Bayangkan Anda adalah seorang mahasiswa Prodi Pendidikan Teknologi dan Informasi. Suatu malam, Anda harus mengunggah video pembelajaran interaktif berukuran 1,5 GB ke LMS kampus sebelum pukul 23.59. Anda melihat indikator Wi-Fi di laptop tertulis 20 Mbps. Sambil menunggu unggahan, laptop Anda terasa hangat; aplikasi pemantau sistem menunjukkan suhu CPU 65°C, baterai tersisa 30%, dan charger tertulis 65 W. Layar laptop Anda berukuran 14 inci dengan resolusi 1920 × 1080 piksel dan refresh rate 60 Hz.
Di saat yang sama, Anda berpikir:
- Cukupkah waktu untuk mengunggah file itu?
- Berapa lama sebenarnya proses unggah berlangsung?
- Mengapa laptop menjadi panas?
- Apa arti angka-angka pada spesifikasi perangkat tersebut?
- Mengapa satuan GB, Mbps, °C, W, inci, dan Hz ditulis berbeda-beda?
- Apa hubungan semua angka itu dengan fisika?
Tanpa disadari, malam itu Anda sedang berhadapan dengan besaran dan satuan. Fisika tidak hanya berbicara tentang gerak dan gaya, tetapi juga tentang cara kita mengukur, menuliskan, mengonversi, dan memaknai angka dalam kehidupan nyata—termasuk dalam teknologi informasi yang akan Anda tekuni.