Forum Analisis Jurnal 1

Forum Analisis Jurnal 1

Number of replies: 26

Lampirkan analisis anda mengenai jurnal diatas, dengan menyertakan identitas diri seperti nama dan NPM.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Aulya Aura Chaya Trisna -
Nama : Aulya Aura Chaya Trisna
NPM : 2513053208

Hasil Analisis saya, Jurnal ini menjelaskan betapa pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan di masa kini yang semakin global. Berdasarkan jurnal, proses globalisasi tidak hanya membawa banyak kemudahan, tetapi juga menyebabkan berbagai masalah seperti kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, penggunaan narkotika yang tidak sopan, dan perang antar kelompok. Oleh karena itu, pendidikan nilai moral penting agar seseorang tidak hanya mempunyai ilmu, tetapi juga memiliki sikap dan tindakan yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jurnal tersebut juga membandingkan cara mengajar nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Tiongkok. Tiap negara memiliki cara yang berbeda karena dipengaruhi oleh keyakinan dan keadaan masyarakatnya. Namun, secara umum keempat negara tersebut semuanya menekankan pentingnya nilai-nilai seperti jujur, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan hidup berkelompok.
Pendidikan moral tidak cukup hanya dengan menjelaskan teori atau meminta siswa menghafal nilai-nilai moral saja. Nilai tersebut harus dibiasakan melalui tindakan nyata. Guru dan orang tua juga perlu memberi contoh karena cara mereka berperilaku bisa memengaruhi kepribadian anak. Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa jika seorang guru ingin agar siswanya jujur dan mengikuti aturan, maka guru itu sendiri harus menunjukkan perilaku jujur dan mematuhi aturan tersebut.
Intinya adalah pendidikan nilai moral harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya melalui satu mata pelajaran saja. Pendidikan moral akan lebih baik jika siswa diberi contoh, terbiasa melakukan hal yang benar, dan diberi kesempatan untuk memahami mengapa suatu nilai itu penting. Dengan cara itu, nilai moral tidak hanya dipahami oleh siswa, tetapi juga bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Rizki Indah Lestari -
Rizki Indah Lestari
2513053206

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam menghadapi perkembangan global. Perkembangan global tidak hanya memberikan kemajuan dan kemudahan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, dan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada pengetahuan, keterampilan, dan teknologi, tetapi juga perlu membentuk kepribadian serta moral peserta didik. Pendidikan nilai moral juga tidak cukup dilakukan melalui pemberian materi atau hafalan, tetapi perlu diterapkan dalam keseluruhan proses pendidikan melalui pengalaman, pembiasaan, dan keteladanan. Guru memiliki peran penting karena sikap dan perilaku guru dapat menjadi contoh yang dilihat dan ditiru oleh siswa. Pendidikan nilai moral juga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu mata pelajaran atau satu guru, tetapi perlu diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan didukung oleh lingkungan sekolah. Dari pembahasan tersebut, dapat dipahami bahwa nilai moral akan lebih bermakna apabila tidak hanya diketahui oleh siswa, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan nilai moral perlu dilakukan secara terus-menerus agar nilai yang diberikan dapat berkembang menjadi sikap dan perilaku peserta didik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Azzahra Ramadhani -
Azzahra Ramadhani
2513053216

Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global
Jurnal tersebut menegaskan bahwa pendidikan nilai moral merupakan tuntutan sekaligus kebutuhan dalam tantanan global untuk mengatasi kompleksitas permasalahan dunia, seperti benturan peradaban, pelanggaran HAM, hingga krisis multidimensional. Sebagai solusi, artikel ini menyoroti gagasan Fritjof Capra mengenai "Visi Realitas Baru" yang menawarkan pandangan hidup sistemik dan holistik guna melengkapi konsep perkembangan moral Kohlberg dan John P. Miller yang cenderung individualistik dan bias gender. Melalui studi komparasi di empat negara (Indonesia, India, Malaysia, dan Cina), menunjukkan bahwa perbedaan ideologi memengaruhi sistem pendidikan nilai di masing-masing negara seperti Indonesia yang masih terfokus pada aspek kognitif-tekstual, India yang menekankan nilai universal, Malaysia yang menerapkan pendidikan moral langsung dan tidak langsung, serta Cina yang mengintegrasikan pembentukan karakter sosial ke dalam kurikulum meski semuanya memiliki kesamaan fokus pada pembentukan etik-moral dan kepribadian. Pada akhirnya, artikel ini menyimpulkan bahwa keteladanan pendidik yang konsisten serta keterpaduan antara pengetahuan, afeksi, dan spiritualitas menjadi kunci utama terwujudnya integrasi pribadi peserta didik yang mampu menjawab tantangan global. Artikel karya Sudiati (2009).
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Annisa Nurfatonah -
Nama: Annisa Nurfatonah
NPM: 2513053215

jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral menghadapi berbagai persoalan global seperti pelanggaran HAM, kekerasan, penyalahgunaan narkitika, serta perubahan sosial akibat perkembaangan teknologi dan globalisasi. penulis menjelaskan bahwa pendidikan nilai dan moral tidak hanya berkaitan dengan pembentukan pribadi seseorang tapi juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat, berbangsa,dan bernegara. Hal ini dapat dilihat dri perbandingan penerapan pendidikan nilai dan moral diIndonesia, Malaysia, India, dan China yang memiliki perbedaan sesuai idiologi masing-masing, Tapi menekankan niali etika, mmoral,dan nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Jurnal ini juga membahas perkebangan oral serta pentingnya pendidikan nilai yang tidak hanya diberikan pada mata pelajaran tertentu saja tapi juga harus menjadi seluruh bagian dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhannya jurnal ini menegaskan bahwa pendidikan nilai dan moral itu peting untuk menghadapi persoalan global dengan tetap mempertahankan nilai lokal dan nilai universal seperti kejujuran, kebijakan dll.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Fresqia Hanun Mazda -
Nama: Fresqia Hanun Mazda
NPM: 2513053197

Jurnal berjudul "Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" ini membahas pendidikan nilai moral sebagai kebutuhan global untuk menjawab masalah dunia seperti terorisme dan krisis multidimensi yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh satu negara. Penulis mengutip Fritjof Capra yang mengkritik cara pandang lama yang mekanistik dan individualistik, lalu mengusulkan pandangan hidup yang lebih sistemik dan utuh. Dari sini, penulis membandingkan praktik pendidikan nilai di empat negara berbeda ideologi: Indonesia (masih terpaku kurikulum, pendidikan agama lebih banyak hafalan tanpa menyentuh sikap nyata), Malaysia (mengajarkan nilai lewat pendidikan moral dan agama, tapi masih kaku dan kurang memberi kebebasan siswa), India (lebih universal, tidak hanya dari satu sudut agama), dan Cina (menghubungkan pendidikan dengan kewajiban moral, meski terhambat orientasi akademik berlebihan). Jurnal ini juga mengulas teori enam tahap moral Kohlberg, yang dikritik penulis sendiri karena bias gender yaitu penelitiannya hanya berdasarkan subjek laki-laki. Kesimpulannya, tiap negara punya cara berbeda karena ideologi berbeda, tapi semuanya menekankan nilai etik yang universal, dan teori individualistik seperti Kohlberg dan Miller perlu dilengkapi pandangan yang lebih holistik seperti gagasan Capra.
Kelebihan jurnal ini adalah berhasil memadukan teori Barat dengan perbandingan praktik di beberapa negara Asia, dan penulis cukup kritis tidak sekadar menerima teori Kohlberg begitu saja, tapi mengakui kelemahannya. Perbandingan empat negara juga membantu melihat bahwa meski sistem dan ideologinya beda, masalahnya mirip seperti nilai yang diajarkan sering tidak benar-benar meresap jadi kebiasaan siswa. Namun, jurnal ini hanya berdasarkan kajian pustaka dari sumber lain, tanpa data penelitian langsung dari penulis sendiri, Sehingga hasil analisisnya bergantung pada pemahaman penulis terhadap sumber-sumber yang digunakan. Secara seluruh, jurnal ini bagus untuk memahami keterbatasan teori moral yang individualistik, tapi perlu dilengkapi penelitian lapangan agar lebih relevan dengan kondisi pendidikan sekarang.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Rohani Melinda Tambunan -
Rohani Melinda Tambunan
2513053192

Analisis Jurnal: "Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" (Sudiati, 2009)
        Identitas Jurnal

Artikel ini ditulis oleh Sudiati dari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta, dan terbit di Cakrawala Pendidikan edisi Juni 2009.
       Inti Pembahasan
Tulisan ini mengangkat pendidikan nilai moral bukan hanya sebagai persoalan satu negara, melainkan sebagai isu yang bersifat lintas batas. Penulis mengambil empat negara sebagai contoh perbandingan, yaitu Indonesia, India, Malaysia, dan Cina, yang masing-masing memiliki latar belakang ideologi berbeda sehingga cara mereka mengelola pendidikan nilai pun tidak sama. Setelah itu, pembahasan bergeser ke ranah teori, di mana penulis mengulas pemikiran Kohlberg tentang tahapan perkembangan moral dan konsep kepribadian utuh dari John P. Miller. Namun, kedua teori ini dianggap penulis terlalu berpusat pada individu sehingga kurang memadai untuk menjawab tantangan global yang sifatnya kolektif. Sebagai jalan keluar, penulis menawarkan pandangan Fritjof Capra yang melihat kehidupan manusia sebagai satu sistem yang utuh, bukan sesuatu yang bisa dipisah-pisah. Di bagian akhir, dibahas pula cara-cara praktis menanamkan nilai kepada peserta didik, mulai dari pendekatan hingga metode pembelajarannya.
      Hal yang Patut Diapresiasi
  • Cara penulis membandingkan empat negara sekaligus membuat pembaca bisa melihat bahwa persoalan pendidikan nilai bukan cuma masalah domestik, melainkan dipengaruhi juga oleh sistem ideologi yang dianut suatu bangsa. Ini menjadi pembeda dibandingkan tulisan-tulisan lain yang biasanya hanya berfokus pada konteks Indonesia saja.
  • Penulis tidak menerima teori-teori besar begitu saja. Ia justru berani mengkritik kelemahan Kohlberg, misalnya soal penelitiannya yang hanya melibatkan responden laki-laki sehingga menghasilkan bias gender, sebelum akhirnya mengusulkan pelengkap dari pemikiran Capra. Sikap kritis semacam ini menunjukkan bahwa analisis dalam jurnal ini tidak sekadar merangkum teori, tetapi juga mengujinya.
  • Alur tulisannya mengalir dengan baik, dimulai dari isu besar di tingkat global, kemudian masuk ke landasan teori, dan diakhiri dengan hal-hal yang sifatnya lebih aplikatif seperti metode dan teknik pembelajaran nilai. Pembaca jadi lebih mudah mengikuti logika berpikirnya.
      Hal yang Masih Perlu Dicermati
  • Banyak informasi mengenai teori Kohlberg, Miller, dan gambaran kondisi di empat negara tersebut ternyata bukan diambil langsung dari sumber aslinya, melainkan dikutip ulang dari satu buku karya Rohmat Mulyana. Hal ini membuat kita perlu berhati-hati, karena ada kemungkinan terjadi pergeseran makna saat suatu gagasan dikutip secara berlapis.
  • Gambaran tentang kondisi pendidikan nilai di India, Malaysia, dan Cina yang disajikan merupakan potret dari sekitar pertengahan tahun 2000-an, sehingga besar kemungkinan sudah tidak lagi mencerminkan kebijakan pendidikan di negara-negara tersebut saat ini.
  • Uraian mengenai keempat negara cenderung berhenti pada tahap menceritakan apa yang dilakukan masing-masing negara, tanpa menggali lebih jauh mengapa perbedaan ideologi bisa menghasilkan corak pendidikan nilai yang berbeda pula.
  • Gagasan Capra yang diusulkan sebagai penyempurna teori Kohlberg dan Miller masih terasa mengambang, karena penulis tidak menjelaskan bagaimana konsep yang cukup filosofis itu bisa diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari, padahal di bagian lain penulis justru cukup rinci menjelaskan metode dan teknik pembelajaran nilai.
  • Sama seperti dua jurnal yang telah dibahas sebelumnya, tulisan ini juga tidak dilengkapi data hasil penelitian lapangan. Seluruh pembahasan bersifat kajian pustaka dan pemikiran konseptual.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Faridha rahmawati Faridha -
Nama : Faridha rahmawati
Npm : 2513053195

Jurnal berjudul Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global karya Sudiati membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam menghadapi kehidupan yang semakin kompleks. Penulis menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu membentuk manusia yang memiliki nilai, sikap, dan tanggung jawab moral. Hal ini menjadi penting karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak selalu diikuti oleh perkembangan moral manusia.
Menurut saya, hal yang perlu dikritisi adalah pendidikan moral yang terlalu menekankan pengetahuan dan hafalan. Jurnal menunjukkan bahwa pendidikan nilai di Indonesia cenderung lebih berfokus pada penguasaan materi, sementara pembentukan sikap dan pembiasaan perilaku belum memperoleh perhatian yang seimbang. Kondisi tersebut menunjukkan adanya jarak antara mengetahui nilai dengan menerapkannya. Siswa dapat memahami bahwa kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap orang lain merupakan hal yang baik, tetapi pemahaman tersebut belum tentu tercerminkan dalam perilaku. Karena itu, pendidikan moral perlu diarahkan pada proses pembentukan kebiasaan dan pengalaman nyata, bukan hanya pemahaman konsep saja.
Perbandingan pendidikan nilai di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina juga menunjukkan bahwa pendidikan moral dipengaruhi oleh ideologi, budaya, dan kondisi masyarakat masing-masing negara. Meskipun pendekatannya berbeda, terdapat nilai-nilai yang memiliki kesamaan, terutama yang berkaitan dengan kehidupan pribadi dan sosial. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa pendidikan moral perlu mempertimbangkan konteks masyarakat tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan yang menjadi dasar kehidupan bersama.
Bagian lain yang menarik adalah pembahasan mengenai Kohlberg dan John P. Miller. Jurnal mengkritisi kecenderungan pendekatan yang terlalu berpusat pada perkembangan individu dan mengaitkannya dengan pandangan Capra yang lebih melihat manusia sebagai bagian dari sistem yang saling berhubungan. Menurut saya, pandangan ini penting karena perkembangan moral siswa tidak hanya dibentuk oleh pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh keluarga, guru, teman sebaya, dan lingkungan sekolah.
Teori Kohlberg sendiri juga perlu dipahami secara kritis karena jurnal mencatat keterbatasan bukti empiris pada tahap perkembangan moral tertentu serta kritik Gilligan mengenai kemungkinan bias gender dalam penelitian tersebut. Artinya, perkembangan moral manusia tidak dapat dipahami hanya melalui tahapan tertentu, tetapi perlu mempertimbangkan pengalaman dan konteks sosial individu.
Jurnal menawarkan pendekatan pendidikan nilai yang komprehensif melalui inculcating, modelling, facilitating, dan skill development. Menurut saya, keteladanan (modelling) menjadi bagian yang sangat penting karena siswa belajar bukan hanya dari apa yang dikatakan guru, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat. Pendidikan moral akan sulit tertanam apabila nilai yang diajarkan tidak sesuai dengan praktik dalam kehidupan sekolah. Karena itu, budaya sekolah dan perilaku guru juga menjadi bagian dari proses pendidikan nilai.
Selain itu, jurnal juga mengkritik pendekatan pendidikan moral yang terlalu berupa pengajaran atau pemaksaan ide. Dalam pandangan saya, siswa tidak hanya perlu diberi aturan tentang apa yang benar dan apa yang salah, tetapi juga harus diberi kesempatan untuk memikirkan alasan, dampak, dan nilai dari suatu tindakan. Sebab itu, nilai-nilai moral tidak hanya ditegakkan karena adanya pengawasan, tetapi juga bisa berkembang menjadi kesadaran yang ada dalam diri para siswa.
Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bahwa persoalan utama pendidikan moral bukan sekadar kurangnya materi tentang nilai aja, melainkan bagaimana nilai tersebut benar-benar diwujudkan dalam kehidupan. Pendidikan nilai perlu hadir melalui pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan sekolah. Dengan demikian, nilai moral tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kesadaran dan perilaku yang mendukung kehidupan bersama.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by 2513053201 2513053201 -
Nama: Vina Rosalia
NPM: 2513053201

Jurnal ini membahas pendidikan nilai moral dari perspektif global. Pembahasannya menunjukkan bahwa pendidikan moral menjadi kebutuhan karena kehidupan manusia semakin kompleks dan muncul berbagai masalah, seperti kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia. Pendidikan moral juga dibahas dalam beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan China. Masing-masing memiliki perbedaan karena dipengaruhi oleh kondisi dan ideologi negaranya, tetapi tetap ada nilai moral yang bersifat universal. Pendidikan moral tidak bisa hanya dilakukan dengan memberikan materi tentang nilai baik dan buruk. Di Indonesia sendiri, jurnal menyoroti bahwa pendidikan nilai masih cenderung menekankan pengetahuan dan hafalan, sedangkan pembentukan sikap dan pembiasaan belum cukup kuat. Karena itu, pendidikan moral perlu dilakukan melalui pembelajaran sekaligus contoh, pembiasaan, dan kegiatan yang membantu siswa menerapkan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara seperti ini, siswa bukan hanya mengetahui nilai moral, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Nabilatur Rahmah -
Nama: Nabilatur Rahmah
NPM : 2513053200

Hasil analisis jurnal ini " Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" menegaskan bahawa pendidikan nilai moral merupakan kebutuhan global yang cukup kusial untuk mengatasi krisis multidimensi dan benturan peradaban akibat globalisasi , Dengan menekankan pentingnya kesadaran holistik dan sistemiknya (sebagaimana gagasan Fritjof Capra) untuk melengkapi teori perkembangan moral Kolberg dan Miller yang cenderung individualistik. Meskipun penerapannya nilai moral tiap negara itu seperti di Indonesia, India, Malaysia, dan Cina berbeda tergantung pada ideologinya, terdapat kesamaan pada penekanan nilai-nilai etis universal dan HAM. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan niali moral sangat bergantung pada penerapan strategi pembelajaran yang komperhensif dengan melalui pendikatan, metode, dan teknik yang tepat serta konsistensi keteladanan dara para pendidik agara nilai-nilai tersebut dapat terinternalisasi secara tepat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by talitha putri riguna -
Nama: Talitha Putri Riguna
NPM: 2513053205
Analisis Jurnal 1 - Pertemuan 6.

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dari sudut pandang global untuk mengatasi berbagai masalah dunia, seperti konflik antarbangsa, terorisme, dan krisis multidimensi. Isinya membandingkan penerapan pendidikan nilai di empat negara (Indonesia, Malaysia, India, dan Cina) dan menyimpulkan bahwa walaupun ideologi tiap negara beda, mereka sama sama menekankan pentingnya nilai etika dan hak asasi manusia. Dalam jurnal juga menilai teori moral yang sudah ada (seperti teori Kohlberg) masih terlalu mementingkan diri sendiri/individualis. Karena itu penanaman moral di sekolah butuh pendekatan yang lebih utuh (holistik) serta metode pembelajaran yang beragam agar nilai moral benar benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, bukan cuma jadi bahan hafalan kelas
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Vina May Fira 2513053191 -
Nama: Vina May Fira
NPM: 2513053191

Jurnal Pendidikan Moral Ditinjau dari Perspektif Global
Menurut saya, jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam kehidupan manusia, terutama dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul di era global. Jurnal ini juga membahas pendidikan nilai moral di beberapa negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan Cina, yang memiliki cara dan kondisi yang berbeda dalam menerapkan pendidikan nilai. Selain itu, dibahas juga tentang perkembangan moral, cara menerapkan pendidikan nilai, serta beberapa metode yang bisa digunakan dalam pembelajaran, seperti memberikan contoh yang baik, menanamkan nilai, dan mengajak siswa untuk memahami nilai melalui kehidupan sehari-hari. Jurnal ini juga menekankan bahwa pendidikan nilai moral bukan hanya tentang memberikan pengetahuan mengenai mana yang baik dan buruk, tetapi juga bagaimana nilai tersebut bisa dipahami dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by KEYZA NOVIA PUTRI -
Keyza Novia Putri
2513053193

Jurnal berjudul "Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" karya Sudiati ini membahas pendidikan nilai moral sebagai kebutuhan mendesak dalam tatanan global yang diwarnai berbagai persoalan seperti pelanggaran HAM, kekerasan, terorisme, dan krisis multidimensi, di mana penulis membandingkan penerapan pendidikan nilai moral di empat negara yaitu Indonesia, India, Malaysia, dan Cina yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda sesuai ideologinya, namun sama-sama menghadapi tantangan seperti dominasi aspek kognitif dibandingkan afektif, kurangnya kemampuan guru dalam mengembangkan nilai, serta kurang optimalnya kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penulis juga memaparkan teori perkembangan moral Kohlberg dan Gilligan beserta kritik terhadap bias gender di dalamnya, konsep pendidikan nilai moral menurut John P. Miller yang menekankan integrasi pribadi secara holistik, serta empat pendekatan (inculcating, modelling, facilitating, skill development) dan empat metode (dogmatis, deduktif, induktif, reflektif) dalam mengimplementasikan pendidikan nilai moral di sekolah. Sebagai kesimpulan, penulis menegaskan bahwa konsep pendidikan nilai moral yang cenderung individualistik dari Kohlberg dan Miller perlu disempurnakan dengan paradigma Capra yang memandang kehidupan manusia secara sistemik dan utuh, tidak parsial-individual. Kelebihan jurnal ini terletak pada cakupan pembahasan yang luas dan komparatif karena mengangkat perbandingan lintas negara sehingga memberikan perspektif global yang kaya, didukung pula oleh landasan teori yang kuat dari berbagai ahli seperti Kohlberg, Miller, dan Capra, serta pemaparan metode dan teknik pendidikan nilai moral yang cukup rinci dan aplikatif untuk dipraktikkan di sekolah. Namun demikian, jurnal ini memiliki kelemahan karena bersifat kajian pustaka murni tanpa data empiris dari penelitian lapangan untuk memvalidasi kondisi riil di masing-masing negara yang dibahas, selain itu beberapa rujukan dan contoh kasus yang digunakan (seperti isu benturan peradaban Huntington dan Perang Dingin) terasa kurang mencerminkan dinamika isu global dan pendidikan nilai moral pada masa kini.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by SYAHIDAH ASMANINA -
Nama: Syahidah Asmanina
NPM: 2513053202

Jurnal tersebut membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai perubahan dan masalah di dunia. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan siswa, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku mereka. Dengan adanya berbagai masalah sosial dan perkembangan zaman, siswa perlu memiliki nilai yang dapat menjadi pedoman dalam menentukan sikap.
Pendidikan nilai tidak cukup jika hanya disampaikan sebagai materi yang harus dipahami atau dihafalkan. Nilai akan lebih bermakna jika diterapkan melalui kegiatan dan pengalaman siswa di sekolah. Guru juga berperan penting karena dapat memberikan contoh secara langsung melalui sikap dan perilakunya. Menurut saya, siswa akan lebih mudah memahami suatu nilai jika mereka melihat contoh dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Jurnal ini juga membahas penerapan pendidikan nilai di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Meskipun setiap negara memiliki kondisi dan cara yang berbeda, pendidikan nilai tetap menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga membantu siswa menjadi pribadi yang mampu bersikap dan bertindak dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Zakiyah Dhiasti Seruni zazakiyahdh@gmail.com -
Nama: Zakiyah Dhiasti Seruni
NPM: 2513053190

Judul: Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global
Penulis: Sudiati
Sumber: Cakrawala Pendidikan, Juni 2009.

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi berbagai masalah global, seperti pelanggaran HAM, kekerasan, terorisme, dan krisis multidimensional. Penulis menjelaskan bahwa pendidikan nilai tidak hanya penting untuk kehidupan pribadi, tetapi juga untuk membangun kehidupan masyarakat dan negara yang damai.

Penulis membandingkan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Setiap negara memiliki cara yang berbeda karena dipengaruhi oleh ideologi dan budaya masing-masing. Namun, semuanya memiliki kesamaan dalam menanamkan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kasih sayang, dan kehidupan sosial yang baik.

Jurnal juga membahas teori perkembangan moral Kohlberg dan Miller, serta pandangan Capra yang menekankan bahwa kehidupan manusia harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari kepentingan individu. Dalam penerapannya, pendidikan moral dapat dilakukan melalui keteladanan, penanaman nilai, pembiasaan, diskusi, refleksi, dan pengalaman sehari-hari.

Kelebihan jurnal ini adalah pembahasannya cukup luas dan memiliki perspektif global karena membandingkan beberapa negara. Jurnal juga tidak hanya membahas teori, tetapi memberikan berbagai pendekatan dan metode yang dapat digunakan dalam pendidikan nilai moral.

Kekurangan jurnal ini adalah pembahasannya cukup teoritis dan luas, sehingga beberapa bagian sulit dipahami dan belum banyak memberikan contoh penerapan pendidikan nilai moral secara konkret di kelas. Selain itu, karena jurnal diterbitkan tahun 2009, pembahasannya belum banyak mengaitkan pendidikan moral dengan persoalan global yang berkembang saat ini.

Jurnal ini sangat relevan karena menunjukkan bahwa pendidikan moral tidak cukup hanya mengajarkan teori atau hafalan tentang baik dan buruk. Nilai harus diterapkan melalui keteladanan guru, pembiasaan, pengalaman, dan kehidupan sehari-hari. Guru juga memiliki peran penting karena perilaku guru dapat menjadi contoh langsung bagi peserta didik.

Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa pendidikan nilai moral merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi kehidupan global. Pendidikan moral harus membentuk individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu bersikap jujur, bertanggung jawab, peduli, dan menghargai orang lain. Penerapannya perlu dilakukan secara menyeluruh melalui kurikulum, guru, lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by CINTA DAMAIRIA IMANA -
Nama: Cinta Damairia Imana
NPM: 2553053046
Hasil analisis dari jurnal yang berjudul "Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global" yaitu yang dimana pada saat era globalisasi yang membawa tantangan berat seperti masuknya budaya budaya luar, kekerasan, hingga krisis moral. Di sisi lain, pendidikan nilai di banyak negara, termasuk Indonesia, masih sering gagal karena pembelajarannya terlalu kaku, hanya fokus ke hafalan materi kognitif, dan mengabaikan pembentukan karakter yang nyata.
Jadi untuk solusinya menurut saya, mendidik peserta didik untuk mempelajari nilai moral itu sudah tidak zaman lagi kalau hanya dipaksa-paksa atau disuruh hafalan teori. Cara guru/orang tua mengajar pada mereka juga harus diubah jadi lebih relate sama kehidupan sehari-hari anak-anak peserta didik, contohnya yaitu seperti mengajak mereka diskusi dari kasus nyata yang sering ditemukan atau pakai media yang emang deket sama mereka. Lalu untuk guru dan orang tua juga harus bisa ngasih contoh langsung, omongan sama perilakunya harus sama. Kalau pendekatannya seperti ini anak-anak bakal paham dan sadar sendiri soal mana yang baik dan buruk, jadi mereka gak gampang ikut-ikutan hal negatif di era globalisasi ini.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Adelia Eriyanti -
Nama: Adelia Eriyanti
NPM: 2513053209

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam menghadapi berbagai masalah di kehidupan global. Masalah seperti kekerasan, pelanggaran HAM, penyalahgunaan narkotika, dan konflik antarnegara menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk sikap dan karakter seseorang. Pendidikan nilai moral penting karena nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kasih sayang, keadilan, dan menghargai orang lain dibutuhkan dalam kehidupan bersama.
Jurnal ini juga membandingkan pendidikan nilai moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Setiap negara memiliki cara yang berbeda karena dipengaruhi oleh ideologi dan kondisi masyarakatnya, tetapi semuanya sama-sama menekankan pentingnya nilai moral dan kehidupan sosial. Masalahnya, pendidikan moral di beberapa negara masih lebih banyak menekankan pengetahuan atau hafalan daripada membiasakan peserta didik menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan nilai moral seharusnya tidak hanya diberikan melalui satu mata pelajaran. Nilai moral perlu diterapkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan dicontohkan langsung oleh guru maupun orang tua. Peserta didik akan lebih mudah memahami nilai ketika mereka melihat dan mengalami langsung perilaku yang sesuai dengan nilai tersebut.
Pendidikan moral akan kurang berhasil jika hanya disampaikan sebagai teori. Peserta didik perlu dibiasakan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Guru juga harus menjadi contoh yang baik karena sikap dan perilaku guru dapat memengaruhi karakter peserta didik. Jadi, pendidikan nilai moral perlu dilakukan secara terus-menerus melalui pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Cahaya Esist Alpasa -
Nama: Cahaya Esist Alpasa
NPM: 2513053199

Menurut saya, jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai dan moral dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin global. Globalisasi membuat kehidupan antarnegara semakin terhubung, baik melalui teknologi, ekonomi, budaya, pendidikan, maupun kerja sama antarnegara. Tetapi, globalisasi juga membawa berbagai masalah, seperti kekerasan, pelanggaran hak asasi manusia, penyalahgunaan narkoba, dan persaingan yang tidak sehat. Karena itu, pendidikan moral dibutuhkan agar seseorang tidak hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tetap mempunyai nilai dan sikap yang baik. Jurnal ini juga menunjukkan bahwa setiap negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina, mempunyai cara yang berbeda dalam mengajarkan nilai moral sesuai dengan kondisi dan budayanya. Walaupun berbeda, semuanya tetap mempunyai tujuan yang hampir sama, yaitu membentuk manusia yang memiliki nilai kemanusiaan dan mampu hidup dengan baik di tengah kehidupan global. Menurut saya, pendidikan moral tidak cukup hanya diajarkan melalui materi atau hafalan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru, orang tua, dan lingkungan juga harus memberikan contoh yang baik karena anak lebih mudah memahami nilai moral melalui contoh nyata. Jadi, pendidikan moral penting untuk mempersiapkan seseorang menghadapi kehidupan global tanpa kehilangan nilai-nilai baik yang ada dalam dirinya dan lingkungannya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Cicilia Cahyani Crista Viva -
Nama: Cicilia Cahyani Crista Viva
NPM: 2513053210

PENDIDIKAN NILAI MORAL DITI JAU  DARI PERSPEKTIF GLOBAL

Menurut saya, jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam kehidupan manusia, terutama untuk menghadapi berbagai masalah di masyarakat yang semakin kompleks. Pendidikan moral bukan hanya tentang mengajarkan mana yang benar dan salah, tetapi juga bagaimana nilai tersebut dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jurnal ini juga menjelaskan bahwa pendidikan moral di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina, memiliki persamaan dan perbedaan karena dipengaruhi oleh kondisi serta ideologi masing-masing negara. Selain itu, penanaman nilai moral tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga membutuhkan keteladanan guru, pembiasaan, dan pengalaman siswa. Jadi, menurut saya, pendidikan moral akan lebih efektif jika siswa tidak hanya mengetahui nilai yang baik, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Shakira Alya -
Nama : Shakira Alya Khaira
Npm :

Di jurnal ini membahas tentang pentingnya pendidikan nilai moral di tengah era perkembangan globalisasi. Menurut saya, globalisasim memberikan banyak kemudahan untuk manusia, tapi globaliasi juga bisa membawa pengaruh yang kurang baik bagi manusia, sehingga seorang siswa perlu memiliki nilai moral yang kuat. Menurut saya pribadi, pendidikan moral tidak cukup dengan hanya memberikan teori atau menyuruh para siswa menghafal nilai-nilai yang baik pada saat pelajaran. Nilai tersebut juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa. Guru juga memiliki peran penting, karena siswa bisa belajar dari contoh yang diberikan oleh guru, bukan hanya dari materi yang disampaikan saat belajar. Jadi, pendidikan nilai moral sebaiknya diterapkan dalam berbagai kegiatan di sekolah supaya siswa gak cuman tahu mana yang baik dan buruk, tetapi juga terbiasa untuk melakukannya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Ghina Azizah -
Nama: Ghina Azizah
Npm: 2513053198

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pendidikan moral tidak hanya berfokus pada penyampaian aturan atau pengetahuan tentang benar dan salah, tetapi juga membantu peserta didik memahami alasan di balik suatu nilai dan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam jurnal dijelaskan bahwa pendidikan moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina memiliki pendekatan yang berbeda karena dipengaruhi oleh ideologi dan budaya masing-masing. Meskipun demikian, semuanya tetap menekankan pentingnya nilai etika dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. Jurnal ini juga menjelaskan beberapa pendekatan pendidikan moral, seperti penanaman nilai, pemberian teladan, fasilitasi, dan pengembangan keterampilan. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pembentukan moral perlu dilakukan melalui berbagai cara, bukan hanya dengan memberi arahan kepada siswa. Misalnya, guru dapat menjadi contoh dalam bersikap jujur dan bertanggung jawab, sekaligus menciptakan kegiatan yang mendorong siswa untuk berpikir dan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan nilai moral. Jurnal ini juga menyinggung pandangan tentang perkembangan moral yang berfokus pada individu serta pendekatan yang melihat manusia sebagai bagian dari sistem dan lingkungan yang saling berhubungan. Dari pembahasan tersebut, pendidikan moral dapat dipahami sebagai proses yang membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. Nilai-nilai yang diajarkan akan lebih bermakna apabila siswa mendapat kesempatan untuk melihat, mendiskusikan, dan mempraktikkannya secara langsung. Karena itu, pendidikan moral sebaiknya tidak berhenti pada pembelajaran di kelas, tetapi juga diterapkan dalam interaksi dan kebiasaan sehari-hari agar nilai yang dipelajari dapat tercermin dalam perilaku peserta didik.
In reply to Ghina Azizah

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Rahma Fatayati -
Nama:Rahma fatayati
NPM:2513053212

Menurut saya, jurnal ini menjelaskan bahwa perkembangan moral seseorang tidak langsung terbentuk sejak kecil, tetapi berkembang secara bertahap. Cara seseorang menentukan benar dan salah dipengaruhi oleh usia, pengalaman, dan cara berpikirnya. Pada awalnya, seseorang cenderung berbuat baik karena takut dihukum atau ingin mendapatkan keuntungan. Setelah berkembang, seseorang mulai mengikuti aturan, menghargai orang lain, dan ingin dianggap sebagai orang yang baik. Pada tahap yang lebih tinggi, seseorang mulai berpikir tentang keadilan, hak, dan prinsip yang dianggap benar sebelum mengambil keputusan. Jadi, dari video ini dapat dipahami bahwa moral bukan hanya tentang mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi juga tentang alasan seseorang dalam mengambil keputusan dan bagaimana ia mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by 2513053203 2513053203 -
Nama: Nasya Nurul Putri
NPM: 2513053203

Menurut artikel tersebut, pendidikan nilai moral tidak bisa hanya dilakukan dengan menghafal atau belajar teori saja, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara yang bisa dilakukan antara lain dengan menanamkan nilai, memberi contoh yang baik, memberikan fasilitas untuk tumbuh berkembang, serta meningkatkan keterampilan. Guru berperan penting sebagai contoh karena cara berperilaku guru bisa membentuk kepribadian siswa. Selain itu, metode yang bisa digunakan adalah metode dogmatik, deduktif, induktif, dan reflektif.
Secara umum, artikel ini menjelaskan bahwa pendidikan nilai moral sangat penting dalam proses belajar karena bertujuan membentuk siswa yang tidak hanya memahami berbagai hal, tetapi juga memiliki sikap dan tindakan yang baik. Pendidikan moral harus dilakukan dengan baik dan menyeluruh melalui proses pembelajaran, contoh yang diberikan oleh guru, kebiasaan yang dibentuk, lingkungan sekolah, keluarga, serta masyarakat. Dengan demikian, pendidikan nilai moral bisa membantu anak didik menghadapi tantangan yang ada di dunia global sekaligus menjaga agar nilai dan karakter mereka tetap baik.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Nadya Juliet Balbara -
Nadya Juliet Balbara
2513053214

Jurnal ini membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam kehidupan yang semakin berkembang karena globalisasi. Pendidikan bukan hanya tentang membuat siswa pintar dalam pelajaran, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang baik. Nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kasih sayang, dan menghargai orang lain perlu ditanamkan sejak dini. Jurnal ini juga membandingkan pendidikan moral di Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Setiap negara memiliki cara yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu membentuk siswa agar memiliki moral dan mampu hidup dengan baik di masyarakat. Menurut jurnal ini, pendidikan moral masih memiliki kekurangan karena pembelajaran sering lebih banyak memberikan teori dan hafalan daripada membentuk kebiasaan dan sikap siswa. Karena itu, pendidikan moral seharusnya tidak hanya diajarkan melalui satu mata pelajaran, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan orang tua juga harus memberikan contoh yang baik karena siswa dapat belajar dari perilaku orang di sekitarnya. Jadi, pendidikan nilai moral sangat penting untuk membentuk siswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang baik dalam menghadapi kehidupan di masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by REZANDI CAHYANINGSIH -
Nama: Rezandi Cahyaningsih
NPM: 2513053194

Jurnal membahas pentingnya pendidikan nilai moral dalam menghadapi berbagai masalah global, seperti kekerasan, pelanggaran HAM, narkotika, konflik antarnegara, dan perubahan akibat teknologi. Pendidikan nilai moral tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, perilaku, dan kepribadian seseorang agar mampu hidup bersama secara baik. Jurnal ini membandingkan pendidikan nilai moral di Indonesia, India, Malaysia, dan Cina. Setiap negara memiliki cara yang berbeda karena dipengaruhi oleh ideologi dan kondisi masyarakatnya, tetapi semuanya sama-sama menekankan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, kasih sayang, dan kehidupan bersama. Di Indonesia, pendidikan moral masih banyak berfokus pada pengetahuan dan hafalan sehingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari belum maksimal. Malaysia mengajarkan nilai melalui pelajaran moral, agama, kewarganegaraan, dan kegiatan sekolah, sedangkan India menekankan nilai universal dan sosial. Cina juga memasukkan pendidikan moral dalam kurikulum, tetapi menghadapi masalah karena tuntutan prestasi akademik sering lebih diutamakan daripada perkembangan moral siswa.

Jurnal ini juga menjelaskan bahwa perkembangan moral berkaitan dengan cara seseorang memahami dan menentukan tindakan yang benar. Kohlberg menjelaskan enam tahap perkembangan pertimbangan moral, tetapi teorinya mendapat kritik karena penelitian lebih banyak menggunakan laki-laki sehingga dianggap kurang mewakili pengalaman perempuan. John P. Miller menekankan pembentukan pribadi yang utuh, yaitu mampu berkembang, mengenal dirinya, peduli kepada orang lain, serta menyeimbangkan pikiran dan perasaan. Sementara itu, Capra menekankan bahwa manusia harus dipandang sebagai bagian dari sistem kehidupan yang saling berhubungan, bukan sebagai individu yang berdiri sendiri. Dalam penerapannya, pendidikan moral dapat dilakukan melalui menanamkan nilai, memberikan teladan, membantu siswa mengembangkan nilai, dan melatih keterampilan sosial. Metodenya dapat berupa dogmatis, deduktif, induktif, dan reflektif, serta dapat dilakukan melalui kegiatan nyata dan pengalaman sehari-hari. Hal yang sangat penting adalah guru dan orang tua harus menjadi contoh karena siswa tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan, tetapi juga dari perilaku orang dewasa di sekitarnya.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Norin Zahra Al'afwu -
Nama : Norin Zahra Al'afwu
NPM : 2513053204

Menurut pemahaman saya, pendidikan nilai moral sangat penting karena tidak hanya mengajarkan seseorang tentang benar dan salah, tetapi juga membantu membentuk sikap dan kepribadian dalam kehidupan sehari-hari. Nilai moral juga perlu diterapkan dalam berbagai lingkungan, terutama keluarga dan sekolah, agar tidak hanya menjadi pengetahuan tetapi juga menjadi kebiasaan. Hal yang menarik pada materi ini adalah pendidikan moral tidak cukup jika hanya disampaikan melalui teori atau hafalan. Nilai tersebut perlu terlihat dalam kehidupan nyata melalui keteladanan guru, pembiasaan, diskusi, dan pengalaman peserta didik. Dengan cara tersebut, peserta didik dapat memahami nilai moral sekaligus belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal 1

by Aulia cipta Ilyatunisa -
Nama : Aulia Cipta Ilyatunisa
NPM : 2513053211

Berdasarkan artikel “Pendidikan Nilai Moral Ditinjau dari Perspektif Global” karya Sudiati, pendidikan nilai moral memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai permasalahan global dan benturan peradaban yang semakin kompleks. Artikel ini menunjukkan bahwa setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan pendidikan nilai moral sesuai dengan ideologi dan kondisi masing-masing, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Cina. Menurut saya, pembahasan artikel ini menarik karena pendidikan moral tidak cukup hanya melihat perkembangan individu seperti yang dikemukakan Kohlberg dan John P. Miller, tetapi perlu menggunakan pendekatan yang lebih holistik dan sistemik. Dengan demikian, pendidikan nilai moral diharapkan tidak hanya membentuk karakter individu, tetapi juga membantu peserta didik berkembang secara utuh dan mampu menghadapi persoalan global melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai.