FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

Jumlah balasan: 31


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.




Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh 2413053072 2413053072 -
Kelompok 2
1. Lutfiana Prasasti 2413053056
2. Siti Rahmawati 2413053068
3. Najwa Maurida Azzahra 2413053072
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Tri Septi Budiarti -
Nama : Tri Septi Budiarti
NPM : 2413053070

izin bertanya kepada kelompok 2

Apa yang harus dilakukan guru jika strategi pembelajaran yang dipilih ternyata tidak sesuai dengan kemampuan dan karakteristik sebagian siswa?
Sebagai balasan Tri Septi Budiarti

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh 2413053072 2413053072 -
Izin menjawab Tri Septi

Jika dalam proses pembelajaran strategi yang diterapkan ternyata tidak sesuai dengan kemampuan dan karakteristik sebagian siswa, langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru antara lain:
1. ​Melakukan Evaluasi Reflektif secara Cepat (Penilaian Formatif)
Guru perlu mengidentifikasi letak hambatan atau ketidaksesuaian tersebut secara spesifik (misalnya: apakah siswa kesulitan memahami materi, merasa bosan, atau kurang siap secara kognitif).
​2
. Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi (Instruksi Diferensiasi)
Guru tidak harus mengubah total seluruh modul, melainkan menyesuaikan beberapa elemen:
- ​Konten/Materi: Memberikan penjelasan tambahan, ringkasan singkat, atau materi pendukung bagi siswa yang tertinggal.
- ​Proses: Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan tingkat pemahaman (tiered grouping), di mana guru memberikan bimbingan lebih intensif (scaffolding) pada kelompok yang membutuhkan.
- ​Produk/Tugas: Memberikan opsi tugas dengan tingkat kesulitan atau variasi bentuk yang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa.
​3
. Melakukan Penyesuaian Fleksibel di Kelas (Real-time Adjustment)
Mengombinasikan strategi utama dengan media pendukung lain (seperti visual, audio, atau aktivitas kinestetik sederhana) untuk mempermudah pemahaman siswa yang memiliki gaya belajar berbeda.
​4
. Menyediakan Program Remidial atau Pendampingan Khusus
Bagi sebagian siswa yang masih tertinggal signifikan, guru dapat merencanakan sesi interaksi tambahan di luar jam utama untuk memastikan mereka dapat menyamai pencapaian pembelajaran siswa lainnya.
​5
. Melakukan Refleksi untuk Pembelajaran Selanjutnya
Menjadikan temuan ini sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan RPP/Modul Ajar berikutnya, agar penetapan strategi ke depan lebih presisi dengan melakukan penilaian diagnostik di awal bab.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh SOFIRANI NUR FADILAH -
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043

Izin bertanya kepada kelompok 2
Di materi dipaparkan ada 4 model pengorganisasian materi IPS: Separated, Correlated, Interdisciplinary, dan Fused/Integrated. Dari keempat model tersebut, model manakah yang sebenarnya digunakan Indonesia saat ini (Kurikulum Merdeka), dan apakah penerapannya sudah konsisten?
Sebagai balasan SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413053068

Izin menjawab pertanyaan Sofi

Menurut kelompok kami, model pengorganisasian materi IPS yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka saat ini adalah model Fused/Integrated atau model terpadu. Hal ini karena materi IPS tidak lagi berdiri sendiri sebagai mata pelajaran di SD, tetapi diintegrasikan dengan IPA menjadi mata pelajaran IPAS. Dengan model ini, peserta didik dapat mempelajari suatu fenomena dari berbagai sudut pandang secara lebih menyeluruh.
Namun, penerapannya di lapangan belum sepenuhnya konsisten. Masih ada beberapa sekolah atau guru yang dalam proses pembelajarannya cenderung memisahkan materi IPA dan IPS. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran yang terpadu.
Jadi, menurut kelompok kami, secara kurikulum model yang digunakan adalah Fused/Integrated, tetapi dalam pelaksanaannya masih perlu terus ditingkatkan agar penerapannya benar-benar terintegrasi sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Aulia Rahma Azzahra -
Nama : Aulia Rahma Azzahra
NPM : 2413053048

Izin bertanya kepada kelompok 2, dalam PPT menjelaskan bahwa pengorganisasian materi IPS di SD idealnya bersifat fused/integrated (penggabungan berbagai disiplin ilmu sosial). Namun dalam praktiknya saat guru menyusun RPP/Modul Ajar, materi IPS sering kali hanya menjadi sekadar correlated (ditempel-tempelkan). Dalam kerangka pengembangan pembelajaran, indikator konkret apa yang menandakan bahwa suatu Rencana Pembelajaran IPS di SD sudah benar-benar menerapkan integrated model, bukan sekadar correlated?
Sebagai balasan Aulia Rahma Azzahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Lutfiana Prasasti 2413053056 -
Izin menjawab menurut kelompok kami, indikator konkretnya dapat dilihat dari keterkaitan antar materi yang benar-benar menyatu dalam satu tema atau permasalahan, bukan hanya menggabungkan beberapa materi dalam satu pembelajaran. Dalam model terintegrasi, setiap konsep dari berbagai disiplin ilmu sosial saling mendukung untuk membantu siswa memahami suatu masalah secara utuh.

Contohnya, pada tema kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar, siswa tidak hanya mempelajari kegiatan jual beli, tetapi juga menghubungkannya dengan aspek geografi mengenai lokasi pasar, aspek ekonomi mengenai kebutuhan dan kegiatan produksi-distribusi-konsumsi, serta aspek sosial mengenai interaksi antara penjual dan pembeli. Jika seluruh aspek tersebut digunakan untuk menganalisis satu permasalahan dan menghasilkan satu pemahaman atau solusi, maka pembelajaran tersebut sudah dapat dikatakan terintegrasi.

Jadi, indikator utamanya adalah tujuan, materi, kegiatan pembelajaran, dan asesmen saling terhubung dalam satu permasalahan atau tema, bukan sekadar materi dari beberapa bidang yang disampaikan secara berdampingan.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Lidya Gita Utami -
Nama : Lidya Gita Utami
NPM: 2413053040

Izin bertanya kepada kelompok 2

Menurut kelompok kaliam, apakah pengintegrasian mata pelajaran IPS ke dalam IPAS pada Kurikulum Merdeka lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik SD untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan sosial di kehidupan nyata? Berikan alasan dan contoh yang mendukung pendapat kelompok kalian ya.
Sebagai balasan Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Lutfiana Prasasti 2413053056 -
Izin menjawab Menurut kelompok kami, pengintegrasian IPS ke dalam IPAS pada Kurikulum Merdeka cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta didik SD untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan sosial dalam kehidupan nyata. Hal ini karena IPAS menggabungkan pengetahuan tentang lingkungan alam dan kehidupan sosial, sehingga peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga dapat menghubungkannya dengan kondisi di sekitar mereka.

Contohnya, ketika membahas masalah sampah di lingkungan, peserta didik tidak hanya mempelajari dampak sampah terhadap lingkungan, tetapi juga memahami perilaku masyarakat dalam membuang sampah, pentingnya kerja sama, serta cara mencari solusi melalui kegiatan seperti memilah sampah dan kerja bakti. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, bekerja sama, serta ikut menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitar.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Ika Zakiyah -
Nama: Ika Zakiyah
NPM: 2413053050

Izin bertanya kepada kelompok 2,
Di dalam PPT dijelaskan bahwa IPS dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Menurut kelompok kalian, apakah pengintegrasian beberapa mata pelajaran selalu membuat siswa lebih mudah memahami materi, atau justru bisa membuat fokus terhadap konsep IPS menjadi kurang jelas? Dalam kondisi seperti apa hal itu bisa terjadi?
Sebagai balasan Ika Zakiyah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh 2413053072 2413053072 -
izin menjawab ika

Menurut kelompok kami, pengintegrasian beberapa mata pelajaran tidak selalu membuat siswa lebih mudah memahami materi. Integrasi bisa membantu jika materi dari beberapa mata pelajaran memang saling berkaitan dan guru mampu menghubungkannya dengan jelas.

Namun, fokus IPS bisa menjadi kurang jelas ketika dalam satu pembelajaran terlalu banyak konsep yang harus dipelajari sekaligus, sehingga siswa lebih fokus pada materi dari mata pelajaran lain. Misalnya, dalam tema lingkungan, guru menggabungkan IPS dengan IPA dan Bahasa Indonesia, tetapi pembahasannya lebih banyak pada kondisi alam dan kegiatan membaca. Akibatnya, konsep IPS seperti hubungan manusia dengan lingkungan atau kehidupan sosial kurang dibahas.

Jadi, menurut kami, integrasi tetap baik dilakukan, tetapi guru perlu menentukan konsep utama yang ingin dicapai dan memastikan materi IPS tetap mendapatkan pembahasan yang cukup.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh ABRAL AL-TISA 2413053051 -
Nama: Abral Al-Tisa
NPM: 2413053051

Izin bertanya kepada kelompok 2, dalam materi dijelaskan bahwa pembelajaran IPS bertujuan melatih siswa untuk berpikir kritis dan memahami berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya. Namun, dalam praktiknya pembelajaran IPS di SD masih sering berfokus pada ceramah dan menghafal materi. Menurut kelompok, apakah cara tersebut sudah cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS? Jika belum, apa yang seharusnya dilakukan guru agar pembelajaran IPS lebih mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami kondisi sosial secara nyata?
Sebagai balasan ABRAL AL-TISA 2413053051

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Lutfiana Prasasti 2413053056 -
Izin menjawab menurut kelompok kami, pembelajaran IPS yang hanya menggunakan metode ceramah dan menghafal belum cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS, terutama dalam melatih kemampuan berpikir kritis dan memahami permasalahan sosial. Cara tersebut memang dapat membantu siswa memahami konsep dasar, namun kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menganalisis, berdiskusi, dan mencari solusi terhadap masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, guru sebaiknya menggunakan pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual, seperti diskusi, studi kasus, observasi lingkungan, kerja kelompok, atau pembelajaran berbasis masalah. Misalnya, ketika membahas masalah sampah di lingkungan sekitar, guru dapat mengajak siswa mengamati kondisi lingkungan, mencari alasannya, berdiskusi mengenai dampaknya, kemudian menyusun solusi seperti kegiatan memilah sampah atau kerja bakti. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga belajar menganalisis masalah, menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Rika Noviliana -
Nama : Rika Noviliana
Npm : 2413053073

Izin bertanya kepada kelompok 2
Pertanyaannya:
Kurikulum 2013 mengintegrasikan IPS dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, PPKn, IPA, dan Seni Budaya. Bagaimana cara guru memastikan bahwa integrasi tersebut tetap membuat tujuan pembelajaran IPS tercapai dan tidak hanya menjadi pelengkap tema?
Sebagai balasan Rika Noviliana

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413053068

Izin Menjawab pertannyaan dari Rika

Menurut kelompok kami, guru dapat memastikan tujuan pembelajaran IPS tetap tercapai dengan menentukan terlebih dahulu kompetensi dan materi IPS yang ingin dicapai, kemudian baru menghubungkannya dengan mata pelajaran lain. Jadi, integrasi tidak hanya berdasarkan tema, tetapi setiap kegiatan tetap memiliki tujuan IPS yang jelas.

Misalnya pada tema keragaman budaya Indonesia, siswa tidak hanya membaca teks pada Bahasa Indonesia, tetapi juga mempelajari suku, budaya, dan keberagaman masyarakat sebagai materi IPS. Guru juga dapat memberikan kegiatan seperti mengamati lingkungan, berdiskusi, mencari informasi, atau membuat karya tentang budaya daerah. Dengan begitu, mata pelajaran lain menjadi pendukung, sedangkan tujuan IPS tetap terlihat dan dapat dinilai melalui pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Fatimah Arum Sekarlati -
Nama: Fatimah Arum Sekarlati
NPM: 2413053055

Izin bertanya kepada kelompok 2
Apa pertimbangan pemerintah dalam mengintegrasikan IPA dan IPS menjadi IPAS pada Kurikulum Merdeka, sedangkan pada K13 pembelajaran IPS dapat dikaitkan dengan beberapa mata pelajaran lain?
Sebagai balasan Fatimah Arum Sekarlati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Lutfiana Prasasti 2413053056 -
Izin menjawab Menurut kelompok kami, pertimbangan pemerintah mengintegrasikan IPA dan IPS menjadi IPAS pada Kurikulum Merdeka adalah agar pembelajaran di SD lebih terpadu, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. IPA dan IPS sama-sama mempelajari kehidupan dan lingkungan di sekitar peserta didik, sehingga keduanya dapat dipahami secara lebih utuh tanpa terlalu memisahkan antara aspek alam dan sosial.

Meskipun pada Kurikulum 2013 IPS juga dapat dikaitkan dengan mata pelajaran lain, pada Kurikulum Merdeka integrasi tersebut dibuat lebih jelas melalui IPAS. Contohnya, ketika membahas masalah banjir, peserta didik dapat mempelajari penyebab banjir dari sisi IPA, seperti kondisi lingkungan dan siklus air, sekaligus melihat sisi IPS, seperti kebiasaan masyarakat membuang sampah dan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Jadi, peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga belajar melihat dan menyelesaikan masalah kehidupan nyata secara lebih menyeluruh.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Jesika Handayani -
Nama : Jesika Handayani
NPM : 2413053046

Izin bertanya kepada kelompok 2
Dalam Kurikulum Merdeka, IPS diintegrasikan ke dalam IPAS. Menurut kelompok kalian , bagaimana cara guru memastikan bahwa materi dan tujuan pembelajaran IPS tetap tersampaikan secara mendalam, sehingga IPS tidak hanya menjadi bagian kecil dari pembelajaran IPAS?
Sebagai balasan Jesika Handayani

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh 2413053072 2413053072 -
Izin menjawab peranyaan dari jesika

Guru dapat memastikan materi IPS tetap tersampaikan dengan mendalam dengan merancang pembelajaran IPAS yang tetap memasukkan tujuan dan materi IPS secara jelas. Guru perlu mengaitkan materi IPS dengan kehidupan sehari-hari siswa, misalnya melalui kegiatan mengamati lingkungan, membahas kehidupan sosial, atau menganalisis masalah di sekitar mereka. Selain itu, guru perlu melakukan penilaian yang tidak hanya melihat pemahaman siswa terhadap aspek sains, tetapi juga pengetahuan, keterampilan, dan sikap sosial. Dengan begitu, meskipun IPS terintegrasi dalam IPAS, tujuan pembelajaran IPS tetap dapat tercapai dan tidak hanya menjadi bagian kecil dari pembelajaran.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Salwa auliya -
Nama: Salwa Auliya
NPM: 2413063065

Izin bertanya kepada kelompok 2

Perubahan dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka mengubah cara IPS diorganisasikan, tetapi tujuan IPS dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap sosial tetap dianggap penting. Menurut kelompok, apakah perubahan struktur kurikulum tersebut benar-benar mengubah kualitas pembelajaran IPS di kelas, atau hanya mengubah cara materi tersebut diorganisasikan? Apa indikator yang dapat digunakan untuk membedakannya?
Sebagai balasan Salwa auliya

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413053068

Izin menjawab pertanyaan salwa

Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka tidak hanya mengubah cara materi IPS diorganisasikan, tetapi juga berpotensi mengubah kualitas pembelajaran di kelas. Namun, perubahan kualitas tersebut sangat bergantung pada bagaimana guru menerapkannya dalam proses pembelajaran.
Jika sebelumnya IPS diintegrasikan melalui pembelajaran tematik, dalam Kurikulum Merdeka materi IPS di SD menjadi bagian dari IPAS. Perubahan ini diharapkan membuat pembelajaran lebih kontekstual dan membantu siswa memahami hubungan antara fenomena alam dan kehidupan sosial.
Menurut kelompok kami, indikator untuk membedakannya dapat dilihat dari proses dan hasil pembelajaran. Jika hanya terjadi perubahan struktur, maka yang berubah hanya nama mata pelajaran atau cara materi disusun. Namun, jika kualitas pembelajaran juga berubah, dapat dilihat dari siswa yang lebih aktif, mampu berpikir kritis, memahami materi dengan lebih baik, mampu menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta menunjukkan perkembangan dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap sosial.
Jadi, perubahan struktur kurikulum dapat dikatakan benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran apabila perubahan tersebut terlihat dalam proses belajar dan perkembangan kemampuan siswa, bukan hanya pada perubahan nama atau pengorganisasian materi.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh gita fatimah -
Nama : gita Fatimah
Npm : 2413053059

Izin bertanya kepada kelompok 2
Menurut kelompokmu Apa dampak perubahan kurikulum terhadap pembelajaran IPS di SD?
Sebagai balasan gita fatimah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh 2413053072 2413053072 -
izin menjawab gita

Menurut kelompok kami, perubahan kurikulum memberikan dampak terhadap pembelajaran IPS di SD, terutama dalam cara guru menyampaikan materi. Pembelajaran IPS menjadi lebih berpusat pada siswa, sehingga siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis, berdiskusi, memecahkan masalah, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.
Namun, perubahan kurikulum juga menjadi tantangan bagi guru karena guru perlu menyesuaikan metode, media, dan kegiatan pembelajaran dengan kurikulum yang baru. Jadi, perubahan kurikulum dapat memberikan dampak positif jika diterapkan dengan baik dan didukung oleh kesiapan guru serta fasilitas pembelajaran yang memadai.
Sebagai balasan 2413053072 2413053072

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh JAYANTI MANDASARI -
Nama : Jayanti Mandasari
NPM : 2413053060

izin bertanya kepada kelompok 2
Kalau IPS di Kurikulum Merdeka digabung ke dalam IPAS, menurut kalian apa keuntungan dan tantangannya bagi siswa? Apakah penggabungan ini selalu membuat pembelajaran jadi lebih baik?
Sebagai balasan JAYANTI MANDASARI

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Menurut kelompok kami, penggabungan IPS ke dalam IPAS memiliki keuntungan dan tantangan bagi siswa. Keuntungannya, siswa dapat memahami suatu peristiwa atau masalah secara lebih menyeluruh karena pembelajaran tidak hanya melihat dari satu bidang ilmu saja. Dengan adanya IPAS, siswa dapat menghubungkan pengetahuan tentang lingkungan dan alam dengan kehidupan sosial masyarakat. Misalnya, ketika mempelajari tentang banjir, siswa tidak hanya belajar mengenai penyebab banjir dari sisi lingkungan dan alam, tetapi juga dapat memahami dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat, ekonomi, dan aktivitas sehari-hari.
Namun, penggabungan IPS ke dalam IPAS juga memiliki beberapa tantangan. Materi yang dipelajari dapat menjadi lebih luas sehingga guru harus mampu memilih dan menghubungkan materi dengan baik agar siswa tidak merasa bingung. Selain itu, guru perlu menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan dan tahap perkembangan siswa serta menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penggabungan IPS ke dalam IPAS tidak selalu secara otomatis membuat pembelajaran menjadi lebih baik. Pembelajaran akan lebih efektif apabila guru mampu merancang kegiatan pembelajaran yang terarah, menarik, dan membantu siswa memahami hubungan antara konsep IPA dengan kehidupan sosial di sekitarnya.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Bella Say Chantika -
Nama: Bella Say Chantika
NPM: 2413053053

Pertanyaan:
Jika dibandingkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, perubahan apa yang paling terlihat dalam cara mengorganisasikan materi IPS di SD?
Sebagai balasan Bella Say Chantika

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh 2413053072 2413053072 -
Izin menjawab pertanyaan dari Bella

Perubahan paling terlihat dalam pengorganisasian materi IPS SD antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka terletak pada penggabungan mata pelajaran, fleksibilitas fase, serta fokus materinya. Pada Kurikulum 2013, IPS diajarkan sebagai mata pelajaran terpisah yang diintegrasikan secara tematik, sedangkan pada Kurikulum Merdeka di kelas 3–6, IPS dilebur langsung bersama IPA menjadi satu mata pelajaran utuh bernama IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) agar siswa dapat memahami fenomena alam dan lingkungan sosial secara holistik. Selain itu, pengorganisasian materi di Kurikulum 2013 terikat ketat oleh Kompetensi Dasar per semester dan jenjang kelas, sementara Kurikulum Merdeka menggunakan sistem Capaian Pembelajaran berbasis Fase (Fase B untuk kelas 3–4 dan Fase C untuk kelas 5–6) yang memberikan fleksibilitas bagi guru untuk mengatur alur pembelajaran sesuai kecepatan belajar siswa. Kurikulum Merdeka juga mereduksi kepadatan materi K-13 dengan berfokus pada materi esensial, pemahaman konsep dasar, serta pemecahan masalah melalui pembelajaran berbasis proyek yang lebih kontekstual dengan kehidupan nyata siswa. Semoga jawaban ini dapat membantu dan melengkapi diskusi kita, terima kasih.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh ZAIT HALIMAH AL HAQOH -
Nama: Zait Halimah Al Haqoh
NPM: 2413053044

Izin bertanya ke kelompok 2
Menurut kelompok kalian, jika IPS menggunakan pendekatan terpadu dengan menggabungkan sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan antropologi, bagaimana guru dapat mencegah pembelajaran menjadi terlalu luas sehingga siswa justru sulit memahami inti materi?
Sebagai balasan ZAIT HALIMAH AL HAQOH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413053068

Izin menjawab pertanyaan zait

Menurut kelompok kami, agar pembelajaran IPS dengan pendekatan terpadu tidak menjadi terlalu luas dan sulit dipahami siswa, guru perlu menentukan terlebih dahulu tema dan tujuan pembelajaran yang jelas. Guru tidak harus memasukkan semua bidang ilmu sosial sekaligus, tetapi cukup mengambil beberapa bidang yang benar-benar berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.

Selain itu, materi sebaiknya disampaikan secara bertahap, dari hal yang dekat dengan kehidupan siswa menuju hal yang lebih luas, serta dari hal yang sederhana menuju yang lebih kompleks.

Contohnya, ketika guru mengajarkan tema kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar, guru dapat menggabungkan beberapa bidang IPS. Dari ekonomi, siswa belajar tentang kegiatan jual beli dan pekerjaan. Dari geografi, siswa dapat mempelajari lokasi atau kondisi lingkungan yang memengaruhi pekerjaan masyarakat. Dari sosiologi, siswa dapat memahami interaksi antara penjual dan pembeli. Namun, guru tidak perlu membahas semua materi dari bidang ilmu tersebut secara mendalam.

Jadi, menurut kelompok kami, kunci agar pembelajaran IPS terpadu tidak terlalu luas adalah guru harus memilih materi yang benar-benar berkaitan dengan tema dan tujuan pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran tetap terpadu, tetapi siswa tetap fokus dan lebih mudah memahami inti materi.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Ninda Nur Azizah -
Nama : Ninda Nur Azizah
Npm : 2413053063

Izin bertanya kepada kelompok 2, di ppt di sebutkan bahwa materi disusuun secara bertahap berdasarkan fase perkembangan siswa. Bagaimana jika kemampuan siswa dalam satu fase berbeda jauh, apakah urutan materi tersebut masih harus diterapkan secara sama untuk semua siswa?
Sebagai balasan Ninda Nur Azizah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 2

oleh Siti Rahmawati 2413053068 -
Nama : Siti Rahmawati
NPM : 2413053068

Izin menjawab pertanyaan ninda

Menurut kelompok kami, urutan materi berdasarkan fase tetap menjadi pedoman dalam pembelajaran, tetapi guru perlu menyesuaikan cara mengajar dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Jadi, meskipun semua siswa berada dalam fase yang sama dan mempelajari materi yang sama, tidak berarti semua siswa harus menerima penjelasan dan tugas dengan tingkat kesulitan yang sama.
Contohnya, ketika siswa dalam Fase C mempelajari kegiatan ekonomi, siswa yang masih kesulitan dapat diberikan contoh sederhana, seperti kegiatan jual beli di warung atau pasar. Sedangkan siswa yang lebih cepat memahami materi dapat diberikan tugas untuk menganalisis kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi yang ada di lingkungan sekitar.
Jadi, materinya tetap mengikuti urutan sesuai fase, tetapi cara pembelajaran dan tugasnya dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Dengan begitu, semua siswa tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuannya.