Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Jumlah balasan: 73

Silahkan dibaca dan dipahami dengan baik jurnal berikut. Bagi mahasiswa yang sudah membaca dan memahami jurnal silahkan berikan analisisnya di kolom komentar. Dilarang melakukan tindakan plagiatisme dalam bentuk apapun.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh NILUH AYUNING RATIH EP_2311011012 -
Nama : Niluh Ayuning Ratih
Npm : 2311011012
kelas genap

jurnal yang berjudul “Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa” tersebut membahas pembangunan karakter bangsa Indonesia dan pentingnya memahami konsep ini. Awal pembangunan karakter bangsa telah ada sejak sebelum kemerdekaan, tetapi perhatian pada karakter kemudian berganti pada aspek fisik material. Terdapat peran penting Pancasila dalam membentuk karakter bangsa, dan revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara perlu dilakukan secara terbuka.

pada jurnal ini juga membahas pendekatan dalam membangun karakter bangsa yang melibatkan tiga kompetensi yaitu, pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan / civic disposition (Budimansyah,2010). Karakter bangsa berkaitan dengan nilai-nilai moral, budaya, dan agama yang harus diinternalisasi dalam perilaku individu dan masyarakat. Dalam implementasinya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan berbudaya dan berperilaku dalam masyarakat.

jurnal ini juga membahas, pentingnya untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam perilaku sehari-hari dan memastikan bahwa nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara universal. Hal ini melibatkan operasionalisasi nilai-nilai dulu di zaman orba, ada eka persetya pancasikarsa pernah dirinci menjadi tiga puluh enam butir; bahkan juga pernah dirinci menjadi 45 butir. Secara tentatif, rumusan operasional nilai Pancasila dapat saja disusun dan debatable. Pancasila ke dalam perilaku yang bersifat manusiawi, menghargai hak individu, kesetaraan, musyawarah, dan keadilan sosial.

dari semua yang dibahas oleh jurnal ini, maka di dapat kesimpulan yaitu, membangun karakter bangsa Indonesia adalah upaya yang penting dalam memahami, menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan perilaku universal.
Sebagai balasan NILUH AYUNING RATIH EP_2311011012

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Nafisa Agesti -
Nama :Nafisa Agesti
NPM:2311011002
Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa yang digali dari akar budaya bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi hingga sekarang, baik nilai-nilai agama, adat istiadat, kebersamaan, keseteraan, keadilan, maupun perjuangan untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Nilai-nilai luhur ini mengkristal dalam rumusan Pancasila sebagai perwujudan filsafat kemanusiaan yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya. Falsafah Pancasila ini merupakan suatu pandangan hidup yang telah diyakini bangsa Indonesia sebagai suatu kebenaran oleh karena itu dijadikan falsafah hidup bangsa.

Falsafah Pancasila meliputi nilai untuk hidup saling tolong menolong atau semangat gotong royong, rukun, saling menjaga keamanan dan pertahan serta saling menghargai dan memberi kebebasan beragama, dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Sealshie Triangel Heavenly_2311011018 -
Sealshie Triangel Heavenly
2311011018
Jurnal berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" membahas tentang pentingnya pembangunan karakter bangsa Indonesia dan bagaimana nilai-nilai Pancasila berperan dalam hal ini. sejak dahulu sejarah pembangunan karakter bangsa telah ada s sebelum kemerdekaan, tetapi berfokus pada aspek fisik dan material.
Pancasila memiliki peran sentral dalam membentuk karakter bangsa. Jurnal ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali Pancasila sebagai landasan falsafah negara dengan transparansi. Isi dari jurnal ini juga menguraikan pendekatan yang melibatkan pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan, dan sikap kewarganegaraan dalam membangun karakter bangsa.
Pentingnya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari dan menjadikan nilai-nilai tersebut universal adalah salah satu fokus utama. Ini melibatkan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dalam perilaku yang manusiawi, menghormati hak individu, mengedepankan kesetaraan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Kesimpulan :
membangun karakter bangsa Indonesia adalah langkah awal dalam memahami, menginternalisasi, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan perilaku universal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Sutriyah Sutriyah -
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

Tugas : Menganalisis Jurnal (Pertemuan 4)
Judul Jurnal : Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

1. Membangun Karakter Bangsa Indonesia
Karakter bangsa telah dipikirkan oleh para The Founding Father sejak sebelum merdeka. Bung Karno menyampaikan mengenai membangun karakter bangsa (nation character building). Termuat pula dalam syair lagu kebangsaan Indonesia Raya gubahan W. R. Supratman.

2. Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa
Bawasannya Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia sebagai acuan yang akan direvitalisasi untuk membangun karakter bangsa dalam implementasinya bagi pembentukan karakter bangsa yaitu sebagai pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan/civic disposition atau character.

3. Mencari jabatan Pancasila dan Implementasinya
a. Posisi Pancasila
Secara Historis, sebagai pandangan hidup bangsa yang nilai-nilainya telah ada sebelum secara yuridis negara ini ada. Secara kultural, dasar pemikiran nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan religiusitas bangsa.
b. Implementasi
Membangunan karakter merupakan pembangunan manusia,, maka sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nillai-nila kemanusia yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity)
Revitalisasi Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika terimplementasikan dalam bentuk budaya perilaku masyarakat. Jika nilai Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara otomatis membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Alfino Sindu Prasetya Alfino -
Nama : Alfino Sindu Prasetya
Npm. : 2311011062

Analisis Jurnal
Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Falsafah Negara Dan implementasinya dalam pengembangan Karakter Bangsa

Awal pembangun karakter Bangsa telah hadir atau telah terdapat sejam sebelum kemerdekaan , namun perjatian pada karakter kemudian berganti pada aspek fisik material. Peran penting pancasila dalam membentuk karakter Bangsa , Dan revitalizasi pancasila sebagai dasar Falsafah Negara perlu dilakukan secara terbuka .
Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia yang mengandung nilai luhur.
untuk membangun karakter bangsa melibatkan 3 kompetensi
- pengetahuan kewarganegaraan
-kecakapan kewarganegaraan
--watak kewarganegaraan

sebagai bangsa Indonesia kita perlu memahami Dan mengimpelmentasikan nilai-nilai pancasila sebagai panduan perilaku universal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Yesi Dwi Anggraheni 2351011012 -


Nama : Yesi Dwi Anggraheni

NPM: 2351011012

Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa?

Mengapa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya dapat diamalkan  dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia? Bagaimana Nilai-Nilai Pancasila  dapat direvitalisasi agar dapat  diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan  bernegara yang berkarakter?

Bung Karno amat sering menyampaikan  pentingnya membangun karakter  bangsa (pembangunan karakter bangsa). Awal rintisan membangun bangsa  Indonesia sebelum sumpah pemuda  28 Oktober 1928 dalam lagu kebangsaan hasil gubahan W.R. Supratman Indonesia Raya menyatakan bahwa Indonesia Raya dapat dibangun melalui membangun jiwa.

Banyak pendapat dan pemahaman dikalangan para tokoh bangsa ini mengenai Pancasila. Baik dari aspek sejarah, politik, yuridis, maupun aspek budaya. Oleh karena itu menyepakati lebih dahulu konsep revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia harus dilakukan secara terbuka namun berada di koridor staatsside yang digagas oleh para pendiri negara yang menginginkan Dasar falsafah Pancasila sebagai dasar pemikiran filosofi dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara Indonesia baik untuk kekinian maupun untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia. Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia.

Memahami pembangunan karakter harus bersifat berkelanjutan terus- menerus (berkelanjutan), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai (nilai) yang bersifat berlanjut. Membangun karakter merupakan pembangunan manusia, maka nilai-nilai berkelanjutan merupakan inti dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut (Sastrarataja,1998:72):


1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain.

2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.

3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sesuatu sektarianisme.

4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional.

5. Keadilan sosial persamaan

(kesetaraan) dan (ekuitas).


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Sella Marlina Anggraini -
Nama : Sella Marlina Anggraini
NPM : 2311011020

Jurnal : Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Dalam jurnal tersebut disampaikan bahwa membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia ke dalam jiwa setiap warga negara Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing, dan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Implementasi nilai-nilai pancasila dalam pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah upaya berkelanjutan yang memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat sehingga dapat membangun masyarakat yang kuat, beretika, dan bersatu yang merupakan landasan bagi perkembangan positif bangsa.

Dalam konteks revitalisasi Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika diimplementasikan dakam bentuk budaya perilaku masyarakat. Dengan demikian, membangun karakter bangsa berbasis falsafah negara adalah menjadikan nilai-nilai pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap anggota masyarakat karena banyak fakta membuktikan bahwa perilaku masyarakat Indonesia mengabaikan nilai dan etika di segala bidang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Kinanti Trisnajati -
Nama:Kinanti Trisnajati
NPM:2311011078

jurnal yang berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasilasebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa
Dalam jurnal tersebut membahas bahwa saat ini, nilai-nilai Pancasila belum mencerminkan karakter dan perilaku kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia dalam kontek krisis peradaban karena bangsa Indonesia sudah atau sedang mengalami krisis atau degradasi karakter bangsa.
Membangun Karakter Bangsa Indonesia Bung Karno amat sering menyampaikan pentingnya membangun karakter
bangsa (nation character building) , seperti pada lagu Indonesia Raya terdapat lirik“bangunlah jiwanya,bangunlah badannya untuk Indonesia Raya”. Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut tidak cukup cuma dinyanyikaan melainkan ditindak lanjuti dengan aksi membangun bangsa ini mulai dari membangun Jiwa atau karakter Bangsanya. Namun, yang terjadi pada bangsa Indonesia dalam pembangunannya justru dimulai dan menitik beratkan pada aspek fisik material.Di jurnal tersebut juga membahas tentang konsep membangun karakter bangsa, Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge),kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan . Dalam kontek karakter bangsa, maka kualitas mental atau moral, kekuatan moral seseorang warga bangsa mampu berperilaku berbasis nilai dasar
bangsa dalam wujud kegiatan hidup dan kehidupan bermasyarakat,Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut
terwejantahkan / termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing- masing dan dan bagi kehidupan bersama.Dalam kontek revitalisasi Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika terimplementasikan dalam
bentuk budaya perilaku masyarakat. Jadi
Nilai-nilai Pancasila tersebut perlu direvitalisasikan melalui proses deseminasi secara serius dan menggunakan strategi metode pendekat yang tepat dan rasional ilmiah, bukan indoktrinasi. Jangan pernah ada unsur pemaksaan, melalinkan pendekatan persuasive educkatif.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh ARSANA INDERA WASPADA -

NAMA : ARSANA INDERA WASPADA

NPM : 2311011060

ANALISIS : Membangun karakter bangsa sebenarnya sudah terpikirkan oleh bangsa Indonesia melalui para the founding father nya jauh sebelum bangsa Indoensia merdeka.

Indonesia

Karno amat sering menyampaikan pentingnya membangun karakter bangsa .
Supratman Indonesia raya menyatakan bahwa Indonesia Raya dapat dibangun melalui membangun jiwanya.
Raya».

Bangsanya. Namun, yang terjadi pada bangsa Indonesia dalam pembangunannya justru dimulai dan menitik beratkan pada aspek fisik material. Dan tidak aneh kalau hasilnya adalah lahirnya anak-anak bangsa yang berorientasi pada faktor fisik material, individualistis. Hal ini tercermin dalam kurikulum

Pendidikan Nasional, bahkan dalam

Ujian Nasionalnya. Artinya, walau amanat para pendiri bangsa mengedepankan pembangunan karakter bangsa, namun yang dilakukan bangsa ini justru aspek fisik material. Pengertian dan Konsep Mem- bangun Karakter Bangsa
Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan , kecakapan kewarganegaraan , dan watak kewarganegaraan / civic disposition atau character. Pengetahuan kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang-undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi dan seterusnya. Kecakapan kewarga- negaraan berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional dan kecakapan spiritual.
Sedang watak kewarganegaraan atau karakter kewarganegaraan/ bangsa berkenaan dengan nilai-nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya sehingga terminifestasikan dalam perilaku seseorang warganegara. Nilai-nilai unik tersebut dari berasal dari nilai budaya, ajaran agama, atau dasar filsafat yang dimiliki dan disepakati oleh bangsa tersebut.
Furqon , menulis dalam bukunya Pendidikan Karakter membangun peradaban bangsa bahwa karakter adalah kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nam, reputasi; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan dari orang lain; watak, tabi’at, mempunyai kepribadian.
Lebih lanjut menurut Furqon, seseorang berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyaarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidupnya. Dalam kontek karakter bangsa, maka kualitas mental atau moral, kekuatan moral seseorang warga bangsa mampu berperilaku berbasis nilai dasar bangsa dalam wujud kegiatan hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia di segala bidang.. Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut terwejantahkan / termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing- masing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Dalam hal ini, Hutcheon menyatakan: ‘‘Where does character come from?’’ The search for answers takes us into the sources of popular beliefs about whether or not people learn to be sinners or saints. Religious and philosophical world views that imply an ethical role for humans in the universe
Sedang menurut Dasim, karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa, dan oleh karsa, serta olah raga yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.

Berkenaan dengan tema atau topik di atas, sudah barang tentu sasaran pembahasan di sini adalah

Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia sebagai acuan yang akan direvitalisasi untuk membangun karakter bangsa.
Namun, persoalannya adalah bagaimana Pancasila di derivasi dalam implementasinya bagi pembentukan karakter bangsa tersebut. Banyak pendapat dan pemahaman dikalangan para tokoh bangsa ini mengenai Pancasila. Baik dari aspek sejarah, politik, yuridis, maupun aspek kultural. Oleh karena menyepakati lebih dahulu konsep revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia harus dilakukan secara terbuka namun berada dalam koridor staatsside yang digagas oleh para pendiri negara yang menginginkan Dasar falsafah

Pancasila sebagai dasar pemikiran filsafati dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara

Indonesia baik untuk kekinian maupun untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Mencari jabaran Pancasila dan

Implementasinya. Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa.
Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari dua sudut, pertama secara hitoris dan secara kultural.
Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara.
YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati- dirinya sendiri.
Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara».
Indonesia pada dasarnya terdapat secara sporadis dan fragmentaris dalam kebudayaan bangsa yang tersebar di seluruh kepaulauan nusantara baik pada abad kedua puluh maupun sebelumnya, di mana masyarakat Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dan berakulturasi dengan kebudayaan lain.
Indonesia yang kemudian disintesiskan secara dialektis kemudian dituangkan ke dalam sebuah dasar negara yang sering disebut sebagai dasar falsafah negara .
Pancasila yang sebab materialnya bersumber pada bersumber pada nilai-nilai budaya bangsa ini, menurut Kaelan yang meminjam meminjam istilah Margareth Mead, Ralp Linton, dan Abraham Kardiner dalam Anthropology to Day, disebut sebagai National Character.

Indonesia, yang kemudian disepakati dalam suatu konsensus sebagai dasar hidup bersama dalam suatu negara

Indonesia.

Indonesia, yaitu dalam Pembukaan

UUD 1945. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila adalah sebagai sumber nilai dalam realisasi normatif dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. Dalam pengertian seperti ini nilai-nilai
Pancasila.

UUD 1945, adalah merupakan suatu cita-cita hukum , yang menguasai hukum dasar, baik hukum dasar tertulis maupun hukum dasar tidak tertulis. Sebagai cita-cita hukum Pancasila merupakan konstruksi pikir yang merupakan suatu keharusan untuk mengarahkan hukum dan perilaku masyarakat kepada cita-cita yang diinginkan masyarakat. Oleh karena itu, integritas Pancasila sebagai sistem filsafat menjadi asas kerohanian bangsa harus dijadikan basis dan inti dalam membangun karakter bangsa yang sinergi dengan sistem pembangunan nasional. Mengngingat pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus menerus , maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai yang bersifat berlanjut. Membangunan karakter merupakan pembangunan manusia,, maka sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah

Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain

Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.

Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika terimplementasikan dalam bentuk budaya perilaku masyarakat.
Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat.

Dengan demikian membangun karakter bangsa berbasis falsafah

Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara outmatif membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara.
Pancasila tersebut yang secara universal dapat dilaksanakan.

Persoalannya adalah, bagaimana wujud kongrit nilai-moral

Sila dari Pancasila diderivasikan ke dalam bentuk nilai operasional yang secara aplikatif dapat dilaksanakan.
Dulu di zaman orba, ada eka persetya pancasikarsa pernah dirinci menjadi tiga puluh enam butir; bahkan juga pernah dirinci menjadi 45 butir.
Secara tentatif, rumusan operasional nilai Pancasila dapat saja disusun dan debatable.
Sila Ketuhanan Yang Mahaesa, dapat dioperasionalkan seperti: setiap orang Indonesia seharusnya beriman kepada Tuhan Yang Mahaesa, yang wujud perilakunya adalah menjalankan perintah ajaran agamanya masing, bertoleransi terhadap orang lain yang menjalani ajarannya agamanya. Kemudian mengamalkaan ajaran agama betul memberi manfaat baagi kepentingan orang lain/banyak. Sila Kemanusian yang adil dan beradab, diwujudkan dalam bentuk perilaku yang saling menghargai harkat dan martabat manusia, kesamaan dalam kemasyarakatan dan hukum, saling mengasihi, dan menyayangi satu sama lain hingga mewujudkan kondisi yang serasi selaras dalam masyarakat. Sila Persatuan
Indonesia, diwujudkan tiadanya diskriminasi individu dan antar golongan, kesedian bekerjsasama untuk kepentingan bersama, bergotong royong, rela berkorban, senantiasa sama berupaya menciptakan kerukunan, mencitai tanah air dengan cara mencintai karya bangsa sendiri, dan lain-lain. Sila Kerakyatan yang dipimpin leh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Sila itu diwujud ke dalam menyelesaikan masalah dengan musyawarah, demokrasi substansial, dan tidak memaksakan kehendak, dan seterusnya. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, diwujudkan dalam bentuk perilaku menghargai hak orang lain, karya cipta orang lain, mengedepankan kewajiban kemudian hak yang dilaksanakan secara seimbang.
Sekali lagi bentuk perilaku di atas masih bersifat tentatif, dan dapat dirinci lebih detil lagi sehingga betul- betul menjadi pedoman perilaku sebagai kaarakter setiap anak bangsa.
Dalam implementasinya, pedoman tersebut harus bersifat penuntun perilaku bukan perilaku paksaan, harus bersifat manusia, sesuai dengan kodrat manusia, serta selaras dalam implementasi manusia sebagai indidu dan masyarakat.
Pancasila tersebut perlu direvitalisasikan melalui proses deseminasi secara serius dan menggunak strategi metode pendekat yang tepat dan rasional ilmiah, bukan indoktrinasi.
Disamping itu, praktek kehidupan dalam segala bidang tercerminkan dalam etika setiap orang dan kelompok.
Pancasila. Oleh karena itu dalam bidang politik, maka etika politik melahirkan perilaku politik yang jujur. Dalam bidang ekonomi, jujur dalam berbisnis, dalam sosial jujur sehingga dapat dipercai oleh sesama, dalam bidang hukum, jujur dalam penegaakan hukum, maka tercegah mafia hukum, dalam bidang hankam, bahwa jujur melahirkan kepercayaan masyarakat pada penegak hukum, dan seterusnya.
Tuntunan operasional tersebut di atas perlu dikaji secara bersama dan terbuka sehingga hasil rumusan operasional nilai Pancsila dapat diterima oleh semua laapisan masyarakat bangsa Indonesia.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Sultan Aznam Hossen -
Nama: Sultan Aznam Hossen
NPM: 2351011026

Analisa jurnal pert ke-4

Jurnal yg bertema "Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter" membahas masalah serius mengenai perubahan perilaku masyarakat modern Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam membangun karakter bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Beberapa masalah yang diidentifikasi termasuk penyalahgunaan narkoba, kehilangan kontrol terhadap generasi muda, dan kehilangan nilai etika di berbagai aspek kehidupan.

Pentingnya membangun karakter bangsa berbasis nilai-nilai Pancasila ditekankan dalam jurnal ini. Ini melibatkan internalisasi nilai-nilai tersebut dalam perilaku masyarakat sehari-hari. Dalam hal ini, operasionalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi bagian kunci untuk memandu perilaku individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Penting juga untuk mencatat bahwa pendekatan dalam membangun karakter bangsa haruslah rasional, edukatif, dan tidak melibatkan unsur pemaksaan. Etika, seperti kejujuran, harus menjadi bagian integral dari berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan hukum.

Secara keseluruhan, jurnal ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat karakter bangsa Indonesia dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filosofisnya, serta perlunya upaya bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Kurnia dita indriana -
Nama =kurnia dita indriana
NPM =2311011010
Tugas =Menganalisis Jurnal (Pertemuan 4)
Judul Jurnal : Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa.

Membangun Karakter Bangsa
Indonesia.
Membangun karakter bangsa
sebenarnya sudah terpikirkan oleh
bangsa Indonesia melalui para the
founding father nya jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Bung Karno amat sering menyampaikan
pentingnya membangun karakter
bangsa (nation character building).
Awal rintisan membangun bangsa
Indonesia sebelum sumpah pemuda
28 Oktober 1928 dalam lagu
kebangsaan hasil gubahan WR Supratman
Indonesia raya
menyatakan bahwa Indonesia Raya
dapat dibangun melalui membangun jiwanya. Simaklah bunyi syair lagu
Indonesia Raya “bangunlah jiwanya,bangunlah badannya untuk Indonesia
Raya”.

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa.
Bahwasannya Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia sebagai acuan yang akan direvitalisasi untuk membangun karakter bangsa dalam implementasinya bagi pembentukan karakter bangsa yaitu sebagai pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan/civic disposition atau character.Pengetahuan
kewarganegaraan berkenaan dengan
apa yang seharusnya diketahui oleh
seorang warganegara mengenai
negaranya seperti kehidupan politik,undang-undang kewarganegaraan,
pemerintahan, konstitusi dan
seterusnya. Kecakapan kewarganegaraan berkenaan dengan
kecakapan intelektual, kecakapan
emosional dan kecakapan spiritual.Sedang watak kewarganegaraan atau
karakter kewarganegaraan/ bangsa
berkenaan dengan nilai-nilai unik
yang terinternalisasi dan terintegrasi
dalam diri seseorang yang melandasi
dan mengarahkan sikap dan
tindakannya sehingga
termini festasikan dalam perilaku seseorang
warga negara.Nilai-nilai unik
tersebut dari berasal dari nilai
budaya, ajaran agama, atau dasar
filsafat yang dimiliki dan disepakati
oleh bangsa tersebut.

Mencari jabaran Pancasila dan
Implementasinya.
Secara historis:Pancasila adalah merupakan suatu
pandangan hidup bangsa yang nilai nilainya sudah ada sebelum secara
yuridis bangsa Indonesia membentuk
negara. Bangsa Indonesia secara
historis ditakdirkan oleh Tuhan
YME, berkembang melalui suatu
proses dan menemukan bentuknya
sebagai suatu bangsa dengan jati dirinya sendiri.
Secara kultural:
dasar-dasar pemikiran tentang
Pancasila dan nilai-nilai Pancasila
berakar pada nilai-nilai kebudayaan
dan nilai-nilai religius yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan
negara”
secara yuridis:Pancasila yang merupakan suatu
pilihan bangsa Indonesia melalui The
Founding Fathers
adalah
core
philosophy bangsa Indonesia, bahwa
dalam hidup kenegaraan dan
kebangsaan Pancasila sebagai dasar filsafat negara.

Mengingat pembangunan
karakter harus bersifat berlanjut terus menerus (sustainable), maka nilai
yang dijadikan paradigma karakter
haruslah nilai (values) yang bersifat
berlanjut. Membangun karakter
merupakan pembangunan manusia,maka sustainable values merupakan
core
dari pembangunan adalah
Pancasila sebagai nilai-nilai
kemanusiaan yang dapat dirumuskan
sebagai
berikut:
1. Hormat menghormati
terhadap keyakinan regius
orang lain.
2. Hormat terhadap martabat
manusia sebagai pribadi atau
subyek yang tidak boleh
direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa
yang mengatasi segala
sektarianisme.
4. Nilai-nilai terkait dengan
demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh QUEEN ANGGUN MARYAM 2311011054 -
Nama : QUEEN ANGGUN MARYAM
Npm : 2311011054
Kelas : Manajemen Genap

Hasil Analisis Jurnal“Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa”
Terdapat peran penting Pancasila dalam membentuk karakter bangsa, dan revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara perlu dilakukan secara terbuka.
pada jurnal ini juga membahas pendekatan dalam membangun karakter bangsa yang melibatkan tiga kompetensi yaitu, pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan / civic disposition (Budimansyah,2010). Karakter bangsa berkaitan dengan nilai-nilai moral, budaya, dan agama yang harus diinternalisasi dalam perilaku individu dan masyarakat. Dalam implementasinya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan berbudaya dan berperilaku dalam masyarakat.

jurnal ini juga membahas, pentingnya untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam perilaku sehari-hari dan memastikan bahwa nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara universal. Hal ini melibatkan operasionalisasi nilai-nilai dulu di zaman orba, ada eka persetya pancasikarsa pernah dirinci menjadi tiga puluh enam butir; bahkan juga pernah dirinci menjadi 45 butir. Secara tentatif, rumusan operasional nilai Pancasila dapat saja disusun dan debatable. Pancasila ke dalam perilaku yang bersifat manusiawi, menghargai hak individu, kesetaraan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Kesimpulan: membangun karakter bangsa Indonesia adalah upaya yang penting dalam memahami, menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan perilaku universal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Faris Hasyid_2311011138 -
Nama : Faris Hasyid
NPM : 2311011138

Hasil Analisis:
Dasar falsafah
Pancasila sebagai dasar pemikiran
filsafati dalam membangun
masyarakat, bangsa dan negara
Indonesia baik untuk kekinian
maupun untuk masa depan bangsa
dan negara Indonesia. Pancasila adalah merupakan suatu
pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara
yuridis bangsa Indonesia membentuk
negara. Pancasila merupakan
konstruksi pikir yang merupakan
suatu keharusan untuk mengarahkan
hukum dan perilaku masyarakat
kepada cita-cita yang diinginkan
masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh NUZHA TUNNIDA _2311011032 -

NAMA : NUZHA TUNNIDA

NPM : 2311011032

ANALISIS JURNAL

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa

Membangun Karakter Bangsa Indonesia

     Membangun karakter sudah dipikirkan oleh Indonesia melalui para the founding father. Seperti melalui lagu Indonesia Raya tidak hanya nyanyian tetapi ditindaklanjuti dengan aksi membangun bangsa mulai dari membangun jiwa atau karakter bangsa. Namun, yang dilakukan bangsa ini justru aspek fisik material. Konsep revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara harus dilakukan secara terbuka dalam koridor staatsside untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara Indonesia baik untuk kekinian maupun untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa

     Berdasarkan perspektif pendidikan  kewarganegaraan dikenal dengan tiga kompetensi yaitu :

1.       Pengetahuan Kewarganegaraan (civil acknowledge)

Berkenaan dengan kehidupan politik, undang-undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi, dan seterusnya

2.       Kecakapan Kewarganegaraan (civil skill)

Berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional, dan kecakapan spiritual

3.       Watak Kewarganegaraan (civil disposition/character)

Berkenaan dengan nilai-nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya. Nilai-nilai unik tersebut berasal dari nilai budaya, ajaran agama atau dasar filsafat negara.

Mencari Jabaran Pancasila dan Implementasinya

     Pembangunan karakter harus bersifat berkelanjutan (sustainable) dan karakter haruslah nilai (values) yang berlanjut. Maka sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.       Hormat menghormati terhadap keyakinan religius orang lain

2.       Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek

3.       Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme

4.       Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional

5.       Keadilan sosial dan persamaan (equity)

 


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh INAYA MAULIDINA -
Nama : INAYA MAULIDINA
NPM : 2311011024

Secara kebangsaan, Indonesia masih tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa, sebagai way of life , namun kenyataannya nilai-nilai Pancasila belum mencerminkan karakter dan perilaku kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tidak sesuai antara dass sollen dan dass sein antara idealisnya dengan kenyataannya. terdapat kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia, yang berdampak pada masalah-masalah seperti degradasi lingkungan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan, dan perilaku tidak etis. masalah-masalah ini berasal dari kurangnya pengembangan karakter dan budaya. dalam Membangun Karakter Bangsa perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan ( civic skill), dan watak kewarganegaraan (civic disposition) .
kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik,undang-undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi dan seterusnya. Kecakapan kewarga- negaraan berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional dan kecakapan spiritual. Sedangkan karakter kewarganegaraan bangsa berkenaan dengan nilai-nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Sanrina Ghaisan Aulia 2311011090 -

Nama : Sanrina Ghaisan Aulia

NPM : 2311011090

Berdasarkan hasil analisis saya, Jurnal yang berjudul "Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" merupakan Jurnal yang membahas mengenai gejala perilaku negatif remaja yang akhirnya dapat mengakibatkan lenyapnya bentuk kehidupan yang bernilai.

Masalah masalah yang mengancam pancasila akhir akhir ini terjadi dalam kehidupan remaja yang disebabkan oleh diri sendiri, lingkungan maupun orang tua. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan Membangun Karakter Bangsa Indonesia. Membangun Karakter Bangsa sebenarnya telah terpikirkan sejak dahulu, hal tersebut dibuktikan pada bunyi syair lagu Indonesia Raya "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya'. Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut tidak cukup hanya dinyanyikaan melainkan harus ditindak lanjuti dengan aksi membangun bangsa ini mulai dari membangun Jiwa atau karakter Bangsanya. 

Membangun Karakter Bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut tercermin dalam perilaku bagi pribadi masing-masing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Nilai-nilai yang harus diinternalisasikan dalam kehidupan kita adalah nilai nilai pancasila berkaitan dengan implementasinya dalam kehidupan sehari hari. Pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa diimplementasikan dengan menjalankan perintah ajaran agama masing masing dan bertoleransi terhadap agama orang lain, sedangkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, diwujudkan dengan saling merhargai harkat dan martabat satu dengan yang lainnya. Sila Persatuan Indonesia berarti tidak adanya diskriminasi indivoidu antargolongan, rela berkorban dan menciptakan Kerukunan. Pada sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan diwujudkan dengan menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia berarti menghargai hak orang lain dan mengedepankan hak juga kewajiban secara seimbang.

Kesimpulannya adalah saat ini banyak perilaku buruk khususnya pada remaja yang dapat mengurangi esensi Pancasila sebagai dasar negara, untuk mengatasi hal tersebut kita dapat bersama sama membangun karakter satu sama lain dengan cara menanamkan/mengimplementasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, Membangun Karakter Bangsa juga dapat dilakukan dengan cara terus mempelajari Pancasila seperti dalam pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi.



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Riziq Fatur Ramadan 2351011036 -
Nama: Riziq Fatur ramadan
NPM: 2351011036

Hasil dari analis jurnal yang saya lakukan;
Jurnal berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa".
Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa yang digali dari akar budaya bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi hingga sekarang, baik nilai-nilai agama, adat istiadat, kebersamaan, keseteraan, keadilan, maupun perjuangan untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan.
Implementasi nilai-nilai pancasila dalam pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah upaya berkelanjutan yang memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat sehingga dapat membangun masyarakat yang kuat, beretika, dan bersatu yang merupakan landasan bagi perkembangan positif bangsa.
Secara keseluruhan, jurnal ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat karakter bangsa Indonesia dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filosofisnya, serta perlunya upaya bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh kadek linda yohani 2351011002 -
Nama: Kadek Linda Yohani
NPM: 2351011002

Sebagai bangsa Indonesia kita seharusnya dapat mengelola dan memelihara, bukan justru menjadi penghancur negara kita sendiri.
Perilaku kebiasaan tersebut berkontribusi terhadap degradasi atau kerusakan lingkungan fisik dan lenyapnya bentuk kehidupan yang sangat berharga dan bernilai.
Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut terwejantahkan / termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing- masing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa. Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari dua sudut, pertama secara hitoris dan secara kultural. Secara hitoris yaitu suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara. Bangsa Indonesia secara historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati- dirinya sendiri. Sedangkan secara kultural ialah dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Diva Aulia Rahma_2311011120 -
Nama: Diva Aulia Rahma
NPM: 2311011120

Analisis Jurnal

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Pada saat ini telah terjadi krisis identitas dari para generasi muda. Di mana generasi muda menunjukkan perilaku kebiasaan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan fisik dan lenyapnya bentuk kehidupan yang sangat berharga / bernilai. Pancasila yang seharusnya menjadi way of life, pada kenyataannya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila belum tercermin pada karakter dan perilaku bangsa. Dalam menghadapi kasus ini, harus dilakukan revitalisasi Pancasila melalui penjabaran Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa. Sebagai falsafah negara, Pancasila sebagai sumber nilai dalam realisasi normatif dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan yang dapat digunakan sebagai pembangunan karakter bangsa.

Membangun karakter bangsa dapat diwujudkan melalui hal-hal berikut:
1. Saling menghormati atas keyakinan/kepercayaan orang lain.
2. Saling menghormati martabat manusia.
3. Menjunjung kesatuan dalam kehidupan.
4. Mengedepankan demokrasi.
5. Selalu bersikap adil.

Dengan mewujudkan sikap-sikap tersebut, merupakan langkah aktualisasi nilai-nilai Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh MUTIA AZ ZAHRA -
Nama : Mutia Az Zahra
NPM : 2311011034

Analisis Jurnal "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa"
Pada jurnal tersebut dijelaskan bahwa dijaman yang sekarang telah terjadi banyak kerusakan lingkungan fisik dan kriris etika manusia seperti penyalahgunaan narkoba, menjual tubuh mereka demi mendapatkan obat obatan atau narkoba. Karena itu pentingnya membangun karakter bangsa dan penerapan nilai nilai pancasila sangat berperan pada saaat inii.
Pada jurnal tersebut membahas pentingnya menjadikan nilai pancasila sebagai perilaku untuk kehidupan kita sehari hari.

perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal dengan tiga kompetensi yaitu: pengetahuan
kewarganegaraan (civic knowledge),
kecakapan kewarganegaraan (civic
skill), dan watak kewarganegaraan/
civic disposition (Budimansyah,201)

Dalam jurnal tersebut Pengetahuan
kewarganegaraan berkenaan dengan
apa yang seharusnya diketahui oleh
seorang warganegara mengenai
negaranya seperti kehidupan politik,
undang-undang kewarganegaraan,
pemerintahan, konstitusi dan
seterusnya.

Kesimpulannya yaitu membangun
karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masingmasing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Dian Dwi Anggraini 2311011130 -
NAMA : DIAN DWI ANGGRAINI
NPM : 2311011130

Judul : "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa"

Penulis: salah satu orang penulis yang bernama Sutan Syahrir Zabda

Korespondensi:-dalam jurnal ini nama penulis dilengkapi dengan alamat korespondensi seperti adanya email (ssz196@ums.ac.id
)
-penulis adalah seorang dosen ppkn di UMS
-adapun pada jurnal ini juga terdapat ISSN:1412-3835
106

Abstrak:-pada bagian abstrak penulis akan membahas permasalahan tentang "mengapa Pancasila (lima
Nilai-nilai Prinsip Nasional Indonesia belum sepenuhnya dipahami dan dipraktikkan
orang Indonesia" dan "bagaimana Nilai-Nilai Pancasila bisa direvitalisasi agar bisa terwujud
secara khas terinternalisasi dalam aktivitas masyarakat sehari-hari"
-abstrak ditulis dengan satu bahasa yaitu bahasa Inggris
-jurnal ini terdiri dari satu paragraf tidak ada singkatan,kutipan,tabel, gambar,dan merk dagang

Kata kunci : Pancasila values, Philosophy, Nation

Pendahuluan : bagian pendahuluan berisi tentang karakter dan perilaku manusia
-bagian pendahuluan juga berisi argumentasi teori
-bagian pendahuluan menjelaskan tentang"membangun karakter bangsa" ,Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa ,Mencari jabaran Pancasila dan
Implementasinya
-Penulis sependapat dengan Pat Duffy Hutcheon
bahwa persoalan yang dihadapi
bangsa Indonesia dalam kontek krisis
peradaban di atas lebih karena
bangsa Indonesia sudah atau sedang
mengalami krisis atau degradasi
karakter bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Arya Ferdyfasan Cu 2311011106 -
Nama : Arya FerdyFasan Cu
NPM : 2311011106

"Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter"

membahas masalah serius mengenai perubahan perilaku masyarakat modern Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam membangun karakter bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Beberapa masalah yang diidentifikasi termasuk penyalahgunaan narkoba, kehilangan kontrol terhadap generasi muda, dan kehilangan nilai etika di berbagai aspek kehidupan.

• Pentingnya membangun karakter bangsa berbasis nilai-nilai Pancasila ditekankan dalam jurnal ini. Ini melibatkan internalisasi nilai-nilai tersebut dalam perilaku masyarakat sehari-hari. Dalam hal ini, operasionalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi bagian kunci untuk memandu perilaku individu dan masyarakat secara keseluruhan.

• Penting juga untuk mencatat bahwa pendekatan dalam membangun karakter bangsa haruslah rasional, edukatif, dan tidak melibatkan unsur pemaksaan. Etika, seperti kejujuran, harus menjadi bagian integral dari berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan hukum.

Jurnal ini menggarisbawahi pentingnya memperkuat karakter bangsa Indonesia dengan merujuk pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filosofisnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Bunga Ayuningtias -
Bunga Ayuningtias
2311011118


Berdasarkan perspektif
pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan /civic disposition. Setiap warga negara harus mengetahui dan menerapkan 3 kompetensi pendidikan kewarganegaraan agar dapat membangun karakter bangsa. membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut terwejantahkan /termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing masing dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
nilai nilai Pancasila adalah sebagai sumber nilai dalam realisasi normatif bangsa dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. integritas Pancasila sebagai sistem filsafat menjadi asas kerohanian bangsa harus dijadikan basis dan inti dalam membangun karakter bangsa (nation and haracter building) yang sinergi dengan sistem pembangunan nasional. Dengan demikian membangun karakter bangsa berbasis falsafah Pancasila adalah menjadikan nilainilai Pancasila tercermin dalam
perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat. Jika nilai Pancasila tela terimplementasi dalam karater setiap orang, secara outmatif membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara. Oleh karna itu, kita sebagai warga Indonesia harus mengaplikasikan nilai nilai pancasila dalam kehidupan sehari hari agar terciptanya karakter bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Putri Nuraini Azzahra 2311011072 -
Putri Nuraini Azzahra
2311011072

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Ditulis dijurnal bahwa Indonesia khususnya generasi muda mengalami kritis identitas, banyak kekerasan terjadi, penyalahgunaan minuman keras dan narkoba, melakukan hal hal yang tidak pantas sesuai umurnya. Oleh karena itu Pancasila berperan sebagai pedoman untuk generasi muda dengan cara mengambil nilai dan mengamalkan prinsip prinsip yang ada pada dasar negara Indonesia.

Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal dengan tiga kompetensi
1. Pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge)
2. Kecakapan kewarganegaraan (civic skill)
3. Watak kewarganegaraan (civic disposition)

Penting untuk menerapkan dan mengembangkan karakter berdasarkan pada prinsip prinsip Pancasila sebagai manifestasi pencerminan kita sebagai bangsa Indonesia dan mencegah perbuatan perbuatan yang buruk agar negara Indonesia tidak tercoreng buruk.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh SAFNAH ZAQIYAH -
Safnah Zaqiyah
2311011038

Aktualisasi Nilai-nilai
Pancasilasebagai Dasar Falsafah Negara dan
Implementasinya Dalam Pembangunan
Karater Bangsa

Nilai-nilai pancasila di era saat ini belum sepenuhnya diimplementasikan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ada beberapa nilai dan etika yang diabaikan sehingga berdampak buruk bagi pihak tertentu maupun pihak itu sendiri.

Secara kultural, dasar-dasar pemikiran tentang pancasila dan nilai-nilainya berakar pada nilai religius dan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa indonesia sendiri
Secara yuridis, tercantun dalam tertib hukum indonesia, yaitu pembukaan UUD 1945.

Karakter, yang menjadi landasan suatu nilai dapat dijalankan dengan baik atau tidak. Pengetahuan kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya
Kecakapan kewarganegaraan mencakup kecakapan intelektual, emosional dan spritual.

Pendidikan kewarganegaraan mencakup tiga poin, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, kecakapan kewarganegaraan dan watak kewarganegaraan. Oleh karena itu, membangun karakter bangsa indonesia merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia kedalam jiwa seriap bangsa indonesia, sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing dan bagi kehudupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Mohammad rifky Anandya -
Nama mohammad rifky anandya
Npm 2311011066

Jurnal tersebut berisi tentang pentingnya membangun karakter bangsa indonesia dan cara mengimplementasinya
Belakangan ini perilaku masyarakat mengisyaratkan nilai-nilai kehidupan yang menjadi landasan moral etik sudah tidak ada. Secara sosiologis, setiap masyarakat memiliki tata nilai mereka sendiri. kenyataannya nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya mencerminkan dan diamalkan karakter dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Mengapa demikian dan bagaimana cara mengimplementasikannya ?

Penyebab utama gejala tersebut bermuara pada individu masyarakat terkait terbentuknya karakter dan masalah budaya masyarakat.
bangsa Indonesia sudah atau sedang mengalami krisis atau degradasi karakter bangsa. Pentingnya membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing- masing dan dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa. dan bernegara Indonesia.
Cara mengimplementasikannya dengan cara Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Sebab pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, sumber nilai nilai kebudayaan dan religius, serta kedudukannya sebagai cita cita hukum dalam mengarahkan perilaku masyarakat. Dengan demikian nilai- nilai Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat. Jika nilai Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara outmatif membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa. penyelenggara negara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Zahra Putri Khumairah -

Nama : Zahra Putri Khumairah 

NPM : 2311011084

Hasil Analisis saya mengenai jurnal yang berjudul “Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa.”

Jurnal ini membahas konsep revitalisasi pancasila yang harus dilakukan secara terbuka dan tetap berada di dalam koridor staatside. Pancasila sebagai acuan yang akan direvitalisasi untuk membangun karakter bangsa. Membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai kehidupan ke dalam jiwa tiap warga negara sehingga nilai nilai tersebut terwujud dalam perilaku masing masing individu. Upaya revitalisasi pancasila ke bentuk fungsional atau menjadikan pancasila sebagai paradigma karakter bangsa. Lima Sila dari Pancasila diderivasikan ke dalam bentuk nilai operasional yang secara aplikatif dapat dilaksanakan. Secara tentatif, rumusan operasional nilai Pancasila dapat disusun namun belum pasti atau dapat dibantah.

Penulis jurnal ini juga menulis bahwa nilai-nilai Pancasila perlu direvitalisasikan melalui proses deseminasi secara serius dan menggunakan metode pendekatan yang tepat dan rasional ilmiah, bukan indoktrinasi. Jangan ada unsur pemaksaan, melainkan pendekatan persuasif edukatif.

Sebagai cita cita hukum, Pancasila merupakan konstruksi pola pikir yang merupakan suatu keharusan untuk mengarahkan hukum dan perilaku masyarakat kepada tujuan yang diinginkan masyarakat. Oleh karena itu, integritas Pancasila sebagai sistem filsafat menjadi asas kerohanian bangsa harus dijadikan basis dan inti dalam membangun karakter bangsa yang sinergi dengan sistem pembangunan nasional. 




Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Ummi Nur Aisyah -
ummi nur aisyah
2311011028

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa

Sutan Syahrir Zabda
Dosen PPKN-FKIP UM

ARGUMEN TEORITIS
Eric Fromm menyatakan bahwa perkembangan Eropa
perkembangan peradaban modern, yang berpangkal pada timbulnya kebebasan (freedom) yang terjadi pada level individu maupun masyarakat (Budimansyah,2010:14).
Kebebasan Individu dalam dimensi masyarakat mengakibatkan lepasnya ikatan- ikatan nilai dalam masyarakat atau kelompok.

Membangun Karakter Bangsa Indonesia
Membangun karakter bangsa sebenarnya sudah terpikirkan oleh bangsa Indonesia melalui para the founding father nya jauh sebelumbangsa Indoensia merdeka. Bung Karmo amat sering menyampaikan pentingnya membangun karakter bangsa (nation character building).

Pengertian dan Konsep Mem- bangun Karakter Bangsa
Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge). kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan / civic disposition(Budimansyah,2010)

Mencari jabaran Pancasila dan Implementasinya.
Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa.

Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara. Bangsa Indonesia secara historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, herkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati- dirinya sendiri. Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara" (Kaclan.2011:8).

Pancasila sebagai nillai-nila kemanusia yang dapat dirumuskan sebagai berikut(Sastraprateja, 1998:72);
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau
subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional 5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity)

Dengan demikian membangun karakter bangsa berbasis falsafah Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat. Jika nilai Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara outmatif membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Castyllus Devandra Oktafio -
Nama : Castyllus Devandra Oktafio
NPM : 2311011004

Pembangunan karakter bangsa Indonesia merupakan suatu hal yang harus dilakukan. Pemikiran untuk membangun karakter bangsa Indonesia sudah terpikirkan jauh sebelum bangsa indonesia merdeka. Membangun karakter bangsa merupakan proses
internalisasi nilai-nilai kehidupan
luhur bangsa indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar falsafah
bangsa dan negara Indonesia sebagai
acuan yang akan direvitalisasi untuk
membangun karakter bangsa. Pada jurnal ini disebutkan bahwa Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal
tiga kompetensi yaitu: pengetahuan
kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic
skill), dan watak kewarganegaraan /
civic disposition. Jadi Pancasila sebagai dasar falsafah harus bersifat terbuka namun tetap harus berada dalam ruang lingkup yang digagas oleh para pendiri negara, Dengan demikian membangun
karakter bangsa berbasis falsafah
Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam
perilaku hidup dan kehidupan setiap
orang anggota masyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Syayyidah Zahra Navisyah.M -
Nama : Syayyidah Zahra N.M

NPM   : 2311011022

Analisis Jurnal.

Dalam jurnal yang berjudul " Aktualisasi Pancasila Sebagai Dasar Negara ",terdapat beberapa point pembahasan , yaitu mengenai pembangunan karakter bangsa serta cara pengimplementasian atas konsep dasar tersebut.

Pancasila adalah suatu suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- sudah ada sebelumnya secara yuridis bangsa Indonesia terbentuk negara. Bangsa Indonesia secara historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati-dirinya sendiri. Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila dihapuskan pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum membangun negara.

Mengingat pembangunan karakter harus bersifat berkelanjutan terus terus menerus (berkelanjutan), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai (nilai) yang bersifat berlanjut. Membangun karakter merupakan pembangunan manusia, maka nilai berkelanjutan merupakan inti dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuska

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama : Azika Edra Avioleta
Npm : 2311011044

di dalam jurnal ini menekankan pentingnya revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dan diimplementasikan dalam aktivitas sehari-hari. Permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat Indonesia saat ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan ketaatan terhadap nilai-nilai Pancasila. Jurnal ini juga menyoroti perlunya membangun karakter bangsa melalui pendidikan dan pengembangan kebudayaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Anggela Kurnia Ilmi 2311011048 -
Nama : Anggela Kurnia Ilmi
Npm : 2311011048

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa
Pancasila dijadikan dasar falsafah Indonesia adalah untuk menanamkan nilai-niali Pancasila dalam setiap diri bangsa indonesia untuk mencegah terjadinya konflik antar suku, agama, dan darah serta menghindari adanya tindakan separatis untuk memisahkan diri dari negara kesatuan repiblik Indonesia.
Membangun karakter bangsa Indonesia
membangun bangsa Indonesia sebelum sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dalam lagu kebangsaan hasil gubahan WR Supratman Indonesia raya menyatakan bahwa Indonesia dapat dibangun melalui pembangunan jiwanya. Namun, yang terjadi pada bangsa Indonesia dalam pembangunannya justru dimulai dan menitik beratkan pada aspek fisik material. Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa. Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari dua sudut, pertama secara hitoris dan secara kultural. Pancasila bersumber dari nilai-nilai dan budaya-budaya bangsa Indonesia yang disebut national character. Sebagai dasar falsafah, Pancasila yang merupakan suatu pilihan bangsa Indonesia melalui The Founding Fathers adalah core philosophy bangsa Indonesia, bahwa dalam hidup kenegaraan dan kebangsaan Pancasila sebagai dasar filsafat negara yang secara yuridis tercantum dalam tertib hukum Indonesia, yaitu dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila adalah sebagai sumber nilai dalam realisasi normatif dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan. adalah Pancasila sebagai nillai-nila kemanusia yang dapat dirumuskan sebagai berikut(Sastraprateja,1998:72):
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity)
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Gusti Made Arsana 2311011068 -
NAMA :GUSTI MADE ARSANA
NPM : 2311011068

jurnal tersebut membahas tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia. Mereka menyoroti bahwa nilai-nilai Pancasila telah ada dalam kebudayaan dan nilai-nilai religius bangsa Indonesia sebelum terbentuknya negara. Selain itu, jurnal-jurnal juga menekankan perlunya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari masyarakat dan pemerintahan untuk membangun karakter bangsa yang kokoh.

Penekanan juga diberikan pada relevansi nilai-nilai Pancasila dengan etika sosial, seperti kejujuran, menghormati keyakinan orang lain, menghargai martabat manusia, dan persatuan. Mereka memandang bahwa membangun karakter bangsa berbasis Pancasila adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan kemanusiaan yang berkelanjutan.

Ada juga analisis tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, ekonomi, sosial, dan hukum. Keadilan sosial dianggap sebagai bagian penting dari nilai-nilai Pancasila, dan harus direalisasikan dalam perilaku dan kebijakan publik.

Selain itu, jurnal-jurnal juga membahas tantangan dan gejala sosial di Indonesia, termasuk degradasi lingkungan, penyalahgunaan narkoba, kehilangan kontrol terhadap anak muda, dan degradasi karakter dan etika dalam berbagai sektor.

Dalam upaya merevitalisasi Pancasila, jurnal-jurnal menyarankan bahwa hal ini harus dilakukan melalui proses desiminasi yang serius dan menggunakan strategi metode pendekatan yang tepat dan rasional ilmiah, bukan melalui indoktrinasi atau pemaksaan. Keseluruhan, jurnal-jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam membahas dan menganalisis bagaimana Pancasila dapat dijadikan paradigma karakter bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh AZALIA AYU RAHMAWATI -

Nama : Azalia Ayu Rahmawati

NPM : 2311011016

Dalam membangun karakter bangsa Indonesia, pada permulaan karakter yang dibentuk sudah menitikberatkan pada aspek fisik material sehingga kini generasi bangsa berorientasi kepada aspek fisik material dan individualistis. Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan terbentuk tiga kompetensi, yang pertama pengetahuan kewarganegaraan dengan arti hal-hal yang seharusnya diketahui oleh seorang warga negara tentang negara sendiri. Kedua kecakapan kewarganegaraan mencakup kecakapan intelektual, emosional, dan spiritual. Ketiga watak kewarganegaraan yaitu nilai-nilai yang terintegrasi ke dalam diri seorang warga negara. Oleh karena itu dalam membangun karakter bangsa adalah proses internalisasi nilai Pancasila ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Gamaliel Felix Repi -
nama: Gamaliel Felix Repi
npm: 2311011058

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Falsafah Negara Dan implementasinya dalam pengembangan Karakter Bangsa.

Pengembangan karakter bangsa sebenernya sudah terpikirkan sebelum Indonesia merdeka. pengembangan karakter bangsa ini perlu disosialisasikan lebih lagi supaya tidak terjadinya kesalahpahaman. dalam lagu Indonesia Raya pun, pengembangan karakter bangsa sudah disebut "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya..." namun banyaknya kesalahpahaman sering terjadi yang membuat generasi generasi berorientasi pada material dan yang terjadi terciptalah sifat individualis, padahal seharusnya yang terjadi adalah pengembangan karakter(norma) bangsa, maka dari itu perlunya kesadaran untuk mensosialisasikan Pancasila sebagai dasar negara untuk mengembangkan karakter bangsa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Azizah Arifiani Apriyanto 2311011042 -
Azizah Arifiani Apriyanto
2311011042

Hasil analisis jurnal:
Permasalahan yang dibahas dalam makalah ini adalah; 1) mengapa nilai-nilai Pancasila (lima
Pancasila belum sepenuhnya dipahami dan diamalkan oleh masyarakat Indonesia, 2) bagaimana
bangsa Indonesia, 2) bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat direvitalisasi sehingga dapat
terinternalisasi secara khas dalam kegiatan masyarakat sehari-hari. Berdasarkan kajian yang mendalam
Berdasarkan kajian mendalam dari beberapa teori, kesimpulan yang diperoleh adalah: 1) perilaku yang bersifat tentatif adalah
merupakan masalah utama belum terimplementasikannya nilai-nilai Pancasila di sebagian besar masyarakat Indonesia. 2)
Nilai-nilai Pancasila harus direvitalisasi melalui proses sosialisasi yang serius
dengan strategi yang tepat dan secara ilmiah, bukan doktrin. Setiap upaya
internalisasi nilai-nilai Pancasila harus menggunakan pendekatan persuasi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Rahma Aulia Putri -

Nama: Rahma Aulia Putri

 NPM: 2311011080

 

Analisis Jurnal berjudul “Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa” oleh Sutan Syahrir Sabda

 

Menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa adalah penjabaran Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa. Seperti yang Kaelan kutip dari pendapat Notonagoro, bahwa “Secara historis, Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilainilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara. Secara kultural, dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara” (Kaelan,2011:8).

Pancasila sebagai dasar falsafah yang secara yuridis tercantum dalam tertib hukum Indonesia, yaitu dalam Pembukaan UUD 1945, yang berarti sumber nilai dalam realisasi normatif dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.

Maka dari itu, dalam membangun karater bangsa harus dilakukan secara berlanjut agar Pancasila dapat menjadi paradigma bagi semua generasi. Dengan demikian, membangun karakter bangsa berbasis falsafah Pancasila adalah menjadikan nilai-nilai Pancasila tertanam dalam kehidupan setiap masyarakat Indonesia.

Pengaplikasian nilai-nilai Pancasia dalam kehidupan sehari-hari:

1.       Ketuhanan yang Maha Esa. setiap masyarakat Indonesia percaya akan adanya tuhan, saling menghargai antar umat beragama, dan tidak memaksakan agamanya pada orang lain.

2.       Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Menghargai harkat dan martabat manusia, dan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.

3.       Persatuan Indonesia. Bangsa indonesia dapat memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan abadi, perdamaian dunia dan keadilan sosial, dan memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4.       Kerakyatan yang diPimpin oleh Hikmat, Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.

5.       Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Mengembangkan perbuatan luhur, gotong royong, hidup sederhana/ tidak boros, dan menghargai hasil karya orang lain.

 


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Rafli Akbar -
Nama:Muhammad Rafli Akbar
NPM:2311011046

Aktualisasi Nilai- nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa adalah topik penting yang mencerminkan hubungan erat antara prinsip- prinsip dasar Indonesia dan perkembangan masyarakat.

1. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara
Kesatuan dan Kebhinekaan Pancasila menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman. Ini relevan dengan Indonesia yang memiliki berbagai budaya, agama, dan suku bangsa. Keadilan Sosial Prinsip ini mendorong pemerataan ekonomi dan keadilan dalam masyarakat. Implementasinya mencakup program- program seperti bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur.

2. Implementasi Nilai- nilai Pancasila dalam Pembangunan Karakter Bangsa
Pendidikan Sektor pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan karakter. Pendidikan yang berbasis Pancasila membantu generasi muda memahami nilai- nilai seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan. Penguatan Etika Implementasi Pancasila melibatkan penguatan etika dalam kehidupan sehari- hari. Ini mencakup integritas dalam berbisnis, berpolitik, dan berinteraksi dengan sesama.
Kerja Sama Antar- Generasi Nilai- nilai Pancasila mendorong kerja sama antara generasi yang lebih tua dan lebih muda. Ini memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman.

3. Tantangan dalam Implementasi
Perbedaan Interpretasi Pancasila dapat diinterpretasikan secara beragam, yang bisa menyebabkan perbedaan dalam implementasinya.Tantangan seperti korupsi dan ketidakadilan bisa menghalangi implementasi nilai- nilai Pancasila yang menekankan integritas dan keadilan.
Perubahan Sosial Perubahan sosial dan budaya bisa mengubah prioritas masyarakat, yang dapat mempengaruhi implementasi nilai- nilai Pancasila.
4. Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Pendidikan Publik Penting untuk meningkatkan pemikiran publik tentang Pancasila dan mengapa nilainya penting dalam kehidupan sehari- hari. Partisipasi Masyarakat Masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan karakter bangsa dengan menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan mereka.

Dalam kesimpulan, aktualisasi nilai- nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara adalah suatu hal yang penting. Implementasinya dalam pembangunan karakter bangsa membutuhkan upaya lintas- sektor dan kesadaran masyarakat. Ini adalah langkah kunci untuk memastikan bahwa Indonesia tetap setia pada prinsip- prinsip dasarnya dan mencapai masyarakat yang adil, beretika, dan berkeadilan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh ELSYA GUSTI LESTARI -

Nama : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal 3 kompetensi yaitu :

1. Pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang – undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi, dan seterusnya.

2. Kecakapan kewarganegaraan (civic skill), berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional, dan kecakapan spiritual.

3. Watak kewarganegaraan (civic disposition), berkenaan dengan nilai – nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya sehingga terminifestasikan dalam perilaku seseorang warganegara.

Nilai – nilai unik tersebut berasal dari nilai budaya, ajaran agama, atau dasar filsafat yang dimiliki dan disepakati oleh bangsa tersebut.

 

Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari 2 sudut yaitu :

1. Secara historis, Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai – nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara.

2. Secara kultural dasar – dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai – nilai Pancasila berakar pada nilai – nilai kebudayaan dan nilai – nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara.

 

Pancasila sebagai nillai – nilai kemanusiaan yaitu :

1. Hormat menghormati terhadap keyakinan religius orang lain.

2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.

3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme.

4. Nilai – nilai terkait dengan demokrasi konstitusional.

5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity).

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Devi Julianti -
Nama : Devi Julianti
NPM : 2311011040

Jurnal tersebut berjudul tentang Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa.
Jurnal ini membahas tentang kurangnya pemahaman serta implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dan mengeksplorasi cara untuk merevitalisasi nilai-nilai ini untuk membangun sebuah bangsa yang kuat. Masalah yang dialami masyarakat Indonesia disebabkan oleh krisisnya karakter nasional dan menekankan pentingnya pembangunan karakter.

Ada tiga kompetensi yang perlu dikuasai dalam konteks pendidikan kewarganegaraan yaitu
1. Pengetahuan Kewarganegaraan
Berkaitan dengan pengetahuan mengenai negara, pemerintahan, dan undang-undang.
2. Kecakapan Kewarganegaraan
Mengenai kecakapan intelektual, emosional, dan spiritual.
3. Karakter Kewarganegaraan
Berkaitan dengan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri seseorang dengan mempengaruhi sikap dan tindakannya.

Pancasila merupakan dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia menjadi acuan dalam membangun karakter bangsa. Pancasila berasal dari nilai-nilai budaya, ajaran agama, dan dasar filsafat yang dimiliki serta disepakati oleh bangsa Indonesia. Membangun karakter bangsa berdasarkan Pancasila itu artinya menjadikan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam perilaku setiap individu atau masyarakat.

Rendahnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di masyarakat Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sebagai berikut.
1. kurangnya pendidikan dan pemahaman tentang Pancasila
2. pengaruh dari adanya globalisasi serta modernisasi
3. kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila
4. lemahnya peran dan dukungan dari pemerintah dan lembaga pendidikan
5. kurangnya kesadaran akan pentingnya membangun karakter bangsa

Manfaat dari diterapkannya nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan seperti politik, perekonomian, dan hukum yaitu sebagai berikut.
1. Politik
Terciptanya etika politik yang jujur serta bertanggung jawab.
2. Perekonomian
Menciptakan perekonomian yang berkeadilan dan berkelanjutan. Nilai-nilai seperti gotong royong, keadilan sosial, dan keberpihakan pada rakyat dapat menjadi landasan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
3. Hukum
Dapat membentuk dan menciptakan hukum yang adil. Nilai keadilan, kesetaraan, serta kejujuran yang terkandung di dalam Pancasila dapat menjadi pedoman dalam proses penegakan hukum.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Naira Nathania Maida -
Nama: Naira Nathania Maida
NPM: 2351011016

"Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa"

Pada jurnal ini dijelaskan tentang Membangun Karakter Bangsa Indonesia. Awal pembangunan karakter bangsa telah ada sejak sebelum kemerdekaan, tetapi perhatian pada karakter kemudian berganti pada aspek fisik material. Terdapat peran penting Pancasila dalam membentuk karakter bangsa, dan revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara perlu dilakukan secara terbuka. Kemudian jurnal tersebut menjelaskan tentang Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa. Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia sebagai acuan yang akan direvitalisasi untuk membangun karakter bangsa dalam implementasinya bagi pembentukan karakter bangsa yaitu sebagai pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan/civic disposition atau character. Pengetahuan
kewarganegaraan berkenaan dengan
apa yang seharusnya diketahui oleh
seorang warganegara mengenai
negaranya seperti kehidupan politik,undang-undang kewarganegaraan,
pemerintahan, konstitusi dan
seterusnya. Kecakapan kewarganegaraan berkenaan dengan
kecakapan intelektual, kecakapan
emosional dan kecakapan spiritual.Sedang watak kewarganegaraan atau
karakter kewarganegaraan/bangsa
berkenaan dengan nilai-nilai unik
yang terinternalisasi dan terintegrasi
dalam diri seseorang yang melandasi
dan mengarahkan sikap dan
tindakannya sehingga
terminifestasikan dalam perilaku seseorang
warga negara. Nilai-nilai unik
tersebut berasal dari nilai
budaya, ajaran agama, atau dasar
filsafat yang dimiliki dan disepakati
oleh bangsa tersebut. Kemudian menjelaskan tentan Memcari Jabaran Pancasila dan Implementasinya.Menjabarkan Pancasila ke dalam
implementasinya untuk membangun
karakter bangsa adalah bagian upaya
merevitalisasi Pancasila ke dalam
bentuk fungsional dalam membentuk
karakter bangsa Indonesia. Dengan
kata lain menjadikan Pancasila
sebagai paradigma karakter bangsa.
Keberadaan Pancasila dapat dilihat
dari dua sudut, pertama secara hitoris
dan secara kultural. Nilai-nilai Pancasila sebelum
terbentuknya negara dan bangsa
Indonesia pada dasarnya terdapat
secara sporadis dan fragmentaris
dalam kebudayaan bangsa yang
tersebar di seluruh kepaulauan
nusantara baik pada abad kedua
puluh maupun sebelumnya, di mana
masyarakat Indonesia telah
mendapatkan kesempatan untuk
berkomunikasi dan berakulturasi
dengan kebudayaan lain. Sebagai dasar falsafah,
Pancasila yang merupakan suatu
pilihan bangsa Indonesia melalui The
Founding Fathers adalah core
philosophy bangsa Indonesia, bahwa
dalam hidup kenegaraan dan
kebangsaan Pancasila sebagai dasar
filsafat negara yang secara yuridis
tercantum dalam tertib hukum
Indonesia, yaitu dalam Pembukaan
UUD 1945. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila adalah sebagai
sumber nilai dalam realisasi normatif
dan praksis dalam kehidupan
kenegaraan dan kebangsaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Davin Damalis Muti 2311011124 -
Nama : Davin Damalis Muti
NPM : 2311011124
kelas genap

analisis jurnal yang berjudul "Akutualisasi Nilai- nilai pancasila sebagai dasar falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa" membahas pentingnya memahami pembangunan karakter bangsa. Bung Karno amat sering menyampaikan pentingnya membangun karakter bangsa (pembangunan karakter bangsa). Awal rintisan membangun bangsa Indonesia sebelum sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dalam lagu kebangsaan hasil gubahan W.R. Supratman Indonesia Raya menyatakan bahwa Indonesia Raya dapat dibangun melalui membangun jiwa. Banyak pendapat dan pemahaman dikalangan para tokoh bangsa ini mengenai Pancasila. Baik dari aspek sejarah, politik, yuridis, maupun aspek budaya. Oleh karena itu menyepakati lebih dahulu konsep revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia harus dilakukan secara terbuka namun berada di koridor staatsside yang digagas oleh para pendiri negara yang menginginkan Dasar falsafah Pancasila sebagai dasar pemikiran filosofi dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara Indonesia baik untuk sekarang maupun untuk masa depan bangsa dan negara Indonesia. Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia.Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa.Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari dua sudut, pertama secara hitoris dan secara kultural.Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum bangsa Indonesia membentuk negara.
Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika terimplementasikan dalam bentuk budaya perilaku masyarakat.Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat.
Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara langsung membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara. Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan /civic disposition.
Pancasila tersebut perlu direvitalisasikan melalui proses deseminasi secara serius dan menggunakan strategi metode pendekat yang tepat dan rasional ilmiah, bukan indoktrinasi. Jangan pernah ada unsur pemaksaan, melalinkan pendekatan persuasive educkatif.
Praktek kehidupan dalam segala bidang tercerminkan dalam etika setiap orang dan kelompok. Misal nilai kejujuran adalah selaras dengan Nilai Pancasila.
kesimpulan :
pancasila perlu di revitalisasi dan diimplementasikan dengan benar oleh masyarakat agar tercapainya nilai nilai pancasila dalam membangun karakter bangsa. oleh karena itu, membangun karakter bangsa adalah langkah awal dan utama dalam memahami dan mengimplementasikan nilai nilai pancasila.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh M Dhiyas Ramadani Dawan 2351011008 -
M Dhiyas Ramadani Dawan
2351011008

Jurnal : Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Dalam jurnal tersebut disampaikan bahwa membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia ke dalam jiwa setiap warga negara Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing, dan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa.
Bahwasannya Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia sebagai acuan yang akan direvitalisasi untuk membangun karakter bangsa dalam implementasinya bagi pembentukan karakter bangsa yaitu sebagai pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan/civic disposition atau character.Pengetahuan
kewarganegaraan berkenaan dengan
apa yang seharusnya diketahui oleh
seorang warganegara mengenai
negaranya seperti kehidupan politik,undang-undang kewarganegaraan,
pemerintahan, konstitusi dan
seterusnya.

dari semua yang dibahas oleh jurnal ini, maka di dapat kesimpulan yaitu, membangun karakter bangsa Indonesia adalah upaya yang penting dalam memahami, menginternalisasi, dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan perilaku universal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Rakha Luthfi Arifin 2351011004_S1 Manajemen -
Nama:Rakha Luthfi Arifin
NPM:2351011004

Jurnal : Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa

pancasila merupakan ideologi yang mengsatukan bangsa indonesia budaya yang memilik nilai nilai yang tinggi

Dalam jurnal tersebut disampaikan bahwa membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia ke dalam jiwa setiap warga negara Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing, dan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Membangun karakter bangsa dapat diwujudkan melalui hal-hal berikut:
1. Saling menghormati atas keyakinan/kepercayaan orang lain.
2. Saling menghormati martabat manusia.
3. Menjunjung kesatuan dalam kehidupan.
4. Mengedepankan demokrasi.
5. Selalu bersikap adil.
6.saling menghormati ketika lagi bermusyawarah
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh FARIDAH DUHA PUTRI -
Nama : Faridah Duha Putri
Npm : 2351011018

Aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan implementasinya dalam pembangunan karakter bangsa di Indonesia. Pertanyaan utama adalah mengapa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diamalkan dan bagaimana cara merevitalisasi Pancasila agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berkarakter.

Pengertian bahwa membangun karakter bangsa dimulai sebelum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, dengan fokus pada membangun jiwa bangsa. Terdapat berbagai pandangan mengenai Pancasila di kalangan tokoh bangsa, dan kesepakatan revitalisasi Pancasila sebagai dasar falsafah negara harus dilakukan secara terbuka sesuai dengan gagasan para pendiri negara.

Implementasi Pancasila dalam membangun karakter bangsa harus berkelanjutan dan mencakup nilai-nilai yang bersifat berlanjut, seperti hormat terhadap keyakinan orang lain, martabat manusia, kesatuan sebagai bangsa, demokrasi konstitusional, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi inti dari pembangunan karakter bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Alexander Michael Abraham Lumbantoruan 2311011100 -
Nama : Alexander Michael Abraham Lumbantoruan
NPM : 2311011100

Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah. Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa 
Jurnal ini membahas tentang peran penting nilai nilai pancasila untuk membangun karakter bangsa. Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa. Jurnal ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali Pancasila sebagai landasan falsafah negara dengan transparansi. Isi dari jurnal ini juga menguraikan pendekatan yang melibatkan pengetahuan kewarganegaraan, keterampilan kewarganegaraan, dan sikap kewarganegaraan dalam membangun karakter bangsa. Pentingnya mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan sehari-hari dan menjadikan nilai-nilai tersebut universal adalah salah satu fokus
utama. Ini melibatkan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dalam perilaku yang manusiawi, menghormati hak individu, mengedepankan kesetaraan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Pinka Wianda Putri -
Nama : Pinka wianda putri
NPM : 2311011006
Aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan implementasinya dalam pembangunan karakter bangsa.
Eric from menyatakan bahwa perkembangan Eropa sebagai perkembangan peradaban modern, yang berpangkal pada timbulnya kebebasan (freedom) yang terjadi pada level individu maupun masyarakat. Lebih lanjut from menyatakan bahwa pada level individu kebebasan diawali timbulnya "diri" ( self ) dalam proses individuasi sejak lahir, sedang pada level masyarakat, kebebasan menentukan perkembangan kepribadian melalui proses individuasi sepanjang sejarah, seperti yang dialami masyarakat Barat sebagai hasil perjuangan kebebasan. Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu : pengetahuan kewarganegaraan, kecakapan kewarganegaraan, dan watak warga negaraan. Pengetahuan kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warga negara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang-undang kewarganegaraan, pemerintah, konstitusi dan seterusnya. Kecakapan kewarganegaraan berkenan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional dan percakapan spiritual. Oleh karena itu membangun karakter bangsa merupakan internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia ke dalam jiwa setiap warga bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut terwejatahkan/ termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing dan bagi kehidupan bermasyarakat. Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara. Hukum Pancasila merupakan konstruksi pikiran yang merupakan suatu keharusan untuk mengarahkan hukum dan perilaku masyarakat kepada cita-cita yang diinginkan masyarakat. Pancasila sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan religius orang lain.
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subjek yang tidak boleh direduksi sebagai objek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sekretarianisme.
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional.
5. Keadilan sosial persamaan ( equlity ) dan ( equity ).
Di samping itu, praktek kehidupan dalam segala bidang tercerminkan dalam etika setiap orang dan kelompok. Misal nilai kejujuran adalah selaras dengan nilai Pancasila. Oleh karena itu dalam bidang politik, maka etika politik melahirkan perilaku politik yang jujur. Dalam bidang ekonomi, jujur dalam berbisnis, dalam sosial jujur sehingga dapat dipercaya oleh sesama, dalam bidang hukum, jujur dalam menegakkan hukum, maka tercegah mafia hukum, dalam bidang hankam, bahwa jujur melahirkan kepercayaan masyarakat pada penegak hukum.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Rahayu Agustin -
Nama : Rahayu Agustin
NPM : 2311011128

Dari Hasil Analisis saya, Artikel ini menunjukkan bahwa masalah-masalah yang terjadi di masyarakat Indonesia saat ini dapat dikaitkan dengan kurangnya pemahaman dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Pancasila. Contoh nya adalah Penyalahgunaan narkoba, pertikaian antar remaja hanya karena perkara sepele, pergaulan bebas, menipu dan melanggar hukum tanpa penyesalan. Banyak media berita kita justru mengajarkan generasi muda menjadi pahlawan pahlawan maya yang dimplementasikan dalam perilaku kekerasan, pragmatis, berpikir pendek, mereka menjadi budak industri dunia maya, sehingga para remaja asik dengan dirinya sendiri dalam permainan games online, pornografi dan lain sebagainya. Hal ini membuat generasi muda pasif, reksioner negatif, dan tidak kreatif positif. Banyak juga para pemimpin atau tokoh politik, para profesional dan bisnis telah meninggalkan etika, menghalalkan cara demi tujuan. Gejala perilaku masyarakat tersebut tidak mengisyaratkan nilai-nilai kehidupan yang menjadi landasan moral etik.

Artikel ini juga menyoroti perlunya membangun karakter bangsa melalui pendidikan dan pengembangan budaya.
pendidikan dan pengembangan budaya memainkan peran penting dalam membangun karakter bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Melalui pendidikan dan pengembangan budaya, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila, meningkatkan pemahaman tentang kebudayaan bangsa, meningkatkan kesadaran akan pentingnya karakter dan moral yang kuat, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kearifan lokal.

Artikel ini menekankan pentingnya merevitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia dan mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari.
Lima Sila dari Pancasila diderivasikan ke
dalam bentuk nilai operasional yang
secara aplikatif dapat dilaksanakan.
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
dapat dioperasionalkan seperti: menjalankan perintah ajaran agamanya masing-masing, bertoleransi terhadap orang lain yang menjalani ajarannya agamanya.

2. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab,
diwujudkan dalam bentuk perilaku yang saling menghargai harkat dan martabat
manusia, kesamaan dalam kemasyarakatan dan hukum, saling mengasihi, dan menyayangi satu sama lain

3. Sila Persatuan
Indonesia, diwujudkan tiadanya diskriminasi individu dan antar golongan, kesedian bekerjsasama untuk kepentingan bersama, bergotong royong, rela berkorban, senantiasa berupaya menciptakan kerukunan.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Sila ini di wujudkan dalam menyelesaikan masalah dengan musyawarah, demokrasi substansial, dan tidak memaksakan kehendak orang lain.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Diwujudkan dalam bentuk perilaku menghargai hak orang lain dan karya cipta orang
lain, Mengutamakan kewajiban kemudian hak yang dilaksanakan secara seimbang.

Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh ANGEL LOLA AGUSTINA -
angel lola agustina
2351011010
Analisis aktualisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan implementasinya dalam pembangunan karakter bangsa adalah topik yang sangat relevan dalam konteks Indonesia. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang mengandung lima nilai.Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia melibatkan berbagai aspek, termasuk pendidikan, budaya, politik, dan sosial. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat membangun karakter bangsa yang kuat, berlandaskan prinsip-prinsip moral dan etika yang luhur sesuai dengan dasar negara Pancasila. Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa. Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara. Bangsa Indonesia secara historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati- dirinya sendiri. Dengan demikian membangun karakter bangsa berbasis falsafah. Pancasila adalah menjadikan nilai- nilai Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat. Jika nilai Pancasila telah terimplementasi dalam karater setiap orang, secara outmatif membudaya dalam perilaku masyarakat bangsa, dan penyelenggara negara.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Mutia Nur Fajar Annisa_ 2311011070 -
Nama : Mutia Nur Fajar Annisa
NPM : 2311011070

Dalam jurnal berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa," terungkap bahwa pembangunan karakter bangsa Indonesia adalah isu yang krusial, dan penting untuk memahami signifikansi konsep ini. Meskipun upaya pembangunan karakter telah ada sejak sebelum kemerdekaan, perhatian awalnya tertuju pada aspek fisik dan materi.

Jurnal ini menyoroti peran sentral Pancasila dalam membentuk karakter bangsa, serta mendorong revitalisasi Pancasila sebagai dasar filosofis negara secara terbuka. Pendekatan pembangunan karakter bangsa dijelaskan sebagai proses yang melibatkan tiga kompetensi utama: pengetahuan kewarganegaraan, kecakapan kewarganegaraan, dan watak kewarganegaraan, yang semuanya berperan dalam membentuk karakter individu dan masyarakat.

Selain itu, jurnal ini menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, dengan penekanan pada aplikasi universal nilai-nilai tersebut. Operasionalisasi nilai-nilai Pancasila dapat berbeda-beda, namun esensinya adalah mengintegrasikan Pancasila ke dalam tindakan yang menghargai hak individu, kesetaraan, musyawarah, dan keadilan sosial.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Rehan Samli Albab -
Nama : Rehan Samli Albab
NPM : 2351011038
Analisis jurnal
Pancasila adalah suatu suatu pandangan hidup bangsa yang nilai makna tersebut sudah ada sebelumnya secara yuridis bangsa Indonesia terbentuk negara. Bangsa Indonesia secara historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya sebagai suatu bangsa dengan jati-dirinya sendiri. Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila dihapuskan pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum membangun negara. Mengingat pembangunan karakter harus bersifat berkelanjutan terus terus menerus (berkelanjutan), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai (nilai) yang bersifat berlanjut. Membangun karakter merupakan pembangunan manusia, maka nilai berkelanjutan merupakan inti dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Aulia Syifa Putri -

Nama: Aulia Syifa Putri
NPM: 2311011088

Jurnal dengan judul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" ini membahas tentang pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, ideologi nasional Indonesia, dalam berbagai aspek kehidupan. Jurnal ini menyoroti bahwa masalah-masalah yang ada di masyarakat Indonesia saat ini, seperti kerusakan lingkungan, penyalahgunaan narkoba, dan kemerosotan moral, dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila. Jurnal ini menekankan perlunya membangun karakter bangsa melalui pendidikan dan pengembangan budaya. Panduan operasional nilai-nilai Pancasila harus dipelajari bersama dan terbuka sehingga dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Jurnal ini juga menyoroti pentingnya etika dalam membimbing perilaku dalam politik, ekonomi, hukum, dan bidang lainnya. Jurnal ini menekankan bahwa upaya untuk menginternalisasi nilai-nilai ini harus fokus pada persuasi dan penyebaran, bukan hanya doktrin. Jurnal ini juga menekankan perlunya penggunaan metode ilmiah yang tepat dan rasional dalam proses penyebaran nilai-nilai Pancasila.


Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Panca Hadi Prayoga -
Nama : Panca Hadi Prayoga
NPM : 2311011056

Pembahasan keadaan hubungan erat antara prinsip- prinsip dasar Indonesia dan perkembangan untuk membangun karakter bangsa dapat di aktualisasi dalam Nilai- nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya sebagai Pembangunan Karakter Bangsa. Berikut adalah analisis tentang tema ini
1. Pancasila Sebagai Dasar Falsafah Negara
menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman karena indonesia memiliki berbagai budaya, agama, dan suku bangsa.
Ini mendorong pemerataan ekonomi dan keadilan dalam masyarakat karena memakai prinsip Keadilan Sosia. Penerapannya seperti program- program seperti bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur.
2. Implementasi Nilai- nilai Pancasila dalam Pembangunan Karakter Bangsa
Generasi muda harus memahami nilai- nilai seperti gotong royong, toleransi, dan keadilan untuk peran penting dalam pembangunan karakter yaitu dengan pendidikan berbasis pancasila.
etika dalam kehidupan sehari hari melibatkan penguatan etika implementasi pancasila. mencakup integritas dalam berbisnis, berpolitik, dan berinteraksi dengan sesama.
Kerja Sama Antar- Generasi Nilai- nilai Pancasila mendorong kerja sama antara generasi yang lebih tua dan lebih muda. saling bertukar ilmu pengetahuan dan pengalaman yang di milih serta dapat mempererat hubungan sosial.
3. Tantangan dalam Implementasi
berbedanya pandangan terhadap Pancasila dapat tafsirkan secara beragam, sebab perbedaan dalam implementasinya.
Korupsi dan Ketidakadilan bisa menghalangi implemenrasi nilai- nilai Pancasila dalam penekanan integritas dan keadilan. Masyarakat juga dapat mengubah prioritas nya karna perubahan sosial dan budaya yang dapat mempengaruhi implementasi nilai nilai Pancasila
4. Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Pendidikan pancasila nilainya penting dalam kehidupan sehari- hari.
Masyarakat harus berpartisipasi aktif menerapkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan mereka dalam pembangunan karakter bangsa.
Dalam kesimpulan, aktualisasi nilai- nilai Pancasila sebagai dasar falsafah negara adalah suatu hal yang penting. Kesadaran masyarakan juga dibutuhkan untuk Implementasinya dalam pembangunan karakter bangsa. Guna memastikan bahwa Indonesia tetap memegang prinsip- prinsip dasarnya dan mencapai masyarakat yang adil, beretika, dan berkeadilan.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh rafy rafy -
Nama : Rafy
NPM : 2311011074

Analisis Jurnal (4)
Jurnal berjudul Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Membangun karakter bangsa merupakan proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia ke dalam jiwa setiap warga negara Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku bagi pribadi masing-masing, dan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Implementasi nilai-nilai pancasila dalam pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah upaya berkelanjutan yang memerlukan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat sehingga dapat membangun masyarakat yang kuat, beretika, dan bersatu yang merupakan landasan bagi perkembangan positif bangsa.

Dalam konteks revitalisasi Pancasila tersebut, akan lebih efektif jika diimplementasikan dakam bentuk budaya perilaku masyarakat. Dengan demikian, membangun karakter bangsa berbasis falsafah negara adalah menjadikan nilai-nilai pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap anggota masyarakat karena banyak fakta membuktikan bahwa perilaku masyarakat Indonesia mengabaikan nilai dan etika di segala bidang.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah membangun karakter bangsa Indonesia adalah langkah awal dalam memahami, menginternalisasi, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan perilaku universal.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Ni Nyoman Oktiana Jayati -
Ni Nyoman Oktiana Jayati
2351011006

Jurnal tersebut membahas pentingnya aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia. Isu-isu yang diangkat termasuk permasalahan kenapa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya diimplementasikan dalam masyarakat dan bagaimana cara revitalisasi nilai-nilai tersebut.

Analisis jurnal ini memerlukan pemahaman mendalam tentang isu-isu tersebut. Beberapa potensi analisis yang dapat dilakukan termasuk:

*Analisis Hambatan : Mengidentifikasi hambatan utama yang menghalangi penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti perilaku individualistis, pengabaian terhadap etika, dan budaya kekerasan.

*Strategi Revitalisasi : Memeriksa strategi yang diusulkan dalam jurnal untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila, seperti pendekatan persuasif dan metode pendekatan yang tepat.

*Peran Pendidikan : Menilai peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat lebih terintegrasi dalam kurikulum pendidikan.

*Implementasi Nilai-Nilai : Menganalisis contoh konkret bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti politik, ekonomi, dan hukum.

*Karakteristik Bangsa Indonesia : Menelaah karakteristik bagaimana khusus dari bangsa Indonesia, termasuk nilai-nilai budaya dan keagamaan, berperan dalam pembentukan nilai-nilai Pancasila.

*Keselarasan Idealis dan Kenyataan : Mengevaluasi keselarasan antara idealisasi nilai-nilai Pancasila dengan praktik sehari-hari dalam masyarakat Indonesia.

Ini hanya beberapa contoh analisis yang dapat dilakukan berdasarkan jurnal tersebut. Pemahaman yang lebih mendalam tentang konteks sosial, politik, dan budaya Indonesia juga akan sangat membantu dalam menganalisis isu-isu ini lebih lanjut.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Firman Tri Ambudi -
Firman Tri Ambudi
NPM:2311011052

Permasalahan yang dibahas dalam jurnal ini adalah:
1) mengapa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya dipahami dan dipraktikkan dalam masyarakat Indonesia.
2) bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat direvitalisasi agar dapat terinternalisasi secara khas dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan tinjauan mendalam dari beberapa teori, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1) budi pekerti tentatif merupakan permasalahan utama belum terlaksananya nilai-nilai Pancasila pada sebagian besar masyarakat Indonesia.
2) Nilai-nilai Pancasila harus direvitalisasi melalui proses sosialisasi yang serius dengan strategi yang tepat dan ilmiah, bukan doktrin. Setiap upaya internalisasi nilai-nilai Pancasila harus menggunakan pendekatan persuasif.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Azahra Oktarizka 2311011098 -
Nama : Azahra Oktarizka
NPM : 2311011098

Analisis Jurnal
Nama : Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial
Vol : 26
No : 2
Tahun : 2016
ISSN : 1412-3835
Jumlah halaman : 96-114
Judul Jurnal : Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Impelementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa

Penyebab permasalahan dalam jurnal ini terlalu banyak para pemimpin atau tokoh politik, para profersional dan bisnis telah meninggalkan etika, menghalalkan cara demi tujuan. Banyak fakta yang membuktikan perilaku pemimpin kita yang mengabaikan nilai dan etika disegala bidang. Dari penyebab ini dapat ditarik permasalahannya mengapa nilai-nilai pancasila belum sepenuhnya dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia? lalu bagaimana nilai-nilai pancasila dapat direvitalisasi agar dapat diamalkan dalam kehidupan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berkarakter?

Argumen Teoritis
Gejala tersebut berpangkal pada kegagalan dalam proses pembangunan karakter bangsa.

Membangun Karakter Bangsa Indonesia
Membangun karakter bangsa sebenarnya sudah terpikirkan oleh bangsa Indonesia melalui para the founding fathernya jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka dibuktikan dengan bunyi syair lagu Indonesia Raya "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya". Dapat dianalisis bahwa untuk mendirikan sebuah bangsa hal yang paling utama adalah membentuk karakter dari masyarakatnya karena yang akan melaksanakan atau menajalankan visi misi atau cita-cita bangsa adalah masyarakatnya atau generasi penerus bangsanya.

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa
Berdasarkan perspektif pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu : pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan (civic dispositon) atau character. Pengetahuan kewarganegaraan berkenaan dengan apa yang seharusnya diketahui oleh seorang warganegara mengenai negaranya seperti kehidupan politik, undang-undang kewarganegaraan, pemerintahan, konstitusi dan seterusnya. Kecakapan kewarga- negaraan berkenaan dengan kecakapan intelektual, kecakapan emosional dan kecakapan spiritual.
Sedang watak kewarganegaraan atau karakter kewarganegaraan/ bangsa berkenaan dengan nilai-nilai unik yang terinternalisasi dan terintegrasi dalam diri seseorang yang melandasi dan mengarahkan sikap dan tindakannya sehingga terinternalisasikan dalam perilaku seseorang warganegara.
Dapat dianalisis bahwa karakter adalah hal penting karena perbuatan seseorang atau tindakan seseorang dilandasi oleh karakternya masing-masing.

Mencari jabatan Pancasila dan Impelemtasinya
Keberadaan pancasila dapat dilihat dari dua sudut, pertama secara hitoris dan secara kultural.
“Secara historis Pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk negara. Bangsa Indonesia secara
historis ditakdirkan oleh Tuhan YME, berkembang melalui suatu proses dan menemukan bentuknya
sebagai suatu bangsa dengan jati- dirinya sendiri. Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang
Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara”.

Untuk membangun bangsa Indonesia, hal yang sangat diperlukan adalah karakter dari masyarakat dan generasi penerus bangsa, karena yang akan bertindak dalam membangun bangsa ini adalah penghuni bangsa ini, dan kita akan bertindak sesuai karakter masing -masing maka dari itu karakter atau jiwa dari generasi penerus bangsa ini penting dan jika jiwa dari bangsa ini tidak sesuai dengan dasar negara maka kemungkinan cita-cita bangsa ini tidak dapat tercapai.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Chalsa Dilla Anggel Restiana -

Nama : Chalsa Dilla Anggel Restiana

Npm : 2361011002


Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan

Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa


Membangun karakter bangsa

 sebenarnya sudah terpikirkan oleh

 bangsa Indonesia melalui para the founding father nya jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Bung

 Karno amat sering menyampaikan

pentingnya membangun karakter

 bangsa (nation character building).

 Awal rintisan membangun bangsa

 Indonesia sebelum sumpah pemuda

 28 Oktober 1928 dalam lagu

kebangsaan hasil gubahan WR

 Supratman

 Indonesia raya

menyatakan bahwa Indonesia Raya

 dapat dibangun melalui membangun

 jiwanya. Simaklah bunyi syair lagu

 Indonesia Raya “bangunlah jiwanya,

 bangunlah badannya untuk Indonesia

 Raya”. Syair lagu kebangsaan

 Indonesia Raya tersebut tidak cukup

 cuma dinyanyikaan melainkan

 ditindak

 lanjuti dengan aksi

 membangun bangsa ini mulai dari

 membangun Jiwa atau karakter

 Bangsanya. Pengetahuan

 kewarganegaraan berkenaan dengan

 apa yang seharusnya diketahui oleh

 seorang warganegara mengenai

 negaranya seperti kehidupan politik,

undang-undang kewarganegaraan,

 pemerintahan, konstitusi dan

 seterusnya. Kecakapan kewarganegaraan berkenaan dengan

 kecakapan intelektual, kecakapan

emosional dan kecakapan spiritual.

 Sedang watak kewarganegaraan atau

 karakter kewarganegaraan/ bangsa

berkenaan dengan nilai-nilai unik

 yang terinternalisasi dan terintegrasi

 dalam diri seseorang yang melandasi

 dan mengarahkan sikap dan

 tindakannya sehingga

terminifestasikan dalam perilaku seseorang

 warganegara.

Nilai-nilai unik

 tersebut dari berasal dari nilai

 budaya, ajaran agama, atau dasar

 filsafat yang dimiliki dan disepakati

 oleh bangsa tersebut.

 

 “Secara historis pancasila adalah merupakan suatu

pandangan hidup bangsa yang nilainilainya sudah ada sebelum secara

 yuridis bangsa Indonesia membentuk

negara". "Secara kultural

 dasar-dasar pemikiran tentang

Pancasila dan nilai-nilai Pancasila

 berakar pada nilai-nilai kebudayaan

 dan nilai-nilai religius yang dimiliki

 oleh bangsa Indonesia sendiri

 sebelum mendirikan

 negara”. dalam hidup kenegaraan dan

 kebangsaan Pancasila sebagai dasar

 filsafat negara yang secara yuridis

tercantum dalam tertib hukum

 Indonesia, yaitu dalam Pembukaan

 UUD 1945.


Implementasi Pancasila dalam pembangunan karakter bangsa, adalah dengan menjadikan Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat.

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap orang Indonesia sudah seharusnya beriman kepada tuhan, dan wujud perilakunya adalah menjalankan perintah agama masing-masing.

2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dengan saling menghargai harkat dan martabat, dan kesamaan derajat di mata hukum.

3. Sila Persatuan Indonesia, dengan dihilangkannya diskriminasi antar golongan, dan semangat gotong royong.

4. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan menghargai orang lain, dan mengedepankan kewajiban kemudian hak yang dilaksanakan secara seimbang.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Chalsa Dilla Anggel Restiana -

Nama : Chalsa Dilla Anggel Restiana

Npm : 2361011002


Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan

Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa


Membangun karakter bangsa

 sebenarnya sudah terpikirkan oleh

 bangsa Indonesia melalui para the founding father nya jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Bung

 Karno amat sering menyampaikan

pentingnya membangun karakter

 bangsa (nation character building).

 Awal rintisan membangun bangsa

 Indonesia sebelum sumpah pemuda

 28 Oktober 1928 dalam lagu

kebangsaan hasil gubahan WR

 Supratman

 Indonesia raya

menyatakan bahwa Indonesia Raya

 dapat dibangun melalui membangun

 jiwanya. Simaklah bunyi syair lagu

 Indonesia Raya “bangunlah jiwanya,

 bangunlah badannya untuk Indonesia

 Raya”. Syair lagu kebangsaan

 Indonesia Raya tersebut tidak cukup

 cuma dinyanyikaan melainkan

 ditindak

 lanjuti dengan aksi

 membangun bangsa ini mulai dari

 membangun Jiwa atau karakter

 Bangsanya. Pengetahuan

 kewarganegaraan berkenaan dengan

 apa yang seharusnya diketahui oleh

 seorang warganegara mengenai

 negaranya seperti kehidupan politik,

undang-undang kewarganegaraan,

 pemerintahan, konstitusi dan

 seterusnya. Kecakapan kewarganegaraan berkenaan dengan

 kecakapan intelektual, kecakapan

emosional dan kecakapan spiritual.

 Sedang watak kewarganegaraan atau

 karakter kewarganegaraan/ bangsa

berkenaan dengan nilai-nilai unik

 yang terinternalisasi dan terintegrasi

 dalam diri seseorang yang melandasi

 dan mengarahkan sikap dan

 tindakannya sehingga

terminifestasikan dalam perilaku seseorang

 warganegara.

Nilai-nilai unik

 tersebut dari berasal dari nilai

 budaya, ajaran agama, atau dasar

 filsafat yang dimiliki dan disepakati

 oleh bangsa tersebut.

 

 “Secara historis pancasila adalah merupakan suatu

pandangan hidup bangsa yang nilainilainya sudah ada sebelum secara

 yuridis bangsa Indonesia membentuk

negara". "Secara kultural

 dasar-dasar pemikiran tentang

Pancasila dan nilai-nilai Pancasila

 berakar pada nilai-nilai kebudayaan

 dan nilai-nilai religius yang dimiliki

 oleh bangsa Indonesia sendiri

 sebelum mendirikan

 negara”. dalam hidup kenegaraan dan

 kebangsaan Pancasila sebagai dasar

 filsafat negara yang secara yuridis

tercantum dalam tertib hukum

 Indonesia, yaitu dalam Pembukaan

 UUD 1945.


Implementasi Pancasila dalam pembangunan karakter bangsa, adalah dengan menjadikan Pancasila tercermin dalam perilaku hidup dan kehidupan setiap orang anggota masyarakat.

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap orang Indonesia sudah seharusnya beriman kepada tuhan, dan wujud perilakunya adalah menjalankan perintah agama masing-masing.

2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, dengan saling menghargai harkat dan martabat, dan kesamaan derajat di mata hukum.

3. Sila Persatuan Indonesia, dengan dihilangkannya diskriminasi antar golongan, dan semangat gotong royong.

4. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan menghargai orang lain, dan mengedepankan kewajiban kemudian hak yang dilaksanakan secara seimbang.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Rista Dwi Febriana -

Rista Dwi Febriana

2311011126

Jurnal ini membahas dua masalah 1) Mengapa nilai nilai Pancasila tidak sepenuhnya dipahami dan di amalkan di Indonesia, 2) bagaimana nilai Pancasila bisa di revitalisasi agar dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara


Sebagai penghuni bumi yang seharusnya mengelola dan memelihara, kita justru menjadi penghancur rumah bumi kita sendiri. Pergaulan bebas yang menghasilkan banyaknya bayi yang lahir dari ibu menikah usia remaja atau diluar nikah. Banyak perilaku pemimpin yang mengabaikan nilai dan etika di segala bidang, seperti: bidang politik dimana politisi mengabaikan etika berpolitik, bidang ekonomi dimana para pebisnis banyak yang melanggar etika bisnis, bidang sosial dimana banyak para tokoh/remaja yang melupakan sopan santun dalam pergaulan sehari-hari.

Walau Indonesia berlandaskan nilai Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa, kenyataannya karakter dan perilaku kehidupan bermasyarakat dan berbangsa tidak sesuai antara idealisnya dengan kenyataannya.

Bung Karno menyampaikan pentingnya membangun karakter bangsa, dimana yang sebenarnya membangun karakter bangsa sudah terpikirkan jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka. Tetapi, walau amanat para pendiri bangsa mengedepankan pembangunan karakter bangsa, yang dilakukan bangsa ini justru aspek fisik material.

Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa. Pancasila dapat dilihat dari dua sudut, secara historis atau secara kultural. Karena pembangunan karakter bersifat berlanjut terus menerus, nilai untuk paradigma karakter harus bersifat berlanjut. 

Membangun karakter bangsa berbasis falsafah Pancasila adalah menjadikan nilai Pancasila selalu tercermin dalam perilaku bermasyarakat. Jika nilai Pancasila sudah terimplementasi dalam karakter setiap orang, pelan pelan secara otomatis akan membudaya dalam perilaku bermasyarakat

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Iren Natalia Br Sinuraya -
Iren Natalia Br Sinuraya
2311011108

"Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" 


 Merupakan Jurnal yang membahas mengenai gejala perilaku negatif remaja yang akhirnya dapat mengakibatkan lenyapnya bentuk kehidupan yang bernilai dan melenceng dari nilai-nilai Pancasila yang telah ada dan diajarkan bagi generasi muda.

Perilaku negatif yang timbul dalam diri remaja dapat diakibatkan dari lingkungan baik pertemanan maupun dalam keluarga. Dimulai dari pergaulan bebas anak remaja yang kurang pengawasan orang tua, juga dapat disebabkan oleh kerusakan keluarga yang dimana orang tuanya menjadi tidak selektif dalam pertemanan anaknya juga kondisi mental anaknya, anak itu tidak sepenuhnya salah jika mereka memiliki orang tua yang peduli juga selektif dalam menempatkan anaknya untuk bergaul dan juga memilah pendidikan yang baik serta memberi contoh yang baik bagi anak tersebut. Namun, hal itu juga tidak sepenuhnya kesalahan dari orang tua itu sendiri, jika anak tersebut mau dirinya menjadi berharga dan tidak merusak dirinya sendiri maka hal-hal yang berbau kejahatan akan menjauh dengan sendirinya. Maka dari itu pentingnya Pancasila bagi sosialisasi ke dalam masyarakat baik orang tua maupun para remaja. Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia.
Sebagai dasar falsafah, Pancasila yang merupakan suatu pilihan bangsa Indonesia melalui The Founding Fathers adalah core philosophy bangsa Indonesia, bahwa dalam hidup kenegaraan dan kebangsaan Pancasila sebagai dasar filsafat negara yang secara yuridis tercantum dalam tertib hukum Indonesia, yaitu dalam Pembukaan UUD 1945. Mengngingat pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus menerus (sustainable), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai (values) yang bersifat berlanjut. sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nillai-nila kemanusia yang dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity).
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Masagus Muhammad Al Faridz Rafiq -
Nama: Masagus Muhammad Al Faridz Rafiq
NPM: 2311011104

Jurnal ini membahas tentang pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, ideologi nasional Indonesia, dalam berbagai aspek kehidupan. Pancasila merupakan dasar falsafah bangsa dan negara Indonesia yang menjadi acuan dalam membangun karakter bangsa. Jurnal ini menyoroti bahwa masalah-masalah yang ada di masyarakat Indonesia saat ini, seperti kerusakan lingkungan, penyalahgunaan narkoba, dan kemerosotan moral, dapat disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila.

Dalam konteks pendidikan kewarganegaraan, jurnal ini mengemukakan bahwa terdapat tiga kompetensi yang perlu dikuasai, yaitu pengetahuan kewarganegaraan, kecakapan kewarganegaraan, dan watak kewarganegaraan atau karakter. Pengetahuan kewarganegaraan berkaitan dengan pengetahuan mengenai negara, pemerintahan, dan undang-undang. Kecakapan kewarganegaraan meliputi kecakapan intelektual, emosional, dan spiritual. Sedangkan watak kewarganegaraan atau karakter berkaitan dengan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri seseorang dan mempengaruhi sikap dan tindakannya.

Jurnal ini menekankan perlunya membangun karakter bangsa melalui pendidikan dan pengembangan budaya. Membangun karakter bangsa berbasis Pancasila berarti menjadikan nilai-nilai Pancasila tercermin dalam perilaku individu, masyarakat, dan penyelenggara negara. Panduan operasional nilai-nilai Pancasila harus dipelajari bersama dan terbuka sehingga dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.

Selain itu, jurnal ini juga menyoroti pentingnya etika dalam membimbing perilaku dalam politik, ekonomi, hukum, dan bidang lainnya. Etika menjadi landasan moral yang harus dipegang teguh dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Aditya Ramandha -
Muhammad Aditya Ramandha
2311011026

Pancasila mengandung nilai nilai luhur yang dijunjung tinggi hingga sekarang. Kemudian nilai luhur ini mengkristal dalam rumusan pancasila dalam perwujudan filsafat kemanusiaan yang mencerminkan hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan alam. Falsafah pancasila ini menjadi pandangan yang diyakini sebagai suatu kebenaran.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Maulan Timur -

Nama:Muhammad Maulan Timur

Npm:2351011032

Analisis jurnal

Aktualisasi Nilai-nilai pancasila sebagai dasar Falsafah Negara Dan implementasinya dalam pengembangan Karakter Bangsa

Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai dasar dan nilai instrumental yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan dinamika secara internal. Ideologi terbuka merupakan bentuk ideologi yang tidak dimutlakkan dan terlahir dari hasil kesepakatan masyarakat.

Pancasila sebagai ideologi terbuka senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan aspirasi, pemikiran, dan akselerasi dari masyarakat. Tujuannya adalah mewujudkan cita-cita untuk hidup berbangsa dalam mencapai harkat dan martabat kemanusiaan. Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan perkembangan aspirasi masyarakat.
Hal ini dikarenakan Pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat aktual, dinamis, dan antisipatif. Meski Pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat dinamis, namun hal itu tidak mengubah sedikitpun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai ideologi terbuka dapat menerima dan mengembangkan pemikiran baru dari luar dan dapat berinteraksi dengan perkembangan/perubahan zaman.

Pancasila sebagai nillai-nila kemanusia yang dapat dirumuskan sebagai berikut(Sastraprateja, 1998:72);
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau
subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan demokrasi konstitusional 
5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity)



Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Alvin Zatya Vraja_2311011102 -

NAMA : ALVIN ZATYA VRAJA

NPM : 2311011102


Analisis Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karater Bangsa


• Membangun Karakter Bangsa Indonesia

Membangun karakter bangsa sebenarnya sudah terpikirkan oleh bangsa Indonesia melalui para the founding father nya jauh sebelum angsa Indoensia merdeka. Bung Karno amat sering menyampaikan pentingnya membangun karakter bangsa (nation character building). Namun, dalam kurikulum Pendidikan Nasional, bahkan dalam Ujian Nasionalnya. Artinya,walau amanat para pendiri bangsa mengedepankan pembangunan karakter bangsa, namun yang dilakukan bangsa ini justru aspek fisik material.


• Pengertian dan Konsep Mem-bangun Karakter Bangsa

Furqon (2010:12-13), menulis dalam bukunya Pendidikan Karakter membangun peradaban bangsa bahwa karakter adalah kualitas mental atau moral, kekuatan moral,nam, reputasi; sifat-sifat kejiwaan,akhlak atau budi pekerti yang membedakan dari orang lain; watak,tabi’at, mempunyai kepribadian. Dalam kontek karakter bangsa, maka kualitas mental atau moral, kekuatan moral seseorang warga bangsa mampu berperilaku berbasis nilai dasar bangsa dalam wujud kegiatan hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Indonesia di segala bidang.


• Mencari jabaran Pancasila dan Implementasinya.

Menjabarkan Pancasila ke dalam implementasinya untuk membangun karakter bangsa adalah bagian upaya merevitalisasi Pancasila ke dalam bentuk fungsional dalam membentuk karakter bangsa Indonesia. Dengan kata lain menjadikan Pancasila sebagai paradigma karakter bangsa.


1. Sila Ketuhanan Yang Mahaesa, dapat dioperasionalkan seperti: setiap orang Indonesia seharusnya beriman kepada Tuhan Yang Mahaesa, yang wujud perilakunya adalah menjalankan perintah ajaran agamanya masing.

2. Sila Kemanusian yang adil dan beradab, diwujudkan dalam bentuk perilaku yang saling menghargai harkat dan martabat manusia, kesamaan dalam kemasyarakatan dan hukum.

3. Sila Persatuan Indonesia, diwujudkan tiadanya diskriminasi individu dan antar golongan, kesedian bekerjsasama untuk kepentingan bersama.

4. Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Sila itu diwujud ke dalam menyelesaikan masalah dengan musyawarah, demokrasi substansial, dan tidak memaksakan kehendak.

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, diwujudkan dalam bentuk perilaku menghargai hak orang lain, karya cipta orang lain, mengedepankan kewajiban kemudian hak yang dilaksanakan secara seimbang.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Kholifatus Sabrina -
Nama: Kholifatus Sabrina
NPM: 2311011116

Jurnal ini menyoroti bahwa masalah-masalah yang ada di masyarakat Indonesia saat ini, seperti penyalahgunaan narkoba, merendahnya moral, juga termasuk kerusakan lingkungan, serta menyoroti pentingnya etika dalam membimbing perilaku dalam politik, ekonomi, hukum, dan bidang lainnya. Penyebab dari masalah masalah ini berkaitan dengan kurangnya pemahaman dan pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila pada saat ini. Jurnal berjudul "Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Falsafah Negara dan Implementasinya Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" membahas tentang pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, di dalam berbagai aspek kehidupan. Jurnal ini menekankan betapa perlunya membangun karakter bangsa melalui pendidikan dan pengembangan budaya, menekankan bahwa upaya untuk menginternalisasi nilai-nilai ini harus fokus pada persuasi dan penyebaran bukan hanya doktrin, dan juga menekankan perlunya penggunaan metode ilmiah yang tepat dan rasional dalam proses penyebaran nilai-nilai Pancasila. Panduan operasional nilai-nilai Pancasila harus dipelajari bersama dan terbuka sehingga dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat yang ada di Indonesia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Vani Vadilah Rihma Yanti 2311011132 -
Nama : Vani Vadilah Rihma Yanti
NPM : 2311011132

Membangun Karakter Bangsa Indonesia
Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya” tidak cukup hanya dinyanyikaan tanpa ditindaklanjuti dengan aksi membangun bangsa mulai dari membangun Jiwa atau karakter Bangsa Indonesia. Namun, yang terjadi pada bangsa Indonesia dalam pembangunannya justru dimulai dan menitik beratkan pada aspek fisik materia. 

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa
pendidikan kewarganegaraan ada tiga kompetensi yaitu: pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), kecakapan kewarganegaraan (civic skill), dan watak kewarganegaraan (civic disposition atau character) (Budimansyah, 2010). 
Furqon (2010:12-13), dalam bukunya Pendidikan Karakter membangun peradaban bangsa bahwa karakter adalah kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nam, reputasi, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan dari orang lain, watak, tabi’at, mempunyai kepribadian.
membangun
karakter bangsa adalah proses internalisasi nilai-nilai kehidupan luhur bangsa Indonesia ke dalam jiwa setiap bangsa Indonesia sehingga nilai-nilai tersebut termanifestasi dalam perilaku pribadi dan bagi kehidupan bersama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

Mencari Penjabaran Pancasila dan Implementasinya
Keberadaan Pancasila dapat dilihat dari dua sudut, pertama secara hitoris dan secara kultural.
kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, adalah suatu cita-cita hukum (Rechtsidee), yang menguasai hukum dasar, baik hukum dasar tertulis maupun hukum dasar tidak tertulis.

sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nillai-nila kemanusian
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan (equlity) dan (equity)
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Salwa putri khisanah 2311011086 -
Nama: salwa putri khisanah
NPM: 2311011086

Aktualisasi nilai nilai pancasila sebagai dasar falsafah negara dan mengimplementasikannya dalam pembangunan karakter bangsa


Karakter bangsa Indonesia sekarang sudah kacau, banyak dari generasi ini yang memiliki pergaulan bebas, sel bebas, hamil di luar nikah, narkoba dan lainnya. Maka ini menyimpang dari hakikat bahwa manusia di bumi adalah khalifah. Karena faktanya manusia malah merusak dan mencemarkan bumi ini, masyarakat banyak yang berpikiran pendek dan tidak memikirkan akibat apa yang akan muncul dimasa depan dengan apa yang mereka lakukan sekarang. Terlalu banyak pemimpin atau tokoh politik ,para profesional dan bisnis telah meninggalkan etika, menghalalkan segala cara demi tujuan. Sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nilai nilai kemanusiaan yang dapat di rumuskan sebagai:
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan orang lain
2. Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi atau subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek
3. Kesatuan sebagai bangsa yang mengatasi segala sektarianisme
4. Nilai nilai terkait dengan demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan (equility) dan (equity)
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Desti riani 2311011122 -
Nama: Desti riani
NPM : 2311011122

Membangun karakter bangsa dengan mengimplementasikan pancasila?
Pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus
menerus, maka nilai
yang dijadikan paradigma karakter
haruslah nilai yang bersifat
berlanjut. Membangunan karakter
merupakan pembangunan manusia,
maka sustainable values merupakan core
dari pembangunan adalah
Pancasila sebagai nillai-nila
kemanusia yang dapat dirumuskan
sebagai berikut :

1. Hormat menghormati
terhadap keyakinan regius
orang lain
2. Hormat terhadap martabat
manusia sebagai pribadi atau
subyek yang tidak boleh
direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa
yang mengatasi segala
sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan
demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan
(equlity) dan (equity)

Bagaimana dengan implementasinya? Menurut saya sebenernya kita semua tahu cara mengimplementasikan pancasila dalam nilai membangun karakter, tapi memang menerapkan hal ini secara universal bukan lah suatu hal yang mudah. Padahal pancasila sudah sebagai pembentukan karakter sudah di lakukan dari zaman dulu. Menurut jurnal yakni mulai di zaman orba, ada eka persetya pancasikarsa pernah dirinci menjadi tiga puluh enam butir; bahkan juga pernah dirinci menjadi 45 butir. Secara tentatif, rumusan operasional nilai Pancasila dapat saja disusun dan debatable.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Amanda Rahmawati -

Nama: Amanda Rahmawati

Npm : 2311011134

Jurnal tersebut membahas pentingnya membangun karakter bangsa (nation character building) dalam pembangunan Indonesia. Awalnya, pembangunan karakter diwujudkan melalui membangun jiwa atau karakter bangsa sebagaimana dinyatakan dalam lagu kebangsaan "Indonesia Raya." Namun, fokus pembangunan kemudian lebih berat pada aspek fisik material, yang mengakibatkan orientasi individualistik pada anak-anak bangsa.

Pancasila dianggap sebagai dasar falsafah negara yang bersumber dari nilai-nilai budaya dan religius bangsa Indonesia sebelum pembentukan negara. Nilai-nilai Pancasila diharapkan menjadi sumber nilai dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.

Revitalisasi Pancasila diarahkan pada implementasinya dalam budaya perilaku masyarakat sehingga nilai-nilai Pancasila tercermin dalam karakter individu dan perilaku masyarakat secara keseluruhan. Ini merupakan langkah penting dalam membangun karakter bangsa yang kuat.

Namun, penting untuk merumuskan nilai-nilai Pancasila secara konkret dan aplikatif agar dapat diimplementasikan secara universal. Rincian operasional nilai Pancasila pernah diusulkan, tetapi masih menjadi subjek perdebatan.

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Intan Khairunisa -
Nama: Intan Khairunisa
NPM: 2311011136

Analisis Jurnal:
Banyaknya masalah penyimpangan atau peninggalan aturan (moral dan etika) baik dari pihak masyarakat, pembisnis, bahkan politisi membuat kita mempertanyakan apakah nilai-nilai etika moral sudah ditinggalkan.

Berdasarkan argumen yang dijelaskan, kebebasan yang ada dalam individu, menyebabkan lepasnya ikatan-ikatan nilai dalam kelompok atau masyarakat.

Untuk membangun karakter bangsa Indonesia, diperlukan internalisasi dan integrasi mengenai nilai-nilai yang ada sehingga bisa melandasi atau mengarahkan perilaku seorang warga negara.

Maka dari itu, diperlukannya cara yang menuntun bukan memaksa, serta sesuai dengan kodrat manusia.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Noval Ardiansyah -
Nama : Noval Ardiansyah
Npm : 2311011096
Tugas : Analisis Jurnal

Jurnal ini membahas tentang kurangnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia serta mencari cara untuk merevitalisasi dan menginternalisasikan nilai-nilai tersebut. Hal ini menekankan pentingnya pembentukan karakter dan perlunya memahami makna menjadi manusia yang berkarakter dan berkontribusi terhadap kebudayaan. Jurnal tersebut juga menyoroti pentingnya etika dalam pedoman perilaku di berbagai bidang dan menyarankan agar pedoman operasional nilai-nilai Pancasila dipelajari secara terbuka dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Membangun Karakter Bangsa
Indonesia membangun karakter bangsa sebenarnya sudah terpikirkan oleh bangsa Indonesia melalui para the founding father sebelum Indonesia merdeka. Ir. Soekarno menyampaikan perihal membangun karakter bangsa. Terdapat dalam syair lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman. Syair lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut tidak cukup hanya dinyanyikan saja, melainkan ditindak lanjuti dengan aksi membangun bangsa ini mulai dari membangun karakter bangsanya.

Pengertian dan Konsep Membangun Karakter Bangsa

Berdasarkan perspektif
pendidikan kewarganegaraan dikenal tiga kompetensi yaitu, pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge),
kecakapan kewarganegaraan (civic
skill), dan watak kewarganegaraan/civic disposition.

Pendidikan Karakter
membangun peradaban bangsa bahwa karakter adalah kualitas mental atau moral, kekuatan moral, nam, reputasi; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan dari orang lain; watak, tabi’at, mempunyai kepribadian. Seseorang berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyaarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidup. Dalam kontek karakter bangsa, maka kualitas mental atau moral, kekuatan moral seseorang warga bangsa mampu
berperilaku berbasis nilai dasar bangsa dalam wujud kegiatan hidup dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di segala bidang.

Mencari jabaran Pancasila dan
Implementasinya

Secara Historis pancasila adalah merupakan suatu pandangan hidup bangsa yang nilai- nilainya sudah ada sebelum secara yuridis bangsa Indonesia membentuk
negara 

Secara kultural
dasar-dasar pemikiran tentang
Pancasila dan nilai-nilai Pancasila
berakar pada nilai-nilai kebudayaan
dan nilai-nilai religius yang dimiliki
oleh bangsa Indonesia sendiri
sebelum mendirikan negara.

Sebagai dasar falsafah, Pancasila yang merupakan suatu pilihan bangsa Indonesia melalui The Founding Fathers adalah core philosophy bangsa Indonesia, bahwa dalam hidup kenegaraan dan kebangsaan Pancasila sebagai dasar filsafat negara yang secara yuridis tercantum dalam tertib hukum Indonesia, yaitu dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila adalah sebagai sumber nilai dalam realisasi normatif dan praksis dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan.

Mengngingat pembangunan karakter harus bersifat berlanjut terus menerus (sustainable), maka nilai yang dijadikan paradigma karakter haruslah nilai (values) yang bersifat berlanjut. Membangunan karakter merupakan pembangunan manusia, maka sustainable values merupakan core dari pembangunan adalah Pancasila sebagai nillai-nilai kemanusiaan yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Hormat menghormati terhadap keyakinan regius
orang lain
2. Hormat terhadap martabat
manusia sebagai pribadi atau
subyek yang tidak boleh direduksi sebagai obyek.
3. Kesatuan sebagai bangsa
yang mengatasi segala
sektarianisme
4. Nilai-nilai terkait dengan
demokrasi konstitusional
5. Keadilan sosial persamaan
(equlity) dan (equity).
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Forum Analisis Jurnal

oleh Arta Prayoga Pangestu -
Nama : Arta Prayoga Pangestu
NPM : 2311011114

Dalam jurnal ini membahas mengapa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia, serta bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat direvitalisasi agar dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berkarakter.
Kesimpulan dalam jurnal ini adalah bahwa nilai-nilai Pancasila perlu direvitalisasi agar dapat diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berkarakter. Gejala-gejala negatif dalam masyarakat saat ini, seperti kerusakan lingkungan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan di kota, dan kehamilan remaja di luar nikah, menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengembalikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari