FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Number of replies: 7

                                 

                                                                  A

Forum ini disediakan untuk berdiskusi dan berbagi mengenai Laporan observasi yang sedang dipelajari. 

Silahkan berpartisipasi aktif pada forum ini untuk memperdalam pemahaman Saudara mengenai materi yang telah disampaikan di atas.

Petunjuk diskusi kelompok:

  1. Kelompok yang mendapatkan giliran untuk memaparkan materi  sesuai dengan Topik Bahasan menyiapkan  media presentasi berupa PPT interaktif untuk diunggah dalam forum ini. 
  2. Mahasiswa lainnya pada hari pertemuan memahami materi presentasi dan materi makalah dan dipersilahkan untuk bertanya,  terkait materi tersebut atau hal-hal lain yang berhubungan dengan materi yang ditampilkan oleh pemateri. Cara bertanya dan berdiskusi: Mahasiswa me-reply pada topik yang disediakan kemudian menuliskan nama dan NPM serta pertanyaan atau berupa tanggapan.
  3. Selamat berdiskusi dan tetap semangat.



In reply to First post

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Fadila Romadona Izzati གིས-
Kelompok 5
Studi kasus "Rendahnya Tingkat Numerasi"
anggota:
1. Fadila Romadona Izzati 2413053166
2. Yuke Nur Anita 2453053018
3. Reno Setia 2453053051

Link gdrive:
https://drive.google.com/drive/folders/1OZz8qj7cJXOY5CmN2CoCoLczgduNxz8X
In reply to Fadila Romadona Izzati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Celsi Aura Jingga གིས-
Nama : Celsi Aura Jingga
Npm : 2453053050

izin bertanya, kepada kelompok 5
Di PPT menyebutkan bahwa rendahnya numerasi disebabkan oleh pembelajaran yang masih berfokus pada prosedur. Bagaimana kita sebagai calon pendidik dapat memastikan bahwa faktor tersebut merupakan penyebab utama, bukan hanya salah satu dari banyak faktor seperti lingkungan keluarga, motivasi belajar, atau kemampuan dasar siswa?
In reply to Celsi Aura Jingga

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

RENO RENO SETIA གིས-
Izin menjawab pertanyaan dari celsi

Pembelajaran yang terlalu fokus pada prosedur memang bisa menjadi salah satu penyebab rendahnya kemampuan numerasi siswa. Namun kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa itu adalah penyebab utama. Kemampuan numerasi siswa juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti lingkungan keluarga, motivasi belajar, dan kemampuan dasar yang dimiliki siswa.

Sebagai calon pendidik, kita perlu memastikan terlebih dahulu faktor apa yang paling memengaruhi. Salah satu caranya adalah dengan melakukan asesmen diagnostik. Asesmen ini membantu guru mengetahui kemampuan awal siswa dan kesulitan yang mereka alami dalam belajar numerasi. Dalam PPT juga dijelaskan bahwa jika tidak ada asesmen diagnostik, guru akan sulit memahami kebutuhan belajar siswa. 

Selain itu, guru juga perlu memahami karakteristik siswa. Guru perlu melihat latar belakang siswa, minat belajar, dan dukungan dari lingkungan keluarga. Dengan begitu, guru dapat mengetahui apakah kesulitan belajar lebih disebabkan oleh metode pembelajaran atau oleh faktor lain.

Guru juga perlu mengevaluasi cara mengajar yang digunakan. Jika pembelajaran hanya menekankan langkah-langkah pengerjaan soal, siswa biasanya hanya menghafal cara mengerjakan tanpa benar-benar memahami konsepnya. Hal ini membuat siswa kesulitan ketika menghadapi soal yang berbeda atau soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. 

Guru juga bisa mencoba menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, seperti diskusi atau pembelajaran berbasis masalah. Jika setelah metode pembelajaran diubah kemampuan siswa menjadi lebih baik, maka dapat disimpulkan bahwa cara mengajar memang memiliki pengaruh besar.

Jadi, sebagai calon guru kita tidak boleh langsung menyimpulkan satu penyebab saja. Kita perlu melihat berbagai faktor yang memengaruhi kemampuan numerasi siswa agar solusi yang diberikan benar-benar tepat.

In reply to Fadila Romadona Izzati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

intan verolla གིས-
Nama: Intan Verolla
NPM: 2413053121

Izin bertanya,
Apakah penggunaan model Dick, Carey, and Carey saja sudah cukup untuk mengatasi masalah numerasi siswa? Mengapa?
In reply to intan verolla

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Yuke Nuranita གིས-
izin menjawab pertanyaan dari intan verolla

Iya, bisa cukup, karena model pembelajaran Dick and Carey Model dirancang secara sistematis dan terstruktur untuk merancang pembelajaran.
Model ini membantu guru:
• menganalisis kebutuhan dan kemampuan awal siswa,
• menentukan tujuan pembelajaran yang jelas,
• menyusun strategi pembelajaran yang tepat,
• serta melakukan evaluasi dan perbaikan pembelajaran.
Jadi, model Dick, Carey, and Carey dapat membantu mengatasi masalah numerasi siswa, karena langkah-langkahnya membuat pembelajaran lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Namun, guru juga tetap perlu menyesuaikan dengan metode, media, dan kondisi kelas agar hasilnya lebih efektif.
In reply to Fadila Romadona Izzati

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Salsabila Khoirunnida གིས-
Nama: Salsabila Khoirunnida
NPM: 2453053016
izin bertanya, Bagaimana penerapan tahapan "Analisis Karakteristik Siswa" dalam Model Dick & Carey pada studi kasus ini dapat diadaptasi untuk mengatasi masalah literasi bahasa Indonesia di kelas awal SD, dan apa tantangan potensialnya bagi guru PGSD?
In reply to Salsabila Khoirunnida

Re: FORUM DISKUSI KELOMPOK 5

Fadila Romadona Izzati གིས-
Baik, izin menjawab dari pertanyaan Salsabila Khoirunnida

Dalam studi kasus tahap analisis karakteristik siswa pada model Dick and Carey Model of Instructional Design belum dilaksanakan secara maksimal karena guru belum melakukan asesmen diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Agar tahap ini dapat diterapkan untuk mengatasi masalah literasi bahasa Indonesia di kelas awal SD, guru perlu terlebih dahulu mengumpulkan informasi mengenai kondisi dan kemampuan belajar siswa sebelum pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengamati kemampuan siswa dalam mengenal huruf, membaca suku kata, memahami kata-kata sederhana, serta kemampuan menulis. Guru juga dapat memberikan kegiatan membaca singkat atau tes awal sederhana untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi masing-masing siswa.

Selain itu, guru perlu memperhatikan latar belakang siswa, seperti bahasa yang sering digunakan di rumah, kebiasaan membaca, serta minat belajar mereka. Hal ini penting karena kemampuan siswa di kelas awal biasanya berbeda-beda. Dengan mengetahui karakteristik tersebut, guru dapat menyesuaikan cara mengajar, misal dengan menggunakan buku cerita bergambar, permainan edukatif, kegiatan membaca bersama, atau pembelajaran melalui cerita agar siswa lebih tertarik dan lebih mudah memahami bahasa Indonesia. Dengan cara tersebut, pembelajaran bahasa indonesia dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Tantangan yang mungkin dihadapi guru SD antara lain:
1. Perbedaan kemampuan membaca dan menulis siswa yang cukup beragam dalam satu kelas.
2. Waktu pembelajaran yang terbatas untuk melakukan asesmen awal secara lebih mendalam.
3. Keterbatasan media atau bahan bacaan yang menarik untuk mendukung pembelajaran literasi.
4. Penggunaan bahasa daerah yang lebih dominan sehingga siswa kurang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia.
5. Guru perlu memiliki kemampuan dalam melakukan asesmen diagnostik serta memahami hasilnya untuk merancang pembelajaran yang tepat.