Forum diskusi

Forum diskusi

Number of replies: 15

bagi kelompok yang bertugas silahkan Upload Makalah, PPt dan Notulensi

In reply to First post

Re: Forum diskusi

by Naila Syaidatul Ummah -
ANGGOTA KELOMPOK 6:
1. Micha Armelia (2513053114)
2. Naila Syaidatul U (2513053124)
3. Evi Mariska (2513053130)
In reply to Naila Syaidatul Ummah

Re: Forum diskusi

by Eka Mutiara Amelia Ramadhani 2513053112 -
Eka Mutiara Amelia Ramadhani 2513053112

sering kita temukan bahwa, emosi dipengaruhi lingkungan dan keluarga. apakah kita/guru bisa mengubah jika seorang anak yang memiliki temperamen buruk? dan bagaimana caranya?
In reply to Eka Mutiara Amelia Ramadhani 2513053112

Re: Forum diskusi

by Evi Mariska -
Temperamen anak memang tidak bisa diubah sepenuhnya, tetapi kita sebatai guru dapat membantu anak belajar untuk mengelola emosinya dengan lebih baik. Hal ini dapat dilakukan dengan menjadi contoh yang sabar, menciptakan lingkungan yang nyaman, mengajarkan cara mengontrol emosi, memberikan aturan yang konsisten, serta memberi apresiasi saat anak menunjukkan perkembangan. Selain itu, kerja sama dengan orang tua juga penting agar pembinaan emosi anak berjalan efektif.
In reply to Naila Syaidatul Ummah

Re: Forum diskusi

by Dhea Ramadani -
Dhea Ramadani (2513053133)

Menurut kalian apa tantangan kita sebagai guru dalam menghadapi emosi siswa yang terkadang tidak stabil baik dalam proses pembelajaran maupun saat mereka bersosialisasi dengan teman kelasnya karana terkadang siswa itu kan suka tiba tiba bad mood tiba tiba nangis gitu ga tau apa penyebab dan terkadang sampe berantem sama temen sekelas di saat pembelajaran nah bagaimana cara kita untuk mengatasinya?
In reply to Dhea Ramadani

Re: Forum diskusi

by Naila Syaidatul Ummah -
Saya Naila S. Ummah (2513053124) izin menjawab, beberapa tantangan utama yang sering muncul:

1. Emosi siswa yang belum stabil
Siswa (terutama usia anak-anak hingga remaja awal) masih dalam tahap perkembangan emosi, jadi wajar kalau tiba-tiba bad mood, menangis, atau marah tanpa alasan yang jelas.

2. Latar belakang yang berbeda-beda
Kondisi keluarga, lingkungan, atau masalah pribadi bisa memengaruhi emosi mereka, tapi tidak selalu mereka ceritakan ke guru.

3. Kurangnya kemampuan regulasi emosi
Banyak siswa belum tahu cara menenangkan diri, sehingga emosi langsung diluapkan (menangis, marah, bahkan berkelahi).

4. Pengaruh teman sebaya
Konflik kecil bisa cepat membesar karena ego atau saling memancing emosi.

Cara Mengatasi Emosi Siswa di Kelas:
1. Bangun hubungan yang hangat
2. Kenali tanda-tanda emosi sejak awal
3. Ajak siswa mengenali emosinya
4. Beri waktu untuk menenangkan diri
5. Ajarkan cara mengelola emosi
6. Tangani konflik dengan adil
7. Ciptakan aturan kelas yang jelas
8. Libatkan orang tua jika perlu

Intinya sebagai guru, kita bukan hanya mengajar pelajaran, tapi juga membantu siswa belajar mengelola emosi dan bersosialisasi. Kuncinya adalah: Sabar, empati, konsistensi.
In reply to Naila Syaidatul Ummah

Re: Forum diskusi

by Sabila Nayla Rahmadani -
Sabila Nayla Rahmadani (2513053126)

Bagaimana perasaan anak ketika dia merasa tidak dimengerti ataupun ingin dimengerti, tapi tidak punya keberanian untuk menjelaskan?
In reply to Sabila Nayla Rahmadani

Re: Forum diskusi

by Micha Armelia -

Nama: Micha Armelia 

NIM: 2513053114


Izin menjawab Pertanyaan sabila, Anak yang merasa tidak dimengerti tetapi tidak memiliki keberanian untuk menjelaskan biasanya mengalami perasaan sedih, bingung, dan tertekan. Ia ingin dipahami, namun rasa takut akan penolakan atau kesalahan membuatnya memilih diam. Akibatnya, anak bisa merasa kesepian secara emosional dan menganggap bahwa perasaannya tidak penting atau tidak akan didengar, sehingga kepercayaan dirinya pun dapat menurun.

In reply to Naila Syaidatul Ummah

Re: Forum diskusi

by Anisa Wulandari -
Anisa Wulandari 2513053116

Mengapa masih banyak anak yang kesulitan mengontrol emosi meskipun secara usia seharusnya sudah bisa mengontrol emosi mereka, apakah perkembangan emosi anak tidak selalu berjalan sesuai tahap usia karena dipengaruhi oleh pola asuh serta lingkungan?
In reply to Anisa Wulandari

Re: Forum diskusi

by Naila Syaidatul Ummah -
Saya Naila S. Ummah (2513053124) izin menjawab, iya benar, jadi perkembangan emosi anak tidak selalu berjalan sesuai usia, karena sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan hanya umur.

Mengapa anak masih kesulitan mengontrol emosi?

1. Pola asuh orang tua
Anak yang kurang dibimbing dalam mengenali dan mengelola emosi biasanya lebih sulit mengontrol diri.

2. Lingkungan sekitar
Lingkungan yang sering konflik, kurang aman, atau tidak suportif bisa membuat emosi anak lebih mudah meledak.

3. Kurangnya latihan regulasi emosi
Mengontrol emosi itu keterampilan, jadi perlu dilatih, bukan otomatis muncul seiring bertambah usia.

4. Perbedaan perkembangan individu
Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, termasuk dalam hal emosi.

5. Pengalaman pribadi anak
Masalah di rumah, pertemanan, atau pengalaman tidak menyenangkan bisa memengaruhi kestabilan emosi.

Jadi meskipun ada tahap perkembangan berdasarkan usia, kemampuan mengontrol emosi tidak otomatis matang, melainkan dipengaruhi oleh pola asuh, lingkungan, dan pengalaman. Karena itu, anak tetap perlu dibimbing dan dilatih secara konsisten.
In reply to Naila Syaidatul Ummah

Re: Forum diskusi

by Cecilia Tiara Ayu Prasastiningtyas -
Cecilia Tiara 2513053119

Di SD rawan pembullyan tanpa anak tsb sadari bahwa hal tersebut adalah bully, bagaimana strategi kalian sebagai guru untuk membimbing murid tsb (baik korban maupun pelaku) agar hal tersebut tidak terulang tanpa meng-unvalidasi/men-judge perasaan anak-anak tsb?
In reply to Cecilia Tiara Ayu Prasastiningtyas

Re: Forum diskusi

by Evi Mariska -
Sebagai guru, strategi yang dilakukan adalah memberikan pemahaman tentang apa itu bullying dengan bahasa sederhana, lalu mendengarkan kedua pihak tanpa menghakimi agar perasaan mereka tetap tervalidasi. Guru membimbing pelaku untuk memahami dampak perbuatannya dan mengajarkan empati, serta mendampingi korban agar berani menyampaikan perasaan dan membangun rasa percaya diri. Selain itu, penting membuat aturan kelas yang jelas tentang saling menghargai dan membiasakan komunikasi positif agar kejadian serupa tidak terulang.
In reply to First post

Re: Forum diskusi

by Afifatul Magfirah Bela Sukma -
Afifatul Magfirah Bela Sukma 2513053131

bagaimana guru mengontrol emosi nya ketika mengajar anak yg bandel dan nyebelin??
In reply to Afifatul Magfirah Bela Sukma

Re: Forum diskusi

by Micha Armelia -
Micha Armelia 2513053114

Guru perlu mengelola emosinya dengan sadar agar tetap profesional saat menghadapi anak yang sulit diatur. Salah satu caranya adalah dengan menenangkan diri terlebih dahulu, misalnya menarik napas dalam sebelum merespons, sehingga tidak bereaksi secara impulsif. Selain itu, guru sebaiknya mencoba memahami bahwa perilaku “bandel” sering kali dipengaruhi oleh kondisi anak, seperti kurang perhatian atau kesulitan belajar, bukan semata-mata niat buruk.

Guru juga bisa menggunakan pendekatan yang lebih positif, seperti memberi arahan dengan tenang, menetapkan aturan yang jelas, serta memberikan penguatan (reward) saat anak menunjukkan perilaku baik. Dalam Psikologi Pendidikan, pengendalian emosi guru sangat penting karena sikap guru akan memengaruhi suasana belajar dan perkembangan emosional anak.
In reply to Afifatul Magfirah Bela Sukma

Re: Forum diskusi

by Evi Mariska -
Guru perlu mengelola emosinya dengan sadar agar tetap profesional saat menghadapi anak yang sulit diatur. Salah satu caranya adalah dengan menenangkan diri terlebih dahulu, misalnya menarik napas dalam sebelum merespons, sehingga tidak bereaksi secara impulsif. Selain itu, guru sebaiknya mencoba memahami bahwa perilaku “bandel” sering kali dipengaruhi oleh kondisi anak, seperti kurang perhatian atau kesulitan belajar, bukan semata-mata niat buruk.

Guru juga bisa menggunakan pendekatan yang lebih positif, seperti memberi arahan dengan tenang, menetapkan aturan yang jelas, serta memberikan penguatan (reward) saat anak menunjukkan perilaku baik. Dalam Psikologi Pendidikan, pengendalian emosi guru sangat penting karena sikap guru akan memengaruhi suasana belajar dan perkembangan emosional anak.