Summary

Summary

Number of replies: 30

Tuliskan disini secara singkat bagaimana menyusun questioner yang baik.

In reply to First post

Re: Summary

by ALZIRAH SABRINA -
Nama: Alzirah Sabrina
Npm: 2413031049

Jika membahas tentang penyusunan kuesioner yang efektif, hal paling dasar sebenarnya adalah menentukan tujuan yang sangat spesifik dan terukur, agar alat yang kita buat tidak melenceng dari fokus. Setelah tujuan ditetapkan dengan jelas, kita perlu mengoperasionalisasikan variabel menjadi indikator yang lebih sederhana, sehingga pertanyaan yang disusun tidak membingungkan responden. Urutan pertanyaannya juga harus disusun secara logis, dimulai dari informasi umum yang ringan, sebelum masuk ke isu yang lebih mendalam, untuk menjaga konsentrasi dari pengisi kuesioner. Selain itu, penggunaan skala pengukuran yang konsisten, seperti skala Likert, serta melakukan uji coba awal atau pilot test sangatlah penting untuk memastikan instrumen tersebut mudah dipahami sebelum disebarkan secara luas. Dengan mempertahankan kesederhanaan bahasa namun tetap dalam kerangka ilmiah, kita bisa memastikan bahwa data yang terkumpul nantinya dapat diandalkan untuk mendukung analisis kita.
In reply to First post

Re: Summary

by Murni Solekha -
Nama: Murni Solekha
NPM: 2413031061

Kuesioner yang baik disusun dengan menentukan tujuan yang jelas agar sesuai dengan data yang ingin diperoleh. Selanjutnya, tentukan indikator atau aspek yang akan diukur, lalu buat pertanyaan yang relevan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda. Pilih jenis pertanyaan yang sesuai, baik tertutup maupun terbuka, dan susun secara sistematis dari pertanyaan yang mudah ke yang lebih kompleks agar responden nyaman. Selain itu, jumlah pertanyaan sebaiknya tidak terlalu banyak agar tidak membosankan. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji coba untuk memastikan validitas dan reliabilitas, kemudian diperbaiki jika masih terdapat kekurangan.
In reply to First post

Re: Summary

by Anggit Yunizar -
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

1. Tentukan tujuan kuesioner dengan jelas (apa yang ingin diketahui)
2. Susun pertanyaan sesuai tujuan, tidak keluar dari topik
3. Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami
4. Hindari pertanyaan yang ambigu atau bermakna ganda
5. Gunakan jenis pertanyaan yang tepat (tertutup atau terbuka)
6. Susun pertanyaan secara sistematis (dari umum ke khusus)
7. Hindari pertanyaan yang mempengaruhi jawaban (bias)
8. Berikan petunjuk pengisian yang jelas
9. Uji coba kuesioner terlebih dahulu sebelum digunakan
Intinya, kuesioner yang baik harus jelas, relevan, dan mudah dijawab agar data yang diperoleh akurat.
In reply to First post

Re: Summary

by MAYKE RIANSYAH -
Nama : Mayke Riansyah
NPM : 2413031047
Cara menyusun kuesioner yang baik secara singkat adalah dengan menentukan tujuan penelitian terlebih dahulu, lalu menyusun pertanyaan yang jelas, singkat, dan mudah dipahami. Pertanyaan harus sesuai dengan variabel yang ingin diukur, tidak ambigu, dan tidak menggiring jawaban. Gunakan urutan yang logis, mulai dari yang umum ke yang lebih spesifik. Terakhir, uji coba kuesioner terlebih dahulu agar diketahui apakah ada pertanyaan yang membingungkan atau perlu diperbaiki.
In reply to First post

Re: Summary

by Anindia Maharani -
Nama : Anindia Maharani
Npm : 2413031042

Untuk menyusun kuesioner yang baik, pertama kita harus menentukan tujuan utama secara jelas agar seluruh pertanyaan sesuai dengan data yang dibutuhkan. Susun alur pertanyaan secara logis, dimulai dari hal yang umum menuju hal yang lebih khusus serta dari yang mudah dijawab terlebih dahulu agar responden merasa nyaman. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, hindari istilah teknis maupun kalimat yang membingungkan. Setiap pertanyaan dibuat spesifik dan hanya membahas satu topik saja, serta pilih bentuk jawaban yang tepat seperti pilihan ganda atau skala penilaian agar data nantinya mudah diolah. Pastikan jumlah pertanyaan tidak terlalu banyak agar responden tidak bosan dan bersedia menjawab sampai selesai. Terakhir, lakukan uji coba terlebih dahulu untuk memeriksa apakah ada bagian yang kurang jelas atau salah makna sebelum digunakan secara luas.
In reply to First post

Re: Summary

by Dini Hanifa -
Nama: Dini Hanifa
NPM: 2413031055

Menyusun kuesioner yang efektif sebenarnya dimulai dari menetapkan tujuan yang sangat tajam agar riset tidak melenceng ke mana-mana. Setelah tujuannya jelas, kita perlu memecah konsep yang rumit menjadi pertanyaan-pertanyaan sederhana yang mudah ditangkap maksudnya oleh responden. Alur pertanyaannya pun harus diatur secara logis: mulailah dengan informasi umum yang ringan sebagai pemanasan sebelum masuk ke isu yang lebih mendalam agar responden tidak cepat merasa lelah. Selain itu, pastikan penggunaan skala jawaban tetap konsisten dan selalu lakukan uji coba kecil (pilot test) untuk memastikan tidak ada kalimat yang membingungkan. Dengan menggunakan bahasa yang membumi namun tetap profesional, data yang terkumpul nantinya akan jauh lebih akurat dan dapat diandalkan untuk analisis.
In reply to First post

Re: Summary

by Vina Rahmadani -
Nama: Vina Rahmadani
NPM: 2413031067

Menyusun kuesioner yang baik diawali dengan menentukan tujuan secara jelas agar data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya, perlu menetapkan aspek atau variabel yang akan diukur, kemudian menyusun butir pertanyaan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan mudah dipahami oleh responden. Pertanyaan yang dibuat sebaiknya tidak bersifat ambigu, tidak menggiring jawaban, serta tidak mengandung dua pertanyaan dalam satu butir. Selain itu, format jawaban perlu disesuaikan dengan tujuan pengukuran, seperti menggunakan skala Likert, pilihan ganda, maupun jawaban terbuka. Tahap akhir yang penting adalah melakukan uji coba kuesioner untuk mengetahui tingkat validitas, reliabilitas, serta memastikan instrumen mudah dipahami dan layak digunakan.
In reply to First post

Re: Summary

by Rizky Widyaningrum -
Nama: Rizky Widyaningrum
NPM:2413031060

Kuesioner yang baik disusun dengan diawali penentuan tujuan penelitian secara jelas agar arah pengukuran tepat, kemudian tujuan tersebut dijabarkan ke dalam indikator yang relevan sebagai dasar pembuatan pertanyaan; setiap butir harus menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda serta hanya memuat satu maksud agar mudah dipahami responden. Selain itu, pemilihan skala pengukuran harus sesuai, pertanyaan disusun secara netral tanpa menggiring jawaban, dan diurutkan secara sistematis dari yang umum ke yang lebih spesifik. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya, serta dilengkapi dengan petunjuk pengisian yang jelas agar responden dapat menjawab dengan tepat.



In reply to First post

Re: Summary

by Olivia Rahma Dani -
Nama: Olivia Rahma Dani
Npm : 2413031039

Menyusun kuesioner yang baik dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, menetapkan tujuan penelitian secara jelas agar arah penyusunan pertanyaan terfokus. Selanjutnya, menentukan variabel beserta indikator yang akan diukur. Pertanyaan yang dibuat harus menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Selain itu, pemilihan jenis pertanyaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan, seperti pertanyaan terbuka, tertutup, atau menggunakan skala. Susunan pertanyaan sebaiknya dibuat runtut, dimulai dari hal yang umum menuju yang lebih spesifik. Penting juga untuk menghindari pertanyaan yang bersifat bias atau menggiring jawaban responden. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji coba terlebih dahulu untuk memastikan kejelasan dan keefektifannya. Terakhir, lakukan perbaikan berdasarkan hasil uji coba agar kuesioner benar-benar siap digunakan dan mampu menghasilkan data yang valid serta reliabel.
In reply to First post

Re: Summary

by Rahma Dwi Gishela -
Nama: Rahma Dwi Gishela
NPM: 2413031038

Penyusunan kuesioner sebaiknya dimulai dari tujuan yang jelas, supaya pertanyaan yang dibuat tidak melebar ke mana-mana. Bahasa yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan responden, jadi tidak terlalu rumit dan tetap mudah dipahami. Saat menulis pertanyaan, usahakan tetap sederhana dan langsung ke inti. Hindari menanyakan dua hal sekaligus atau pertanyaan yang terkesan mengarahkan jawaban. Skala yang dipakai juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan, lalu pertanyaan disusun secara runtut, dari yang umum ke yang lebih spesifik agar alurnya enak diikuti. Kuesioner tidak perlu terlalu panjang, yang penting isinya relevan. Sebelum disebarkan, ada baiknya dicoba dulu ke beberapa orang untuk memastikan tidak ada bagian yang membingungkan. Petunjuk pengisian juga perlu dibuat jelas, dan yang tidak kalah penting, tetap menjaga kerahasiaan data responden. Kuesioner yang baik itu yang jelas, tidak memihak, dan mudah dipahami oleh responden.
In reply to First post

Re: Summary

by Najwa Denita Syafitri -
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

Kuesioner yang baik disusun dengan tujuan yang jelas serta menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Pertanyaan disusun secara sistematis, dengan jenis pertanyaan yang sesuai. Dan menghindari pertanyaan yang keliru, menjaga jumlah pertanyaan agar tidak terlalu banyak, serta melakukan uji coba untuk memastikan kuesioner dapat dipahami dengan baik oleh responden.
In reply to First post

Re: Summary

by Az Zahra Syahlia Putri -
Nama : Az Zahra Syahlia Putri
Npm : 2413031041

Menyusun kuesioner yang baik perlu dilakukan secara sistematis agar data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan tujuan penelitian. Langkah pertama adalah menentukan tujuan dan informasi apa yang ingin dikumpulkan. Setelah itu, peneliti menentukan responden yang sesuai dengan topik penelitian. Pertanyaan dalam kuesioner harus dibuat dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami agar tidak menimbulkan penafsiran ganda. Selain itu, pertanyaan sebaiknya disusun secara runtut, dimulai dari pertanyaan yang mudah menuju pertanyaan yang lebih spesifik. Dalam penyusunannya, peneliti juga perlu memilih jenis pertanyaan yang tepat, seperti pertanyaan terbuka atau tertutup, sesuai kebutuhan data. Kuesioner yang baik harus menghindari pertanyaan yang terlalu panjang, memihak, atau bersifat menyinggung responden. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pertanyaan sudah valid, reliabel, dan mudah dipahami oleh responden.
In reply to First post

Re: Summary

by Nuzulliana 2413031064 -
Nama: Nuzulliana
NPM: 2413031064

Menyusun kuesioner yang baik harus dimulai dari kejelasan tujuan penelitian dan variabel yang akan diukur. Setiap pertanyaan perlu dirancang secara langsung terkait dengan permasalahan penelitian agar tidak ada item yang sia‑sia dan hanya membebani responden. Gunakan bahasa yang singkat, sederhana, dan tidak membingungkan, sehingga mudah dipahami tanpa perlu penafsiran ganda. Hindari istilah teknis yang rumit atau kalimat panjang yang menjadikan responden ragu saat menjawab. Urutkan pertanyaan dari yang paling umum ke yang lebih spesifik, dan letakkan pertanyaan sensitif di bagian akhir agar responden lebih nyaman. Di awal kuesioner, sertakan petunjuk singkat tentang cara mengisi, termasuk arti skala yang digunakan (misalnya 1–5). Kombinasikan pertanyaan tertutup untuk memudahkan pengolahan data kuantitatif dan pertanyaan terbuka terbatas untuk mendalami opini responden. Pastikan alternatif jawaban saling eksklusif dan mencakup semua kemungkinan jawaban yang dapat muncul. Sebelum digunakan untuk penelitian utama, lakukan uji coba awal terhadap sejumlah responden. Berdasarkan masukan dari uji coba, perbaiki pertanyaan yang masih ambigu, terlalu panjang, atau cenderung memicu jawaban yang tidak sesuai tujuan. Dengan langkah‑langkah ini, kuesioner yang dihasilkan akan lebih valid, dapat diandalkan, dan efisien dalam mengumpulkan data penelitian.
In reply to First post

Re: Summary

by Nadiya Alifa Firdaus -
Nama: Nadiya Alifa Firdaus
2413031066

Menurut saya, menyusun kuesioner yang baik harus dimulai dari tujuan penelitian yang jelas supaya pertanyaan yang dibuat sesuai dengan data yang dibutuhkan. Pertanyaannya juga sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami responden agar tidak menimbulkan kebingungan. Selain itu, penyusunan pertanyaan perlu runtut dan tidak menggiring jawaban supaya hasil data yang diperoleh lebih akurat.
In reply to First post

Re: Summary

by Arshella Cahya Yuniarti -
Nama: Arshella Cahya Yuniarti
NPM: 2413031058

Menurut Handbook of Survey Research, kuesioner yang baik disusun dengan menggunakan kalimat yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti oleh responden. Pertanyaan harus dibuat secara spesifik, tidak menimbulkan makna ganda, tidak memengaruhi jawaban responden, serta fokus pada satu hal dalam setiap pertanyaan. Pilihan jawaban juga perlu disusun secara lengkap dan tidak saling bertumpang tindih. Selain itu, susunan pertanyaan sebaiknya diawali dari pertanyaan yang ringan dan umum sebelum masuk ke pertanyaan yang lebih rinci atau sensitif. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji coba terlebih dahulu agar dapat mengurangi kesalahan jawaban dan meningkatkan ketepatan data yang diperoleh.
In reply to First post

Re: Summary

by Maya Khoyrotun Nisa -
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
Npm : 2413031045
Kelas : B

Menyusun kuesioner yang baik dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu tujuan penelitian dan informasi yang ingin diperoleh. Setelah itu, peneliti menyusun pertanyaan yang jelas, singkat, mudah dipahami, dan sesuai dengan topik penelitian. Pertanyaan harus menggunakan bahasa yang sederhana agar responden tidak salah menafsirkan isi pertanyaan.
Selain itu, pertanyaan dalam kuesioner perlu disusun secara sistematis, dimulai dari pertanyaan umum ke khusus. Peneliti juga harus memilih jenis pertanyaan yang sesuai, seperti pertanyaan terbuka atau tertutup. Sebelum digunakan, kuesioner sebaiknya diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pertanyaan sudah valid, mudah dipahami, dan mampu menghasilkan data yang dibutuhkan.
In reply to First post

Re: Summary

by Danu Akta Alam -
Nama : Danu Akta Alam
NPM : 2413031052

Questioner yang baik disusun dengan menentukan tujuan penelitian, membuat pertanyaan yang jelas dan mudah dipahami, menggunakan bahasa sederhana, serta menyusun pertanyaan sesuai topik agar hasil yang diperoleh lebih akurat.
In reply to First post

Re: Summary

by Maya Lisnawati -
Nama: Maya Lisnawati
NPM: 2413031043

Menyusun kuesioner yang baik dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu tujuan penelitian agar pertanyaan yang dibuat sesuai dengan informasi yang ingin diperoleh. Pertanyaan harus disusun menggunakan bahasa yang jelas, singkat, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan makna ganda. Selain itu, urutan pertanyaan dibuat secara sistematis, dimulai dari pertanyaan yang umum menuju yang lebih khusus agar responden merasa nyaman saat menjawab. Peneliti juga perlu memilih jenis pertanyaan yang sesuai, seperti pertanyaan tertutup atau terbuka, serta menghindari pertanyaan yang bersifat memengaruhi jawaban responden. Sebelum digunakan, kuesioner sebaiknya diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pertanyaan sudah valid, reliabel, dan mudah dipahami oleh responden.
In reply to First post

Re: Summary

by Virginia Shaulan Zailani -
Nama: Virginia Shaulan Zailani
NPM: 2413031069

Menyusun kuesioner yang baik dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin diketahui, sehingga pertanyaan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan penelitian. Pertanyaan harus menggunakan bahasa yang jelas, singkat, dan mudah dipahami responden agar tidak menimbulkan makna ganda. Selain itu, susunan pertanyaan sebaiknya dimulai dari yang sederhana menuju pertanyaan yang lebih spesifik supaya responden merasa nyaman saat mengisi. Pilihan jawaban juga harus disusun secara logis dan sesuai dengan kondisi responden. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pertanyaannya sudah dipahami dengan baik dan dapat menghasilkan data yang sesuai.
In reply to First post

Re: Summary

by Nina Oktaviana -
Nama : Nina Oktaviana
Npm: 2413032057
Cara menyusun kuesioner yang baik dimulai dengan menentukan tujuan penelitian secara jelas agar pertanyaan yang dibuat sesuai dengan data yang dibutuhkan. Setelah itu, peneliti menentukan variabel dan indikator yang akan diukur supaya isi kuesioner lebih terarah. Pertanyaan dalam kuesioner harus menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan makna ganda agar responden tidak bingung saat menjawab.
Selain itu, pertanyaan sebaiknya disusun secara runtut, mulai dari pertanyaan yang mudah menuju pertanyaan yang lebih spesifik. Peneliti juga perlu menghindari pertanyaan yang terlalu panjang, menyinggung, atau menggiring jawaban responden. Pilihan jawaban harus dibuat lengkap dan sesuai dengan kondisi responden sehingga data yang diperoleh lebih akurat.
Kuesioner yang baik biasanya terdiri dari identitas responden, petunjuk pengisian, serta daftar pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sebelum digunakan, kuesioner perlu diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pertanyaan sudah valid dan mudah dipahami. Dengan penyusunan yang baik, kuesioner dapat membantu peneliti memperoleh data yang valid, reliabel, dan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
In reply to First post

Re: Summary

by Adzra Ati'iqah -
NAMA : Adzra Ati'iqah
NPM : 2413031056

Cara menyusun kuesioner yang baik secara singkat adalah sebagai berikut:

1. Menentukan tujuan kuesioner
Tentukan terlebih dahulu informasi apa yang ingin diperoleh dari responden.
2. Menyusun pertanyaan yang jelas
Gunakan bahasa sederhana, singkat, dan mudah dipahami agar tidak menimbulkan makna ganda.
3. Menyesuaikan dengan indikator penelitian
Pertanyaan harus sesuai dengan variabel atau aspek yang ingin diukur.
4. Menggunakan jenis pertanyaan yang tepat
Dapat berupa pertanyaan tertutup, terbuka, atau skala Likert sesuai kebutuhan penelitian.
5. Menghindari pertanyaan yang membingungkan atau menggiring jawaban
Pertanyaan harus netral agar jawaban responden objektif.
6. Menyusun urutan pertanyaan secara sistematis
Mulai dari pertanyaan umum ke khusus agar responden lebih nyaman menjawab.
7. Melakukan uji coba kuesioner
Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan kuesioner layak digunakan.
8. Memberikan petunjuk pengisian yang jelas
Agar responden memahami cara menjawab pertanyaan dengan benar.
In reply to First post

Re: Summary

by Fadhilah Izdihar -
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068

Menyusun kuesioner yang baik dimulai dengan menentukan tujuan terlebih dahulu, supaya pertanyaan yang dibuat sesuai dengan informasi yang ingin didapatkan. Pertanyaan harus jelas, singkat, dan mudah dipahami oleh responden. Gunakan bahasa yang sederhana dan tidak membingungkan. Susunan pertanyaan juga sebaiknya dibuat runtut, dimulai dari pertanyaan yang ringan lalu ke pertanyaan yang lebih penting. Hindari pertanyaan yang menggiring jawaban atau membuat responden merasa tidak nyaman. Selain itu, pilih jenis pertanyaan yang sesuai, seperti pilihan ganda atau jawaban bebas, dan lakukan uji coba terlebih dahulu agar kuesioner benar-benar mudah dipahami.
In reply to First post

Re: Summary

by Salwa ulfazria -
Nama: Salwa Ulfazria
NPM: 2413031062

Dalam menyusun kuesioner, peneliti perlu memperhatikan tujuan penelitian dan keadaan responden supaya data yang diperoleh akurat dan mudah diinterpretasikan. Penentuan tujuan serta indikator penelitian menjadi langkah penting karena akan menentukan isi setiap pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan hendaknya dibuat dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti agar tidak menimbulkan kesalahan penafsiran. Selain itu, urutan pertanyaan perlu disusun secara sistematis dari yang umum ke yang lebih khusus sehingga responden lebih nyaman dalam memberikan jawaban. Pilihan jawaban juga harus lengkap dan disesuaikan dengan skala yang digunakan dalam penelitian. Sebelum kuesioner diterapkan, perlu dilakukan uji coba untuk menilai kejelasan pertanyaan serta mengetahui tingkat validitas dan reliabilitas instrumen penelitian tersebut.
In reply to First post

Re: Summary

by Revalina revalina -

Nama :Revalina

Npm :2413031053

Langkah paling mendasar dalam menyusun kuesioner yang efektif adalah menentukan tujuan secara spesifik dan terukur agar alat ukur tidak melenyapkan fokus penelitian. Setelah tujuan ditetapkan, variabel perlu dioperasionalisasikan menjadi indikator-indikator yang lebih sederhana agar pertanyaan-pertanyaan yang dihasilkan mudah dipahami dan tidak membingungkan responden. Selain itu, alur pertanyaan harus disusun secara logistik dimulai dari informasi umum yang ringan sebelum masuk ke isu mendalam demi menjaga konsentrasi pengisi kuesioner. Penggunaan skala pengukuran yang konsisten seperti Skala Likert, serta pelaksanaan uji coba awal ( pilot test ), juga sangat krusial untuk memastikan instrumen bebas dari kalimat ambigu sebelum disebarkan secara luas. Melalui kombinasi bahasa yang sederhana namun tetap dalam koridor ilmiah, data yang dikumpulkan dijamin valid dan andal untuk mendukung analisis penelitian.

In reply to First post

Re: Summary

by INAYA SALWA IASYA -
Nama: Inaya Salwa Iasya
NPM: 2413031036
Kuesioner yang efektif dibuat dengan memakai bahasa yang sederhana, ringkas, dan mudah dimengerti oleh peserta, sehingga tidak terjadi salah pengertian. Pertanyaan harus relevan dengan tujuan penelitian, disusun secara teratur dari yang paling mudah hingga yang lebih sulit, serta menyediakan pilihan jawaban yang tepat. Di samping itu, peneliti harus menjauhi pertanyaan yang terlalu panjang, bias, atau membingungkan agar data yang dikumpulkan menjadi lebih valid dan akurat.
In reply to First post

Re: Summary

by Asnia Sundari -
Nama : Asnia Sundari
NPM : 2413031040

Menyusun kuesioner atau instrumen penilaian yang baik menurut saya harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, menggunakan bahasa yang jelas, mudah dipahami, dan mampu mengukur kompetensi secara tepat. Pada soal pilihan ganda, pertanyaan harus memiliki satu jawaban paling benar dengan pengecoh (distractor) yang logis; pada soal esai, pertanyaan perlu mendorong kemampuan analisis dan argumentasi serta dilengkapi rubrik penilaian; sedangkan pada skala penilaian (Likert), pernyataan harus spesifik dan disertai rentang skor yang konsisten agar hasil penilaian valid, objektif, dan reliabel.
In reply to First post

Re: Summary

by Mega Marsanda Putri -
Nama: Mega Marsanda Putri

Menyusun kuesioner yang baik dilakukan dengan membuat pertanyaan yang jelas, singkat, dan mudah dipahami responden. Pertanyaan harus sesuai dengan tujuan penelitian, tidak menimbulkan makna ganda, serta menggunakan bahasa yang sederhana. Selain itu, susunan pertanyaan dibuat runtut agar responden lebih mudah menjawab dan hasil data yang diperoleh lebih akurat.
In reply to First post

Re: Summary

by Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
NPM: 2413031050

Menyusun kuesioner yang baik itu dimulai dari memahami dulu apa tujuan yang ingin diketahui, lalu membuat pertanyaan yang sesuai dengan tujuan tersebut. Pertanyaannya sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami supaya responden tidak bingung saat menjawab. Selain itu, pertanyaan juga perlu disusun secara rapi dan tidak menggiring jawaban agar hasil yang didapat lebih jujur dan akurat.
In reply to First post

Re: Summary

by Laura Aulia Novriandila Laura -
Nama : Laura Aulia Novriandila
NPM : 2413031051

Penyusunan kuesioner yang baik biasanya dimulai dengan menentukan tujuan penelitian serta variabel yang akan diukur, kemudian mengembangkan indikator menjadi beberapa butir pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pertanyaan yang disusun harus menggunakan bahasa yang jelas, sederhana, dan mudah dipahami oleh responden agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. Selain itu, peneliti perlu memilih bentuk pertanyaan dan skala pengukuran yang tepat, seperti skala Likert, sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis dengan mudah. Sebelum digunakan dalam penelitian, kuesioner sebaiknya diuji coba terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kejelasan, validitas, dan reliabilitasnya, sehingga instrumen yang digunakan mampu menghasilkan data yang akurat dan dapat dipercaya.
In reply to First post

Re: Summary

by Zesen Arianto -
Nama : zesen arianto
NPM : 2413031059

Kuesioner merupakan salah satu instrumen krusial dalam pengumpulan data khusus nya data primer.

Adapun cara membuat kuesioner yang baik diantaranya:

1. Simple
Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner harus sederhana dan mudah dipahami oleh semua responden tanpa perlu interpretasi yang rumit. Hindari penggunaan istilah teknis yang dapat membingungkan.

2. Memiliki Ukuran yang Jelas
Setiap pertanyaan dalam kuesioner harus jelas dalam arti bahwa tidak ada ambiguitas tentang apa yang dimaksud. Ukuran atau konsep yang diukur harus didefinisikan dengan jelas sehingga responden memiliki pemahaman yang seragam.

3. Pertanyaan yang Tidak Terlalu Banyak/Panjang
Kuesioner sebaiknya tidak terlalu panjang atau memuat terlalu banyak pertanyaan agar tidak membebani responden. Fokus pada pertanyaan-pertanyaan yang benar-benar relevan dengan tujuan penelitian.

4. Pertanyaan diarahkan Tertutup
Pertanyaan tertutup meminta responden untuk memilih di antara pilihan jawaban yang telah disediakan, seperti "Ya" atau "Tidak", skala Likert, atau pilihan ganda. Ini membantu mempermudah analisis data dan mengurangi ambiguitas dalam interpretasi jawaban.

5. Tidak Menimbulkan Ambiguitas
Pertanyaan dalam kuesioner harus dirumuskan dengan jelas dan tidak boleh menyebabkan kebingungan atau ambiguitas dalam arti atau tujuan yang dimaksud. Hindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau terbuka untuk interpretasi yang beragam.

6. Validitas dan Reliabilitas
Pertanyaan dalam kuesioner memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi. Validitas berkaitan dengan sejauh mana pertanyaan tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur, sementara reliabilitas berkaitan dengan konsistensi jawaban dari waktu ke waktu.

7. Kohesif dan Relevan
Pertanyaan kuesioner harus relevan dengan tujuan kuesioner dan terkait dengan topik yang sedang diteliti.

8. Varian Skala Pengukuran
Gunakan berbagai jenis skala pengukuran seperti skala Likert atau tergantung pada jenis data yang akan di kumpulkan.