Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.
Forum Analisis Jurnal 2
NPM: 2113053136
Kelas: 3C
Analisis jurnal dengan judul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA "
Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila.
Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral.
Dalam KBBI karakter dimaknai sebagai
sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lainnya. pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Terdapat enam karakter utama (pilar karakter) pada diri manusia yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai watak dan prilaku dalam hal-hal khusus, yaitu:
(1) Respect (Penghormatan);
(2) Responsibility (Tanggung Jawab);
(3) Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga Negara);
(4) Fairness (Keadilan dan Kejujuran);
(5) Caring (Kepedulian dan
Kemauan Berbagi); dan (6)Trustworthiness (Keparcayaan).
Ada 6 pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup, yaitu:
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif (Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa, salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa.
Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan pribadinya. Akibatnya, sekolah, khususnya guru, tidak mampu lagi membendung budaya negatif itu (Agus Zaenul F, 2012).
Pendidikan karakter pada dasarnya mempunyai esensi yang tidak berbeda dengan pendidikan moral, budi pekerti dan pendidikan akhlak, yang bertujuan membentuk pribadi siswa, supaya menjadi pribadi yang baik, jika di masyarakat menjadi warga yang baik, dan jika dalam kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik.
NPM : 2113053117
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA.
Tidak henti hentinya kita membahas terkait moral dan pada jurnal ini difokuskan pada siswa sekolah terkait bagaimana pengetahuan moral Terhadap perilaku siswa. Dizaman seperti ini banyak menimbulkan kekhawatiran seperti terkikis nya jati diri akibat merosotnya pengetahuan terkait nilai-nilai moralitas anak seperti nilai agama, sosial, budaya. Orang tua merupakan faktor utama perkembangan karakteristik anak, bagaimana keteladanan orang tua mampu membangun dan memberikan pemahaman terkait pentingnya moral bagi anak-anaknya selain guru sebagai orang tua kedua anak disekolah.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Irmanda Frahani
Npm : 2113053124
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral
dan perilaku moral. Ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral dikalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa adanya (Hambali,2015.b). Oleh karena itu sesi formal haruslah dimuat dalam kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa.
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan,
selalu ada perkataan atau istilah lain seperti; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama. Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar.
Apabila kita membicarakan pengertian moral, etika dan nilai, tiada satu definisi universal yang diterima oleh semua pihak. Terdapat banyak pengetahuan
yang berbeda tentang moral, etika dan nilai menurut ahli yang berbeda pula makna sama dengan etika. Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut. (Wong Naikung dkk, 2011; Muthualagan Thangavelu dkk, 2009; dan Abdul Rahman Md Arof, 2011).
Konsep dasar karakter
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) karakter dimaknai sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan
orang lainnya. Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.
Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Perilaku Moral (Moral Action)
Perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.
Pendidikan Orang Tua
Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri
dan berproses dalam satu institusi besar, yang oleh Ki Hajar Dewantara, dikatakan sebagai "Tri Pusat" Pendidikan Keluarga, Sekolah,dan Masyarakat(Fajar,Malik.,2002:8). Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga
akhlak.
Menurut Masnur Muslich (2014) Pada dasarnya, pendidikan sebagai proses alih nilai mempunyai tiga sasaran.
Pertama, pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia yang mempunyai keseimbangan antara kemampuan kognitif dan psikomotorik disatu pihak serta kemampuan afektif di pihak lain.
Kedua, dalam sistem nilai yang dialihkan juga termasuk nilai-nilai dan ketakwaan, yang terpancar pada ketundukan manusia untuk melaksanakan ibadah menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing, berakhlak mulia serta senantiasa menjaga harmoni hubungan dengan tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam sekitarnya.
Ketiga,dalam alih nilai juga dapat ditransformasikan tata nilai yang mendukung proses industrialisasi dan penerapan teknologi.
Pendidikan karakter pada dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang
terdiri dari:
(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya,
(2) Tanggung jawab kedisiplinan dan kemandirian,
(3) Kejujuran,
(4) Hormat dan santun,
(5) Kasih sayang, kepedulian, dan kerjasama,
(6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang
menyerah,
(7)Keadilan dan kepemimpinan,
(8) Baik dan rendah hati, dan
(9) Toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Menurut Najib Sulhan (2009:12) Pendidikan karakter dan moral dalam perspektif Islam yaitu Karakter Rasulullah juga menanamkan nilai-nilai, yaitu (1) Sidiq, (2) Amanah, (3) Tabligh, dan (4)Fathanah.
Penelitian pada jurnal ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP Negeri) Kota Pekanbaru. Populasi terdiri dari 40 sekolah SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Populasi Siswa SMP Negeri meliputi Siswa kelas VIII.
Berdasarkan penelitian pada jurnal dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan
pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa.
Terima kasih
Wassalamualikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Hasni Septiani
NPM :2113053097
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2
Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowledge), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik.
Oleh karena itu sesi formal harus dimuat dalam kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa.
Bahkan konsepsi di atas terkait erat dalam konsepsi karakter dalam Pendidikan Karakter di Indonesia.
Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut di jadikan pedoman
Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis , produktif dan kreatif Istilah karakter secara terminologi, menurut Lickona (1991) karakter sebagai: 3Karakter yang dipahami memiliki tiga bagian yang saling terkait: pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral.
Hal ini bermakna, pengetahuan yang diperoleh diterapkan dalam bentuk tindakan melalui latihan dan pendidikan yang berterusan untuk membedakan mana-mana pengaruh yang baik dan keburukan. Untuk tujuan ini, seorang siswa hendaklah dididik secara sadar akan pengetahuan moral (moral knowledge), menghargai nilai-nilai yang baik (moral feeling) dan melakukan kebiasaan moral yang baik (moral habit).
Pengetahuan Moral (Moral Seeing) Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kitaberhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup.
Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter, yaitu :
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Sekian dan Terimakasih
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
npm : 2113053079
analisis jurnal ll PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
peniltian ini bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi dikhawitirkan adanya pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
sebagaimana yang dikatakan oleh ( fajar Malik 2002:8 ) terdapat 3 pusat pendidikan yakni : keluarga, sekolah, masyarakat. pendidikan akan menghasilkan manusia yang berkepribadian, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang luhur, serta mempunyai wawasan dan sikap kebangsaan dan menjaga serta memupuk jati dirnya
NPM: 2113053208
Analisis Jurnal 2 "Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru Berdasarkan Pendidikan Orang Tua"
Perspektif siswa terhadap moralitas lebih difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Pada era globalisasi ini di mana informasi semakin mudah didapat dan tanpa bisa dibendung serta kemajuan iptek yang semakin canggih hal inilah yang kemudian menyebabkan berbagai munculnya masalah-masalah yang ada pada saat ini. Masalah-masalah ini yang kemudian mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi masa kini sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jati diri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa atau generasi saat ini yaitu seperti keteladanan dari guru, orang tua dan masyarakat. Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh generasi bangsa terjadi akibat dari krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa.
Salah satu cara untuk menumbuhkan moral l bagi generasi bangsa yaitu dengan cara membangkitkan kesadaran anak akan pentingnya memberikan komitmen terhadap nilai-nilai moral. Di sini orang tua guru maupun masyarakat berperan dalam penanaman pendidikan nilai dan moral. Penanaman pendidikan nilai dan moral bisa dilakukan sejak anak usia dini. Seperti mengajarkan untuk berkata jujur dan berperilaku jujur, menolong orang lain bersikap santun dan adil.
NPM: 21133053171
Analisis jurnal 2 yang berjudul “ PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA”
Globalisasi pada era sekarang ini sudah sangat tersebar luas, yang memberikan dampak nilai-nilai atau dari luar yang sangat negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi bangsa. Sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Hal tersebut dappat di tangani yaitu dengan penanaman karakter dari guru, orangtua, dan masyarakat.
Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing). Oleh sebab itu penanaman nilai dan moral haruslah dimuat dalam kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa.
Terdapat Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter yaitu: kesadaran moral, mengetahui nilai-nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, membuat keputusan, dan memahami diri sendiri.
Perilaku moral merupakan dua bagian karakter. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional yang baik, maka mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benar, begitupun sebaliknya. Terdapat beberapa aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.
Pendidikan nilai/moral atau karakter hanya sampai pada moral knowing tidaklah cukup, sebab sebatas hanya ahu atau memahami nilai-nilai atau moral tanpa melaksanakannya hanyak menghasilkan orang yang cerdas tetapi tidak bermoral. Penanaman pendidikan nilai dan moral jauh sangat baik juika dilanjutkan sampai pada moral feling. Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada peserta didik yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai prinsip-prinsip moral.
Penanaman pendidikan nilai dan moral bukan hanya di sekolah saja tetapi peran orang tua dan masyarakat pun sangat penting, karena pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dalam berproses.
Di kota Pekanbaru pengetahuan moral siswa SMP kelas VIII Kota Pekanbaru lebih besar dari pada rata-rata perilaku moral siswa, sedangkan simpangan baku pada pengetahuan moral lebih besar dari pada perilaku moral siswa. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah pendidiakn orang tua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa.
NPM : 2113053073
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2
Berdasarkan hasil analisis jurnal tersebut dengan topik "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA". Bahwa
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai- nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Ada enam pengetahuan moral yang diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter, yakni :
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness),
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values),
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking),
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning),
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge).
Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa.
NPM : 2113053092
Kelas : 3C
Hasil analisis 3 JURNAL MORAL KEMASYARAKATAN - VOL.2, NO.1, JUNI 2017 dengan judul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA" Ilham Hudi
hal ini tidak terlepas dari peran orang tua yang berperan penting dalam pendidikan moral anak .Hal-hal yang menunjang didikan orang tua berdampak baik terhadap pengetahuan moral anak dan berpengaruh terhadap perilaku moral anak didik.Bagi siswa yang orang tuanya berpendidikan berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa serta perilaku moral siswa, meskipun perbedaan pendidikan orang tua akan tetapi bila tidak bijak menyikapi atas pengetahuan moral siswa, justru dapat mempengaruhi perilaku moral siswa, dengan begitu pihak sekolah perlu memfungsikan potensi, fasilitas dan pembimbingan guru kepada siswa lebih intens lagi agar siswa lebih dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi, yaitu menjadi siswa yang dewasa dan berkarakter, dan bermoral
bertujuan untuk mengetahui aspek moralitas yaitu; pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua.
Menurut Masnur Muslich (2014) Pada dasarnya, pendidikan sebagai proses alih nilai mempunyai tiga sasaran.
Pertama, pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia yang mempunyai keseimbangan antara kemampuan kognitif dan psikomotorik disatu pihak serta kemampuan afektif di pihak lain.
Kedua, dalam sistem nilai yang dialihkan juga termasuk nilai-nilai dan ketakwaan, yang terpancar pada ketundukan manusia untuk melaksanakan ibadah menurut keyakinan dan kepercayaan masing-masing, berakhlak mulia serta senantiasa menjaga harmoni hubungan dengan tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam sekitarnya.
Ketiga,dalam alih nilai juga dapat ditransformasikan tata nilai yang mendukung proses industrialisasi dan penerapan teknologi.
Nama: Erma Titis Nikmah
Npm: 2153053014
Kelas: 3C
Analisis jurnal 2 yang berjudul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA"
Di sekolah siswa memerlukan sekolah dan pembelajaran secara formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga akhlak. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut.
pengetahuan yang diperoleh diaplikasikan dalam bentuk tindakan melalui latihan dan pendidikan yang berterusan untuk membedakan mana-mana pengaruh yang baik dan keburukan. Untuk tujuan ini, seorang siswa hendaklah dididik secara sadar akan pengetahuan moral (moral knowing), menghargai nilai-nilai yang baik (moral feeling) dan melakukan kebiasaan moral yang baik (moral habits).
Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
Berikut Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Menurut Masnur Muslich (2014) Pada dasarnya, pendidikan sebagai proses
alih nilai mempunyai tiga sasaran.
1. pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia yang mempunyai keseimbangan antara kemampuan kognitif dan psikomotorik disatu pihak serta kemampuan afektif di pihak lain.
2. dalam sistem nilai yang dialihkan juga termasuk nilai-nilai dan ketaqwaan
3. dalam alih nilai juga dapat ditransformasikan tata nilai yang mendukung proses industrialisasi dan penerapan teknologi,
Bagi siswa yang orang tuanya berpendidikan berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa serta perilaku moral siswa, meskipun perbedaan pendidikan orang tua akan tetapi bila tidak bijak menyikapi atas pengetahuan moral siswa, justru dapat mempengaruhi perilaku moral siswa, dengan begitu pihak sekolah perlu memfungsikan potensi, fasilitas dan pembimbingan guru kepada siswa lebih intens lagi agar siswa lebih dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi, yaitu menjadi siswa yang dewasa dan berkarakter, dan bermoral.
NPM : 2113053209
Kelas : 3C
Hasil analisis jurnal yang berjudul
PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga akhlak. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994) dan berbagai referensi filsafat, ternyata tidak sedikit yang menyamakan pengertian akhlak, moral, dan budi pekerti, yaitu kelakuan, tabiat, watak atau sifat yang hakiki dari seseorang. Untuk menjadikan setiap individu siswa berwatak sekaligus berkepribadian memesoan dan terpuji.
Dalam penanaman nilai dan moral peran orang tua, masyarakat dan guru sangat penting khususnya orang tua. Orang tua merupakan guru pertama yang mengajari peserta didik. Apabila orang tua mereka memiliki pengetahuan yang baik tentang nilai dan moral dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sudah pasti hal itu juga akan di ajarakan dan dicontoh oleh anak. Apabila orang tua memiliki perilaku yang tidak bermoral dan tidak memiliki pemahaman tentang moral bukan tidak pasti bahwa anak akan mengikuti jejak dan perilaku orang tua mereka. Oleh sebab itu pengetahuan dan pengimplementasian moral orang tua sangat penting, dalam penanaman nilai dan moral pada peserta didik.
Re: Forum Analisis Jurnal 2
2113053029
Analisis Jurnal 2
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya.ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat bangsa dan perkembangan moralitas individu.Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua. Populasi penelitian terdiri dari 40 SMP Negeri Kota Pekanbaru sebanyak 1600 siswa, sedangkan sampel penelitian meliputi 9 SMP Kota Pekanbaru sebanyak 360 siswa. Kaedah analisis data menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku serta analisis inferensi yang digunakan regresi melalui program SPSS18. Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku Moral siswa SMP Kelas VIIIKota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orangtua
NPM: 2113053058
Kelas: 3C
Analisis jurnal dengan judul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA "
seperti yang kita ketahui Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar
luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai-
nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan
mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini). Setidaknya, ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas
moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru,
orangtua, dan masyarakat. Keteladanan ini dalam alam Indonesia dianggap
langka.Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa,
salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa.
Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh
perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar
kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan
pribadinya. Akibatnya, sekolah, khususnya guru, tidak mampu lagi membendung
budaya negatif itu (Agus Zaenul F, 2012)
Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Menurut Masnur Muslich (2014) Pada dasarnya, pendidikan sebagai proses
alih nilai mempunyai tiga sasaran.
1. pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia yang mempunyai keseimbangan antara kemampuan kognitif dan psikomotorik disatu pihak serta kemampuan afektif di pihak lain.
2. dalam sistem nilai yang dialihkan juga termasuk nilai-nilai dan ketaqwaan
3. dalam alih nilai juga dapat ditransformasikan tata nilai yang mendukung proses industrialisasi dan penerapan teknologi,
Pendidikan karakter pada dasarnya mempunyai esensi yang tidak berbeda dengan pendidikan moral, budi pekerti dan pendidikan akhlak, yang bertujuan membentuk pribadi siswa, supaya menjadi pribadi yang baik, jika di masyarakat menjadi warga yang baik, dan jika dalam kehidupan bernegara menjadi warga negara yang baik.
pekerti dan akhlak yang seperti yang di atas.
Pendidikan karakter pada dasarnya dibentuk pada beberapa pilar yang saling
berkaitan. Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang
terdiri dari:(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) Tanggung jawab
kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran, (4) Hormat dan santun, (5) Kasih
sayang, kepedulian, dan kerjasama, (6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang
menyerah, (7)Keadilan dan kepemimpinan, (8) Baik dan rendah hati, dan (9)
Toleransi, cinta damai, dan persatuan.
NPM : 2013053185
Kelas : 3c
PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu. Hal ini menimbulkan kecemasan sehingga memerlukan satu pendekatan yang lebih serius dalam memperkokoh jatidiri generasi muda melalui pendidikan karakter dan budaya bangsa.
Schools of Pekanbaru City with 1600 students as a whole, while the sample of research includes 9 Junior high schools in Pekanbaru with 360 students. Aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku moral Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua.
Hasil kajian menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku Moral siswa SMP Kelas VIIIKota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orangtua.
Tinjauan tentang Konsep Dasar Moral
Setidaknya, ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral , untuk menghargai nilai-nilai murni dan untuk melaksanakan moral yang baik. Oleh karena itu sesi formal haruslah dimuat dalam kurikulum sekolah, di sini kurikulum berperan penting sebagai pemandu yang dapat mengarahkan pendidikan nilai-nilai moral dan karakter kepada siswa. Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan.
Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar. Pada bagian ini penulis lebih mengarahkan tinjauan konsepsi moral daripada konsep yang lain yaitu nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat. Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga akhlak.
Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran . Apabila kita membicarakan pengertian moral, etika dan nilai, tiada satu definisi universal yang diterima oleh semua pihak.
NPM : 2113053277
Izin memberikan hasil analisis saya terkait jurnal mengenai “Pengaruh Pengetahuan Moral terhadap Perilaku Moral pada Siswa SMP Negeri pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orangtua”
Berkembang pesatnya arus globalisasi di era saat ini memberikan dampak yang begitu luar biasanya, salah satunya adalah tersebarnya beragam informasi dengan akses yang memiliki banyak kemudahan. Perkembangan globalisasi ini dapat memberikan dampak positif sekaligus negatif ketika seseorang tidak mampu menyikapinya dengan bijak. Contohnya seperti nilai-nilai dari luar yang tidak dapat tersaring lagi di kalangan khlayak banyak yang mengakibatkan beberapa perubahan pola pikir serta karakter generasi muda penerus bangsa. Hal ini menyebabkan kecemasan sehingga memerlukan satu pendekatan yang lebih serius dalam memperkokoh jati diri generasi muda melalui pendidikan karakter dan buadaya bangsa.
Pendidikan karakter ini dapat diperoleh dari adanya pengetahuan moral yang memberikan manfaat ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Pelaksanaan pendidikan karakter ini tidak hanya berpusat di sekolah saja, tetapi juga bisa di dapat dilingkungan keluarga, yaitu orang tua. Orang tua didisni berperan terhadap pengertahuan moral seorang siswa yang mampu mempengaruhi perilaku moral yang didasarkan pada pendidikan dari orang tua sendiri. Pendidikan orang tua memang mempengaruhi baik bagi moral siswa, akan ttapi perbedaaan pendidikan orang tua yang apabila tidak disikapi dengan bijak atas pengetahuan moral juga tentunya memiliki dampak terhadap perilaku moral siswa.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Negi Titin widyaningtius
Npm : 2113053167
Kelas : 3C
Izin memberikan analisis mengenai artikel yang berjudul PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan,
selalu ada perkataan atau istilah lain seperti; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama. Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar.
Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) karakter dimaknai sebagai
sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan
orang lainnya. Menurut Kemendiknas (2010), karakter adalah watak, tabiat,
akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi
berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk
cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Sementara pendidikan karakter
adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri
peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter
dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota
masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.
Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika
kitaberhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan
moral berikut diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter.
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga
mampu melakukan tindakan bermoralatau justru menghalanginyakita perlu melihat lebih
jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan.
Adapun pilar-pilar karakter ini adalah nilai-nilai luhur universal yang
terdiri dari:(1) Cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) Tanggung jawab
kedisiplinan dan kemandirian, (3) Kejujuran, (4) Hormat dan santun, (5) Kasih
sayang, kepedulian, dan kerjasama, (6) Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang
menyerah, (7)Keadilan dan kepemimpinan, (8) Baik dan rendah hati, dan (9)
Toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota
Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan
pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa
berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku
moral siswa.
Terimakasih
NPM : 2113053186
Izin menganalisis jurnal 2 yang berjudul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA "
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilainilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa atau generasi masa kini . Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Keteladanan ini dalam alam Indonesia dianggap langka. Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa, salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa. Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan pribadinya. Akibatnya, sekolah, khususnya guru, tidak mampu lagi membendung budaya negatif itu (Agus Zaenul F, 2012).
Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) karakter dimaknai sebagai sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lainnya. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar, yang oleh Ki Hajar Dewantara, dikatakan sebagai "Tri Pusat" pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat ".
Izin menyampaikan analisis terkait jurnal 2 mengenai "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA."
Nama : Annisa Salsabina Rahmadhani
NPM : 2113053014
Kelas : 3C
Pada era globalisasi dewasa ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai- nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini). Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan, selalu ada perkataan atau istilah lain seperti; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama. Dalam bahasa Indonesia moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar.
Pengetahuan moral (moral knowing), Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kitaberhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup.
1. Kesadar moral ( awareness), Kegagalan moral yang sering terjadi pada diri manusia dalam semua tingkatan usia adalah kebutaan moral; kondisi di mana orang tak mampu melihat bahwa situasi yang sedang ia hadapi melibatkan masalah moral dan membutuhkan pertimbangan lebih jauh. Untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab harus ada upaya membuat mereka terinformasi. Pendidikan nilai dapat melakukan tugas ini dengan mengajarkan siswa cara memastikan fakta terlebih dahulu sebelum membuat sebuah timbangan moral.
2. Mengetahuai nilai-nilai moral (moral values), Nilai moral seperti menghormati kehidupan dan kemerdekaan, bertanggung jawab terhadap orang Iain, kejujuran, keadilan, toleransi, sopan santun, disiplin diri, integritas, belas kasih, kedermawanan, dan keberanian adalah faktor penentu dalam membentuk pribadi yang baik. Jika disatukan, seluruh faktor ini akan menjadi warisan moral yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3. Pengambilan persfektif (perspektive taking), Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa. Ini adalah prasyarat bagi pertimbangan moral: Kita tidak dapat menghormati orang dengan baik dan bertindak dengan adil terhadap mereka jika kita tidak memahami mereka.
4. Penalaran moral (moral reasoning), perkembangan penalaran moral anak-anak, dan riset menunjukkan pada kita bahwa perkembangan terjadi secara bertahap, mereka akan mempelajari mana yang termasuk sebagai nalar moral dan mana yang tidak ketika mereka akan melakukan sesuatu. pada tingkatan tertinggi.
5. Membuat keputusan (decision making)
6. Memahami diri sendiri (self knowledge), Memahami diri sendiri merupakan pengetahuan moral yang paling sulit untuk dikuasai, tetapi penting bagi pengembangan karakter. Untuk menjadi orang yang bermoral diperlukan kemampuan mengulas perilaku diri sendiri dan mengevaluasinya secara kritis.
Perilaku moral (moral action), Perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional seperti yang baik, mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benar.Namun terkadang orang bisa berada dalam keadaan di mana mereka mengetahui apa yang harus dilakukan, merasa harus melakukannya, tetapi masih belum bisa menerjemahkan perasaan dan pikiran tersebut dalam tindakan.
Npm: 2113053197
Kelas: 3C
Analisis jurnal
PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA.
Tidak henti hentinya kita membahas terkait moral dan pada jurnal ini difokuskan pada siswa sekolah terkait bagaimana pengetahuan moral Terhadap perilaku siswa. Dizaman seperti ini banyak menimbulkan kekhawatiran seperti terkikis nya jati diri akibat merosotnya pengetahuan terkait nilai-nilai moralitas anak seperti nilai agama, sosial, budaya. Orang tua merupakan faktor utama perkembangan karakteristik anak, bagaimana keteladanan orang tua mampu membangun dan memberikan pemahaman terkait pentingnya moral bagi anak-anaknya selain guru sebagai orang tua kedua anak disekolah.
Nama: Sherlita Nur Azizah
NPM: 2113053232
Kelas: 3C
Izin menyampaikan hasil analisis jurnal 2,
Terdapat berbagai macam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan moral terdiri dari kesadaran moral, mengetahui nilai-nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, membuat keputusan, dan memahami diri sendiri yang semuanya diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter. Sedangkan, perilaku moral adalah produk dari dua bagian karakter lainnya. Jika orang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional seperti yang baik, mereka memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benar. Namun terkadang orang bisa berada dalam keadaan di mana mereka mengetahui apa yang harus dilakukan, merasa harus melakukannya, tetapi masih belum bisa menerjemahkan perasaan dan pikiran tersebut dalam tindakan. Untuk memahami sepenuhnya apa yang menggerakkan seseorang sehingga mampu melakukan tindakan bermoralatau justru menghalanginya kita perlu melihat lebih jauh dalam tiga aspek karakter lainnya yakni: kompetensi, kemauan, dan kebiasaan. Hasil kajian dari jurnal tersebut menunjukkan terdapat pengaruh pengetahuan moral terhadap perilaku Moral siswa SMP Kelas VIIIKota Pekanbaru berdasarkan pendidikan orang tua.
Npm: 2113053023
Izin memberikan analisis jurnal mengenai “PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA”
Perilaku moral adalah produk dari dua bagian lain dari kepribadian. Jika orang memiliki kualitas moral, intelektual, dan emosional yang baik, maka mereka mampu melakukan apa yang mereka ketahui dan anggap benar. Tetapi kadang-kadang orang dapat menemukan diri mereka dalam situasi di mana mereka tahu apa yang harus dilakukan, merasa harus melakukannya, tetapi masih tidak dapat mewujudkan perasaan dan pikiran itu.
Pelaksanaan pendidikan karakter (etika) tidak berdiri sendiri dan berlangsung dalam satu lembaga besar, yang menurut Ki Hajar Dewantara merupakan “Tri Pusat” pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat” Malik., 2002:8). Karakter, nilai, norma dan etika dengan kata lain disebut juga moral. Pendidikan nilai meliputi bidang budi pekerti, nilai, norma dan etika. Kebajikan adalah hasil dari hati nurani. Hati nurani sangat erat kaitannya dengan moralitas. Etika berakar pada rasa hidup yang berpusat pada pikiran (BP-7, 1993:25).
Bagi siswa yang orang tuanya berpendidikan memberikan dampak yang baik terhadap pengetahuan moral dan perilaku etis siswa, meskipun pendidikan orang tua berbeda-beda, namun jika tidak bijaksana kesadaran moral siswa justru dapat mempengaruhi moralitas. siswa. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu lebih menggalakkan potensi, fasilitas dan orientasi guru terhadap siswa agar siswa dapat berkembang ke arah yang lebih baik, yaitu menjadi siswa yang matang, bertalenta, santun, dan beretika.
2113053045
Analisis jurnal 2
Ada 6 pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup, yaitu:
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
2. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
3. Pengambilan Perspektif (Perspektive Taking)
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge).
Pengetahuan yang diperoleh diaplikasikan dalam bentuk tindakan melalui latihan dan pendidikan yang berterusan untuk membedakan mana-mana pengaruh yang baik dan keburukan. Untuk tujuan ini, seorang siswa hendaklah dididik secara sadar akan pengetahuan moral (moral knowing), menghargai nilai-nilai yang baik (moral feeling) dan melakukan kebiasaan moral yang baik (moral habits).
NPM : 2113053196
Kelas : 3C
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraktuh.
Selamat siang Bapak Roy Kembar Habibie, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Nilai dan Moral Kelas 3C PGSD. Saya Farhan Iqbal Pratama ingin mengirim tugas mengenai analisis jurnal 2 yang berjudul “PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANG TUA ~ Ilham Hudi, Jurnal Moral Kemasyarakatan, Vol 2 No. 1, Juni 2017”.
Moralitas pada anak bisa dilihat dari bagaimana anak tersebut berperilaku. Perilaku anak merupakan hasil dari bagaiamana orang tua mendidik anak di rumah. Pengetahuan moral yang baik dan kebiasaan baik di rumah akan membentuk moral anak yang baik dan sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membiasakan dan mengajarkan anak dengan perilaku yang baik.
Di era globalisasi saat ini dimana perkembangan teknologi dan penyebaran informasi sangat mudah menyebabkan kekhawatiran terhadap pengikisan jati diri terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai moral. Hal ini menimbulkan kecemasan sehingga memerlukan pendekatan khusus dalam memperkokoh jati diri generasi muda. Pendidikan karakter menjadi jalan keluar untuk diterapkan pada sektor pendidikan sehingga mampu berkontribusi dalam membentuk karakter pelajar yang baik.
Pengetahuan moral mencakup enam aspek yaitu:
1. Kesadaran Moral
2. Mengetahui Nilai-nilai Moral
3. Pengambilan Perspektif
4. Penalaran Moral
5. Membuat keputusan
6. Memahami Diri Sendiri
Berdasarkan hasil penelitian jurnal bahwasannya pendidikan orang tua yang dilaksanakan di rumah untuk anakny berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan moralitas anak. Kebiasaan baik yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah berdampak baik pula terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa yang baik.
Sekian analisis jurnal 2 dari saya.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Npm : 2113053287
Moralitas adalah pengetahuan tentang bagaimana berperilaku dalam kehidupan ini, baik dalam konteks lokus maupun tempus tertentu. Jika seseorang hidup tanpa nilai-nilai moralitas, hakikatnya dia akan lenyap dalam kehidupan ini, terlepas dari semua bentuk tatanan dan model kebaikan dan keburukan. Moral dapat membentengi kita dari hal buruk. Jika kita telah membentengi diri kita dari hal buruk maka kita akan terhindar dari kejahatan-kejahatan dan tetap bertindak benar meskipun ada godaan. Untuk menjaga keharmonisan dalam suatu hubungan sosial. Nilai, moral, dan sikap adalah satu kesatuan. Nilai merupakan dasar pertimbangan bagi individu untuk melakukan sesuatu, Moral merupakan perilaku yang seharusnya dilakukan atau dihindari, dan Sikap adalah kecenderungan individu untuk merespons terhadap suatu objek sebagai perwujudan dari sistem nilai dan moral.
NPM: 2113053099
Kelas: 3C
Izin memberikan analisis jurnal 2 dengan judul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANG TUA "
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin, yakni mores kata jamak dari mos yang sepadan dengan kata adat kebiasaan. Bilamana perkataan moral dibicarakan, selalu ada perkataan atau istilah lain seperti misalnya ; nilai, norma, etika, kesusilaan, budi pekerti, akhlak, dan adat istiadat, istilah-istilah tersebut juga hampir memiliki makna konsep yang sama. Dalam bahasa Indonesia sendiri moral diartikan dengan susila. Sedangkan moral adalah sesuai dengan ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia yang baik dan patut itu wajar. Budi pekerti, nilai, norma, dan moral dalam istilah lain dinamakan juga akhlak. Pendidikan nilai mencakup kawasan budi pekerti, nilai, norma, dan moral. Budi pekerti adalah buah dari budi nurani. Budi nurani bersumber pada moral. Moral bersumber pada kesadaran hidup yang berpusat pada alam pikiran (BP-7,1993:25).
Apabila kita membicarakan pengertian moral, etika dan nilai, tiada satu definisi universal yang diterima oleh semua pihak. Terdapat banyak pengetahuan yang berbeda tentang moral, etika dan nilai menurut ahli yang berbeda pula makna yangsama dengan etika. Moral merujuk nilai yang dianggap oleh individu dan masyarakat
sebagai nilai sesuatu yang baik dan patut. (Wong Naikung dkk, 2011; Muthualagan
Thangavelu dkk, 2009; dan Abdul Rahman Md Arof, 2011).
Pengetahuan moral (moral knowing) pada jurnal 2 ini yaitu pada siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap ilmu pengetahuan moral siswa dan akan mempengaruhi perilaku moral siswa.
NPM : 2113053094
Izin menyampikan hasil analisis jurnal 2
Pendidikan orangtua berpengaruh terhadap pengetahuan moral anak dan memberikan dampak pada perilaku moral anaknya. Pembangunan karakter menjadi satu elemen penting dalam proses pendidikan guna menerapkan kembali nilai-nilai yang baik dan menyaring segala bentuk unsur negatif yang dapat mempengaruhi tingkahlaku kalangan anak-anak dan tidak terkecuali kalangan remaja. faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik.
Menurut Fatchul Mu’in (2011:211) terdapat enam karakter utama (pilar karakter) pada diri manusia yang digunakan untuk menilai watak dan perilaku dalam hal-hal khusus, di antaranya: (1) Respect (Penghormatan); (2) Responsibility (Tanggung Jawab); (3) Citizenship-Civic Duty (Kesadaran Berwarga Negara); (4) Fairness (Keadilan dan Kejujuran); (5) Caring (Kepedulian dan Kemauan Berbagi); dan (6) Trustworthiness (Keparcayaan). Orang yang memiliki kualitas moral intelektual dan emosional yang baik, maka mereka akan memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang menurut pengetahuan dan perasaan mereka adalah tindakan yang benar. Namun terkadang orang bisa berada dalam keadaan di mana mereka mengetahui apa yang harus dilakukan, merasa harus melakukannya, tetapi masih belum bisa menerjemahkan perasaan dan pikiran tersebut dalam tindakan.
Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada peserta didik yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai prinsip-prinsip moral. Salah satu cara untuk menumbuhkan aspek moral feeling adalah dengan cara membangkitkan kesadaran anak akan pentingnya memberikan komitmen terhadap nilai nilai moral. pendidikan nilai/moral atau karakter hanya sampai pada moral knowing tidaklah cukup, sebab sebatas hanay tahu atau memahami nilai-nilai atau moral tanpa melaksanakannya, hanya menghasilkan orang cerdas, tetapi tidak bermoral. Namun, pendidikan nilai / moral atau karakter hanya sampai pada moral feeling saja tidaklah cukup, sebab sebatas ingin atau mau, tanpa disertai perbuatan nyata hanya menghasilkan manusia munafik. persepsi moral seseorang akan membantu dalam menentukan faktor-faktor moral mana yang memengaruhi keputusan yang akan diambil secara tepat sesuai dengan hatinya. Di samping itu, persepsi moral sesorang membantu pemahaman nilai-nilai moralitas hidup yang relevan saat ini.
Terima kasih
Npm: 2113053133
Kelas: 3C
Izin memberikan analisis jurnal yang berjudul "Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral Pada Siswa Smp Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orangtua "
Pada era globalisasi ini dimana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai-nilai dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter para generasi bangsa. Kualitas moral siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keteladanan dari guru, orang tua maupun masyarakat. Moral memiliki pengertian yaitu ide-ide yang umum diterima tentang tindakan manusia, mana yang baik dan mana yang patut dan wajar. Jadi, moral adalah karakter atau nilai yang ada dan melekat pada pribadi seseorang atau pada setiap individu.
Pada saat ini banyak sekali terjadi berbagai perilaku negatif yang tidak bermoral yang dilakukan oleh anak-anak bangsa. Hal ini disebabkan oleh krisis keteladanan dikalangan para pemimpin bangsa. Kondisi ini menimbulkan anak tidak lagi peduli dengan nasihat yang diberikan oleh guru maupun orang tua karena contoh perilaku negatif yang didapatkan melalui media massa jauh lebih berpengaruh pada pembentukan identitasnya. Menurut Kilpatrick (1992) pembentukan karakter bangsa dapat dilakukan melalui proses pengetahuan (knowing) kepada tindakan kebiasaan (habits).
Ada beragam pengetahuan moral yang dapat kita manfaatkan ketika kita berhadapan dengan tantangan-tantangan moral dalam hidup. Enam pengetahuan
moral ini diharapkan dapat menjadi tujuan pendidikan karakter yaitu kesadaran moral, mengetahui nilai-nilai moral, pengambilan perspektif, penalaran moral, membuat keputusan, dan memahami diri sendiri. Berdasarkan jurnal tersebut, pengetahuan moral siswa berpengaruh terhadap perilaku moral siswa. Oleh karena itu orang tua siswa yang berpendidikan akan berdampak baik terhadap pengetahuan dan perilaku moral siswa.
Sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama : Niken Azzahra
Npm : 2153053032
Kelas : 3C
Analisis jurnal 2 yang berjudul "PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA "
Moral adalah standar perilaku yang berlaku yang memungkinkan orang untuk hidup secara kooperatif dalam kelompok. Moral mengacu pada sanksi masyarakat apa yang benar dan dapat diterima.
Pendidikan moral sangat perlu bagi manusia, karena melalui pendidikan, perkembangan moral diharapkan mampu berjalan dengan baik, serasi dan sesuai dengan norma demi harkat dan martabat manusia itu sendiri. Pendidikan moral telah ada dalam setiap jenjang pendidikan.
Orang tua juga merupakan faktor utama perkembangan karakteristik anak, bagaimana keteladanan orang tua mampu membangun dan memberikan pemahaman terkait pentingnya moral bagi anak-anaknya selain guru sebagai orang tua kedua anak disekolah.
npm : 2113053052
Di negara-negara maju, pembangunan karakter menjadi satu elemen penting dalam proses pendidikan guna menerapkan kembali nilai-nilai yang baik dan menyaring segala bentuk unsur negatif yang dapat mempengaruhi tingkahlaku kalangan anak-anak dan tidak terkecuali kalangan remaja. Setidaknya, ada banyak faktor yang berkontribusi mempengaruhi kualitas moral di kalangan siswa. Salah satu faktor tersebut; adalah keteladanan dari guru, orangtua, dan masyarakat. Keteladanan ini dalam alam Indonesia dianggap langka.Terjadinya berbagai perilaku negatif yang dilakukan oleh anak bangsa, salah satunya disebabkan oleh krisis keteladanan di kalangan pemimpin bangsa. Kondisi ini menjadikan anak tidak lagi peduli dengan nasihat guru karena contoh perilaku negatif yang dipertontonkan oleh elit politik yang diperoleh anak di luar kelas melalui media massa jauh lebih berpengaruh terhadap pembentukan pribadinya. Akibatnya, sekolah, khususnya guru, tidak mampu lagi membendung budaya negatif itu.
Nilai moral seperti menghormati kehidupan dan kemerdekaan, bertanggung jawab terhadap orang Iain, kejujuran, keadilan, toleransi, sopan santun, disiplin diri, integritas, belas kasih, kedermawanan, dan keberanian adalah faktor penentu dalam membentuk pribadi yang baik. Jika disatukan, seluruh faktor ini akan menjadi warisan moral yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melek etis menuntut adanya pengetahuan terhadap semua nilai ini.
Nama : Wiranto Oktavian
NPM : 2153053012
Izin memberikan hasil analisis jurnal diatas pak, yang berjudul"Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Prilaku Moral Pada Siswa SMP Negeri Kota Pekan Baru Berdasarkan Pendidikan Orang Tua"
Berdasarkan hasil analisis saya terkait jurnal diatas bahwasanya aspek moralitas dilihat dari perspektif siswa adalah difokuskan kepada pengetahuan moral dan perilaku moral. Pada era globalisasi saat ini di mana perkembangan informasi tersebar luas yang dapat diakses dengan sangat mudah, hal ini menyebabkan berbagai nilai-
nilai atau anasir dari luar yang negatif tidak lagi dapat disaring sehingga dengan
mudah mempengaruhi pemikiran dan karakter generasi (generasi masa kini) sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap pengikisan jatidiri yang terkait merosotnya penghayatan nilai-nilai keagamaan, nasionalisme, nilai sosial budaya bangsa dan perkembangan moralitas individu.
Pelaksanaan pendidikan karakter (moral-budi pekerti) tidak berdiri sendiri dan berproses dalam satu institusi besar melainkan pendidikan karakter moral budi pekerti pertama anak yaitu orang tua. Yang di mana orang tua berperan dan berpengaruh penting terhadap pendidikan moral yang baik bagi anak.
Pengetahuan moral (moral knowing) siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Pekanbaru mempengaruhi Perilaku moral(moral action) siswa berdasarkan pendidikan orangtua. Hal-hal yang mendukung bahwa pendidikan orang tua siswa berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa dan mempengaruhi perilaku moral siswa, dan Bagi siswa yang orang tuanya berpendidikan berdampak baik terhadap pengetahuan moral siswa serta perilaku moral siswa, meskipun perbedaan pendidikan orang tua akan tetapi bila tidak bijak menyikapi atas pengetahuan moral siswa, justru dapat mempengaruhi perilaku moral siswa, dengan begitu pihak sekolah perlu memfungsikan potensi, fasilitas dan pembimbingan guru kepada siswa lebih
intens lagi agar siswa lebih dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi, yaitu menjadi siswa yang dewasa dan berkarakter, dan bermoral.
Sekian terimakasih.
2153053040
Izin memberikan hasil analisis jurnal 2, yang berjudul:
PENGARUH PENGETAHUAN MORAL TERHADAP PERILAKU MORAL PADA SISWA SMP NEGERI KOTA PEKAN BARU BERDASARKAN PENDIDIKAN ORANGTUA
oleh Ilham Hudi
Di sekolah siswa memerlukan institusi dan sesi formal untuk mendapatkan
pengetahuan moral (moral knowing), untuk menghargai nilai-nilai murni (moral
feeling) dan untuk melaksanakan moral (moral action) yang baik. Sebab perilaku dan
moralitas tidak terbentuk begitu saja atau membiarkan seorang anak berkembang apa
adanya.
Pengetahuan Moral (Moral Knowing)
1. Kesadaran Moral (Moral Awareness)
Dalam membuat penilaian moral, sering kali kita tidak bisa memutuskan mana yang benar sampai kita mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Untuk membentuk warga negara yang bertanggung jawab harus ada upaya membuat mereka terinformasi. Pendidikan nilai dapat melakukan tugas ini dengan mengajarkan siswa cara memastikan fakta terlebih dahulu sebelum membuat sebuah timbangan moral.
2.. Mengetahui Nilai-Nilai Moral (Moral Values)
Nilai moral seperti menghormati kehidupan dan kemerdekaan, bertanggung jawab terhadap orang Iain, kejujuran, keadilan, toleransi, sopan santun, disiplin diri, integritas, belas kasih, kedermawanan, dan keberanian adalah faktor penentu dalam membentuk pribadi yang baik. Mengetahui sebuah nilai moral berarti memahami bagaimana
menerapkannya dalam berbagai situasi.
3. Pengambilan Perspektif(Perspektive Taking)
Pengambilan perspektif adalah kemampuan untuk mengambil sudut pandang orang lain, melihat situasi dari sudut pandang orang lain, membayangkan bagaimana mereka akan berpikir, bereaksi, dan merasa.
4. Penalaran Moral (Moral Reasoning)
Perkembangan penalaran moral anak-anak terjadi secara bertahap, mereka akan mempelajari mana yang termasuk sebagai nalar moral dan mana yang tidak ketika mereka akan melakukan sesuatu.
5. Membuat Keputusan (Decision Making)
Mampu memikirkan langkah yang mungkin akan diambil sescorang yang sedang menghadapi persoalan moral disebut sebagai kcterampilan pengambilan keputusan reflektif.
6. Memahami Diri Sendiri (Self Knowledge)
Membangun pemahaman diri berarti sadar terhadap kekuatan dan kelemahan karakter kita dan mengetahui cara untuk memperbaiki kelemahan tersebut.
Perilaku Moral (Moral Action)
1. Kompetensi
2. Kehendak
3. Kebiasaan
Terimakasih...
Nama : Wahyu Ringgit Kuncoro
Npm : 2113053254
Kelas : 3C
Izin memberikan hasil analisis saya terkait jurnal yang berjudul "Pengaruh Pengetahuan Moral Terhadap Perilaku Moral pada Siswa SMP Negeri Kota Pekanbaru Berdasarkan Pendidikan Orang Tua"
Kesadaran diri manusia adalah kesanggupan manusia untuk mengenal dirinya sendiri dan oleh karena itu berefleksi tentang dirinya sendiri. Di dalam diri manusia terjadi penggandaan yakni tidak hanya manusia berperan sebagai objeknya namun juga berperan sebagai subjek. Sementara pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa pada diri peserta didik, sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Hal ini bermakna, pengetahuan yang diperoleh diaplikasikan dalam bentuk tindakan melalui latihan dan pendidikan yang berterusan untuk membedakan mana-mana pengaruh yang baik dan keburukan. Untuk tujuan ini, seorang siswa hendaklah dididik secara sadar akan pengetahuan moral (moral knowing), menghargai nilai-nilai yang baik (moral feeling) dan melakukan kebiasaan moral yang lebih baik
terimakasih
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh