Pertemuan 6: Transaksi Antar Perusahaan (Dividen, Laba Ditahan)
Salam Pembelajar,
Pada pertemuan ini kita akan mempelajari tentang Transaksi Antar Perusahaan (Dividen, Laba Ditahan).
Konsep Dasar Transaksi Antar Perusahaan
Dalam akuntansi keuangan lanjutan, transaksi antar perusahaan muncul ketika terdapat hubungan induk–anak perusahaan (parent–subsidiary) atau entitas yang berada dalam satu kelompok usaha.Tujuan utama laporan keuangan konsolidasian adalah menyajikan kelompok usaha seolah-olah merupakan satu entitas ekonomi. Konsekuensinya:
- Transaksi internal tidak boleh memengaruhi laba, dividen, atau ekuitas konsolidasian
- Dividen dan laba ditahan antar perusahaan harus dianalisis sumbernya: dari laba sebelum atau sesudah akuisisi
Dividen Antar Perusahaan
Dividen adalah distribusi laba kepada pemegang saham.
Namun, dalam kelompok usaha:
- Dividen dari anak ke induk ≠ pendapatan bagi kelompok usaha
- Dividen tersebut hanyalah pemindahan ekuitas internal
Secara konsolidasi, dividen harus dieliminasi.
Contoh Kasus Dividen dari Laba Setelah Akuisisi
Kasus:
- PT Induk memiliki 80% saham PT Anak
- Tahun 2025, PT Anak membagikan dividen Rp100.000
- Dividen berasal dari laba setelah akuisisi
Pencatatan di pembukuan terpisah:
- PT Anak
- Laba Ditahan 100.000
- Dividen Dibayar 100.000
- PT Induk
- Kas 80.000
- Pendapatan Dividen 80.000
2.3 Perlakuan dalam Laporan Konsolidasian
Secara konsolidasi:
- Pendapatan dividen dihapus
- Dividen tidak menambah laba grup
Jurnal eliminasi:
Pendapatan Dividen 80.000
Dividen Dibayar 80.000
Analisis Kritis:
- Jika dividen tidak dieliminasi, laba konsolidasian akan terdistorsi
- Ini melanggar prinsip economic entity concept
- Dividen hanyalah redistribusi laba internal, bukan pendapatan baru
Laba Ditahan dalam Transaksi Antar Perusahaan
Laba Ditahan Sebelum vs Sesudah Akuisisi
Ini bagian krusial dan sering menjebak dalam ujian maupun praktik.
|
Jenis Laba Ditahan |
Perlakuan |
|
Sebelum akuisisi |
Bagian dari harga perolehan investasi |
|
Sesudah akuisisi |
Bagian dari laba konsolidasian |
Contoh Kasus 2 – Dividen dari Laba Sebelum Akuisisi
Kasus:
- PT Induk membeli 70% saham PT Anak pada 1 Jan 2025
- Laba ditahan PT Anak saat akuisisi: Rp200.000
- Tahun 2025, PT Anak membagikan dividen Rp50.000
- Dividen berasal dari laba sebelum akuisisi
Pembukuan PT Induk:
Kas 35.000
Investasi pada PT Anak 35.000
(dividen dianggap pengembalian investasi, bukan pendapatan)
Dampak Konsolidasi
Tidak ada eliminasi
terhadap pendapatan dividen
Tetapi: Nilai
investasi induk berkurang, Laba
konsolidasian tidak bertambah
Analisis Kritis:
- Dividen dari laba pra-akuisisi secara ekonomi adalah pengembalian modal.
- Jika dicatat sebagai pendapatan-overstatement laba.
- Ini menunjukkan pentingnya penelusuran sumber laba.
Dampak terhadap Kepentingan Non-Pengendali (KNP)
Jika kepemilikan induk < 100%, dividen juga berdampak pada KNP.
Contoh:
- Kepemilikan induk 80%, KNP 20%
- Dividen Rp100.000
Hak KNP = Rp20.000
Mengurangi ekuitas KNP, bukan beban atau pendapatan grup
Analisis Kritis dan Konseptual
Beberapa poin reflektif penting:
- Dividen
bukan indikator kinerja grup
Laba konsolidasian mencerminkan performa ekonomi sesungguhnya - Kesalahan
klasifikasi dividen
Bisa menyebabkan: Overstatement laba, Salah saji ekuitas, dan Keputusan investasi yang keliru.
- Laba
ditahan adalah elemen historis dan strategis
Memahami waktunya (pra/pasca akuisisi) menentukan perlakuan akuntansi - Transaksi
internal menuntut skeptisisme profesional
Akuntansi lanjutan tidak hanya teknis, tetapi juga analitis dan konseptual