Kolom Komentar

Kolom Komentar

Jumlah balasan: 44

Mahasiswa berikut ini kolom komentar untuk menanggapi artikel pada pertemuan hari ini, berikan tanggapan dan tulis nama npm prodi

Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh BELLA APRILIA -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Bella Aprilia
NPM : 2115011086
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut bagaimana perjuangan para tokoh-tokoh untuk mendirikan sebuah dasar negara tidaklah mudah, butuh perjuangan untuk mencapai suatu tujuan yang sangat luhur. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa masyarakat harus menghargai apa yang telah mereka perjuangkan dan memberikan kontribusi untuk melanjutkan cita-cita bangsa. Salah satu cara untuk menghargainya adalah menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, semakin maju perkembangan negara dan masyarakat banyak ancaman yang bermunculan misalnya globalisasi. Oleh karena itu, untuk menghindari ancaman yang bernilai negatif, kita harus berpegangan teguh pada pancasila. Karena kita semua tahu bahwa pancasila adalah pandangan hidup bangsa dimana kita juga harus selalu menghargai segala nilai nilai yang terkandug di dalamnya.

Sekian tanggapan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Lenny Aditia Putri -
assalammualaikum wr.wb.
nama : lenny aditia putri
npm : 2115011014
prodi : S1 teknik sipil

Kita melihat perjuangan tokoh-tokoh terdahulu untuk membuat pondasi negara agar kokoh membutuhkan pikiran yang kritis dan penuh perjuangan. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa kita sebagai warga NKRI harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Maka untuk menambah rasa nasionalisme bangsa Indonesia adalah dengan cara melatih tentang sikap-sikap yang baik sesuai dengan nilai-nilai dari Pancasila dan selalu diterapkan dari hal yang paling kecil, tidak mengajarkan hal-hal yang melanggar nilai-nilai Pancasila, menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini contohya dengan menghafal lima asas Pancasila dan menghafalkan lagu Indonesia Raya, dan memberi penyuluhan kepada seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya nasionalisme terhadap masa depan bangsa Indonesia.

sekian komentar dari saya,
wassalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Ismi Fadia -
Assalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh,
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
NPM : 2115011026
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait artikel di atas,
Tanggapan :
Pada artikel tersebut, telah dijelaskan materi tentang Nilai Pancasila dari Arus Sejarah Perjuangan dan Dampak Globalisasi, yang dimulai dengan penjelasan tentang
1. Era Pra Kemerdekaan
2. Era Kemerdekaan
3. Era Orde Lama
4. Era Orde Baru
5. Era Reformasi, dan
6. Penerapan Nilai Pancasila pada Dampak Pancasila.

Kesimpulan :
Dibalik kemerdekaan yang telah sukses diperjuangkan bangsa Indonesia pastinya terdapat tokoh-tokoh yang berjuang dengan membuat pondasi negara Indonesia menjadi kokoh, untuk membuat pondasi negara kokoh diperlukannya pikiran-pikiran yang kritis. Melihat perjuangan para tokoh dan pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan selama bertahun-tahun, seluruh masyarakat Indonesia harus ikut berkontribusi dengan menerapkan Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan mematuhi norma-norma yang terkandung pada Pancasila. Namun, dengan majunya kehidupan masyarakat, terdapat banyak ancaman seperti pada perkembangan globalisasi yang memiliki dampak positif dan negatif, untuk menghadapi dampak negatif globalisasi dapat dilakukan dengan penanaman nilai etika dan keyakinan kepada Pancasila untuk merespon dengan bijak perkembangan arus globalisasi sehingga tidak mendapat dampak negatifnya.

Sekian tanggapan & komentar saya terkait artikel di atas, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Terimakasih, Wassalamualaikum warahmatullahiwabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Cahyani Putri Agustin -

Assalammualaikum Wr. Wb.
Izin memperkenalkan diri
Nama : Cahyani Putri Agustin
NPM : 2115011066
Prodi : S1 Teknik Sipil


Setelah membaca artikel yang bapak kirimkan tersebut, saya merasa takjub akan perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaannya, setelah berpikir ulang, saya menyadari bahwa saya setuju dengan suatu hal yang terdapat di dalam artikel tersebut yaitu tentang kutipan amirullah tahun 2015, yaitu Pancasila saat ini cenderung sebagai lambang negara dan hanya sebagai formalitas saja yang kehadirannya dipaksakan di Indonesia. Berdasarkan realita yang ada pada masyarakat, pelaksanaan sila-sila Pancasila jauh dari harapan, dan jauh dari apa yang terdapat di dalam nilai nilai Pancasila tersebut. Banyaknya kerusuhan yang berlatar belakang SARA (suku, ras, dan antargolongan), adanya pelecehan terhadap hak azasi manusia, gerakan separatis, lunturnya budaya musyawarah, serta ketidakadilan pada masyarakat terutama masyarakat kecil yang tidak mempunyai jabatan, menunjukan tidak aplikatifnya Pancasila saat ini. Adanya hal ini menjauhkan harapan terbentuknya masyarakat yang sejahtera, aman, dan cerdas yang diidamkan melalui Pancasila. Oleh karena itu saya merasa miris dengan keadaan bangsa yang sekarang ini, banyak yang menyimpang, kita sebagai masyarakat indonesia, terutama para pejabat yang kadang kala tidak menjalankan Amanah sebagai mana mestinya, seharusnya mereka mengingat perjuangan para pahlawan terdahulu yang bersusah payah untuk memerdekakan bangsa ini, supaya bangsa ini tetap berjalan sesuai dengan apa yang dicita citakan oleh para pejuang bangsa Indonesia yang terdahulu dan Pancasila tetap diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas, maka dari itu seharusnya kita menanamkan rasa nasionalisme sejak dini agar kita bisa melakukan bela negara sebagaimana mestinya, misalnya dimulai dari hal yang sederhana terlebih dahulu, yaitu menghapal lagu kemerdekaan maupun dengan menghapal lima asas pancasila. 
sekian tanggapan dari saya, maaf apabila ada salah kata, terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh MUHAMAD AMIRUL K -
Nama:M Amiru Khoisin
NPM: 2115011115
Kelas: B Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
berikut adalah tanggapan saya mengenai artikel tersebut.

Pada artikel tersebut telah dijelaskan tentang penerapan Pancasila dari arus sejarah perjuangan sampai pada era globalisasi. Dengan begitu kita dapat mengerti bagaimana perjuangan para pendahulu dalam membuat sebuah ideologi negara yang mewakili sifat dan norma negara itu sendiri, dari artikel tersebut juga kita dapat mengetahui bahwa Pancasila telah mengalami banyak peristiwa sejak disahkan pada era Pra- kemerdekaan hingga sampai pada masa Globalisasi sekarang.

Sejarah Pancasila tersebut menjadi bukti nyata perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan ideologi yang sudah diperjuangkan selama bertahun – tahun. Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga harus meberikan kontribusi terhadap negara. Salah satu contohnya adalah menerapkan nilai - nilai yang terkandung dalam Pancasila di kehidupan sehari – hari, terlebih pada era Globalisasi sekarang banyak paham – paham yang bertentangan dengan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Oleh karena itu, muncul tantangan baru bagi bangsa Indonesia yaitu bagaimana tindak kekuasaan dalam merespon fenomena globalisasi dengan berpedoman pada nilai etika Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia. Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi tetap terjawab dengan nilai-nilai Pancasila

sekian dari saya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Adrian Wicaksono -
Assalammualaikum wr.wb
Nama : Adrian Wicaksono
NPM : 2115011074
Prodi : S1 Teknik Sipil
Setelah membaca artikel diatas kita bisa melihat bagaimana perjuangan para tokoh dengan proses yang Panjang dan tidak mudah dalam membuat dasar negara yang bisa mempersatukan negara Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku,agama,ras dan budaya. Sekarang kita sebagai generasi muda tugas nya adalah memelihara dan menjaga agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar bisa terlaksana sesuai dengan tujuan awalnya. Salah satu Tindakan yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mengamalkan nilai-nilai Pancasila didalam kehidupan sehari-hari,karena nilai-nilai tersebut dapat menghindarkan ancaman yang dapat memecah belah antar masyarakat,dan hal kecil yang dapat kita lakukan adalah menanamkan rasa cinta tanah air yang tinggi sejak dini serta mengingatkan masyarakat sekitar agar sadar betapa penting nya jiwa nasionalisme yang tinggi untuk tercapainya tujuan bangsa Indonesia yang lebih baik lagi kedepan nya,karena dengan Bersama kita bisa.
Sekian tanggapan dari saya,kurang lebih nya mohon maaf,terima kasih.

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Endang Julianti Tobing 2115011065 -
Assalammualaikum Wr.Wb
Nama : Endang Julianti Tobing
Npm : 2115011065
Prodi : S1 Teknik Sipil

1.Periodisasi Pancasila dalam Arus Sejarah Bangsa Indonesia terdiri dari periode Pengusulan Pancasila (Sumpah Pemuda, Sidang BPUPKI 1).Pada sidang BPUPKI pertama (29 Mei -1 Juni 1945) terjadi perumusan dasar filsafat negara Indonesia, ada berbagai pengusulan gagasan dasar negara yang disampaikan oleh Moh. Yamin, Prof. Soepomo, dan Ir Soekarno.Periode Perumusan Pancasila (Sidang BPUPKI 2)pada sidang BPUPKI kedua (10-16 Juli 1945) membahas tentang bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan Undang-Undang Dasar (UUD), ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan, dan pengajaran.Periode Pengesahan Pancasila (Proklamasi & Sidang PPKI)
- Menetapkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Memilih Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.
- Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.
periode Ujian Pancasila (Konstitusi RIS & UUDS 1950),periode Polarisasi Pancasla (Dekrit 5 Juli 1959, G30S/PKI),periode Pancasila Orba (Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila (P4))

2. Terdapat 5 poin terkait penting nya pancasila dalam sejarah Indonesia :
a. Pancasila sebagai Identitas Bangsa Indonesia
Pancasila sebagai kepribadian bangsa yang dapat mendorong bangsa Indonesia agar tetap berjalan sesuai relnya tetapi tidak melawan arus globalisasi, melainkan bangsa menjadi lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan juga peluang yang ada.
b. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia
Pancasila sebagai perwujudan dari nilai-nilai budaya bangsa yang diyakini kebenaran dan kebaikannya. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dalam sikap mental dan tingkah laku serta amal perbuatan setiap warga negaranya.
c. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila berarti semua aktivitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan Pancasila.
d. Pancasila sebagai Jiwa Bangsa
Pancasila berperan sebagai nyawa, sumber, pandangan hidup, Ideologi Bangsa, bahkan ciri khusus bangsa Indonesia dimana Pancasila ini didapat seiring dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia sehingga mampu membedakan antara ciri khas bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya.
e. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur
Pancasila merupakan keputusan akhir bagi bangsa Indonesia yang harus diamalkan dan dilestarikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

sekian terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
Sebagai balasan Endang Julianti Tobing 2115011065

Re: Kolom Komentar

oleh RIZANU AKBAR -
Assalammualaikum Wr.Wb
Nama: Rizanu Akbar
Npm: 211501064
Prodi: S1 teknik sipil

Setelah membaca artikel tersebut saya melihat bagaimana perjuangan para tokoh dengan proses yang Panjang dan tidak mudah dalam membuat dasar negara yang bisa mempersatukan negara Indonesia yang terdiri dari beragam suku,agama,ras dan budaya.
Kita sebagai generasi muda harus menjaga nilai nilai pancasila dan sikap nasionalisme agar dapat mempertahankan kekokohan dasar negara indonesia,oleh hal itu kita harus Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri. Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Memperkuatdan mempertahankan jatidiri bangsa agar tidak luntur. Dengan begitu masayarakat dapat bertindak bijaksana dalam menentukan sikap agar jatidiri serta kepribadian bangsa tidak luntur karena adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia khususnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh AMANDA AJENG AZZAHRA -
Nama : Amanda Ajeng Azzahra
NPM : 2115011025
Prodi : S1 Teknik Sipil B

Assalamualaikum Wr. Wb. Izin menanggapi artikel yang tertera Pak/Bu

Nilai ideal Pancasila telah menjadi bagian adat istiadat kebudayaan dan aliran yang bertumbuh dalam kehidupan bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Pada era pra kemerdekaan melalui berbagai macam proses dan peristiwa Pancasila termuat dalam alinea kedua rancangan naskah proklamasi.

Di era kemerdekaan, Pancasila mengalami perkembangan periode-periode perkembangan demokrasi. Pada masa orde lama, Pancasila diimplementasikan dalam struktur yang berbeda-beda karena terjadinya kerusuhan dan kondisi sosial budaya berpusat di dalam suasana tradisional dari masyarakat terjajah menjadi masyarakat merdeka.

Di era reformasi, Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan atau menjadi pola pikir bangsa Indonesia Pancasila harus di aktualisasikan mulai semenjak kesadaran subjektif dan objektif warga negara itu sendiri.

Kita sebagau warga negara harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari walaupun banyak ancaman dan resikonya. Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi akan terjawab dengan nilai-nilai Pancasila.

Terimakasih Pak/Bu. Mohon maaf bila ada kesalahan. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh RAFAEL.BINTANG.CAHYA.KUSUMA mas bintang -
Selamat pagi izin memperkenalkan diri.
Nama : Rafael Bintang Cahya Kusuma
NPM : 2155011006
Prodi : S1 Teknik Sipil

Proses sejarah Pancasila dari era Pra kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan tokoh-tokoh pendiri bangsa Indonesia,yang sangat sulit dalam menyatukan bangsa Indonesia.maka perlunya kesadaran terhadap ideologi negara kita yaitu Pancasila untuk semua masyarakat bahwa Pancasila sebagai pedoman bernegara bangsa Indonesia.maka dari itu tidaklah cukup hanya mengghafalkan nilai-nilai Pancasila perlu adanya impelmentasikan nilai-nilai Pancasila seperti sila ke-1 yang dimana perlu adanya toleransi beragama agar dapat terwujudnya sila ke-3 yang sangat berpengaruh besar akan persatuan Indonesia.

sekian isi komentar tanggapan dan mohon pamit,trima kasih atas perhataianya sampai jumpa.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh RIDHO SOLIKHIN -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Nama : Ridho Solikhin
NPM : 2115011035
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Setelah membaca artikel diatas, dapat dilihat bahwasannya kemerdekaan indonesia diraih dengan proses yang cukup panjang dan juga kompleks. Para tokoh berjuang membuat pondasi berdirinya suatu negara yang kokoh sehingga bisa mempersatukan negara Indonesia yang memiliki keberagaman suku dan budaya.

Dalam membuat pondasi negara diperlukanlah proses yang panjang dan matang sehingga nantinya sebuah dasar negara tidak akan pudar dan tergerus oleh zaman.
Bukti perjuangan para pendiri bangsa dapat dilihat dari sejarah pancasila itu sendiri, tentunya setelah kita tahu, kita harus bisa melanjutkan cita-cita bangsa serta dapat berkontribusi bagi negara.
Banyak sekali cara untuk dapat meneruskan perjuangan yang telah dilakukan para pendiri negara. Salah satunya dengan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pancasila terdapat sebuah rumusan yang mengandung norma-norma yang sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah kehidupan, terlebih dimasa sekarang. Pancasila sangat dibutuhkan untuk mengatur tata kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan juga bernegara, karena semakin maju perkembangan dan peradaban dunia, maka begitu banyak ancaman yang muncul dan perlu diwaspadai. Oleh karena itu, Pancasila menjadi kunci untuk bisa melindungi diri dari berbagai ancaman yang muncul akibat pengaruh dari perkembangan zaman tersebut, kita harus berpegangan teguh pada pancasila karena sejatinya pancasila merupakan pandangan hidup bangsa. Pancasila sebagai perwujudan dari nilai-nilai budaya bangsa yang diyakini kebenaran dan kebaikannya. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan dalam sikap mental dan tingkah laku serta amal perbuatan setiap warga negaranya.

Terima kasih,
Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Khalila Putri Ralia -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Khalila Putri Ralia
NPM : 2115011105
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel diatas, kita bisa mengetahui perjuangan para tokoh-tokoh dalam membuat pondasi negara agar kokoh itu membutuhkan pikiran yang kritis. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era Reformasi menjadi salah satu perjuangan para tokoh. dan kita sebagai masyarakat harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun oleh para tokoh. kita bisa berkontribusi dengan cara menerapkan nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. tetapi, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak juga ancaman-ancamannya. salah satu ancamannya adalah globalisasi. ancaman globalisasi ini memberikan dampak positif dan juga dampak negatif. oleh karena itu, untuk menghadapi dampak negatif kita harus berpedoman pada nilai-nilai Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia.

Sekian tanggapan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Erlinda Puspitasari -
Nama : Erlinda Puspitasari
NPM : 2115011045
Prodi : S1 Teknik Sipil

Dari artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa pancasila mengandung nilai moral dan norma yang harus diterima oleh seluruh warga negara karena hal tersebut menjadi landasan bagi kehidupan bersama di Indonesia. Oleh karena itu norma – norma yang terkandung dalam Pancasila harus kita gunakan dalam dasar kehidupan bangsa agar tidak mudah timbuil perpecahan .

Kita dapat mengetahui dan menghayati perjuangan tokoh-tokoh terdahulu. Dan kita sebagai generasi bangsa harus membuat pondasi negara yg kokoh. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa masyarakat harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Salah satu kontribusinya adalah menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Namun, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak ancaman salah satunya adalah globalisasi. Globalisasi dengan segala risiko yang ditimbulkannya bagi bangsa Indonesia semestinya memberikan pengaruh positif. Oleh karena itu tantangan nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dihadapi saat ini adalah bagaimana tindak kekuasaan dalam merespon globalisasi dengan berpedoman pada nilai etika Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia. Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi tetap terjawab dengan nilai-nilai Pancasila.

Untuk itu, bangsa Indonesia harus menanamkan sikap nasionalisme. Karena jika sikap nasionalisme tidak diimplementasikan, bangsa Indonesia akan kehilangan generasi muda yang mengerti akan sikap nasionalisme. Untuk menambah rasa nasionalisme bangsa Indonesia adalah dengan dilatih tentang sikap-sikap yang baik sesuai dengan nilai-nilai dari Pancasila, dan memberi penyuluhan kepada seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya
nasionalisme terhadap masa depan bangsa Indonesia.

Terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Ahmad Fahrezy -
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Izin memperkenalkan diri
Nama : Ahmad Fahrezy
NPM : 2115011055
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberi tanggapan mengenai artikel tersebut
Dalam artikel tersebut dijelaskan mengenai tentang Penerapan Pancasila dari arus sejarah perjuangan dan dampak globalisasi

- Pancasila Sebagai Kajian Sejarah Bangsa Indonesia
1. Era Pra Kemerdekaan
2. Era Kemerdekaan
3. Era Orde Lama
4. Era Orde Baru
5. Era Reformasi, dan
6. Penerapan Nilai Pancasila pada Dampak Pancasila.

Kesimpulan yang bisa saya ambil
Pada jaman dulu, tokoh tokoh dalam bangsa Indonesia yang membuat bangsa ini kokoh sangat susah, harus dengan pemikiran yang luas, kritis.
Harus diakui secara jujur, era reformasi yang membawa semangat perubahan dan keterbukaan telah membawa banyak perubahan positif maupun negatif bagi kehidupan nasional. Keterbukaan dan kebebasan individu yang merupakan ciri demokrasi barat semakin mendominasi pola pikir, pola sikap dan pola tindak generasi penerus bangsa. Semangat gotong royong yang merupakan jiwa dan semangat yang terkandung dalam Pancasila, mulai dikesampingkan dan diabaikan,banyaknya pelecehan, banyaknya menghina dalam agama lain, ras mau pun suku, sudah melupakan budaya budaya indonesia dan malah ikut budaya asing,  Dalam pancasila terdapat sebuah rumusan yang mengandung norma-norma yang sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah kehidupan, terlebih dimasa sekarang,jadi sebaiknya dalam kehidupan sehari hari kita harus didampingi dengan nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila dikarenakan kan semakin maju era globalisasi semakin banyak hal negatif yang akan kita lewati dan ancaman yang akan muncul dan harus kita waspadai, makanya kita harus mengharumkan nama bangsa Indonesia di negara lain dan jangan menyia nyiakan semangat juang tokoh tokoh kita pada jaman dulu yang telah gugur dalam membela dan mengamankan bangsa dari negara lain.

Sekian itu saja yang bisa saya sampaikan, jika ada salah kata saya minta, Terima kasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh MUHAMMAD RAIHAN AULIA -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Izin memperkenalkan diri:
Nama: Muhammad Raihan Aulia
NPM: 2115011016
Prodi: S1Teknik Sipil

Berikut adalah tanggapan saya tentang artikel:

Setelah saya membaca artikel tersebut saya bisa mengetahui perjuangan para tokoh-tokoh dan pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan Pancasila agar bisa menjadi pondasi negara yang kokoh. Para tokoh-tokoh ini berjuang dari Era Pra Kemerdekaan hingga Era Reformasi. Mengingat perjalanan mereka yang panjang dan kompleks, sudah sepatutnya bagi kita, warga Indonesia untuk melanjutkan perjuangan mereka dengan cara berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta masyarakat yang ideal sesuai dengan nilai-nilia luhur yang terkandung pada Pancasila. Walaupun zaman terus berkembang, kita sebagai bangsa Indonesia harus pintar memilah budaya-budaya luar yang masuk di Indonesia karena kita tidak boleh sampai kehilangan identitas kita sebagai bangsa Indonesia atau yang lebih parah lagi adalah sampai terjadinya konflik-konflik antara sesama masyarakat yang dapat memecah persatuan negara kita yang tercinta ini.

Sekian tanggapan dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Fatika Balqis Azzahro -
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri,
Nama : Fatika Balqis Azzahro
NPM : 2115011054
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin menanggapi artikel yang tertera,
Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila saat ini cenderung sebagai lambang dan karya formalitas yang dipaksakan kehadirannya di Indonesia. Berdasarkan realita yang ada pada masyarakat, pelaksanaan sila-sila Pancasila jauh sesuai harapan. Banyaknya kerusuhan berlatar belakang SARA (suku, ras, dan antargolongan), adanya pelecehan terhadap hak asasi manusia, gerakan separatis, lunturnya budaya masyarakat serta ketidakadilan pada masyarakat menunjukkan tidak aplikatifnya Pancasila. Hal ini yang menjauhkan harapan terbentuknya masyarakat sejahtera, aman, dan cerdas yang diidamkan melalui Pancasila.

Pada era globalisasi inilah kelangsungan hidup bangsa Indonesia, mengharuskan kita untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila, agar generasi penerus bangsa tetap bisa menghayati dan mengamalkannya dari intisari nilai-nilai luhur yang tetap terjaga sebagai panduan bangsa Indonesia sepanjang masa.

Oleh karena itu, Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi tetap terjawab dengan sila-sila Pancasila.

Sekian tanggapan dari saya, saya mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan, terima kasih
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Nabira.202121 Nabira.202121 -
Nama: Nabira
NPM: 2115011015
Prodi: S1 Teknik Sipil

Dapat saya simpulkan dari artikel di atas, bisa kita lihat kemerdekaan Indonesia sangat sulit diraih dan membutuhkan waktu yang sangat panjang dan memiliki banyak sekali cerita. Para tokoh berjuang membuat pondasi berdirinya suatu negara yang kokoh sehingga bisa mempersatukan negara Indonesia yang memiliki keberagaman suku dan budaya.

Saat ini Pancasila hanya sebagai lambang negara dan hanya sebagai formalitas saja yang kehadirannya dipaksakan di Indonesia. Berdasarkan realita yang ada pada masyarakat, pelaksanaan sila-sila Pancasila jauh dari harapan, dan jauh dari apa yang terdapat di dalam nilai nilai Pancasila tersebut. Dalam membuat pondasi negara diperlukanlah proses yang panjang dan matang sehingga nantinya sebuah dasar negara tidak akan pudar dan tergerus oleh zaman.
Bukti perjuangan para pendiri bangsa dapat dilihat dari sejarah pancasila itu sendiri, tentunya setelah kita tahu, kita harus bisa melanjutkan cita-cita bangsa serta dapat berkontribusi bagi negara.
Banyak sekali cara untuk dapat meneruskan perjuangan yang telah dilakukan para pendiri negara. Salah satunya dengan memberikan pengetahuan pendidikan pancasila kepada anak anak sejak usia dini agar membentuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air lebih dalam.

Terima kasih, wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Resa Handayani -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Nama : Resa Handayani
NPM : 2115011024
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut, dapat kita lihat perjuangan tokoh-tokoh terdahulu untuk meraih kemerdekaan Indonesia, membutuhkan waktu yang sangat lama dan proses yang sangat panjang, sehingga nantinya sebuah dasar negara tidak akan pudar dan terbawa oleh zaman. Untuk membuat pondasi negara agar kokoh membutuhkan pikiran yang kritis. Dari cerjta sejarah tersebut dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai warga NKRI harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Tapi nyatanya, saat ini Pancasila hanya sebagai lambang negara dan formalitas belaka. Pelaksanaan nilai-nilai Pancasila banyak diabaikan, hanya akan dilakukan jika terpaksa karena takut akan hukuman atau denda bukan dari kesadaraan diri masing-masing. Padahal, banyak sekali cara untuk kita bisa memberikan kontribusi terhadap negara dan dapat meneruskan perjuangan yang telah dilakukan para pendiri negara. Salah satunya dengan memberikan pengetahuan Pendidikan Pancasila kepada anak anak sejak usia dini agar membentuk rasa nasionalisme dan cinta tanah air lebih dalam.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Rivaldi Silva Julian -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Rivaldi Silva Julian
NPM : 2115011114
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut, saya menjadi lebih sadar bahwa perjuangan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh perjuangan pada zaman dahulu dalam membangun dan menciptakan nilai luhur bagi bangsa Indonesia sangatlah berjasa. Tokoh-tokoh terdahulu berhasil menyumbangkan jasa berupa pemikiran yang kritis dan kekuatan dalam memperjuangkan dan meraih tujuan bangsa Indonesia. Demi meraih nilai luhur tersebut, dibutuhkan waktu yang panjang dalam mewujudkannya, mulai dari era pra kemerdekaan hingga era reformasi seperti saat ini. Oleh sebab itu, generasi penerus harus meneruskan perjuangan tersebut dengan cara menghargai dan mengamalkan nilai-nilai yang telah diciptakan para pejuang. Akan tetapi, dalam menjalankan hal tersebut terdapat berbagai rintangan yang tidak mudah. Seiring berjalannya dunia, ancaman-ancaman baru akan muncul dan dapat menggoyahkan berbagai aspek kehidupan yang ada pada bangsa Indonesia, salah satunya adalah pengaruh globalisasi. Globalisasi mampu mengubah pemikiran, sikap, dan tingkah laku masyarakat ke arah yang menjauh kepada nilai luhur Pancasila. Oleh karena itu, masyarakat harus mampu menghadapi dan menangani hal tersebut dengan cara berpegang terguh pada nilai luhur Pancasila dan selalu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga pengaruh globalisasi tersebut tidak dapat mengancam cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sejak dahulu kala.

Sekian tanggapan saya terkait artikel yang diberikan.
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Az- Zahra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya, saya izin memperkenalkan diri :
Nama : Az-Zahra
NPM : 2155011004
Prodi : S1 Teknik Sipil
Tanggapan saya terkait artikel ini adalah artikel ini menjelaskan tentang sejarah dan perjuangan terbentuknya Pancasila yang harus diterapkan setiap nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri berdasarkan dua kata Sanskerta: panca berarti 5 dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila adalah rumusan dan panduan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi semua warga Indonesia. Di artikel ini dijelaskan sumber historis Pancasila yang telah ada sejak zaman dahulu. Selain itu, dijelaskan kajian sejarah bangsa Indonesia, yaitu era pra kemerdekaan, era kemerdekaan, era orde lama, era orde baru, dan era reformasi. Tentu saja, terdapat perbedaan-perbedaan di setiap era ini dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Selain itu, artikel ini juga menjelaskan penerapan Pancasila pada dampak globalisasi. Penguatan tentang wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila merupakan suatu hal yang penting dan mutlak harus selalu dilakukan secara kontinuitas sejalan dengan dinamika proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara Indonesia harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan Pancasila merupakan landasan dan pedoman dalam melakukan sesuatu. Contohnya, globalisasi yang memiliki banyak dampak negatif dapat dicegah dengan penerapan nila-nilai Pancasila sehingga kita bisa mengikuti perkembangan globalisasi, tetapi dapat mencegah dampak buruknya.
Itulah tanggapan saya terkait artikel ini.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Akbar Ardiansyah -
Nama : Akbar Ardiansyah

NPM :2115011094

Prodi :S1 Teknik Sipil

Pendapat saya adalah untuk menyelaraskan Pancasila sebenarnya kita sudah tau dan pasti paham jelas, sesulit apa tentang kemerdekaan dan untuknya kita harus sadar dalam mempertahankan. Sejarah Pancasila dari masa pra kemerdekaan yang telah berhasil dibuat tokoh terdahulu menjadi salah satu perjuangan yang harus diperjuangkan kembali oleh masyarakat untuk negara yang telah diperjuangkannya selama bertahun-tahun,adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak ancaman yang ada, termasuk globalisasi. Ketahanan ideologi Pancasila kembali diuji saat dunia memasuki era globalisasi, dengan banyaknya alternatif ideologi di seluruh sendi bangsa melalui media informasi yang dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa. . Pancasila sebenarnya merupakan ideologi terbuka, yaitu ideologi yang terbuka untuk menerima nilai-nilai baru yang dapat berguna bagi kelangsungan hidup bangsa.
Namun, di sisi lain, kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru diperlukan. Jika Indonesia tidak hati-hati, masyarakat akan cenderung mengikuti arus ideologi luar, sedangkan ideologi asli bangsa Indonesia sendiri yaitu Pancasila akan dilupakan baik nilai maupun implementasinya dalam kehidupan sehari-hari

Dan lagi, pada saat ini Pancasila cenderung sebagai lambang dan hanya sebagai hal umum yang seperti tidak ada rasanya lagi dan dipaksakan kehadirannya di Indonesia, kehadilan Pancasila dalam waktu ini bukan asal berdasarkan hati nurani bangsa Indonesia. Bukti berdasarkan tidak aplikatifnya sila-sila yang terkandung pada Pancasila di kehidupan masyarakat Indonesia berdasarkan realita yang ada pada masyarakat pelaksanaan sila-sila Pancasila jauh berdasarkan harapan, seperti banyaknya kerusuhan yang berlatar belakang SARA, adanya pelecehan terhadap hak asasi manusia, gerakan separatisme, lunturnya budaya musyawarah, serta ketidakadilan pada masyarakat menunjukkan tidak aplikatifnya Pancasila. Hal ini menjauhkan harapan terbentuknya masyarakat yang sejahtera dan cerdas yang diidamkan melalui Pancasila.


Demikianlah tanggapan saya,terimakasih
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Nur Azizah -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Nur Azizah
NPM : 2115011004
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah membaca artikel tersebut kita bisa melihat bagaimana perjuangan tokoh-tokoh terdahulu meraih kemerdekaan membutuhkan pikiran yang kritis dan waktu yang cukup lama . Para tokoh berjuang membuat pondasi yang kokoh sehingga bisa mempersatukan negara Indonesia yang memiliki keberagaman suku dan budaya. Sejarah Pancasila menjadi salah satu perjuangan bahwa masyarakat harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Salah satu kontribusinya adalah menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran akan nilai-nilai di dalam pancasila dalan moral dan norma yang ada tanpa harus dipaksa melakukannya, tetapi kesadaran yang ada dalam diri pribadi. Namun, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak yang beranggapan pancasila hanya sebagai lambang negara dan sebagai bentuk formalitas yang dipaksakan kehadirannya. Adanya globalisasi juga menjadi salah satu risiko yang ditimbulkannya bagi bangsa Indonesia yang semestinya memberikan pengaruh positif. Oleh karena itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus tau bagaimana tindak kekuasaan dalam merespon fenomena globalisasi dengan berpedoman pada nilai etika Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia dan bangsa Indonesia harus menanamkan sikap nasionalisme sejak dini. Karena jika sikap nasionalisme tidak diimplementasikan sejak dini, bangsa Indonesia telah kehilangan generasi muda yang rendah akan sikap nasionalisme.


Sekian tanggapan dari saya
Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Muhamad Zada Empu Razak Kesatria -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri,
Nama : Muhamad Zada Empu Razak Kesatria
NPM : 2155011005
Prodi : S1 Teknik Sipil
Dibalik kemerdekaan yang telah sukses diperjuangkan oleh bangsa Indonesia, pastinya tokoh-tokoh yang berjuang dengan membuat pondasi negara Indonesia menjadi kokoh, untuk membuat pondasi negara kokoh diperlukan pikiran yang kritis. Melihat perjuangan para tokoh dan pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan selama bertahun-tahun, seluruh masyarakat Indonesia harus ikut berkontribusi dengan menerapkan Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan mematuhi norma-norma yang terkandung pada Pancasila. Oleh karena itu saya merasa miris dengan keadaan bangsa yang sekarang ini, banyak yang menyimpang, kita sebagai masyarakat indonesia, terutama para pejabat yang kadang kala tidak menjalankan Amanah sebagai mana mestinya, seharusnya mereka mengingat perjuangan para pahlawan terdahulu yang bersusah payah untuk memerdekakan bangsa ini, supaya bangsa ini tetap berjalan sesuai dengan apa yang dicita citakan oleh para pejuang bangsa Indonesia yang terdahulu dan Pancasila tetap diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas.

Terima kasih Pak/Bu, apabila ada salah kata saya mohon maaf
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Rafly Bani Fadlih -
Nama : Rafly Bani Fadlih
NPM : 2115011116
Prodi : S1 Teknik Sipil

Membaca artikel tersebut membuat saya sadar betapa pentingnya pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, harus memiliki cita-cita dan daya saing tinggi
"Segala bentuk penyelewengan itu harus dicegah dengan cara mendahulukan Pancasila dasar filsafat dan dasar moral" salah satu kalimat yang membuktikan bahwa pancasila sangat penting

"Dinamika aktualisasi nilai Pancasila bagaikan pendelum (bandul jam) yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang tanpa pernah berhenti tepat di tengah."
Ini juga harus diingat dalam hidup seetiap warga Indonesia sehingga budaya maupun pemikiran kita memiliki ciri khas tersendiri, tetapi selalu positif dan berkeinginan tinggi agar terus menjadi lebih baik

"Setiap anak bangsa harus memiliki kepekaan sosial dan memiliki tanggung jawab atas kondisi masyarakat Indonesia dewasa ini, sehingga dituntut untuk turut serta mencari solusinya."
Kurangnya penerapan pancasila pada masa kini juga dapat terasa dari kalimat tersebut karena kurangnya anak bangsa yang memiliki kepekaan sosial yang seharusnya

Sekian tanggapan dari saya
Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Rafly Bani Fadlih -
Nama : Rafly Bani Fadlih
NPM : 2115011116
Prodi : S1 Teknik Sipil

Pancasila saat ini ini cenderung sebagai lambang dan hanya sebagai formalitas yang dipaksakan kehadirannya di Indonesia.
Pancasila harus diaktualisasikan mulai semenjak kesadaran subjektif dan objektif warga negara itu sendiri
Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia bukanlah pemberian dari pemerintahkolonial Belanda atau Jepang. Kemerdekaan Indonesia dicapai melalui perjuangan panjangberbagai golongan masyarakat Indonesia. Mengingat sulitnya perjuangan kita merdeka seharusnya kita harus berupaya lebih lagi emi mewujudkan cita-cita bersama.
Fungsi dan kedudukan Pancasila mulai terancam di era reformasi yang ditandai dengan runtuhnya rezim Orde Baru dan adanya krisis ekonomi yang mengakibatkan keterpurukan hampir di semua bidang kehidupan. Kepercayaan terhadap pancasila mulai pudar.
Ancaman terhadap ideologi tersebut dikemas melalui berbagai macam isu yang sering tidak disadar oleh suatu bangsa. Globalisasi dengan segala risiko yang ditimbulkannya bagi bangsa Indonesia semestinya memberikan pengaruh positif.

Sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada kesalahan
Terima kasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh MUHAMMAD HANIF HIBATULLAH -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri

Nama : Muhammad Hanif Hibatullah
NPM : 2115011084
Kelas : Teknik Sipil B

Kesimpulan dari artikel yang saya baca adalah Dibalik kemerdekaan yang telah sukses diperjuangkan oleh bangsa Indonesia, pastinya tokoh-tokoh yang berjuang dengan membuat pondasi negara Indonesia menjadi kokoh, untuk membuat pondasi negara kokoh diperlukan pikiran yang kritis.
Melihat perjuangan para tokoh dan pemuda yang memperjuangkan kemerdekaan selama bertahun-tahun, seluruh masyarakat Indonesia harus ikut berkontribusi dengan menerapkan Nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan mematuhi norma-norma yang terkandung pada Pancasila. Oleh karena itu saya merasa miris dengan keadaan bangsa yang sekarang ini, banyak yang menyimpang, kita sebagai masyarakat indonesia, terutama para pejabat yang kadang kala tidak menjalankan Amanah sebagai mana mestinya, seharusnya mereka mengingat perjuangan para pahlawan terdahulu yang bersusah payah untuk memerdekakan bangsa ini, supaya bangsa ini tetap berjalan sesuai dengan apa yang dicita citakan oleh para pejuang bangsa Indonesia yang terdahulu dan Pancasila tetap diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas.

Sekian tanggapan yang dapat saya berikan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Putri Afrianis -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Putri Afrianis
NPM : 2115011044
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah saya membaca artikel tersebut saya bisa menanggapi bahwa dengan melihat perjuangan tokoh-tokoh terdahulu untuk membuat pondasi negara agar kokoh membutuhkan pikiran yang kokoh. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa masyarakat harus memberikan dukungan dan keikut sertaan terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Namun, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak ancaman salah satunya adalah globalisasi. Globalisasi dengan segala risiko yang ditimbulkannya bagi bangsa Indonesia semestinya memberikan pengaruh positif. Tetapi tidak jarang bahwa pwngaruh globalisasi membawa lwbih banyak dampak negative. Oleh karena itu tantangan nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dihadapi saat ini adalah bagaimana tindak kekuasaan dalam merespon fenomena globalisasi dengan berpedoman pada nilai etika Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan tidak terlalu terpengaruh dengan dampak buruk dari globalisasi itu akan menetralkan keadaan yang ada di Indonesia dan dapat membuat bangsa Indonesia menjadi Makmur. Dengan demikian, pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi tetap terjawab dengan nilai-nilai Pancasila. Berpegang teguh kepada nilai nilai Pancasila dapat dipastikan negara akan lebih membaik dalam segi apapun.

Sekian tanggapan dari saya, Terimakasih
Wassalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Allecia Purnama Indah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Allecia Purnama Indah
NPM : 2115011085
Prodi : S1 Teknik Sipil

Pancasila tidak muncul begitu saja, Pancasila terwujud dari pemikiran dan perjuangan tokoh-tokoh bangsa. Dibutuhkan banyak perjuangan dalam mewujudkan Pancasila. Pada artikel tersebut nilai-nilai Pancasila banyak terjadi penyimpangan yang tidak mencerminkan Pancasila itu sendiri. Pada era globalisasi nilai-nilai pancasila mulai kehilangan jati dirinya. Banyak masyarakat Indonesia yang masih kurang memahami perwujudan nilai-nilai Pancasila karena latar belakang yang berbeda-beda mulai dari faktor lingkungan dan diri sendiri. Pada artikel tersebut dasar negara kita Pancasila banyak mengalami pasang surut artian. Apabila kita tidak mengimplemnetasi nilai-nilai Pancasila pada diri kita sendiri lebih dulu, Pancasila akan terkikis dari bangsa Indonesia. Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi tetap terjawab dengan nilai-nilai Pancasila. karena itu kita sebagai Bangsa Indonesia haruslah menjadikan acuan nilai-nilai Pancasila sebagai kehidupan kita dengan cara menanamkan dan mengajarkan nilai-nilai Pancasila agar terwujudnya cita-cita negara.

Sekian tanggapan dari saya. Terima Kasih.
Wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Dimas Adie Widjanarko Putra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Izin memperkenalkan diri pak
Nama : Dimas Adie Widjanarko Putra
NPM : 2115011106
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel tersebut.
Menurut saya, setelah membaca artikel tersebut saya menjadi sadar akan beratnya perjuangan para tokoh itu tidaklah mudah, banyak sekali pengorbanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi cukup menjadi bukti bahwa para tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia telah berbuat banyak kepada bangsanya, maka dari itu kita sebagai anak cucunya harus menjaga apa yang diwariskan tetap lestari, seperti kerukunan dan sifat gotong royong yang merupakan amalan dari Pancasila.
Sekian tanggapan dari saya. Terima kasih pak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Rendy A. Silitonga -
Nama : Rendy A. Silitonga
NPM : 2115011125
Prodi : S1 Teknik Sipil

Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa masyarakat harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Salah satu kontribusinya adalah menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Namun, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak ancaman salah satunya adalah globalisasi.

Untuk menjadi bangsa yang besar, bangsa Indonesia harus menanamkan sikap nasionalisme sejak dini. Karena jika sikap nasionalisme tidak diimplementasikan sejak dini, bangsa Indonesia telah kehilangan generasi muda yang rendah akan sikap nasionalisme.

Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Ismi Fadia -
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
Npm : 2115011026
Prodi : S1 Teknik Sipil
Kelas : B

Izin memberikan tanggapan terkait artikel pembelajaran pada pertemuan ke-5.
Pada artikel di atas telah dijelaskan Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Setelah membaca artikel tersebut saya semakin menyadari perjuangan kita sebagai bangsa Indonesia bukan hanya dilakukan pada saat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga kita harus mempertahankan kemerdekaan dan Pancasila, untuk mempertahankan kemerdekaan dan Pancasila pastinya memiliki tantangan dan rintangan baik dari eksternal maupun internal. Pada era setelah kemerdekaan, tantangan yang dihadapi para pemuda dan para pejuang maupun tokoh-tokoh penting adalah mempertahankan ideologi negara yaitu Pancasila, banyak sekali oknum atau organisasi yang mencoba mengganti ideologi pancasila dengan ideologi yang lain, seperti Peristiwa G30S/PKI pada tanggal 30 September 1945 yang dilakulan oleh Partai Komunis Indonesia, peristiwa ini bertujuan untuk mengganti ideologi Pancasila menjadi Ideologi dengan paham Komunisme. Tantangan yang kedua adalah gerakan Separatisme yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang bertujuan untuk membuat negara sendiri. Tantangan yang ketiga adalah Radikalisme yaitu adanya perubahan sosial dan politik. Sedangkan pada era evolusi atau saat ini tantangan yang harus dihadapi adalah pelajar yang sudah terlepas dari ponsel pintar, sehingga dengan mudah mendapat informasi dari luar melalui jaringan internet, tantangan ini dapat diatasi dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk membuat media pembelajaran menjadi kreatif sehingga membuat rasa ketertarikan yang lebih. Saya semakin menyadari bahwa pendidikan pancasila bagi kalangan generasi muda sangat penting, memgingat generasi muda akan menjadi penentu keberhasilan dan perwujudan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, sehingga sangat diharapkan generasi muda mampu mewarisi nilai-nilao yang terkandung dalam Pancasila, baik dari nilai historis dan bagaimana ekstensi generasi muda dalam mendirikan dan megisi kemerdekaan NKRI.

Sekian tanggapan saya terkait artikel pada pertemuan ke-5. Mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu.
Termakasih, Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Karunia Ari Hagana Tarigan -
Salam sejahtera bagi kita semua
Izin memperkenalkan diri
Nama : Karunia Ari Hagana Tarigan
NPM : 2115011075
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah menonton video tersebut, saya merangkum inti dari video tersebut, yaitu sebagai berikut.
Pengertian filsafat Pancasila mengandung pandangan nilai dan pemikiran secara substansi dan isi yang mencakup pembentukan ideologi Pancasilla. Definisi filsafat Pancasila sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan realitas suatu budaya bangsa yang bertujuan untuk mendapatkan pokok-pokok makna yang mendasar.

Pancasila sebagai sistem filsafat sangat urgent bagi pengembangan bangsa Indonesia, yaitu sebagai berikut :
1. Pancasila sebagai sistem filsafat dapat menciptakan dan membangun pemikiran bangsa Indonesia
2. Pancasila sebagai sistem filsafat secara mendasar diletakkan dalam jiwa bangsa Indonesia
3. Pancasila sebagai sistem filsafat dapat menjadi dsar acuan menghadapi tantangan dan dinamika global
4. Pancasila sebagai sistem filsafat dapat menjadi penopang yang kuat untuk menjadi pedoman hidup

Pancasila sebagai landasan filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran Pancasila yang bukan hanya ditujukan kepada bangsa Indonesia melainkan juga pada manusia pada umumnya.

Sekian komentar dari saya, Terimakasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Filipus Kevin Fernando Unila -
Selamat siang, Bapak/Ibu?
Nama: Filipus Kevin Fernando
NPM: 2115011006
Prodi: S1 Teknik Sipil

Pada artikel tersebut, dijelaskan tentang Penerapan Nilai Pancasila dari Arus Sejarah Perjuangan dan Dampak Globalisasi. Sejarah perkembangan Pancasila dimulai dari era Pra Kemerdekaan, era Kemerdekaan, era Orde Lama, era Orde Baru, era reformasi dan penerapan nilai Pancasila pada dampak globalisasi.

Pancasila menjadi dasar negara Indonesia yang telah diperjuangkan oleh tokoh- tokoh penggagas, pencetus yang dimiliki bangsa Indonesia. Mereka adalah tokoh yang mampu membuat Indonesia memiliki ciri identitas, jiwa dan kepribadian yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Tokoh- tokoh tersebut merupakan orang yang hebat, memiliki pemikiran kritis dan berani mengemukakan pendapat terkait usulan dasar negara.

Sejarah Pancasila dimulai pada era sebelum kemerdekaan dimana terdapat tokoh pengusul/penggagas terhadap dasar negara yaitu Ir. Soekarno, Soepomo, dan Moh. Yamin. Kemudian, pada masa kemerdekaan Pancasila digunakan dalam pembukaan UUD 1945 dan menjadi tanda bahwa Indonesia memiliki dasar negara UUD 1945.

Kemudian, pada masa orde lama Pancasila dipahami berdasarkan ideal yang berkembang pada situasi dunia yang waktu itu diliputi oleh kerusuhan dan kondisi sosial-budaya berpusat di dalam suasana transisional dari masyarakat terjajah menjadi masyarakat merdeka. Masa ini adalah masa pencarian bentuk pengamalan Pancasila, terutama bagian dalam tata kenegaraan. Namun, pada tahun 1959 Pancasila melewati era kelamnya dimana Presiden Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang mengakibatkan menyimpang ideal-ideal yang ada dalam Pancasila itu sendiri, salah satunya adalah sila permusyawaratan.

Kemudian, pada masa orde baru merupakan bagian dalam sejarah republik ini mewujudkan periode pemerintahan yang terlama, dan bisa juga dikatakan sebagai periode pemerintahan yang paling stabil. Stabil dalam pendapat tidak banyak gejolak yang mengemuka. Di era Orde Baru, yakni stabilitas dan pembangunan, serta merta tidak lepas dari keberadaan Pancasila. Pancasila menjadi alat bagi pemerintah untuk semakin menancapkan kewibawaan di Indonesia. Pancasila begitu diagung-agungkan; Pancasila begitu gencar ditanamkan ideal dan hakikatnya kepada rakyat.

Kemudian, pada masa reformasi Pancasila sebagai paradigma ketatanegaraan artinya pancasila menjadi kerangka berpikir atau pola berpikir bangsa Indonesia, khususnya sebagai dasar negara ia sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai negara hukum, setiap perilaku baik dari warga masyarakat maupun dari pejabat-pejabat harus berdasarkan hukum, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Dalam kaitannya dalam peluasan hukum, Pancasila harus menjadi landasannya. Artinya hukum yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila Pancasila. Substansi produk hukumnya tidak bertentangan dengan sila-sila pancasila.

Namun, semakin maju kehidupan masyarakat kemudian terdapat banyak ancaman contohnya globalisasi. Ketahanan ideologi Pancasila kembali diuji saat dunia memasuki era globalisasi. Pancasila sebenarnya merupakan ideologi terbuka, yaitu ideologi yang terbuka untuk menerima nilai-nilai baru yang dapat berguna bagi kelangsungan hidup bangsa.
Namun, di sisi lain kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru juga diperlukan, agar masyarakat tidak cenderung mengikuti arus budaya luar yang menyebabkan tidak adanya kesesuaian antara nilai Pancasila dan budaya yang terdapat di suatu negara. Ancaman terhadap ideologi Pancasila juga sering dikemas melalui berbagai macam isu yang sering tidak disadari oleh suatu bangsa. Misalnya isu-isu demokratisasi, HAM, dan kelestarian lingkungan hidup di negara-negara berkembang.
Sekian tanggapan saya terkait artikel tersebut, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh HIMAWAN ARBIANSYAH -
Assalamua'laikum wr.wb
Izin memperkenalkan diri
Nama : Himawan Arbiansyah
Kelas : B
Prodi : S1 Teknik Sipil
NPM : 2115011126

Setelah menyimak video tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa Perjuangan para tokoh-tokoh Indonesia demi membangun negara sangatlah berat. mereka mempertahankan Ideologi negara demi terciptanya kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia. Pancasila sendiri bersumber dari nilai-nilai kearifan lokal yang sudah hidup di tengah-tengah masyarakat sejak dulu. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mengandung makna bahwa semua aktifitas kehidupan bangsa Indonesia sehari-hari harus sesuai dengan Pancasila. Karena juga merupakan pembentukan dari nilai-nilai yang dimiliki dan bersumber dari kehidupan bangsa Indonesia sendiri.

Berbagai ancaman datang seiring berkembang nya ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia, contohnya di era Globalisasi ini dampaknya sangat tidak baik bagi anak muda, seperti pengaruh pergaulan dan penggunaan gadget yang berlebihan. Maka dari itu baiknya kita sebagai anak muda tidak salah dalam menggunakan gadget, gunakanlah untuk hal yang lebih bermanfaat untuk menambah wawasan di era Globalisasi ini. Lalu, kita juga sebagai anak muda, marilah menjaga dan merawat warisan leluhur kita yang berupa budaya dengan melestarikan nya, sehingga budaya leluhur tidak pudar atau mungkin hilang dan dilupakan.

Sekian & Terima Kasih
Wassalamua'laikum wr.wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Ismi Fadia -
Assalamualaikum warrahmatullahiwabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Ismi Fadia
NPM : 2115011026
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terkait video pembelajaran pada pertemuan ke-5.
Di dalam video tentang materi Pancasila sebagai Dasar Negara, tantangan berupa organisasi yang ingin mengganti ideologi, separatisme dan radikalisme, peristiwa ini dipengaruhi oleh karena kuatnya loyalitas masyarakat terhadap pancasila membuat ideologi-ideologi lain kurang mendapat perhatian dan dukungan tetapi dengan segala tantangan tersebut dapat dipertahankan hingga sampai sekarang.

1. Prinsip Kebangsaan, menurut Ir. Soekarno Indonesian harus berdiri sebagai sebuah bangsa dalam negara yang terinspirasi dari Otto Bauer dan Ernest Renant bahwa bangsa adalah keinginan manusia untuk bersatu.
2. Prinsip Internasional, harus menitikberatkan pada kecintaan pada bangsa masing-masing.
3. Prinsip Mufakat, setiap golongan dari masyarakat yang memiliki pendapat berbeda harus diberikan platform untuk menyuarakan pendapatnya tanpa harus menghalangi atau melukai pihak lain.
4. Prinsip Keadilan Sejahtera, kemerdekaan tanpa kesejahteraan adalah nihil menurut soekarno.
5. Prinsip Ketuhanan bangsa Indonesia adalah bangsa yang selalu mengamalkan agama dan menyembah tuhan, oleh karena itu prinsip ketuhanan yang menghormati satu agama dengan yang lainnya adalah suatu keharusan.

5 prinsip diringkas menjadi Trisila yakni gotong-royong. Pada 16 Juli 1945 Piagam Jakarta disahkan sebagai mukadimah UUD 1945. Lalu pada tanggal 18 Agustus 1945, beberapa tokoh bangsa mengadakan rapat non-formal untuk membahas kemungkinan pecahnya Indonesia karena keberatan akan sila pertama Piagam Jakarta, sehingga sila pertama menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa, dan mukadimah UUD 1945 menjadi Pembukaan UUD 1945.

Terimakasih, mohon maaf bila terdapat kesalahan pak/bu
Wassalamualaikum warrahmatuahiwabarokatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Atma Seta Ramadhan -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Atma Seta Ramadhan
NPM : 2115011005
Prodi : S1 Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
berikut adalah tanggapan saya mengenai artikel tersebut.

Setelah membaca artikel diatas kita bisa melihat bagaimana perjuangan para tokoh dengan proses yang Panjang dan tidak mudah dalam membuat dasar negara yang bisa mempersatukan negara Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku,agama,ras dan budaya. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa masyarakat harus menghargai apa yang telah mereka perjuangkan dan memberikan kontribusi untuk melanjutkan cita-cita bangsa. Salah satu cara untuk menghargainya adalah menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada era Globalisasi sekarang banyak paham – paham yang bertentangan dengan nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Oleh karena itu, muncul tantangan baru bagi bangsa Indonesia yaitu bagaimana tindak kekuasaan dalam merespon fenomena globalisasi dengan berpedoman pada nilai etika Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia. Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat sebagai nilai moralitas sehingga arus globalisasi tetap terjawab dengan nilai-nilai Pancasila

sekian dari saya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh DAVIN OKTADAN NUGROHO -
Nama : Davin Oktadan N
NPM : 2155011014
Prodi : S1 Teknik Sipil

Artikel tersebut menjelaskan bagaimana perjuangan para tokoh tokoh mendirikan dasar negara Indonesia tidak mudah, memerlukan perjuangan dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi. Dan cara menghargai nya iyalah memahami isi dari Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun seiring dengan perkembangan jaman yang bermunculan seperti Globalisasi menjadi ancaman bagi kita semua. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang pintar kita harus berpegang Teguh pada Pancasila dan menjadikannya sebagai pedoman hidup kita agar kita tidak terjerumus ke dalam nilai nilai negatif dari Globalisasi.

Sekian dari saya terima kasih Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Zulfa Afifah -
Assalammualaikum wr.wb.
Nama : Zulfa Afifah
NPM : 2115011104
Prodi : S1 Teknik Sipil

Izin memberikan tanggapan terhadap artikel yang telah bapak lampirkan,
Pada artikel tersebut telah dijelaskan tentang Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Setelah membaca artikel tersebut, saya sadar bagaimana perjuangan para tokoh-tokoh kita untuk mendirikan sebuah dasar negara adalah hal yang tidak mudah. Saat ini, kita sebagai pemuda calon penerus bangsa berperan penting untung menjaga dan melestarikan agar nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila agar tidak terjadi penyelewengan dan tetap tercapai tujuan awalnya. Dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya mengamalkan Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari walaupun banyak rintangan dan ancaman. Dengan begitu, kita dapat menambah rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia dengan melatih sikap-sikap yang baik sesuai dengan nilai-nilai dari Pancasila. Pancasila harus diyakini oleh seluruh elemen masyarakat agar tercipta nilai moralitas sehingga arus globalisasi akan terjawab dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila saat ini sangatlah dibutuhkan untuk mengatur tata kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, karena semakin maju perkembangan dan peradaban dunia, maka akan makin begitu banyak pula ancaman yang muncul dan perlu diwaspadai untuk kita.

Sekian tanggapan dari saya,
Wassalamualaikum. wr. wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Karunia Ari Hagana Tarigan -
Salam Sejahtera
Izin memperkenalkan diri
Nama : Karunia Ari Hagana Tarigan
Npm : 2115011075
Prodi : S1 Teknik Sipil

Setelah melihat dan membaca artikel tersebut, kita dapat melihat gambaran bagaimana para pahlawan kita memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dan membuat dasar-dasar negara Indonesia.
Dan kita sebagai rakyat Indonesia harus bersikap nasionalisme dan menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan cara-cara yang sederhana, seperti taat aturan, ikut berkontribusi dalam acara kemerdekaan, tidak memancing keributan yang mengakibatkan perpecahan, dan lain sebagainya.
Dan dalam melakukan itu semua, tentu tidak mudah, banyak cobaan dan tantangan yang harus dihadapi, apalagi di era yang maju dan berkembang pesat sekarang ini, kita harus lebih jeli memilah informasi dan tetap melestarikan budaya Indonesia serta menjunjung tinggi apa yang telah dilakukan oleh pahlawan-pahlawan kita demi kemerdekaan Indonesia.
Sekian komentar dari saya
Terimakasih
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Muhammad Aldi Yudistira Sukarman -
Assalamualaikum Wr. Wb
Nama: Muhammad Aldi Yudistira
NPM: 2115011034
Prodi: S1 Teknik Sipil




Kita melihat perjuangan tokoh-tokoh terdahulu untuk membuat pondasi negara agar kokoh membutuhkan pikiran yang kritis dan penuh perjuangan. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era reformasi menjadi salah satu perjuangan bahwa kita sebagai warga NKRI harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah di perjuangkan selama bertahun-tahun. Maka untuk menambah rasa nasionalisme bangsa Indonesia adalah dengan cara melatih tentang sikap-sikap yang baik sesuai dengan nilai-nilai dari Pancasila dan selalu diterapkan dari hal yang paling kecil, tidak mengajarkan hal-hal yang melanggar nilai-nilai Pancasila, menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini contohya dengan menghafal lima asas Pancasila dan menghafalkan lagu Indonesia Raya, dan memberi penyuluhan kepada seluruh bangsa Indonesia akan pentingnya nasionalisme terhadap masa depan bangsa Indonesia.


Cukup sekian yang dapat saya simpulkan, kurang lebihnya mohon maaf
Wassalamualaikum Wr. Wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh OXANA ZALFANI SAID -
assalamualaikum wr wb
Nama : Oxana Zalfani Said
NPM : 2155011016
Prodi : S1 Teknik Sipil

Kita bisa mengetahui perjuangan para tokoh-tokoh dalam membuat pondasi negara agar kokoh itu membutuhkan pikiran yang kritis. Sejarah Pancasila dari era Pra Kemerdekaan hingga era Reformasi menjadi salah satu perjuangan para tokoh. dan kita sebagai masyarakat harus memberikan kontribusi terhadap negara yang sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun oleh para tokoh. kita bisa berkontribusi dengan cara menerapkan nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. tetapi, semakin maju kehidupan masyarakat, semakin banyak juga ancaman-ancamannya. salah satu ancamannya adalah globalisasi. ancaman globalisasi ini memberikan dampak positif dan juga dampak negatif. oleh karena itu, untuk menghadapi dampak negatif kita harus berpedoman pada nilai-nilai Pancasila sebagai warisan budaya luhur bangsa Indonesia.

Sekian tanggapan saya
Terimakasih
wassalamualaikum wr wb
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Akbar Ardiansyah -
Nama : Akbar Ardiansyah
NPM : 2115011094
Prodi S1Teknik Sipil

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari artikel diatas, menurut saya sebagai negara yang memiliki beragam budaya, suku, dan agama kita harus hidup dalam kebersamaan sesuai dengan semboyan negara kita "Bhinneka Tunggal Ika". Berdasarkan semboyan tersebut, keberagamab di Indonesia merupakan salah satu tonggak dalan mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, bukan sebagai pemecah bangsa.
Jika dilihat untuk saat ini penerapan Pancasila masih jauh dari yang diharapkan, seperti masih banyaknya aliran aliran atau sekte yang menyesesatkan dan tidak sesuai dengan sila ke-1. Belum teraktualisasinya nilai dasar Pancasila secara konsisten dalam tatanan praktis perlu diadakan perubahan terus menerus, baik konseptual atau operasional. Serta kemajemukan yang terintegrasi secara nasional menjadikan kondisi potensi nasional yang dilandasi nilai-nilai ke BhinnekaTunggal Ika-an sebagai landasan dan pedoman dalam mewujudkan stabilitas nasional dan ketahanan nasional diharapkan menjadi kekuatan dengan segala aspek yang ada didalamnya. Untuk itulah, aktualisasi pemahaman nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Pancasila sebagai filsafat dan dasar negara perlu dipahami dan dikembangkan serta diimplementasikan dalam kehidupan sosial, karena nilainilai yang terkandung dalam keBhinneka Tunggal Ika-an mempunyai fungsi sebagai motivasi dan rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pembekalan mental spiritual dan peningkatan perasaan cinta tanah air (patriotisme) di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan normanorma kehidupan bangsa Indonesia.

Sekian komentar saya wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Muhammad Faris Azzahri -
Assalammualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Izin memperkenalkan diri
Nama : Muhammad Faris Azzahri
NPM : 2115011124
Prodi : S1 Teknik Sipil

Berdasarkan artikel di atas, kita dapat melihat bagaimana perjuangan para tokoh dengan proses yang panjang demi menyatukan NKRI dengan beraneka ragam suku, ras, budaya, dan agama.

Eksistensi pancasila sebagai dasar negara yang tetap fleksibel dari Era pra kemerdekaan hingga era reformasi merupakan buah dari tokoh-tokoh bangsa yang menyumbangkan pemikiran kritis dan kekuatan dalam memperjuangkan dan meraih tujuan bangsa Indonesia.

Penerapan nilai-nilai Pancasila di era globalisasi dapat mencegah dampak buruk dari globalisasi, yang mana penerapan pancasila dalam kehidupan sehari hari bangsa indonesia sebagai landasan dan pedoman bernegara sehingga kita dapat mengikuti perkembangan globalisasi.

Sekian tanggapan dari saya
Terimakasih
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: Kolom Komentar

oleh Erlinda Puspitasari -
Nama : Erlinda Puspitasari
NPM : 2115011045
Prodi : S1 Teknik Sipil

Pergeseran nilai-nilai pancasila tidak hanya dipandang dari perubahan social politik, tetapi juga pergeseran pancasila juga bisa disebabkan oleh faktor ekonomi yang semakin maju melalui sebuah revolusi . Revolusi yang sudah berlalu seperti revolusi industri 2.0 dan 3.0 sudah dilalui oleh Ideologi Pancasila sekarang Ideologi Pancasila menghadapi tantangan baru yaitu revolusi industri 4.0. Dengan hadirnya revolusi Industri 4.0 memberikan suatu tantangan baru dalam pengembangan ideologi Pancasila disebabkan Pancasila harus menjalankan fungsinya sebagai ideologi terbuka, dinamis dan aktual. Banyak tantangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi, Pancasila telah membuktikan bahwa Pancasila bukan merupakan milik golongan tertentu atau representasi dari suku tertentu. Pancasila itu netral dan akan selalu hidup di segala zaman seperti yang telah dilewati di tahun-tahun sebelumnya.

Tantangan dan penguatan ideologi Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ialah Membumikan Pancasila dalam perkembangan revolusi 4.0. dengan cara, meningkatkan Pemahaman Pancasila, mengurangi eksklusivisme sosial, mengurangi kesenjangan sosial, meningkatkan wawasan Pancasila bagi penyelenggara Negara serta menjadikan Pancasila sebagai keteladanan dalam menghadapi revolusi industri 4.0,
Penguatan Pancasila dalam menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan meningkatkan Sumber daya manusia Indonesia yang unggul sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,
Mempertahankan eksistensi Pancasila sebagai Ideologi Negara Indonesia. Tantangan yang dihadapi dalam proses penanaman nilai-nilai Pancasila pada era revolusi industri 4.0 saat ini yaitu salah satunya terletak pada peserta didik yang sudah tidak dapat terlepas dari Handphone dan Gadjet. Mereka dengan mudah mendapatkan informasi-informasi dari luar melalui internet yang terkadang informasi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun hal tersebut juga dapat diatasi dengan cara memanfaatkan perkembangan informasi serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi media dalam penanaman dan penguatan Pancasila di era revolusi industri 4.0. Guru dan dosen dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam mengembangkan metode pembelajaran pendidikan Pancasila melalui media pembelajaran, seperti membuat game serta film animasi yang mangajarkan nilai-nilai Pancasila.