FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

Jumlah balasan: 13


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai materi  yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan makalah dan media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. Cara mengunggah: klik reply, lalu ketik nama kelompok. Kemudian, unggah file Makalah dan PPT dengan mengklik advanced seperti gambar di bawah.
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Kelompok pemateri merangkum pertanyaan dan jawaban pada akhir pembelajaran dan dikirimkan di form diskusi ini.
  4. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.

zz




Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Hendri Pratama -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri Bu, saya Hendri Pratama dengan NPM 2313053102 selaku perwakilan kelompok 3 dengan anggota :
1. Lifia Stasya Aqna (2313053099)
2. Hendri Pratama (2313053102)
3. Feby Ayu Maharani (2313053108)
4. Anggit Aprilia Dwi Nastiti (2313053109)

izin mengirimkan Makalah dan PPT kami Bu, terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sebagai balasan Hendri Pratama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Rahma cahyaning tias -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Rahma Cahyaning Tias
NPM: 2353053006
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 8, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 3, pertanyaannya yaitu Unsur kebudayaan seperti bahasa daerah mulai berkurang penggunaannya di kalangan generasi muda. Bagaimana peran sekolah dasar dalam mempertahankan keberadaan bahasa daerah di tengah dominasi bahasa nasional dan bahasa asing?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Rahma cahyaning tias

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Anggit Aprilia Dwi Nastiti Dwi Nastiti -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan, Izin memperkenalkan diri saya Anggit Aprilia Dwi Nastiti dengan NPM 2313053109, saya perwakilan dari kelompok 3 yang akan menjawab pertanyaan dari rekan Tias.
Menurut kelompok kami, Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam mempertahankan keberadaan bahasa daerah melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan aktivitas sekolah. Guru dapat mengintegrasikan penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan pembelajaran tertentu, seperti pembelajaran muatan lokal, cerita rakyat, lagu daerah, atau permainan tradisional. Selain itu, sekolah juga dapat menyelenggarakan kegiatan budaya seperti lomba pidato, membaca cerita rakyat, atau pementasan seni yang menggunakan bahasa daerah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengenal bahasa daerah sebagai bagian dari budaya, tetapi juga memahami nilai dan makna yang terkandung di dalamnya. Upaya ini penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah agar tidak hilang di tengah perkembangan globalisasi dan dominasi bahasa asing.

Sekian jawaban dari kami, semoga bisa menjawab pertanyaan dari rekan Tias
Sebagai balasan Hendri Pratama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Nabila Chania -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Nabila Chania
NPM: 2313053123
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 10, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 3, pertanyaannya yaitu Jika tujuan pendidikan kebudayaan adalah membentuk identitas budaya peserta didik, bagaimana pendidikan di sekolah dasar dapat menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal tanpa mengurangi sikap terbuka terhadap budaya lain?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Nabila Chania

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Hendri Pratama -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan, Izin memperkenalkan diri saya Hendri Pratama dengan NPM 2313053102, saya perwakilan dari kelompok 3 yang akan menjawab pertanyaan dari rekan Nabila.
Menurut kami pendidikan dapat menanamkan kebanggaan terhadap budaya lokal dengan cara memperkenalkan kekayaan budaya daerah secara positif dan mendalam kepada peserta didik. Guru dapat mengenalkan berbagai tradisi, kesenian, bahasa daerah, serta nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Pada saat yang sama, pendidikan juga perlu menanamkan sikap toleransi dan keterbukaan terhadap keberagaman budaya lain. Peserta didik perlu memahami bahwa setiap budaya memiliki nilai dan keunikan masing-masing yang patut dihargai. Melalui pendekatan ini, peserta didik tidak hanya memiliki rasa bangga terhadap identitas budayanya sendiri, tetapi juga mampu menghargai keberagaman budaya dalam kehidupan masyarakat yang multikultural.
Sekian jawaban dari kami, semoga bisa menjawab pertanyaan dari rekan Nabila.
Sebagai balasan Hendri Pratama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh RISKA LISTIANI PUTRI 2353053008 -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Riska Listiani putri
NPM: 2353053008
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 4, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 3, pertanyaannya yaitu Proses pembudayaan dalam pendidikan melibatkan imitasi, identifikasi, dan sosialisasi. Dalam pembelajaran modern yang menekankan kreativitas, apakah metode imitasi masih relevan untuk diterapkan pada siswa sekolah dasar?

Sekian, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 
Sebagai balasan RISKA LISTIANI PUTRI 2353053008

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Hendri Pratama -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan, Izin memperkenalkan diri saya Hendri Pratama dengan NPM 2313053102, saya perwakilan dari kelompok 3 yang akan menjawab pertanyaan dari rekan Riska.
Berdasarkan yang kami pahami metode imitasi masih relevan dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama pada tahap awal proses belajar. Karena anak-anak pada usia sekolah dasar cenderung belajar melalui pengamatan dan peniruan terhadap perilaku orang dewasa atau teman sebayanya. Melalui proses imitasi, siswa dapat mempelajari berbagai keterampilan dasar serta nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Meskipun demikian, metode imitasi perlu diimbangi dengan kegiatan pembelajaran yang mendorong kreativitas dan pemikiran kritis. Guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide, mengekspresikan pendapat, serta menciptakan karya yang mencerminkan pemahaman mereka terhadap budaya. Dengan beberapa pendekatan tersebut, imitasi tidak menjadi penghambat kreativitas, melainkan menjadi tahap awal dalam proses belajar.
Sekian jawaban dari kami rekan Riska, semoga bisa menjawab pertanyaan dari rekan.
Sebagai balasan Hendri Pratama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Aisyah Dewi Shinta -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang Ibu dosen dan rekan-rekan. Izin memperkenalkan diri, saya:
Nama: Aisyah Dewi Shinta
NPM: 2353053005
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 1, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 3,

Kebudayaan bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan. Bagaimana guru di sekolah dasar dapat menyeimbangkan antara melestarikan budaya tradisional dan mengenalkan budaya modern kepada peserta didik?

Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Aisyah Dewi Shinta

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh FEBY AYU MAHARANI 2313053108 -
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, izin memperkenalkan diri, saya Feby Ayu Maharani dengan NPM 2313053108, izin menjawab pertanyaan dari rekan Aisyah Dewi Shinta

Jadi, guru dapat menyeimbangkan kedua hal tersebut dengan cara mengintegrasikan nilai budaya tradisional dalam pembelajaran yang relevan dengan kehidupan modern. Budaya tradisional dapat diperkenalkan melalui cerita rakyat, kesenian daerah, permainan tradisional, serta berbagai praktik budaya yang masih hidup di masyarakat. Pada saat yang sama, guru juga dapat memperkenalkan perkembangan budaya modern yang muncul akibat kemajuan teknologi dan globalisasi. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami bahwa budaya tidak bersifat statis, melainkan terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Dengan cara tersebut, peserta didik dapat menghargai budaya tradisional sebagai warisan yang berharga sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan budaya modern.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Anggun Al Zahra -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, izin memperkenalkan diri Bu Saya Anggun Al Zahra dengan NPM 2313053120, perwakilan dari kelompok 6 yang beranggotakan:

1. Savira Aulia Putri

2. Astri Salvia Aznani

3. Anggun Al Zahra

Izin bertanya terkait materi yang diberikan kelompok 3. Jadi, Pendidikan itu kan berperan sebagai sarana transmisi kebudayaan. Namun saat ini anak-anak banyak belajar dari media digital dan internet. Apakah sekolah masih menjadi lembaga utama dalam mewariskan budaya kepada generasi muda?

Sekian pertanyaan dari saya, terimakasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebagai balasan Anggun Al Zahra

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh FEBY AYU MAHARANI 2313053108 -
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, izin memperkenalkan diri, saya Feby Ayu Maharani dengan NPM 2313053108, izin menjawab pertanyaan dari rekan Anggun Al Zahra

Jadi, sekolah masih memiliki peran penting dalam proses transmisi kebudayaan, meskipun saat ini anak-anak memperoleh banyak informasi dari media digital dan internet. Sekolah tetap menjadi lembaga pendidikan formal yang memiliki kurikulum, tujuan pembelajaran, serta sistem pembinaan karakter yang terstruktur. Melalui kegiatan pembelajaran, sekolah dapat secara sadar menanamkan nilai-nilai budaya seperti gotong royong, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman. Berbeda dengan media digital yang menyajikan informasi secara bebas tanpa proses penyaringan nilai, sekolah memiliki peran dalam membimbing peserta didik agar mampu memahami budaya secara kritis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, meskipun sumber belajar semakin beragam, sekolah tetap berfungsi sebagai lembaga utama yang mengarahkan dan menyeleksi nilai budaya yang diwariskan kepada generasi muda.
Sebagai balasan Kiriman pertama

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Najwa Berka Amanda -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat sore ibu dosen dan rekan-rekan semua. Izin memperkenalkan diri, saya...
Nama: Najwa Berka Amanda
NPM: 2313053110
Kelas: 6/D

Saya perwakilan dari kelompok 9, izin bertanya kepada rekan-rekan pemateri kelompok 3 yaitu pada materi yang sudah disampaikan oleh rekan pemateri,
Pertanyaan nya yaitu
Jika kebudayaan dipelajari melalui proses sosial, bagaimana sekolah dasar dapat memastikan bahwa nilai budaya yang diajarkan kepada siswa benar-benar dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dihafal sebagai materi pelajaran?
Sekian pertanyaan yang dapat saya sampaikan, terima kasih atas kesempatan dan waktunya.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebagai balasan Najwa Berka Amanda

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 3

oleh Lifia Stasya Aqna -
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, izin memperkenalkan diri, saya Lifia Stasya Aqna dengan NPM 2313053099, izin menjawab pertanyaan dari rekan Najwa Berka Amanda

Sekolah dapat memastikan pemahaman nilai budaya melalui pembelajaran yang bersifat kontekstual dan berbasis pengalaman. Nilai budaya tidak cukup hanya disampaikan melalui penjelasan teori, tetapi perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Guru dapat menanamkan nilai budaya melalui kegiatan kerja kelompok, kegiatan gotong royong, diskusi kelas, serta berbagai aktivitas yang melibatkan interaksi sosial antar siswa. Ketika siswa terlibat langsung dalam kegiatan yang mencerminkan nilai budaya, mereka akan lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai tersebut. Proses ini membantu siswa tidak hanya mengetahui nilai budaya secara kognitif, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.