FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

Number of replies: 14


                                                                                       A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.


In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lutfiah nur Hanafi -

Assalamualaikum wr wb. Selamat pagi ibu deviyanti pangestu,M.Pd dan teman-teman, disini kami dari kelompok 1 izin mengirimkan makalah dan ppt, jika ada yang ingin dintanyakan silahkan untuk mereplay makalah dan ppt yang kami kirimkan. Wassalamualaikum wr.wb

In reply to Lutfiah nur Hanafi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Tisya Aulia Anggraeni -
Nama: Tisya Aulia Anggraeni
NPM: 2413053097

Izin bertanya kepada kelompok 1,
Dalam studi kasus yang dipaparkan, bagaimana cara memastikan bahwa kesulitan membaca siswa bukan disebabkan oleh gangguan belajar spesifik seperti disleksia?
trimakasih
In reply to Tisya Aulia Anggraeni

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lutfiah nur Hanafi -
Terima kasih Tisya untuk pertanyaannya izin menjawab. Untuk memastikan kesulitan membaca itu karena disleksia atau bukan, guru tidak bisa langsung menyimpulkan hanya dari satu kali pengamatan.

Pertama, guru dapat melihat terlebih dahulu perkembangannya setelah diberi bimbingan rutin. Jika setelah latihan terstruktur kemampuan anak mulai meningkat, biasanya anak tersebut kurang latihan atau faktor lingkungan. Tapi jika sudah dibimbing terus-menerus dan tetap sulit, itu bisa jadi tanda gangguan spesifik seperti disleksia.

Kedua, perhatikan cirinya. Anak dengan disleksia biasanya sangat kesulitan membedakan bunyi huruf, sering membalik huruf (b–d, p–q), dan kesulitannya menetap walaupun sudah diajarkan berulang-ulang.

Jika guru masih ragu, sebaiknya anak dirujuk ke psikolog atau ahli untuk tes lebih lanjut. Jadi intinya, guru harus dapat melihat proses dari konsistensi kesulitan dan respon anak terhadap bimbingan yang diberikan.
In reply to Lutfiah nur Hanafi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by SOFIRANI NUR FADILAH -
Nama : Sofirani Nur Fadilah
Npm : 2413053043

Izin bertanya, kepada kelompok 1
Di dalam studi kasus dijelaskan bahwa siswa merasa cemas, takut, bahkan menangis ketika diminta membaca di depan kelas. Jika kondisinya seperti itu, apakah pendekatan yang langsung berfokus pada latihan membaca sudah tepat? Atau justru sebelum aspek psikologisnya diperhatikan, latihan akademik apa pun akan kurang efektif karena siswa masih berada dalam kondisi tertekan?
In reply to SOFIRANI NUR FADILAH

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Jheny Cantika Sari 2413053124 -
Nama : Jheny Cantika Sari
NPM : 2413053124

Terima kasih sofi atas pertanyaannya, izin menjawab pertanyaan tersebut

Jika siswa merasa cemas, takut, bahkan menangis saat diminta membaca, maka pendekatan yang langsung berfokus pada latihan membaca belum tentu efektif. Dalam kondisi tertekan, siswa seringkali sulit berkonsentrasi dan menerima pembelajaran secara optimal.

Karena itu, aspek psikologis perlu ditangani terlebih dahulu, seperti membangun rasa aman, menghindari mempermalukan siswa, serta memberikan dukungan dan penguatan positif. Setelah rasa percaya diri siswa mulai tumbuh, barulah latihan membaca akan lebih efektif dan memberikan hasil yang lebih optimal.
Jadi, pendekatan yang tepat adalah mengombinasikan dukungan emosional dengan latihan akademik secara bertahap.
Demikian jawaban dari saya, semoga membantu. Terima kasih
In reply to Lutfiah nur Hanafi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Alya Hamidah -
Nama : Alya Hamidah
NPM : 2413053021

Izin bertanya kepada kelompok 1. Dari makalah studi kasus yang sudah kalian up disini saya ingin bertanya, Jika kesulitan membaca sudah teridentifikasi sejak kelas I, mengapa pada studi kasus masih ditemukan siswa kelas III yang belum lancar membaca? Apakah ada kegagalan dalam intervensi sebelumnya? atau malah guru nya yang hanya membiarkan anak itu sehingga kurang perhatian?
terimakasih
In reply to Alya Hamidah

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Jheny Cantika Sari 2413053124 -
Nama : Jheny cantika sari
NPM : 2413053124

Terimakasih alya untuk pertanyaannya, di sini saya akan menjawab pertanyaan tersebut
Jika kesulitan membaca sudah teridentifikasi sejak kelas I tetapi masih ditemukan pada kelas III, hal itu tidak langsung berarti guru gagal atau membiarkan siswa. Berdasarkan studi kasus dari makalah kami, kesulitan membaca dipengaruhi oleh faktor internal seperti kemampuan kognitif, daya ingat huruf, dan motivasi belajar, serta faktor eksternal seperti kurangnya pendampingan orang tua dan lingkungan belajar yang kurang mendukung.
Kemungkinan intervensi sudah dilakukan, tetapi belum konsisten, kurang intensif, atau tidak didukung latihan berkelanjutan di rumah. Jadi, permasalahan ini lebih disebabkan oleh kurangnya sinergi antara sekolah dan keluarga, bukan semata-mata kesalahan guru.

Itu saja jawaban dari saya, semoga membantu. Terima kasih
In reply to Lutfiah nur Hanafi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lidya Gita Utami -
Nama : Lidya Gita Utami
Npm : 2413053040
Kelas : B2

Izin bertanya untuk kelompok 1

Bagaimana peran sekolah dalam mencegah kesulitan membaca sejak kelas awal?
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Jheny Cantika Sari 2413053124 -
Nama : Jheny Cantika Sari
NPM : 2413053124

Terimakasih lidya atas pertanyaannya, izin menjawab pertanyaan tersebut

Peran sekolah dalam mencegah kesulitan membaca sejak kelas awal dapat dilakukan dengan cara deteksi dini kemampuan membaca siswa, menerapkan pembelajaran membaca yang sistematis dan menarik, serta memberikan bimbingan khusus bagi siswa yang mengalami hambatan. Selain itu, sekolah juga perlu menciptakan lingkungan literasi yang mendukung dan bekerja sama dengan orang tua agar latihan membaca juga dilakukan di rumah. Dengan langkah tersebut, kesulitan membaca dapat dicegah sejak dini dan tidak berlanjut ke kelas yang lebih tinggi

Demikian jawaban dari saya, semoga membantu. Terima kasih
In reply to Lidya Gita Utami

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by YENI FATMAWATI -
Nama: Yeni Fatmawati
NPM: 2413053031

Izin menyanggah pertanyaan dari Lidya.

Menurut saya sekolah memiliki peran penting dalam mencegah kesulitan membaca sejak kelas awal. Guru perlu mengenalkan huruf dan bunyi secara bertahap serta melatih siswa membaca dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Sekolah juga dapat membiasakan kegiatan membaca setiap hari agar siswa terbiasa dengan buku. Selain itu, kerja sama dengan orang tua dan pemberian bimbingan bagi siswa yang masih kesulitan sangat membantu agar semua anak dapat belajar membaca dengan baik.

Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat, terima kasih.
In reply to Lutfiah nur Hanafi

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Alingga Praswidari -
Nama: Alingga Praswidari
NPM: 2414053022

Izin bertanya kepada kelompok 1

Menurut pendapat kalian sebagai mahasiswa, solusi apa yang paling efektif untuk mengatasi kesulitan membaca pada siswa sekolah dasar?
In reply to Alingga Praswidari

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lutfiah nur Hanafi -
Terima kasih alingga atas pertanyaannya, izin menjawab menurut saya solusi yang paling efektif untuk mengatasi kesulitan membaca pada siswa sekolah dasar adalah melakukan identifikasi dini terhadap letak kesulitan siswa, kemudian memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya melalui metode yang variatif dan menarik. Guru perlu memberikan pendampingan atau remedial secara rutin agar kemampuan membaca siswa berkembang secara bertahap. Selain itu, dukungan lingkungan literasi di sekolah dan peran aktif orang tua di rumah juga sangat penting untuk membiasakan anak membaca setiap hari. Dengan kerja sama antara guru dan orang tua serta pemberian motivasi yang positif, kesulitan membaca dapat diatasi secara lebih optimal.
In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Aprilia Nuraini -
Nama : Aprilia Nuraini
NPM :2413053109

izin bertanya pada kelompok 1
Jika siswa masih berada pada tahap mengeja, apakah hal tersebut menunjukkan keterlambatan perkembangan membaca? Jelaskan berdasarkan tahapan membaca permulaan.
In reply to Aprilia Nuraini

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 1

by Lutfiah nur Hanafi -
Terima kasih april atas pertanyaannya, izin menjawab. Jika siswa masih berada pada tahap mengeja, hal tersebut belum tentu menunjukkan keterlambatan perkembangan membaca, karena dalam tahapan membaca permulaan anak memang melalui fase-fase tertentu. Pada tahap awal, siswa berada pada tahap pengenalan huruf, kemudian masuk ke tahap fonologis atau alfabetik, yaitu tahap mengeja dengan menghubungkan huruf dan bunyinya. Setelah itu, anak berkembang ke tahap kelancaran, di mana mereka mulai membaca kata dan kalimat tanpa harus mengeja satu per satu. Jadi, jika siswa kelas awal (kelas I–II) masih mengeja, hal tersebut masih wajar sesuai tahap perkembangannya. Namun, jika siswa kelas tinggi (misalnya kelas III ke atas) masih terus-menerus mengeja dan belum menunjukkan peningkatan kelancaran, maka hal itu dapat menjadi indikasi adanya keterlambatan membaca yang perlu mendapatkan pendampingan atau intervensi khusus.