pusat kreativitas, pengambilan keputusan, dan nilai sosial. Dalam konteks smart factories yang selama ini berkembang lewat Industry 4.0 (dengan IoT, data real‑time, otomatisasi), Industry 5.0 membawa smart factory ke level yang lebih human‑centric: teknologi cerdas tidak menggantikan pekerja, tetapi mendukung mereka untuk bekerja lebih kreatif, aman, dan bermakna. Ini juga mencakup fokus pada produksi yang lebih berkelanjutan, fleksibel, dan responsif terhadap kebutuhan manusia dan lingkungan bukan sekadar mengejar efisiensi semata. Jadi dapat disimpulkan Singkatnya, Industry 5.0 mengubah smart factory dari pabrik yang otomatis dan efisien menjadi pabrik yang cerdas sekaligus manusia‑sentris, di mana AI dan robot cerdas memperkuat, bukan menggantikan, kemampuan manusia dalam industri modern.
Nama : Dhona Dwiyanti
NPM : 2213031004
Video tersebut menyoroti tiga gagasan utama terkait perkembangan konsep smart factory. Pertama, smart factory tidak lagi dimaknai sekadar sebagai penerapan robotika, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan analisis data, tetapi telah berevolusi menjadi sistem produksi yang responsif dan mampu menyesuaikan diri secara langsung terhadap perubahan. Dalam konteks ini, teknologi tidak berfungsi sebagai pengganti tenaga kerja manusia, melainkan sebagai partner yang mendukung kreativitas, pengambilan keputusan, dan kemampuan berpikir kritis manusia. Kedua, kerangka Industri 5.0 menghadirkan dimensi baru dengan menekankan aspek sosial dan lingkungan. Tujuan pengembangan smart factory tidak hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada efisiensi energi, penerapan ekonomi sirkular, serta upaya pengurangan limbah industri. Pendekatan ini selaras dengan konsep manufaktur berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. Ketiga, transformasi menuju Industri 5.0 memunculkan berbagai jenis pekerjaan baru, seperti desainer robot, analis data, teknisi sistem terintegrasi, hingga pengembang teknologi realitas virtual. Kehadiran profesi-profesi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem industri modern menjadi semakin kompleks dan menuntut penguasaan kompetensi lintas disiplin untuk dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.
NPM : 2213031004
Video tersebut menyoroti tiga gagasan utama terkait perkembangan konsep smart factory. Pertama, smart factory tidak lagi dimaknai sekadar sebagai penerapan robotika, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan analisis data, tetapi telah berevolusi menjadi sistem produksi yang responsif dan mampu menyesuaikan diri secara langsung terhadap perubahan. Dalam konteks ini, teknologi tidak berfungsi sebagai pengganti tenaga kerja manusia, melainkan sebagai partner yang mendukung kreativitas, pengambilan keputusan, dan kemampuan berpikir kritis manusia. Kedua, kerangka Industri 5.0 menghadirkan dimensi baru dengan menekankan aspek sosial dan lingkungan. Tujuan pengembangan smart factory tidak hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada efisiensi energi, penerapan ekonomi sirkular, serta upaya pengurangan limbah industri. Pendekatan ini selaras dengan konsep manufaktur berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan. Ketiga, transformasi menuju Industri 5.0 memunculkan berbagai jenis pekerjaan baru, seperti desainer robot, analis data, teknisi sistem terintegrasi, hingga pengembang teknologi realitas virtual. Kehadiran profesi-profesi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem industri modern menjadi semakin kompleks dan menuntut penguasaan kompetensi lintas disiplin untuk dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang cepat.
Nama: Okta Saputri
NPM: 2213031011
Menurut saya, setelah menyimak video tersebut, bisa disimpulkan bahwa Industry 5.0 adalah tahap lanjutan dari Industry 4.0 yang tidak hanya menekankan otomatisasi dan efisiensi, tetapi juga kolaborasi antara manusia dan teknologi. Kalau di Industry 4.0 pabrik pintar (smart factory) lebih banyak berfokus pada mesin, robot, dan sistem otomatis, maka di Industry 5.0 justru manusia kembali menjadi pusat dari proses industri. Di dalam video dijelaskan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), robot kolaboratif (cobots), dan Internet of Things (IoT) bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk membantu dan meningkatkan kemampuan manusia agar bekerja lebih kreatif dan produktif. Jadi, manusia dan mesin bekerja bersama sebagai satu tim.
Kaitannya dengan topik perkuliahan Smart Factories & Industry 5.0, saya melihat bahwa konsep pabrik pintar ke depan akan semakin manusiawi dan berkelanjutan. Smart factory tidak hanya soal kecepatan produksi atau efisiensi biaya, tapi juga tentang menciptakan lingkungan kerja yang aman, ramah, dan memberikan nilai tambah bagi pekerja dan masyarakat. Selain itu, Industry 5.0 juga menekankan pentingnya sustainability (keberlanjutan) dan resilience (ketahanan industri). Artinya, pabrik tidak hanya harus canggih, tapi juga tahan terhadap perubahan global, seperti krisis energi atau disrupsi teknologi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa masa depan industri bukan hanya soal teknologi pintar, tetapi bagaimana teknologi itu bisa digunakan untuk memperkuat peran manusia dan menciptakan keseimbangan antara efisiensi, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.
NPM: 2213031011
Menurut saya, setelah menyimak video tersebut, bisa disimpulkan bahwa Industry 5.0 adalah tahap lanjutan dari Industry 4.0 yang tidak hanya menekankan otomatisasi dan efisiensi, tetapi juga kolaborasi antara manusia dan teknologi. Kalau di Industry 4.0 pabrik pintar (smart factory) lebih banyak berfokus pada mesin, robot, dan sistem otomatis, maka di Industry 5.0 justru manusia kembali menjadi pusat dari proses industri. Di dalam video dijelaskan bahwa teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), robot kolaboratif (cobots), dan Internet of Things (IoT) bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk membantu dan meningkatkan kemampuan manusia agar bekerja lebih kreatif dan produktif. Jadi, manusia dan mesin bekerja bersama sebagai satu tim.
Kaitannya dengan topik perkuliahan Smart Factories & Industry 5.0, saya melihat bahwa konsep pabrik pintar ke depan akan semakin manusiawi dan berkelanjutan. Smart factory tidak hanya soal kecepatan produksi atau efisiensi biaya, tapi juga tentang menciptakan lingkungan kerja yang aman, ramah, dan memberikan nilai tambah bagi pekerja dan masyarakat. Selain itu, Industry 5.0 juga menekankan pentingnya sustainability (keberlanjutan) dan resilience (ketahanan industri). Artinya, pabrik tidak hanya harus canggih, tapi juga tahan terhadap perubahan global, seperti krisis energi atau disrupsi teknologi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa masa depan industri bukan hanya soal teknologi pintar, tetapi bagaimana teknologi itu bisa digunakan untuk memperkuat peran manusia dan menciptakan keseimbangan antara efisiensi, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.