FORUM JAWABAN POST TEST

FORUM JAWABAN POST TEST

Jumlah balasan: 41

Tulis jawaban rrksit analisis jurnal di forum ini

Nama 

Npm

Jawaban min 2 paragraf. 

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Mawar Nisrina Putri -
NAMA: Mawar Nisrina Putri

NPM: 2217011090

Jawaban:
Berdasarkan jurnal yang diberikan, jurnal ini membahas mengenai pentingnya kearifan lokal dalam mempertahankan identitas bangsa Indonesia di tengah pengaruh globalisasi. Di dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa di era globalisasi yang cenderung membuat budaya menjadi seragam, kita perlu menggali dan memperkuat kearifan lokal agar identitas nasional tetap terjaga. Kearifan lokal bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga bisa membantu membangun kesadaran bersama yang dapat menyatukan berbagai suku dan budaya di Indonesia. Dengan menonjolkan nilai-nilai lokal, masyarakat diharapkan bisa menghadapi berbagai masalah sosial, ekonomi, dan politik yang muncul akibat perubahan zaman.

Dalam jurnal ini juga memberitahu tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia yang beragam. Meskipun Indonesia kaya akan budaya, potensi konflik antara suku dan golongan tetap ada. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan sikap saling menghormati dan memahami antar kelompok etnis. Kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengikat yang memperkuat integrasi sosial dan menciptakan harmoni di tengah perbedaan. Dengan demikian, revitalisasi kearifan lokal bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga merupakan langkah penting untuk membangun identitas nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Tegar Putra Arrasyid -
Nama : Tegar Putra Arrasyid

NPM : 2217011006

Jurnal tersebut membahas pentingnya kearifan lokal dalam membentuk identitas bangsa Indonesia. Di tengah arus globalisasi yang membawa banyak pengaruh budaya asing, disini penulis menekankan bahwa kearifan lokal perlu dijaga dan dikembangkan. Kearifan lokal bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga nilai yang dapat menyatukan masyarakat yang beragam. Dengan saling menghargai perbedaan, masyarakat dapat hidup dalam suasana yang harmonis dan penuh toleransi.

Namun, ada tantangan dalam melestarikan kearifan lokal. Globalisasi sering kali menyebabkan budaya menjadi seragam, sehingga nilai-nilai lokal berisiko terkikis. Meski begitu, penulis berpendapat bahwa kearifan lokal dapat terus bertahan jika mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan dan menyebarluaskan kearifan lokal kepada generasi muda, sehingga tetap relevan dalam kehidupan modern dan tidak hanya dianggap sebagai bagian dari masa lalu.

Di bagian akhir, penulis juga mengajak semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun akademisi, untuk bekerja sama dalam melestarikan kearifan lokal. Kebijakan yang mendukung pelestarian budaya perlu diintegrasikan ke dalam program pembangunan nasional, dan pendidikan tentang kearifan lokal sebaiknya diajarkan di sekolah. Dengan upaya ini, kearifan lokal dapat menjadi fondasi yang kuat bagi identitas bangsa serta modal sosial yang penting dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Yenaly Fitriana 2217011024 -
Nama : Yenaly Fitriana

NPM : 2217011024

Setelah membaca jurnal ini, saya mendapatkan beberapa kesimpulan bahwa jurnal ini membahas tentang bagaimana pentingnya kearifan budaya lokal dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin kuat saat ini. di mana isi dalam jurnal ini cenderung menyoroti bahwa Indonesia merupakan suatu negara yang kaya akan keragaman suku dan budaya, sehingga pada era globalisasi ini Indonesia memiliki suatu tantangan dalam mempertahankan keutuhan identitas nasional.

Kearifan lokal dianggap sebagai elemen penting yang perlu digali dan diperbaharui untuk menjaga jati diri bangsa. Dalam jurnal ini, penulis mengajukan pertanyaan mengenai relevansi nilai-nilai budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa di era globalisasi yang penuh dengan tuntutan dan perubahan. Sehingga, jurnal ini menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki banyak potensi budaya. Namun, tetap terdapat adanya tantangan dalam mewujudkan integrasi sosial di antara berbagai kelompok etnis. Konflik antar suku dan ketidakadilan sosial sering kali mengancam persatuan bangsa. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kesadaran kolektif yang menghargai keberagaman dan mendorong rasa persatuan. Kearifan lokal diharapkan dapat menjadi modal budaya yang memperkuat identitas negara Indonesia dan membantu masyarakat untuk selalu hidup berdampingan dalam keragaman tanpa kehilangan akar budaya masing-masing.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Nindia Nayla Assyifah -
Nama : Nindia Nayla Assyifah
NPM : 2217011168

Jurnal ini membahas bagaimana pentingnya kearifan lokal sebagai perekat bangsa dan pentingnya dalam memepertahankan identitas bangsa Indoesia di tengah kebudayaan homogenisasi sebagai pengaruh dari globalisasi. Identitas masa dan ruang mempunyai makna penting dalam permasalahan kebudayaan. Bagi bangsa Indonesia yang memiliki keragamaan suku bangsa, identitas bukan semata tentang geopolitik namun juga berdasarkan perjalanan sejarah kehidupan manusia yang melahirkan keragamaan budaya.Dalam menentukan identitas bangsa tergolong cukup sulit, secara realita sosialnya, Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa. Sejauh ini masih banyak kesalahan dalam pengartian konsep suku bangsa ini sendiri. Identitas seseorang dapat diakui secara keanggotaannya dalam struktur sosial. Haryati Subadio (1986:18-19) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa.

Barker (2005:14) mengatakan identitas lebih merupakan konstruksi diskursif, produk wacana-wacana, atau cara cara tertentu dalam berbicara (regulated ways of speaking) tentang dunia. Sebagai konstruksi diskursif karena melalui pertuturan dan pertulisan-lah seseorang dan atau sekelompok orang dapat dikenal dan memperkenalkan jati dirinya. Jati diri sebagai guru, pejabat, pedagang, dokter dan lain-lain dapat disimak dan difahami lewat bahasanya, lewat tuturan dan tulisannya. Dengan istilah lain identitas diciptakan dan bukan ditemukan, dan terbentuk dari representasi representasi terutama bahasa. Identitas merupakan tanda yang menjadi ciri khas dari suatu agama, bahasa dan juga adat budaya. Namun banyaknya agama, budaya dan suku bangsa yang ada menjadikan tantangan bagi Indonesia untuk hidup selaras dan berdampingan dengan etnis lain tanpa adanya identitas utama yang mempersatukan kelompok kelompok ini. Perbedaan suku, etnis dan agama menjadi masalah sensitif yang dapat memecah kedaulatan bangsa Indonesia. Masalah tentang keseragaman ini semakin mencuat dikarenakan kecenderungan masyarakat menolak terhadap keseragaman yang di akibatkan pengaruh dari globalisasi, hal ini memicu egoisme individu untuk menjadikan suku atau agamanya menjadi lebih unggul daripada yang lain. Dalam kaitan ini kearifan lokal sebagai pusaka budaya menempati posisi sentral sebagai inspirasi dalam penguatan jati diri atau identitas kultural. Penguatan jati diri suatu kelompok etnik atau bangsa menjadi begitu penting di era globalisasi, dengan harapan agar budaya yang telah ada sejak dahulu ini tetap terjaga di tengah homogenitas globalisasi.

Indonesia sebagai negara bangsa yang multietnis dan multikultural memang sejak awal berdirinya legitimasi mengandung masalah kultural. ketidakadilan, kurangnya Kesenjangan, pemerataan pembangunan, tirani minoritas yang terjadi di berbagai wilayah di tanah air dalam kenyataannya telah memicu terjadinya konflik sosial di berbagai wilayah di Indonesia. Struktur masyarakat Indonesia yang multistruktural merupakan kendala terwujudnya integrasi nasional. Sistem nilai merupakan inti dari kebudayaan. Konfigurasi nilai menjadi identitas dan karakteristik dasar suatu kebudayaan (Alisyahbana, 1985). Selanjutnya Koentjaraningrat (1986) mengatakan bahwa sistem nilai merupakan sistem ide tentang hal hal yang dianggap berharga dan bernilai dalam kehidupan. Dalam masyarakat di nusantara religius, solidaritas, keadilan merupakan sistem nilai, karena manusia dan masyarakat Indonesia menilai tinggi ketuhanan, persatuan, dan keadilan. Penting untuk disadari bahwa bangsa Indonesia mewarisi berbagai kekayaan alam, kekayaan hayati, dan kekayaan keanekaragaaman sosiokultural. Kekayaan ini merupakan modal dasar yang harus dikelola untuk kesejahteraan masyarakatnya. Kearifan lokal sebagai modal budaya Indonesia diharapkan mampu menumbuhkembangkan identitas ke-Indonesiaan, menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, membangun bobot kualitas manusia dan bangsa Indonesia, kemuliaan harkat dan martabat bangsa yang memancar ke dalam bagi keadaban warga negara bangsa dan ke luar dalam membangun citra dan pergaulan antar bangsa dalam bingkai diplomasi kebudayaan. Menjalankan diplomasi kebudayaan berarti dengan sengaja dan terarah ada upaya untuk menanamkan, mengembangkan, dan memelihara citra Indonesia di luar negeri sebagai negara dan bangsa yang berkebudayaan tinggi. Pada era globalisasi dewasa ini muncul upaya-upaya untuk membangkitkan kembali atau pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan peran dari lembaga-lembaga adat. Menggunakan nilai nilai budaya lokal untuk menjawab berbagai tantangan inilah sebagai wujud nyata revitalisasi budaya lokal itu. Bahkan tidak hanya mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, namun kearifan lokal itu dapat dijadikan sebagai perekat sekaligus memperkokoh identitas bangsa.

Kesimpulan dari jurnal ini yaitu Indonesia memiliki beragama suku, budaya dan agama yang beragam yang menjadikannya unik dan memiliki ciir khas. Namun keberagaman ini kah yang menjadi tantangan untuk Indonesia baik segi identitas nasional juga kedaulatan bangsa. Di tengah pengaruh globalisasi, kearifan lokal dapat menjadi pengikat dari banyaknya keragaman ini dan mencegah disintegrasi nasional. Kearifan lokal menjadi langkkah penting untuk dapat memepertahankan dan membangun kembali identitas nasional bangsa yang berkelanjutan, serta dapat menjawab permasalahan yang menjadi tantanngan bagi bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Carera Patricia Febriani_2217011019 -
NAMA : Carera Patricia Febriani

NPM : 2217011019

JAWABAN
Jurnal ini membahas pentingnya kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa di era globalisasi. Dalam konteks Indonesia, keberagaman budaya dan suku bangsa menjadi tantangan sekaligus kekuatan dalam membangun identitas nasional. Artikel ini menyoroti bagaimana modernisasi dan globalisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk munculnya tuntutan yang berlebihan dalam berbagai aspek kehidupan. Fenomena ini sering kali menimbulkan konflik sosial yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai budaya lokal dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga jati diri bangsa di tengah arus perubahan global.

Selain itu, jurnal ini juga mengangkat konsep multikulturalisme sebagai strategi untuk memperkuat persatuan dalam keragaman. Multikulturalisme menekankan prinsip hidup berdampingan dengan saling menghormati budaya lain tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing. Dalam konteks ini, kearifan lokal berfungsi sebagai modal budaya yang dapat memperkokoh kohesi sosial dan membangun solidaritas antar kelompok. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menerapkan nilai-nilai budaya lokal dalam kebijakan nasional secara konkret, sehingga tidak hanya menjadi sekadar wacana tanpa implementasi nyata. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap kebudayaan lokal dan komitmen untuk menjadikannya sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional menjadi sangat penting dalam menjaga identitas bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Naghmah Syifa Bilqis -
Nama: Naghmah Syifa Bilqis
NPM: 2217011072

Jurnal ini menyoroti bahwa multikulturalisme bukan hanya tentang keberagaman, tetapi juga tentang kemampuan untuk hidup berdampingan secara damai dengan menghormati perbedaan budaya. Namun, globalisasi yang membawa pengaruh kapitalisme dan modernisme cenderung mengaburkan batas-batas budaya lokal, sehingga memunculkan kebutuhan untuk merevitalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Penulis mendefinisikan kearifan lokal sebagai bagian dari kebudayaan yang memiliki kemampuan untuk bertahan, mengakomodasi, dan mengintegrasikan unsur-unsur budaya luar ke dalam budaya asli. Kearifan lokal juga dianggap sebagai kebijakan manusia dan komunitas yang bersandar pada filosofi, nilai-nilai, etika, dan perilaku tradisional dalam mengelola sumber daya alam, hayati, manusia, dan budaya.
 
Jurnal ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh Indonesia sebagai negara multietnis dan multikultural. Penulis mengidentifikasi beberapa sumber konflik yang mungkin terjadi antar suku bangsa, seperti persaingan dalam mendapatkan sumber daya, pemaksaan budaya atau agama, dan dominasi politik. Untuk mengatasi konflik ini, penulis menyarankan perlunya revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sebagai upaya untuk memperkuat identitas nasional dan menjaga keutuhan bangsa. Kearifan lokal dianggap sebagai modal budaya yang dapat menjadi dasar untuk membangun kesadaran kolektif dan integrasi nasional.

Penulis memberikan contoh-contoh kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti konsep Tri Hita Karana dari Bali yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, serta ungkapan-ungkapan bijak dari Jawa yang mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk melestarikan budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia dan menjaga kelestarian lingkungan. Penulis menegaskan bahwa Indonesia sebagai bangsa multikultural memiliki kewajiban untuk memelihara dan mendidik masyarakat agar mampu hidup bersama dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Kearifan lokal dianggap sebagai aset kekayaan budaya yang dapat dijadikan sebagai perekat dan modal dasar untuk memperkokoh identitas bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Hanun Lunar Pradaka -
Nama: Hanun Lunar Pradaka
NPM: 2217011084

Jurnal tersebut membahas tentang bagaimana kearifan budaya lokal berperan penting dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia di era globalisasi dengan menekankan hubungan antara kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional, terutama dalam menghadapi perubahan-perubahan sosial budaya pasca reformasi. Jurnal tersebut mengupas konsep kearifan lokal dan identitas dari berbagai perspektif, serta menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara multietnis dan multikultural.

Keberagaman budaya di Indonesia menjadi salah satu tantangan dalam membangun identitas nasional yang kuat. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan kebudayaan yang beragam. Konsep multikulturalisme dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan menghormati keberagaman tersebut. Dalam konteks ini, kearifan lokal bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga berperan sebagai alat pemersatu bangsa.

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia memiliki modal sosial yang dapat diperkuat melalui kebijakan pelestarian budaya lokal. Jati diri nasional yang kuat harus didukung oleh pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, kebijakan pemerintah dalam mempromosikan dan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam berbagai aspek kehidupan harus terus diperkuat agar identitas bangsa tetap terjaga di tengah arus globalisasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Garneta Heppy Chandra -
Nama : Garneta Heppy Chandra
NPM : 2217011078

Pada jurnal ini membahas pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Adanya permasalahan kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional yang terancam yang disebabkan oleh perubahan sosial dan budaya. Kita harus menjaga identitas bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan budaya agar tetap terlestarikan. Oleh karena itu pemahaman tentang kebudayaan Indonesia penting untuk integrasi sosial. Hal ini merupakan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat multikultural dalam mempertahankan identitas.

Kearifan lokal dianggap sebagai bagian dari kebudayaan yang harus dilestarikan. Hal ini dikarenakan identitas dapat dibentuk melalui interaksi sosial dan budaya. Kearifan lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat identitas di era globalisasi. Adanya perbedaan budaya dan etnis dapat berpotensi untuk munculnya konflik. Oleh karena itu, sangat penting untuk melestarikan kearifan lokal supaya budaya tetap terjaga.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Rizky Pradana Putra_2217011141 -
Nama : Rizky Pradana Putra
Npm. : 2217011141
Kelas. : kimia C

Postest part 2 identitas nasional

Identitas nasional tidak hanya terbentuk dari aspek sejarah dan etnisitas, tetapi juga dari faktor sosial dan politik yang berkembang seiring waktu. Faktor sosial mencakup kebiasaan, nilai, dan norma yang dianut oleh masyarakat, sementara faktor politik berkaitan dengan sistem pemerintahan, hukum, dan kebijakan negara yang turut membentuk karakter suatu bangsa. Peran lembaga negara dan organisasi masyarakat sangat penting dalam menanamkan kesadaran akan identitas nasional, baik melalui pendidikan, media, maupun kebijakan yang mendukung persatuan bangsa. Dengan demikian, identitas nasional terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan dinamika zaman tanpa kehilangan esensi jati diri bangsa. Selain itu, identitas nasional juga diperkuat oleh simbol-simbol kebangsaan seperti bendera, lagu kebangsaan, lambang negara, dan bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat yang berasal dari berbagai suku dan budaya. Penggunaan bahasa yang sama dalam komunikasi sehari-hari membantu memperkuat rasa kebersamaan dan mengurangi kesalahpahaman yang dapat memicu perpecahan. Di samping itu, nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara juga menjadi pedoman dalam membangun karakter bangsa yang berintegritas dan berjiwa nasionalisme.

Namun, dalam perkembangannya, identitas nasional menghadapi berbagai tantangan, terutama dari pengaruh globalisasi. Arus informasi yang cepat membawa masuk budaya asing yang dapat memengaruhi gaya hidup dan pola pikir masyarakat Indonesia. Jika tidak disaring dengan baik, budaya asing tersebut berpotensi menggeser nilai-nilai kebangsaan dan melemahkan rasa nasionalisme. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap mempertahankan kearifan lokal serta nilai-nilai budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Pendidikan dan media memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya identitas nasional di tengah perubahan zaman. Selain globalisasi, ancaman lain terhadap identitas nasional adalah perpecahan sosial akibat konflik kepentingan, diskriminasi, dan ketimpangan ekonomi. Perbedaan kepentingan sering kali memicu perselisihan antarkelompok yang dapat mengancam persatuan bangsa. Diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, atau golongan juga berpotensi melemahkan solidaritas nasional. Sementara itu, ketimpangan ekonomi dapat menyebabkan kesenjangan sosial yang menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berkeadilan serta kesadaran kolektif untuk mengedepankan kepentingan bersama demi menjaga keharmonisan bangsa.

Untuk memperkuat identitas nasional, diperlukan upaya nyata dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga pendidikan. Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat mendukung persatuan dan kesejahteraan rakyat, seperti pemerataan pembangunan, penegakan hukum yang adil, serta penguatan pendidikan karakter. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberagaman dengan tetap menghormati perbedaan serta mengutamakan sikap toleransi dan gotong royong. Selain itu, lembaga pendidikan harus terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda agar mereka tetap memiliki rasa cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya identitas nasional. Dengan berbagai tantangan dan upaya yang dilakukan, identitas nasional tetap harus dijaga agar tidak tergerus oleh zaman. Keberagaman yang ada di Indonesia harus terus dipelihara sebagai kekuatan dalam membangun bangsa yang lebih maju dan harmonis. Melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Indonesia dapat tetap bersatu meskipun memiliki latar belakang yang berbeda. Dengan demikian, identitas nasional akan tetap menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Nurul Rismawati 2217011158 -
NAMA : Nurul Rismawati

NPM : 2217011158

Dalam jurnal yang berjudul "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa" yang dimuat dalam Jurnal Bakti Saraswati Vol. 05 No. 01, Maret 2016, oleh Ida Bagus Brata, memberikan informasi mengenai pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah arus globalisasi. Penulis mengamati bahwa pasca reformasi, masyarakat Indonesia menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan yang berlebihan di hampir semua aspek kehidupan, yang dapat memicu permasalahan krusial dan mengancam keutuhan bangsa. Dalam konteks ini, kearifan lokal dianggap sebagai elemen budaya yang esensial untuk digali, dikaji, dan direvitalisasi guna memperkuat fondasi jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penulis juga menekankan bahwa nilai-nilai budaya lokal memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi permasalahan era global. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang terkandung dalam kearifan lokal dapat menjadi perekat identitas bangsa dan alat untuk mengatasi berbagai tantangan sosial.

Dalam hal ini juga penulis menyoroti bahwa tanpa upaya revitalisasi kearifan lokal, identitas nasional dapat tergerus oleh pengaruh budaya asing yang masuk melalui globalisasi. Selain itu, penulis mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menggali dan mengembangkan kearifan lokal sebagai upaya mempertahankan identitas bangsa. Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dianggap penting untuk membentuk generasi yang memiliki kecerdasan emosional dan sosial, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada kesejahteraan dan kedamaian masyarakat. Dengan demikian, kearifan budaya lokal tidak hanya berfungsi sebagai perekat identitas bangsa, tetapi juga sebagai landasan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan damai.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Kevin Julian Manap_2217011101 -
NAMA : KEVIN JULIAN MANAP

NPM : 2217011101

JAWABAN:
Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa karya Ida Bagus Brata membahas peran penting kearifan lokal dalam menjaga identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Jurnal ini menyoroti bahwa Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga persatuan. Pasca reformasi, muncul tuntutan yang berlebihan di berbagai aspek kehidupan, yang sering kali berujung pada konflik sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan lokal menjadi elemen budaya yang harus digali dan direvitalisasi untuk memperkuat jati diri bangsa. Kearifan lokal dapat berfungsi sebagai pemersatu masyarakat dengan membangun kesadaran kolektif yang menghargai keberagaman. Namun, dalam era globalisasi yang cenderung menyeragamkan budaya, ada kekhawatiran bahwa identitas lokal akan terpinggirkan oleh pengaruh budaya luar.

Lebih lanjut, jurnal ini menyoroti bagaimana konsep multikulturalisme dapat menjadi solusi untuk mengelola keberagaman di Indonesia. Multikulturalisme mendorong prinsip co-existence, di mana berbagai kelompok budaya dapat hidup berdampingan dengan saling menghormati. Namun, tantangan utama adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara integrasi nasional dan pelestarian identitas budaya masing-masing daerah. Salah satu ancaman yang dibahas adalah kecenderungan globalisasi yang memunculkan homogenitas budaya, sehingga batas antarbangsa semakin kabur. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi kebudayaan yang tidak hanya mempertahankan nilai-nilai lokal, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kesadaran akan identitas nasional harus diperkuat melalui pendidikan dan diplomasi kebudayaan agar Indonesia tetap memiliki karakter khas di tengah arus globalisasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Theresia Maharani Sitorus -
Nama : Theresia Maharani Sitorus

NPM : 2257011004

Jurnal ini membahas mengenai pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia di era globalisasi. Hal yang menjadi sorotan adalah perubahan sosial, ekonomi, dan politik pasca-reformasi menyebabkan tantangan besar bagi keutuhan bangsa. Tuntutan globalisasi sering kali mengikis nilai-nilai budaya lokal, sehingga ada kekhawatiran bahwa identitas nasional bisa semakin melemah. Oleh karena itu, perlunya revitalisasi nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selain itu, Indonesia sebagai negara multikultural memiliki tantangan dalam menjaga integrasi nasional. Berbagai suku bangsa dengan keanekaragaman budaya memiliki potensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Namun, melalui pemahaman terhadap kearifan lokal, seperti gotong royong dan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika," Indonesia dapat memperkuat persatuan dan identitasnya. Dengan pendekatan multikulturalisme yang menekankan saling menghormati dan memahami perbedaan, kearifan lokal dapat berfungsi sebagai jembatan dalam menciptakan keharmonisan sosial serta membangun karakter bangsa yang kuat.

Globalisasi membawa tantangan besar terhadap keberlanjutan budaya lokal. Fenomena seperti homogenisasi budaya akibat perkembangan teknologi, perdagangan, dan pariwisata dapat menyebabkan masyarakat kehilangan jati diri budayanya. Namun, meskipun budaya asing masuk dan berkembang, masyarakat tetap dapat mempertahankan identitasnya dengan mengadaptasi unsur-unsur luar tanpa menghilangkan nilai-nilai asli yang telah diwariskan. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkret dalam pendidikan dan kebijakan pemerintah untuk memastikan bahwa kearifan lokal tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Widia Oktavani Br Tarigan 2217011095 -
Nama : Widia Oktavani Br Tarigan
NPM : 2217011095

Jurnal ini membahas pentingnya kearifan budaya lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia di era globalisasi. Penulis, Ida Bagus Brata, menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan globalisasi, nilai-nilai budaya lokal perlu digali, dikaji, dan direvitalisasi untuk memperkuat fondasi jatidiri bangsa. Globalisasi yang membawa homogenisasi budaya seringkali mengancam keunikan budaya lokal, sehingga revitalisasi kearifan lokal menjadi penting untuk menjaga integrasi dan persatuan bangsa. Jurnal ini juga mengangkat pertanyaan apakah nilai-nilai budaya lokal masih relevan untuk dihidupkan kembali dalam menghadapi berbagai permasalahan di era globalisasi.

Selain itu, jurnal ini menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keragaman suku bangsa dan budaya yang sangat kaya. Namun, keragaman ini juga berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Penulis mengutip pandangan beberapa ahli yang menyatakan bahwa semboyan "Bhineka Tunggal Ika" masih lebih sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan daripada kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap kebudayaan Indonesia dari berbagai segi menjadi penting untuk menemukan integrasi sebagai unsur penting dalam usaha persatuan bangsa. Kearifan lokal dianggap sebagai modal budaya yang dapat menjadi dasar untuk memperkuat identitas nasional.

Terakhir, jurnal ini menawarkan solusi dengan mengangkat kearifan lokal sebagai inspirasi dalam penguatan jati diri bangsa. Penulis mencontohkan beberapa kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti konsep tri hita karana dari Bali dan gotong royong yang memiliki istilah berbeda di setiap daerah. Kearifan lokal ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam mengembangkan wawasan kebangsaan dan membangun kualitas manusia Indonesia. Dengan demikian, revitalisasi kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai perekat identitas bangsa, tetapi juga sebagai modal budaya untuk menghadapi tantangan globalisasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Raca Asyifa Hasanah -
Nama : Raca Asyifa Hasanah

NPM : 2217011028

Jurnal ini membahas tentang pentingnya kearifan budaya lokal dalam menjaga identitas bangsa di tengah tantangan globalisasi. Dalam era modern ini, banyak perubahan sosial dan budaya yang terjadi akibat pengaruh globalisasi, yang sering kali menyebabkan melemahnya nilai-nilai tradisional. Penulis menyoroti bahwa budaya lokal bukan hanya sekadar warisan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri bangsa. Konsep seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni sosial yang berasal dari budaya lokal menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa yang multikultural seperti Indonesia. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana nilai-nilai tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman dan tidak terkikis oleh budaya asing yang semakin mendominasi.

Jurnal ini juga mengangkat isu konflik sosial yang sering muncul akibat perbedaan budaya, agama, dan etnis di Indonesia. Penulis menegaskan bahwa salah satu penyebab konflik adalah kurangnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya identitas nasional yang bersumber dari nilai-nilai budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi budaya agar masyarakat lebih memahami dan menghargai kearifan lokal sebagai alat pemersatu bangsa. Dalam hal ini, pendidikan dan kebijakan yang mendukung pelestarian budaya lokal sangat diperlukan agar generasi muda tetap memiliki rasa cinta terhadap identitas bangsanya sendiri. Kesimpulannya, jurnal ini mengajak kita untuk lebih menghargai dan menjaga budaya lokal sebagai pondasi yang kuat dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin kuat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Fiqri Fiqri Fauzan hadi -
NAMA : FIQRI FAUZAN HADI
NPM : 2217011157

Jawab

Oleh karena itu, menurut saya penting bagi budaya lokal untuk diperkuat agar identitas nasional tetap hidup di tengah tantangan globalisasi. Poin penulisan ini merupakan pentingnya kearifan lokal sebagai elemen budaya yang juga dirasa penting dan harus dieksplorasi dan direvitalisasi untuk mendukung identitas nasional. Saya akan membahas dinamika masyarakat multikultural Indonesia, yang mana membutuhkan persatuan antara keturunan dan penghormatan dari identitas etnis. Serta bahwa identitas budaya dapat menjadi faktor penting untuk memecahkan masalah sosial, ekonomi, dan politik di negara beraneka ragam.

Sudah sangat jelas bahwa Indonesia adalah negara yang ditakdirkan sebagai negara multikultural, selanjutnya menjadi tanggung jawab kita segenap bangsa Indonesia untuk memelihara, dan mendidik rakyat agar bisa berkehidupan rukun dalam bhinneka tanpa harus kehilangan jati diri etika budayanya. Berbagai budaya lokal dari berbagai daerah di Indonesia juga dapat sangat selektif diangkat sebagai aset budaya nasional, dan dijadikan sebagai dasar untuk memperkuat jati diri nasional Indonesia. sehingga perlu adanya merevitalisasi nilai-nilai lokal sebagai alat untuk mendukung kohesi nasional dan diplomasi budaya di era globalisasi saat ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Zafira Anargya Kirana -
Nama : Zafira Anargya Kirana
NPM : 2217011005

Dalam jurnal ini menyoroti kerumitan identitas bangsa Indonesia yang terbentuk dari keberagaman budaya dan etnis. Penulis menegaskan bahwa identitas nasional bukan sekadar kesatuan geopolitik, tetapi juga hasil dari interaksi budaya yang beragam sepanjang sejarah. Namun, keberagaman ini juga menghadirkan tantangan dalam menjaga persatuan, terutama di era globalisasi yang sering memicu ketegangan sosial. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya lokal menjadi penting untuk memperkuat kesadaran kolektif dan mempertahankan harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagian kerangka konseptual dan teoretik dalam jurnal ini menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan elemen penting dalam identitas budaya suatu bangsa. Berbagai teori menyatakan bahwa kearifan lokal bersifat dinamis dan mampu beradaptasi dengan budaya luar tanpa kehilangan esensinya. Konsep ini diperkuat oleh pemikiran para ahli yang menyebutkan bahwa kebudayaan tradisional tidak bersifat statis, melainkan terus berkembang melalui proses interaksi dan integrasi dengan unsur-unsur modern. Oleh karena itu, nilai-nilai lokal tidak hanya berperan dalam menjaga jati diri budaya, tetapi juga sebagai strategi bertahan di tengah arus globalisasi.

Dalam analisis terhadap kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa, jurnal ini mengungkapkan bahwa globalisasi membawa ancaman homogenisasi budaya yang dapat menghilangkan keunikan budaya lokal. Namun, di sisi lain, kesadaran terhadap pentingnya mempertahankan identitas budaya juga semakin meningkat. Nilai-nilai budaya lokal, seperti gotong royong dan kebersamaan, menjadi modal sosial yang harus terus dijaga agar Indonesia tidak kehilangan akar budayanya. Jurnal ini menyimpulkan bahwa untuk memperkokoh identitas bangsa, dibutuhkan strategi yang tidak hanya mempertahankan budaya lokal, tetapi juga memanfaatkannya sebagai alat diplomasi dan pembangunan nasional di tengah perubahan global.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Annisa Aulia Putri -
Nama: Annisa Aulia Putri
NPM: 2217011143

Berdasarkan apa yang saya baca dari jurnal ini, menurut opini saya, jurnal ini, membahas bagaimana nilai-nilai budaya lokal berperan dalam memperkuat identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Hal ini sangat sesuai karena Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, budaya, dan tradisi. Akan tetapu, dalam era modern, nilai-nilai budaya lokal semakin tergerus oleh pengaruh budaya asing. Meskipun semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" menjadi prinsip persatuan, masih ada tantangan dalam menjaga integrasi nasional. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap budaya Indonesia menjadi penting untuk memperkokoh persatuan.

Kearifan lokal memiliki peran utama dalam mempertahankan identitas bangsa. Nilai-nilai tradisional yang diwariskan turun-temurun, seperti Tri Hita Karana dalam budaya Bali dan Gotong Royong dalam budaya Jawa, menjadi pedoman dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Namun, budaya lokal sering kali berbenturan dengan modernisasi dan kapitalisme global, menyebabkan banyak tradisi mulai ditinggalkan. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai budaya lokal perlu dilakukan agar tetap relevan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Meskipun memiliki potensi besar dalam menjaga persatuan bangsa, kearifan lokal menghadapi berbagai tantangan. Ketimpangan sosial, konflik berbasis etnis dan agama, serta pengaruh globalisasi membuat masyarakat lebih cenderung mengadopsi budaya asing dibandingkan dengan budaya sendiri. Jika dibiarkan terus menerus budaya kita yang tergerus.

Kesimpulannya, jurnal ini menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang hidup dalam keberagaman, sehingga diperlukan kesadaran untuk menjaga dan menghormati identitas budaya tanpa mengorbankan persatuan nasional. Kearifan lokal harus tetap dijaga dan dikembangkan sebagai modal budaya dalam menghadapi globalisasi. Dengan mempertahankan nilai-nilai tradisional dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman, identitas nasional akan semakin kuat dan menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Hesti Ollivia -
Nama : Hesti Ollivia
NPM : 2217011135
Jawaban :
Pada jurnal tersebut membahas peran kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi. Di era reformasi, perubahan sosial dan tuntutan yang meningkat dalam berbagai aspek kehidupan dapat memicu konflik yang mengancam persatuan bangsa. Oleh karena itu, kearifan lokal dianggap sebagai elemen budaya penting yang perlu direvitalisasi untuk memperkuat identitas nasional. Konsep ini mencakup nilai-nilai tradisional yang diwariskan turun-temurun dan dapat berfungsi sebagai alat untuk mengatasi tantangan modern tanpa kehilangan jati diri budaya.

Dalam pembahasannya, jurnal ini menyoroti bahwa Indonesia adalah negara multikultural dengan beragam suku dan budaya, yang masing-masing memiliki identitasnya sendiri. Namun, dengan adanya pengaruh globalisasi dan modernisasi, sering terjadi gesekan antara budaya tradisional dan budaya luar. Multikulturalisme dipandang sebagai solusi yang memungkinkan berbagai kelompok budaya hidup berdampingan secara harmonis. Selain itu, pentingnya nilai-nilai kebersamaan seperti "Bhinneka Tunggal Ika" dan gotong royong dalam berbagai daerah menjadi modal sosial dalam menjaga keutuhan bangsa.

Jadi bisa dikatakan bahwa revitalisasi kearifan lokal tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya, tetapi juga sebagai strategi dalam membangun identitas nasional yang kuat. Melalui pemahaman terhadap budaya lokal, masyarakat dapat lebih sadar akan identitas mereka dan lebih siap menghadapi tantangan global. Dengan demikian, kearifan lokal tidak hanya berperan dalam menjaga keharmonisan sosial, tetapi juga dalam membentuk karakter bangsa yang memiliki daya tahan terhadap perubahan zaman.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Kenita Hupeza -
Nama: Kenita Hupeza
NPM: 2217011173

Berdasarkan isi dari jurnal tersebut membahas pentingnya budaya lokal dalam memperkuat jati diri bangsa, terutama di era globalisasi yang semakin mengikis batas antarnegara. jurnal ini menekankan bagaimana perubahan sosial, ekonomi, dan politik akibat globalisasi sering kali mengancam identitas nasional. Dalam hal ini, budaya lokal dianggap sebagai pondasi penting yang bisa menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Tradisi-tradisi yang telah diwariskan turun-temurun, seperti gotong royong, toleransi, dan kearifan dalam menghadapi perbedaan, dinilai masih sangat relevan dan perlu terus dijaga agar tidak hilang tertelan zaman.

Jurnal ini juga mengangkat konsep multikulturalisme sebagai salah satu cara untuk menyatukan keberagaman etnis dan budaya di Indonesia. Adanya semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi identitas nasional, tetapi masih ada kesenjangan sosial dan konflik antar kelompok yang bisa mengancam persatuan bangsa. Oleh karena itu, kearifan lokal bisa dijadikan alat untuk membangun kesadaran kolektif, mempererat hubungan antar masyarakat, dan menciptakan integrasi nasional yang lebih kuat. Penulis juga menekankan bahwa pendidikan dan kebijakan pemerintah harus lebih banyak mengakomodasi nilai-nilai budaya lokal agar masyarakat tetap memiliki rasa kebangsaan yang kuat tanpa harus meninggalkan akar budaya mereka.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Hotlianti Pangaribuan -
Nama: Hotlianti Pangaribuan
Npm: 2217011115

JAWABAN:
Jurnal ini membahas pentingnya kearifan lokal dalam memperkuat identitas bangsa Indonesia, terutama di tengah tantangan globalisasi yang semakin berkembang pesat. Identitas nasional bukan hanya sekadar persoalan politik atau administratif, tetapi merupakan hasil dari interaksi yang kompleks antara berbagai suku, budaya, dan tradisi yang hidup di Indonesia. Globalisasi sering kali membawa pengaruh budaya asing yang masuk tanpa filter, sehingga dapat melemahkan atau bahkan menghilangkan jati diri suatu bangsa jika tidak diantisipasi dengan baik. Maka nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun harus terus dipelajari, dilestarikan, dan dikembangkan agar tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga tetap hidup dan berfungsi dalam kehidupan masyarakat modern. Kearifan lokal dapat menjadi benteng pertahanan terhadap pengaruh luar yang dapat mengikis nilai-nilai asli bangsa Indonesia. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai lokal dalam berbagai aspek kehidupan, masyarakat dapat tetap mempertahankan identitasnya tanpa harus menutup diri dari perubahan zaman.

Selain membahas kearifan lokal, jurnal ini juga menyoroti pentingnya konsep multikulturalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai negara yang memiliki ratusan suku bangsa dengan budaya yang beragam, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan. Konsep “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi landasan yang sangat penting dalam merajut kebersamaan di antara masyarakat yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Namun, pada kenyataannya, masih sering terjadi konflik sosial yang dipicu oleh perbedaan suku, agama, atau budaya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk membangun pemahaman terhadap keberagaman masih harus terus dilakukan agar perbedaan yang ada tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan justru menjadi kekuatan yang memperkaya identitas nasional. Kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup berdampingan dengan saling menghormati perlu terus diperkuat melalui berbagai cara, seperti pendidikan multikultural, dialog antarsuku, serta kebijakan yang mendukung kesetaraan dan penghormatan terhadap semua kelompok budaya.

Sebagai langkah nyata dalam menjaga identitas bangsa di era globalisasi, kearifan lokal dapat dimanfaatkan sebagai perekat sosial yang memperkuat persatuan dan keharmonisan dalam masyarakat. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar mereka tetap menghargai dan menerapkan kearifan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kebijakan sosial dan budaya yang berbasis pada kearifan lokal harus terus dikembangkan agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur. Jika kearifan lokal dapat diberdayakan dengan baik, maka bangsa Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah arus perubahan global, tetapi juga semakin kuat dalam membangun identitas nasional yang kokoh. Dengan demikian, globalisasi tidak akan menjadi ancaman bagi budaya lokal, melainkan justru menjadi peluang untuk memperkenalkan dan memperkaya nilai-nilai budaya Indonesia di kancah dunia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Khansa Fathrizkiya Julisa_2217011015 -
Nama : Khansa Fathrizkiya Julisa
Npm : 2217011015

Jurnal ini membahas pentingnya kearifan budaya lokal dalam menjaga identitas bangsa, terutama di era globalisasi yang membawa berbagai tantangan bagi keberagaman budaya. Globalisasi tidak hanya mempengaruhi aspek ekonomi dan teknologi, tetapi juga berpotensi mengikis nilai-nilai budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dalam konteks Indonesia, yang merupakan negara multikultural dengan ratusan suku dan bahasa, kearifan lokal menjadi elemen penting untuk memperkuat persatuan dan identitas nasional. Nilai-nilai budaya lokal, seperti gotong royong, toleransi, dan rasa kebersamaan, berperan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, pengaruh budaya asing dan modernisasi yang cepat telah menyebabkan lunturnya kesadaran terhadap nilai-nilai tradisional tersebut.

Dalam jurnal ini juga dijelaskan bahwa konsep “Bhinneka Tunggal Ika” merupakan dasar bagi integrasi bangsa yang terdiri dari berbagai kelompok etnis dan budaya. Meskipun semboyan ini telah lama menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa, kenyataannya masih ada tantangan dalam menerapkan nilai-nilai persatuan dan kesetaraan. Konflik sosial, kesenjangan ekonomi, serta kurangnya pemahaman terhadap budaya lain sering menjadi pemicu perpecahan di masyarakat. Oleh karena itu, revitalisasi kearifan lokal sangat diperlukan untuk menjaga harmoni sosial. Revitalisasi ini dapat dilakukan dengan cara mengajarkan nilai-nilai budaya sejak dini, memasukkan unsur kearifan lokal dalam pendidikan, serta mendorong masyarakat untuk lebih menghargai dan melestarikan tradisi mereka. 

Jurnal ini juga menekankan bahwa pelestarian kearifan lokal tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga menjadi modal dalam menghadapi tantangan global. Nilai budaya yang kuat membantu masyarakat menyaring pengaruh luar tanpa kehilangan jati diri. Selain itu, kearifan lokal berperan dalam pembangunan berkelanjutan, seperti pengelolaan lingkungan berbasis tradisi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk merumuskan kebijakan yang mendukung pelestarian budaya lokal agar identitas bangsa tetap terjaga.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Novi Rahma Gunawan -
Nama: Novi Rahma Gunawan
NPM: 2217011062

Jurnal Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa membahas pentingnya kearifan lokal sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan identitas nasional ditengah arus globalisasi. Jurnal ini menjelaskan bahwa meskipun Indonesia memiliki keberagaman budaya, bahasa, dan adat istiadat, nilai-nilai lokal justru bisa menjadi perekat sosial jika dikelola dengan baik. Namun, dalam kenyataannya modernisasi dan globalisasi sering kali membuat masyarakat lebih cenderung mengadopsi budaya luar, yang berpotensi mengikis jati diri bangsa. Oleh karena itu, perlu ada upaya konkret untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan dalam kehidupan modern.

Jurnal ini juga membahas tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menjaga identitas nasional. Salah satu ancaman terbesarnya adalah kesenjangan sosial dan ketidakadilan yang bisa memicu konflik antar kelompok. Jika perbedaan budaya tidak disikapi dengan bijak, maka potensi perselisihan semakin besar. Konsep multikulturalisme yang dijelaskan dalam jurnal ini memberikan solusi dengan menanamkan rasa saling menghormati dan toleransi antar budaya. Dengan demikian, keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi justru memperkuat identitas bangsa. Selain itu, jurnal ini juga mengupas bagaimana globalisasi menciptakan tantangan baru bagi kebudayaan lokal. Teknologi komunikasi yang semakin maju membuat budaya asing lebih mudah diakses dan diadopsi oleh masyarakat. Jika tidak ada upaya pelestarian, budaya lokal bisa tergeser dan kehilangan relevansinya. Oleh karena itu, kearifan lokal harus dikembangkan bukan hanya sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan zaman. Kesimpulannya, jurnal ini menekankan bahwa menjaga dan mengadaptasi kearifan lokal dengan bijak adalah kunci untuk memperkuat identitas bangsa Indonesia di tengah perubahan global.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Bemby Adilia Heaverly 2217011045 -
NAMA: Bemby Adilia Heaverly
NPM: 2217011045
KELAS: C

Berdasarkan analisis saya mengenai Jurnal "Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa", Jurnal ini membahas pentingnya kearifan lokal sebagai elemen utama dalam mempertahankan identitas bangsa di tengah tantangan globalisasi. Dalam konteks negara Indonesia, kearifan lokal mencerminkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh berbagai suku dan komunitas etnik. Dalam jurnal trsebut, penulis menyoroti bagaimana modernisasi dan globalisasi dapat mengancam keberadaan nilai-nilai lokal, sehingga diperlukan upaya revitalisasi agar kearifan budaya tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jurnal ini juga menekankan bahwa multikulturalisme adalah realitas yang harus dipertahankan dan dihormati. Indonesia memiliki lebih dari 500 suku bangsa, dimana bangsa ini menghadapi tantangan dalam membangun identitas nasional yang kuat tanpa menghilangkan ciri khas budaya daerah. Penulis juga berpendapat bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika masih merupakan cita-cita yang terus diperjuangkan, bukan sekadar slogan. Dalam hal ini, diperlukan pendekatan budaya yang lebih inklusif agar tidak terjadi konflik identitas di tengah masyarakat yang semakin homogen akibat pengaruh global.

Selain itu, dalam jurnal penulis menguraikan bahwa nilai-nilai lokal dapat menjadi perekat sosial dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman. Prinsip-prinsip seperti gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap budaya lain harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jurnal ini memberikan perspektif yang menarik mengenai bagaimana bangsa Indonesia dapat mempertahankan identitasnya tanpa menutup diri dari perkembangan zaman. Oleh karena itu, topik yang dibahas dalam jurnal memberikan kita wawasan akan pentingnya pembentukan kebijakan budaya yang lebih adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan identitas nasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Aisah Fawwaz Sulaimah 2217011119 -
NAMA : Aisah Fawwaz Sulaimah
NPM : 2217011119

Dalam jurnalnya yang berjudul Kearifan Budaya Lokal Perekat Identitas Bangsa, Ida Bagus Brata (2016) menguraikan bahwa kearifan budaya lokal memiliki peran sentral dalam menjaga dan memperkuat identitas bangsa Indonesia. Dalam konteks globalisasi yang semakin kuat, perubahan sosial, ekonomi, dan politik terjadi begitu cepat sehingga dapat mengancam kelestarian nilai-nilai budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Brata berpendapat bahwa sejak era reformasi, masyarakat Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan identitas nasionalnya. Reformasi membawa berbagai tuntutan baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yang di satu sisi memberikan kebebasan, tetapi di sisi lain juga berpotensi melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam kondisi ini, kearifan budaya lokal menjadi semakin penting karena mengandung nilai-nilai kebijaksanaan yang telah teruji dalam membentuk harmoni sosial dan menciptakan stabilitas di tengah keberagaman etnis, agama, dan budaya yang ada di Indonesia.

Menurut Brata, kearifan budaya lokal merupakan ekspresi dari nilai-nilai luhur yang berkembang dalam suatu masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai tersebut mencerminkan cara hidup, norma, etika, serta prinsip-prinsip yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat dalam berinteraksi satu sama lain maupun dengan lingkungannya. Oleh karena itu, keberadaan kearifan budaya lokal tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga merupakan pedoman yang dapat digunakan untuk menghadapi tantangan zaman. Lebih lanjut, Brata menyoroti pentingnya revitalisasi kearifan budaya lokal agar tetap relevan dalam kehidupan modern. Hal ini mencakup upaya untuk menggali, mengkaji, serta mengadaptasikan nilai-nilai budaya lokal dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan esensi dan maknanya. Ia menegaskan bahwa jika nilai-nilai budaya lokal dapat diberdayakan dengan baik, maka budaya Indonesia tidak akan mudah tergerus oleh arus globalisasi yang cenderung membawa pengaruh budaya asing.

Selain itu, Brata juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai budaya lokal masih dapat berfungsi sebagai perekat identitas bangsa di era globalisasi. Ia menggarisbawahi bahwa tantangan utama dalam mempertahankan kearifan budaya lokal adalah bagaimana menyeimbangkan antara pelestarian nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan akan modernisasi. Jika tidak dikelola dengan baik, ada kemungkinan bahwa budaya lokal akan tergeser oleh budaya global yang lebih dominan, sehingga identitas bangsa menjadi semakin kabur. Dalam kesimpulannya, Brata menegaskan bahwa kearifan budaya lokal bukan hanya sekadar simbol tradisi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun akademisi, untuk menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal agar tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, kearifan budaya lokal dapat terus menjadi perekat identitas bangsa Indonesia di tengah dinamika perubahan global.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Prabu Sriwijaya S -
Nama: Prabu Sriwijaya Soedjadi

Npm: 2217011077

Jurnal ini menganalisis peran kearifan lokal sebagai fondasi esensial dalam memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah dinamika globalisasi yang masif. Ida Bagus Brata, penulis artikel, menegaskan bahwa kesadaran kolektif berbasis lokalitas serta identitas kebangsaan perlu dilestarikan dan direvitalisasi guna menjawab tantangan transformasi sosial-budaya kontemporer. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural terdiri atas lebih dari 520 kelompok etnis dengan sistem budaya heterogen. Kearifan lokal berfungsi sebagai perekat sosial yang mengintegrasikan pluralitas budaya. Penulis mengkritisi fenomena dominasi homogenisasi budaya akibat globalisasi, sambil menekankan bahwa nilai-nilai lokal masih signifikan dan perlu dikontekstualisasikan sebagai aset kebudayaan. Argumen utama yang dikemukakan menyatakan bahwa aktualisasi kearifan lokal secara strategis merupakan imperatif untuk mempertahankan karakteristik genuin bangsa sekaligus membentuk ketahanan budaya di era disrupsi.

Jurnal ini juga menegaskan bahwa gesekan sosial multikultural baik dalam skala mikro maupun makro yang kerap terjadi di Indonesia dapat dimitigasi melalui pengoptimalan kearifan lokal sebagai paradigma resolusi konflik. Penulis menguraikan akar persoalan konflik yang bersumber dari disparitas ekonomi, hegemoni politik, hingga friksi identitas keagamaan yang berpotensi memicu disintegrasi antaretnis. Oleh sebab itu, revitalisasi nilai-nilai budaya lokal tidak sekadar bersifat preservatif, melainkan juga berfungsi sebagai modal sosial untuk mengkonstruksi kesadaran kolektif yang integratif. Melalui pendekatan ini, kearifan lokal diposisikan sebagai mekanisme mediasi yang mampu merangkai harmonisasi sosial, sekaligus menjadi instrumen transformasi struktural bagi terciptanya sinergi kebangsaan. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan dinamika keberagaman sambil mengukuhkan kohesivitas nasional, sehingga kemajuan bangsa tetap berjalan beriringan dengan prinsip unity in diversity.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Sagita Nathania Irene_2217011107 -
NAMA: Sagita Nathania Irene Putri Armalya
NPM: 2217011107

Melalui jurnal yang diberikan, terlihat bahwa identitas nasional Indonesia terbentuk melalui perjalanan sejarah yang panjang, di mana keberagaman suku, budaya, dan agama menjadi bagian dari jati diri bangsa. Di tengah derasnya arus globalisasi, identitas nasional menjadi semakin penting sebagai perekat persatuan. Salah satu faktor utama yang memperkuat identitas nasional adalah kearifan lokal, yaitu nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun dalam masyarakat. Kearifan lokal ini mencerminkan keunikan dan kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dilestarikan agar tidak terkikis oleh pengaruh budaya asing. Tanpa upaya revitalisasi, nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas bangsa bisa tergerus, mengancam keutuhan sosial dan budaya.

Selain itu, jurnal ini juga menguraikan bagaimana kearifan lokal bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki peran dalam membangun karakter bangsa. Nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi menjadi bagian dari identitas nasional yang membedakan Indonesia dari bangsa lain. Sayangnya, di era modern ini, muncul tantangan seperti individualisme, penurunan semangat kebersamaan, serta pengaruh budaya asing yang lebih dominan dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya nyata untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup, baik melalui pendidikan, kebijakan pemerintah, maupun peran aktif masyarakat dalam menerapkan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, jurnal ini juga menekankan bahwa identitas nasional harus bersifat dinamis, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi dasarnya. Jika kearifan lokal hanya dianggap sebagai sesuatu yang statis dan tidak berkembang, maka akan sulit bagi bangsa Indonesia untuk mempertahankan identitasnya di era globalisasi. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil harus lebih fleksibel, dengan mengakomodasi unsur-unsur modern yang tetap sejalan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Dengan begitu, identitas nasional tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi landasan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang tetap berpijak pada akar budayanya sendiri.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh SUCI FITRIA INSANI -
Nama: Suci Fitria Insani
NPM: 2217011149

Pada jurnal tersebut membahas pentingnya kearifan lokal dalam menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Dalam era modern, tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dapat memicu konflik sosial, sehingga dibutuhkan penguatan nilai-nilai budaya lokal untuk mempertahankan keutuhan bangsa.
Beberapa poin utama dalam jurnal ini:
--Indonesia adalah negara multikultural dengan ratusan suku dan budaya. Keanekaragaman ini menjadi kekayaan sekaligus tantangan dalam membangun identitas nasional yang kuat.
--Modernisasi dan globalisasi membawa tantangan besar, seperti homogenisasi budaya yang dapat mengikis identitas lokal. Oleh karena itu, penting untuk merevitalisasi kearifan lokal agar tetap relevan di era global.
--Masyarakat Indonesia harus mampu hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan identitas budaya masing-masing. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni antarbudaya menjadi kunci integrasi.
--Konsep seperti Tri Hita Karana (Bali), Bhinneka Tunggal Ika, dan berbagai filosofi budaya daerah dapat dijadikan pedoman dalam memperkuat jati diri bangsa. Pelestarian nilai-nilai ini penting agar Indonesia tidak kehilangan karakter budayanya di tengah globalisasi.
--Kurangnya kesadaran dan kurangnya implementasi nilai budaya dalam kebijakan publik sering menjadi kendala dalam menjaga identitas bangsa.

Jurnal ini memberikan pandangan yang kuat mengenai peran kearifan lokal dalam menjaga identitas bangsa. Saya sepakat bahwa di era globalisasi, budaya lokal harus diperkuat agar tidak tergerus oleh budaya asing. Namun, saya juga melihat bahwa tantangan terbesar bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam negeri, di mana generasi muda semakin kurang mengenal dan menghargai warisan budaya mereka sendiri. Revitalisasi kearifan lokal harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih inovatif, misalnya dengan mengadaptasikan nilai-nilai tradisional ke dalam kehidupan modern. Contohnya, konsep gotong royong bisa dikembangkan dalam bentuk komunitas digital atau ekonomi berbasis kolaborasi.
Selain itu, penting bagi pemerintah dan lembaga pendidikan untuk lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai budaya lokal. Jika tidak, identitas bangsa bisa semakin kabur dan hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Nishfa Laila Maghfiroh 2217011041 -
Nama : Nishfa Laila Maghfiroh
NPM : 2217011041
Kelas : C

Pada jurnal tersebut dibahas tentang peran kearifan budaya lokal dalam memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah tantangan globalisasi. Identitas bangsa Indonesia sangat beragam karena terdiri dari berbagai suku, budaya, dan adat istiadat. Namun, globalisasi dan modernisasi membawa tantangan besar yang bisa mengikis identitas tersebut.

Indonesia dikenal sebagai negara multietnis dan multikultural (memiliki banyak budaya yang berbeda-beda). Motto "Bhinneka Tunggal Ika" mencerminkan bagaimana keberagaman yang ada di Indonesia harus tetap bersatu. Akan tetapi, dalam realitas sosial, masih ada kesenjangan dan konflik antar kelompok etnis yang dapat mengancam integrasi bangsa. Multikulturalisme sendiri dapat menjadi solusi, yaitu dengan menghormati perbedaan budaya dan hidup berdampingan secara damai. Sebagaimana menurut literatur pada jurnal tersebut multikulturalisme dapat dimaknai sebagai sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnik atau budaya (ethnic and cultural groups) dapat hidup berdampingan secara damai dalam prinsip co-existence yang ditandai oleh kesediaan menghormati budaya lain.

Secara konsepsual kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan. Haryati Subadio (1986) mengatakan kearifan lokal (local genius) secara keseluruhan meliputi, bahkan mungkin dapat dianggap sama dengan cultural identity yang dapat diartikan dengan identitas atau keperibadian budaya suatu bangsa. Kearifan lokal juga dapat diartikan sebagai nilai-nilai budaya yang sudah ada sejak dulu dan diwariskan turun-temurun. Misalnya seperti gotong royong dan tepo seliro (tenggang rasa). Nilai-nilai budaya ini dianggap sangat penting karena dapat mempererat persatuan di tengah perbedaan budaya, mencegah konflik antar kelompok masyarakat, dan menjaga identitas Indonesia agar tidak hilang karena pengaruh budaya asing. Namun, kearifan lokal ini mulai tergerus oleh modernisasi dan globalisasi, sehingga perlu revitalisasi (penguatan kembali) nilai-nilai kearifan lokal sebagai langkah memberdayakan kebudayaan lokal dalam rangka mengantisipasi perkembangan zaman menuju arah yang lebih baik.

Terdapat beberapa tantangan utama dalam menjaga identitas nasional seperti homogenisasi budaya akibat globalisasi (budaya lokal mulai tergeser oleh budaya asing), konflik sosial dan politik (yang mana di Indonesia tidak jarang muncul perpecahan karena perbedaan suku, agama, atau pandangan politik), serta kurangnya kesadaran masyarakat (generasi muda lebih banyak terpapar budaya luar dibandingkan budaya lokalnya sendiri). Cara yang dapat dilakukan sebagai solusi adalah dengan menggunakan kearifan lokal sebagai modal sosial untuk memperkuat persatuan dan menjaga identitas bangsa. Sehingga, Indonesia sebagai negara multikultural harus mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya lokal. Kearifan lokal menjadi aset penting yang dapat mempererat persatuan nasional dan menjadi solusi atas berbagai tantangan sosial. Diperlukan peran dari masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan dan mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal, terutama kepada generasi muda agar mereka tetap bangga dengan identitas bangsanya sendiri.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Maria Deta Ratna Jelita -
Nama : Maria Deta Ratna Jelita
NPM : 2217011036

Jawaban :
Berdasarkan jurnal yang diberikan Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia telah mengalami perubahan sejak zaman Orde Baru, di mana sebelumnya digunakan sebagai alat indoktrinasi politik. Reformasi membawa tuntutan baru untuk menjadikan pendidikan kewarganegaraan sebagai sarana membentuk warga negara yang kritis, aktif, dan memiliki pemahaman tentang demokrasi, hak asasi manusia (HAM), serta konsep masyarakat madani. Demokrasi yang berkeadaban (democratic civility) diharapkan dapat tumbuh dengan adanya pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebebasan, persamaan, toleransi, dan tanggung jawab.

Dalam jurnal ini, Nasution juga menjelaskan konsep demokrasi, HAM, dan masyarakat madani sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter bangsa. Demokrasi ditekankan sebagai sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, namun implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya budaya demokrasi yang mapan dan masih adanya praktik politik yang tidak sehat. HAM dianggap sebagai hak fundamental yang melekat pada manusia sejak lahir dan harus dijamin oleh negara. Sementara itu, masyarakat madani didefinisikan sebagai lingkungan sosial yang mendukung demokrasi, toleransi, dan partisipasi aktif warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan kewarganegaraan diharapkan menjadi alat untuk membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai demokrasi dan HAM, serta mampu menciptakan warga negara yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan sosial yang tinggi. Jurnal ini menekankan bahwa pendidikan kewarganegaraan yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila dapat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara demokratis yang matang dan berkeadaban.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh NABILA PUTRI ANANDA 2217011053 -
Nama: Nabila Putri Ananda

NPM: 2217011053

Jawaban Analisis:
Jurnal ini membahas pentingnya kesadaran kolektif lokal dan identitas nasional di tengah tantangan globalisasi. Dalam era modern, banyak perubahan sosial yang terjadi, sering kali memicu konflik dan melemahkan persatuan bangsa. Oleh karena itu, kearifan lokal menjadi aset berharga yang perlu dikaji dan diperkuat agar tetap relevan dalam menjaga jati diri bangsa. Dengan menggali nilai-nilai budaya lokal, Indonesia dapat mempertahankan identitasnya di tengah arus global tanpa kehilangan keanekaragaman yang menjadi ciri khasnya.

Selain itu, jurnal ini menyoroti bagaimana keberagaman budaya di Indonesia bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan baik. Penting untuk mendidik masyarakat agar bisa hidup berdampingan dengan damai tanpa menghilangkan identitas budayanya sendiri. Budaya kekerasan yang masih sering terjadi perlu dikikis melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, kearifan lokal tidak hanya menjadi simbol tradisi, tetapi juga alat yang efektif dalam memperkuat persatuan dan identitas nasional.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Rosita 2217011058 -
Nama: Rosita
NPM: 2217011058

Jurnal ini membahas relevansi kearifan budaya lokal dalam mempertahankan identitas bangsa Indonesia di tengah globalisasi. Konsep identitas nasional ditekankan sebagai sesuatu yang dinamis, terbentuk dari kesadaran kolektif masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok etnis dengan sistem budaya yang beragam. Multikulturalisme menjadi aspek penting dalam menjaga keberagaman tanpa mengorbankan persatuan. Dalam konteks ini, semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi prinsip utama dalam memahami integrasi budaya di Indonesia.

Kearifan lokal dipaparkan sebagai elemen budaya yang memiliki peran sentral dalam membangun integrasi sosial. Konsep ini berakar dari nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun dan tetap relevan dalam menghadapi tantangan global. Salah satu poin penting yang dikemukakan adalah bagaimana tradisi dan budaya lokal, seperti gotong royong, dapat menjadi dasar dalam membangun solidaritas sosial.

Namun, jurnal ini kurang menggali lebih jauh tantangan utama dalam mempertahankan kearifan lokal di era globalisasi. Misalnya, bagaimana media sosial dan budaya pop modern dapat mengikis nilai-nilai tradisional. Walaupun disebutkan bahwa budaya lokal harus direvitalisasi, tidak ada strategi konkret yang diajukan untuk melakukan hal tersebut dalam konteks kebijakan nasional atau pendidikan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Icha Dwi Lusiana -
Nama : Icha Dwi Lusiana
NPM : 2217011125
Jawaban :
Setelah saya membaca jurnal dapat di simpulkan bahwa pada jurnal membahas tentang kearifan lokal memiliki peran krusial dalam menjaga identitas nasional di tengah arus globalisasi. Dalam konteks Indonesia, keberagaman budaya dari berbagai suku bangsa menjadi tantangan tersendiri dalam membangun persatuan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membentuk identitas nasional.

Jurnal ini juga membahas pentingnya bagaimana modernisasi dan globalisasi dapat mengikis nilai-nilai budaya lokal, yang berpotensi melemahkan kesadaran kolektif terhadap identitas nasional. Namun, dengan merevitalisasi kearifan lokal seperti prinsip gotong royong, semboyan "Bhinneka Tunggal Ika," serta berbagai filosofi budaya dari masing-masing daerah indonesia dapat mempertahankan keunikannya tanpa harus kehilangan relevansi dalam perkembangan dunia.

Selain itu, pada jurnal juga membahas konflik sosial berbasis etnisitas, agama, dan budaya sering kali dimanipulasi untuk kepentingan tertentu, sehingga memperkuat kesadaran akan nilai-nilai kearifan lokal menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Oleh karena itu, revitalisasi budaya lokal tidak hanya menjadi upaya pelestarian, tetapi juga sebagai strategi untuk memperkokoh identitas bangsa di tengah tantangan zaman.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Fira Aisyah Sorza -
Nama: Fira Aisyah Sorza
NPM: 2217011067
Kelas: Kimia-C

Post Test 2

Jurnal ini membahas tentang bagaimana kearifan budaya lokal bisa menjadi perekat identitas bangsa, terutama di era globalisasi. Indonesia punya banyak sekali suku, bahasa, dan budaya. Kearifan lokal adalah kebiasaan dan nilai-nilai baik dari nenek moyang yang sudah ada sejak dulu. Contohnya adalah gotong royong dan
Bhinneka Tunggal Ika. Karena globalisasi, banyak budaya luar masuk ke Indonesia. Kalau kita tidak menjaga budaya kita, lama-lama bisa hilang.

Untuk menjaga budaya agar tidak hilang dapat dilakukan dengan Belajar bahasa daerah, mendengarkan cerita rakyat, dan memahami adat istiadat ataupun menggunakan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era yang serba canggih ini boleh saja menyukai budaya luar, tapi jangan melupakan budaya sendiri.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Zahra Salsabila 2217011049 -
Nama : Zahra Salsabila
Npm : 2217011049
Jawaban :
Jurnal ini membahas bagaimana kekayaan budaya lokal di Indonesia bisa menjadi perekat identitas bangsa di tengah arus globalisasi. Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dengan budaya masing-masing, yang membuat Indonesia menjadi negara yang sangat beragam. Penulis menjelaskan bahwa kearifan lokal seperti gotong royong (di Jawa), metetulung (di Bali), dan mapalus (di Minahasa) adalah contoh nilai-nilai budaya yang bisa memperkuat persatuan. Di tengah globalisasi yang cenderung membuat budaya menjadi seragam, kearifan lokal ini penting untuk dipertahankan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Masalahnya, sering terjadi konflik antar suku dan kelompok di Indonesia yang bisa mengancam persatuan bangsa.

Jurnal ini juga menekankan pentingnya memahami dan menghargai keberagaman budaya untuk memperkuat identitas nasional. Penulis memberikan contoh kearifan lokal dari Bali seperti tri hita karana (tiga hal yang menciptakan kesejahteraan) dan dari Jawa seperti "ing ngarso sung tulodo" (di depan memberi contoh). Nilai-nilai ini bisa menjadi modal budaya yang memperkuat identitas Indonesia dan membantu bangsa menghadapi tantangan globalisasi. Menurut penulis, Indonesia hanya bisa bersatu jika keberagaman budayanya dihormati, bukan dihilangkan. Dengan menghidupkan kembali dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal, Indonesia bisa memperkuat jati diri bangsa tanpa kehilangan keunikan budaya masing-masing daerah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Vebby Bernessa Arnanda Aryanto 2217011032 -
Nama: Vebby Bernessa Arnanda Aryanto
NPM: 2217021032

Jurnal ini membahas identitas bangsa sebagai unsur penting yang membedakan suatu negara dari negara lain. Identitas bangsa terbentuk dari berbagai elemen seperti sejarah, budaya, adat istiadat, bahasa, serta nilai dan norma yang dianut oleh masyarakatnya. Identitas ini menjadi ciri khas yang mencerminkan keunikan suatu bangsa dan menjadi perekat dalam kehidupan bernegara. Namun, dalam era globalisasi dan modernisasi, identitas bangsa menghadapi berbagai tantangan, seperti masuknya budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai lokal. Jika tidak diimbangi dengan upaya pelestarian yang baik, arus globalisasi bisa menyebabkan masyarakat lebih mengadopsi budaya luar dan melupakan akar budaya mereka sendiri. Oleh karena itu, perlu ada kesadaran kolektif untuk mempertahankan dan mengembangkan identitas nasional tanpa menutup diri dari perkembangan dunia.

Selain itu, jurnal ini juga menyoroti peran penting pendidikan, media, dan kebijakan pemerintah dalam menjaga dan memperkuat identitas bangsa. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang dapat merusak jati diri bangsa. Selain itu, media juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap identitas nasional, baik melalui tayangan televisi, konten digital, maupun platform media sosial. Pemerintah harus berperan aktif dengan membuat kebijakan yang mendukung pelestarian budaya, seperti regulasi penggunaan bahasa nasional, perlindungan warisan budaya, serta promosi kebudayaan di tingkat internasional. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan, identitas bangsa dapat tetap lestari dan menjadi modal kuat dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Amelia khairunnisa 2217011163 -
Nama : amelia khairunnisa
Npm : 2217011163

Jurnal ini membahas tentang peran kearifan lokal dalam menjaga dan memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah arus globalisasi. Pasca reformasi, berbagai perubahan sosial, politik, dan budaya telah membawa tantangan baru bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tuntutan akan perubahan yang berlebihan sering kali menimbulkan permasalahan sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa. Dalam hal ini, kearifan budaya lokal dipandang sebagai elemen penting yang mampu menjadi perekat identitas bangsa. Nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun diyakini dapat memberikan fondasi kuat dalam mempertahankan jati diri bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya asing.

Penulis juga menyoroti pentingnya revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal agar tetap relevan dalam menghadapi tantangan modern. Ia mempertanyakan sejauh mana budaya lokal masih dapat berperan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di era globalisasi. Dengan menggali dan mengkaji kembali nilai-nilai budaya yang telah lama ada, masyarakat diharapkan dapat menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Jurnal ini menegaskan bahwa kearifan budaya lokal tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan yang mampu menguatkan karakter bangsa dalam menghadapi perubahan zaman.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Dias Prameswari -
Nama: Dias Prameswari

NPM: 2217011172

Jawaban:
Jurnal yang diunggah membahas pembentukan karakter yang berkaitan erat dengan identitas nasional. Identitas nasional sendiri merupakan kesadaran kolektif yang mengikat individu dalam suatu bangsa melalui nilai-nilai, sejarah, budaya, dan bahasa yang sama. Dalam jurnal ini, beberapa aspek yang terkait dengan identitas nasional antara lain Pancasila sebagai landasan utama, peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta budaya dan tradisi lokal sebagai bagian dari karakter bangsa. Pancasila menjadi pedoman dalam membangun karakter individu agar selaras dengan jati diri bangsa, sementara pendidikan berperan dalam menanamkan kesadaran nasional kepada generasi muda. Selain itu, budaya lokal turut memperkaya identitas nasional dengan menjaga keunikan dan keberagaman yang tetap berpadu dalam kesatuan bangsa.

Dari sudut pandang analisis, jurnal ini memiliki beberapa kelebihan, seperti menyoroti peran nilai-nilai nasional dalam membentuk karakter masyarakat dan mengaitkan aspek pendidikan serta budaya dalam identitas nasional. Namun, terdapat juga beberapa kelemahan, misalnya jika jurnal ini tidak membahas tantangan globalisasi terhadap identitas nasional secara mendalam, maka kajiannya bisa kurang komprehensif. Selain itu, apabila tidak disertai data empiris atau studi kasus konkret, analisis yang disajikan dapat menjadi lebih bersifat teoritis. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana karakter dan identitas nasional terbentuk melalui nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Namun, agar lebih kuat, analisis dalam jurnal ini sebaiknya dilengkapi dengan kajian empiris serta pembahasan mengenai dampak globalisasi terhadap identitas nasional agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh M Ramadon 2217011089 -
Nama : M. Ramadon
NPM : 2217011089
Kelas : C

Jurnal ini membahas peran penting kearifan lokal dalam menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Di era modern, dinamika sosial yang semakin kompleks berpotensi memicu konflik, sehingga diperlukan penguatan nilai-nilai budaya lokal sebagai upaya mempertahankan kesatuan bangsa.
Beberapa poin utama yang disoroti dalam jurnal ini:
• Indonesia merupakan negara dengan keberagaman budaya dan suku yang sangat luas. Keanekaragaman ini menjadi aset berharga sekaligus tantangan dalam membangun identitas nasional yang kokoh.
• Modernisasi dan globalisasi membawa ancaman homogenisasi budaya yang dapat melemahkan identitas lokal. Oleh karena itu, pelestarian dan revitalisasi kearifan lokal menjadi hal yang krusial agar tetap relevan di era global.
• Masyarakat Indonesia perlu mampu hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa kehilangan akar budaya mereka. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, dan keharmonisan antarbudaya menjadi fondasi utama dalam menciptakan integrasi sosial.
• Filosofi budaya daerah seperti Tri Hita Karana dari Bali, Bhinneka Tunggal Ika, serta berbagai nilai kearifan lokal lainnya dapat dijadikan pedoman dalam memperkuat jati diri bangsa. Menjaga dan menerapkan nilai-nilai ini sangat penting agar budaya Indonesia tetap terjaga di tengah derasnya pengaruh global.
• Salah satu tantangan utama dalam menjaga identitas bangsa adalah kurangnya kesadaran serta minimnya implementasi nilai budaya dalam kebijakan publik.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Arya Maysa Pratama -
Nama: Arya Maysa Pratama
NPM: 2217011150
Kelas: C

Jurnal ini membahas peran kearifan lokal sebagai perekat identitas bangsa Indonesia di tengah tantangan globalisasi. Penulis, Ida Bagus Brata, menekankan pentingnya merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal untuk memperkuat jati diri bangsa, terutama dalam menghadapi homogenisasi budaya akibat globalisasi dan modernisasi. Jurnal ini relevan karena Indonesia adalah negara multikultural dengan keragaman etnis dan budaya yang rentan terhadap konflik jika tidak dikelola dengan baik. Kearifan Lokal sebagai Fondasi Identitas: Kearifan lokal (seperti Tri Hita Karana di Bali atau gotong royong di Jawa) bukan hanya warisan budaya, tetapi juga modal sosial untuk mempertahankan identitas bangsa di era global. Ancaman Globalisasi: Globalisasi melalui Four T Revolution (Telecommunication, Transformation, Trade, Tourism) berpotensi mengikis budaya lokal dan menciptakan homogenisasi.

Jurnal kurang menjelaskan strategi konkret untuk merevitalisasi kearifan lokal, terutama di tingkat kebijakan. Perubahan sosial akibat teknologi digital dan generasi muda yang semakin terpapar budaya global tidak dibahas mendalam. Ketegangan antara identitas etnis dan nasional perlu analisis lebih mendalam, terutama dalam konteks otonomi daerah.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh David Ronaldo_2217011129 -
Nama : David Ronaldo
NPM : 2217011129


Jurnal ini membahas identitas bangsa sebagai unsur penting yang membedakan suatu negara dari negara lain. Identitas bangsa terbentuk dari berbagai elemen seperti sejarah, budaya, adat istiadat, bahasa, serta nilai dan norma yang dianut oleh masyarakatnya. Identitas ini menjadi ciri khas yang mencerminkan keunikan suatu bangsa dan menjadi perekat dalam kehidupan bernegara. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mempertahankan identitas nasional dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi.

Namun, dalam era globalisasi dan modernisasi, identitas bangsa menghadapi berbagai tantangan, seperti masuknya budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai lokal. Jika tidak diimbangi dengan upaya pelestarian yang baik, arus globalisasi bisa menyebabkan masyarakat lebih mengadopsi budaya luar dan melupakan akar budaya mereka sendiri. Oleh karena itu, perlu ada kesadaran kolektif untuk mempertahankan dan mengembangkan identitas nasional tanpa menutup diri dari perkembangan dunia.

Selain itu, jurnal ini juga menyoroti peran penting pendidikan, media, dan kebijakan pemerintah dalam menjaga dan memperkuat identitas bangsa. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya asing yang dapat merusak jati diri bangsa. Selain itu, media juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap identitas nasional, baik melalui tayangan televisi, konten digital, maupun platform media sosial.

Pemerintah harus berperan aktif dengan membuat kebijakan yang mendukung pelestarian budaya, seperti regulasi penggunaan bahasa nasional, perlindungan warisan budaya, serta promosi kebudayaan di tingkat internasional. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan, identitas bangsa dapat tetap lestari dan menjadi modal kuat dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM JAWABAN POST TEST

oleh Shely Adtamara 2217011131 -
Nama : shely adtamara
Npm : 2217011131
Jawaban :

Pada Jurnal yang telah diberikan, jurnal tersebut membahas bagaimana kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting sebagai perekat identitas bangsa di tengah gempuran globalisasi. Dalam kehidupan masyarakat yang semakin homogen karena pengaruh budaya global, kearifan lokal menjadi semacam benteng yang menjaga jati diri bangsa agar tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri. Nilai-nilai budaya lokal seperti gotong royong, toleransi, dan harmoni yang telah lama hidup dalam masyarakat Indonesia dinilai masih sangat relevan untuk terus dilestarikan dan diberdayakan sebagai modal budaya dalam membangun identitas nasional.

Sebagai mahasiswa, menurut saya pendekatan yang disampaikan dalam jurnal ini cukup realistis dan membumi. Ketimbang sibuk mengejar kemajuan ala barat yang kadang tidak cocok dengan nilai lokal, lebih baik kita gali potensi budaya kita sendiri yang sudah terbukti mampu menjaga kerukunan dan kebersamaan. Apalagi di tengah masyarakat yang majemuk, kearifan lokal bisa jadi jembatan untuk memperkuat rasa saling menghormati antar suku dan golongan. Jadi, penting banget buat generasi muda kayak kita untuk mulai peduli dan melestarikan kearifan lokal, bukan malah malu atau menganggapnya kuno.