Nama: Muhammad Rizqi Alfiah
Npm :2313031008
Menurut saya, tes transaksi itu sangat penting dipahami oleh auditor karena di situlah “akar” dari laporan keuangan. Kalau dari awal transaksi sudah salah dicatat atau bahkan fiktif, maka laporan akhirnya pasti ikut salah. Jadi auditor tidak bisa hanya fokus ke angka akhir, tapi harus paham bagaimana transaksi itu terjadi dan dicatat. Dengan memahami tes transaksi, auditor juga bisa melihat apakah sistem di dalam perusahaan sudah berjalan dengan baik atau masih banyak celah yang bisa menyebabkan kecurangan.
Dalam praktiknya, ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan. Pertama, kelengkapan, artinya jangan sampai ada transaksi yang seharusnya dicatat tapi malah terlewat. Kedua, kejadian (occurrence), yaitu memastikan transaksi itu benar-benar terjadi, bukan sekadar angka di laporan. Ketiga, keakuratan, jadi jumlahnya harus sesuai, tidak boleh salah hitung. Keempat, otorisasi, apakah transaksi sudah disetujui pihak yang berwenang atau belum. Kelima, klasifikasi, jangan sampai salah masuk akun. Keenam, cut-off, ini penting supaya transaksi tidak salah periode. Dan terakhir, bukti pendukung, karena tanpa dokumen yang jelas, transaksi jadi diragukan.
Intinya, tes transaksi itu membantu auditor memastikan bahwa laporan keuangan disusun dari data yang benar sejak awal, bukan hanya terlihat benar di akhir.